Mengenal dan Mengerti akan Emosi kita
SSCQ Pelajaran Pertama Kwartal 1,
Emosi
25 Desember—1 Januari 2011
Diterjemahkan Oleh: Melvin Simatupang
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita (Yoh. 16:20)
Sabbath
25 Desember
Amsal 3:5, 6; Yohanes 5:19 Pendahuluan
Emosi, Biarlah mereka . . . .”
Satu defenisi dari kata emosi adalah : “Satu keadaan mental yang muncul secara spontan ketimbang melalui usaha yang sadar dan biasanya diiringi dengan perubahan psikologi; sebuah perasaan”
Meskipun kata emosi adalah kata benda, emosi kita sering menyebabkan kita terlibat dalam tindakan tertentu. Jika kita marah, kita bisa saja menyerang orang yang kita marahi. Jika kita sedih, kita bisa menangisi tentang situasi yang membuat kita merasa seperti itu. Seringkali, kita menemukan diri kita berada dalam situasi dimana kita harus bisa bertindak untuk tidak membiarkan emosi kita mengendalikan perilaku kita. Untuk itu dibutuhkan seorang penasehat yg bisa memberikan saran, kapan waktu nya kita bisa meluapkan emosi kita dengan tindakan atau tanpa tindakan.
Mengapa kita perlu percaya kepada Tuhan sepenuhnya?
Dalam Amsal 3:5, 6, kita belajar apa, atau siapa, penasehat ini. Dalam ayat-ayat ini, kita didorong untuk percaya kepada Tuhan, mengakui Dia dalam segala laku kita maka Ia akan meluruskan jalan kita.
Mengapa kita harus percaya kepada Tuhan sepenuhnya? Salah satu alasannya adalah karena pemahaman kita sering terbatas. Kita tidak tahu semua fakta dari sebuah situasi yang mungkin menyebabkan kita untuk mengalami emosi yang kuat. Alasan lain adalah bahwa emosi sering kali merusak pemahaman kita terhadap sebuah situasi. Hal ini kerap kali sulit untuk dipahami kebenarannya dari sebuah peristiwa yang diberikan jika kita marah atau sedih tentang hal itu. Meskipun demikian, Bapa telah memberikan kita contoh yang indah melalui AnakNya, Yesus Kristus. Kristus konsisten bergantung pada Bapa untuk bimbingan dan arahanNya. Kristus berkata dalam Yohanes 5:19, "'Aku berkata kepadamu , sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-NYA sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yg dikerjakan Bapa itu juga yg dikerjakan Anak" (NIV).
Sebagai orang Kristen yang setia mengikut Kristus, kita harus belajar untuk tidak berpegang pada pendirian kita sendiri. Ketika emosi Anda menyebabkan Anda melakukan sesuatu yang Anda rasa benar, kita harus ingat untuk meminta tuntunan Kristus. Dalam setiap hal kita harus mengakui-Nya. Jika kita membiarkan diri kita di kuasai oleh emosi yang tidak menentu maka itu akan merugikan diri kita sendiri. Dengan mempelajari pelajaran pekan ini mengenai emosi, marilah kita mengambil keputusan bahwa hanya Kristus lah yang dapat menuntun hidup kita sehingga kita tidak larut dalam perasaan atau emosi kita.
____________________ *The American Heritage® Dictionary of the English Language, fourth edition, http://www.answers.com/topic/emotion (accessed July 28, 2009).
Alexandra E. Arnold, Fort Washington, Maryland, U.S.A
Minggu
26 Desember
Logos
Terperangkap Dalam Perasaan 2 Samuel 13; Lukas 19:28–44; Yohanes 16:17–24; Gal. 5:22; Kolose 3:12–14
Bahaya Emosi (2 Samuel 13
Kita hidup di dunia di mana kita didorong untuk mengikuti kata hati kita dan melakukan apa yang dirasa benar. Sayangnya, bagaimanapun, emosi manusia seringkali tidak stabil dan tidak konsisten. Emosi yang tidak stabil ini sangatlah berbahaya apabila tidak diserahkan kehadapan Tuhan dan ketika hati tidak mau mendengarkan suara Roh kudus. Yeremia 17:9 menyatakan bahwa "betapa liciknya hati, lebih licik dari segala sesuatu." Dalam kisah Amnon dan Tamar, Amnon jatuh cinta dengan Tamar, adiknya. Dia memperkosa adiknya sendiri, kemudian meninggalkan Tamar dipermalukan dan tidak diinginkan. Amnon berperilaku impulsif dan emosional mendorongnya untuk melanggar hukum moral Allah. Ini membawa malu dan rasa sakit untuk dirinya dan keluarganya. Membiarkan emosi yang memimpin kita sering berakhir dengan konsekuensi negatif yang tidak dapat dihindarkan.
Emosi, baik positif maupun negatif, adalah alat dimana Tuhan ingin mengajarkan pelajaran penting.
Kuasa Allah melalui Roh (Galatia 5:22)
Amnon telah memberontak dan tidak memiliki kontrol diri, Bahkan bertindak brutal. Di bawah kuasa Roh Kudus. Allah mampu menciptakan dalam dirinya hati yang bersih dan memperbaharui dirinya menjadi jiwa yang benar (Mzm. 51:10), tetapi perbaharuan tersebut bergantung pada kesediaannya untuk berserah. Tuhan tidak meninggalkan kita hanya karena kita tidak merasa seperti melakukan hal yang benar. 1 Yohanes 3:20 mengajarkan kita bahwa kita tidak perlu takut ketika hati kita menghukum kita karena "Allah lebih besar dari hati kita, dan dia tahu segala sesuatu" (NIV).
Pertama-tama kita harus percaya bahwa Dia mampu memperbaharui kita. Kemudian kita harus mengijinkan Dia untuk melakukannya. Melalui Roh dan iman dalam Kristus, kita memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan yang tidak didikte oleh perasaan emosional kita. Sebaliknya, kita memiliki kekuatan untuk hidup benar. Baca Galatia 5:22, 23.
Kehidupan di dalam Kristus memberi kita kemampuan untuk menguasai emosi kita dengan meminta Dia untuk menguasai kita. "Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan memuaskan keinginan daging" (Galatia 5:16, NIV).
Belajar mengasihi melalui kerendahan hati (Kolose 3:12-14)
Kadang-kadang, kita merasa sangatlah tidak mungkin untuk mengampuni orang lain yang telah menyakiti kita. Tamar, Absalom, dan Daud marah dengan Amnon atas kejahatan yang telah dilakukannya. Hal ini mengakibatkan Absalom melakukan pembalasan dengan tangannya sendiri dengan membunuh saudaranya. Allah telah memanggil kita untuk saling mengampuni karena Dia telah mengampuni kita (Kolose 3:13) Untungnya,Dia tidak ingin kita bergantung pada kekuatan sendiri. Tuhan ingin agar kita memahami rahmat dan belas kasihan yang Kristus telah tunjukkan kepada kita yang memberdayakan kita untuk mengampuni orang lain ketika mereka melakukan kesalahan terhadap kita. Selama kita bertumbuh dalam suatu hubungan dengan Kristus, kita menjadi lebih seperti Dia. Kita belajar untuk menghargai keindahan belas kasihan dan kebaikan, kekuatan akan kerendahan hati dan kelembutan, dan hikmat kesabaran. Dengan berjalannya waktu, kita belajar untuk mengampuni seperti Tuhan telah mengampuni kita. Bertumbuh dalam pengetahuan Allah membantu kita belajar bagaimana untuk berhenti bereaksi egois dan mengajar bagaimana mengambil tindakan yg benar.
Kebenaran tentang Emosi (Yohanes 16:17-24)
Emosi tidak semuanya buruk. Bahkan, banyak dari mereka merupakan anugrah dari Tuhan. Mereka memberikan kita kemampuan untuk berhubungan satu sama lain. Tanpa emosi, kita tidak akan dapat sepenuhnya memahami pengalaman hidup. Emosi, baik positif maupun negatif, adalah alat yang Tuhan gunakan untuk mengajarkan kita pelajaran penting dan membangun karakter kita. Menjadi Kristen tidak berarti bahwa Anda akan selalu bahagia. Akan selalu ada saat-saat ketika Anda merasa marah, sedih, atau takut-dan itu bukanlah masalah. Daud, seorang hamba Tuhan, mengalami banyak pengalaman suka duka emosional. Yesus sendiri berkata, "'Aku berkata kepadamu , sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap sementara dunia bergembira. Kamu akan berdukacita, tapi dukacita mu akan berubah menjadi sukacita "(Yohanes 16:20, NIV).
Allah Mengerti (Lukas 19:28-44;. Ibr 3:15)
Dalam Lukas 19:42, kita melihat Yesus menangis untuk Yerusalem, mengetahui kesulitan dan kehancuran yang akan hambaNya hadapi. Dalam penderitaan dan kasih sayang Dia berkata, "'Jika kamu [Yerusalem], bahkan kau, hanya diketahui pada hari ini apa yang akan membawa damai-tapi sekarang sudah tersembunyi dari [Yerusalem] mata mu'" (NIV). Baca juga Matius 23:37.
Allah prihatin tentang anak-anak-Nya. Dia adalah Allah yang menginginkan kita untuk memahami hidup dan melindungi kita dari penderitaan, meskipun ada saatnya kita menolak Dia. Tamar mungkin bertanya-tanya mengapa Tuhan mengijinkan Amnon memperkosa dirinya. Dia merasa ditolak, malu, sangat terhina, ditinggalkan, dan tidak berharga. Bahkan kemudian, bagaimanapun, Tuhan rindu untuk menyembuhkan rasa sakitnya.
Sebagai anak-anak Tuhan, "sukacita Tuhan adalah kekuatan kita." Ini tidak berarti bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan dalam kehidupan kita. Sebaliknya, itu berarti bahwa kita akan dapat menemukan kenyamanan dan kekuatan dalam Tuhan. Meskipun perasaan kita dan situasi mungkin berada di luar kendali, kita tahu bahwa Allah masih memiliki kontrol atas hidup kita dan bahwa Dia dapat mengendalikan perasaan kita. Kita tahu bahwa Ia dapat memberi kita damai yang melampaui segala akal kita (Filipi 4:7), bahwa Dia berjanji untuk menjadi tempat perlindungan kita dan kekuatan, "bantuan yang selalu hadir dalam kesulitan" (Mzm. 46:1). Dia tahu betul perjuangan kita dan memahami dengan tepat apa yang kita rasakan. Baca Ibrani 4:15, 16. Tuhan mengerti dan ingin Anda memiliki kekuasaan atas emosi Anda.
Berinteraksi
1. Apa yang harus Amnon lakukan untuk memperbaiki tindakannya?
2. Bagaimana Tuhan meminta kita untuk menanggapi seseorang yang tidak peduli tentang tindakannya yang menyakitkan?
3. Jelaskan ketika seseorang memaafkan mungkin tidak selalu mencakup rekonsiliasi dengan orang itu.
Ailiana K. Denis, Bolingbrook, Illinois, U.S.A.
Senin
27 Desember
Yohanes 16:20, 24 Kesaksian
Pengaruh Kasih Karunia Allah
Emosi adalah sebagian besar dari kehidupan kita. Ketika Tuhan menciptakan manusia, pikiran-Nya adalah kudus, dan tujuan-Nya bagi kita sungguh mulia. Adam dan Hawa memiliki pikiran seimbang, tetapi melalui dosa, kita telah menjadi direndahkan dan tercela. Rasul Paulus berkata, "karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera" (Roma 8:6, NKJV). emosi kita memainkan peranan penting dalam kehidupan kita. Mereka membantu kita untuk membuat keputusan sehari-hari, dan jika tidak dibimbing oleh Roh Allah emosi kita bisa menyebabkan kesalahan besar-dan mungkin membahayakan bahkan kematian. "Tidaklah bijaksana untuk melihat kepada diri kita sendiri, dan mempelajari emosi kita. Jika kita melakukan ini, akan hadir kesulitan dan godaan yang melemahkan iman dan menghancurkan keberanian. Mempelajari emosi kita lebih dalam dan memberi jalan untuk perasaan kita itu berarti memanjakan diri dengan keraguan dan melibatkan diri dalam kebingungan. Kita harus melihat jauh diri kita dengan Yesus. "1
"Ketika Roh Allah mengambil kepemilikan hati, itu mengubah hidup."
"Ketika Roh Allah mengambil kepemilikan hati, itu akan mengubah hidup. Singkirkan pikiran yang jahat, tinggalkan kejahatan. Cinta, kerendahan hati, dan perdamaian menggantikan amarah, iri hati, dan perselisihan. Sukacita mengambil tempat kesedihan, dan mencerminkan kegembiraan surga. Tidak ada yang melihat tangan yang mengangkat beban atau mencegah turunnya cahaya dari pengadilan di atas. Berkat datang ketika dengan iman kita menyerahkan jiwa kepada Allah. Dan kekuatan dimana mata manusia tidak bisa melihat menciptakan jiwa baru menurut gambar Allah "2.
"Perang Konstan melawan keinginan daging harus dipertahankan, dan kita harus dibantu oleh pengaruh pemurnian kasih karunia Allah, yang akan menarik pikiran kita untuk merenungkan hal-hal yang murni dan suci." 3
Untuk mendapatkan kemenangan atas diri dan emosi negatif sangat penting bagi pengalaman Kristen. Kita harus mati setiap hari dan minum terus menerus dari sumber kehidupan yang Kristus berikan kepada kita dengan cuma-cuma. Kita juga harus menjadi bagian 'dari kehidupan yang telah diberikan kepada kita oleh pengorbanan Nya yang tak terbatas. Baca Yesaya 55.
Berinteraksi
1. Pikirkan cara-cara kita mati setiap hari dan minum dari sumber air kehidupan Allah.
2. Apa cerita Alkitab yang menunjukkan pengaruh dari emosi negatif maupun positif?
____________
1. The Ministry of Healing, p. 249.
2. My Life Today, p. 46.
3. Last Day Events, p. 268.
Oshaine Altorick Wynter, Huntsville, Alabama, Amerika Serikat
Selasa
28 Desember
Bukti
Sukacita Datang Dalam Ratapan Yohanes 16:20
Injil Yohanes dibagi menjadi dua buku: Kitab Tanda (1-12) dan Kitab Kemuliaan (13-20). Ini adalah catatan Yohanes tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Tujuan-Nya dalam menulis catatan ini adalah untuk membuktikan bahwa Kristus memang Anak Allah, dan bahwa kita memiliki hidup yang kekal dengan percaya kepadaNya (20:30, 31).
Kita semua meiliki pengalaman emosional masa sulit, yang menyebabkan kita berduka.
Apa yang dikenal sebagai Yesus 'Perpisahan Wacana (13:31-16:33) yang terkandung dalam Kitab kemuliaan. Di sini, Yesus menghibur murid-muridNya tentang penderitaan-Nya yang sudah dekat dan kebangkitan (13:31-38). Dia menyatakan bahwa Dia adalah satu-satunya jalan kepada Bapa (14:6). Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa karunia Bapa Roh Kudus akan dikirimkan kepada mereka, dan bahwa "'Dia akan membimbing [mereka] ke dalam semua kebenaran'" (14:15-31, 16:13, NIV). Dia juga mengatakan bahwa sebagai cabang kita tidak bisa tumbuh kecuali terhubung ke pokok anggur, sehingga murid-murid-Nya tidak bisa tumbuh kecuali mereka terhubung kepada-Nya, "pokok anggur yang benar" (15:1-17). Dia mengingatkan mereka tentang kebencian orang banyak terhadap mereka nantinya oleh karena nama-Nya (15:18-16:04).
Kemudian Yesus berbagi secara dekat tentang menerima, mendekati secara dinamis. Perbedaan ini merupakan respon emosional mereka dan bahwa dunia akan melihat kematian-Nya: "'Aku berkata kepadamu, kamu akan menangis dan meratap sedangkan dunia bersukacita'" (16:20, NIV). Yesus membuat jelas bahwa dunia yang membenci-Nya dan berdiri berlawanan terhadap pelayanan-Nya akan bersukacita ketika Dia meninggal. Namun, murid-murid-Nya akan menangis dan meratap di saat yang sama. Tetapi Yesus tidak meninggalkan murid-muridNya dalam kondisi yang sudah putus harapan. Dia mengatakan, " Tapi kesedihan kamu akan berubah menjadi sukacita '(ayat, 20 NIV). Kamu akan menerima sukacita karena ketiadaan-Nya hanya sementara! Ia Berbicara tentang kebangkitan-Nya dalam ayat 22, Kristus mengatakan bahwa sukacita murid-muridNya akan datang di tengah-tengah mereka berkabung, ketika mereka melihat-Nya lagi.
Kita semua mengalami saat emosional sulit, yang menyebabkan kita berduka. Tapi dengan kata-kata yang sama Kristus mendorong kita hari ini. Kebangkitan Kristus semata-mata untuk murid-murid-Nya, jadi kedatangan Kristus yang kedua kali adalah untuk kita. Semua penderitaan hidup akhirnya akan berubah menjadi sukacita ketika kita melihat Kristus pada kedatanganNya yang kedua kali. Kuatkan iman mu!
Berinteraksi
1. Renungkan pada saat Kristus memberi Anda sukacita di tengah-tengah cobaan berat.
2. Bagaimana pada kenyataan, dampak kedatangan Kristus pada masa-masa emosional yang sulit?
Richard Martin, Columbus, Ohio, AS
Rabu
29 Desember
Yes. 26:3; Ibr. 04:15 Bagaimana
Tidak Satupun Diberikan
Emosi mempengaruhi setiap aspek kehidupan sehari-hari, dari keputusan yang kita buat di sekolah hingga keputusan berjalan dengan Allah. Suatu hari kita bisa bangun dengan perasaan bahagia, merasa seperti kita bisa menaklukkan dunia, sedangkan hari berikutnya kita terbangun dengan perasaan kalah. Bagaimana kita merasa dapat dipengaruhi oleh bermacam2 aspek yang tak terhitung jumlahnya: teman, keluarga, dan cuaca, lalu lintas, kelas yang sulit, dan sebagainya. Karena kita cenderung bereaksi terhadap perasaan kita, maka penting bahwa kita harus belajar bagaimana untuk menjaga emosi agar tidak menguasai diri.
Anda selalu memiliki Bapa yang merawat anda.
Alkitab dipenuhi dengan contoh-contoh dari orang-orang yang saleh, bagaimana berurusan dengan emosi yang menantang kehidupan sehari-hari. Baca di Yosua 1:9 bagaimana Tuhan mendorong Yosua saat ia menghadapi tugas menakutkan untuk memimpin seluruh bangsa. Karena Yesus memahami penderitaan kita yang terdalam dan kegembiraan terbesar kita, kita selalu dapat menemukan harapan di dalam Dia. Dari Firman, kita mendapatkan wawasan tentang bagaimana mengatasi naik turunnya kehidupan, dari patah hati menjadi sukacita.
Sangatlah mudah untuk percaya bahwa tidak ada yang memahami kita. Banyak orang melewati kehidupannya dengan perasaan sangat kesepian karena mereka merasa tidak ada yang benar-benar memahami perjalanan mereka. Meskipun hal ini benar adanya, kita memiliki Bapa surgawi yang mengetahui kita lebih baik daripada kita sendiri dan yang bisa bersimpati dengan kita setiap saat. Jadi pada saat-saat mendatang anda tergoda dengan perasaan ditinggalkan dan terjatuh oleh perjuangan hidup, ingatlah hal ini:
Anda tidak sendirian. Teman dan bahkan anggota keluarga bisa menolak untuk mendukung anda atau berjalan dengan anda, tetapi anda selalu punya teman yaitu Yesus yang berjanji tidak pernah meninggalkan anda, dan membantu anda di sepanjang jalan kehidupan (Ibrani 13:5, 6 ).
Kamu adalah anak Allah. Kehidupan di bumi ini dapat mengecewakan. Selama masa tersebut, pikirkan tentang fakta bahwa anda adalah anak Raja, seorang raja yang seperti orang tua. Di dalam Dia, anda selalu memiliki Bapa yang selalu mencari anaknya (Yohanes 1:12).
Tetap fokus pada Yesus. Mudah melupakan tujuan kekal kita dengan gangguan dunia. Namun, ketika kita tetap fokus pada Yesus, kita dapat memiliki damai sejahtera yang kita butuhkan untuk melewati cobaan itu(Yes. 26:3).
Berinteraksi
1. Dalam apa bidang kehidupan Anda mengijinkan emosi Anda untuk mengambil alih?
2. Bagaimana Anda berkomitmen untuk lebih mengandalkan apa yang anda ketahui tentang Yesus minggu ini bukan hanya sekedar pada apa yang Anda rasakan?
Kristie Cain, Apopka, Florida, U.S.A.
Kamis
30 Desember
Pendapat
Ketegangan Emosi Yohanes 16:20
Hembusan angin membuat jari-jari mereka menggemgam kuat saat kesebelas murid Yesus berjalan bersamaNya menuju Getsemani. Yesus berkata, "'Aku akan membunuh gembala, dan kawanan domba itu akan tercerai-berai'" (Matius 26:31, NIV), tampaknya langit malam menggelegar. Setelah mereka tiba di Getsemani, telintas dalam pikiran Kristus tentang beban yang akan Ia tanggung, kemenangan yang harus dilalui dengan penderitaan terlebih dahulu menyerang pikiran Juruselamat, menyebabkan kelemahan fisik. Dia memberitahu bahwa hanya Petrus, Yakobus, dan Yohanes yang akan melanjutkan pekabaranNya.
Dia tahu bahwa Allah harus dibuat nyata dalam hidup-Nya
Ketiga murid Yesus ingin meringankan penderitaan Guru mereka, mereka bertanya tentang penyebab kesedihan-Nya. Yesus menjawab: hati ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan aku '"(Matius 26:38, NIV). Setelah berjalan beberapa langkah lebih lanjut, Tuhan berlutut di dekat batu, menyerahkan beban-Nya kepada Bapa yang satu-satunya dapat meringankan penderitaan-Nya. Khalayak surgawi melihat adegan ini, mereka tahu bahwa kegagalan pada Yesus akan mengakibatkan konsekuensi yang mengerikan.
Yesus berdoa, "" Bapa, jikalau sekiranya mungkin, lalu kan lah cawan ini daripada ku '"(ayat, 39 NIV).
Kata-kata ini menunjukkan betapa berat beban pikiran-Nya. Pada saat ini, semua pasukan Setan berada di sekelilingNya, membisikkan kebohongan agar Yesus mau berbalik dari misi-Nya: "hamba-hamba Mu yang setia sekarang telah berpaling dari Mu. Mereka berusaha untuk menghancurkan Mu dengan fondasi yg kuat. Salah satu pengikut Mu akan menyangkal Engkau. Semua akan meninggalkan Engkau. . . . Mereka yang telah Ia selamatkan, mereka yang Ia cintai, harus bersatu dengan Setan, ini sangatlah menusuk jiwa-Nya "*. Meskipun demikian, pada saat-saat Kristus melemah, Dia tahu bahwa Allah harus dinyatakan di dalam hidupNya. Oleh karena itu, Dia berdoa, "'Meskipun demikian, biarlah kehendak Mu ya Bapa yang jadi, bukan kehendak Ku'" (ayat 39)
Aku ini hanyalah salah satu dari banyak kemenangan yang menunjukkan kasih setia Kristus bagi kita. Kita harus hati-hati mempertimbangkan contoh penyangkalan diri sebagai standar. musuh kita, iblis, menggunakan emosi untuk menipu dan menggoda kita. Oleh karena itu, tindakan kita tidak boleh dipandu oleh tanggapan emosional saja. Sebaliknya, setiap pikiran dan tindakan harus disaring melalui prinsip cinta kasih Tuhan. Kita sepenuhnya harus menyerahkan hidup kita kepada Kristus, hanya dengan begitu kita benar-benar dapat mengikuti semangat hukum.
Berinteraksi
1. Bagaimana Anda melihat Allah menunjukkan kasih-Nya tanpa syarat kepada Anda secara pribadi?
____________
* Kerinduan Segala Zaman, hal 687.
Samuel Williams, Adelphi, Maryland, AS
Jum’at
31 Desember
Eksplorasi
Belajar Untuk Merasa Baik Yohn 16:20
KESIMPULAN
Di atas segalanya, Yesus tahu apa yang d alami umat-umatNya. Dia menderita godaan dan kesedihan sama seperti kita. kehidupan modern kita tiap hari dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mempengaruhi perasaan kita. Sangat mudah untuk menjadi patah semangat yang nantinya akan berujung pada keputus asaan. Namun, Yesus berjanji melalui firman-Nya dan perbuatan-Nya bahwa "'kesedihan akan berubah menjadi sukacita'" (Yohanes 16:20, NIV). Sukacita adalah perasaan paling dalam tentang pengalaman manusia yang ditunjukan kepada dunia bahwa Allah beserta kita dan, melalui anak-Nya, perasaan dan luka kita sembuh. Dalam rangka untuk mewarisi harapan ini, kita harus berpartisipasi dalam proses penebusan melalui pengendalian diri, pengampunan, dan gaya hidup yg disiplin.
PERTIMBANGKAN
● Mendengarkan dan menyusun daftar lagu-lagu Natal yang menyebutkan kata sukacita.
● Menulis surat kepada teman atau saudara yang putus asa dan membutuhkan pengharapan. Pastikan untuk menyebutkan tema minggu ini, penebusan melalui penyampaian kepada Tuhan.
● Membuat tanda yang mengingatkan pokok pelajaran pekan ini. Beberapa pokok yang perlu dipertimbangkan adalah pengendalian diri, mengatasi situasi mendesak, harapan, pengampunan, atau sukacita.
● Membuat hadiah buatan sendiri untuk seseorang seperti keranjang dengan makanan ringan sehat di dalamnya.
● Berhenti dari kebiasaan buruk atau menetapkan tujuan pribadi untuk tahun baru.
● Menjaga "jurnal perasaan" di mana anda merekam perasaan anda sepanjang minggu. Kapan aAnda melihat perasaan yang baik dan perasaan negatif? Apa jenis perilaku yang menimbulkan perasaan positif dalam kehidupan sehari-hari Anda?
HUBUNGKAN
Amsal 3:5, 6, Galatia 5:22, 23; J. R. Zurcher, Touched With Our Feelings: A Historical Survey of Adventist Thought on the Human Nature of Christ;
Daniel Scarone, Assault on the Mind.
Fabian Carbello, Colton, California, AS
Thursday, 30 December 2010
Wednesday, 22 December 2010
SSCQ Pelajaran 13 Kwartal 4 tahun 2010
Latar Belakang dan Karakter dalam Perjanjian Lama
Barukh:Membangun Sebuah Warisan di Dunia yang Runtuh
Pelajaran Ke-Tigabelas Kwartal 4,
18—25 Desember 2010
Diterjemahkan Oleh: Osvald Taroreh
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
“’Carilah pengajaran dan kesaksian!’ Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” (Yesaya 8:20)
Sabbath
18 Desember
Matius 6:25–34 Pendahuluan
Dan Pemenangnya Adalah . . . .”
Ini terjadi pada kebanyakan dari kita dalam beberapa titik kehidupan kita. Saat kita berdiri di kamar mandi, menunggu di tengah padatnya lalu lintas, atau duduk di meja, kita terkadang berangan-angan sedang berada di depan orang banyak, menerima penghargaan, dan berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu meraih kejayaan tersebut.
Hal yang sama terjadi dalam komunitas Kristen. Kita mempunya ”selebriti” yaitu para pendeta, penginjil, dan penyanyi rekaman yang kita kagumi tanpa memberi banyak pemikiran untuk orang-orang yang menyediakan dukungan yang diperlukan untuk melakukan apa yang para ”selebriti” itu lakukan. Kita bahkan menemukan situasi seperti itu dalam Alkitab. Setiap kali saya membaca tentang Nabi Nuh, misalnya, saya berpikir tentang bagaimana dia tidak membangun bahtera dan berkhotbah tentang banjir yang akan melanda tanpa begitu banyak bantuan.
Masing-masing kita memiliki karunia Allah yang diberikan yang dapat digunakan untuk lebih lanjut misi-Nya di bumi
Masing-masing kita memiliki karunia Allah yang diberikan yang dapat digunakan lebih lanjut bagi misi-Nya di bumi, tetapi bahwa hadiah tersebut tidaklah selalu harus bernyanyi dengan suara besar atau kemampuan untuk membawakan sebuah khotbah menarik. Mungkin hadiah Anda adalah membuat seseorang yang belum pernah ke gereja merasa berterima dengan jabat tangan dan senyuman, atau mungkin sesederhana dalam hal setia dalam membayar perpuluhan Anda sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pekerjaan-Nya di mana Dia mengarahkannya.
Tantangan bagi kita adalah: Setelah kami telah mengetahui karunia kita, bisakah kita mengesampingkan kebanggaan kita jika itu bukanlah hal yang kita impikan? Atau bisakah kita menyisihkan ketakutan kita jika takut melakukan sesuatu dan melangkah ke tugas yang Tuhan telah pilih untuk masing-masing kita?
Selama minggu terakhir pada kuartal ini, kita akan mempelajari tentang Barukh, seorang pria yang bisa kita sebutkan berdiri di bawah bayang-bayang Nabi Yeremia. Kita akan belajar tentang kekecewaan yang menghancurkan, kekecewaan yang ia rasakan, dan bagaimana Tuhan membantunya untuk mengatasinya. Ketika Anda mempelajari tentang orang ini, pertimbangkan bagaimana Allah telah memanggil Anda, dan apakah Anda merasa terpanggil untuk mendukung peran atau kepemimpinan dalam pelayanan. Dan ingat bahwa apa pun peran Tuhan dalam pikiran Anda, jika Anda menerimanya, Anda akan menjadi pemenang.
Arthur Parrino, Avon, Indiana, U.S.A.
Minggu
19 Desember
Logos
Iman Dalam Dunia Yang Runtuh Yesaya 53:1–5; Yermia 7:1–11; Yermia 28; 45; Matius 6:25–34; 7:14
Jalan Sulit (Yesaya 53:1-5; Matius 7:14)
“Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:14). Hanya sedikit yang mengetahui kebenaran kata-kata Yesus lebih baik dari Barukh, putra Neriah. Sebagai penulis, asisten pribadi, dan teman dekat Nabi Yeremia, Barukh berbagi penderitaan, penganiayaan, penolakan, dan sakit hati yang dialami nabi sendiri. Ketika Yeremia dilemparkan ke dalam penjara, Barukh bersamanya setiap hari, setia menyalin dengan tangan visi nabi dan memberikannya kepada orang yang tidak mau mendengar peringatan Allah dan teguran. Raja sendiri merobek satu-satunya salinan tulisan dari Barukh. Kita hanya bisa membayangkan betapa patah hatinya yang ia rasakan saat melihat Firman Allah ditolak dan jam kerja yang tak terhitung jumlahnya menjadi sia-sia.
Kita hidup dalam waktu dimana terdapat pekabaran yang saling bertentangan dan nabi-nabi palsu
Tidak pernah mudah untuk memberi tahu orang apa yang tidak mau mereka dengar, karena sudah tertanam dalam sifat berdosa manusia kecenderungan untuk membenci orang-orang yang menunjukkan kesalahan mereka. Mengikut Tuhan akan secara otomatis menempatkan kita untuk bertentangan dengan sifat dosa dunia. Kabar baiknya adalah bahwa kita tidak harus melakukannya sendiri! Yesaya 53:1-5 menggambarkan Yesus sebagai “seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan,” yang walaupun ditolak, mengambil hukuman kita sehingga layak “oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Kita semakin yakin bahwa Yesus memahami penderitaan yang akan kita lalui, dan meskipun Dia memanggil kita untuk menempuh jalan jalan penuh dengan kesulitan, Dia bersama kita pada setiap langkahnya.
Kebenaran Dalam Wajah-wajah Kebohongan (Yermia 7:1-11; 28)
Yeremia 7:1-11 memberikan kita sekilas tentang ambruknya moralitas di lingkungan yang mereka tinggali. Meskipun orang masih mengaku mengikuti Tuhan, tindakan mereka menunjukkan keadaan sebenarnya dari hati mereka. Dalam Yeremia 7:9, 10, Allah sendiri bertanya, “Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal, kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!” Mentalitas bahwa Allah akan menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka tanpa ada perubahan atau tanda pertobatan didorong oleh banyaknya informasi dari nabi-nabi palsu yang tak berujung menyebarkan kebohongan bahwa Allah akan membela umat-Nya terlepas dari perilaku dosa mereka dan kurangnya kesetiaan. “Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah” (ayat 8). Nabi-nabi palsu berdiri dalam pertentangan secara langsung terhadap upaya Yeremia dan Barukh untuk membawa pesan peringatan Allah kepada semua orang.
Mungkin salah satu contoh yang paling dramatis dari konflik antara Yeremia dan nabi palsu adalah seperti yang ditemukan dalam Yeremia 28. Di depan para imam dan begitu banyak orang, Hananya langsung mempertanyakan nubuat Yeremia. Sebagai tangan kanan Yeremia, Barukh harus menyaksikan peristiwa itu, dan kita hanya bisa membayangkan reaksinya. Pasti sulit untuk berdiri dan menonton Yeremia dipermalukan di depan umum. Karena kita memiliki seluruh cerita, kita tahu bahwa Hananya adalah nabi palsu yang dibayar untuk kebohongannya dengan hidupnya. Tetapi pada saat itu, secercah keraguan harus telah melewati pikiran Barukh, dan godaan untuk bergabung dengan sisi populer pasti cukup besar. Ini adalah bukti kekuatan karakter Barukh dan kedalaman hubungannya dengan Allah bahwa ia berada di sisi Yeremia.
Seperti Barukh, kita hidup dalam waktu pesan yang saling bertentangan dan nabi-nabi palsu. Ini tidak cukup untuk mengakui untuk mengikuti Kristus sementara kita hidup sebagaimana biasa (yang tidak benar). Kecuali kita benar-benar terhubung kepada Allah, kita tidak akan dapat mengerti kehendakNya untuk hidup kita dari semua pesan palsu yang terus-menerus membombardir kita.
Janji Kehidupan (Yeremia 45; Matius 6:25-34)
Yeremia 45 adalah pesan pribadi dari Tuhan untuk juru tulis yang tetap setia meskipun kesulitan yang sepertinya tidak berujung yang ia rasakan bersama nabi. Bahkan orang yang paling setia sekali pun, beberapa kali merasakan beban berat dunia yang menghancurkan pada bahu mereka, dan di saat kesedihan, Barukh berteriak kepada Tuhan (ayat 3). Di tengah-tengah peristiwa dunia yang berlangsung pada waktu itu, Allah semesta mendengar dan menjawab seorang juru tulis patah hati yang menangis tapi tampaknya tidak penting! Dia memungkinkan Barukh mengetahui bahwa Dia memegang kendali dan berjanji untuk mempertahankan hidupnya di mana pun ia pergi. Pesan Allah kepada Barukh secara indah menggambarkan bagaimana Dia peduli kita sebagai individu. Dia adalah Allah yang tahu sakit dan penderitaan yang kita lalui dan yang telah kita rasakan sepanjang waktu.
Dalam Matius 6:25-34, Yesus memberitahu kita untuk tidak khawatir tentang apa yang kita akan makan, minum, atau pakai. Jika Tuhan peduli tentang burung terkecil dan pakaian, ladang bunga-bunga lebih indah dari pakaian yang paling mahal, maka mengapa kita mengalami kesulitan seperti percaya bahwa Dia akan memberikan kita dengan hal-hal yang kita butuhkan? “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (ayat 33). Kami melayani Allah yang tahu kebutuhan kita dan peduli tentang kita secara pribadi. Seperti Baruch, kita dapat yakin bahwa Allah akan menjaga dan merawat kita kemanapun kita pergi, jika kita akan tetapi percayalah pada-Nya.
REAKSI
1. Apa sajakah gangguan dalam hidup Anda yang membuat Anda sepenuhnya masih mendengar suara kecil dari Tuhan?
2. Bandingkan dan bedakan saat Barukh hidup di dunia kita hidup di hari ini. Dalam hal apakah terlihat sama? Apa perbedaannya?
Doug Taylor, Battle Creek, Michigan, U.S.A.
Senin
20 Desember
Yermia 36:3 Kesaksian
Tetap Setia Atas Firman Allah
Iman Barukh diwujudkan oleh perbuatannya. Perhatikan dalam Yeremia 36 bahwa setiap kali nama Barukh disebutkan, itu artinya dia sedang melakukan sesuatu. Kami menemukan dia menuliskan (ayat 4), melakukan tepat seperti yang diperintahkan kepadanya oleh nabi Yeremia (ayat 8), membacakan (ayat 10); dan menuliskan kata-kata Yeremia berbicara (ayat 32). Maksud dari gulungan Barukh transcribed adalah untuk membawa bangsa durhaka kepada Allah. “Mungkin apabila kaum Yehuda mendengar tentang segala malapetaka yang Aku rancangkan hendak mendatangkannya kepada mereka, maka mereka masing-masing akan bertobat dari tingkah langkahnya yang jahat itu, sehingga Aku mengampuni kesalahan dan dosa mereka” (Yermia 36:3). Keinginan Tuhan adalah hari yang sama: bahwa orang berdosa dapat mendengar suara-Nya, berbalik dari dosa-dosa mereka, dan diselamatkan. Tapi karena ia tinggal di antara orang-orang fasik (Yermia 43:3), Baruch menjadi berkecil hati (Yermia 45:3). Namun, Tuhan melihat kesetiaan-Nya (Yermia 45:5)
“Membakar gulungan kitab bukanlah akhir cerita.”
Kita juga hidup di antara orang-orang fasik. Setiap orang yang kita khotbahkan tentang firman kebenaran memiliki pilihan apakah akan menerima dan hidup atau berpaling dari kebenaran dan binasa. Roh Nubuatan menyatakan: “Banyak yang sekarang menghina teguran yang diberikan Allah untuk setia dalam kesaksian. . . . Untuk menentang firman Tuhan, berbicara melalui instrumen yang dipilih-Nya, hanya akan memicu kemarahan-Nya dan akhirnya membawa kehancuran pada pelaku tertentu. Kemarahan sering menyaladi jantung berdosa terhadap agen yang Allah pilih untuk memberikan teguranNya. Hal ini pernah demikian, dan semangat yang sama ada hari yang dianiaya dan dipenjarakan Yeremia untuk mematuhi firman Tuhan "1
"Pembakaran gulungan kitab bukanlah akhir cerita." [Yeremia dan Barukh menaati Allah dan menulis kembali gulungan kitab... Kita tidak menilai nilai kita dengan bagaimana orang lain menanggapi firman Allah yang dinyatakan. Kita harus mematuhi kepemimpinan Allah.]
"Kata-kata tertulis lebih mudah hilang daripada teguran dan peringatan di dalamnya dan hukuman Allah yang datang-cepat telah diucapkan terhadap Israel yang memberontak. ... Catatan nubuat tentang Yehuda dan Yerusalem telah menjadi abu, tetapi kata-kata yang masih tinggal di jantung Yeremia, ’sebagai api yang membakar,’ dan nabi itu diizinkan untuk membuat kembali hal yang membuat murka manusia akan paksaan dihancurkan.”2
REAKSI
1. Bagaimana biasanya kita merespond Firman Tuhan sekarang?
2. Bagaimana untuk dapat setia dengan Firman Tuhan?
____________
1. Testimonies for the Church, vol. 5, p. 678.
2. Prophets and Kings, pp. 436, 437.
Sandy Prevost, Avon, Indiana, U.S.A.
Selasa
21 Desember
Bukti
Iman Di Tengah-tengah Kemurtadan Yermia 7:1–11
Kitab Yeremia ditulis selama periode kemurtadan nasional. Anak-anak Israel telah mengeras hati mereka terhadap Tuhan, dan tawanan itu harus diantisipasi bukan sebagai bentuk hukuman tapi disiplin sebagai perbaikan sehingga Allah akan bisa melaksanakan rencana-Nya bagi umat-Nya. Pada saat inilah Yeremia sebagai seorang muda dipanggil untuk ke Israel atas nama Tuhan (Yermia 1:6-8; 7:1-11).
Tugas yang sulit dan berbahaya
Selama 40 tahun Yeremia telah bekerja dengan anak-anak Israel, dia mengalami masa kebangkitan rohani singkat di antara orang-orang di bawah kepemimpinan Raja Yosia. Keempat raja yang diikuti Yosia mengabaikan peringatan dan memimpin orang-orang jauh dari Allah. Meskipun pesan Yeremia disambut dengan perlawanan dan sikap apatis, juru tulisnya, Barukh tetap setia ke pesan tersebut, seperti halnya Yeremia. Dengan tugas Barukh sebagai juru tulis, ia telah menuliskan kata-kata Yeremia sebagai nubuat karena didiktekan kepadanya oleh nabi.
Selama tahun keempat pemerintahan Yoyakim itu, Yeremia diminta Barukh untuk menulis kata-kata nubuat yang diberikan kepadanya oleh Allah dan untuk membacakannya dalam Bait Allah di Yerusalem pada hari puasa (Yermia 36:1-20). Meskipun tugas ini sulit dan berbahaya, Barukh melakukan apa yang dimintakan darinya. Ketika raja bisa memegang gulungan kitab, ia merobekdan membakarnya. Yeremia dan Barukh harus melarikan diri dan menyembunyikan (Yermia 36:21-26). Sementara bersembunyi, mereka menuliskan lagi nubuat Yeremia (Yermia 36:27-32). Selama ini tugas berat penulisan ulang yang Barukh menjadi berkecil hati dan Tuhan mengirim utusan khusus untuk mendorong dia (Yeremia 45).
Selama pemerintahan Zedekia, Barukh dan Yeremia menyaksikan kejatuhan Yerusalem ke tangan orang Babel pada 586 SM. Setelah ini, Barukh tetap dengan Yeremia, yang kemudian dibebaskan. Mereka hidup dengan sisa-sisa orang Yahudi di bawah pimpinan Gedalya di Mizpa. Kemudian, orang-orang ini terpaksa hidup ke pembuangan, dan Yeremia dan Barukh pergi bersama mereka ke Mesir (Yermia 43:1-7). Selama hidupnya, Barukh mengalami penolakan, kesulitan, perang, dan pengasingan. Namun, ia tetap setia dengan firman Allah dan nabi Allah.*
REAKSI
1. Bagaimana kita bisa tetap setia kepada Tuhan ketika dunia dan masyarakat di sekitar kita tidak setia?
2. Apa yang telah Anda menghadapi persidangan karena dedikasi Anda terhadap firman Allah?
____________
*The SDA Bible Commentary, vol. 4, pp. 343–539.
Steven Manoukian, Avon, Indiana, U.S.A.
Rabu
22 Desember
Matius 6:25–34 Bagaimana
Menempatkan Allah Lebih Utama Dalam Dunia Kita yang Egois
Sebagai manusia, ketika kita dihadapkan dengan masalah, kita sering menaruh solusi konkret bahwa kita mengandalkan diri dan bukan bergantung pada Tuhan. Ini adalah apa yang Israel lakukan. Daripada mengandalkan Dia, mereka berbalik kepada berhala-berhala mereka bahwa mereka bisa melihat dan menyentuh. Hari ini, kita sepertinya memberikan keadaan manusia lebih berkuasa dari Allah. Hasilnya akhirnya adalah penyembahan berhala. Kita mulai percaya pada prestasi manusia, uang, atau keadaan sebagai jawaban. Lalu, ketika Allah memanggil kita untuk melakukan sesuatu, kita beralasan bahwa kita tidak bisa karena tidak memiliki uang atau dalam keadaan yang tidak tepat. Kita tahu bahwa tidak mudah untuk membuang beban kita pada Tuhan dan mempercayaiNya untuk memenuhi kebutuhan kita. Jadi apa yang bisa kita lakukan saat kita takut, gelisah, dan khawatir? Berikut adalah beberapa langkah untuk dilakukan:
Hal apakah yang terpenting dalam hidupmu?
Percaya kepada Allah. Kita dapat mempercayai-Nya ketika kita berjalan dengan Dia setiap hari melalui doa dan mempelajari Alkitab. Ketika kita menghabiskan waktu dengan teman-teman, kita belajar untuk mempercayai mereka. Demikian juga dengan Allah.
Mencari nasihat dari seorang pemimpin yang dipenuhi Roh. Pilihlah mentor yang dapat dipercaya dengan siapa Anda dapat berbagi pengalaman Anda. Biarkan bahwa pemimpin untuk menanamkan kepercayaan dan harapan di dalam anda melalui anugerah Allah.
Menjaga hal-hal dalam perspektif dengan memprioritaskan hidup Anda. Apa hal yang paling penting dalam hidup Anda? Di mana Allah datang jika Anda menulis daftar? Jika Dia ada di bagian bawah daftar, membuat Dia pertama.
Membiasakan diri untuk mencari Tuhan. Kita sering cenderung lupa semua tentang Dia setelah masalah teratasi. Mengembangkan kebiasaan untuk datang kepada-Nya secara teratur untuk bimbingan dan hikmat dan untuk memuji Dia.
Salah satu masalah terbesar yang kita hadapi saat ini adalah tidak bersesuainya pengetahuan dan penerapan. Kita tahu bahwa kita harus melakukan sesuatu, namun kita tampaknya tidak melakukannya. Kita tahu bahwa kita tidak harus melakukan sesuatu yang lain, tapi tetap melakukannya. Kita hanya perlu melangkah keluar dalam iman, sadar bahwa kita tidak bisa. Allah akan menyediakan sisanya. Sama seperti para imam menyeberang ke Sungai Yordan dan harus mengambil langkah pertama dalam iman di hadapan Allah diberikan jalan kering, jadi kita harus percaya kepada Allah untuk memasok kita dengan kekuatan untuk mengambil satu langkah pada satu waktu.
REAKSI
1. Apa yang Anda kadang-kadang lihat ke masalah Anda yang harus dipecahkan daripada mencari Tuhan?
2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadikan Tuhan yang pertama dalam hidup Anda?
Jill Manoukian, Avon, Indiana, U.S.A.
Kamis
23 Desember
Pendapat
Berdiri Teguh Yesa. 41:10
Selama musim dingin di Australia pada 1988, saya dan sekelompok orang dari Avondale College di Cooranbong memutuskan untuk bermain dengan Newcastle Wyong, sebuah tim Australian Rules Football Team. Saya sangat ingat hari kami bermain melawan Terrigal Tigers. Tepat sebelum pertandingan itu, kami telah berjuang keras dan menang melawan tim cadangan mereka. Sedemikian lelahnya kami, 15 orang dari kami (bukannya 18 orang) telah memainkan pertandingan berikutnya, yang merupakan acara utama melawan tim terbaik dalam kompetisi tersebut.
Allah menyuruh kita bangun dan Ia akan memberikan kita kekuatan
Hasilnya? Kami kalah! Tidak mengejutkan memang, tapi bagaimana kekalahan kami sangatlah menyakitkan. Rasanya seperti tim profesional masuk dan melawan sekelompok bayi. Kami bahkan menjadi berita nasional sebagai tim dengan kekalahan terbesar di Australian Rules Football sejarah—472 lawan 0. Bola tidak pernah sampai ke setengah lapangan serang kami. Bukan karena kurangnya usah—atau tidak adanya keinginan untuk mencoba. Itu adalah tugas yang mustahil melawan lawan yang tangguh. Kami merasa malu, tapi tak punya tempat untuk bersembunyi!
Kisah yang baik mungkin Anda katakan, tetapi apa hubungannya dengan pelajaran hari ini? Well, hidup telah membuat kita jatuh, dan kita mendapat malu. Jika kita cukup dirobohkan, berbaring di sana, berpikir bahwa mungkin ini adalah tempat tinggal. Begitulah yang Barukh rasakan saat mengetahui bahwa gulungan yang ia tulis Yeremia telah hancur. Tapi kemudian Allah memberitahu kita untuk bangun, bahwa Dia akan memberikan kita kekuatan. Apa yang membantu kita dalam situasi sulit? Mengetahui bahwa pertempuran telah menang, bahwa karena Yesus mati untuk kita, kita tidak harus membayar hukuman, karena Ia membayar untuk kita.
Yesaya dengan baik menyatakan saat mengingatkan bahwa kekuatan kita berasal dari: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10).
Jangan lupa bahwa betapa lemah Anda rasakan, Tuhan memiliki kekuatan yang Anda butuhkan ketika memerlukannya, tetapi terserah kepada Anda untuk memanggil Dia!
REAKSI
1. Hal apakah di dalam hidupmu yang harus diserahkan dan biarkan Allah yang mengambil alih?
2. Apakah yang engkau akan lakukan hari ini untuk mewujudkan hal tersebut?
Neil Richmund, Avon, Indiana, U.S.A.
Jum’at
24 Desember
Eksplorasi
Berada Di Balik Layar dan Bersikap Setia Yermia 45
SIMPULKAN
Barukh sebagai juru tulis adalah contoh karakter di belakang layar yang ada dalam lLkitab. Dia adalah seorang teman setia dan menjadi penulis untuk nabi Yeremia. Kita tahu bahwa dia adalah seorang teman setia kepada Yeremia dan seorang pelayan setia Tuhan. Bagaimana rasanya bagi kita? Ketika kita berada di luar melihat di balik layar, apakah kita setia? Seberapa sering kita bersedia untuk menjadi "di balik layar peserta?
PERTIMBANGKAN
• Wawancaralah seseorang yang “bekerja di balik layar.” Apakah jenis watak yang harus dimiliki orang ini? Apakah ada watak yang sesuai dengan itu sendiri yang lebih baik untuk pekerjaan seperti itu? Jika ya, jelaskan jenis watak tersebut.
• Membuat daftar lagu di MP-3 yang bertemakan kesetiaan. (Tidak punya MP-3? Coba cari dari CD lagu-lagu anda atau perpustakaan di internet?)
• Membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang juru tulis. Cobalah menulis dari kata-kata teman atau menulis dalam dua atau tiga menit dari pidato politik yang diberikan di TV.
• Mengirim kartu ucapan terima kasih Anda kepada dua orang di gereja anda yang berjasa ”di balik layar” serta teman lainnya. Katakan secara khusus kepada mereka mengapa Anda menghargai mereka.
• Wawancara tiga orang sekretaris untuk mengetahui apa yang mereka sukai tentang pekerjaan sebagai asisten. Minta mereka mengurutkan jawaban mereka.
• Menulis lagu atau puisi yang menggambarkan kualitas terbaik yang dimiliki Barukh.
HUBUNGKAN
Yermia 7:1–11; Yermia 28; Prophets and Kings, chapter 35. Bacalah penulis Perjanjian Lama dari at digitalsurvivors.com/archives/scribeswritingoldtestament.php. Baca lebih lanjut tentang Baruch di http://en.wikipedia.org/wiki/Baruch_ben_Neriah.
Victor Brown, Dayton, Ohio, U.S.A.
Barukh:Membangun Sebuah Warisan di Dunia yang Runtuh
Pelajaran Ke-Tigabelas Kwartal 4,
18—25 Desember 2010
Diterjemahkan Oleh: Osvald Taroreh
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
“’Carilah pengajaran dan kesaksian!’ Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” (Yesaya 8:20)
Sabbath
18 Desember
Matius 6:25–34 Pendahuluan
Dan Pemenangnya Adalah . . . .”
Ini terjadi pada kebanyakan dari kita dalam beberapa titik kehidupan kita. Saat kita berdiri di kamar mandi, menunggu di tengah padatnya lalu lintas, atau duduk di meja, kita terkadang berangan-angan sedang berada di depan orang banyak, menerima penghargaan, dan berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu meraih kejayaan tersebut.
Hal yang sama terjadi dalam komunitas Kristen. Kita mempunya ”selebriti” yaitu para pendeta, penginjil, dan penyanyi rekaman yang kita kagumi tanpa memberi banyak pemikiran untuk orang-orang yang menyediakan dukungan yang diperlukan untuk melakukan apa yang para ”selebriti” itu lakukan. Kita bahkan menemukan situasi seperti itu dalam Alkitab. Setiap kali saya membaca tentang Nabi Nuh, misalnya, saya berpikir tentang bagaimana dia tidak membangun bahtera dan berkhotbah tentang banjir yang akan melanda tanpa begitu banyak bantuan.
Masing-masing kita memiliki karunia Allah yang diberikan yang dapat digunakan untuk lebih lanjut misi-Nya di bumi
Masing-masing kita memiliki karunia Allah yang diberikan yang dapat digunakan lebih lanjut bagi misi-Nya di bumi, tetapi bahwa hadiah tersebut tidaklah selalu harus bernyanyi dengan suara besar atau kemampuan untuk membawakan sebuah khotbah menarik. Mungkin hadiah Anda adalah membuat seseorang yang belum pernah ke gereja merasa berterima dengan jabat tangan dan senyuman, atau mungkin sesederhana dalam hal setia dalam membayar perpuluhan Anda sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pekerjaan-Nya di mana Dia mengarahkannya.
Tantangan bagi kita adalah: Setelah kami telah mengetahui karunia kita, bisakah kita mengesampingkan kebanggaan kita jika itu bukanlah hal yang kita impikan? Atau bisakah kita menyisihkan ketakutan kita jika takut melakukan sesuatu dan melangkah ke tugas yang Tuhan telah pilih untuk masing-masing kita?
Selama minggu terakhir pada kuartal ini, kita akan mempelajari tentang Barukh, seorang pria yang bisa kita sebutkan berdiri di bawah bayang-bayang Nabi Yeremia. Kita akan belajar tentang kekecewaan yang menghancurkan, kekecewaan yang ia rasakan, dan bagaimana Tuhan membantunya untuk mengatasinya. Ketika Anda mempelajari tentang orang ini, pertimbangkan bagaimana Allah telah memanggil Anda, dan apakah Anda merasa terpanggil untuk mendukung peran atau kepemimpinan dalam pelayanan. Dan ingat bahwa apa pun peran Tuhan dalam pikiran Anda, jika Anda menerimanya, Anda akan menjadi pemenang.
Arthur Parrino, Avon, Indiana, U.S.A.
Minggu
19 Desember
Logos
Iman Dalam Dunia Yang Runtuh Yesaya 53:1–5; Yermia 7:1–11; Yermia 28; 45; Matius 6:25–34; 7:14
Jalan Sulit (Yesaya 53:1-5; Matius 7:14)
“Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:14). Hanya sedikit yang mengetahui kebenaran kata-kata Yesus lebih baik dari Barukh, putra Neriah. Sebagai penulis, asisten pribadi, dan teman dekat Nabi Yeremia, Barukh berbagi penderitaan, penganiayaan, penolakan, dan sakit hati yang dialami nabi sendiri. Ketika Yeremia dilemparkan ke dalam penjara, Barukh bersamanya setiap hari, setia menyalin dengan tangan visi nabi dan memberikannya kepada orang yang tidak mau mendengar peringatan Allah dan teguran. Raja sendiri merobek satu-satunya salinan tulisan dari Barukh. Kita hanya bisa membayangkan betapa patah hatinya yang ia rasakan saat melihat Firman Allah ditolak dan jam kerja yang tak terhitung jumlahnya menjadi sia-sia.
Kita hidup dalam waktu dimana terdapat pekabaran yang saling bertentangan dan nabi-nabi palsu
Tidak pernah mudah untuk memberi tahu orang apa yang tidak mau mereka dengar, karena sudah tertanam dalam sifat berdosa manusia kecenderungan untuk membenci orang-orang yang menunjukkan kesalahan mereka. Mengikut Tuhan akan secara otomatis menempatkan kita untuk bertentangan dengan sifat dosa dunia. Kabar baiknya adalah bahwa kita tidak harus melakukannya sendiri! Yesaya 53:1-5 menggambarkan Yesus sebagai “seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan,” yang walaupun ditolak, mengambil hukuman kita sehingga layak “oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Kita semakin yakin bahwa Yesus memahami penderitaan yang akan kita lalui, dan meskipun Dia memanggil kita untuk menempuh jalan jalan penuh dengan kesulitan, Dia bersama kita pada setiap langkahnya.
Kebenaran Dalam Wajah-wajah Kebohongan (Yermia 7:1-11; 28)
Yeremia 7:1-11 memberikan kita sekilas tentang ambruknya moralitas di lingkungan yang mereka tinggali. Meskipun orang masih mengaku mengikuti Tuhan, tindakan mereka menunjukkan keadaan sebenarnya dari hati mereka. Dalam Yeremia 7:9, 10, Allah sendiri bertanya, “Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal, kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!” Mentalitas bahwa Allah akan menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka tanpa ada perubahan atau tanda pertobatan didorong oleh banyaknya informasi dari nabi-nabi palsu yang tak berujung menyebarkan kebohongan bahwa Allah akan membela umat-Nya terlepas dari perilaku dosa mereka dan kurangnya kesetiaan. “Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah” (ayat 8). Nabi-nabi palsu berdiri dalam pertentangan secara langsung terhadap upaya Yeremia dan Barukh untuk membawa pesan peringatan Allah kepada semua orang.
Mungkin salah satu contoh yang paling dramatis dari konflik antara Yeremia dan nabi palsu adalah seperti yang ditemukan dalam Yeremia 28. Di depan para imam dan begitu banyak orang, Hananya langsung mempertanyakan nubuat Yeremia. Sebagai tangan kanan Yeremia, Barukh harus menyaksikan peristiwa itu, dan kita hanya bisa membayangkan reaksinya. Pasti sulit untuk berdiri dan menonton Yeremia dipermalukan di depan umum. Karena kita memiliki seluruh cerita, kita tahu bahwa Hananya adalah nabi palsu yang dibayar untuk kebohongannya dengan hidupnya. Tetapi pada saat itu, secercah keraguan harus telah melewati pikiran Barukh, dan godaan untuk bergabung dengan sisi populer pasti cukup besar. Ini adalah bukti kekuatan karakter Barukh dan kedalaman hubungannya dengan Allah bahwa ia berada di sisi Yeremia.
Seperti Barukh, kita hidup dalam waktu pesan yang saling bertentangan dan nabi-nabi palsu. Ini tidak cukup untuk mengakui untuk mengikuti Kristus sementara kita hidup sebagaimana biasa (yang tidak benar). Kecuali kita benar-benar terhubung kepada Allah, kita tidak akan dapat mengerti kehendakNya untuk hidup kita dari semua pesan palsu yang terus-menerus membombardir kita.
Janji Kehidupan (Yeremia 45; Matius 6:25-34)
Yeremia 45 adalah pesan pribadi dari Tuhan untuk juru tulis yang tetap setia meskipun kesulitan yang sepertinya tidak berujung yang ia rasakan bersama nabi. Bahkan orang yang paling setia sekali pun, beberapa kali merasakan beban berat dunia yang menghancurkan pada bahu mereka, dan di saat kesedihan, Barukh berteriak kepada Tuhan (ayat 3). Di tengah-tengah peristiwa dunia yang berlangsung pada waktu itu, Allah semesta mendengar dan menjawab seorang juru tulis patah hati yang menangis tapi tampaknya tidak penting! Dia memungkinkan Barukh mengetahui bahwa Dia memegang kendali dan berjanji untuk mempertahankan hidupnya di mana pun ia pergi. Pesan Allah kepada Barukh secara indah menggambarkan bagaimana Dia peduli kita sebagai individu. Dia adalah Allah yang tahu sakit dan penderitaan yang kita lalui dan yang telah kita rasakan sepanjang waktu.
Dalam Matius 6:25-34, Yesus memberitahu kita untuk tidak khawatir tentang apa yang kita akan makan, minum, atau pakai. Jika Tuhan peduli tentang burung terkecil dan pakaian, ladang bunga-bunga lebih indah dari pakaian yang paling mahal, maka mengapa kita mengalami kesulitan seperti percaya bahwa Dia akan memberikan kita dengan hal-hal yang kita butuhkan? “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (ayat 33). Kami melayani Allah yang tahu kebutuhan kita dan peduli tentang kita secara pribadi. Seperti Baruch, kita dapat yakin bahwa Allah akan menjaga dan merawat kita kemanapun kita pergi, jika kita akan tetapi percayalah pada-Nya.
REAKSI
1. Apa sajakah gangguan dalam hidup Anda yang membuat Anda sepenuhnya masih mendengar suara kecil dari Tuhan?
2. Bandingkan dan bedakan saat Barukh hidup di dunia kita hidup di hari ini. Dalam hal apakah terlihat sama? Apa perbedaannya?
Doug Taylor, Battle Creek, Michigan, U.S.A.
Senin
20 Desember
Yermia 36:3 Kesaksian
Tetap Setia Atas Firman Allah
Iman Barukh diwujudkan oleh perbuatannya. Perhatikan dalam Yeremia 36 bahwa setiap kali nama Barukh disebutkan, itu artinya dia sedang melakukan sesuatu. Kami menemukan dia menuliskan (ayat 4), melakukan tepat seperti yang diperintahkan kepadanya oleh nabi Yeremia (ayat 8), membacakan (ayat 10); dan menuliskan kata-kata Yeremia berbicara (ayat 32). Maksud dari gulungan Barukh transcribed adalah untuk membawa bangsa durhaka kepada Allah. “Mungkin apabila kaum Yehuda mendengar tentang segala malapetaka yang Aku rancangkan hendak mendatangkannya kepada mereka, maka mereka masing-masing akan bertobat dari tingkah langkahnya yang jahat itu, sehingga Aku mengampuni kesalahan dan dosa mereka” (Yermia 36:3). Keinginan Tuhan adalah hari yang sama: bahwa orang berdosa dapat mendengar suara-Nya, berbalik dari dosa-dosa mereka, dan diselamatkan. Tapi karena ia tinggal di antara orang-orang fasik (Yermia 43:3), Baruch menjadi berkecil hati (Yermia 45:3). Namun, Tuhan melihat kesetiaan-Nya (Yermia 45:5)
“Membakar gulungan kitab bukanlah akhir cerita.”
Kita juga hidup di antara orang-orang fasik. Setiap orang yang kita khotbahkan tentang firman kebenaran memiliki pilihan apakah akan menerima dan hidup atau berpaling dari kebenaran dan binasa. Roh Nubuatan menyatakan: “Banyak yang sekarang menghina teguran yang diberikan Allah untuk setia dalam kesaksian. . . . Untuk menentang firman Tuhan, berbicara melalui instrumen yang dipilih-Nya, hanya akan memicu kemarahan-Nya dan akhirnya membawa kehancuran pada pelaku tertentu. Kemarahan sering menyaladi jantung berdosa terhadap agen yang Allah pilih untuk memberikan teguranNya. Hal ini pernah demikian, dan semangat yang sama ada hari yang dianiaya dan dipenjarakan Yeremia untuk mematuhi firman Tuhan "1
"Pembakaran gulungan kitab bukanlah akhir cerita." [Yeremia dan Barukh menaati Allah dan menulis kembali gulungan kitab... Kita tidak menilai nilai kita dengan bagaimana orang lain menanggapi firman Allah yang dinyatakan. Kita harus mematuhi kepemimpinan Allah.]
"Kata-kata tertulis lebih mudah hilang daripada teguran dan peringatan di dalamnya dan hukuman Allah yang datang-cepat telah diucapkan terhadap Israel yang memberontak. ... Catatan nubuat tentang Yehuda dan Yerusalem telah menjadi abu, tetapi kata-kata yang masih tinggal di jantung Yeremia, ’sebagai api yang membakar,’ dan nabi itu diizinkan untuk membuat kembali hal yang membuat murka manusia akan paksaan dihancurkan.”2
REAKSI
1. Bagaimana biasanya kita merespond Firman Tuhan sekarang?
2. Bagaimana untuk dapat setia dengan Firman Tuhan?
____________
1. Testimonies for the Church, vol. 5, p. 678.
2. Prophets and Kings, pp. 436, 437.
Sandy Prevost, Avon, Indiana, U.S.A.
Selasa
21 Desember
Bukti
Iman Di Tengah-tengah Kemurtadan Yermia 7:1–11
Kitab Yeremia ditulis selama periode kemurtadan nasional. Anak-anak Israel telah mengeras hati mereka terhadap Tuhan, dan tawanan itu harus diantisipasi bukan sebagai bentuk hukuman tapi disiplin sebagai perbaikan sehingga Allah akan bisa melaksanakan rencana-Nya bagi umat-Nya. Pada saat inilah Yeremia sebagai seorang muda dipanggil untuk ke Israel atas nama Tuhan (Yermia 1:6-8; 7:1-11).
Tugas yang sulit dan berbahaya
Selama 40 tahun Yeremia telah bekerja dengan anak-anak Israel, dia mengalami masa kebangkitan rohani singkat di antara orang-orang di bawah kepemimpinan Raja Yosia. Keempat raja yang diikuti Yosia mengabaikan peringatan dan memimpin orang-orang jauh dari Allah. Meskipun pesan Yeremia disambut dengan perlawanan dan sikap apatis, juru tulisnya, Barukh tetap setia ke pesan tersebut, seperti halnya Yeremia. Dengan tugas Barukh sebagai juru tulis, ia telah menuliskan kata-kata Yeremia sebagai nubuat karena didiktekan kepadanya oleh nabi.
Selama tahun keempat pemerintahan Yoyakim itu, Yeremia diminta Barukh untuk menulis kata-kata nubuat yang diberikan kepadanya oleh Allah dan untuk membacakannya dalam Bait Allah di Yerusalem pada hari puasa (Yermia 36:1-20). Meskipun tugas ini sulit dan berbahaya, Barukh melakukan apa yang dimintakan darinya. Ketika raja bisa memegang gulungan kitab, ia merobekdan membakarnya. Yeremia dan Barukh harus melarikan diri dan menyembunyikan (Yermia 36:21-26). Sementara bersembunyi, mereka menuliskan lagi nubuat Yeremia (Yermia 36:27-32). Selama ini tugas berat penulisan ulang yang Barukh menjadi berkecil hati dan Tuhan mengirim utusan khusus untuk mendorong dia (Yeremia 45).
Selama pemerintahan Zedekia, Barukh dan Yeremia menyaksikan kejatuhan Yerusalem ke tangan orang Babel pada 586 SM. Setelah ini, Barukh tetap dengan Yeremia, yang kemudian dibebaskan. Mereka hidup dengan sisa-sisa orang Yahudi di bawah pimpinan Gedalya di Mizpa. Kemudian, orang-orang ini terpaksa hidup ke pembuangan, dan Yeremia dan Barukh pergi bersama mereka ke Mesir (Yermia 43:1-7). Selama hidupnya, Barukh mengalami penolakan, kesulitan, perang, dan pengasingan. Namun, ia tetap setia dengan firman Allah dan nabi Allah.*
REAKSI
1. Bagaimana kita bisa tetap setia kepada Tuhan ketika dunia dan masyarakat di sekitar kita tidak setia?
2. Apa yang telah Anda menghadapi persidangan karena dedikasi Anda terhadap firman Allah?
____________
*The SDA Bible Commentary, vol. 4, pp. 343–539.
Steven Manoukian, Avon, Indiana, U.S.A.
Rabu
22 Desember
Matius 6:25–34 Bagaimana
Menempatkan Allah Lebih Utama Dalam Dunia Kita yang Egois
Sebagai manusia, ketika kita dihadapkan dengan masalah, kita sering menaruh solusi konkret bahwa kita mengandalkan diri dan bukan bergantung pada Tuhan. Ini adalah apa yang Israel lakukan. Daripada mengandalkan Dia, mereka berbalik kepada berhala-berhala mereka bahwa mereka bisa melihat dan menyentuh. Hari ini, kita sepertinya memberikan keadaan manusia lebih berkuasa dari Allah. Hasilnya akhirnya adalah penyembahan berhala. Kita mulai percaya pada prestasi manusia, uang, atau keadaan sebagai jawaban. Lalu, ketika Allah memanggil kita untuk melakukan sesuatu, kita beralasan bahwa kita tidak bisa karena tidak memiliki uang atau dalam keadaan yang tidak tepat. Kita tahu bahwa tidak mudah untuk membuang beban kita pada Tuhan dan mempercayaiNya untuk memenuhi kebutuhan kita. Jadi apa yang bisa kita lakukan saat kita takut, gelisah, dan khawatir? Berikut adalah beberapa langkah untuk dilakukan:
Hal apakah yang terpenting dalam hidupmu?
Percaya kepada Allah. Kita dapat mempercayai-Nya ketika kita berjalan dengan Dia setiap hari melalui doa dan mempelajari Alkitab. Ketika kita menghabiskan waktu dengan teman-teman, kita belajar untuk mempercayai mereka. Demikian juga dengan Allah.
Mencari nasihat dari seorang pemimpin yang dipenuhi Roh. Pilihlah mentor yang dapat dipercaya dengan siapa Anda dapat berbagi pengalaman Anda. Biarkan bahwa pemimpin untuk menanamkan kepercayaan dan harapan di dalam anda melalui anugerah Allah.
Menjaga hal-hal dalam perspektif dengan memprioritaskan hidup Anda. Apa hal yang paling penting dalam hidup Anda? Di mana Allah datang jika Anda menulis daftar? Jika Dia ada di bagian bawah daftar, membuat Dia pertama.
Membiasakan diri untuk mencari Tuhan. Kita sering cenderung lupa semua tentang Dia setelah masalah teratasi. Mengembangkan kebiasaan untuk datang kepada-Nya secara teratur untuk bimbingan dan hikmat dan untuk memuji Dia.
Salah satu masalah terbesar yang kita hadapi saat ini adalah tidak bersesuainya pengetahuan dan penerapan. Kita tahu bahwa kita harus melakukan sesuatu, namun kita tampaknya tidak melakukannya. Kita tahu bahwa kita tidak harus melakukan sesuatu yang lain, tapi tetap melakukannya. Kita hanya perlu melangkah keluar dalam iman, sadar bahwa kita tidak bisa. Allah akan menyediakan sisanya. Sama seperti para imam menyeberang ke Sungai Yordan dan harus mengambil langkah pertama dalam iman di hadapan Allah diberikan jalan kering, jadi kita harus percaya kepada Allah untuk memasok kita dengan kekuatan untuk mengambil satu langkah pada satu waktu.
REAKSI
1. Apa yang Anda kadang-kadang lihat ke masalah Anda yang harus dipecahkan daripada mencari Tuhan?
2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadikan Tuhan yang pertama dalam hidup Anda?
Jill Manoukian, Avon, Indiana, U.S.A.
Kamis
23 Desember
Pendapat
Berdiri Teguh Yesa. 41:10
Selama musim dingin di Australia pada 1988, saya dan sekelompok orang dari Avondale College di Cooranbong memutuskan untuk bermain dengan Newcastle Wyong, sebuah tim Australian Rules Football Team. Saya sangat ingat hari kami bermain melawan Terrigal Tigers. Tepat sebelum pertandingan itu, kami telah berjuang keras dan menang melawan tim cadangan mereka. Sedemikian lelahnya kami, 15 orang dari kami (bukannya 18 orang) telah memainkan pertandingan berikutnya, yang merupakan acara utama melawan tim terbaik dalam kompetisi tersebut.
Allah menyuruh kita bangun dan Ia akan memberikan kita kekuatan
Hasilnya? Kami kalah! Tidak mengejutkan memang, tapi bagaimana kekalahan kami sangatlah menyakitkan. Rasanya seperti tim profesional masuk dan melawan sekelompok bayi. Kami bahkan menjadi berita nasional sebagai tim dengan kekalahan terbesar di Australian Rules Football sejarah—472 lawan 0. Bola tidak pernah sampai ke setengah lapangan serang kami. Bukan karena kurangnya usah—atau tidak adanya keinginan untuk mencoba. Itu adalah tugas yang mustahil melawan lawan yang tangguh. Kami merasa malu, tapi tak punya tempat untuk bersembunyi!
Kisah yang baik mungkin Anda katakan, tetapi apa hubungannya dengan pelajaran hari ini? Well, hidup telah membuat kita jatuh, dan kita mendapat malu. Jika kita cukup dirobohkan, berbaring di sana, berpikir bahwa mungkin ini adalah tempat tinggal. Begitulah yang Barukh rasakan saat mengetahui bahwa gulungan yang ia tulis Yeremia telah hancur. Tapi kemudian Allah memberitahu kita untuk bangun, bahwa Dia akan memberikan kita kekuatan. Apa yang membantu kita dalam situasi sulit? Mengetahui bahwa pertempuran telah menang, bahwa karena Yesus mati untuk kita, kita tidak harus membayar hukuman, karena Ia membayar untuk kita.
Yesaya dengan baik menyatakan saat mengingatkan bahwa kekuatan kita berasal dari: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10).
Jangan lupa bahwa betapa lemah Anda rasakan, Tuhan memiliki kekuatan yang Anda butuhkan ketika memerlukannya, tetapi terserah kepada Anda untuk memanggil Dia!
REAKSI
1. Hal apakah di dalam hidupmu yang harus diserahkan dan biarkan Allah yang mengambil alih?
2. Apakah yang engkau akan lakukan hari ini untuk mewujudkan hal tersebut?
Neil Richmund, Avon, Indiana, U.S.A.
Jum’at
24 Desember
Eksplorasi
Berada Di Balik Layar dan Bersikap Setia Yermia 45
SIMPULKAN
Barukh sebagai juru tulis adalah contoh karakter di belakang layar yang ada dalam lLkitab. Dia adalah seorang teman setia dan menjadi penulis untuk nabi Yeremia. Kita tahu bahwa dia adalah seorang teman setia kepada Yeremia dan seorang pelayan setia Tuhan. Bagaimana rasanya bagi kita? Ketika kita berada di luar melihat di balik layar, apakah kita setia? Seberapa sering kita bersedia untuk menjadi "di balik layar peserta?
PERTIMBANGKAN
• Wawancaralah seseorang yang “bekerja di balik layar.” Apakah jenis watak yang harus dimiliki orang ini? Apakah ada watak yang sesuai dengan itu sendiri yang lebih baik untuk pekerjaan seperti itu? Jika ya, jelaskan jenis watak tersebut.
• Membuat daftar lagu di MP-3 yang bertemakan kesetiaan. (Tidak punya MP-3? Coba cari dari CD lagu-lagu anda atau perpustakaan di internet?)
• Membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang juru tulis. Cobalah menulis dari kata-kata teman atau menulis dalam dua atau tiga menit dari pidato politik yang diberikan di TV.
• Mengirim kartu ucapan terima kasih Anda kepada dua orang di gereja anda yang berjasa ”di balik layar” serta teman lainnya. Katakan secara khusus kepada mereka mengapa Anda menghargai mereka.
• Wawancara tiga orang sekretaris untuk mengetahui apa yang mereka sukai tentang pekerjaan sebagai asisten. Minta mereka mengurutkan jawaban mereka.
• Menulis lagu atau puisi yang menggambarkan kualitas terbaik yang dimiliki Barukh.
HUBUNGKAN
Yermia 7:1–11; Yermia 28; Prophets and Kings, chapter 35. Bacalah penulis Perjanjian Lama dari at digitalsurvivors.com/archives/scribeswritingoldtestament.php. Baca lebih lanjut tentang Baruch di http://en.wikipedia.org/wiki/Baruch_ben_Neriah.
Victor Brown, Dayton, Ohio, U.S.A.
Sunday, 12 December 2010
SSCQ Pelajaran 11 kwartal IV tahun 2010
Latar Belakang dan Karakter dalam Perjanjian Lama
Gehazi: Meleset dari Sasaran
Pelajaran Ke-Duabelas Kwartal 4,
11—18 Desember 2010
Diterjemahkan Oleh: Arleen dan Ezra Ibrahim
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
“TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.” (Ulangan 13:4, IndTB).
Sabbath
11 Desember
2 Raja-raja 5:20–27; Kisah 5:1–11; 1 Tim. 6:10 Pendahuluan
Tidak Dapat Memperoleh Keduanya
Sepertinya uang dan keserakahan berjalan berdampingan, dan bahwa kebutuhan orang akan uang walau itu hanya diangan-angan atau benar-benar butuh mengakibatkan mereka berbuat nekat. Ketika pelajaran minggu ini ditulis, banyak orang masih belum pulih dari keterpurukan serius perekonomian dunia. Karena beberapa orang kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan, mereka merampok bank, melepaskan hewan peliharaan untuk menghidupi dirinya, atau dalam beberapa kasus yang ekstrim, bunuh diri dan bahkan membunuh keluarganya. Selain itu, banyak seniman penipu menipu orang dengan meyakinkan bahwa mereka bisa membantu mereka keluar dari hutang yang menekan mereka, yang hasilnya adalah keadaan mereka bahkan lebih buruk daripada sebelumnya.
Dia ingin mendapatkan keduanya
Alkitab tidak meninggalkan kita begitu saja tanpa mengamarkan tentang bahayanya uang dan keserakahan dalam diri manusia. Selama enam hari berikut ini, kita akan belajar tentang Gehazi dan pada dasarnya bagaimana keserakahannya akan uang merusak hidupnya. Dia ingin mendapatkan keduanya—untuk melayani Tuhan sementara bersekongkol bagaimana ia bisa jadi kaya tanpa menghormati cara Tuhan menangani sesuatu hal.
Sebagai gantinya melayani tuannya, Elisa, dengan cara terhormat, Gehazi memutuskan untuk mengejar keinginan dirinya yang egois. Sayangnya, ia membawa hasil yang menyedihkan dari keserakahannya hingga kekuburan.
Dalam Perjanjian Baru, ada cerita yang mirip. Sementara karakter dan situasinya agak berbeda dari 2 Raja-raja 5:20–27, motivasi dan hasilnya adalah sama. Baca Kisah Rasul 5:1–11.
Ketika Anda mempelajari pelajaran minggu ini, pertimbangkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut. Kemudian setelah minggu ini selesai, kembali ke pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk melihat apakah Anda akan memberikan jawaban yang berbeda kepada salah satu pertanyaan tersebut.
TANGGAPAN
1. Apa yang mendorong Gehezi untuk membuka hatinya kepada Setan?
2. Kenapa Naaman berpikir ia dapat membeli kesembuhannya?
3. Gehazi dan Ananias dan Safira berbohong terhadap apa yang mereka telah lakukan. Bagaimana kejadian ini mengajarkan kita mengenai akibat dari keserakahan?
4. Disamping keserakahan, apakah dua dosa lain yang diperbuat Ananias dan Safira (lihat Kisah Rasul 5:3, 9)? Pejalaran apakah yang kita dapatkan mengenai akibat berbohong dan keserakahan secara umum?
5. Pikirkan tentang hubungan anda dengan uang, khususnya bila anda mengalami kesulitan keuangan. Bagaimanakah mungkin anda tergoda seperti Gehazi, atau Ananias dan Safira?
Daniel Maingi Mbuku, Nairobi, Kenya
Minggu
12 Desember
Bukti
Gehazi: Yang Bimbang dan Serakah 2 Raja-raja 5
Kecenderungan untuk memberikan nama yang bermakna kepada seseorang adalah kebiasaan umum saat ini sama seperti pada zaman Alkitab. Nama Gehazi berasal dari kata Ibrani yang berarti “Kebimbangan.”1 Dan itulah hasilnya dari Gehazi.
Sikap belas kasihan-nya goyah sementara keserakahan menguasainya
Ketika kita pertama kali mengenal Gehazi dalam 2 Raja-Raja 4:1-37, ia tampaknya adalah seorang hamba yang ber-prinsip dan kebaikannya tidak perlu dipertanyakan. Dalam 2 Raja-Raja 4:14, Elisa bertanya perempuan Sunem yang mandul itu apa yang bisa dilakukannya sebagai imbalan atas keramahan-nya. Pada awalnya, dia menolak dengan hanya mengatakan bahwa ia tinggal di tengah-tengah kaumnya (ayat 13). Jawaban ini “menunjukkan bahwa dia benar-benar sangat puas. Dia hidup damai dengan kaumnya dan tidak ada pertengkaran dengan tetangga, atau hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dengan sahabatnya”2 Kemudian, Elisa tanya Gehazi Apakah yang dapat kuperbuat baginya. Jawab Gehazi, “ ‘Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua’ ” (ayat 14, IndTB). Tanggapan Gehazi adalah tanda kasih sayang dan simpati yang adalah ciri-ciri Roh Kudus yang membantu orang untuk bertumbuh. Gehazi pada dasarnya berkata, “Kasihanilah perempuan itu.”
Namun, ketika kita melanjutkan ke 2 Raja-raja 5, kita membaca bagaimana Gehazi berlari mengejar Naaman dengan niat buruk yang mengakibatkan kejatuhannya. Sikap belas kasihan-nya goyah sementara keserakahan menguasainya. Ketika Naaman melihat dia, dia turun dari keretanya dan bertanya apakah semuanya baik-baik saja (2 Raja-raja 5:21). Baca kebohongan yang dikatakan Gehazi dalam ayat 22. Naaman tidak curiga itu sangat bersyukur karena telah sembuh, sehingga ia memberikan dua kali lipat jumlah yang diminta Gehazi, lebih dari itu ia mengirim dua hambanya untuk membantu membawa pulang barang-barang itu.
Ketika Gehazi tiba di rumah, ia mengatakan kebohongan lain. Baca ayat 24-27. Kata-kata terakhir Elisa kepada Gehazi menyatakan hukuman maut pada dirinya sebagai contoh bagi kita semua mengenai bahayanya keserakahan dan cinta uang.
TANGGAPAN
1. Prinsip apa sajakah yang sering kita korbankan karena ketamakan?
2. Gehazi menunjukkan belas kasihan kepada perempuan Sunem; tetapi ia menunjukkan keserakahan dalam hal mengeruk uang dari Naaman. Tetapi kenapa Tuhan tidak memberikan pahala kepada Gehazi karena menunjukkan belas kasihannya?
3. Periksa kehidupan anda. Kapan anda menunjukkan belas kasihan? Kapankah anda menunjukkan keserakahan? Apa yang dapat anda lakukan mengenai yang terakhir tadi?
____________
1. Seventh-day Adventist Bible Dictionary, s.v. Gehazi, p. 408.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 2, p. 868.
Charles Nyaranga, Kitui, Kenya
Senin
13 Desember
2 Raja-raja 4:1–37; 5; 8:1–6; Yer. 9:23, 24; Yohanes 13:1–17; 1 Timotius 6:10 Logos
Membedakan Kesucian dari yang Umum
Saksi Mata (2 Raja-raja 4:1–37; 8:1–6)
Seringkali dalam berita, kita mendengar tentang kejadian-kejadian dari saksi mata. Ketika wartawan berada di tempat kejadian setelah gempa bumi, kebakaran, serangan teroris, kecelakaan mobil yang tragis, dan peristiwa tragis lainnya, mereka mencari orang untuk diwawancarai yang melihat kejadian secara langsung atau yang benar-benar mengalaminya. Gehazi adalah seorang saksi mata keajaiban yang dilakukan Elisa bagi orang-orang yang dalam kesesakan. Jadi, ia memiliki kesempatan “untuk menumbuhkan sifat penyangkalan diri yang mencerminkan pekerjaan hidup tuannya. Adalah suatu kehormatan baginya untuk menjadi pembawa standar mulia dalam ketentaraan Tuhan. Karunia-karunia terbaik surga telah lama dalam jangkauannya. . . .” 1
Perilaku Kristus sangatlah bertentangan dengan Gehazi
Pencinta Uang (Yer. 9:23, 24; 1 Tim. 6:10)
Walaupun Gehazi telah menjadi saksi mata akan mujizat-mujizat yang dilakukan Elisa tuannya atas nama Tuhan, "roh ketamakannya malah membuat dia tunduk pada suatu godaan yang tak dapat diatasinya. ‘Sesungguhnya,’ ia beralasan dalam dirinya sendiri, ‘tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya: tetapi. . . Aku akan berlari mengejar dia ’ ”1 untuk mengambil apa yang ditawarkan Naaman.
Bagi Gehazi, Naaman tidak lebih dari salah satu dari musuh-musuh Israel yang memimpin gerombolan tentara pencuri di sepanjang perbatasan Israel untuk mencuri dari umat-umat Tuhan. Jadi tentu saja, ia bertanya-tanya bagaimana Elisa bisa merendahkan dirinya untuk menyembuhkan Naaman tanpa meminta apapun sebagai imbalannya. Apakah nabi itu begitu bodoh untuk menolak uang dari orang seperti itu? Mengapa dia menyembuhkan kusta Naaman itu, seorang kafir dan musuh Israel, ketika sebagian dari umat Allah sendiri meninggal akibat kusta? Gehazi tidak memikirkan kenyataan bahwa melalui mujizat ini, Naaman telah menerima Allah yang benar dan akan kembali ke Siria sebagai saksi mata untuk membagikan kepada orang-orang tentang perlindungan dan kasih Tuhan bagi seluruh umat manusia.
“Orang yang mencintai uang dikendalikan oleh seorang tuan, yang kejam dan tak pernah puas, karena cinta uang tidak akan pernah terpuaskan. Akibat cinta akan uang timbul segala macam kejahatan: masalah perkawinan, tindakan ilegal, perselisihan dalam persekutuan, iri hati, percabulan, berbohong, kekejaman, mencuri, dan kesediaan untuk bahkan menyakiti orang lain jika itu menghasilkan uang. Skenario terburuk, tentu saja, adalah uang akan benar-benar akan memimpin seseorang jauh dari iman. Adalah sesuatu yang tragis ketika uang menggantikan Tuhan dalam kehidupan seseorang. Orang-orang serakah ini menemukan diri mereka ditusuk dengan banyak kedukaan. Gambarannya adalah bahwa mereka sedang tertusuk bertubi-tubi oleh benda tajam. Gantinya memilih jalan Tuhan, mereka memilih jalan yang membawa mereka lebih dalam kejalan yang penuh semak belukar. Gantinya kebahagiaan yang mereka harapkan, uang membawa kedukaan.”2
“Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.” (Amsal 19:05, IndTB). Itulah yang terjadi dengan Gehazi. Kepedihannya datang dalam bentuk penyakit yang sama yang Elisa telah sembuhkan dari diri Naaman.
Kristus, Teladan Kita (Yoh 13:1–17)
Sepanjang hidup-Nya di bumi, Yesus hidup sebagai teladan kita dalam hal kerendahan hati dan perduli tentang hal yang benar. Mungkin contoh terbaik dari hal ini adalah ketika Paskah terakhir Dia menghabiskan waktunya bersama murid-murid-Nya, Dia membungkuk untuk membasuh kaki mereka. Ini adalah suatu perbuatan yang biasanya dilakukan oleh pembantu rumah tangga kepada orang-orang yang telah melakukan perjalanan jauh di atas jalan berdebu. Namun, kali ini tidak ada pembantu, dan tidak ada murid yang menawarkan untuk melakukannya. Perilaku Kristus sangatlah bertentangan dengan Gehazi. Saat kita menjalani kehidupan Kekristenan, kita harus mengikuti teladan Tuhan kita. Kita harus menguasai cara-Nya agar kita tidak meleset dari sasaran seperti Gehazi.
TANGGAPAN
1. Satu Timotius 6:10 mengajarkan kita bahwa cinta uang penyebab timbulnya segala macam kejahatan. Bagaimanakah anda melihat bahwa ayat itu benar dalam dunia sekarang ini? Bagaimana hal tersebut adalah benar dalam kehidupan anda, atau dalam kehidupan seseorang yang anda kenal?
2. Apakah 1 Timotius 6:10 berarti kita seharusnya tidak perduli sama sekali mengenai uang?
(Ingatlah bahwa tidak dikatakan bahwa uang “mengakibatkan timbulnya segala jenis kejahatan.”) Jelaskan jawaban anda.
3. Dimana lagikah dalam Firman Tuhan uang berperan penting? Dalam setiap keadaan yang anda ingat, apakah hasilnya?
4. Bagaimana kata-kata Kristus dalam Matius 6:25–34 membantu kita bila kita tergoda untuk tamak akan uang, khususnya bila kita benar-benar butuh?
5. Baca 2 Raja-raja 5:15–19. Kenapa Elisa tidak menerima uang dari Naaman sebagai upah dari kesembuhannya?
6. Bagaimanakah membayar perpuluhan membantu kita agar tidak cinta uang? Bagaimanakah membayar perpuluhan mengajarkan kita mengenai sifat Tuhan? Bagaimana hal itu mengabarkan kepada seluruh dunia tentang kita dan tentang cara kita mengasihi Allah? 1 Korintus 9:8–16: Maleaki 3:6–12?
____________
1. Prophets and Kings, p. 250.
2. Ibid.
3. Life Application Concise New Testament Commentary, 1 Timothy 6:10, WORDsearch7.
Caroline Mwelu, Nairobi, Kenya and L. J. Brauer
Selasa
14 Desember
Kesaksian
Sarang Kusut Laba-laba Perbuatan Dosa 2 Raja-raja 5:20–27
“Seringkali sebuah dosa akan berdiri sendiri atau dibatasi dalam batas pelanggaran satu ajaran atau satu larangan hukum moral. Satu kali pernah rintangan ketidaktaatan, yang mengakibatkan kata hati yang sesat mengakibatkan jeratan yang lebih besar dengan memasuki godaan yang lebih besar dan semakin banyak dosa. . . .
“Tuhan berseru kepada Anda untuk mencari nasihat-Nya. . . .”
“Hati yang tidak diberikan sepenuhnya dalam kuasa Yesus Kristus membuka pintu untuk dimasuki oleh Iblis, dan tukang tipu ahli itu menenun permintaan maaf yang terampil dalam hati dalam melaksanakan tujuan kejahatan tersembunyi. Semua alasan dan kepura-puraan dilihat oleh Allah, dan seperti jaring laba-laba di mata-Nya yang tidak pernah terlelap atau tidur. Oh, betapa mudahnya jiwa manusia menemukan alasan buruk dan keji untuk menipu dan menutupi rencana pribadi kejahatan, yang dikejarnya. Ada seorang hakim yang dengan menimbang segala perbuatan. Dia tidak bisa ditipu, tidak dapat ia dipermainkan. Dia akan suatu hari nanti membentang setiap penyembunyian, menyingkap hati nurani, dan menyapu semua alasan ini seperti asap.
“Tuhan Allah memiliki saksi untuk setiap perbuatan. Teguran Elisa kepada Gehazi ketika ia membantah pergi untuk mengikuti Naaman adalah: '? Dari mana, Gehazi' Jawabannya adalah ‘Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana.’ Lalu datang teguran keras yang menunjukkan ia tahu semua.nya ‘Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan, tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.’Tuhan telah menyingkapkan semuanya. Perbincangannya dengan Naaman, hal yang paling kecil dari kejadian itu, disajikan secara tepat hadapannya. Betapa, cara kerja kuasa kegelapan sangat menipu!
“Elisa menyatakan kepada Gehazi segala isi hatinya, dan bahwa ia akan memperkaya dirinya dengan harta duniawi dari Naaman. Ada seseorang yang seharusnya menjadi pembawa-standar dalam ketentaraan Tuhan, [tetapi] melalui pencobaan Setan tindakannya merupakan batu sandungan bagi Naaman, yang dimana cahaya indah dalam pikirannya telah terpancar dan ia dengan gembira diarahkan kepada kebenaran, untuk melayani Allah yang hidup. Gehazi pergi dari kehadirannya penderita kusta. Tuhan berseru kepada Anda untuk mencari nasihat-Nya, untuk jujur kepada diri anda dan kepada Tuhan, dan mencari dengan sungguh-sunguh untuk memulihkan diri anda dan anak-anak anda dari jerat Setan.”*
____________
*Christ Triumphant, p. 171.
Earnest Munyao Mule, Nairobi, Kenya
Rabu
15 Desember
Matius 22:1–13 Bagaimana
Meleset Dari Sasaran
Salah satu definisi dosa sebenarnya “meleset dari sasaran.” 1 Minggu ini, kita telah mempelajari bagaimana Gehazi meleset dari sasaran. Ada beberapa cerita lain dalam Alkitab yang menunjukkan kepada kita bagaimana orang lain juga telah “meleset dari sasaran.”
“Keseluruhan hati harus dibaktikan kepada Allah.”
Dalam perumpamaan tentang perjamuan kawin, Yesus memberikan contoh praktis tentang bagaimana agar tidak meleset dari sasaran. Pakaian pesta yang seharusnya dikenakan oleh orang-orang ketika mereka menghadiri perjamuan kawin itu melambangkan kebenaran yang kita butuhkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Namun, kita perlu untuk benar-benar mengenakan pakaian kebenaran. Kita melakukan hal ini sebagaimana Roh Kudus mengubah karakter kita menjadi gambaran karakter Allah. Orang yang datang ke perjamuan kawin tanpa mengenakan pakaian yang disediakan kepadanya melambangkan orang-orang yang tidak benar-benar menerima kebenaran Kristus sebagai milik mereka. Orang ini meleset dari sasaran, dan begitu juga kita jika kita gagal untuk menerima kebenaran Kristus demi diri kita.
Bagaimana kita bisa yakin kita tidak meleset dari sasaran? Berikut adalah beberapa saran:
Kenali kebutuhan kita akan Kristus (Yohanes 3:3; Rom 7:16.). Kita tidak bisa membuat diri kita baik. Kita harus, seperti yang dikatakan Yohanes Pembaptis, “ ‘Lihatlah! Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia ! ’ ” (Yohanes 1:29, IndTB).
Bertobat (Kisah 3:19). Pertobatan berarti bahwa kita menyesal atas dosa kita dan bahwa kita berpaling dari itu. Doa yang ditulis Daud dalam Mazmur 51 setelah kejatuhannya menggambarkan sifat yang benar tentang penyesalan terhadap dosa. Luangkan waktu untuk membacanya sekarang.
Mengaku (Amsal 28:13). Allah dapat mengampuni kita hanya jika kita mengaku dosa kita dan berpaling darinya. Kita harus mengakui dosa kita kepada Allah dan mereka yang dimana kita telah berdosa.
Menguduskan (Yer. 29:13). Kita harus menyisihkan diri kita bagi Allah sepenuhnya dan segala yang kita miliki. “Keseluruhan hati harus dibaktikan kepada Allah, atau perubahan itu tidak akan pernah terjadi dalam diri kita yang dimana kita akan dipulihkan kepada rupaNya.”2
Bertumbuh (Yohanes 15:1-8; 1 Petrus 2:2). “Dalam karunia tak tertandingi dari Anak-Nya, Allah telah mengelilingi seluruh dunia dengan suasana kasih karunia senyata udara yang beredar di seluruh bumi. Semua yang memilih untuk menghirup suasana yang memberi hidup ini akan hidup dan tumbuh setara dengan pria dan wanita dalam Kristus Yesus.”3
____________
1. SDA Bible Dictionary, s.v., Sin, p. 1042.
2. Steps to Christ, p. 43.
3. Ibid., p. 68.
Eliot Mairura Masongo, Nairobi, Kenya
Kamis
16 Desember
Pendapat
Tuaian dari Keserakahan 1 Timotius 6:10
Karena keserakahannya, Gehazi mendapati dirinya dalam situasi yang mengerikan. Kisahnya mengajarkan kita kebenaran 1 Timotius 6:10, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Kita juga dapat belajar dari Gehazi bahwa sahabat-sahabat yang kita miliki tidak selalu melindungi kita dari kejahatan yang ada dalam diri kita. Elisa adalah salah satu nabi besar Allah. Namun tampaknya bahwa Gehazi tidak membiarkan teladan Elisa untuk mempengaruhi dia dalam hal keinginannya akan uang yang tak pernah terpuaskan.
Pikiran jahat mengakibatkan kata-kata dan perbuatan jahat
Keinginan ini membuat Gehazi seorang pembohong. Tapi ia mendapatkan, Allah tidak senang dengan lidah yang menipu. Alkitab mengajarkan bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam, sehingga Gehazi berbohong kepada Naaman dan Elisa, ia mendapatkan bahwa ia sendiri telah menerima penyakit dari Naaman yang telah sembuh. Kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah apa yang datang dari hati kita. Pikiran jahat mengakibatkan kata-kata dan perbuatan jahat.
“Sampai hari penghakiman tiba, betapa sedikit orang mengenal kelemahan mereka sendiri. Mereka berpikir diri mereka bijaksana, dan membuat diri mereka bodoh. Tidak ada yang dapat dibanggakan oleh manusia. Bahkan orang-orang dalam posisi yang bertanggung jawabpun sebagian besar jatuh ke dalam dosa, walaupun rupanya dikelilingi oleh hak-hak agama yang paling istimewa. Kasus Gehazi adalah salah satu yang kita dapat pertimbangkan dengan keuntungan. Pria ini tinggal dalam rumah tangga nabi suci Elisa, melihat kehidupannya yang saleh, mendengar doanya yang sungguh-sungguh, dan penanamannya tentang prinsip-prinsip yang benar. Namun hal itu tidak menjadikan dia lebih baik. Dia menipu Naaman demi menerima hadiah. Hukuman-Nya datang dari Tuhan. Penyakit lepra Naaman melekat padanya.
“Yudas terhitung diantara kedua belas rasul. Ia mendengar pelajaran berharga yang jatuh dari bibir Kristus. Dia memiliki contoh sempurna dihadapannya, tapi hatinya tidak benar. Ia hancur oleh dosa ketamakan. “Mereka yang akan kaya jatuh ke dalam pencobaan, dan suatu jerat, dan ke dalam berbagai-macam nafsu bodoh dan menyakitkan, yang menenggelamkan manusia dalam kehancuran dan kebinasaan. ’ ”*
TANGGAPAN
1. Hak-hak istimewa apakah yang anda miliki yang dapat membantu Anda untuk menjadi seorang Kristen yang lebih baik?
2. Bagaimana anda dapat memanfaatkan dengan penuh hak-hak istimewa tersebut?
3. Pikirkan sebuah pencobaan yang anda alami yang menunjukkan bagian kelemahan yang tidak anda sadari anda miliki. Bagaimana Anda mengatasinya? Apakah ada sesuatu yang akan anda lakukan?
____________
*The Ellen G. White 1888 Materials, p. 1530.
Mwendwa Kakui, Kikima, Kenya
Jum’at
17 Desember
Eksplorasi
Tidak Mendapatkan kasih! 2 Raja-raja 4:8–37; 2 Raja-raja 5; Matius 26:14–16; 27:3–10 Markus 14:10, 11; Lukas 22:3–6; Yohanes 12:4–6; Yohanes 17:12; Kisah 5:1–10.
KESIMPULAN
Gehazi diberi kesempatan untuk membantu Elisa dalam pelayanannya. Dia menghabiskan waktu bersama Elisa. Dia menyaksikan mujizat yang dilakukan Tuhan melalui Elisa. Dia mendapatkan kursi terdepan untuk mengamati rahmat Tuhan dan kebajikannya kepada manusia berdosa. Terlepas dari semua ini, kejatuhan Gehazi's berpusat di sekitar benda-benda materi. Dalam dunia sekarang ini, sangat mudah berfokus dalam memiliki suatu “hal” daripada memiliki persahabatan yang tumbuh bersama Yesus. Sukacita kita harus didapatkan dalam Yesus dan bukan pada materi.
LAKUKAN
● Membuang barang-barang pribadi Anda untuk menemukan hal-hal Anda dapat dijual di eBay atau Craigslist. Gunakan pendapatannya untuk memberikan pemberian “The Original Really Useful Gift Catalogue,” (Katalog Hadiah asli Yang Berguna) dari ADRA yang terdapat di www.adra.org.
● Membaca cerita Gehazi dalam buku Para Nabi dan Raja, berjudul “Naaman,” Pasal 20, halaman 244-253. Wawasan apa yang Anda pelajari? Mengapa Gehazi dihukum dengan mengalami kusta? Menurut pendapat anda apa artinya ini?
● Buat Grafik perbandingan dari kisah Gehazi, Ananias dan Safira, dan Yudas Iskariot. Berapa banyak dari tindakan mereka yang sama? Apa akibat dari setiap cerita? Apakah persamaan dan perbedaan dari tindakan mereka?
● Menulis sebuah perumpamaan modern tentang orang yang membuat pilihan keuangan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Melalui gambar kata, tunjukkan akibat dari pilihan ini.
● Mengamati perilaku Gehazi dalam 2 Raja-raja 4:8-37. Bedakan tindakannya kepada petunjuk Elisa dalam kisah ini dengan apa yang ia lakukan dalam 2 Raja-raja 5. Pikirkan tentang apa yang mungkin mengakibatkan berbagai jenis reaksi yang berbeda terhadap perintah Elisa.
● Wawancara seorang perencana keuangan Kristen. Temukan bagaimana orang Kristen dapat dengan baik membuat anggaran pendapatan berdasarkan kepentingan perpuluhan, menyumbang untuk proyek misi dan jangkauan rohani, dan masih punya cukup uang untuk membayar tagihan pribadi.
HUBUNGKAN
Prophets and Kings, pp. 238–239 and 250–252; Testimonies, vol. 4, p. 336; Counsels on Stewardship, “The Principles of Stewardship,” pp. 111–113.
Deena Bartel-Wagner, Spencerport, New York, U.S.A.
Gehazi: Meleset dari Sasaran
Pelajaran Ke-Duabelas Kwartal 4,
11—18 Desember 2010
Diterjemahkan Oleh: Arleen dan Ezra Ibrahim
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
“TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.” (Ulangan 13:4, IndTB).
Sabbath
11 Desember
2 Raja-raja 5:20–27; Kisah 5:1–11; 1 Tim. 6:10 Pendahuluan
Tidak Dapat Memperoleh Keduanya
Sepertinya uang dan keserakahan berjalan berdampingan, dan bahwa kebutuhan orang akan uang walau itu hanya diangan-angan atau benar-benar butuh mengakibatkan mereka berbuat nekat. Ketika pelajaran minggu ini ditulis, banyak orang masih belum pulih dari keterpurukan serius perekonomian dunia. Karena beberapa orang kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan, mereka merampok bank, melepaskan hewan peliharaan untuk menghidupi dirinya, atau dalam beberapa kasus yang ekstrim, bunuh diri dan bahkan membunuh keluarganya. Selain itu, banyak seniman penipu menipu orang dengan meyakinkan bahwa mereka bisa membantu mereka keluar dari hutang yang menekan mereka, yang hasilnya adalah keadaan mereka bahkan lebih buruk daripada sebelumnya.
Dia ingin mendapatkan keduanya
Alkitab tidak meninggalkan kita begitu saja tanpa mengamarkan tentang bahayanya uang dan keserakahan dalam diri manusia. Selama enam hari berikut ini, kita akan belajar tentang Gehazi dan pada dasarnya bagaimana keserakahannya akan uang merusak hidupnya. Dia ingin mendapatkan keduanya—untuk melayani Tuhan sementara bersekongkol bagaimana ia bisa jadi kaya tanpa menghormati cara Tuhan menangani sesuatu hal.
Sebagai gantinya melayani tuannya, Elisa, dengan cara terhormat, Gehazi memutuskan untuk mengejar keinginan dirinya yang egois. Sayangnya, ia membawa hasil yang menyedihkan dari keserakahannya hingga kekuburan.
Dalam Perjanjian Baru, ada cerita yang mirip. Sementara karakter dan situasinya agak berbeda dari 2 Raja-raja 5:20–27, motivasi dan hasilnya adalah sama. Baca Kisah Rasul 5:1–11.
Ketika Anda mempelajari pelajaran minggu ini, pertimbangkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut. Kemudian setelah minggu ini selesai, kembali ke pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk melihat apakah Anda akan memberikan jawaban yang berbeda kepada salah satu pertanyaan tersebut.
TANGGAPAN
1. Apa yang mendorong Gehezi untuk membuka hatinya kepada Setan?
2. Kenapa Naaman berpikir ia dapat membeli kesembuhannya?
3. Gehazi dan Ananias dan Safira berbohong terhadap apa yang mereka telah lakukan. Bagaimana kejadian ini mengajarkan kita mengenai akibat dari keserakahan?
4. Disamping keserakahan, apakah dua dosa lain yang diperbuat Ananias dan Safira (lihat Kisah Rasul 5:3, 9)? Pejalaran apakah yang kita dapatkan mengenai akibat berbohong dan keserakahan secara umum?
5. Pikirkan tentang hubungan anda dengan uang, khususnya bila anda mengalami kesulitan keuangan. Bagaimanakah mungkin anda tergoda seperti Gehazi, atau Ananias dan Safira?
Daniel Maingi Mbuku, Nairobi, Kenya
Minggu
12 Desember
Bukti
Gehazi: Yang Bimbang dan Serakah 2 Raja-raja 5
Kecenderungan untuk memberikan nama yang bermakna kepada seseorang adalah kebiasaan umum saat ini sama seperti pada zaman Alkitab. Nama Gehazi berasal dari kata Ibrani yang berarti “Kebimbangan.”1 Dan itulah hasilnya dari Gehazi.
Sikap belas kasihan-nya goyah sementara keserakahan menguasainya
Ketika kita pertama kali mengenal Gehazi dalam 2 Raja-Raja 4:1-37, ia tampaknya adalah seorang hamba yang ber-prinsip dan kebaikannya tidak perlu dipertanyakan. Dalam 2 Raja-Raja 4:14, Elisa bertanya perempuan Sunem yang mandul itu apa yang bisa dilakukannya sebagai imbalan atas keramahan-nya. Pada awalnya, dia menolak dengan hanya mengatakan bahwa ia tinggal di tengah-tengah kaumnya (ayat 13). Jawaban ini “menunjukkan bahwa dia benar-benar sangat puas. Dia hidup damai dengan kaumnya dan tidak ada pertengkaran dengan tetangga, atau hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dengan sahabatnya”2 Kemudian, Elisa tanya Gehazi Apakah yang dapat kuperbuat baginya. Jawab Gehazi, “ ‘Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua’ ” (ayat 14, IndTB). Tanggapan Gehazi adalah tanda kasih sayang dan simpati yang adalah ciri-ciri Roh Kudus yang membantu orang untuk bertumbuh. Gehazi pada dasarnya berkata, “Kasihanilah perempuan itu.”
Namun, ketika kita melanjutkan ke 2 Raja-raja 5, kita membaca bagaimana Gehazi berlari mengejar Naaman dengan niat buruk yang mengakibatkan kejatuhannya. Sikap belas kasihan-nya goyah sementara keserakahan menguasainya. Ketika Naaman melihat dia, dia turun dari keretanya dan bertanya apakah semuanya baik-baik saja (2 Raja-raja 5:21). Baca kebohongan yang dikatakan Gehazi dalam ayat 22. Naaman tidak curiga itu sangat bersyukur karena telah sembuh, sehingga ia memberikan dua kali lipat jumlah yang diminta Gehazi, lebih dari itu ia mengirim dua hambanya untuk membantu membawa pulang barang-barang itu.
Ketika Gehazi tiba di rumah, ia mengatakan kebohongan lain. Baca ayat 24-27. Kata-kata terakhir Elisa kepada Gehazi menyatakan hukuman maut pada dirinya sebagai contoh bagi kita semua mengenai bahayanya keserakahan dan cinta uang.
TANGGAPAN
1. Prinsip apa sajakah yang sering kita korbankan karena ketamakan?
2. Gehazi menunjukkan belas kasihan kepada perempuan Sunem; tetapi ia menunjukkan keserakahan dalam hal mengeruk uang dari Naaman. Tetapi kenapa Tuhan tidak memberikan pahala kepada Gehazi karena menunjukkan belas kasihannya?
3. Periksa kehidupan anda. Kapan anda menunjukkan belas kasihan? Kapankah anda menunjukkan keserakahan? Apa yang dapat anda lakukan mengenai yang terakhir tadi?
____________
1. Seventh-day Adventist Bible Dictionary, s.v. Gehazi, p. 408.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 2, p. 868.
Charles Nyaranga, Kitui, Kenya
Senin
13 Desember
2 Raja-raja 4:1–37; 5; 8:1–6; Yer. 9:23, 24; Yohanes 13:1–17; 1 Timotius 6:10 Logos
Membedakan Kesucian dari yang Umum
Saksi Mata (2 Raja-raja 4:1–37; 8:1–6)
Seringkali dalam berita, kita mendengar tentang kejadian-kejadian dari saksi mata. Ketika wartawan berada di tempat kejadian setelah gempa bumi, kebakaran, serangan teroris, kecelakaan mobil yang tragis, dan peristiwa tragis lainnya, mereka mencari orang untuk diwawancarai yang melihat kejadian secara langsung atau yang benar-benar mengalaminya. Gehazi adalah seorang saksi mata keajaiban yang dilakukan Elisa bagi orang-orang yang dalam kesesakan. Jadi, ia memiliki kesempatan “untuk menumbuhkan sifat penyangkalan diri yang mencerminkan pekerjaan hidup tuannya. Adalah suatu kehormatan baginya untuk menjadi pembawa standar mulia dalam ketentaraan Tuhan. Karunia-karunia terbaik surga telah lama dalam jangkauannya. . . .” 1
Perilaku Kristus sangatlah bertentangan dengan Gehazi
Pencinta Uang (Yer. 9:23, 24; 1 Tim. 6:10)
Walaupun Gehazi telah menjadi saksi mata akan mujizat-mujizat yang dilakukan Elisa tuannya atas nama Tuhan, "roh ketamakannya malah membuat dia tunduk pada suatu godaan yang tak dapat diatasinya. ‘Sesungguhnya,’ ia beralasan dalam dirinya sendiri, ‘tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya: tetapi. . . Aku akan berlari mengejar dia ’ ”1 untuk mengambil apa yang ditawarkan Naaman.
Bagi Gehazi, Naaman tidak lebih dari salah satu dari musuh-musuh Israel yang memimpin gerombolan tentara pencuri di sepanjang perbatasan Israel untuk mencuri dari umat-umat Tuhan. Jadi tentu saja, ia bertanya-tanya bagaimana Elisa bisa merendahkan dirinya untuk menyembuhkan Naaman tanpa meminta apapun sebagai imbalannya. Apakah nabi itu begitu bodoh untuk menolak uang dari orang seperti itu? Mengapa dia menyembuhkan kusta Naaman itu, seorang kafir dan musuh Israel, ketika sebagian dari umat Allah sendiri meninggal akibat kusta? Gehazi tidak memikirkan kenyataan bahwa melalui mujizat ini, Naaman telah menerima Allah yang benar dan akan kembali ke Siria sebagai saksi mata untuk membagikan kepada orang-orang tentang perlindungan dan kasih Tuhan bagi seluruh umat manusia.
“Orang yang mencintai uang dikendalikan oleh seorang tuan, yang kejam dan tak pernah puas, karena cinta uang tidak akan pernah terpuaskan. Akibat cinta akan uang timbul segala macam kejahatan: masalah perkawinan, tindakan ilegal, perselisihan dalam persekutuan, iri hati, percabulan, berbohong, kekejaman, mencuri, dan kesediaan untuk bahkan menyakiti orang lain jika itu menghasilkan uang. Skenario terburuk, tentu saja, adalah uang akan benar-benar akan memimpin seseorang jauh dari iman. Adalah sesuatu yang tragis ketika uang menggantikan Tuhan dalam kehidupan seseorang. Orang-orang serakah ini menemukan diri mereka ditusuk dengan banyak kedukaan. Gambarannya adalah bahwa mereka sedang tertusuk bertubi-tubi oleh benda tajam. Gantinya memilih jalan Tuhan, mereka memilih jalan yang membawa mereka lebih dalam kejalan yang penuh semak belukar. Gantinya kebahagiaan yang mereka harapkan, uang membawa kedukaan.”2
“Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.” (Amsal 19:05, IndTB). Itulah yang terjadi dengan Gehazi. Kepedihannya datang dalam bentuk penyakit yang sama yang Elisa telah sembuhkan dari diri Naaman.
Kristus, Teladan Kita (Yoh 13:1–17)
Sepanjang hidup-Nya di bumi, Yesus hidup sebagai teladan kita dalam hal kerendahan hati dan perduli tentang hal yang benar. Mungkin contoh terbaik dari hal ini adalah ketika Paskah terakhir Dia menghabiskan waktunya bersama murid-murid-Nya, Dia membungkuk untuk membasuh kaki mereka. Ini adalah suatu perbuatan yang biasanya dilakukan oleh pembantu rumah tangga kepada orang-orang yang telah melakukan perjalanan jauh di atas jalan berdebu. Namun, kali ini tidak ada pembantu, dan tidak ada murid yang menawarkan untuk melakukannya. Perilaku Kristus sangatlah bertentangan dengan Gehazi. Saat kita menjalani kehidupan Kekristenan, kita harus mengikuti teladan Tuhan kita. Kita harus menguasai cara-Nya agar kita tidak meleset dari sasaran seperti Gehazi.
TANGGAPAN
1. Satu Timotius 6:10 mengajarkan kita bahwa cinta uang penyebab timbulnya segala macam kejahatan. Bagaimanakah anda melihat bahwa ayat itu benar dalam dunia sekarang ini? Bagaimana hal tersebut adalah benar dalam kehidupan anda, atau dalam kehidupan seseorang yang anda kenal?
2. Apakah 1 Timotius 6:10 berarti kita seharusnya tidak perduli sama sekali mengenai uang?
(Ingatlah bahwa tidak dikatakan bahwa uang “mengakibatkan timbulnya segala jenis kejahatan.”) Jelaskan jawaban anda.
3. Dimana lagikah dalam Firman Tuhan uang berperan penting? Dalam setiap keadaan yang anda ingat, apakah hasilnya?
4. Bagaimana kata-kata Kristus dalam Matius 6:25–34 membantu kita bila kita tergoda untuk tamak akan uang, khususnya bila kita benar-benar butuh?
5. Baca 2 Raja-raja 5:15–19. Kenapa Elisa tidak menerima uang dari Naaman sebagai upah dari kesembuhannya?
6. Bagaimanakah membayar perpuluhan membantu kita agar tidak cinta uang? Bagaimanakah membayar perpuluhan mengajarkan kita mengenai sifat Tuhan? Bagaimana hal itu mengabarkan kepada seluruh dunia tentang kita dan tentang cara kita mengasihi Allah? 1 Korintus 9:8–16: Maleaki 3:6–12?
____________
1. Prophets and Kings, p. 250.
2. Ibid.
3. Life Application Concise New Testament Commentary, 1 Timothy 6:10, WORDsearch7.
Caroline Mwelu, Nairobi, Kenya and L. J. Brauer
Selasa
14 Desember
Kesaksian
Sarang Kusut Laba-laba Perbuatan Dosa 2 Raja-raja 5:20–27
“Seringkali sebuah dosa akan berdiri sendiri atau dibatasi dalam batas pelanggaran satu ajaran atau satu larangan hukum moral. Satu kali pernah rintangan ketidaktaatan, yang mengakibatkan kata hati yang sesat mengakibatkan jeratan yang lebih besar dengan memasuki godaan yang lebih besar dan semakin banyak dosa. . . .
“Tuhan berseru kepada Anda untuk mencari nasihat-Nya. . . .”
“Hati yang tidak diberikan sepenuhnya dalam kuasa Yesus Kristus membuka pintu untuk dimasuki oleh Iblis, dan tukang tipu ahli itu menenun permintaan maaf yang terampil dalam hati dalam melaksanakan tujuan kejahatan tersembunyi. Semua alasan dan kepura-puraan dilihat oleh Allah, dan seperti jaring laba-laba di mata-Nya yang tidak pernah terlelap atau tidur. Oh, betapa mudahnya jiwa manusia menemukan alasan buruk dan keji untuk menipu dan menutupi rencana pribadi kejahatan, yang dikejarnya. Ada seorang hakim yang dengan menimbang segala perbuatan. Dia tidak bisa ditipu, tidak dapat ia dipermainkan. Dia akan suatu hari nanti membentang setiap penyembunyian, menyingkap hati nurani, dan menyapu semua alasan ini seperti asap.
“Tuhan Allah memiliki saksi untuk setiap perbuatan. Teguran Elisa kepada Gehazi ketika ia membantah pergi untuk mengikuti Naaman adalah: '? Dari mana, Gehazi' Jawabannya adalah ‘Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana.’ Lalu datang teguran keras yang menunjukkan ia tahu semua.nya ‘Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan, tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.’Tuhan telah menyingkapkan semuanya. Perbincangannya dengan Naaman, hal yang paling kecil dari kejadian itu, disajikan secara tepat hadapannya. Betapa, cara kerja kuasa kegelapan sangat menipu!
“Elisa menyatakan kepada Gehazi segala isi hatinya, dan bahwa ia akan memperkaya dirinya dengan harta duniawi dari Naaman. Ada seseorang yang seharusnya menjadi pembawa-standar dalam ketentaraan Tuhan, [tetapi] melalui pencobaan Setan tindakannya merupakan batu sandungan bagi Naaman, yang dimana cahaya indah dalam pikirannya telah terpancar dan ia dengan gembira diarahkan kepada kebenaran, untuk melayani Allah yang hidup. Gehazi pergi dari kehadirannya penderita kusta. Tuhan berseru kepada Anda untuk mencari nasihat-Nya, untuk jujur kepada diri anda dan kepada Tuhan, dan mencari dengan sungguh-sunguh untuk memulihkan diri anda dan anak-anak anda dari jerat Setan.”*
____________
*Christ Triumphant, p. 171.
Earnest Munyao Mule, Nairobi, Kenya
Rabu
15 Desember
Matius 22:1–13 Bagaimana
Meleset Dari Sasaran
Salah satu definisi dosa sebenarnya “meleset dari sasaran.” 1 Minggu ini, kita telah mempelajari bagaimana Gehazi meleset dari sasaran. Ada beberapa cerita lain dalam Alkitab yang menunjukkan kepada kita bagaimana orang lain juga telah “meleset dari sasaran.”
“Keseluruhan hati harus dibaktikan kepada Allah.”
Dalam perumpamaan tentang perjamuan kawin, Yesus memberikan contoh praktis tentang bagaimana agar tidak meleset dari sasaran. Pakaian pesta yang seharusnya dikenakan oleh orang-orang ketika mereka menghadiri perjamuan kawin itu melambangkan kebenaran yang kita butuhkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Namun, kita perlu untuk benar-benar mengenakan pakaian kebenaran. Kita melakukan hal ini sebagaimana Roh Kudus mengubah karakter kita menjadi gambaran karakter Allah. Orang yang datang ke perjamuan kawin tanpa mengenakan pakaian yang disediakan kepadanya melambangkan orang-orang yang tidak benar-benar menerima kebenaran Kristus sebagai milik mereka. Orang ini meleset dari sasaran, dan begitu juga kita jika kita gagal untuk menerima kebenaran Kristus demi diri kita.
Bagaimana kita bisa yakin kita tidak meleset dari sasaran? Berikut adalah beberapa saran:
Kenali kebutuhan kita akan Kristus (Yohanes 3:3; Rom 7:16.). Kita tidak bisa membuat diri kita baik. Kita harus, seperti yang dikatakan Yohanes Pembaptis, “ ‘Lihatlah! Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia ! ’ ” (Yohanes 1:29, IndTB).
Bertobat (Kisah 3:19). Pertobatan berarti bahwa kita menyesal atas dosa kita dan bahwa kita berpaling dari itu. Doa yang ditulis Daud dalam Mazmur 51 setelah kejatuhannya menggambarkan sifat yang benar tentang penyesalan terhadap dosa. Luangkan waktu untuk membacanya sekarang.
Mengaku (Amsal 28:13). Allah dapat mengampuni kita hanya jika kita mengaku dosa kita dan berpaling darinya. Kita harus mengakui dosa kita kepada Allah dan mereka yang dimana kita telah berdosa.
Menguduskan (Yer. 29:13). Kita harus menyisihkan diri kita bagi Allah sepenuhnya dan segala yang kita miliki. “Keseluruhan hati harus dibaktikan kepada Allah, atau perubahan itu tidak akan pernah terjadi dalam diri kita yang dimana kita akan dipulihkan kepada rupaNya.”2
Bertumbuh (Yohanes 15:1-8; 1 Petrus 2:2). “Dalam karunia tak tertandingi dari Anak-Nya, Allah telah mengelilingi seluruh dunia dengan suasana kasih karunia senyata udara yang beredar di seluruh bumi. Semua yang memilih untuk menghirup suasana yang memberi hidup ini akan hidup dan tumbuh setara dengan pria dan wanita dalam Kristus Yesus.”3
____________
1. SDA Bible Dictionary, s.v., Sin, p. 1042.
2. Steps to Christ, p. 43.
3. Ibid., p. 68.
Eliot Mairura Masongo, Nairobi, Kenya
Kamis
16 Desember
Pendapat
Tuaian dari Keserakahan 1 Timotius 6:10
Karena keserakahannya, Gehazi mendapati dirinya dalam situasi yang mengerikan. Kisahnya mengajarkan kita kebenaran 1 Timotius 6:10, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Kita juga dapat belajar dari Gehazi bahwa sahabat-sahabat yang kita miliki tidak selalu melindungi kita dari kejahatan yang ada dalam diri kita. Elisa adalah salah satu nabi besar Allah. Namun tampaknya bahwa Gehazi tidak membiarkan teladan Elisa untuk mempengaruhi dia dalam hal keinginannya akan uang yang tak pernah terpuaskan.
Pikiran jahat mengakibatkan kata-kata dan perbuatan jahat
Keinginan ini membuat Gehazi seorang pembohong. Tapi ia mendapatkan, Allah tidak senang dengan lidah yang menipu. Alkitab mengajarkan bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam, sehingga Gehazi berbohong kepada Naaman dan Elisa, ia mendapatkan bahwa ia sendiri telah menerima penyakit dari Naaman yang telah sembuh. Kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah apa yang datang dari hati kita. Pikiran jahat mengakibatkan kata-kata dan perbuatan jahat.
“Sampai hari penghakiman tiba, betapa sedikit orang mengenal kelemahan mereka sendiri. Mereka berpikir diri mereka bijaksana, dan membuat diri mereka bodoh. Tidak ada yang dapat dibanggakan oleh manusia. Bahkan orang-orang dalam posisi yang bertanggung jawabpun sebagian besar jatuh ke dalam dosa, walaupun rupanya dikelilingi oleh hak-hak agama yang paling istimewa. Kasus Gehazi adalah salah satu yang kita dapat pertimbangkan dengan keuntungan. Pria ini tinggal dalam rumah tangga nabi suci Elisa, melihat kehidupannya yang saleh, mendengar doanya yang sungguh-sungguh, dan penanamannya tentang prinsip-prinsip yang benar. Namun hal itu tidak menjadikan dia lebih baik. Dia menipu Naaman demi menerima hadiah. Hukuman-Nya datang dari Tuhan. Penyakit lepra Naaman melekat padanya.
“Yudas terhitung diantara kedua belas rasul. Ia mendengar pelajaran berharga yang jatuh dari bibir Kristus. Dia memiliki contoh sempurna dihadapannya, tapi hatinya tidak benar. Ia hancur oleh dosa ketamakan. “Mereka yang akan kaya jatuh ke dalam pencobaan, dan suatu jerat, dan ke dalam berbagai-macam nafsu bodoh dan menyakitkan, yang menenggelamkan manusia dalam kehancuran dan kebinasaan. ’ ”*
TANGGAPAN
1. Hak-hak istimewa apakah yang anda miliki yang dapat membantu Anda untuk menjadi seorang Kristen yang lebih baik?
2. Bagaimana anda dapat memanfaatkan dengan penuh hak-hak istimewa tersebut?
3. Pikirkan sebuah pencobaan yang anda alami yang menunjukkan bagian kelemahan yang tidak anda sadari anda miliki. Bagaimana Anda mengatasinya? Apakah ada sesuatu yang akan anda lakukan?
____________
*The Ellen G. White 1888 Materials, p. 1530.
Mwendwa Kakui, Kikima, Kenya
Jum’at
17 Desember
Eksplorasi
Tidak Mendapatkan kasih! 2 Raja-raja 4:8–37; 2 Raja-raja 5; Matius 26:14–16; 27:3–10 Markus 14:10, 11; Lukas 22:3–6; Yohanes 12:4–6; Yohanes 17:12; Kisah 5:1–10.
KESIMPULAN
Gehazi diberi kesempatan untuk membantu Elisa dalam pelayanannya. Dia menghabiskan waktu bersama Elisa. Dia menyaksikan mujizat yang dilakukan Tuhan melalui Elisa. Dia mendapatkan kursi terdepan untuk mengamati rahmat Tuhan dan kebajikannya kepada manusia berdosa. Terlepas dari semua ini, kejatuhan Gehazi's berpusat di sekitar benda-benda materi. Dalam dunia sekarang ini, sangat mudah berfokus dalam memiliki suatu “hal” daripada memiliki persahabatan yang tumbuh bersama Yesus. Sukacita kita harus didapatkan dalam Yesus dan bukan pada materi.
LAKUKAN
● Membuang barang-barang pribadi Anda untuk menemukan hal-hal Anda dapat dijual di eBay atau Craigslist. Gunakan pendapatannya untuk memberikan pemberian “The Original Really Useful Gift Catalogue,” (Katalog Hadiah asli Yang Berguna) dari ADRA yang terdapat di www.adra.org.
● Membaca cerita Gehazi dalam buku Para Nabi dan Raja, berjudul “Naaman,” Pasal 20, halaman 244-253. Wawasan apa yang Anda pelajari? Mengapa Gehazi dihukum dengan mengalami kusta? Menurut pendapat anda apa artinya ini?
● Buat Grafik perbandingan dari kisah Gehazi, Ananias dan Safira, dan Yudas Iskariot. Berapa banyak dari tindakan mereka yang sama? Apa akibat dari setiap cerita? Apakah persamaan dan perbedaan dari tindakan mereka?
● Menulis sebuah perumpamaan modern tentang orang yang membuat pilihan keuangan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Melalui gambar kata, tunjukkan akibat dari pilihan ini.
● Mengamati perilaku Gehazi dalam 2 Raja-raja 4:8-37. Bedakan tindakannya kepada petunjuk Elisa dalam kisah ini dengan apa yang ia lakukan dalam 2 Raja-raja 5. Pikirkan tentang apa yang mungkin mengakibatkan berbagai jenis reaksi yang berbeda terhadap perintah Elisa.
● Wawancara seorang perencana keuangan Kristen. Temukan bagaimana orang Kristen dapat dengan baik membuat anggaran pendapatan berdasarkan kepentingan perpuluhan, menyumbang untuk proyek misi dan jangkauan rohani, dan masih punya cukup uang untuk membayar tagihan pribadi.
HUBUNGKAN
Prophets and Kings, pp. 238–239 and 250–252; Testimonies, vol. 4, p. 336; Counsels on Stewardship, “The Principles of Stewardship,” pp. 111–113.
Deena Bartel-Wagner, Spencerport, New York, U.S.A.
SSCQ Pelajaran 11 kwartal IV tahun 2010
Latar Belakang dan Karakter dalam Perjanjian Lama
Gehazi: Meleset dari Sasaran
Pelajaran Ke-Duabelas Kwartal 4,
11—18 Desember 2010
Diterjemahkan Oleh: Arleen dan Ezra Ibrahim
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
“TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.” (Ulangan 13:4, IndTB).
Sabbath
11 Desember
2 Raja-raja 5:20–27; Kisah 5:1–11; 1 Tim. 6:10 Pendahuluan
Tidak Dapat Memperoleh Keduanya
Sepertinya uang dan keserakahan berjalan berdampingan, dan bahwa kebutuhan orang akan uang walau itu hanya diangan-angan atau benar-benar butuh mengakibatkan mereka berbuat nekat. Ketika pelajaran minggu ini ditulis, banyak orang masih belum pulih dari keterpurukan serius perekonomian dunia. Karena beberapa orang kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan, mereka merampok bank, melepaskan hewan peliharaan untuk menghidupi dirinya, atau dalam beberapa kasus yang ekstrim, bunuh diri dan bahkan membunuh keluarganya. Selain itu, banyak seniman penipu menipu orang dengan meyakinkan bahwa mereka bisa membantu mereka keluar dari hutang yang menekan mereka, yang hasilnya adalah keadaan mereka bahkan lebih buruk daripada sebelumnya.
Dia ingin mendapatkan keduanya
Alkitab tidak meninggalkan kita begitu saja tanpa mengamarkan tentang bahayanya uang dan keserakahan dalam diri manusia. Selama enam hari berikut ini, kita akan belajar tentang Gehazi dan pada dasarnya bagaimana keserakahannya akan uang merusak hidupnya. Dia ingin mendapatkan keduanya—untuk melayani Tuhan sementara bersekongkol bagaimana ia bisa jadi kaya tanpa menghormati cara Tuhan menangani sesuatu hal.
Sebagai gantinya melayani tuannya, Elisa, dengan cara terhormat, Gehazi memutuskan untuk mengejar keinginan dirinya yang egois. Sayangnya, ia membawa hasil yang menyedihkan dari keserakahannya hingga kekuburan.
Dalam Perjanjian Baru, ada cerita yang mirip. Sementara karakter dan situasinya agak berbeda dari 2 Raja-raja 5:20–27, motivasi dan hasilnya adalah sama. Baca Kisah Rasul 5:1–11.
Ketika Anda mempelajari pelajaran minggu ini, pertimbangkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut. Kemudian setelah minggu ini selesai, kembali ke pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk melihat apakah Anda akan memberikan jawaban yang berbeda kepada salah satu pertanyaan tersebut.
TANGGAPAN
1. Apa yang mendorong Gehezi untuk membuka hatinya kepada Setan?
2. Kenapa Naaman berpikir ia dapat membeli kesembuhannya?
3. Gehazi dan Ananias dan Safira berbohong terhadap apa yang mereka telah lakukan. Bagaimana kejadian ini mengajarkan kita mengenai akibat dari keserakahan?
4. Disamping keserakahan, apakah dua dosa lain yang diperbuat Ananias dan Safira (lihat Kisah Rasul 5:3, 9)? Pejalaran apakah yang kita dapatkan mengenai akibat berbohong dan keserakahan secara umum?
5. Pikirkan tentang hubungan anda dengan uang, khususnya bila anda mengalami kesulitan keuangan. Bagaimanakah mungkin anda tergoda seperti Gehazi, atau Ananias dan Safira?
Daniel Maingi Mbuku, Nairobi, Kenya
Minggu
12 Desember
Bukti
Gehazi: Yang Bimbang dan Serakah 2 Raja-raja 5
Kecenderungan untuk memberikan nama yang bermakna kepada seseorang adalah kebiasaan umum saat ini sama seperti pada zaman Alkitab. Nama Gehazi berasal dari kata Ibrani yang berarti “Kebimbangan.”1 Dan itulah hasilnya dari Gehazi.
Sikap belas kasihan-nya goyah sementara keserakahan menguasainya
Ketika kita pertama kali mengenal Gehazi dalam 2 Raja-Raja 4:1-37, ia tampaknya adalah seorang hamba yang ber-prinsip dan kebaikannya tidak perlu dipertanyakan. Dalam 2 Raja-Raja 4:14, Elisa bertanya perempuan Sunem yang mandul itu apa yang bisa dilakukannya sebagai imbalan atas keramahan-nya. Pada awalnya, dia menolak dengan hanya mengatakan bahwa ia tinggal di tengah-tengah kaumnya (ayat 13). Jawaban ini “menunjukkan bahwa dia benar-benar sangat puas. Dia hidup damai dengan kaumnya dan tidak ada pertengkaran dengan tetangga, atau hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dengan sahabatnya”2 Kemudian, Elisa tanya Gehazi Apakah yang dapat kuperbuat baginya. Jawab Gehazi, “ ‘Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua’ ” (ayat 14, IndTB). Tanggapan Gehazi adalah tanda kasih sayang dan simpati yang adalah ciri-ciri Roh Kudus yang membantu orang untuk bertumbuh. Gehazi pada dasarnya berkata, “Kasihanilah perempuan itu.”
Namun, ketika kita melanjutkan ke 2 Raja-raja 5, kita membaca bagaimana Gehazi berlari mengejar Naaman dengan niat buruk yang mengakibatkan kejatuhannya. Sikap belas kasihan-nya goyah sementara keserakahan menguasainya. Ketika Naaman melihat dia, dia turun dari keretanya dan bertanya apakah semuanya baik-baik saja (2 Raja-raja 5:21). Baca kebohongan yang dikatakan Gehazi dalam ayat 22. Naaman tidak curiga itu sangat bersyukur karena telah sembuh, sehingga ia memberikan dua kali lipat jumlah yang diminta Gehazi, lebih dari itu ia mengirim dua hambanya untuk membantu membawa pulang barang-barang itu.
Ketika Gehazi tiba di rumah, ia mengatakan kebohongan lain. Baca ayat 24-27. Kata-kata terakhir Elisa kepada Gehazi menyatakan hukuman maut pada dirinya sebagai contoh bagi kita semua mengenai bahayanya keserakahan dan cinta uang.
TANGGAPAN
1. Prinsip apa sajakah yang sering kita korbankan karena ketamakan?
2. Gehazi menunjukkan belas kasihan kepada perempuan Sunem; tetapi ia menunjukkan keserakahan dalam hal mengeruk uang dari Naaman. Tetapi kenapa Tuhan tidak memberikan pahala kepada Gehazi karena menunjukkan belas kasihannya?
3. Periksa kehidupan anda. Kapan anda menunjukkan belas kasihan? Kapankah anda menunjukkan keserakahan? Apa yang dapat anda lakukan mengenai yang terakhir tadi?
____________
1. Seventh-day Adventist Bible Dictionary, s.v. Gehazi, p. 408.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 2, p. 868.
Charles Nyaranga, Kitui, Kenya
Senin
13 Desember
2 Raja-raja 4:1–37; 5; 8:1–6; Yer. 9:23, 24; Yohanes 13:1–17; 1 Timotius 6:10 Logos
Membedakan Kesucian dari yang Umum
Saksi Mata (2 Raja-raja 4:1–37; 8:1–6)
Seringkali dalam berita, kita mendengar tentang kejadian-kejadian dari saksi mata. Ketika wartawan berada di tempat kejadian setelah gempa bumi, kebakaran, serangan teroris, kecelakaan mobil yang tragis, dan peristiwa tragis lainnya, mereka mencari orang untuk diwawancarai yang melihat kejadian secara langsung atau yang benar-benar mengalaminya. Gehazi adalah seorang saksi mata keajaiban yang dilakukan Elisa bagi orang-orang yang dalam kesesakan. Jadi, ia memiliki kesempatan “untuk menumbuhkan sifat penyangkalan diri yang mencerminkan pekerjaan hidup tuannya. Adalah suatu kehormatan baginya untuk menjadi pembawa standar mulia dalam ketentaraan Tuhan. Karunia-karunia terbaik surga telah lama dalam jangkauannya. . . .” 1
Perilaku Kristus sangatlah bertentangan dengan Gehazi
Pencinta Uang (Yer. 9:23, 24; 1 Tim. 6:10)
Walaupun Gehazi telah menjadi saksi mata akan mujizat-mujizat yang dilakukan Elisa tuannya atas nama Tuhan, "roh ketamakannya malah membuat dia tunduk pada suatu godaan yang tak dapat diatasinya. ‘Sesungguhnya,’ ia beralasan dalam dirinya sendiri, ‘tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya: tetapi. . . Aku akan berlari mengejar dia ’ ”1 untuk mengambil apa yang ditawarkan Naaman.
Bagi Gehazi, Naaman tidak lebih dari salah satu dari musuh-musuh Israel yang memimpin gerombolan tentara pencuri di sepanjang perbatasan Israel untuk mencuri dari umat-umat Tuhan. Jadi tentu saja, ia bertanya-tanya bagaimana Elisa bisa merendahkan dirinya untuk menyembuhkan Naaman tanpa meminta apapun sebagai imbalannya. Apakah nabi itu begitu bodoh untuk menolak uang dari orang seperti itu? Mengapa dia menyembuhkan kusta Naaman itu, seorang kafir dan musuh Israel, ketika sebagian dari umat Allah sendiri meninggal akibat kusta? Gehazi tidak memikirkan kenyataan bahwa melalui mujizat ini, Naaman telah menerima Allah yang benar dan akan kembali ke Siria sebagai saksi mata untuk membagikan kepada orang-orang tentang perlindungan dan kasih Tuhan bagi seluruh umat manusia.
“Orang yang mencintai uang dikendalikan oleh seorang tuan, yang kejam dan tak pernah puas, karena cinta uang tidak akan pernah terpuaskan. Akibat cinta akan uang timbul segala macam kejahatan: masalah perkawinan, tindakan ilegal, perselisihan dalam persekutuan, iri hati, percabulan, berbohong, kekejaman, mencuri, dan kesediaan untuk bahkan menyakiti orang lain jika itu menghasilkan uang. Skenario terburuk, tentu saja, adalah uang akan benar-benar akan memimpin seseorang jauh dari iman. Adalah sesuatu yang tragis ketika uang menggantikan Tuhan dalam kehidupan seseorang. Orang-orang serakah ini menemukan diri mereka ditusuk dengan banyak kedukaan. Gambarannya adalah bahwa mereka sedang tertusuk bertubi-tubi oleh benda tajam. Gantinya memilih jalan Tuhan, mereka memilih jalan yang membawa mereka lebih dalam kejalan yang penuh semak belukar. Gantinya kebahagiaan yang mereka harapkan, uang membawa kedukaan.”2
“Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.” (Amsal 19:05, IndTB). Itulah yang terjadi dengan Gehazi. Kepedihannya datang dalam bentuk penyakit yang sama yang Elisa telah sembuhkan dari diri Naaman.
Kristus, Teladan Kita (Yoh 13:1–17)
Sepanjang hidup-Nya di bumi, Yesus hidup sebagai teladan kita dalam hal kerendahan hati dan perduli tentang hal yang benar. Mungkin contoh terbaik dari hal ini adalah ketika Paskah terakhir Dia menghabiskan waktunya bersama murid-murid-Nya, Dia membungkuk untuk membasuh kaki mereka. Ini adalah suatu perbuatan yang biasanya dilakukan oleh pembantu rumah tangga kepada orang-orang yang telah melakukan perjalanan jauh di atas jalan berdebu. Namun, kali ini tidak ada pembantu, dan tidak ada murid yang menawarkan untuk melakukannya. Perilaku Kristus sangatlah bertentangan dengan Gehazi. Saat kita menjalani kehidupan Kekristenan, kita harus mengikuti teladan Tuhan kita. Kita harus menguasai cara-Nya agar kita tidak meleset dari sasaran seperti Gehazi.
TANGGAPAN
1. Satu Timotius 6:10 mengajarkan kita bahwa cinta uang penyebab timbulnya segala macam kejahatan. Bagaimanakah anda melihat bahwa ayat itu benar dalam dunia sekarang ini? Bagaimana hal tersebut adalah benar dalam kehidupan anda, atau dalam kehidupan seseorang yang anda kenal?
2. Apakah 1 Timotius 6:10 berarti kita seharusnya tidak perduli sama sekali mengenai uang?
(Ingatlah bahwa tidak dikatakan bahwa uang “mengakibatkan timbulnya segala jenis kejahatan.”) Jelaskan jawaban anda.
3. Dimana lagikah dalam Firman Tuhan uang berperan penting? Dalam setiap keadaan yang anda ingat, apakah hasilnya?
4. Bagaimana kata-kata Kristus dalam Matius 6:25–34 membantu kita bila kita tergoda untuk tamak akan uang, khususnya bila kita benar-benar butuh?
5. Baca 2 Raja-raja 5:15–19. Kenapa Elisa tidak menerima uang dari Naaman sebagai upah dari kesembuhannya?
6. Bagaimanakah membayar perpuluhan membantu kita agar tidak cinta uang? Bagaimanakah membayar perpuluhan mengajarkan kita mengenai sifat Tuhan? Bagaimana hal itu mengabarkan kepada seluruh dunia tentang kita dan tentang cara kita mengasihi Allah? 1 Korintus 9:8–16: Maleaki 3:6–12?
____________
1. Prophets and Kings, p. 250.
2. Ibid.
3. Life Application Concise New Testament Commentary, 1 Timothy 6:10, WORDsearch7.
Caroline Mwelu, Nairobi, Kenya and L. J. Brauer
Selasa
14 Desember
Kesaksian
Sarang Kusut Laba-laba Perbuatan Dosa 2 Raja-raja 5:20–27
“Seringkali sebuah dosa akan berdiri sendiri atau dibatasi dalam batas pelanggaran satu ajaran atau satu larangan hukum moral. Satu kali pernah rintangan ketidaktaatan, yang mengakibatkan kata hati yang sesat mengakibatkan jeratan yang lebih besar dengan memasuki godaan yang lebih besar dan semakin banyak dosa. . . .
“Tuhan berseru kepada Anda untuk mencari nasihat-Nya. . . .”
“Hati yang tidak diberikan sepenuhnya dalam kuasa Yesus Kristus membuka pintu untuk dimasuki oleh Iblis, dan tukang tipu ahli itu menenun permintaan maaf yang terampil dalam hati dalam melaksanakan tujuan kejahatan tersembunyi. Semua alasan dan kepura-puraan dilihat oleh Allah, dan seperti jaring laba-laba di mata-Nya yang tidak pernah terlelap atau tidur. Oh, betapa mudahnya jiwa manusia menemukan alasan buruk dan keji untuk menipu dan menutupi rencana pribadi kejahatan, yang dikejarnya. Ada seorang hakim yang dengan menimbang segala perbuatan. Dia tidak bisa ditipu, tidak dapat ia dipermainkan. Dia akan suatu hari nanti membentang setiap penyembunyian, menyingkap hati nurani, dan menyapu semua alasan ini seperti asap.
“Tuhan Allah memiliki saksi untuk setiap perbuatan. Teguran Elisa kepada Gehazi ketika ia membantah pergi untuk mengikuti Naaman adalah: '? Dari mana, Gehazi' Jawabannya adalah ‘Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana.’ Lalu datang teguran keras yang menunjukkan ia tahu semua.nya ‘Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan, tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.’Tuhan telah menyingkapkan semuanya. Perbincangannya dengan Naaman, hal yang paling kecil dari kejadian itu, disajikan secara tepat hadapannya. Betapa, cara kerja kuasa kegelapan sangat menipu!
“Elisa menyatakan kepada Gehazi segala isi hatinya, dan bahwa ia akan memperkaya dirinya dengan harta duniawi dari Naaman. Ada seseorang yang seharusnya menjadi pembawa-standar dalam ketentaraan Tuhan, [tetapi] melalui pencobaan Setan tindakannya merupakan batu sandungan bagi Naaman, yang dimana cahaya indah dalam pikirannya telah terpancar dan ia dengan gembira diarahkan kepada kebenaran, untuk melayani Allah yang hidup. Gehazi pergi dari kehadirannya penderita kusta. Tuhan berseru kepada Anda untuk mencari nasihat-Nya, untuk jujur kepada diri anda dan kepada Tuhan, dan mencari dengan sungguh-sunguh untuk memulihkan diri anda dan anak-anak anda dari jerat Setan.”*
____________
*Christ Triumphant, p. 171.
Earnest Munyao Mule, Nairobi, Kenya
Rabu
15 Desember
Matius 22:1–13 Bagaimana
Meleset Dari Sasaran
Salah satu definisi dosa sebenarnya “meleset dari sasaran.” 1 Minggu ini, kita telah mempelajari bagaimana Gehazi meleset dari sasaran. Ada beberapa cerita lain dalam Alkitab yang menunjukkan kepada kita bagaimana orang lain juga telah “meleset dari sasaran.”
“Keseluruhan hati harus dibaktikan kepada Allah.”
Dalam perumpamaan tentang perjamuan kawin, Yesus memberikan contoh praktis tentang bagaimana agar tidak meleset dari sasaran. Pakaian pesta yang seharusnya dikenakan oleh orang-orang ketika mereka menghadiri perjamuan kawin itu melambangkan kebenaran yang kita butuhkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Namun, kita perlu untuk benar-benar mengenakan pakaian kebenaran. Kita melakukan hal ini sebagaimana Roh Kudus mengubah karakter kita menjadi gambaran karakter Allah. Orang yang datang ke perjamuan kawin tanpa mengenakan pakaian yang disediakan kepadanya melambangkan orang-orang yang tidak benar-benar menerima kebenaran Kristus sebagai milik mereka. Orang ini meleset dari sasaran, dan begitu juga kita jika kita gagal untuk menerima kebenaran Kristus demi diri kita.
Bagaimana kita bisa yakin kita tidak meleset dari sasaran? Berikut adalah beberapa saran:
Kenali kebutuhan kita akan Kristus (Yohanes 3:3; Rom 7:16.). Kita tidak bisa membuat diri kita baik. Kita harus, seperti yang dikatakan Yohanes Pembaptis, “ ‘Lihatlah! Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia ! ’ ” (Yohanes 1:29, IndTB).
Bertobat (Kisah 3:19). Pertobatan berarti bahwa kita menyesal atas dosa kita dan bahwa kita berpaling dari itu. Doa yang ditulis Daud dalam Mazmur 51 setelah kejatuhannya menggambarkan sifat yang benar tentang penyesalan terhadap dosa. Luangkan waktu untuk membacanya sekarang.
Mengaku (Amsal 28:13). Allah dapat mengampuni kita hanya jika kita mengaku dosa kita dan berpaling darinya. Kita harus mengakui dosa kita kepada Allah dan mereka yang dimana kita telah berdosa.
Menguduskan (Yer. 29:13). Kita harus menyisihkan diri kita bagi Allah sepenuhnya dan segala yang kita miliki. “Keseluruhan hati harus dibaktikan kepada Allah, atau perubahan itu tidak akan pernah terjadi dalam diri kita yang dimana kita akan dipulihkan kepada rupaNya.”2
Bertumbuh (Yohanes 15:1-8; 1 Petrus 2:2). “Dalam karunia tak tertandingi dari Anak-Nya, Allah telah mengelilingi seluruh dunia dengan suasana kasih karunia senyata udara yang beredar di seluruh bumi. Semua yang memilih untuk menghirup suasana yang memberi hidup ini akan hidup dan tumbuh setara dengan pria dan wanita dalam Kristus Yesus.”3
____________
1. SDA Bible Dictionary, s.v., Sin, p. 1042.
2. Steps to Christ, p. 43.
3. Ibid., p. 68.
Eliot Mairura Masongo, Nairobi, Kenya
Kamis
16 Desember
Pendapat
Tuaian dari Keserakahan 1 Timotius 6:10
Karena keserakahannya, Gehazi mendapati dirinya dalam situasi yang mengerikan. Kisahnya mengajarkan kita kebenaran 1 Timotius 6:10, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Kita juga dapat belajar dari Gehazi bahwa sahabat-sahabat yang kita miliki tidak selalu melindungi kita dari kejahatan yang ada dalam diri kita. Elisa adalah salah satu nabi besar Allah. Namun tampaknya bahwa Gehazi tidak membiarkan teladan Elisa untuk mempengaruhi dia dalam hal keinginannya akan uang yang tak pernah terpuaskan.
Pikiran jahat mengakibatkan kata-kata dan perbuatan jahat
Keinginan ini membuat Gehazi seorang pembohong. Tapi ia mendapatkan, Allah tidak senang dengan lidah yang menipu. Alkitab mengajarkan bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam, sehingga Gehazi berbohong kepada Naaman dan Elisa, ia mendapatkan bahwa ia sendiri telah menerima penyakit dari Naaman yang telah sembuh. Kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah apa yang datang dari hati kita. Pikiran jahat mengakibatkan kata-kata dan perbuatan jahat.
“Sampai hari penghakiman tiba, betapa sedikit orang mengenal kelemahan mereka sendiri. Mereka berpikir diri mereka bijaksana, dan membuat diri mereka bodoh. Tidak ada yang dapat dibanggakan oleh manusia. Bahkan orang-orang dalam posisi yang bertanggung jawabpun sebagian besar jatuh ke dalam dosa, walaupun rupanya dikelilingi oleh hak-hak agama yang paling istimewa. Kasus Gehazi adalah salah satu yang kita dapat pertimbangkan dengan keuntungan. Pria ini tinggal dalam rumah tangga nabi suci Elisa, melihat kehidupannya yang saleh, mendengar doanya yang sungguh-sungguh, dan penanamannya tentang prinsip-prinsip yang benar. Namun hal itu tidak menjadikan dia lebih baik. Dia menipu Naaman demi menerima hadiah. Hukuman-Nya datang dari Tuhan. Penyakit lepra Naaman melekat padanya.
“Yudas terhitung diantara kedua belas rasul. Ia mendengar pelajaran berharga yang jatuh dari bibir Kristus. Dia memiliki contoh sempurna dihadapannya, tapi hatinya tidak benar. Ia hancur oleh dosa ketamakan. “Mereka yang akan kaya jatuh ke dalam pencobaan, dan suatu jerat, dan ke dalam berbagai-macam nafsu bodoh dan menyakitkan, yang menenggelamkan manusia dalam kehancuran dan kebinasaan. ’ ”*
TANGGAPAN
1. Hak-hak istimewa apakah yang anda miliki yang dapat membantu Anda untuk menjadi seorang Kristen yang lebih baik?
2. Bagaimana anda dapat memanfaatkan dengan penuh hak-hak istimewa tersebut?
3. Pikirkan sebuah pencobaan yang anda alami yang menunjukkan bagian kelemahan yang tidak anda sadari anda miliki. Bagaimana Anda mengatasinya? Apakah ada sesuatu yang akan anda lakukan?
____________
*The Ellen G. White 1888 Materials, p. 1530.
Mwendwa Kakui, Kikima, Kenya
Jum’at
17 Desember
Eksplorasi
Tidak Mendapatkan kasih! 2 Raja-raja 4:8–37; 2 Raja-raja 5; Matius 26:14–16; 27:3–10 Markus 14:10, 11; Lukas 22:3–6; Yohanes 12:4–6; Yohanes 17:12; Kisah 5:1–10.
KESIMPULAN
Gehazi diberi kesempatan untuk membantu Elisa dalam pelayanannya. Dia menghabiskan waktu bersama Elisa. Dia menyaksikan mujizat yang dilakukan Tuhan melalui Elisa. Dia mendapatkan kursi terdepan untuk mengamati rahmat Tuhan dan kebajikannya kepada manusia berdosa. Terlepas dari semua ini, kejatuhan Gehazi's berpusat di sekitar benda-benda materi. Dalam dunia sekarang ini, sangat mudah berfokus dalam memiliki suatu “hal” daripada memiliki persahabatan yang tumbuh bersama Yesus. Sukacita kita harus didapatkan dalam Yesus dan bukan pada materi.
LAKUKAN
● Membuang barang-barang pribadi Anda untuk menemukan hal-hal Anda dapat dijual di eBay atau Craigslist. Gunakan pendapatannya untuk memberikan pemberian “The Original Really Useful Gift Catalogue,” (Katalog Hadiah asli Yang Berguna) dari ADRA yang terdapat di www.adra.org.
● Membaca cerita Gehazi dalam buku Para Nabi dan Raja, berjudul “Naaman,” Pasal 20, halaman 244-253. Wawasan apa yang Anda pelajari? Mengapa Gehazi dihukum dengan mengalami kusta? Menurut pendapat anda apa artinya ini?
● Buat Grafik perbandingan dari kisah Gehazi, Ananias dan Safira, dan Yudas Iskariot. Berapa banyak dari tindakan mereka yang sama? Apa akibat dari setiap cerita? Apakah persamaan dan perbedaan dari tindakan mereka?
● Menulis sebuah perumpamaan modern tentang orang yang membuat pilihan keuangan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Melalui gambar kata, tunjukkan akibat dari pilihan ini.
● Mengamati perilaku Gehazi dalam 2 Raja-raja 4:8-37. Bedakan tindakannya kepada petunjuk Elisa dalam kisah ini dengan apa yang ia lakukan dalam 2 Raja-raja 5. Pikirkan tentang apa yang mungkin mengakibatkan berbagai jenis reaksi yang berbeda terhadap perintah Elisa.
● Wawancara seorang perencana keuangan Kristen. Temukan bagaimana orang Kristen dapat dengan baik membuat anggaran pendapatan berdasarkan kepentingan perpuluhan, menyumbang untuk proyek misi dan jangkauan rohani, dan masih punya cukup uang untuk membayar tagihan pribadi.
HUBUNGKAN
Prophets and Kings, pp. 238–239 and 250–252; Testimonies, vol. 4, p. 336; Counsels on Stewardship, “The Principles of Stewardship,” pp. 111–113.
Deena Bartel-Wagner, Spencerport, New York, U.S.A.
Gehazi: Meleset dari Sasaran
Pelajaran Ke-Duabelas Kwartal 4,
11—18 Desember 2010
Diterjemahkan Oleh: Arleen dan Ezra Ibrahim
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
“TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.” (Ulangan 13:4, IndTB).
Sabbath
11 Desember
2 Raja-raja 5:20–27; Kisah 5:1–11; 1 Tim. 6:10 Pendahuluan
Tidak Dapat Memperoleh Keduanya
Sepertinya uang dan keserakahan berjalan berdampingan, dan bahwa kebutuhan orang akan uang walau itu hanya diangan-angan atau benar-benar butuh mengakibatkan mereka berbuat nekat. Ketika pelajaran minggu ini ditulis, banyak orang masih belum pulih dari keterpurukan serius perekonomian dunia. Karena beberapa orang kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan, mereka merampok bank, melepaskan hewan peliharaan untuk menghidupi dirinya, atau dalam beberapa kasus yang ekstrim, bunuh diri dan bahkan membunuh keluarganya. Selain itu, banyak seniman penipu menipu orang dengan meyakinkan bahwa mereka bisa membantu mereka keluar dari hutang yang menekan mereka, yang hasilnya adalah keadaan mereka bahkan lebih buruk daripada sebelumnya.
Dia ingin mendapatkan keduanya
Alkitab tidak meninggalkan kita begitu saja tanpa mengamarkan tentang bahayanya uang dan keserakahan dalam diri manusia. Selama enam hari berikut ini, kita akan belajar tentang Gehazi dan pada dasarnya bagaimana keserakahannya akan uang merusak hidupnya. Dia ingin mendapatkan keduanya—untuk melayani Tuhan sementara bersekongkol bagaimana ia bisa jadi kaya tanpa menghormati cara Tuhan menangani sesuatu hal.
Sebagai gantinya melayani tuannya, Elisa, dengan cara terhormat, Gehazi memutuskan untuk mengejar keinginan dirinya yang egois. Sayangnya, ia membawa hasil yang menyedihkan dari keserakahannya hingga kekuburan.
Dalam Perjanjian Baru, ada cerita yang mirip. Sementara karakter dan situasinya agak berbeda dari 2 Raja-raja 5:20–27, motivasi dan hasilnya adalah sama. Baca Kisah Rasul 5:1–11.
Ketika Anda mempelajari pelajaran minggu ini, pertimbangkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut. Kemudian setelah minggu ini selesai, kembali ke pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk melihat apakah Anda akan memberikan jawaban yang berbeda kepada salah satu pertanyaan tersebut.
TANGGAPAN
1. Apa yang mendorong Gehezi untuk membuka hatinya kepada Setan?
2. Kenapa Naaman berpikir ia dapat membeli kesembuhannya?
3. Gehazi dan Ananias dan Safira berbohong terhadap apa yang mereka telah lakukan. Bagaimana kejadian ini mengajarkan kita mengenai akibat dari keserakahan?
4. Disamping keserakahan, apakah dua dosa lain yang diperbuat Ananias dan Safira (lihat Kisah Rasul 5:3, 9)? Pejalaran apakah yang kita dapatkan mengenai akibat berbohong dan keserakahan secara umum?
5. Pikirkan tentang hubungan anda dengan uang, khususnya bila anda mengalami kesulitan keuangan. Bagaimanakah mungkin anda tergoda seperti Gehazi, atau Ananias dan Safira?
Daniel Maingi Mbuku, Nairobi, Kenya
Minggu
12 Desember
Bukti
Gehazi: Yang Bimbang dan Serakah 2 Raja-raja 5
Kecenderungan untuk memberikan nama yang bermakna kepada seseorang adalah kebiasaan umum saat ini sama seperti pada zaman Alkitab. Nama Gehazi berasal dari kata Ibrani yang berarti “Kebimbangan.”1 Dan itulah hasilnya dari Gehazi.
Sikap belas kasihan-nya goyah sementara keserakahan menguasainya
Ketika kita pertama kali mengenal Gehazi dalam 2 Raja-Raja 4:1-37, ia tampaknya adalah seorang hamba yang ber-prinsip dan kebaikannya tidak perlu dipertanyakan. Dalam 2 Raja-Raja 4:14, Elisa bertanya perempuan Sunem yang mandul itu apa yang bisa dilakukannya sebagai imbalan atas keramahan-nya. Pada awalnya, dia menolak dengan hanya mengatakan bahwa ia tinggal di tengah-tengah kaumnya (ayat 13). Jawaban ini “menunjukkan bahwa dia benar-benar sangat puas. Dia hidup damai dengan kaumnya dan tidak ada pertengkaran dengan tetangga, atau hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dengan sahabatnya”2 Kemudian, Elisa tanya Gehazi Apakah yang dapat kuperbuat baginya. Jawab Gehazi, “ ‘Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua’ ” (ayat 14, IndTB). Tanggapan Gehazi adalah tanda kasih sayang dan simpati yang adalah ciri-ciri Roh Kudus yang membantu orang untuk bertumbuh. Gehazi pada dasarnya berkata, “Kasihanilah perempuan itu.”
Namun, ketika kita melanjutkan ke 2 Raja-raja 5, kita membaca bagaimana Gehazi berlari mengejar Naaman dengan niat buruk yang mengakibatkan kejatuhannya. Sikap belas kasihan-nya goyah sementara keserakahan menguasainya. Ketika Naaman melihat dia, dia turun dari keretanya dan bertanya apakah semuanya baik-baik saja (2 Raja-raja 5:21). Baca kebohongan yang dikatakan Gehazi dalam ayat 22. Naaman tidak curiga itu sangat bersyukur karena telah sembuh, sehingga ia memberikan dua kali lipat jumlah yang diminta Gehazi, lebih dari itu ia mengirim dua hambanya untuk membantu membawa pulang barang-barang itu.
Ketika Gehazi tiba di rumah, ia mengatakan kebohongan lain. Baca ayat 24-27. Kata-kata terakhir Elisa kepada Gehazi menyatakan hukuman maut pada dirinya sebagai contoh bagi kita semua mengenai bahayanya keserakahan dan cinta uang.
TANGGAPAN
1. Prinsip apa sajakah yang sering kita korbankan karena ketamakan?
2. Gehazi menunjukkan belas kasihan kepada perempuan Sunem; tetapi ia menunjukkan keserakahan dalam hal mengeruk uang dari Naaman. Tetapi kenapa Tuhan tidak memberikan pahala kepada Gehazi karena menunjukkan belas kasihannya?
3. Periksa kehidupan anda. Kapan anda menunjukkan belas kasihan? Kapankah anda menunjukkan keserakahan? Apa yang dapat anda lakukan mengenai yang terakhir tadi?
____________
1. Seventh-day Adventist Bible Dictionary, s.v. Gehazi, p. 408.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 2, p. 868.
Charles Nyaranga, Kitui, Kenya
Senin
13 Desember
2 Raja-raja 4:1–37; 5; 8:1–6; Yer. 9:23, 24; Yohanes 13:1–17; 1 Timotius 6:10 Logos
Membedakan Kesucian dari yang Umum
Saksi Mata (2 Raja-raja 4:1–37; 8:1–6)
Seringkali dalam berita, kita mendengar tentang kejadian-kejadian dari saksi mata. Ketika wartawan berada di tempat kejadian setelah gempa bumi, kebakaran, serangan teroris, kecelakaan mobil yang tragis, dan peristiwa tragis lainnya, mereka mencari orang untuk diwawancarai yang melihat kejadian secara langsung atau yang benar-benar mengalaminya. Gehazi adalah seorang saksi mata keajaiban yang dilakukan Elisa bagi orang-orang yang dalam kesesakan. Jadi, ia memiliki kesempatan “untuk menumbuhkan sifat penyangkalan diri yang mencerminkan pekerjaan hidup tuannya. Adalah suatu kehormatan baginya untuk menjadi pembawa standar mulia dalam ketentaraan Tuhan. Karunia-karunia terbaik surga telah lama dalam jangkauannya. . . .” 1
Perilaku Kristus sangatlah bertentangan dengan Gehazi
Pencinta Uang (Yer. 9:23, 24; 1 Tim. 6:10)
Walaupun Gehazi telah menjadi saksi mata akan mujizat-mujizat yang dilakukan Elisa tuannya atas nama Tuhan, "roh ketamakannya malah membuat dia tunduk pada suatu godaan yang tak dapat diatasinya. ‘Sesungguhnya,’ ia beralasan dalam dirinya sendiri, ‘tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya: tetapi. . . Aku akan berlari mengejar dia ’ ”1 untuk mengambil apa yang ditawarkan Naaman.
Bagi Gehazi, Naaman tidak lebih dari salah satu dari musuh-musuh Israel yang memimpin gerombolan tentara pencuri di sepanjang perbatasan Israel untuk mencuri dari umat-umat Tuhan. Jadi tentu saja, ia bertanya-tanya bagaimana Elisa bisa merendahkan dirinya untuk menyembuhkan Naaman tanpa meminta apapun sebagai imbalannya. Apakah nabi itu begitu bodoh untuk menolak uang dari orang seperti itu? Mengapa dia menyembuhkan kusta Naaman itu, seorang kafir dan musuh Israel, ketika sebagian dari umat Allah sendiri meninggal akibat kusta? Gehazi tidak memikirkan kenyataan bahwa melalui mujizat ini, Naaman telah menerima Allah yang benar dan akan kembali ke Siria sebagai saksi mata untuk membagikan kepada orang-orang tentang perlindungan dan kasih Tuhan bagi seluruh umat manusia.
“Orang yang mencintai uang dikendalikan oleh seorang tuan, yang kejam dan tak pernah puas, karena cinta uang tidak akan pernah terpuaskan. Akibat cinta akan uang timbul segala macam kejahatan: masalah perkawinan, tindakan ilegal, perselisihan dalam persekutuan, iri hati, percabulan, berbohong, kekejaman, mencuri, dan kesediaan untuk bahkan menyakiti orang lain jika itu menghasilkan uang. Skenario terburuk, tentu saja, adalah uang akan benar-benar akan memimpin seseorang jauh dari iman. Adalah sesuatu yang tragis ketika uang menggantikan Tuhan dalam kehidupan seseorang. Orang-orang serakah ini menemukan diri mereka ditusuk dengan banyak kedukaan. Gambarannya adalah bahwa mereka sedang tertusuk bertubi-tubi oleh benda tajam. Gantinya memilih jalan Tuhan, mereka memilih jalan yang membawa mereka lebih dalam kejalan yang penuh semak belukar. Gantinya kebahagiaan yang mereka harapkan, uang membawa kedukaan.”2
“Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.” (Amsal 19:05, IndTB). Itulah yang terjadi dengan Gehazi. Kepedihannya datang dalam bentuk penyakit yang sama yang Elisa telah sembuhkan dari diri Naaman.
Kristus, Teladan Kita (Yoh 13:1–17)
Sepanjang hidup-Nya di bumi, Yesus hidup sebagai teladan kita dalam hal kerendahan hati dan perduli tentang hal yang benar. Mungkin contoh terbaik dari hal ini adalah ketika Paskah terakhir Dia menghabiskan waktunya bersama murid-murid-Nya, Dia membungkuk untuk membasuh kaki mereka. Ini adalah suatu perbuatan yang biasanya dilakukan oleh pembantu rumah tangga kepada orang-orang yang telah melakukan perjalanan jauh di atas jalan berdebu. Namun, kali ini tidak ada pembantu, dan tidak ada murid yang menawarkan untuk melakukannya. Perilaku Kristus sangatlah bertentangan dengan Gehazi. Saat kita menjalani kehidupan Kekristenan, kita harus mengikuti teladan Tuhan kita. Kita harus menguasai cara-Nya agar kita tidak meleset dari sasaran seperti Gehazi.
TANGGAPAN
1. Satu Timotius 6:10 mengajarkan kita bahwa cinta uang penyebab timbulnya segala macam kejahatan. Bagaimanakah anda melihat bahwa ayat itu benar dalam dunia sekarang ini? Bagaimana hal tersebut adalah benar dalam kehidupan anda, atau dalam kehidupan seseorang yang anda kenal?
2. Apakah 1 Timotius 6:10 berarti kita seharusnya tidak perduli sama sekali mengenai uang?
(Ingatlah bahwa tidak dikatakan bahwa uang “mengakibatkan timbulnya segala jenis kejahatan.”) Jelaskan jawaban anda.
3. Dimana lagikah dalam Firman Tuhan uang berperan penting? Dalam setiap keadaan yang anda ingat, apakah hasilnya?
4. Bagaimana kata-kata Kristus dalam Matius 6:25–34 membantu kita bila kita tergoda untuk tamak akan uang, khususnya bila kita benar-benar butuh?
5. Baca 2 Raja-raja 5:15–19. Kenapa Elisa tidak menerima uang dari Naaman sebagai upah dari kesembuhannya?
6. Bagaimanakah membayar perpuluhan membantu kita agar tidak cinta uang? Bagaimanakah membayar perpuluhan mengajarkan kita mengenai sifat Tuhan? Bagaimana hal itu mengabarkan kepada seluruh dunia tentang kita dan tentang cara kita mengasihi Allah? 1 Korintus 9:8–16: Maleaki 3:6–12?
____________
1. Prophets and Kings, p. 250.
2. Ibid.
3. Life Application Concise New Testament Commentary, 1 Timothy 6:10, WORDsearch7.
Caroline Mwelu, Nairobi, Kenya and L. J. Brauer
Selasa
14 Desember
Kesaksian
Sarang Kusut Laba-laba Perbuatan Dosa 2 Raja-raja 5:20–27
“Seringkali sebuah dosa akan berdiri sendiri atau dibatasi dalam batas pelanggaran satu ajaran atau satu larangan hukum moral. Satu kali pernah rintangan ketidaktaatan, yang mengakibatkan kata hati yang sesat mengakibatkan jeratan yang lebih besar dengan memasuki godaan yang lebih besar dan semakin banyak dosa. . . .
“Tuhan berseru kepada Anda untuk mencari nasihat-Nya. . . .”
“Hati yang tidak diberikan sepenuhnya dalam kuasa Yesus Kristus membuka pintu untuk dimasuki oleh Iblis, dan tukang tipu ahli itu menenun permintaan maaf yang terampil dalam hati dalam melaksanakan tujuan kejahatan tersembunyi. Semua alasan dan kepura-puraan dilihat oleh Allah, dan seperti jaring laba-laba di mata-Nya yang tidak pernah terlelap atau tidur. Oh, betapa mudahnya jiwa manusia menemukan alasan buruk dan keji untuk menipu dan menutupi rencana pribadi kejahatan, yang dikejarnya. Ada seorang hakim yang dengan menimbang segala perbuatan. Dia tidak bisa ditipu, tidak dapat ia dipermainkan. Dia akan suatu hari nanti membentang setiap penyembunyian, menyingkap hati nurani, dan menyapu semua alasan ini seperti asap.
“Tuhan Allah memiliki saksi untuk setiap perbuatan. Teguran Elisa kepada Gehazi ketika ia membantah pergi untuk mengikuti Naaman adalah: '? Dari mana, Gehazi' Jawabannya adalah ‘Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana.’ Lalu datang teguran keras yang menunjukkan ia tahu semua.nya ‘Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan, tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.’Tuhan telah menyingkapkan semuanya. Perbincangannya dengan Naaman, hal yang paling kecil dari kejadian itu, disajikan secara tepat hadapannya. Betapa, cara kerja kuasa kegelapan sangat menipu!
“Elisa menyatakan kepada Gehazi segala isi hatinya, dan bahwa ia akan memperkaya dirinya dengan harta duniawi dari Naaman. Ada seseorang yang seharusnya menjadi pembawa-standar dalam ketentaraan Tuhan, [tetapi] melalui pencobaan Setan tindakannya merupakan batu sandungan bagi Naaman, yang dimana cahaya indah dalam pikirannya telah terpancar dan ia dengan gembira diarahkan kepada kebenaran, untuk melayani Allah yang hidup. Gehazi pergi dari kehadirannya penderita kusta. Tuhan berseru kepada Anda untuk mencari nasihat-Nya, untuk jujur kepada diri anda dan kepada Tuhan, dan mencari dengan sungguh-sunguh untuk memulihkan diri anda dan anak-anak anda dari jerat Setan.”*
____________
*Christ Triumphant, p. 171.
Earnest Munyao Mule, Nairobi, Kenya
Rabu
15 Desember
Matius 22:1–13 Bagaimana
Meleset Dari Sasaran
Salah satu definisi dosa sebenarnya “meleset dari sasaran.” 1 Minggu ini, kita telah mempelajari bagaimana Gehazi meleset dari sasaran. Ada beberapa cerita lain dalam Alkitab yang menunjukkan kepada kita bagaimana orang lain juga telah “meleset dari sasaran.”
“Keseluruhan hati harus dibaktikan kepada Allah.”
Dalam perumpamaan tentang perjamuan kawin, Yesus memberikan contoh praktis tentang bagaimana agar tidak meleset dari sasaran. Pakaian pesta yang seharusnya dikenakan oleh orang-orang ketika mereka menghadiri perjamuan kawin itu melambangkan kebenaran yang kita butuhkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Namun, kita perlu untuk benar-benar mengenakan pakaian kebenaran. Kita melakukan hal ini sebagaimana Roh Kudus mengubah karakter kita menjadi gambaran karakter Allah. Orang yang datang ke perjamuan kawin tanpa mengenakan pakaian yang disediakan kepadanya melambangkan orang-orang yang tidak benar-benar menerima kebenaran Kristus sebagai milik mereka. Orang ini meleset dari sasaran, dan begitu juga kita jika kita gagal untuk menerima kebenaran Kristus demi diri kita.
Bagaimana kita bisa yakin kita tidak meleset dari sasaran? Berikut adalah beberapa saran:
Kenali kebutuhan kita akan Kristus (Yohanes 3:3; Rom 7:16.). Kita tidak bisa membuat diri kita baik. Kita harus, seperti yang dikatakan Yohanes Pembaptis, “ ‘Lihatlah! Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia ! ’ ” (Yohanes 1:29, IndTB).
Bertobat (Kisah 3:19). Pertobatan berarti bahwa kita menyesal atas dosa kita dan bahwa kita berpaling dari itu. Doa yang ditulis Daud dalam Mazmur 51 setelah kejatuhannya menggambarkan sifat yang benar tentang penyesalan terhadap dosa. Luangkan waktu untuk membacanya sekarang.
Mengaku (Amsal 28:13). Allah dapat mengampuni kita hanya jika kita mengaku dosa kita dan berpaling darinya. Kita harus mengakui dosa kita kepada Allah dan mereka yang dimana kita telah berdosa.
Menguduskan (Yer. 29:13). Kita harus menyisihkan diri kita bagi Allah sepenuhnya dan segala yang kita miliki. “Keseluruhan hati harus dibaktikan kepada Allah, atau perubahan itu tidak akan pernah terjadi dalam diri kita yang dimana kita akan dipulihkan kepada rupaNya.”2
Bertumbuh (Yohanes 15:1-8; 1 Petrus 2:2). “Dalam karunia tak tertandingi dari Anak-Nya, Allah telah mengelilingi seluruh dunia dengan suasana kasih karunia senyata udara yang beredar di seluruh bumi. Semua yang memilih untuk menghirup suasana yang memberi hidup ini akan hidup dan tumbuh setara dengan pria dan wanita dalam Kristus Yesus.”3
____________
1. SDA Bible Dictionary, s.v., Sin, p. 1042.
2. Steps to Christ, p. 43.
3. Ibid., p. 68.
Eliot Mairura Masongo, Nairobi, Kenya
Kamis
16 Desember
Pendapat
Tuaian dari Keserakahan 1 Timotius 6:10
Karena keserakahannya, Gehazi mendapati dirinya dalam situasi yang mengerikan. Kisahnya mengajarkan kita kebenaran 1 Timotius 6:10, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Kita juga dapat belajar dari Gehazi bahwa sahabat-sahabat yang kita miliki tidak selalu melindungi kita dari kejahatan yang ada dalam diri kita. Elisa adalah salah satu nabi besar Allah. Namun tampaknya bahwa Gehazi tidak membiarkan teladan Elisa untuk mempengaruhi dia dalam hal keinginannya akan uang yang tak pernah terpuaskan.
Pikiran jahat mengakibatkan kata-kata dan perbuatan jahat
Keinginan ini membuat Gehazi seorang pembohong. Tapi ia mendapatkan, Allah tidak senang dengan lidah yang menipu. Alkitab mengajarkan bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam, sehingga Gehazi berbohong kepada Naaman dan Elisa, ia mendapatkan bahwa ia sendiri telah menerima penyakit dari Naaman yang telah sembuh. Kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah apa yang datang dari hati kita. Pikiran jahat mengakibatkan kata-kata dan perbuatan jahat.
“Sampai hari penghakiman tiba, betapa sedikit orang mengenal kelemahan mereka sendiri. Mereka berpikir diri mereka bijaksana, dan membuat diri mereka bodoh. Tidak ada yang dapat dibanggakan oleh manusia. Bahkan orang-orang dalam posisi yang bertanggung jawabpun sebagian besar jatuh ke dalam dosa, walaupun rupanya dikelilingi oleh hak-hak agama yang paling istimewa. Kasus Gehazi adalah salah satu yang kita dapat pertimbangkan dengan keuntungan. Pria ini tinggal dalam rumah tangga nabi suci Elisa, melihat kehidupannya yang saleh, mendengar doanya yang sungguh-sungguh, dan penanamannya tentang prinsip-prinsip yang benar. Namun hal itu tidak menjadikan dia lebih baik. Dia menipu Naaman demi menerima hadiah. Hukuman-Nya datang dari Tuhan. Penyakit lepra Naaman melekat padanya.
“Yudas terhitung diantara kedua belas rasul. Ia mendengar pelajaran berharga yang jatuh dari bibir Kristus. Dia memiliki contoh sempurna dihadapannya, tapi hatinya tidak benar. Ia hancur oleh dosa ketamakan. “Mereka yang akan kaya jatuh ke dalam pencobaan, dan suatu jerat, dan ke dalam berbagai-macam nafsu bodoh dan menyakitkan, yang menenggelamkan manusia dalam kehancuran dan kebinasaan. ’ ”*
TANGGAPAN
1. Hak-hak istimewa apakah yang anda miliki yang dapat membantu Anda untuk menjadi seorang Kristen yang lebih baik?
2. Bagaimana anda dapat memanfaatkan dengan penuh hak-hak istimewa tersebut?
3. Pikirkan sebuah pencobaan yang anda alami yang menunjukkan bagian kelemahan yang tidak anda sadari anda miliki. Bagaimana Anda mengatasinya? Apakah ada sesuatu yang akan anda lakukan?
____________
*The Ellen G. White 1888 Materials, p. 1530.
Mwendwa Kakui, Kikima, Kenya
Jum’at
17 Desember
Eksplorasi
Tidak Mendapatkan kasih! 2 Raja-raja 4:8–37; 2 Raja-raja 5; Matius 26:14–16; 27:3–10 Markus 14:10, 11; Lukas 22:3–6; Yohanes 12:4–6; Yohanes 17:12; Kisah 5:1–10.
KESIMPULAN
Gehazi diberi kesempatan untuk membantu Elisa dalam pelayanannya. Dia menghabiskan waktu bersama Elisa. Dia menyaksikan mujizat yang dilakukan Tuhan melalui Elisa. Dia mendapatkan kursi terdepan untuk mengamati rahmat Tuhan dan kebajikannya kepada manusia berdosa. Terlepas dari semua ini, kejatuhan Gehazi's berpusat di sekitar benda-benda materi. Dalam dunia sekarang ini, sangat mudah berfokus dalam memiliki suatu “hal” daripada memiliki persahabatan yang tumbuh bersama Yesus. Sukacita kita harus didapatkan dalam Yesus dan bukan pada materi.
LAKUKAN
● Membuang barang-barang pribadi Anda untuk menemukan hal-hal Anda dapat dijual di eBay atau Craigslist. Gunakan pendapatannya untuk memberikan pemberian “The Original Really Useful Gift Catalogue,” (Katalog Hadiah asli Yang Berguna) dari ADRA yang terdapat di www.adra.org.
● Membaca cerita Gehazi dalam buku Para Nabi dan Raja, berjudul “Naaman,” Pasal 20, halaman 244-253. Wawasan apa yang Anda pelajari? Mengapa Gehazi dihukum dengan mengalami kusta? Menurut pendapat anda apa artinya ini?
● Buat Grafik perbandingan dari kisah Gehazi, Ananias dan Safira, dan Yudas Iskariot. Berapa banyak dari tindakan mereka yang sama? Apa akibat dari setiap cerita? Apakah persamaan dan perbedaan dari tindakan mereka?
● Menulis sebuah perumpamaan modern tentang orang yang membuat pilihan keuangan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. Melalui gambar kata, tunjukkan akibat dari pilihan ini.
● Mengamati perilaku Gehazi dalam 2 Raja-raja 4:8-37. Bedakan tindakannya kepada petunjuk Elisa dalam kisah ini dengan apa yang ia lakukan dalam 2 Raja-raja 5. Pikirkan tentang apa yang mungkin mengakibatkan berbagai jenis reaksi yang berbeda terhadap perintah Elisa.
● Wawancara seorang perencana keuangan Kristen. Temukan bagaimana orang Kristen dapat dengan baik membuat anggaran pendapatan berdasarkan kepentingan perpuluhan, menyumbang untuk proyek misi dan jangkauan rohani, dan masih punya cukup uang untuk membayar tagihan pribadi.
HUBUNGKAN
Prophets and Kings, pp. 238–239 and 250–252; Testimonies, vol. 4, p. 336; Counsels on Stewardship, “The Principles of Stewardship,” pp. 111–113.
Deena Bartel-Wagner, Spencerport, New York, U.S.A.
Friday, 26 November 2010
SSCQ Pelajaran 10 Kwartal IV 2010
Latar Belakang dan Karakter dalam Perjanjian Lama
Umat Allah: Ketaatan bukanlah Pilihan
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 4,
27 NOVEMBER—4 DESEMBER 2010
Diterjemahkan Oleh: Jessie dan Alwin Simanjuntak
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Pet. 1:20, 21).
Sabbath
27 NOVEMBER
Joh 15:10 Pendahuluan
Kebebasan Memilih Dalam Penurutan
Behavioris berargumen bahwa "kehendak" menggambarkan sesuatu yang signifikan. Mereka berpendapat bahwa kita berespon terhadap rangsangan dan situasi daripada kebebasan untuk memilih. Mereka menyebut hal ini sebagai proses stimulus-respons. "Ketika sebuah stimulus tertentu terlihat, seseorang bisa memiliki lebih dari satu cara untuk berespon, tetapi orang akan memilih pilihan yang telah tertanam di masa lalu. Penguatan umumnya terjadi melalui sistem imbalan dan hukuman, atau hasil yang baik atau buruk"* Alkitab menentang konsep ini.
Taat kepada Tuhan menghasilkan hubungan yang diubah dengan-Nya
Sebelum jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa tidak mengenal dosa, apalagi konsekuensi dosa. Mereka bisa memilih dengan bebas, oleh karena Tuhan memberi mereka kebebasan untuk memilih. Sayangnya, mereka memilih untuk berbuat dosa. Setelah kejatuhan, kita masih memiliki kebebasan memilih, tetapi karena sifat alami kita adalah dosa, kita cenderung untuk mengikuti impuls daripada hati nurani kita. Membiarkan Roh Kudus untuk masuk ke dalam hidup kita membuat perbedaan. Ia menuntun kita dalam memilih arah yang benar yang harus kita ambil jika kita menginginkan Tuhan dalam kehidupan kita.
Kadang-kadang mudah bagi kita untuk memilih Allah, tetapi kadang-kadang sangat sulit. Ketika kita sulit untuk memilih Allah kita seringkali menghalangi bisikan Roh Kudus. Kita perlu melihat lagi contoh penurutan yang diteladankan oleh Yesus. Pada malam sebelum penyaliban, Yesus berkata kepada sahabat-sahabatNya “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yoh 15:10).
Taat kepada Tuhan menghasilkan hubungan yang diubah dengan-Nya. Seperti Yesus, kita dapat, oleh kuasa Roh-Nya, berjalan mengikuti kehendak ilahi. Kami akan dengan senang melakukan apa yang menyenangkan Dia. Yesus setia bahkan sampai mati-memenuhi kewajiban-Nya sampai akhir. Dan karena ketaatan-Nya, kita memiliki pengharapan hidup kekal. Yerobeam berdiri kontras dengan Yesus. Ketika Anda mempelajari minggu ini tentang Abdi Allah yang tidak disebutkan namanya, tanyakan pada diri apa yang akan Anda pilih. Apakah Anda akan memilih untuk mengikuti kehendak Allah atau kecenderungan dosa?
_____________
*The Popular Science, vol. 5 (Republic of China: Grolier International, Inc., 1991), p. 299.
Girlie G. Sumawang, Guimba, Nueva Ecija, Philippines
Minggu
28 NOVEMBER
Bukti
Penurutan Versus Ketidak Penurutan 1 Raj 13
Yerobeam gagal belajar dari masa lalu. Adalah pada puncak ketidakmenurutannya ketika seorang abdi Allah (1 Raj 13:1) dipanggil untuk mengumumkan penghakiman Allah atas seorang raja yang kerajaannya berada dalam keadaan moral yang rusak.
Ketidaktaatan Yerobeam begitu besar dimana ia mencoba untuk "mencobai" seorang abdi Allah dengan menunjukkan kebaikan kepadanya. Tetapi abdi Allah itu berkata kepada raja: "Sekalipun setengah dari istanamu kauberikan kepadaku, aku tidak mau singgah kepadamu; juga aku tidak mau makan roti atau minum air di tempat ini. (1Raj13:8). Jadi sesuatu yang kontras terlihat antara ketaatan abdi Allah dan ketidaktaatan raja. Namun, cerita tidak berakhir di sini.
Keputusan untuk menurut atau tidak menurut tidak boleh dianggap enteng
Seorang nabi tua berangkat untuk menemui abdi Allah ketika ia kembali ke Yehuda. Ketika nabi tua bercakap-cakap dengan abdi Allah, nabi tua menawarkan sebuah undangan lain yang mirip dengan undangan raja (1 Raja-raja 13:15). Sekali lagi, abdi Allah menolak tawaran itu, tetapi nabi tetap berkeras, mengatakan bahwa undangan itu adalah apa yang Tuhan telah tunjukkan kepadanya (ayat 18). Kemudian abdi Allah itu diyakinkan untuk pulang dengan nabi dan makan. Sementara makan bersama, kata-kata yang sebenarnya datang dari Tuhan ke nabi tua, dan itu adalah pernyataan penghakiman pada abdi Allah (ayat 21, 22). Dalam perjalanan pulang untuk kedua kalinya, seekor singa menerkamnya. Tidak diceritakan alasan yang jelas mengapa nabi tua untuk memberikan penguburan yang layak bagi abdi Allah. Setelah itu, dia mengatakan kepada anak-anaknya bahwa pernyataan penghakiman abdi Allah untuk Yerobeam akan "pasti menjadi kenyataan" (ayat 32). Yerobeam menolak untuk meninggalkan penyembahan berhala. Dia terus mencemarkan tugas keimamatan. Sepasti firman Tuhan, kejatuhan itu datang!
Keputusan untuk menurut atau tidak menurut tidak boleh dianggap enteng. Kita harus melawan godaan untuk tidak turut terhadap Firman Tuhan. Hanya dengan demikian kita dapat menemukan kekuatan untuk menahan godaan. "Jangan lihat keadaan, kelemahan diri, atau kuatnya godaan, tetapi pandang pada kuasa firman Allah. Segala kekuatan yang bersumber dari firman Allah adalah milik kita
Abdi Allah yang tidak disebutkan namanya mengajarkan kita bahwa ketaatan benar-benar merupakan masalah hidup dan mati!
REAKSI
1. Dalam keadaan apa kita dapat menjadi seperti abdi Allah dalam cerita di atas?
2. Mengapa kita harus menganggap serius masalah penurutan?
___________________
*The Ministry of Healing, p. 181.
Madonna Lourdes D. Morenos-Felicitas, Silang, Cavite, Philippines
Senin
29 NOVEMBER
Keluaran 32; 1 Raja2 13:1–34; Dan. 5:13–17 Logos
Dilarang Duduk secara Total di Pagar Tanaman
Abdi Allah Dari Yehuda (1 Raj 13:1–34)
Satu Raja-Raja 13 menceritakan tentang seorang dari Yehuda yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan pesan dari-Nya kepada Raja Yerobeam. Yerobeam adalah raja pertama Israel di wilayah utara, setelah sepuluh suku memisahkan diri dari kerajaan Israel (lihat 1 Raja-raja 11:29-37). Gantinya mengikuti ketetapan dan perintah Allah (ayat 38), Yerobeam membangun lembu emas di Betel dan Dan untuk Israel. Dia juga membangun kuil di tempat-tempat tinggi dan imam yang ditunjuk untuk tempat-tempat suci tersebut yang bukan kaum Lewi.
Abdi Allah mendapati Yerobeam sedang berdiri di samping mezbah. Abdi Allah kemudian berseru terhadap mezbah itu dan menyampaikan pesan Tuhan: seorang anak bernama Yosia akan lahir di rumah Daud. Anak ini akan menyembelih imam-imam di atas mezbah dimana Yerobeam berdiri (1 Raja-raja 13:2). Pria itu mengatakan bahwa mezbah itu akan pecah dan abu di atasnya akan dicurahkan (ayat 3). Setelah mendengar hal ini, Yerobeam memerintahkan bahwa abdi Allah ditangkap, tetapi tangan yang terulur ke arah orang itu menjadi kejang. Pada saat yang sama, altar pecah dan abu di atasnya tercurah. Dengan demikian, sebagian dari nubuat abdi Allah tergenapi.
Anda berada di halaman Tuhan atau berada di luar. Anda tidak bisa duduk di pagar
Yerobeam memohon kepada abdi Allah untuk berdoa baginya sehingga tangannya pulih. Abdi Allah merespon positif, dan tangan raja dipulihkan. Yerobeam mengundang abdi Allah untuk makan bersamanya. Dia juga ingin memberikan orang itu hadiah. Namun, abdi Allah menolak undangan raja, karena Tuhan telah memerintahkan kepadanya "'Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu'" (ayat 9). Lalu abdi Allah itu mengambil jalan yang berbeda.
Sementara duduk di bawah pohon beringin, abdi Allah bertemu dengan seorang nabi tua dari Betel yang mengikutinya setelah ia mendengar dari anak-anaknya tentang apa yang terjadi antara abdi Allah dan Raja Yerobeam. Nabi tua mengundang abdi Allah untuk makan di rumahnya, tetapi ia menolak dan mengulangi instruksi Tuhan kepadanya. Tetapi nabi tua berbohong kepadanya dan berkata, "seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air." (ayat 18). Jadi, abdi Allah itu dibujuk untuk kembali dengan cara ia datang, dan untuk makan dan minum di rumah nabi.
Tuhan datang ke nabi tua dan menyuruhnya untuk memberitahu abdi Allah penghakiman yang akan menimpa dia karena tidak mentaati perintah Allah. Akibatnya, tubuhnya tidak akan dikuburkan di makam nenek moyangnya. Pada perjalanan pulang, seekor singa menyerang dan membunuh abdi Allah. Setelah mendengar berita itu, Nabi tua membawa kembali tubuh abdi Allah dan menguburnya dalam kuburnya sendiri. Namun meskipun semua ini terjadi, Yerobeam menolak untuk berbalik dari dosanya.
Prioritas Pertama—Penurutan Kepada Allah (Keluaran 32; Dan. 5:13–17)
Setan sangat licik. Seperti yang kita lihat dalam cerita tentang abdi Allah, dia akan menggunakan segala cara untuk menipu umat Allah, untuk membawa mereka ke kehancuran. Kita harus waspada dalam segala sesuatu yang kita lakukan; dan tidak ada cara yang lebih baik untuk mempersenjatai diri melawan musuh selain membaca firman Allah dengan setia dan menerapkannya ke kehidupan sehari-hari.
Seperti orang Israel yang tidak mentaati Allah dengan menyembah anak lembu emas di padang gurun dan Raja Belsyazar yang melakukan apa yang dia senang, ketidaktaatan kita kepada Allah akan mendatangkan konsekuensi langsung ataupun tidak langsung. Kadang-kadang kita mungkin tidak mengerti kehendak Allah, tetapi kita bisa percaya bahwa semuanya adalah untuk kebaikan kita sendiri dan bahwa Allah hanya menginginkan yang terbaik untuk kita.
Allah memerintahkan kita untuk mematuhi-Nya dengan sepenuh hati. Penurutan harus total, kalau tidak, tidak menurut sama sekali. Itu hitam atau putih. Tidak ada wilayah abu-abu. Anda berada di halaman Tuhan atau berada di luar. Anda tidak bisa duduk di pagar. Yesus adalah contoh terbaik dalam penurutan sempurna. Hati yang meluap dengan kasih untuk Tuhan akan menghasilkan ketaatan. Itu adalah satu-satunya kita dapat menang atas dosa seperti Yesus.
REAKSI
1. Dalam pelajaran yang baru kita pelajari, kebenaran dianggap kepalsuan. Bagaimana kebenaran diidentifikasi dengan kepalsuan pada zaman sekarang? Bagaimana hal ini mungkin terjadi di masa depan?
2. Bagaimana kita bisa siap sedia untuk masa dimana kebenaran akan dilihat sebagai kepalsuan? Lihat Efesus 6:10-18.
3. Abdi Allah dalam pelajaran pekan ini bertemu dengan singa. Daniel bertemu dengan beberapa singa. Abdi Allah tidak bertahan. Daniel selamat. Dimana perbedaannya?
4. Ketika Yerobeam berserah kepada Tuhan, lengannya dipulihkan. Mengapa Allah memulihkan lengannya meskipun Ia tahu bahwa pada akhirnya Yerobeam tetap akan menyangkal Dia?
5. Apa yang diajarkan nabi tua tentang usaha Setan untuk membawa kita berbuat dosa?
Bongga L. Agno, Muntinlupa City, Philippines
Selasa
30 NOVEMBER
Kesaksian
Abdi Allah Menegur Raja 1 Raja-raja 13:1–34
Abdi Allah meramalkan kehancuran mezbah Yerobeam dan imam berhalanya. Dia memberi Yerobeam tanda bahwa nubuatannya akan terjadi. Yerobeam menjadi marah dan memerintahkan abdi Allah untuk ditangkap. Ia mengulurkan tangannya tetapi lengannya menjadi kejang. Mezbah itu pecah, dan abu tercurah, sesuai dengan tanda yang diberikan oleh abdi Allah. Oleh karena perantaraan abdi Allah, lengan Yerobeam dipulihkan. Yerobeam mengundang abdi Allah untuk makan dan minum, tetapi ia menolak dan mengatakan kepadanya bahwa ia diperintahkan oleh Allah untuk tidak makan atau minum di tempat itu. Lalu ia berangkat.
Waspadalah terhadap mereka yang ajarannya bertentangan dengan firman Tuhan
“Tuhan berusaha untuk menyelamatkan, bukan untuk menghancurkan. Dia senang menyelamatkan orang berdosa. 'Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. "(Yehezkiel 33:11)."1 . . . "Dia memberikan kepada orang-orang pilihan-Nya keberanian, sehingga mereka yang mendengar akan takut dan dibawa kepada pertobatan. Lihatlah bagaimana tegasnya abdi Allah ini menegur raja! . . . Tuhan memberikan keberanian hamba-Nya, sehingga meninggalkan kesan yang dalam pada mereka yang mendengarnya. Para utusan Tuhan tidak pernah takut wajah manusia, tetapi mereka berdiri teguh untuk kebenaran. Jadi selama mereka menaruh harapan pada Allah, mereka tidak perlu takut, karena Dia yang memberi mereka suatu tugas, juga memberi mereka juga jaminan perlindungan-Nya.”2
Setelah abdi Allah tidak mentaati perintah Tuhan, Tuhan berbicara melalui orang yang digunakan sebagai utusan si jahat. Firman Tuhan datang ke nabi tua dan dia menubuatkan kematian abdi Allah, yang dibunuh oleh singa dalam perjalanan. "Karena nabi yang benar membiarkan dirinya untuk mengambil jalan yang bertentangan dengan tugasnya, Tuhan mengijinkan dia untuk mengalami hukuman dari pelanggarannya.”3
Waspadalah terhadap mereka yang ajarannya bertentangan dengan firman Tuhan. Apapun gelar atau prestasi mereka, kita harus mendengar dan melakukan firman Tuhan! Ketidaktaatan kepada Allah adalah penyebab dari kematian yang cepat dan memalukan atas abdi Allah.
REAKSI
1. Pelajaran apa yang dapat diambil dari abdi Allah?
2. Dapatkah dianggap bahwa ketidaktaatan abdi Allah adalah "kesalahan yang bukan dosanya"? Mengapa atau mengapa tidak
_____________________
1. Conflict and Courage, p. 202.
2. Ibid.
3. Prophets and King, p. 106.
Alfred H. Selin, Taguig City, Philippine
Rabu
1 DESEMBER
Maz 119:33–40 Bagaimana
Kiat Menurut Allah
Minggu ini, kita telah mempelajari tentang apa yang terjadi pada seorang abdi Allah yang tidak disebutkan namanya Allah karena ketidaktaatannya. Jadi untuk pelajaran hari ini, mari kita bahas beberapa tips tentang bagaimana menjadi taat
Jangan keras kepala. Bangsa Israel adalah orang-orang tegar tengkuk. (Keluaran 32). Kadang-kadang kita juga tegar tengkuk. Ketika orang tua kita memberitahu kita apa yang harus dilakukan, kita tidak mematuhi mereka. Namun, mengingat sifat kita yang telah jatuh dalam dosa, orang tua kita juga dapat membuat kesalahan. Bukan merupakan kewajiban untuk mematuhi mereka jika apa yang mereka yang inginkan bertentangan dengan Firman Tuhan. Yohanes 14:15 jelas, "'Jika engkau mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku’”.
Dengan membaca Firman Tuhan secara teratur, kita dibawa untuk mengenal Dia secara pribadi
Miliki motivasi. Ketika kita mematuhi perintah-perintah dari orang tua kita, mereka terkadang memberi kita penghargaan. Ketika saya masih muda, ayah mengatakan bahwa jika saya mempelajari pelajaran saya dan mendapat nilai tinggi, ia akan memberi hadiah pada hari ulang tahun saya. Sebagai anak muda, saya tidak bisa menahan. Hadiah, bagaimanapun, tidak boleh satu-satunya kekuatan impelling kita untuk taat. Ketika datang ke menaati Allah, cinta kita kepada-Nya harus menjadi motivasi kita.
Membaca Alkitab dengan setia. Dalam dunia yang serba cepat, kita begitu sibuk dengan begitu banyak hal sehingga ada hari-hari dimana kita tidak mempelajari Alkitab. Namun, dengan membaca Firman Tuhan secara teratur, kita dibawa untuk mengenal Dia secara pribadi dan memahami kehendak-Nya bagi kita
Bangun kembali ketika Anda tersandung. Karena kita adalah orang berdosa, kita kadang-kadang akan menyimpang dari jalan yang sempit ketaatan yang mengarah kepada Allah. Ketika kita meminta pengampunan, melakukan hal yang benar, dan melakukan dengan baik kesempatan-kesempatan yang Tuhan memberikan kepada kita, kita akan menemukan kedamaian dan sukacita yang hanya Tuhan sendiri dapat berikan. Banyak orang muda yang ingin berada jauh dari orang tua mereka dan lebih memilih untuk pergi bersama dengan rekan-rekan mereka. Tapi seringkali teman-teman ini justru membawa mereka untuk menjadi anak nakal. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan masih memberikan mereka kesempatan untuk hidup baru, jika saja mereka bersedia untuk berserah kepada-Nya.
Mengikuti Tuhan meskipun banyak tantangan. Agen-agen setan akan menguji sampai sejauh mungkin bisa mencobai kita. Yoh 15:21 katakan, “Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku." Jika kita mengenal Yesus, Ia akan senantiasa bersama kita dalam setiap langkah .
Raleigh Herbert G. Ampuan, Sta. Ana, Manila, Philippines
Kamis
2 DESEMBER
Pendapat
Kebebasan Versus Penurutan Yohanes 14:15
“Taat sebelum mengeluh” adalah prinsip yang terkenal di kalangan militer. “Seorang pemimpin yang baik merupakan pengikut yang baik” adalah perkataan orang – orang bijak. Di organisasi manapun, ada peraturan-peraturan yang mesti diikuti. Ada yang berusaha merubah peraturan tersebut, namun pada akhirnya, akan ada akibat dari perbuatan demikian. Itu sebabnya umat Kristen menekankan pentingnya penurutan untuk memelihara kepercayaan dan kasih. Banyak anak muda lebih memilih untuk berpendapat bahwa ketaatan mencegah kebebasan mereka untuk memilih, daripada memilih untuk mencoba mengerti keuntungan dari ketaatan.
Suatu Sabat di gereja, saya mengamati seorang anak yang tidak menurut. Singkat cerita, ibu anak tersebut harus meninggalkan kebaktian gereja demi mendisiplinkan anaknya. Sambil mereka meninggalkan ruang ibadah, saya memikirkan sedih yang dirasakan oleh ibu tersebut terhadap anaknya dan bagaimana Tuhan juga merasakan sakit yang sama bilamana kita hidup berlawanan dengan hukumNya.
Pembawaan kita sebagai manusia berdosa membuat kita susah memilih apa yang benar
Seringkali kita menderita akibat keputusan – keputusan buruk yang telah kita perbuat, keputusan yang bertentangan dengan prinsip – prinsip iman kita. Yang terburuk adalah bila kita tidak mengakui kesalahan kita dan berusaha menutup-nutupi apa telah kita perbuat. Ini akan mendatangkan sakit, keresahan dan perasaan bersalah. Kenapa kita masih hidup seperti ini, sedangkan kita dijanjikan Roh Kudus yang akan memandu kita, yang akan hidup di hati kita masing-masing? Suatu kali saya bertanya kepada kelas sekolah Sabat saya, “Bila kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, apakah demikian susahnya mengikuti sabdaNya? (Baca Yohanes 14:15) Ada yang menjawab tidak, yang lain menjawab iya. Kemudian ada yang berkata, “Tidak susah menjalankan kehendakNya, namun sangatlah susah menaklukkan sifat manusia yang berdosa ini.”
Sifat manusia yang berdosa ini lah yang mempersulit kita untuk memilih apa yang benar. Kita lebih memilih memenuhi kehendak hati kita daripada kehendak Tuhan. Namun, bilamana Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, kita mampu memilih kehendak Tuhan yang jadi bagi kita. Tuhan memberikan kepada kita hukum – hukum karena Dia mengasihi kita dan Dia mengetahui apa yang terbaik bagi kita. HukumNya didasari oleh kasih. Baca Matius 22:34-40.
REAKSI
1. Apakah Tuhan benar-benar menghukum kita karena dosa-dosa kita, ataukah yang kita lihat sebagai hukuman sebenarnya akibat dari pelanggaran? Jelaskan jawaban anda.
2. Bagaimana sebuah pelanggaran membuktikan kasih kita kepada Tuhan?
3. Baca Sepuluh Hukum di Keluaran 20:1-17. Sambil membaca, renungkan bagaimana kasihlah yang menjadi dasar dari tiap hukum.
4. Apakah yang menjadi keinginan hati anda? Bagaimankah keinginan tersebut jika dibandingkan atau dihadapkan dengan kehendak Tuhan bagi anda?
Samuel D. Bagano Jr., Muntinlupa City, Philippines
Jum’at
3 DESEMBER
Eksplorasi
Peraturan Tidak Dibuat untuk Dilanggar Maz. 119:33-40
SIMPULKAN
Jeroboam gagal belajar dari masa lalu, dan “hamba Tuhan” gagak belajar dari Jeroboam. Pada waktu menghadapi raja yang dengan sangat jelas menunjukkan ketentangannya kepada Tuhan, nabi tersebut tidak ada masalah melawan pencobaan. Namum waktu dihadapi dengan pencobaan tidak terduga yang lebih halus, ia menyerah. Apapun yang kurang dari ketaatan total kepada Tuhan tidak bias diterima. Walau mustahil dari sudut pandang manusia, dengan bantuan Tuhan, kita akan mendapatkan kekuatan untuk taat walau bagaimanapu keadaan kita. Hati yang melimpah oleh kasih bagi Tuhan akan mengungkapkan kasihnya melalui ketaatan.
MENIMBANG
• Tambahkan satu atau dua tetes pewarna makanan ke dalam air, dan campurkan. Terus tambahkan tetes demi tetes pewarna makanan tersebut dan campurkan, perhatian berapa banyak yang harus ditambahkan sampai air tersebut berubah warna. Bayangkan zat perwarna tersebut adalah racun. Berapa banyak yang anda butuhkan sampai anda tidak akan mau minum air tadi? Demikan, bagaimana ketaatan, seperti racun, di dalam hidup kita?
• Nyanyikan “Kalau Serta Tuhan” (Lagu Sion No. 145). Bagaimanakah lagu ini mencerminkan pengalaman penurutan anda?
• Diskusikan dengan teman tentang bagian hidup anda dimana anda bergumul dengan ketaatan terhadap kehendak Tuhan. Minta teman anda berdoa dengan anda, untuk anda, dan membuat anda bertanggung jawab atas tindakan anda.
• Coba untuk tidak menentang hukum apapun. Seringkali kita “tidak sadar” melanggar hukum dengan mengemudi sedikit di atas batas kecepatan atau melewati lampu lalu lintas disaat lampu kuning berganti merah. Kita terkadang melanggar hukum Tuhan dengan berbohong demi “kebaikan” atau “pergaulan”, contohnya mengatakan kepada seorang di telephone bahwa mereka tidak mengganggu anda, padahal mereka memang mengganggu. Pada akhirnya, baca Yohanes 3:16-21. Bagaimana percobaan tersebut mengajari anda tentang ketaatan?
• Daftarkan 10 janji dimana Tuhan berkata bahwa Ia akan bersama kita. Dengan teman anda, hafalkan satu atau dia janji-janji tersebut.
• Tanya kepada 20 orang, arti dari ketaatan. Bagaimana penjelasan dari arti ketaatan tersebut sesuai dengan pelajaran minggu ini?
• Potonglah bentuk hati yang besar dari kertas, dan tuliskan hal-hal yang anda syukuri dari Tuhan dan alasan-alasan mengapa anda mengasihi Tuhan. Mintalah dari Tuhan bantuan bagi anda untuk menaati sabdaNya.
MENGHUBUNGKAN
Steps to Christ; Doug Batchelor, Broken Chains (Nampa, Id.: Pacific Press©, 2004); Richard E. Richardson, Fugitives (Hagerstown, Md.: Review & Herald©, n.d.)
Audrey Andersson, Lindesberg, Sweden
Umat Allah: Ketaatan bukanlah Pilihan
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 4,
27 NOVEMBER—4 DESEMBER 2010
Diterjemahkan Oleh: Jessie dan Alwin Simanjuntak
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Pet. 1:20, 21).
Sabbath
27 NOVEMBER
Joh 15:10 Pendahuluan
Kebebasan Memilih Dalam Penurutan
Behavioris berargumen bahwa "kehendak" menggambarkan sesuatu yang signifikan. Mereka berpendapat bahwa kita berespon terhadap rangsangan dan situasi daripada kebebasan untuk memilih. Mereka menyebut hal ini sebagai proses stimulus-respons. "Ketika sebuah stimulus tertentu terlihat, seseorang bisa memiliki lebih dari satu cara untuk berespon, tetapi orang akan memilih pilihan yang telah tertanam di masa lalu. Penguatan umumnya terjadi melalui sistem imbalan dan hukuman, atau hasil yang baik atau buruk"* Alkitab menentang konsep ini.
Taat kepada Tuhan menghasilkan hubungan yang diubah dengan-Nya
Sebelum jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa tidak mengenal dosa, apalagi konsekuensi dosa. Mereka bisa memilih dengan bebas, oleh karena Tuhan memberi mereka kebebasan untuk memilih. Sayangnya, mereka memilih untuk berbuat dosa. Setelah kejatuhan, kita masih memiliki kebebasan memilih, tetapi karena sifat alami kita adalah dosa, kita cenderung untuk mengikuti impuls daripada hati nurani kita. Membiarkan Roh Kudus untuk masuk ke dalam hidup kita membuat perbedaan. Ia menuntun kita dalam memilih arah yang benar yang harus kita ambil jika kita menginginkan Tuhan dalam kehidupan kita.
Kadang-kadang mudah bagi kita untuk memilih Allah, tetapi kadang-kadang sangat sulit. Ketika kita sulit untuk memilih Allah kita seringkali menghalangi bisikan Roh Kudus. Kita perlu melihat lagi contoh penurutan yang diteladankan oleh Yesus. Pada malam sebelum penyaliban, Yesus berkata kepada sahabat-sahabatNya “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yoh 15:10).
Taat kepada Tuhan menghasilkan hubungan yang diubah dengan-Nya. Seperti Yesus, kita dapat, oleh kuasa Roh-Nya, berjalan mengikuti kehendak ilahi. Kami akan dengan senang melakukan apa yang menyenangkan Dia. Yesus setia bahkan sampai mati-memenuhi kewajiban-Nya sampai akhir. Dan karena ketaatan-Nya, kita memiliki pengharapan hidup kekal. Yerobeam berdiri kontras dengan Yesus. Ketika Anda mempelajari minggu ini tentang Abdi Allah yang tidak disebutkan namanya, tanyakan pada diri apa yang akan Anda pilih. Apakah Anda akan memilih untuk mengikuti kehendak Allah atau kecenderungan dosa?
_____________
*The Popular Science, vol. 5 (Republic of China: Grolier International, Inc., 1991), p. 299.
Girlie G. Sumawang, Guimba, Nueva Ecija, Philippines
Minggu
28 NOVEMBER
Bukti
Penurutan Versus Ketidak Penurutan 1 Raj 13
Yerobeam gagal belajar dari masa lalu. Adalah pada puncak ketidakmenurutannya ketika seorang abdi Allah (1 Raj 13:1) dipanggil untuk mengumumkan penghakiman Allah atas seorang raja yang kerajaannya berada dalam keadaan moral yang rusak.
Ketidaktaatan Yerobeam begitu besar dimana ia mencoba untuk "mencobai" seorang abdi Allah dengan menunjukkan kebaikan kepadanya. Tetapi abdi Allah itu berkata kepada raja: "Sekalipun setengah dari istanamu kauberikan kepadaku, aku tidak mau singgah kepadamu; juga aku tidak mau makan roti atau minum air di tempat ini. (1Raj13:8). Jadi sesuatu yang kontras terlihat antara ketaatan abdi Allah dan ketidaktaatan raja. Namun, cerita tidak berakhir di sini.
Keputusan untuk menurut atau tidak menurut tidak boleh dianggap enteng
Seorang nabi tua berangkat untuk menemui abdi Allah ketika ia kembali ke Yehuda. Ketika nabi tua bercakap-cakap dengan abdi Allah, nabi tua menawarkan sebuah undangan lain yang mirip dengan undangan raja (1 Raja-raja 13:15). Sekali lagi, abdi Allah menolak tawaran itu, tetapi nabi tetap berkeras, mengatakan bahwa undangan itu adalah apa yang Tuhan telah tunjukkan kepadanya (ayat 18). Kemudian abdi Allah itu diyakinkan untuk pulang dengan nabi dan makan. Sementara makan bersama, kata-kata yang sebenarnya datang dari Tuhan ke nabi tua, dan itu adalah pernyataan penghakiman pada abdi Allah (ayat 21, 22). Dalam perjalanan pulang untuk kedua kalinya, seekor singa menerkamnya. Tidak diceritakan alasan yang jelas mengapa nabi tua untuk memberikan penguburan yang layak bagi abdi Allah. Setelah itu, dia mengatakan kepada anak-anaknya bahwa pernyataan penghakiman abdi Allah untuk Yerobeam akan "pasti menjadi kenyataan" (ayat 32). Yerobeam menolak untuk meninggalkan penyembahan berhala. Dia terus mencemarkan tugas keimamatan. Sepasti firman Tuhan, kejatuhan itu datang!
Keputusan untuk menurut atau tidak menurut tidak boleh dianggap enteng. Kita harus melawan godaan untuk tidak turut terhadap Firman Tuhan. Hanya dengan demikian kita dapat menemukan kekuatan untuk menahan godaan. "Jangan lihat keadaan, kelemahan diri, atau kuatnya godaan, tetapi pandang pada kuasa firman Allah. Segala kekuatan yang bersumber dari firman Allah adalah milik kita
Abdi Allah yang tidak disebutkan namanya mengajarkan kita bahwa ketaatan benar-benar merupakan masalah hidup dan mati!
REAKSI
1. Dalam keadaan apa kita dapat menjadi seperti abdi Allah dalam cerita di atas?
2. Mengapa kita harus menganggap serius masalah penurutan?
___________________
*The Ministry of Healing, p. 181.
Madonna Lourdes D. Morenos-Felicitas, Silang, Cavite, Philippines
Senin
29 NOVEMBER
Keluaran 32; 1 Raja2 13:1–34; Dan. 5:13–17 Logos
Dilarang Duduk secara Total di Pagar Tanaman
Abdi Allah Dari Yehuda (1 Raj 13:1–34)
Satu Raja-Raja 13 menceritakan tentang seorang dari Yehuda yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan pesan dari-Nya kepada Raja Yerobeam. Yerobeam adalah raja pertama Israel di wilayah utara, setelah sepuluh suku memisahkan diri dari kerajaan Israel (lihat 1 Raja-raja 11:29-37). Gantinya mengikuti ketetapan dan perintah Allah (ayat 38), Yerobeam membangun lembu emas di Betel dan Dan untuk Israel. Dia juga membangun kuil di tempat-tempat tinggi dan imam yang ditunjuk untuk tempat-tempat suci tersebut yang bukan kaum Lewi.
Abdi Allah mendapati Yerobeam sedang berdiri di samping mezbah. Abdi Allah kemudian berseru terhadap mezbah itu dan menyampaikan pesan Tuhan: seorang anak bernama Yosia akan lahir di rumah Daud. Anak ini akan menyembelih imam-imam di atas mezbah dimana Yerobeam berdiri (1 Raja-raja 13:2). Pria itu mengatakan bahwa mezbah itu akan pecah dan abu di atasnya akan dicurahkan (ayat 3). Setelah mendengar hal ini, Yerobeam memerintahkan bahwa abdi Allah ditangkap, tetapi tangan yang terulur ke arah orang itu menjadi kejang. Pada saat yang sama, altar pecah dan abu di atasnya tercurah. Dengan demikian, sebagian dari nubuat abdi Allah tergenapi.
Anda berada di halaman Tuhan atau berada di luar. Anda tidak bisa duduk di pagar
Yerobeam memohon kepada abdi Allah untuk berdoa baginya sehingga tangannya pulih. Abdi Allah merespon positif, dan tangan raja dipulihkan. Yerobeam mengundang abdi Allah untuk makan bersamanya. Dia juga ingin memberikan orang itu hadiah. Namun, abdi Allah menolak undangan raja, karena Tuhan telah memerintahkan kepadanya "'Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu'" (ayat 9). Lalu abdi Allah itu mengambil jalan yang berbeda.
Sementara duduk di bawah pohon beringin, abdi Allah bertemu dengan seorang nabi tua dari Betel yang mengikutinya setelah ia mendengar dari anak-anaknya tentang apa yang terjadi antara abdi Allah dan Raja Yerobeam. Nabi tua mengundang abdi Allah untuk makan di rumahnya, tetapi ia menolak dan mengulangi instruksi Tuhan kepadanya. Tetapi nabi tua berbohong kepadanya dan berkata, "seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air." (ayat 18). Jadi, abdi Allah itu dibujuk untuk kembali dengan cara ia datang, dan untuk makan dan minum di rumah nabi.
Tuhan datang ke nabi tua dan menyuruhnya untuk memberitahu abdi Allah penghakiman yang akan menimpa dia karena tidak mentaati perintah Allah. Akibatnya, tubuhnya tidak akan dikuburkan di makam nenek moyangnya. Pada perjalanan pulang, seekor singa menyerang dan membunuh abdi Allah. Setelah mendengar berita itu, Nabi tua membawa kembali tubuh abdi Allah dan menguburnya dalam kuburnya sendiri. Namun meskipun semua ini terjadi, Yerobeam menolak untuk berbalik dari dosanya.
Prioritas Pertama—Penurutan Kepada Allah (Keluaran 32; Dan. 5:13–17)
Setan sangat licik. Seperti yang kita lihat dalam cerita tentang abdi Allah, dia akan menggunakan segala cara untuk menipu umat Allah, untuk membawa mereka ke kehancuran. Kita harus waspada dalam segala sesuatu yang kita lakukan; dan tidak ada cara yang lebih baik untuk mempersenjatai diri melawan musuh selain membaca firman Allah dengan setia dan menerapkannya ke kehidupan sehari-hari.
Seperti orang Israel yang tidak mentaati Allah dengan menyembah anak lembu emas di padang gurun dan Raja Belsyazar yang melakukan apa yang dia senang, ketidaktaatan kita kepada Allah akan mendatangkan konsekuensi langsung ataupun tidak langsung. Kadang-kadang kita mungkin tidak mengerti kehendak Allah, tetapi kita bisa percaya bahwa semuanya adalah untuk kebaikan kita sendiri dan bahwa Allah hanya menginginkan yang terbaik untuk kita.
Allah memerintahkan kita untuk mematuhi-Nya dengan sepenuh hati. Penurutan harus total, kalau tidak, tidak menurut sama sekali. Itu hitam atau putih. Tidak ada wilayah abu-abu. Anda berada di halaman Tuhan atau berada di luar. Anda tidak bisa duduk di pagar. Yesus adalah contoh terbaik dalam penurutan sempurna. Hati yang meluap dengan kasih untuk Tuhan akan menghasilkan ketaatan. Itu adalah satu-satunya kita dapat menang atas dosa seperti Yesus.
REAKSI
1. Dalam pelajaran yang baru kita pelajari, kebenaran dianggap kepalsuan. Bagaimana kebenaran diidentifikasi dengan kepalsuan pada zaman sekarang? Bagaimana hal ini mungkin terjadi di masa depan?
2. Bagaimana kita bisa siap sedia untuk masa dimana kebenaran akan dilihat sebagai kepalsuan? Lihat Efesus 6:10-18.
3. Abdi Allah dalam pelajaran pekan ini bertemu dengan singa. Daniel bertemu dengan beberapa singa. Abdi Allah tidak bertahan. Daniel selamat. Dimana perbedaannya?
4. Ketika Yerobeam berserah kepada Tuhan, lengannya dipulihkan. Mengapa Allah memulihkan lengannya meskipun Ia tahu bahwa pada akhirnya Yerobeam tetap akan menyangkal Dia?
5. Apa yang diajarkan nabi tua tentang usaha Setan untuk membawa kita berbuat dosa?
Bongga L. Agno, Muntinlupa City, Philippines
Selasa
30 NOVEMBER
Kesaksian
Abdi Allah Menegur Raja 1 Raja-raja 13:1–34
Abdi Allah meramalkan kehancuran mezbah Yerobeam dan imam berhalanya. Dia memberi Yerobeam tanda bahwa nubuatannya akan terjadi. Yerobeam menjadi marah dan memerintahkan abdi Allah untuk ditangkap. Ia mengulurkan tangannya tetapi lengannya menjadi kejang. Mezbah itu pecah, dan abu tercurah, sesuai dengan tanda yang diberikan oleh abdi Allah. Oleh karena perantaraan abdi Allah, lengan Yerobeam dipulihkan. Yerobeam mengundang abdi Allah untuk makan dan minum, tetapi ia menolak dan mengatakan kepadanya bahwa ia diperintahkan oleh Allah untuk tidak makan atau minum di tempat itu. Lalu ia berangkat.
Waspadalah terhadap mereka yang ajarannya bertentangan dengan firman Tuhan
“Tuhan berusaha untuk menyelamatkan, bukan untuk menghancurkan. Dia senang menyelamatkan orang berdosa. 'Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. "(Yehezkiel 33:11)."1 . . . "Dia memberikan kepada orang-orang pilihan-Nya keberanian, sehingga mereka yang mendengar akan takut dan dibawa kepada pertobatan. Lihatlah bagaimana tegasnya abdi Allah ini menegur raja! . . . Tuhan memberikan keberanian hamba-Nya, sehingga meninggalkan kesan yang dalam pada mereka yang mendengarnya. Para utusan Tuhan tidak pernah takut wajah manusia, tetapi mereka berdiri teguh untuk kebenaran. Jadi selama mereka menaruh harapan pada Allah, mereka tidak perlu takut, karena Dia yang memberi mereka suatu tugas, juga memberi mereka juga jaminan perlindungan-Nya.”2
Setelah abdi Allah tidak mentaati perintah Tuhan, Tuhan berbicara melalui orang yang digunakan sebagai utusan si jahat. Firman Tuhan datang ke nabi tua dan dia menubuatkan kematian abdi Allah, yang dibunuh oleh singa dalam perjalanan. "Karena nabi yang benar membiarkan dirinya untuk mengambil jalan yang bertentangan dengan tugasnya, Tuhan mengijinkan dia untuk mengalami hukuman dari pelanggarannya.”3
Waspadalah terhadap mereka yang ajarannya bertentangan dengan firman Tuhan. Apapun gelar atau prestasi mereka, kita harus mendengar dan melakukan firman Tuhan! Ketidaktaatan kepada Allah adalah penyebab dari kematian yang cepat dan memalukan atas abdi Allah.
REAKSI
1. Pelajaran apa yang dapat diambil dari abdi Allah?
2. Dapatkah dianggap bahwa ketidaktaatan abdi Allah adalah "kesalahan yang bukan dosanya"? Mengapa atau mengapa tidak
_____________________
1. Conflict and Courage, p. 202.
2. Ibid.
3. Prophets and King, p. 106.
Alfred H. Selin, Taguig City, Philippine
Rabu
1 DESEMBER
Maz 119:33–40 Bagaimana
Kiat Menurut Allah
Minggu ini, kita telah mempelajari tentang apa yang terjadi pada seorang abdi Allah yang tidak disebutkan namanya Allah karena ketidaktaatannya. Jadi untuk pelajaran hari ini, mari kita bahas beberapa tips tentang bagaimana menjadi taat
Jangan keras kepala. Bangsa Israel adalah orang-orang tegar tengkuk. (Keluaran 32). Kadang-kadang kita juga tegar tengkuk. Ketika orang tua kita memberitahu kita apa yang harus dilakukan, kita tidak mematuhi mereka. Namun, mengingat sifat kita yang telah jatuh dalam dosa, orang tua kita juga dapat membuat kesalahan. Bukan merupakan kewajiban untuk mematuhi mereka jika apa yang mereka yang inginkan bertentangan dengan Firman Tuhan. Yohanes 14:15 jelas, "'Jika engkau mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku’”.
Dengan membaca Firman Tuhan secara teratur, kita dibawa untuk mengenal Dia secara pribadi
Miliki motivasi. Ketika kita mematuhi perintah-perintah dari orang tua kita, mereka terkadang memberi kita penghargaan. Ketika saya masih muda, ayah mengatakan bahwa jika saya mempelajari pelajaran saya dan mendapat nilai tinggi, ia akan memberi hadiah pada hari ulang tahun saya. Sebagai anak muda, saya tidak bisa menahan. Hadiah, bagaimanapun, tidak boleh satu-satunya kekuatan impelling kita untuk taat. Ketika datang ke menaati Allah, cinta kita kepada-Nya harus menjadi motivasi kita.
Membaca Alkitab dengan setia. Dalam dunia yang serba cepat, kita begitu sibuk dengan begitu banyak hal sehingga ada hari-hari dimana kita tidak mempelajari Alkitab. Namun, dengan membaca Firman Tuhan secara teratur, kita dibawa untuk mengenal Dia secara pribadi dan memahami kehendak-Nya bagi kita
Bangun kembali ketika Anda tersandung. Karena kita adalah orang berdosa, kita kadang-kadang akan menyimpang dari jalan yang sempit ketaatan yang mengarah kepada Allah. Ketika kita meminta pengampunan, melakukan hal yang benar, dan melakukan dengan baik kesempatan-kesempatan yang Tuhan memberikan kepada kita, kita akan menemukan kedamaian dan sukacita yang hanya Tuhan sendiri dapat berikan. Banyak orang muda yang ingin berada jauh dari orang tua mereka dan lebih memilih untuk pergi bersama dengan rekan-rekan mereka. Tapi seringkali teman-teman ini justru membawa mereka untuk menjadi anak nakal. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan masih memberikan mereka kesempatan untuk hidup baru, jika saja mereka bersedia untuk berserah kepada-Nya.
Mengikuti Tuhan meskipun banyak tantangan. Agen-agen setan akan menguji sampai sejauh mungkin bisa mencobai kita. Yoh 15:21 katakan, “Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku." Jika kita mengenal Yesus, Ia akan senantiasa bersama kita dalam setiap langkah .
Raleigh Herbert G. Ampuan, Sta. Ana, Manila, Philippines
Kamis
2 DESEMBER
Pendapat
Kebebasan Versus Penurutan Yohanes 14:15
“Taat sebelum mengeluh” adalah prinsip yang terkenal di kalangan militer. “Seorang pemimpin yang baik merupakan pengikut yang baik” adalah perkataan orang – orang bijak. Di organisasi manapun, ada peraturan-peraturan yang mesti diikuti. Ada yang berusaha merubah peraturan tersebut, namun pada akhirnya, akan ada akibat dari perbuatan demikian. Itu sebabnya umat Kristen menekankan pentingnya penurutan untuk memelihara kepercayaan dan kasih. Banyak anak muda lebih memilih untuk berpendapat bahwa ketaatan mencegah kebebasan mereka untuk memilih, daripada memilih untuk mencoba mengerti keuntungan dari ketaatan.
Suatu Sabat di gereja, saya mengamati seorang anak yang tidak menurut. Singkat cerita, ibu anak tersebut harus meninggalkan kebaktian gereja demi mendisiplinkan anaknya. Sambil mereka meninggalkan ruang ibadah, saya memikirkan sedih yang dirasakan oleh ibu tersebut terhadap anaknya dan bagaimana Tuhan juga merasakan sakit yang sama bilamana kita hidup berlawanan dengan hukumNya.
Pembawaan kita sebagai manusia berdosa membuat kita susah memilih apa yang benar
Seringkali kita menderita akibat keputusan – keputusan buruk yang telah kita perbuat, keputusan yang bertentangan dengan prinsip – prinsip iman kita. Yang terburuk adalah bila kita tidak mengakui kesalahan kita dan berusaha menutup-nutupi apa telah kita perbuat. Ini akan mendatangkan sakit, keresahan dan perasaan bersalah. Kenapa kita masih hidup seperti ini, sedangkan kita dijanjikan Roh Kudus yang akan memandu kita, yang akan hidup di hati kita masing-masing? Suatu kali saya bertanya kepada kelas sekolah Sabat saya, “Bila kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, apakah demikian susahnya mengikuti sabdaNya? (Baca Yohanes 14:15) Ada yang menjawab tidak, yang lain menjawab iya. Kemudian ada yang berkata, “Tidak susah menjalankan kehendakNya, namun sangatlah susah menaklukkan sifat manusia yang berdosa ini.”
Sifat manusia yang berdosa ini lah yang mempersulit kita untuk memilih apa yang benar. Kita lebih memilih memenuhi kehendak hati kita daripada kehendak Tuhan. Namun, bilamana Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, kita mampu memilih kehendak Tuhan yang jadi bagi kita. Tuhan memberikan kepada kita hukum – hukum karena Dia mengasihi kita dan Dia mengetahui apa yang terbaik bagi kita. HukumNya didasari oleh kasih. Baca Matius 22:34-40.
REAKSI
1. Apakah Tuhan benar-benar menghukum kita karena dosa-dosa kita, ataukah yang kita lihat sebagai hukuman sebenarnya akibat dari pelanggaran? Jelaskan jawaban anda.
2. Bagaimana sebuah pelanggaran membuktikan kasih kita kepada Tuhan?
3. Baca Sepuluh Hukum di Keluaran 20:1-17. Sambil membaca, renungkan bagaimana kasihlah yang menjadi dasar dari tiap hukum.
4. Apakah yang menjadi keinginan hati anda? Bagaimankah keinginan tersebut jika dibandingkan atau dihadapkan dengan kehendak Tuhan bagi anda?
Samuel D. Bagano Jr., Muntinlupa City, Philippines
Jum’at
3 DESEMBER
Eksplorasi
Peraturan Tidak Dibuat untuk Dilanggar Maz. 119:33-40
SIMPULKAN
Jeroboam gagal belajar dari masa lalu, dan “hamba Tuhan” gagak belajar dari Jeroboam. Pada waktu menghadapi raja yang dengan sangat jelas menunjukkan ketentangannya kepada Tuhan, nabi tersebut tidak ada masalah melawan pencobaan. Namum waktu dihadapi dengan pencobaan tidak terduga yang lebih halus, ia menyerah. Apapun yang kurang dari ketaatan total kepada Tuhan tidak bias diterima. Walau mustahil dari sudut pandang manusia, dengan bantuan Tuhan, kita akan mendapatkan kekuatan untuk taat walau bagaimanapu keadaan kita. Hati yang melimpah oleh kasih bagi Tuhan akan mengungkapkan kasihnya melalui ketaatan.
MENIMBANG
• Tambahkan satu atau dua tetes pewarna makanan ke dalam air, dan campurkan. Terus tambahkan tetes demi tetes pewarna makanan tersebut dan campurkan, perhatian berapa banyak yang harus ditambahkan sampai air tersebut berubah warna. Bayangkan zat perwarna tersebut adalah racun. Berapa banyak yang anda butuhkan sampai anda tidak akan mau minum air tadi? Demikan, bagaimana ketaatan, seperti racun, di dalam hidup kita?
• Nyanyikan “Kalau Serta Tuhan” (Lagu Sion No. 145). Bagaimanakah lagu ini mencerminkan pengalaman penurutan anda?
• Diskusikan dengan teman tentang bagian hidup anda dimana anda bergumul dengan ketaatan terhadap kehendak Tuhan. Minta teman anda berdoa dengan anda, untuk anda, dan membuat anda bertanggung jawab atas tindakan anda.
• Coba untuk tidak menentang hukum apapun. Seringkali kita “tidak sadar” melanggar hukum dengan mengemudi sedikit di atas batas kecepatan atau melewati lampu lalu lintas disaat lampu kuning berganti merah. Kita terkadang melanggar hukum Tuhan dengan berbohong demi “kebaikan” atau “pergaulan”, contohnya mengatakan kepada seorang di telephone bahwa mereka tidak mengganggu anda, padahal mereka memang mengganggu. Pada akhirnya, baca Yohanes 3:16-21. Bagaimana percobaan tersebut mengajari anda tentang ketaatan?
• Daftarkan 10 janji dimana Tuhan berkata bahwa Ia akan bersama kita. Dengan teman anda, hafalkan satu atau dia janji-janji tersebut.
• Tanya kepada 20 orang, arti dari ketaatan. Bagaimana penjelasan dari arti ketaatan tersebut sesuai dengan pelajaran minggu ini?
• Potonglah bentuk hati yang besar dari kertas, dan tuliskan hal-hal yang anda syukuri dari Tuhan dan alasan-alasan mengapa anda mengasihi Tuhan. Mintalah dari Tuhan bantuan bagi anda untuk menaati sabdaNya.
MENGHUBUNGKAN
Steps to Christ; Doug Batchelor, Broken Chains (Nampa, Id.: Pacific Press©, 2004); Richard E. Richardson, Fugitives (Hagerstown, Md.: Review & Herald©, n.d.)
Audrey Andersson, Lindesberg, Sweden
Subscribe to:
Comments (Atom)