Friday, 26 November 2010

SSCQ Pelajaran 10 Kwartal IV 2010

Latar Belakang dan Karakter dalam Perjanjian Lama
Umat Allah: Ketaatan bukanlah Pilihan
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 4,
27 NOVEMBER—4 DESEMBER 2010
Diterjemahkan Oleh: Jessie dan Alwin Simanjuntak
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian

“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Pet. 1:20, 21).


Sabbath
27 NOVEMBER

Joh 15:10 Pendahuluan
Kebebasan Memilih Dalam Penurutan


Behavioris berargumen bahwa "kehendak" menggambarkan sesuatu yang signifikan. Mereka berpendapat bahwa kita berespon terhadap rangsangan dan situasi daripada kebebasan untuk memilih. Mereka menyebut hal ini sebagai proses stimulus-respons. "Ketika sebuah stimulus tertentu terlihat, seseorang bisa memiliki lebih dari satu cara untuk berespon, tetapi orang akan memilih pilihan yang telah tertanam di masa lalu. Penguatan umumnya terjadi melalui sistem imbalan dan hukuman, atau hasil yang baik atau buruk"* Alkitab menentang konsep ini.

Taat kepada Tuhan menghasilkan hubungan yang diubah dengan-Nya

Sebelum jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa tidak mengenal dosa, apalagi konsekuensi dosa. Mereka bisa memilih dengan bebas, oleh karena Tuhan memberi mereka kebebasan untuk memilih. Sayangnya, mereka memilih untuk berbuat dosa. Setelah kejatuhan, kita masih memiliki kebebasan memilih, tetapi karena sifat alami kita adalah dosa, kita cenderung untuk mengikuti impuls daripada hati nurani kita. Membiarkan Roh Kudus untuk masuk ke dalam hidup kita membuat perbedaan. Ia menuntun kita dalam memilih arah yang benar yang harus kita ambil jika kita menginginkan Tuhan dalam kehidupan kita.
Kadang-kadang mudah bagi kita untuk memilih Allah, tetapi kadang-kadang sangat sulit. Ketika kita sulit untuk memilih Allah kita seringkali menghalangi bisikan Roh Kudus. Kita perlu melihat lagi contoh penurutan yang diteladankan oleh Yesus. Pada malam sebelum penyaliban, Yesus berkata kepada sahabat-sahabatNya “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yoh 15:10).
Taat kepada Tuhan menghasilkan hubungan yang diubah dengan-Nya. Seperti Yesus, kita dapat, oleh kuasa Roh-Nya, berjalan mengikuti kehendak ilahi. Kami akan dengan senang melakukan apa yang menyenangkan Dia. Yesus setia bahkan sampai mati-memenuhi kewajiban-Nya sampai akhir. Dan karena ketaatan-Nya, kita memiliki pengharapan hidup kekal. Yerobeam berdiri kontras dengan Yesus. Ketika Anda mempelajari minggu ini tentang Abdi Allah yang tidak disebutkan namanya, tanyakan pada diri apa yang akan Anda pilih. Apakah Anda akan memilih untuk mengikuti kehendak Allah atau kecenderungan dosa?
_____________
*The Popular Science, vol. 5 (Republic of China: Grolier International, Inc., 1991), p. 299.

Girlie G. Sumawang, Guimba, Nueva Ecija, Philippines

Minggu
28 NOVEMBER

Bukti
Penurutan Versus Ketidak Penurutan 1 Raj 13

Yerobeam gagal belajar dari masa lalu. Adalah pada puncak ketidakmenurutannya ketika seorang abdi Allah (1 Raj 13:1) dipanggil untuk mengumumkan penghakiman Allah atas seorang raja yang kerajaannya berada dalam keadaan moral yang rusak.
Ketidaktaatan Yerobeam begitu besar dimana ia mencoba untuk "mencobai" seorang abdi Allah dengan menunjukkan kebaikan kepadanya. Tetapi abdi Allah itu berkata kepada raja: "Sekalipun setengah dari istanamu kauberikan kepadaku, aku tidak mau singgah kepadamu; juga aku tidak mau makan roti atau minum air di tempat ini. (1Raj13:8). Jadi sesuatu yang kontras terlihat antara ketaatan abdi Allah dan ketidaktaatan raja. Namun, cerita tidak berakhir di sini.

Keputusan untuk menurut atau tidak menurut tidak boleh dianggap enteng

Seorang nabi tua berangkat untuk menemui abdi Allah ketika ia kembali ke Yehuda. Ketika nabi tua bercakap-cakap dengan abdi Allah, nabi tua menawarkan sebuah undangan lain yang mirip dengan undangan raja (1 Raja-raja 13:15). Sekali lagi, abdi Allah menolak tawaran itu, tetapi nabi tetap berkeras, mengatakan bahwa undangan itu adalah apa yang Tuhan telah tunjukkan kepadanya (ayat 18). Kemudian abdi Allah itu diyakinkan untuk pulang dengan nabi dan makan. Sementara makan bersama, kata-kata yang sebenarnya datang dari Tuhan ke nabi tua, dan itu adalah pernyataan penghakiman pada abdi Allah (ayat 21, 22). Dalam perjalanan pulang untuk kedua kalinya, seekor singa menerkamnya. Tidak diceritakan alasan yang jelas mengapa nabi tua untuk memberikan penguburan yang layak bagi abdi Allah. Setelah itu, dia mengatakan kepada anak-anaknya bahwa pernyataan penghakiman abdi Allah untuk Yerobeam akan "pasti menjadi kenyataan" (ayat 32). Yerobeam menolak untuk meninggalkan penyembahan berhala. Dia terus mencemarkan tugas keimamatan. Sepasti firman Tuhan, kejatuhan itu datang!
Keputusan untuk menurut atau tidak menurut tidak boleh dianggap enteng. Kita harus melawan godaan untuk tidak turut terhadap Firman Tuhan. Hanya dengan demikian kita dapat menemukan kekuatan untuk menahan godaan. "Jangan lihat keadaan, kelemahan diri, atau kuatnya godaan, tetapi pandang pada kuasa firman Allah. Segala kekuatan yang bersumber dari firman Allah adalah milik kita
Abdi Allah yang tidak disebutkan namanya mengajarkan kita bahwa ketaatan benar-benar merupakan masalah hidup dan mati!

REAKSI
1. Dalam keadaan apa kita dapat menjadi seperti abdi Allah dalam cerita di atas?
2. Mengapa kita harus menganggap serius masalah penurutan?
___________________
*The Ministry of Healing, p. 181.

Madonna Lourdes D. Morenos-Felicitas, Silang, Cavite, Philippines

Senin
29 NOVEMBER
Keluaran 32; 1 Raja2 13:1–34; Dan. 5:13–17 Logos
Dilarang Duduk secara Total di Pagar Tanaman


Abdi Allah Dari Yehuda (1 Raj 13:1–34)
Satu Raja-Raja 13 menceritakan tentang seorang dari Yehuda yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan pesan dari-Nya kepada Raja Yerobeam. Yerobeam adalah raja pertama Israel di wilayah utara, setelah sepuluh suku memisahkan diri dari kerajaan Israel (lihat 1 Raja-raja 11:29-37). Gantinya mengikuti ketetapan dan perintah Allah (ayat 38), Yerobeam membangun lembu emas di Betel dan Dan untuk Israel. Dia juga membangun kuil di tempat-tempat tinggi dan imam yang ditunjuk untuk tempat-tempat suci tersebut yang bukan kaum Lewi.
Abdi Allah mendapati Yerobeam sedang berdiri di samping mezbah. Abdi Allah kemudian berseru terhadap mezbah itu dan menyampaikan pesan Tuhan: seorang anak bernama Yosia akan lahir di rumah Daud. Anak ini akan menyembelih imam-imam di atas mezbah dimana Yerobeam berdiri (1 Raja-raja 13:2). Pria itu mengatakan bahwa mezbah itu akan pecah dan abu di atasnya akan dicurahkan (ayat 3). Setelah mendengar hal ini, Yerobeam memerintahkan bahwa abdi Allah ditangkap, tetapi tangan yang terulur ke arah orang itu menjadi kejang. Pada saat yang sama, altar pecah dan abu di atasnya tercurah. Dengan demikian, sebagian dari nubuat abdi Allah tergenapi.

Anda berada di halaman Tuhan atau berada di luar. Anda tidak bisa duduk di pagar

Yerobeam memohon kepada abdi Allah untuk berdoa baginya sehingga tangannya pulih. Abdi Allah merespon positif, dan tangan raja dipulihkan. Yerobeam mengundang abdi Allah untuk makan bersamanya. Dia juga ingin memberikan orang itu hadiah. Namun, abdi Allah menolak undangan raja, karena Tuhan telah memerintahkan kepadanya "'Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu'" (ayat 9). Lalu abdi Allah itu mengambil jalan yang berbeda.
Sementara duduk di bawah pohon beringin, abdi Allah bertemu dengan seorang nabi tua dari Betel yang mengikutinya setelah ia mendengar dari anak-anaknya tentang apa yang terjadi antara abdi Allah dan Raja Yerobeam. Nabi tua mengundang abdi Allah untuk makan di rumahnya, tetapi ia menolak dan mengulangi instruksi Tuhan kepadanya. Tetapi nabi tua berbohong kepadanya dan berkata, "seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air." (ayat 18). Jadi, abdi Allah itu dibujuk untuk kembali dengan cara ia datang, dan untuk makan dan minum di rumah nabi.
Tuhan datang ke nabi tua dan menyuruhnya untuk memberitahu abdi Allah penghakiman yang akan menimpa dia karena tidak mentaati perintah Allah. Akibatnya, tubuhnya tidak akan dikuburkan di makam nenek moyangnya. Pada perjalanan pulang, seekor singa menyerang dan membunuh abdi Allah. Setelah mendengar berita itu, Nabi tua membawa kembali tubuh abdi Allah dan menguburnya dalam kuburnya sendiri. Namun meskipun semua ini terjadi, Yerobeam menolak untuk berbalik dari dosanya.

Prioritas Pertama—Penurutan Kepada Allah (Keluaran 32; Dan. 5:13–17)
Setan sangat licik. Seperti yang kita lihat dalam cerita tentang abdi Allah, dia akan menggunakan segala cara untuk menipu umat Allah, untuk membawa mereka ke kehancuran. Kita harus waspada dalam segala sesuatu yang kita lakukan; dan tidak ada cara yang lebih baik untuk mempersenjatai diri melawan musuh selain membaca firman Allah dengan setia dan menerapkannya ke kehidupan sehari-hari.
Seperti orang Israel yang tidak mentaati Allah dengan menyembah anak lembu emas di padang gurun dan Raja Belsyazar yang melakukan apa yang dia senang, ketidaktaatan kita kepada Allah akan mendatangkan konsekuensi langsung ataupun tidak langsung. Kadang-kadang kita mungkin tidak mengerti kehendak Allah, tetapi kita bisa percaya bahwa semuanya adalah untuk kebaikan kita sendiri dan bahwa Allah hanya menginginkan yang terbaik untuk kita.
Allah memerintahkan kita untuk mematuhi-Nya dengan sepenuh hati. Penurutan harus total, kalau tidak, tidak menurut sama sekali. Itu hitam atau putih. Tidak ada wilayah abu-abu. Anda berada di halaman Tuhan atau berada di luar. Anda tidak bisa duduk di pagar. Yesus adalah contoh terbaik dalam penurutan sempurna. Hati yang meluap dengan kasih untuk Tuhan akan menghasilkan ketaatan. Itu adalah satu-satunya kita dapat menang atas dosa seperti Yesus.

REAKSI
1. Dalam pelajaran yang baru kita pelajari, kebenaran dianggap kepalsuan. Bagaimana kebenaran diidentifikasi dengan kepalsuan pada zaman sekarang? Bagaimana hal ini mungkin terjadi di masa depan?
2. Bagaimana kita bisa siap sedia untuk masa dimana kebenaran akan dilihat sebagai kepalsuan? Lihat Efesus 6:10-18.
3. Abdi Allah dalam pelajaran pekan ini bertemu dengan singa. Daniel bertemu dengan beberapa singa. Abdi Allah tidak bertahan. Daniel selamat. Dimana perbedaannya?
4. Ketika Yerobeam berserah kepada Tuhan, lengannya dipulihkan. Mengapa Allah memulihkan lengannya meskipun Ia tahu bahwa pada akhirnya Yerobeam tetap akan menyangkal Dia?
5. Apa yang diajarkan nabi tua tentang usaha Setan untuk membawa kita berbuat dosa?

Bongga L. Agno, Muntinlupa City, Philippines

Selasa
30 NOVEMBER
Kesaksian
Abdi Allah Menegur Raja 1 Raja-raja 13:1–34

Abdi Allah meramalkan kehancuran mezbah Yerobeam dan imam berhalanya. Dia memberi Yerobeam tanda bahwa nubuatannya akan terjadi. Yerobeam menjadi marah dan memerintahkan abdi Allah untuk ditangkap. Ia mengulurkan tangannya tetapi lengannya menjadi kejang. Mezbah itu pecah, dan abu tercurah, sesuai dengan tanda yang diberikan oleh abdi Allah. Oleh karena perantaraan abdi Allah, lengan Yerobeam dipulihkan. Yerobeam mengundang abdi Allah untuk makan dan minum, tetapi ia menolak dan mengatakan kepadanya bahwa ia diperintahkan oleh Allah untuk tidak makan atau minum di tempat itu. Lalu ia berangkat.

Waspadalah terhadap mereka yang ajarannya bertentangan dengan firman Tuhan

“Tuhan berusaha untuk menyelamatkan, bukan untuk menghancurkan. Dia senang menyelamatkan orang berdosa. 'Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. "(Yehezkiel 33:11)."1 . . . "Dia memberikan kepada orang-orang pilihan-Nya keberanian, sehingga mereka yang mendengar akan takut dan dibawa kepada pertobatan. Lihatlah bagaimana tegasnya abdi Allah ini menegur raja! . . . Tuhan memberikan keberanian hamba-Nya, sehingga meninggalkan kesan yang dalam pada mereka yang mendengarnya. Para utusan Tuhan tidak pernah takut wajah manusia, tetapi mereka berdiri teguh untuk kebenaran. Jadi selama mereka menaruh harapan pada Allah, mereka tidak perlu takut, karena Dia yang memberi mereka suatu tugas, juga memberi mereka juga jaminan perlindungan-Nya.”2
Setelah abdi Allah tidak mentaati perintah Tuhan, Tuhan berbicara melalui orang yang digunakan sebagai utusan si jahat. Firman Tuhan datang ke nabi tua dan dia menubuatkan kematian abdi Allah, yang dibunuh oleh singa dalam perjalanan. "Karena nabi yang benar membiarkan dirinya untuk mengambil jalan yang bertentangan dengan tugasnya, Tuhan mengijinkan dia untuk mengalami hukuman dari pelanggarannya.”3
Waspadalah terhadap mereka yang ajarannya bertentangan dengan firman Tuhan. Apapun gelar atau prestasi mereka, kita harus mendengar dan melakukan firman Tuhan! Ketidaktaatan kepada Allah adalah penyebab dari kematian yang cepat dan memalukan atas abdi Allah.

REAKSI
1. Pelajaran apa yang dapat diambil dari abdi Allah?
2. Dapatkah dianggap bahwa ketidaktaatan abdi Allah adalah "kesalahan yang bukan dosanya"? Mengapa atau mengapa tidak
_____________________
1. Conflict and Courage, p. 202.
2. Ibid.
3. Prophets and King, p. 106.

Alfred H. Selin, Taguig City, Philippine

Rabu
1 DESEMBER

Maz 119:33–40 Bagaimana
Kiat Menurut Allah

Minggu ini, kita telah mempelajari tentang apa yang terjadi pada seorang abdi Allah yang tidak disebutkan namanya Allah karena ketidaktaatannya. Jadi untuk pelajaran hari ini, mari kita bahas beberapa tips tentang bagaimana menjadi taat
Jangan keras kepala. Bangsa Israel adalah orang-orang tegar tengkuk. (Keluaran 32). Kadang-kadang kita juga tegar tengkuk. Ketika orang tua kita memberitahu kita apa yang harus dilakukan, kita tidak mematuhi mereka. Namun, mengingat sifat kita yang telah jatuh dalam dosa, orang tua kita juga dapat membuat kesalahan. Bukan merupakan kewajiban untuk mematuhi mereka jika apa yang mereka yang inginkan bertentangan dengan Firman Tuhan. Yohanes 14:15 jelas, "'Jika engkau mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku’”.

Dengan membaca Firman Tuhan secara teratur, kita dibawa untuk mengenal Dia secara pribadi

Miliki motivasi. Ketika kita mematuhi perintah-perintah dari orang tua kita, mereka terkadang memberi kita penghargaan. Ketika saya masih muda, ayah mengatakan bahwa jika saya mempelajari pelajaran saya dan mendapat nilai tinggi, ia akan memberi hadiah pada hari ulang tahun saya. Sebagai anak muda, saya tidak bisa menahan. Hadiah, bagaimanapun, tidak boleh satu-satunya kekuatan impelling kita untuk taat. Ketika datang ke menaati Allah, cinta kita kepada-Nya harus menjadi motivasi kita.
Membaca Alkitab dengan setia. Dalam dunia yang serba cepat, kita begitu sibuk dengan begitu banyak hal sehingga ada hari-hari dimana kita tidak mempelajari Alkitab. Namun, dengan membaca Firman Tuhan secara teratur, kita dibawa untuk mengenal Dia secara pribadi dan memahami kehendak-Nya bagi kita
Bangun kembali ketika Anda tersandung. Karena kita adalah orang berdosa, kita kadang-kadang akan menyimpang dari jalan yang sempit ketaatan yang mengarah kepada Allah. Ketika kita meminta pengampunan, melakukan hal yang benar, dan melakukan dengan baik kesempatan-kesempatan yang Tuhan memberikan kepada kita, kita akan menemukan kedamaian dan sukacita yang hanya Tuhan sendiri dapat berikan. Banyak orang muda yang ingin berada jauh dari orang tua mereka dan lebih memilih untuk pergi bersama dengan rekan-rekan mereka. Tapi seringkali teman-teman ini justru membawa mereka untuk menjadi anak nakal. Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan masih memberikan mereka kesempatan untuk hidup baru, jika saja mereka bersedia untuk berserah kepada-Nya.
Mengikuti Tuhan meskipun banyak tantangan. Agen-agen setan akan menguji sampai sejauh mungkin bisa mencobai kita. Yoh 15:21 katakan, “Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku." Jika kita mengenal Yesus, Ia akan senantiasa bersama kita dalam setiap langkah .

Raleigh Herbert G. Ampuan, Sta. Ana, Manila, Philippines

Kamis
2 DESEMBER

Pendapat
Kebebasan Versus Penurutan Yohanes 14:15


“Taat sebelum mengeluh” adalah prinsip yang terkenal di kalangan militer. “Seorang pemimpin yang baik merupakan pengikut yang baik” adalah perkataan orang – orang bijak. Di organisasi manapun, ada peraturan-peraturan yang mesti diikuti. Ada yang berusaha merubah peraturan tersebut, namun pada akhirnya, akan ada akibat dari perbuatan demikian. Itu sebabnya umat Kristen menekankan pentingnya penurutan untuk memelihara kepercayaan dan kasih. Banyak anak muda lebih memilih untuk berpendapat bahwa ketaatan mencegah kebebasan mereka untuk memilih, daripada memilih untuk mencoba mengerti keuntungan dari ketaatan.
Suatu Sabat di gereja, saya mengamati seorang anak yang tidak menurut. Singkat cerita, ibu anak tersebut harus meninggalkan kebaktian gereja demi mendisiplinkan anaknya. Sambil mereka meninggalkan ruang ibadah, saya memikirkan sedih yang dirasakan oleh ibu tersebut terhadap anaknya dan bagaimana Tuhan juga merasakan sakit yang sama bilamana kita hidup berlawanan dengan hukumNya.

Pembawaan kita sebagai manusia berdosa membuat kita susah memilih apa yang benar

Seringkali kita menderita akibat keputusan – keputusan buruk yang telah kita perbuat, keputusan yang bertentangan dengan prinsip – prinsip iman kita. Yang terburuk adalah bila kita tidak mengakui kesalahan kita dan berusaha menutup-nutupi apa telah kita perbuat. Ini akan mendatangkan sakit, keresahan dan perasaan bersalah. Kenapa kita masih hidup seperti ini, sedangkan kita dijanjikan Roh Kudus yang akan memandu kita, yang akan hidup di hati kita masing-masing? Suatu kali saya bertanya kepada kelas sekolah Sabat saya, “Bila kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, apakah demikian susahnya mengikuti sabdaNya? (Baca Yohanes 14:15) Ada yang menjawab tidak, yang lain menjawab iya. Kemudian ada yang berkata, “Tidak susah menjalankan kehendakNya, namun sangatlah susah menaklukkan sifat manusia yang berdosa ini.”
Sifat manusia yang berdosa ini lah yang mempersulit kita untuk memilih apa yang benar. Kita lebih memilih memenuhi kehendak hati kita daripada kehendak Tuhan. Namun, bilamana Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, kita mampu memilih kehendak Tuhan yang jadi bagi kita. Tuhan memberikan kepada kita hukum – hukum karena Dia mengasihi kita dan Dia mengetahui apa yang terbaik bagi kita. HukumNya didasari oleh kasih. Baca Matius 22:34-40.

REAKSI
1. Apakah Tuhan benar-benar menghukum kita karena dosa-dosa kita, ataukah yang kita lihat sebagai hukuman sebenarnya akibat dari pelanggaran? Jelaskan jawaban anda.
2. Bagaimana sebuah pelanggaran membuktikan kasih kita kepada Tuhan?
3. Baca Sepuluh Hukum di Keluaran 20:1-17. Sambil membaca, renungkan bagaimana kasihlah yang menjadi dasar dari tiap hukum.
4. Apakah yang menjadi keinginan hati anda? Bagaimankah keinginan tersebut jika dibandingkan atau dihadapkan dengan kehendak Tuhan bagi anda?

Samuel D. Bagano Jr., Muntinlupa City, Philippines

Jum’at
3 DESEMBER
Eksplorasi
Peraturan Tidak Dibuat untuk Dilanggar Maz. 119:33-40

SIMPULKAN
Jeroboam gagal belajar dari masa lalu, dan “hamba Tuhan” gagak belajar dari Jeroboam. Pada waktu menghadapi raja yang dengan sangat jelas menunjukkan ketentangannya kepada Tuhan, nabi tersebut tidak ada masalah melawan pencobaan. Namum waktu dihadapi dengan pencobaan tidak terduga yang lebih halus, ia menyerah. Apapun yang kurang dari ketaatan total kepada Tuhan tidak bias diterima. Walau mustahil dari sudut pandang manusia, dengan bantuan Tuhan, kita akan mendapatkan kekuatan untuk taat walau bagaimanapu keadaan kita. Hati yang melimpah oleh kasih bagi Tuhan akan mengungkapkan kasihnya melalui ketaatan.

MENIMBANG
• Tambahkan satu atau dua tetes pewarna makanan ke dalam air, dan campurkan. Terus tambahkan tetes demi tetes pewarna makanan tersebut dan campurkan, perhatian berapa banyak yang harus ditambahkan sampai air tersebut berubah warna. Bayangkan zat perwarna tersebut adalah racun. Berapa banyak yang anda butuhkan sampai anda tidak akan mau minum air tadi? Demikan, bagaimana ketaatan, seperti racun, di dalam hidup kita?
• Nyanyikan “Kalau Serta Tuhan” (Lagu Sion No. 145). Bagaimanakah lagu ini mencerminkan pengalaman penurutan anda?
• Diskusikan dengan teman tentang bagian hidup anda dimana anda bergumul dengan ketaatan terhadap kehendak Tuhan. Minta teman anda berdoa dengan anda, untuk anda, dan membuat anda bertanggung jawab atas tindakan anda.
• Coba untuk tidak menentang hukum apapun. Seringkali kita “tidak sadar” melanggar hukum dengan mengemudi sedikit di atas batas kecepatan atau melewati lampu lalu lintas disaat lampu kuning berganti merah. Kita terkadang melanggar hukum Tuhan dengan berbohong demi “kebaikan” atau “pergaulan”, contohnya mengatakan kepada seorang di telephone bahwa mereka tidak mengganggu anda, padahal mereka memang mengganggu. Pada akhirnya, baca Yohanes 3:16-21. Bagaimana percobaan tersebut mengajari anda tentang ketaatan?
• Daftarkan 10 janji dimana Tuhan berkata bahwa Ia akan bersama kita. Dengan teman anda, hafalkan satu atau dia janji-janji tersebut.
• Tanya kepada 20 orang, arti dari ketaatan. Bagaimana penjelasan dari arti ketaatan tersebut sesuai dengan pelajaran minggu ini?
• Potonglah bentuk hati yang besar dari kertas, dan tuliskan hal-hal yang anda syukuri dari Tuhan dan alasan-alasan mengapa anda mengasihi Tuhan. Mintalah dari Tuhan bantuan bagi anda untuk menaati sabdaNya.

MENGHUBUNGKAN
Steps to Christ; Doug Batchelor, Broken Chains (Nampa, Id.: Pacific Press©, 2004); Richard E. Richardson, Fugitives (Hagerstown, Md.: Review & Herald©, n.d.)

Audrey Andersson, Lindesberg, Sweden

Friday, 19 November 2010

SSCQ Pelajaran 9 Kwartal IV 2010

Latar Belakang dan Karakter dalam Perjanjian Lama
Rizpa: Pengaruh Kesetiaan
Pelajaran Ke-Sembilan Kwartal 4,
20—27 Nopember 2010
Diterjemahkan Oleh: Joel Munte
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian

“Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok” Maz 91:4



Sabbath
20 Nopember
2 Sam. 21:7–13 Pendahuluan
Menjadi Terkenal atau Tidak

Beberapa tahun yang lalu, saya membayangkan diri saya menjadi seorang kontestan sebuah acara kuis di televisi. Ketika tiba giliran saya, saya beruntung dapat memilih topik kesenangan saya yaitu eksplorasi luar angkasa. Saya membayangkan diri saya berhadapan dengan pembawa acara sambil berkata dalam hati kalau dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Saya sangat siap ketika pertanyaan pertama disampaikan: “Siapakah manusia pertama di luar angkasa?” “Kosmonot Rusia Yuri Gagarin,” jawab saya dengan mudah dan dengan cepat bertanya ke pertanyaan selanjutnya. “Siapakah manusia pertama di bulan dan apa nama misinya?” Mudah sekali. Astronot dari Amerika Neil Amstrong dan misinya bernama Apollo 11. “Apa nama dari badan antariksa Amerika, dan siapa pemimpinnya pada masa-masa persaingan ke ruang angkasa?” Nama badan antariksa itu adalah NASA dan badan itu dipimpin oleh ilmuwan roket yang terkenal bernama Werner von Braun.”

Tidak begitu banyak yang mengetahui mengenai Korolev sampai beberapa tahun setelah kematiannya

“Apa nama satelit pertama di ruang angkasa?” OK, pertanyaan ini sungguh sangat menantang pengetahuan saya tentang program ruang angkasa Rusia (USSR). Saya menjelaskan dengan rinci bahwa Rusia adalah negara yang pertama yang meluncurkan satelit bernama Sputnik I pada tanggal 4 Oktober 1957. Baru saja saya ingin menyandarkan punggung saya pertanyaan selanjutnya ditanyakan, “Siapakah Sergei Korolev?” Satu detik lewat, dua detik, tiga detik…tapi pikiran saya tetap kosong.
Teeeeeettttt! Bel berbunyi, dan pada saat yang bersamaan saya kehilangan kesempatan untuk memenangkan kuis. Kenapa? Hanya karena disebabkan nama yang tidak saya ketahui? Seseorang yang saya belum pernah dengar sebelumnya atau tidak pernah saya perhatikan waktu mempelajari sejarah ruang angkasa? Tentu saja Korolev bukanlah salah seorang dari orang terkenal yang saya ketahui yang berhubungan dengan ekplorasi ruang angkasa. Saya mengetahui kemudian bahwa Korolev tidak terkenal adalah karena kerahasiaan yang melingkupi program luar angkasa Rusia. Orang hebat Rusia yang bertanggung jawab atas kesuksesan awal Rusia ini hanya dikenal dengan nama “si Perancang Utama”.
Tidak begitu banyak yang mengetahui mengenai Korolev sampai beberapa tahun setelah kematiannya. Pasti Korolev merasa kecewa kalau melihat semua perhatian media hanya tertuju kepada saingannya di Amerika, yaitu Werner von Braun, sementara tidak ada seorangpun yang mengenalnya. Serupa dengan hal itu, di dalam Alkitab, bagitu banyak orang-orang yang ikut terlibat membentuk sejarah Alkitab tetapi banyak diantara kita yang tidak pernah memperhatikannya. Minggu ini, kita akan mempelajari mengenai Rizpa, seorang wanita biasa yang mempunyai pengalaman hidup luar biasa. Melalui kemauannya yang keras, ketekunan hatinya, semangatnya, dia memperoleh perhatian Raja Daud dan mudah-mudahan dalam minggu ini, perhatian kita juga.

Joshua Mochache, Cedar Hill, Texas, U.S.A.

Minggu
21 Nopember

Logos
Kesetiaan Mengilhami Kesetiaan Ul. 30:19; 2 Sam. 3:6–11; 21:1–14; Mark 13:13


“Pilihlah Kehidupan” (Ul 30:19)

Semua keputusan yang kita ambil memiliki konsekuensi yang akan mempengaruhi orang lain. Semua keputusan yang bertanggung jawab yang diambil bukan saja akan membawa berkat kepada orang-orang yang setia dan keturunannya juga. Inilah yang Ulangan 30:19 tunjukkan dengan mengajak kita untuk memilih kehidupan.

Sungguh suatu hari yang tragis untuk Rizpa

Sejarah mengajarkan kita bahwa generasi masa depan kadangkala memanen buah yang disemai oleh para leluhur mereka. Jika orang sudah korup dan tidak bermoral, akibat dari perbuatan mereka bukan hanya akan mempengaruhi mereka, tetapi juga mereka yang akan datang setelah mereka. Sebaliknya, jika seseorang selalu tekun dan setia, generasi sesudah mereka juga akan terberkati oleh kesetiaan mereka. Hal ini terjadi sama halnya dengan pengaruh orang tua terhadap anak-anaknya. Bicara mengenai perceraian, Dr. Kenneth Bateman menulis bahwa: “Anak-anak mungkin akan ikut terpengaruh oleh perkawinan orang tuanya yang berantakan; kegiatan sekolah yang terbengkalai, demikian juga dengan kepercayaan dirinya, kemarahan yang meledak-ledak, depresi, dan selalu menyalahkan diri sendiri, selalu bertentangan dengan otoritas yang ada, dan kemampuan mereka sendiri untuk memiliki perkawinan yang baik (karena panutan dan sistem keluarga yang tidak baik). Sebaliknya, ketika kita memilih kehidupan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab, kita sedang mempengaruhi mereka dengan pengaruh kita juga.
Sudah jelas bahwa Yesus datang ke dunia ini bukan hanya untuk mati ganti dosa-dosa kita, tetapi juga hidup diantara kita menunjukkan dengan cara yang praktis apa artinya hidup dengan setia. Tanpa mengurangi pentingnya arti kematian Yesus untuk keselamatan kita, perlu juga untuk mengetahui bahwa rencana keselamatan Allah ini berjalan selama tiga hari. Selain itu, Yesus menghabiskan 33 tahun hidupnya tinggal diantara orang-orang biasa sehingga mereka bisa terinspirasi untuk hidup setia. Oleh sebab itu, kesetiaan kita kepada Allah adalah bukan hanya mengenai kita. Akan tetapi mengenai orang lain juga, beberapa diantaranya tidak pernah kita ketahui.

Kesetiaan menghasilkan perhatian (2 Sam 3:6–11; 21:1–14)

Rizpa, yang namanya berarti “batubara atau batu panas” hidup dengan mencerminkan arti namanya sesunguhnya dengan cara yang luar biasa. Sebagai tanggapan dari permintaan orang-orang Gibeon, dan juga mungkin untuk alasan politik pribadinya, Daud menyerahkan ke tangan mereka tujuh orang keturunan Saul untuk dibunuh sebagai balasan atas perlakuan Saul yang membunuh banyak orang-orang Gibeon. Diantara orang-orang tersebut terdapat dua orang anak-anak Rizpa. Anak-anak ini kemungkin adalah penerus dari tahta Saul karena tiga kakak mereka yang tertua telah mati di medan perang dan salah satu adiknya bernama Eshbaal telah dibunuh (I Samuel 14; II Samuel 4)
Sungguh suatu hari yang tragis untuk Rizpa. Dia bisa saja melawan. Namun sebaliknya, dia menjaga mayat-mayat yang tergantung (2 Sam 21:9) yaitu anak-anaknya sendiri dari serangan burung-burung dan binatang-binatang pemangsa. “…dari permulaan musim menuai sampai tercurah air dari langit ke atas mayat mereka; ia tidak membiarkan burung-burung di udara mendatangi mayat mereka pada siang hari, ataupun binatang-binatang di hutan pada malam hari.”(2 Sam 21:10). Ini menunjukkan bahwa “Rizpa berjaga-jaga dengan setia dalam waktu yang lama”
Ketika Daud mendengar akan keteguhan hati Rizpa, dia pergi ke gunung batu itu, menurunkan mayat-mayat yang tergantung disana dan menguburkannya.

Kesetiaan itu Mahal (Mar 13:13)

Kesetiaan tidak selalu membawa pengalaman yang menyenangkan. Kesetiaan yang sejati kadang-kadang membutuhkan harga yang harus dibayar. Dalam Markus 13:13, Yesus memberitahukan dengan jelas bahwa mereka yang berada di sisi Allah akan dibenci semua orang. Walaupun konteks ayat ini adalah mengenai masa kesudahan, banyak orang-orang Kristen yang sudah mengalami peristiwa kebencian ini. Banyak orang yang dengan cepat membenci mereka yang mengikuti Kristus, mereka sebenarnya tahu apa yang benar di hati mereka, namun mereka memilih untuk tidak berubah. Kesetiaan kita, telah membuat mereka merasa tidak nyaman.
Paulus menyadari hal ini sewaktu dia berkata, “Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan (2 Kor 2:16). Jadi janganlah kita menjadi tawar hati dalam usaha kita menjadi orang yang setia ditengah-tengah orang-orang yang tidak. Akan tetapi, biarlah perbedaan itu membuat kita yakin bahwa “Allah ada ditengah-tengah kamu!” (1 Kor 14:25)

REAKSI
1. Sampai sejauh mana kesetiaanmu jika dibandingkan dengan kesetiaan yang dimiliki oleh Rizpa?
2. Bagaimana bisa seseorang tidak memiliki iman?
3. Jika kesetiaan itu tidak membutuhkan pengorbanan, apakah anda pikir akan lebih banyak lagi orang yang menerima Kristus dan menghidupkan ajaranNya? Jelaskan jawaban anda.
4. Apa yang dimaksud dengan kesetiaan yang membutuhkan pengorbanan itu akan membuat kesetiaan lebih bermakna?
5. Coba pikirkan orang-orang yang setia yang ada di kehidupan andara. Bagaimana kesetiaan mereka mempengaruhi kehidupan anda?
6. Coba pertimbangkan kesetiaan anda dan efeknya terhadap teman dan keluarga anda
Obed Soire, Okinawa, Japan

1. Dr. Kenneth Bateman. Amber University. http://www.alicebaland.com/ALSCResources/REMADivorceFacts.htm (accessed June 4, 2009).
2. Eastons Bible Dictonary. http://www.bible-history.com/eastons/R/Rizpah (accessed June 8, 2009)
3. Diana Edelman. Jewish Women: A Comprehensive Encyclopedia, http://jwa.org/encyclopedia/article/rizpah-bible (accessed August 19, 2009).
4. The SDA Bible Commentary, vol. 2, p. 697.

Senin
22 Nopember
2 Sam. 21:10 Kesakisan
Karung dan Kerinduan

Tapi walaupun mereka telah mati, aku menghargai hubungan yang kami pernah miliki.” Rizpa telah berketetapan hati untuk menyatakan keinginan hatinya dibawah kain karung yang dikenakannya—bukan hanya untuk satu atau dua jam saja, atau satu atau dua hari saja, bahkan bukan untuk satu atau dua minggu saja—tapi dari musim semi hingga musim gugur. Dia bukan hanya ingin menyampaikan kesedihan hatinya. Dia hanya ingin menunjukkan komitmennya dari awal masa panen sampai dengan musim penghujan. Begitulah bagaimana pengaruhnya dirasakan. Begitulah caranya dia dapat mempengaruhi Raja Daud. Apakah kita mempunyai keteguhan hati seperti itu? “Adalah karakter dan pengalaman kita yang akan menentukan pengaruh kita terhadap orang lain. Untuk meyakinkan orang lain akan kuasa kasih karunia Kristus, kita harus merasakan kuasaNya terlebih dulu dalam hati dan kehidupan kita…Hanya oleh iman yang hidup di dalam Kristus sebagai Juruselamat pribadi kita yang memungkinkan pengaruh kita dirasakan di didunia yang tidak percaya ini.”1

Rizpa setia pada apa yang dipikirnya benar

Walaupun dalam pemikiran kita bahwa adalah sia-sia untuk menjaga mayat anak-anaknya, Rizpa setia pada apa yang dipikirnya benar untuk dilakukan, dan kita juga harus demikian. “Tidak ada seorangpun yang dapat tahu apa yang mungkin menjadi maksud Allah dalam kedisiplinanNya; tetapi semua orang harus yakin bahwa kesetiaan di dalam hal-hal kecil adalah bukti dari kesiapan kita terhadap tanggung jawab yang lebih besar lagi.”2
Pengaruh dari keteguhan hatinya telah membuat Raja bertindak. Apakah dia tahu atau tidak, aksinya menghasilkan sebuah aksi yang lebih besar. Sehingga, “ratusan dan ribuan telah tertolong oleh pengaruh kita. Pengikut Kristus yang sejati telah menguatkan hidup orang banyak yang telah ditemui.”3
Dari balik kain karung, Rizpa telah menggugah hati raja untuk bertindak. Biarlah penyerahan diri kita yang tulus dapat selalu menjadi pusat dari tindakan kita yang akan mempengaruhi orang lain. “Lingkaran pengaruh kita mungkin saja kecil, kemampuan kita terbatas, kesempatan kita sedikit, pencapaian kita terbatas; walaupun demikian kemungkinan yang indah adalah mungkin menjadi milik kita dengan menggunakan kesempatan yang ada pada kita dengan setia.”4

REAKSI
1. Bagaimana Rizpa mengilhami anda untuk menggunakan apa yang ada pada anda untuk sesuatu yang baik?
2. Aksi Rizpa telah membuat seorang Raja bertindak, dan yang membuatnya hanyalah sebuah kain karung dan keteguhan hati. Bagaimana anda dapat menggunakan apa yang sedikit yang ada pada anda untuk dapat mempengaruhi seseorang yang membutuhkan pengalaman akan kasih Allah?
Elvis Mogoi, Wilmington, Delaware, U.S.A.

Selasa
23 Nopember
Bukti
Kelemah Lembutan atau Kelemahan 2 Sam 21:1–14

Buku II Samuel menuliskan tentang seorang yang dengan sungguh-sungguh ingin menjadi seorang pemimpin yang hebat sekaligus tetap menjadi hamba Allah. Sayangnya, dia sering tertanggu dengan kemanusiaannya yang tidak sempurna. Karakter pendukung di Alkitab seperti Rizpa diceritakan dengan menarik, walaupun kadangkala terlupakan, jika dibandingkan dengan tokoh utama, yaitu Daud, yang walaupun berdosa, tetap menjadi seorang yang ada di hati Allah—seorang yang menunjukkan penyesalan, seorang yang bersemangat, dan yang selalu mempunyai tujuan. Adalah mungkin bahwa buku II Samuel dituliskan oleh nabi Natan dan Gad si pelihat (I Taw 29:29). Sebagai tambahan untuk ini, informasi dari sumber lain yang disebut Kitab Orang Jujur mungkin saja ikut ditambahkan (I Sam 1:18). Kejadian-kejadian yang terjadi di buku ini terjadi antara tahun 1004 dan 971 SM. Jadi, dapatkah kita mengambil suatu pelajaran dari cerita yang terjadi bertahun-tahun sebelumnya mengenai kerajaan yang Allah sendiri sebutkan akan tetap selama-lamanya?

Melalui cerita seperti kisah Rizpa …kita ditantang untuk membaktikan hidup kita hanya kepada Yesus

Coba perhatikan perkataan Allah kepada Raja Israel yang baru: “’ Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.'' (II Sam 7:16). Pada kenyataannya Daud meninggal dan tidak ada raja yang sekarang berkuasa di Israel saat ini. Jadi apakah yang kokoh untuk selama-lamanya? Alkitab seringkali menghubungkan Yesus sebagai anak Daud. Janji itu tetap selamanya di dalam Yesus Kristus. Yesus, anak Daud, melalui kematian dan kebangkitanNya membangun sebuah kerajaan yang akan berlangsung untuk selama-lamanya. Dengan iman kita dapat menjadi bagian dari kerajaan tersebut. Melalui cerita seperti kisah Rizpa yang menunjukkan orang-orang biasa yang menunjukkan komitmen dan iman yang luar biasa, kita ditantang untuk membaktikan hidup kita hanya kepada Yesus, sang pendiri kerajaan itu. Melalui kehidupan Rizpa yang tampaknya tidak penting, kita dapat menyadari bahwa kita juga harus hidup walau bagaimanapun terbatasnya hidup kita terlihat jika dibandingkan dengan hal-hal lain yang luar biasa besar, dengan dedikasi dan keteguhan hati. Kita harus mendapatkan dorongan dan semangat dari cerita seperti cerita Rizpa ketika kita dihadapkan dengan tantangan dan situasi yang tidak nyaman. Kita musti ingat bahwa kita harus tetap bertahan sampai pada kesudahannya agar dapat tetap tinggal dalam kerajaan Allah (Markus 13:13). Buku II Samuel mengingatkan kita bahwa Allah tetap memegang teguh janjiNya. Tidak ada satupun yang dapat merubah hal itu. Kristus akan bertahta sampai selama-lamanya—saat ini dalam hati kita dan pada akhirnya di dalam dunia dan langit yang baru. Dengan tetap setia kepadaNya, kita memilih kehidupan—sekarang dan selamanya (Ulangan 30;19).

REAKSI
Apa perbandingan yang bisa kita buat antara kasih Rizpa kepada anak-anakNya dan kasih Allah kepada anak-anakNya, sebagaimana ditunjukkan dalan Yesaya 49:15?
Enock Mochache (assisted by Barbra and Josene), Calhoun, Tennessee, U.S.A.

Rabu
24 Nopember

Mark 9:14–29; 13:13 Bagaimana
Tetap Setia Dalam Susah dan Senang

Banyak diantara kita merasa tidak sesuci dan sepenting dari anggota jemaat lain di gereja kita sehingga kita merasa tidak masalah jika tidak setia setiap saat dan di setiap kesempatan. Lagi pula, orang-orang pasti sudah berpikir mengenai hal-hal yang buruk tentang kita, jadi buat apa susah-susah untuk tetap setia jika tidak ada seorangpun yang percaya akan kejujuran kita? Saya membayangkan inilah perasaan Rizpa waktu anak-anaknya diserahkan kepada orang Gibeon untuk digantung. Mengapa harus susah-susah untuk menjaga mayat anak-anaknya pada saat tidak ada seorangpun yang peduli untuk menguburkannya? Kenapa Daud harus peduli akan gundik musuhnya yang telah kalah? Kenapa dia harus menolong wanita yang dituduh mempengaruhi Abner untuk meninggalkan pemerintahan Saul? Walaupun reputasinya yang diragukan, Rizpa dengan setia menjaga mayat anak-anaknya berbulan-bulan lamanya—sampai daud memberikan mereka penguburan yang layak. Kesetiaan seorang gundik telah menghasilkan belas kasihan seorang raja.

Kesetiaan seorang gundik telah menghasilkan belas kasihan seorang raja

Bagaimana kita dapat tetap setia baik dalam keadaan senang dan susah? Bagaimana seseorang dapat memiliki iman walaupun reputasinya telah rusak? Saya percaya iman yang seperti itu dapat diperoleh jika kita melakukan ketiga hal ini:
Berhenti beranggapan bahwa hidup orang Kristen akan terus senang dan mudah. Di dalam Markus 13:13, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.'' Disini kita belajar bahwa kita harus tetap setia sampai akhir, hingga pada akhirnya kita diselamatkan. Kalau misalnya hal ini mudah, Ia tidak mungkin menggunakan kata “bertahan”. Jadi berhentilah beranggapan bahwa dengan menjadi anak Allah, hidup kita akan sama seperti berjalan di taman.
Kita harus meminta Allah untuk menjaga kita tetap setia, karena kita tidak mungkin untuk melakukannya dengan usaha kita sendiri. Kita harus sama seperti seorang ayah yang setia di dalam Markus 9:14-29 yang berseru kepada Yesus, “''Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!''
Kita harus menyadari bahwa reputasi yang sesungguhnya adalah menjadi anak-anak Allah. Hanyalah dengan mengingat bahwa selama kita menjadi orang berdosa, Allah sangat mengasihi kita sehingga Ia mengutus anakNya untuk mati bagi kita, kita dapat menyadari bahwa yang paling penting adalah tetap menjadi setia kepadaNya.

REAKSI
1. Kenapa menurutmu banyak orang Kristen yang percaya bahwa kehidupan mereka seharusnya menjadi lebih mudah karena mereka seorang Kristen?
2. Kenapa banyak diantara kita begitu fokus untuk memperhatikan apa yang orang pikirkan tentang kita dibandingkan dengan apa yang Allah pikirkan tentang kita?

Trufosa Mochache, Cedar Hill, Texas, U.S.A.

Kamis
25 Nopember

Pendapat
Kedamaian Yang Benar ditemukan dalam Kerendahan Hati Kita 2 Sam 21:1–14; Rom. 12:8

Minggu ini kita telah mempelajari mengenai Rizpa, gundik Saul. Kisahnya tampak aneh, dan perannya dalam cerita tersebut tampak tidak masuk akal. Apakah itu maksud Allah membiarkan anak-anak Rizpa untuk mati membayar dosa ayah mereka? Tampaknya sangat tidak benar kalau Rizpa harus menderita kehilangan walaupun mereka tidak bersalah atas apa yang terjadi kepada orang-orang Gibeon. Apa yang disampaikan oleh cerita ini mengenai sifat Allah? Sewaktu saya mempelajari kisahnya, saya menemukan beberapa jawaban.

Balas dendam bukanlah jawaban.

Raja Daud tidak berkeluh kesah, berpikir keras apa yang orang-orang akan lakukan tanpa panen ataupun padang rumput untuk memberi makan domba-domba dan sapi-sapi mereka. Dia pergi bertanya kepada Allah kenapa bala kelaparan terjadi. Ketika kita tidak mengerti akan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, kita harus mencari petunjukNya. Tapi kita tidak boleh berhenti mencari petunjukNya sama seperti yang telah dilakukan oleh Daud. “Ketika berhadapan dengan orang-orang Gibeon, Daud tidak bertanya kepada Allah sebagaimana seharusnya dia harus lakukan…walaupun dalam…sifat nya yang benar dan teguh, jika saja dia bertanya kepada Allah, mungkin jalan yang lebih baik akan terjadi.* Karena Daud tidak menanyakan pendapat Allah dalam segala hal, dia harus memperbaiki apa yang terjadi dengan orang-orang Gibeon dalam hal yang tidak menghormati Allah.
Setelah dia menyerahkan keturunan Saul kepada orang-orang Gibeon, Rizpa bisa saja balas dendam atas kematian anak-anaknya. Akan tetapi, dia melaksanakan tugasnya sebagai seorang ibu dengan menjaga mayat anak-anaknya yang sudah mati dari ketidaklayakan. Ketika Daud mendengar akan keberaniannya, Daud memutuskan untuk mengikuti contoh yang ditunjukkan Rizpa dengan cara menghormati Saul, Yonatan, dan mereka yang digantung, dengan memberikan penguburan yang layak. Hanya dengan cara inilah baru bala kelaparan itu berakhir.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kalau seandainya Daud bertanya kepada Allah untuk yang kedua kalinya dibandingkan dengan datang kepada orang-orang Gibeon. Walaupun demikian, saya pikir kita dapat perhatikan bahwa rekonsiliasi dengan Allah dapat dicapai dengan kasih, bukan dengan menunjukkan balas dendam. Hal ini bukan hanya untuk Daud dan Rizpa, tapi juga untuk masing-masing kita. Balas dendam bukanlah jawaban. Jika anda ingin seperti Kristus, ikutilah contoh yang diberikan Rizpa. Carilah damai dan rekonsiliasi dari padaNya. “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (Roma 12:18). Dalam melakukan hal itu, kita telah merefleksikan sifat Allah.

REAKSI
1. Apakah rekonsiliasi itu berarti duduk dengan manis dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa? Jika demikian, bagaimana?
2. Apakah ada situasi dalam hidupmu yang membutuhkan rekonsiliasi?

Bianca Acosta, Rancho Cucamonga, California, U.S.A.

Jum’at
26 Nopember
Eksplorasi
Keran Kesetiaan 2 Sam. 21:1–14

SIMPULKAN
Dikuasai oleh manusia, hidup Rizpa tunduk kepada keputusan seperti keputusan tunggal Daud yang sebenarnya dapat dipertanyakan untuk mengakhiri bala kelaparan yang sudah berlangsung lama—yaitu dengan cara memberikan anak-anak Rizpa dan Saul bersama-sama dengan cucu-cucu Saul untuk dieksekusi. Rizpa tentu saja tidak dapat mengendalikan situasi ini, tapi dia dapat mengendalikan reaksinya atas situasi tersebut. Dia berdiri tidak bergeming 24 jam sehari 7 hari seminggu disamping mayat anak-anaknya selama lima bulan lamanya. Kesetiaan dan keteguhannya sampai kepada Daud, dan dengan terlambat datang mengambil mayat anak-anak dan cucu-cucu Rizpa dan menguburkannya bersama-sama dengan tulang-tulang dari Saul dan Yonatan. Kesetiaan telah berbicara lebih keras daripada kata-kata di dunia yang biasa dengan aksi-aksi yang mementingkan diri sendiri.

PERTIMBANGKAN
• Perhatikan arti nama dari Rizpa—“batu bara atau batu panas”—dengan cara menyalakan sebuah briket batubara di dalam kaleng atau tempat yang tahan api. (Tetap gunakan cara yang aman). Begitu dinyalakan, batubara itu akan memberikan hangat yang tetap sama. Seberapa sering anda menemukan sumber kesetiaan yang selalu sama?
• Nyanyikan agu “Great is Thy Faithfulness” (no.100 dalam buku “Seventh-day Adventist Hymnal) dan bandingkan kesetiaan anda dengan kesetiaan yang ditunjukkan oleh Allah
• Cari di internet dengan menggunakan kata kunci “Rizpa” dan “seni Alkitab/Bible art”. Cari ada berapa karya senin yang menunjukkan keteguhan Rizpa
• Bacalah puisi dari Alfred Tennyson berjudul “Rizpa” dan bandingkan dengan cerita yang terdapat di Alkitab. Apa kesamaannya? Apa perbedaannya?
• Bacalah cerita yang terdapat dalam II Samuel 21:1-14 dalam konteks hukum yang kedua—dosa bapak akan ditanggungkan kepada ketutunan kedua dan ketiga.
• Cari di kamus arti dari kesetiaan, dedikasi, dan ketabahan. Bagaimana kata-kata tersebut dijelaskan dan apa contoh yang bisa kamu berikan?
• Carilah air mancur air panas “yang selalu setia” (“old faithful”) di taman nasional Yellowstone di Amerika Serikat untuk mempelajari berapa lama air mancur itu bisa ada disana.

HUBUNGKAN
The SDA Bible Commentary, vol. 2, pp. 696, 697; Edith Dean, All the Women of the Bible, pp. 109–112, 282, 291; Voices of Faith: Women of the Bible Speak to Christian Women Today, (Grand Rapids, Mich.: World Publishing).

Norma Sahlin, Springboro, Ohio, U.S.A.

Thursday, 11 November 2010

SSCQ Pelajaran 8 Kwartal 4 tahun 2010

Latar Belakang dan Karakter dalam Perjanjian Lama
Yoab: Orang Kuat Daud Yang Lemah
Pelajaran Ke-Delapan Kwartal 4,
13—20 NOVEMBER 2010
Diterjemahkan Oleh: Rachel dan Danny Handoko
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian

“Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati” (Ams. 21:2)



Sabbath
13 NOVEMBER
2 Samuel 2; 3:1–26; 11:1–25; 20:1–26; 1 Raja-Raja 1; Mat. 5:22 Pendahuluan
Suatu Teladan Yang Negatif

Ketika saya pertama kali mendengar kisah Kassim*, saya hampir tidak bisa mempercayai telinga saya. Sebagaimana saya mengenalnya, Kassim adalah seorang yang baik di gereja, seseorang yang selalu dengan efektif menjalankan tugasnya sebagai seorang ketua jemaat. Dia menyampaikan khotbah yang menarik, dan nasihat-nasihatnya selalu membantu. Saya menganggap Kassim sebagai seorang pengikut yang sejati. Kemudian suatu hari, saya menemukan satu sisi lain darinya.
Kisah yang saya dengar tentangnya mencengangkan saya. Begitu sulit hal itu untuk dipercaya. Kassim telah membunuh beberapa orang di masa lalu dan masih tetap terlibat di dalam satu tingkah laku yang tidak terkatakan. Seorang sahabat saya yang lain tahu bahwa Kassim telah disewa oleh satu keluarga untuk membalaskan dendam atas seorang pria yang berselingkuh dengan seorang wanita anggota keluarga itu.

Mengapa orang-orang yang mengaku mengikut Kristus terus menerus mengembangkan sifat-sifat yang berdosa seperti kebencian dan kecemburuan ?

Dengan melihat informasi seperti itu, kita perlu bertanya kepada diri sendiri mengapa orang-orang yang mengaku mengikuti Tuhan yang benar terlibat dalam tingkah laku yang berdosa. Mengapa orang-orang yang mengaku mengikut Kristus terus menerus mengembangkan sifat yang berdosa seperti kebencian dan kecemburuan? Tidakkah Penebus kita memberikan pada kita satu penyelesaian yang selamanya untuk kesalahan-kesalahan kita?
Juga, kita perlu mempertimbangkan sikap kita sendiri terhadap orang-orang seperti itu. Begitu banyak dari kita yang seringkali begitu cepat menghakimi orang-orang yang terus melakukan bahkan tindakan dosa yang terkecil sekalipun begitu mereka telah menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka. Satu perkataan yang keras terhadap seseorang yang menurutmu memerlukan koreksi, sedikit gosip yang terasa baik bagi lidahmu, satu pandangan menegur yang diarahkan kepada satu jiwa yang bergumul seringkali menjadi kebanggaan barangsiapa dari kita yang mengangkat sendiri tanggung jawab untuk memelihara gereja tetap murni.
Bagaimana orang-orang seperti itu akan menolak orang yang kita akan pelajari minggu ini – seseorang yang terjerat di dalam perangkap untuk menjadi contoh yang negatif. Sementara kita mempelajari pelajaran setiap hari, tujuan utama kita bukanlah untuk berkonsentrasi kepada sisi negatif Yoab, tetapi kepada bagaimana karakternya mungkin memantulkan kehidupan kita hari ini. Kita juga akan merenungkan kesanggupan Kristus, Juruselamat kita yang sudah bangkit, untuk memurnikan dan menempa tabiat kita untuk sehingga bila orang lain melihat dan mendengar kita mereka akan melihat dan mendengar Kristus.
____________
*Kassim adalah nama samaran.

Rose Anyango, Dagorretti Corner, Nairobi, Kenya

Minggu
14 NOVEMBER

Bukti
Keharmonisan Antar Saudara 2 Sam. 2; 3:1–26; 11:1–25; 20:1–26; 1 Raja-Raja 1; 1 Yoh 2:9

Di tahun 1994, pembantaian etnis merobek Rwanda seperti api. Hampir satu juta individu kehilangan nyawa mereka. Kemudian tahun 2007, Kenya mengalami kekerasan sesudah pemilihan umum yang meninggalkan sekitar seribu orang tewas. Bagaimanakah mungkin bahwa orang bisa melakukan tindakan yang begitu jahat terhadap satu sama lain? Bagaimana orang bisa membunuh orang-orang lain yang mereka tadinya anggap sebagai sahabat? Bagaimana mungkin para anggota keluarga bisa saling membinasakan?
Semua itu dimulai dengan individu-individu yang memiliki pikiran-pikiran jahat. Yoab adalah seorang seperti itu yang tampaknya suka untuk merencanakan dan memperluas dosa. Dia adalah bukti bahwa walaupun seseorang bisa menjabat satu posisi yang dihormati dan dipercaya, bila orang itu tidak menghargai dari dalam hatinya prinsip-prinsip Ilahi, pekerjaan mereka akan sia-sia.

Di manapun kita berada, apapun yang kita lakukan, fokus utama kita seharusnya ada pada Kristus.

Yoab diberi tanggung jawab untuk memimpin bala tentara Raja Daud. Dia bisa saja menggunakan tanggung jawab ini untuk memenangkan lebih banyak jiwa bagi Tuhan dan untuk melakukan pekerjaan-Nya. Tetapi, Yoab memilih untuk pergi ke arah yang berlawanan. Engkau atau saya mungkin tidak pernah akan ditempatkan di posisi seperti Yoab. Kita mungkin tidak pernah akan bertanggung jawab akan kemakmuran ribuan orang. Tetapi, pelajaran utama yang bisa kita pelajari dari orang kuat Daud yang lemah ini adalah bagaimana cara yang terbaik untuk menggunakan posisi dan tanggung jawab yang Tuhan telah pandang layak untuk limpahkan kepada kita.
Di manapun kita berada, apapun yang kita lakukan, fokus utama kita seharusnya ada pada Kristus, yang kehadiran-Nya di dalam hati kita melalui tinggalnya Roh Kudus akan mengubah tabiat kita yang berdosa untuk memantulkan tabiat-Nya yang tidak berdosa. “Adalah untuk kebaikan kita bahwa Tuhan telah memanggil kita untuk mempraktekkan penyangkalan diri demi Kristus, untuk memikul salib, untuk bekerja dan berkorban untuk berusaha menyelamatkan yang hilang. Ini adalah proses dari Tuhan dalam memurnikan, membasuh material yang kotor, supaya garis tabiat yang berharga, yang ada di dalam Kristus Yesus bisa tampak di dalam diri orang percaya.” *

REAKSI
Pikirkan tentang dirimu sebagai seorang Kristen di zaman ini. Apa yang engkau lakukan di dalam pikiran dan tindakanmu untuk menjaga supaya engkau jangan jatuh ke dalam perangkap yang sama seperti Yoab?
____________
*Christian Service, hlm. 165.

Norbert Kurema, Thika, Kenya

Senin
15 NOVEMBER
2 Samuel 2:3; 3:1–26; 11:1–25; 1 Raja-Raja 1 Logos
Pelangi Yang Tidak Menyenangkan

Perseteruan Keluarga (2 Samuel 2)
Di dalam gambaran yang lebih luas tentang masa pemerintahan Daud dan usahanya untuk mempersatukan satu negara yang telah berantakan, kita bertemu dengan Yoab, komandan dari seluruh bala tentara Daud. Dikaruniai dengan tugas untuk mengorganisir dan memelihara bala tentara kerajaan, Yoab menggunakan kuasa dan jabatannya untuk mencapai tujuan-tujuan yang cukup berlawanan dengan instruksi tuannya.
Hari ini, Yoab mungkin sudah akan diadili di dalam mahkamah militer untuk penyalahgunaan jabatan seperti itu. Dia terlibat di dalam pembunuhan terencana, kecemburuan, perebutan kekuasaan, dan kesetiaan kepada pihak yang salah. Di dalam 2 Samuel 2, kita mendapati dia berada di garis depan peperangan antara keluarga Daud dan Saul. Klimaks dari peperangan ini mencakup pembunuhan Asael, putra Zeruya. Sebagai saudara Yoab, pembunuhan Asael menanamkan satu benih balas dendam di hati Yoab – satu benih yang perlahan-lahan tumbuh menjadi kebencian terhadap Abner, dan pada akhirnya pembunuhan atas dirinya (2 Sam. 3:23–27).

Bahkan di gereja-gereja zaman ini, tingkah laku seperti ini merajalela

Berapa seringkah di dalam zaman kita orang-orang Kristen terlibat di dalam intrik seperti itu? Benih pembalasan dendam yang berakar di hati Yoab masih bisa menembus hati kita hari ini. Adalah benih yang sama yang membawa kepada pertikaian di sorga ketika Setan mulai menyalakan pertentangan besar di sorga (Yes. 14:12–14). Sebagai orang-orang Kristen, etika kita – ataukah mereka berhubungan dengan dimensi kehidupan sosial, politik, atau ekonomi – seharusnya selalu didasarkan hanya atas prinsip-prinsip Alkitabiah.
Kristus adalah teladan kita di dalam segala sesuatu. Cara Dia melayani orang-orang lain sementara berada di dunia ini adalah cara kita seharusnya melayani orang-orang lain. Rencana keselamatan didasarkan atas kasih yang tidak mementingkan diri, jenis kasih yang kita harus kembangkan sementara Roh Kudus mengubah kehidupan kita. Kita harus menolong satu sama lain menanggung beban kita sama seperti Kristus adalah penanggung beban di dunia ini.

Perebutan Kekuasaan (1 Raja-Raja 1)
Alkitab menjadikan jelas bahwa Yoab terlibat di dalam politik kekuasaan yang memecah belah (Tidak jauh berbeda hingga saat ini, bukan?) Dia secara rahasia menyetujui rencana rahasia Adonia untuk menggantikan Daud bapanya sebagai raja, dengan demikian melawan keinginan Daud sendiri. Politik seperti itu juga timbul di zaman para rasul sebagaimana yang disaksikan oleh Paulus di gereja di Korintus. (1 Kor. 1:10).
Bagi Yoab, dia menggunakan pengaruhnya sebagai komandan tentara untuk bekerja bahkan melawan majikannya. Adonia mendapati Yoab mau menerima rencana rahasianya untuk menggantikan Daud (1 Raja-Raja 1:7).
Bahkan di gereja-gereja zaman ini, tingkah laku seperti ini merajalela. Adalah memalukan bagi Tuhan bila anggota-anggota gereja membuat rencana-rencana rahasia yang berpuncak di dalam politik kekuasaan yang memecah-belah. Semua itu kembali kepada pertentangan besar antara Kristus dan Setan. “Banyak, bahkan dari mereka yang mengaku para pengikut Kristus, yang sedang berpikir, berencana, dan bekerja dengan begitu bersemangat untuk meninggikan diri, yang untuk memperoleh simpati dan dukungan orang banyak, mereka siap untuk membelokkan kebenaran, memalsukan dan salah menampilkan hamba-hamba Tuhan, dan bahkan menuduh mereka memiliki motif-motif yang salah dan mementingkan diri yang mengilhami hati mereka sendiri.”1

Kesetiaan yang Salah Arah (2 Sam. 11:1–25)
Adalah pengetahuan umum bahwa serdadu harus setia kepada para pemimpin dan bahwa para pemimpin harus setia kepada para serdadunya. Uria, satu dari tiga puluh pahlawan utama di bawah Raja Daud, adalah seorang yang patuh dan setia, sedemikian sehingga dia bahkan tidak mau pulang dan tidur dengan istrinya Bathsheba sementara dia bersiap untuk perang. Dia menempatkan tugas sebelum hiburan dan kesenangan. Di bawah derajat kesetiaan seperti itu, tidak ada raja yang waras yang mau menyingkirkan serdadu seperti itu. Tetapi, ini adalah orang yang Raja Daud hendak bunuh: dan dia menggunakan Yoab untuk menolong dia. Yoab, melalui kesetiaannya yang salah arah, menuruti instruksi Daud dan akhirnya membunuh Uria yang tidak bersalah.
Kesetiaan yang salah arah adalah satu area di mana Setan senang untuk menggoda kita. Berapa seringkah orang hari ini, bahkan orang-orang Kristen, terperangkap di dalam jerat kecemburuan, kekerasan, dan satu jenis “survival of the fittest” [hukum rimba] di mana kita membuat keputusan-keputusan yang mementingkan diri yang memiliki efek yang menghancurkan?
Kristus, teladan kita, menghidupkan satu kehidupan tanpa cacat di bumi ini. Hari ini, Dia mendesak para pengikut-Nya untuk hidup menurut teladan-Nya. Kemudian kita akan mewarisi kerajaan sorga. Kemudian “Yesus menggembirakan kehidupan dan menerangi jalan mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia. Kasih-Nya yang diterima di dalam hati akan berkembang menjadi perbuatan yang baik menuju kehidupan kekal. Dan bukan hanya itu memberkati jiwa di mana dia berkembang, tetapi aliran air hidup itu akan mengalir di dalam kata-kata dan perbuatan orang-orang benar, untuk menyegarkan mereka yang haus di sekitarnya”2

REAKSI
1. Pertimbangkan orang-orang dan ideal kepada siapa engkau setia. Apakah ada dari kesetiaan ini yang salah arah? Bila ya, bagaimana? Apa yang bisa engkau lakukan untuk menempatkan kesetiaan itu pada tempatnya yang benar?
2. Apakah konsep-konsep dan ide-ide yang mempromosikan politik kekuasaan di dalam gereja, dan bagaimana kita bisa mencegahnya?
3. Apakah beberapa konsep dan ide yang mendukung kompromi yang sehat dari opini-opini yang saling bertentangan? Bagaimana konsep-konsep dan ide-ide ini bisa digunakan dengan baik di gerejamu?
4. Pikirkan tentang kehidupan Yoab. Apa yang bisa engkau pelajari dari dia yang bisa menolong engkau dengan hidupmu?
____________
1. Patriarchs and Prophets [Para Nabi dan Bapa], hlm. 403.
2. Ibid., hlm. 412.

Saline Khavesta, Nairobi, Kenya

Selasa
16 NOVEMBER
Kesaksian
Mengecek Realita Kel. 20:13


Keadaan-keadaan dan aktivitas-aktivitas yang mengelilingi kehidupan Yoab membuat satu lukisan dari seseorang yang dipercayakan satu posisi yang sensitif. Keterlibatannya di dalam pembunuhan massal dan individual adalah satu pertanda bahwa dia adalah serigala berbulu domba.
Menulis SMS sambil mengemudi atau aktivitas mana saja yang lain yang membawa kepada hilangnya kehidupan dikecam oleh Alkitab. “Semua perbuatan ketidakadilan yang cenderung memperpendek kehidupan, roh kebencian dan balas dendam, atau pemanjaan nafsu apapun yang membawa kepada tindakan yang melukai orang lain, atau menyebabkan kita untuk hanya mengharapkan sekalipun supaya orang lain celaka (barangsiapa membenci saudaranya adalah seorang pembunuh); dengan mementingkan diri mengabaikan untuk menolong yang membutuhkan dan yang menderita; semua pemanjaan diri atau kekurangan yang tidak perlu atau kerja yang berlebihan yang cenderung merusak kesehatan, semua ini adalah berbagai derajat pelanggaran dari perintah yang keenam.”1

“Dia yang hatinya tidak dipenuhi dengan kasih kepada Tuhan dan sesamanya bukanlah seorang murid Kristus.”

Yoab adalah seseorang yang penuh dengan sifat-sifat buruk seperti yang didaftarkan di kutipan di atas. Kutipan berikut ini memberikan kepada kita satu cek akan realita supaya kita tidak membuat kesalahan yang sama seperti Yoab. “Satu kebangunan dan reformasi harus terjadi di bawah tuntunan Roh Kudus. Kebangunan dan reformansi adalah dua hal yang berbeda. Kebangunan menandakan satu pembaharuan kehidupan rohani, perbaikan kuasa pikiran dan hati, dan satu kebangkitan dari kematian rohani. Reformasi menandakan reorganisasi, satu perubahan dalam ide dan teori, kebiasaan, dan praktek. Reformasi tidak akan membawa buah-buah yang baik atau benar kecuali dia dihubungan dengan kebangunan rohani.”2
“Tidak peduli betapapun tingginya pengakuannya, dia yang hatinya tidak dipenuhi dengan kasih kepada Tuhan dan sesamanya bukanlah seorang murid Kristus. Walaupun dia memiliki iman yang besar, dan bahkan memiliki kuasa untuk melakukan mujizat, tetapi tanpa kasih imannya akan menjadi tidak berharga. Dia mungkin menunjukkan kemurahan hati yang besar, tetapi bila dia oleh satu motif yang lain dari kasih yang sejati memberikan semua hartanya untuk memberi makan orang-orang miskin, tindakan itu tidak akan membawa baginya berkat Tuhan. Di dalam semangatnya dia bahkan menjalani kematian sebagai martir, tetapi tanpa memiliki emas kasih, dia akan dipandang oleh Tuhan sebagai seorang antusias yang sesat atau seorang munafik yang ambisius.”3

REAKSI
Bagaimanakah mungkin bahwa dengan mengabaikan orang-orang yang lemah dan kurang beruntung di dalam masyarakat kita sedang melanggar hukum yang keenam?
____________
1. Patriarchs and Prophets [Para Nabi dan Bapa], hlm. 308.
2. Selected Messages, buku 1, hlm. 128.
3. Testimonies for the Church, vol. 5, hlm.168.

Florence Kurema, Kakamega, Kenya

Rabu
17 NOVEMBER

Yakobus 4:11 Bagaimana
Menghadapi Pertikaian

Pertikaian dalam keluarga adalah bagian dari keadaan yang merusak kehidupan Yoab. Kita membayangkan komandan militer di dalam situasi yang membawa kematian bagi Asael, Abner, dan Amasa. Pertikaian-pertikaian ini berputar di sekitar baik keluarga Saul maupun keluarga Daud.
Pertikaian dalam keluarga dimulai segera sesudah dosa (Kej 3:5-12) dan telah berlanjut sampai saat ini di sini. Bila dibiarkan saja, pertikaian-pertikaian ini bisa dengan mudah menjadi umpan bagi pancing sang Musuh. Sebagai orang-orang Kristen, kita adalah bagian dari keluarga Tuhan. Di dalam gereja-gereja, sekolah-sekolah, rumah-rumah, dan hubungan sosial, kita perlu belajar bagaimana menangani masalah keluarga, dan lebih baik lagi, bagaimana untuk bisa sama sekali menghindarinya. Yang berikut ini adalah beberapa prinsip yang akan menolong kita.

Pertikaian keluarga lebih baik diselesaikan secara bersahabat

Biarkan orang lain menolong dan berpartisipasi dalam proses penyembuhan. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh perselisihan keluarga memancar ke luar, menyebabkan ketidak bahagiaan kepada saudara, orang tua, keluarga jauh, dan bahkan sahabat karib. Biasanya perselisihan itu dibumbui dengan kecemburuan dan pembalasan dendam. Dalam kasus seperti itu, sahabat dan keluarga memiliki peranan aktif dalam mengobati pertikaian itu. Mereka bisa menjadi fasilitator atau melayani sebagai mediator antara dua kelompok yang bertikai. Dengan berbuat demikian, mereka bisa mendorong proses penyembuhan itu.
Menjadi teladan bagi orang lain. “Perkataanmu, tindakanmu, pakaianmu, sikapmu, bahkan ekspresi wajahmu, memiliki satu pengaruh. Pengaruh yang ditimbulkannya bisa berakibat kebaikan atau kejahatan yang tidak terukur. Setiap impuls yang disebarkan secara demikian adalah layaknya benih yang ditaburkan yang akan menghasilkan panennya. Itu adalah satu mata rantai di dalam rantai panjang kejadian-kejadian dalam kehidupan manusia, yang berlanjut entah sampai di mana. Bila dengan teladan yang kita berikan, kita membantu orang lain dalam mengembangkan prinsip-prinsip yang baik, kita memberikan kepada mereka kekuatan untuk berbuat yang baik. Pada gilirannya mereka memberikan pengaruh yang sama kepada orang lain, dan mereka kepada yang lain lagi. Dengan demikian melalui pengaruh kita tanpa sadar ribuan orang bisa memperoleh berkat.”*
Jangan berusaha membalas dendam. Pertikaian keluarga lebih baik diselesaikan secara bersahabat gantinya menggunakan prinsip “mata ganti mata.” Kapan saja engkau mendapati anggota-anggota keluarga yang bertarung satu sama lain, gunakan dialog, ingatlah bahwa “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” (Ams. 15:1).

REAKSI
1. Pikirkan satu orang di dalam keluargamu dengan siapa engkau berselisih paham. Apakah hasil dari perselisihan itu, dan bagaimana cara terbaik untuk mengampuni orang itu?
*Christ’s Object Lessons [Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus], hlm. 339, 340.

Samson Oguttu, Nairobi, Kenya

Kamis
18 NOVEMBER
Pendapat
Kesetiaan Yang Bersifat Membingungkan 2 Sam. 12:26–28

Saya mencoba membayangkan apa yang akan terjadi hari ini bila serdadu-serdadu berkompromi dengan kesetiaan mereka seperti yang dilakukan Yoab. Edisi ketujuh dari Oxford Advanced Learners Dictionary mendefinisikan kesetiaan sebagai “tetap setia kepada seseorang atau sesuatu dan mendukung mereka untuk hal itu.”
Berkat posisinya, Yoab seharusnya mematuhi perintah-perintah dari majikannya. Tetapi, kesetiannya kepada Daud memiliki banyak kekurangan. Kita bisa melihat hal ini dari kenyataan bahwa setelah diperingatkan oleh Daud supaya tidak membunuh Absalom (2 Sam 8:15), Yoab kemudian mengejar Absalom dan melakukan tepat hal itu (2 Sam 18:14). Dengan contoh ini dan banyak yang lain, kita melihat Yoab sebagai seorang komandan dengan kesetiaan yang patut dipertanyakan.

Roh Kudus akan memberikan kepada kita satu hati yang diubahkan dan satu cara berpikir yang baru.

Menjadi orang-orang Kristen menempatkan kita di dalam satu situasi di mana kita diharapkan untuk membagikan kepada seluruh dunia terang yang kita telah terima dari Kristus. Bila kita gagal untuk menyampaikan obor Kristus kepada orang berikutnya, dan bila kita dengan sengaja mengabaikan pekerjaan untuk menyebarkan Injil, kita bertindak seperti Yoab, dan kita membangkang terhadap instruksi dari Tuan kita.
Bila kita mau tinggal bersama dengan Kristus sampai pada akhirnya, kita harus menjauhi semua yang menyebabkan kita untuk mengkompromikan integritas moral kita dan gagal memenuhi harapan Tuhan. Roh Kudus akan memberikan kepada kita satu hati yang diubahkan dan satu cara berpikir yang baru.
“Bila Yesus berbicara tentang satu hati yang baru, Dia memaksudkan pikiran, kehidupan, keseluruhan diri. Untuk memiliki satu perubahan hati berarti mengalihkan cinta dari dunia dan memusatkannya kepada Kristus. Untuk memiliki satu hati yang baru berarti memiliki satu pikiran yang baru, maksud yang baru, dan motif yang baru. Apakah tanda dari satu hati yang baru? Satu kehidupan yang berubah. Setiap hari, setiap jam, mati bagi sifat mementingkan diri dan kesombongan.”1
Berdoalah supaya Tuhan memberikan kepadamu kuasa melalui Roh Kudus-Nya untuk memelihara satu hubungan yang dekat dengan-Nya. Kesetiaan yang tidak terbagi seharusnya menjadi bagian integral dari kehidupanmu, mengingat bahwa “kesempurnaan tabiat tidak mungkin bisa dicapai tanpa pengorbanan diri.”2

REAKSI
Bagaimana engkau mengukur kesetiaanmu terhadap yang berikut ini?: Tuhan; Orang tua; Pasangan hidup; Pemimpin nasional/sahabat-sahabat
____________
1. Messages to Young People [Amanat kepada Orang Muda], hlm. 72.
2. Testimonies for the Church, vol. 9, hlm. 53.

Julius Nyerere, Nairobi, Kenya

Jum’at
19 NOVEMBER
Eksplorasi
Yang Penting adalah Apa Yang Berada di Dalam Ams. 21:2

SIMPULKAN
Satu nasihat yang tepat, diucapkan oleh Yesus dan dicatat di dalam Lukas 12:48, bisa diterapkan kepada pelajaran minggu ini: “ ‘Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut’ ”. Kepada Yoab telah banyak diberi. Tetapi, dia menyalahgunakan talenta kepemimpinannya dan menyesatkan rasa kesetiaannya yang membawa kepada intrik dan pembunuhan. Dalam berbagai derajat yang berbeda, kita bisa memiliki sifat-sifat dari “orang kuat yang lemah” ini dan membawa cela kepada panggilan dan kesempatan kita untuk bersaksi bagi Kristus. Melalui kejahatan atau perselisihan, kita bisa mewarisi Yoab. Apa yang paling penting adalah apa yang paling berarti di dalam hati.
PERTIMBANGKAN
● Merancang satu poster yang menggambarkan orang-orang dalam sejarah, politik, olahraga, dan/atau Alkitab di mana kurangnya integritas moral membawa mereka untuk gagal mencapai apa yang diharapkan.
● Pikirkan tentang saat ketika engkau gagal mencapai apa yang diharapkan. Apakah engkau membiarkan orang lain menolong engkau untuk melalui masa-masa yang sulit itu? Bagaimanakah hal itu mengurangi kesanggupanmu untuk menjadi teladan bagi orang lain?
● Berdoa bagi pemimpin-pemimpin kita, baik di dalam pemerintahan dan di dalam gereja, yang melalui kuasa kepribadian atau posisi yang berkuasa mungkin menghadapi pencobaan yang bisa membawa kepada bencana.
● Menulis satu puisi atau menggubah lagu yang ditujukan kepada mereka yang cepat untuk menghakimi orang lain, yang menegur dengan kata-kata yang kasar, gosip, atau menunjukkan pandangan yang mempersalahkan terhadap satu jiwa yang sedang bergumul.
● Mendengarkan satu lagu yang mengilustrasikan satu tema dari pelajaran minggu ini. Visualisasikan adegan yang digambarkan dalam lagu itu. Satu contoh dari lagu seperti itu adalah “Mr. Simon” oleh Ken Medema yang bisa ditemukan di http://www.youtube.com/watch?v=gdfRNkPy3Yc.
● Menganalisa arti Kristiani dari kata hati (heart) dan merenungkan mengapa arti itu diberikan kepada organ manusia itu dan bukan kepada organ tubuh yang lain.

HUBUNGKAN
Marvin Moore, Conquering the Dragon Within (Pacific Press©, 2001); Salli Streib, The Heart Mender (Review and Herald©, 2006); Annette Stanwick, et. al., Forgiveness: The Mystery and Miracle (Heart Message Publishing, 2007).

Rick Blondo, Clarksville, Maryland, U.S.A.