Juni – September 2010
Pelajaran Ke-enam Kwartal 3, 31 Juli—7 Agustus 2010
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Pengayaan Iman
“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah” (Roma 5:1,2).
Sabbath
31 Juli
Yeremia 23:6
Pendahuluan
Anak Pendamaian
Di negaraku, ada suatu legenda terkenal tentang Magere, pendekar zaman dulu yang tidak bisa dibunuh oleh tombak dalam perang suku karena dia mempunyai tubuh kebal tombak. Karena itu dia menjadi Pendekar ulung di kampungnya.
Dengan berjalannya waktu, musuh Magere dan sukunya mencoba mencari tahu rahasia kebal tombak tubuhnya. Mereka menawarkan kepadanya putri tercantik mereka sebagai istrinya, dan Magere menerimanya. Sementara itu terdapat damai untuk sementara waktu. Tetapi Istri Magere selalu sibuk mencari tahu rahasia suaminya. Suatu hari, Magere jatuh sakit, dan istrinya menemukan bahwa rahasia kekuatannya terletak pada bayangannya. Hal ini memecahkan misteri, dan beberapa minggu kemudian, Magere terbuhun dalam pertempuran berdarah.
Semuanya diam kecuali istri kepala suku Sawi
Cerita ini mengingatkanku akan Don Richardson, seorang antropologis Amerika dan misionaris yang hidup dalam beberapa tahun yang penuh dengan frustasi di Papua New Guinea, berharap membawa pekabaran Kristen kepada suku-suku di negara tersebut. Permohonannya, walaupun begitu, selalu jatuh ke telinga yang tuli, dan karena telah lelah akan usahanya yang tidak berbuah apa-apa, dia memutuskan untuk pulang ke rumah.
“Tepat sebelum Richardson pulang, suku Sawi dan musuh bebuyutan mereka, suku Haenam, melakukan suatu upacara yang hebat didepan rumahnya. Ini adalah usaha terakhir mereka untuk meyakinkan dia untuk tetap tinggal. Seluruh desa berkumpul untuk menyaksikannya. Semuanya diam kecuali istri kepala suku Sawi. Istrinya meraung-raung sementara kepala suku mengambil bayi umur 6 bulan dari tangannya dan mengangkatnya ke udara. Kepala suku kemudian membawa anaknya kepada kepala suku musuh dan memberikannya kepada kepala suku musuh itu. Anggota suku menerangkan kepada Richardson bahwa suku Haenam akan memberi nama baru kepada bayi itu dan membesarkannya sebagai anak mereka sendiri.”* Sekarang anak suku Sawi hidup dengan musuh, akan ada perdamaian antara kedua suku, karena kedua suku mengasihi anak itu dan tidak menginginkannya mati dalam perang. Karena perdamaian dikembalikan melalui anak ini, dia adalah anak perdamaian mereka.
Kristus adalah anak pendamaian antara sorga dan dunia. Allah memberikan kepada dunia yang penuh dosa Putra TunggalNYA untuk menjembatani dosa. Bila kita percaya akan pengorbanan Yesus kepada kita, kita akan mendapatkan pengampunan dosa bersama-sama dengan hidup kekal penuh dengan damai sukacita. Iman seperti inilah yang akan kita pelajari sepanjang minggu ini.
____________
* “AModern Peace Child,” Insight, 2000.
Mary Awuor, Mbita Point, Kenya, East Africa
Minggu
1 Agustus
Bukti
Iman Yang Membawa Pengharapan Lukas 7:9
Setelah kekerasan pasca-pemilihan yang menggoncang negara kami, direkomendasikan bahwa mereka yang merencanakan, membiayai, dan menginisiasi anarki mesti dibawa ke Pengadilan Pidana Internasional (PPI) di Hague, Netherland. Setelah disana, diharapkan oleh orang banyak, bahwa orang-orang bersalah ini akan mendapatkan hukuman mati, karena tindakan mereka telah mengakibatkan banyak jiwa yang hilang.
Kita mesti mempunyai iman dalam Kristus agar Dia dapat menyembuhkan kita
Pikiran bahwa mereka akan diadili PPI mestilah telah memberi kejutan ke urat syaraf para petinggi pemerintahan yang melakukankekerasan tersebut. Karena takut dihukum mati, mereka mengungkapkan untuk diadili oleh pengadilan lokal yang para anggotanya mungkin akan memberikan hukuman yang lebih ringan.
Dalam Lukas 7:1-10, kita baca tentang seorang pegawai tinggi pemerintahan yang pelayannya sakit parah. Pimpinan ini mungkin telah memeriksa semua kemungkinan untuk penyembuhan sebagai orang penting. Tetapi, tidak ada yang bisa membantu. Kemudian dia mendengar akan Kristus yang menyembuhkan orang dan bertanya-tanya apakah Dia mau melakukannya untuk hambanya yang sakit tersebut. Iman pegawai tinggi itu sedemikian hebatnya sehingga Kristus mengatakan kepada orang-orang disekelilingNYA. "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" (Lukas 7:9).
Pada waktu dosa memasuki ciptaan Tuhan yang sempurna, dosa membawa sakit dan kematian. Tidak ada apapun di dunia ini yang dapat membenarkan kita. “Pelanggaran hukum Allah menuntut nyawa orang yang berdosa . . . . .Karena hukum tuhan sama kudusnya dengan Allah itu sendiri, hanya yang sama dengan Allah yang dapat menjadi korban penebusan bagi pelanggaran ini. Tidak ada satu orangpun kecuali Kristus dapat menebus umat manusia yang telah jatuh kepada kutukan hukum dan membawanya kembali kepada keharmonisan dengan sorga.”*
Kita mesti mempunyai iman dalam Kristus agar Dia dapat menyembuhkan kita secara fisik dan rohani. Hanya Dia yang dapat menebus kita dari dosa dan memberikan kita kembali damai sejahtera dengan Bapa sorgawi. Bila kita menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi kita, Kristus menjadi jembatan yang dapat kita lewati dari kematian kepada hidup. Bila Dia membenarkan kita, dan melalui proses penyucian kita menjadi seperti Dia, Dia membuat kita layak untuk menerima hadiah sorga. Kita mesti memilih untuk menerima Dia dan hidup atau menolakNYA dan mati selamanya.
____________
*Patriarchs and Prophets, p. 63.
Samson Orwa, Nairobi, Kenya, East Africa
Senin
2 Agustus
Logos
Masalah dan Pemecahannya Rom. 5
Pembenaran oleh Iman (Ulangan 32:4; Roma 5:6-8)
Surat Paulus kepada orang Roma mengeksplorasi kenapa kita tetapi ada setelah dosa memasuki dunia ini. Adam dan Hawa bisa saja langsung mati hari mereka berbuat dosa. Tetapi, Allah dalam belas kasihanNya membuat rencana agar umat manusia yang jatuh dapat diselamatkan.
Pengampunan bagi umat manusia hanya dapat dibuat melalui anggota KeAllahan. Jadi “Allah memanisfetasikannya dalam Kristus, mendamaikan dunia dengan DiriNYA sendiri” (2 Kor. 5:19). Dalam iman dan pertobatan, “anak-anak Adam yang jatuh dapat sekali lagi menjadi ‘anak-anak’ Allah. 1 Yoh. 3:2”1
Kedatangan Yesus Kristus untuk hidup dan berkenalan dengan manusia yang berdosa di dunia yang berdosa merupakan indikasi akan kasih Allah yang sempurna
“Kasih Allah Bapa dipertontonkan dalam kematian Kristus. Fakta vital ini mesti dikenali untuk mengerti dengan benar akan penebusan ini . .. . . . .Kristus tidak mati untuk membujuk BapaNYA atau mempengaruhi Dia untuk mengasihi kita. Ini adalah kasih illahi yang menciptakan rencana penebusan dan penyelamatan sejak dari awal, Bapa, Anak, dan Roh Kudus telah bekerja bersama dalam keharmonisan yang sempurna untuk menjadikannya.”2
Kematian dan Hidup dikontraskan (Roma 5:12-14).
Lingkungan awal yang diciptakan Allah bagi kita adalah sempurna. Pada waktu menulis kepada orang Roma, Paulus mendiskusikan bagaimana terjadinya perubahan keindahan dan keteraturan sempurnya ini. Sebelum berdosa, Adam dan Hawa mempunyai persekutuan muka-muka dengan Allah. Persekutuan ini adalah yang terindah dari segalanya. Semuanya itu berakhir, pada saat Setan berhasil mencobai Adam dan Hawa. Tetapi kasih Allah tidak berakhir, Dia memilih Putra TunggalNYA untuk menjadi manusia dan hidup dan mati di dunia ini agar kita dapat dilepaskan dari penalti kematian. Apabila kita menerima pengorbanan ini, kita dipakaikan suatu pijakan baru bersama Allah. Dalam Roma 5, Paulus menerangkan bahwa melalui Adam, kematian masuk, tetapi melalui kematian Kristus, manusia dapat mengalami hidup baru dalam iman kepadaNYA.
Juga dalam Roma 5, “Paulus menekankan . . . . . .seperti dosa dan kematian, sebagai prinsipal dan kuasa, turun dari Adam keseluruh umat manusia, demikian pula kebenaran dan hidup, sebagai prinsipal dan kuasa melawan dan mengalahkan, turun dari Kristus kepada semua umat manusia. Dan dengan diturunkannya kematian kepada semua manusia yang berpartisipasi dalam dosa Adam, demikian pula kehidupan diturunkan kepada semua orang yang berpartisipasi dalam pembenaran Kristus.3
Persatuan Yang Luarbiasa (Rom. 5:15–21)
Kedatangan Yesus Kristus untuk hidup dan berkenalan dengan manusia yang berdosa di dunia yang berdosa merupakan indikasi akan kasih Allah yang sempurna. Kalau saja Kristus tidak datang, tidak akan ada pengampunan dan pengharapan. Jarak pemisah antara orang berdosa dan Allah bisa terjadi selamanya atau sampai dosa menghancurkan semuanya dalam jalannya.
Paulus mengakhiri Roma 5 dengan menekankan “posisi yang diambil Kristus sebagai mediator dalam pekerjaan penebusan manusia. Melalui kematianNya orang percaya dibenarkan, melalui persatuan dengan Dia sejak itu orang Kristen menerima kuasa yang vitala dan menyucikan yang mentransformasikan kehidupannya saat ini dan meyakinkan akan hidup kekal yang akan datang.”4
REAKSI
1. Pikirkan suatu waktu pada saat anda merasakan jauh dari Allah. Bagaimana imanmu dalam Kristus menjembatani gap itu?
2. Apa pendapatmu akan terjadi jika Kristus tidak datang dan mati bagi kita.
3.Dunia penuh dengan banyak sekali budaya. Apakah kita semuanya diselamatkan melalui iman dalam cara yang sama? Terangkan.
4. Tempatkan nama anda dalam tempat kosong pada kutipan berikut yang muncul pada akhir artikel hari ini: Paulus mengakhiri Roma 5 dengan menekankan “posisi yang dipegang Kristus sebagai mediator dalam pekerjaan untuk menebus ............................... Melalui kuasa kematianNya .................................. dibenarkan, dan melalui persatuan denganNYA sejak saat ini dan seterusnya .......................... menerima kuasa vital dan menyucikan yang merobah kehidupannya saat ini dan meyakinkannya akan hidup kekal mendatang.”
Bagaimana rasanya menempatkan namamu dalam kutipan ini, dan kenapa?
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 64.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 527.
3. Ibid., pp. 529, 530.
4. Ibid., p. 533.
Tony Philip Oreso, Nairobi, Kenya, East Africa
Selasa
3 Agustus
Kesaksian
Rencana Penebusan 2 Korintus 5:19
“Para malaikat tidak dapat bersukaria pada waktu Kristus membuka dihadapan mereka rencana penebusan, karena melihat bahwa keselamatan manusia akan mengorbankan Pimpinan terkasih mereka yang tak terkatakan. Dalam kesediahan dan bertanya-tanya mereka mendengar akan perkataanNYA pada waktu mereka mengatakan kepada mereka bagaimana Dia mesti turun dari kemurnian dan kedamaian sorga, kesukaan dan kemuliaan dan hidup kekal, dan bersentuhan dengan penghancuran bumi, untuk menanggung kesedihan, malu, dan kematian. Dia mesti berdiri diantara orang berdosa dan penalti dosa; tetapi hanya sedikit yang mau menerima Dia sebagai Putra Allah. Dia akan meninggalkan posisi tinggiNYA sebagai Putra Penguasa sorga, muncul di dunia dan merendahkan diriNYA sebagai manusia, dan dengan pengalamanNYA akan mengenal kesediahan dan pencobaan yang dialami manusia. Semuanya ini diperlukan agar Dia dapat membantu mereka apabila dicobai. Ibrani 2:18. Apabila missinya sebagai guru mesti diakhiri, Dia mesti diberikan kepada tangan-tangan yagn jahat dan menderita hinaan dan penyiksaan yang diinspirasikan setan kepada mereka untuk dilakukan. Dia mesti mati dengan cara yang terkejam, terangkat antara bumi dan langit sebagai orang berdosa yang salah. Dia mesti melewai jam-jam panjang penderitaan yang amat mengerikan sehingga malaikatpun tidak berani melihatnya, tetapi menutup muka mereka dari pemandangan itu. Dia mesti mengalami keluhan jiwa, tercampak dari wajah BapaNYA, sementar rasa salah pelanggaran—beban dosa seluruh dunia—menimpaNYA. . . . .
Semuanya ini diperlukan agar Dia dapat membantu mereka . . . . .
“Kristus meyakinkan para malaikat-malaikat bahwa dengan kematianNYA Dia akan menebus semua, dan akan menghancurkan dia yang mempunyai kuasa kematian. Dia akan mengambil kembali kerajaan yang telah hilang oleh pelanggaran; dan yang tertebus akah mewarisi itu dengan Dia, dan bersama mereka selamanya. Dosa dan para pendosa akan dihapuskan, tidak akan ada lagi mengganggu kedamaian sorga atau dunia. Dia membaiat para malaikat untuk sesuai dan setuju dengan rencana yang telah diterma BapaNYA, dan bersuka bahwa, melalui kematianNYA, umat manusia yang jatuh akan dapat didamaikan dengan Allah.
“Kemudian kesukaan, kegembiraan yang tak dapat diungkapkan mengisi sorga. Kemuliaan dan berkah suatu dunia yang telah ditebus, tak terbandingkan bahkan dengan keluh kesah dan pengorbanan Pangeran kehidupan.”*
_____________
*Patriarchs and Prophets, pp. 64, 65.
Daniel Odhiambo, Nairobi, Kenya, East Africa
wednesday
4 Agustus
Mazmur 27:1 Bagaimana
Langkah kepada Keselamatan
Minggu ini kita telah mempelajari kata-kata Paulus tentang bagaimaan pengorbanan Kristus di kayu salib membawa pembenaran kepada mereka yang menerima Dia sebagai penebus pribadi mereka. Akibat dari dosa Adam adalah maut, tetapi dengan iman dalam Kristus, kita bisa dimaafkan dan diampuni selamanya. Keselamatan dan damai sejahtera kita dengan Allah dijamin sepanjang kita menerima darah Kristus yang ditumpahkan di Kayu Salib. “pada waktu arus pasang ketidak adilan mengungkungi seluruh bumi, dan kejahatan mansuia telah mengakibatkan kehancuran manusia dengan airbah, tangan yang telah menanami Eden ditarik dari bumi. Tetapi pada pembayaran final, pada waktu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru (Wahyu 21:1), akan direstorasi lebih mulia dengan benda baru lebih baik dari yang pertama.”*
dengan iman dalam Kristus, kita bisa dimaafkan dan diampuni selamanya
Semua yang dibenarkan memandang ke depan akan hari pembebasan akhir. Tetapi, semuanya bergantung pada langkah-langkah yang kita ambil ke keselamatan. Berikut adalah beberapa langkah, yang , bila diambi, melepaskan kita dari dosa.
Menderita. Dari pertama kali terjadi, dosa membawa penderitaan. Dosa terus merambah tak tercegah sampai hari ini. Tetapi, Kristus Penebus kita mampu untuk memberikan kita kuasa melalui Roh Kudus untuk membantu kita menanggung kepedihan dan penderitaa sementara menunggu kedatanganNYA yang kedua kali.
Tabah. Sebanyak kepedihan dan penderitaan yang kita alami di dunia ini, kita dipanggil untuk bertahan dalam langkah-langkah disiplin Kristus Sendiri. Kepedihan dan penderita adalah ujian iman kita, dan kemampuan kita untuk bertahan adalah ukuran iman kita dan kemampuan Kristus untuk menyelamatkan. Sementara kita menunggu hari akhir, ketabahan terhadap nyeri dan penderitaan akan menjadi bagian kehidupan Kristiani kita.
Karakter. Ketabahan membantu kita mengembangkan karakter seperti Kristus. Ini adalah proses seumur hidup yang terjadi sementara kita mengizinkan Roh Kudus untuk hadir dalam hati kita.
Pengharapan. Pengharapan menguatkan iman kita. Suatu kehidupan yang penuh pengharapan adalah suatu kehidupan yang penuh dengan pelayanan kepada orang lain. Keselamatan kita akan ditentukan oleh proporsi iman dan pengharapan yang kita keluarkan untuk mendapatkannya.
REAKSI
1. Langkah apa yang dapat anda pikirkan mesti ditampil untuk membebaskanmu dari dosa?
2. Langkah apa yang paling sulit untuk anda, dan kenapa?
____________
*Patriarchs and Prophets, p. 62.
Hellen Akinyi, Nandi Hills, Kenya, East Africa
Kamis
5 Agustus
Roma 3:22-24; Pendapat
Gambaran Lebih Besar
Dengan menjustifikasi apa yang terjadi dalam masyarakat kita saat in, mungkin kita akan mengacuhkan sebagian berita ini. Dengan berlalunya hari, diseluruh dunia, korupsi meningkat seperti penurutan moral dan kerohanian. Arah mana yang kita ambil sebagai anak-anak Kristus? Tidak ada hal yang lebih disenangi oleh Setan selain kita mengambil keputusan tanpa mengikutkan Kristus?
Tetapi, Alkitab meyakinkan kita bahwa dengan bersandar kepadaNYA yang merupakan Penebus kita, kita mampu untuk mengatasi dosa. “Tidak banyak cara untuk masuk ke sorga. Setiap orang mesti memilih jalannya sendiri. Kristus mengatakan, “Akulah jalan . . . .tidak ada satupun yang dapat sampai kepada Bapak kecuali melalui Aku.” Semenjak khotbah injil pertama disampaikan, pada waktu di Eden dinyatakan bahwa benih perempuan akan menginjak kepala ular itu, Kristus telah ditinggikan sebagai jalan, kebenaran, dan kehidupan . . . . .Kristus adalah jalan yang menyelamatkan para nabi dan bapa. Dia adalah satu-satunya jalan bagi kita untuk mempunyai akses kepada Allah.”1
Izinkan Kristus mengendalikan hidupmu . . .
Kepastian ini mestinya membuat kita kuat dalam menghadapi dosa. Kadangkala, saya merasa hancur dan tak berpengharapan pada saya membayangkan apa jadinya menghadapi hidup tanpa belas kasihan Kristus. Tetapi, dengan mengingat dia sebagai Penebus seluruh dunia, saya mendapatkan kekuatan, keberanian, dan pengharapan. Dengan Kristus disampingku, saya dikuatkan untuk mengikuti tipuan hati manusia. Sekarang waktunya bagi kita untuk mengakui bahwa pembenaran yang diberikan Kristus kepada kita dan belajar bahwa kita tidak bisa berhasil dalam kebenaran kita sendiri. Biarkan Kristus mengendalikan hidup kita, karena hanya melalui intervensi pengorbananNYA di kayu salib kita dapat dibenarkan.
“Sejak zaman Adam ke zaman kita, musuh besar kita telah melakukan kuasanya untuk menekan dan menghancurkan . . . .Semua yang secara aktif ikut membela Allah, mencari cara mengungkapkan tipuan sijahat dan menyatakan Kristus didepan manusia, akan mampu bergabung dalam kesaksian Paulus, dimana dia berbicara untuk melayani Tuhan dengan segenap kerendahan hati, dengan banyak air mata dan pencobaan.”2
Saat ini adalah suatu keistimewaan bagi kita untuk bergabung dengan Paulus dalam memproklamirkan kasih karunia yang menyelamatkan dari Juru Selamat Kita, yang telah membawa pembenaran bagi semua yang menerima Dia tidak peduli akan warna kulit dan asal-usul kebangsaan.
____________
1. The Desire of Ages, p. 663.
2. The Great Controversy, p. 510.
Enosh Ouma, Nairobi, Kenya, East Africa
Jum’at
6 Agustus
Dalami
Menjembatani Perpisahan Rom. 6: 23
SIMPULAN
Allah menciptakan kita menurut rupaNYA. Pastilah ini merupakan proyek yang paling personal bagiNYA. Keberadaan kita yang diinginkannya merupakan suatu kesempurnaan—bebas dari sakit, penuh kesukaan, dan persekutuan yang terus menerus denganNYA, Pencipta kita. Tetapi, pada waktu kita mengenalkan dosa ke dalam dunia, suatu tirai terbentuk antara kita dan Pencipta. Penyakit dosa menginfiltrasi semua aspek kemanusiaan. Sekarang kita terkutuk kepada suatu kehidupan penderitaan dan kematian yang tak dapat dicegah. Puji syukur kepada Allah, dalam kebijaksanaan dan belas kasihanNya yang luarbiasa, mempunyai rencana lain. Dia menjangkaukan tangannya dan, dengan kasih karunia yang tak dapat dibandingkan, menjembatani jarak yang diciptakan dosa. Pengorbanan PutraNYA telah membayar harga pelanggaran kita. Dan melalui iman, kita dibenarkan/diselamatkan.
PERTIMBANGKAN
• Tuliskan contoh waktu-waktu dalam hidup anda pada waktu kepastian keselamatan memberimu pengharapan dan kekuatan untuk bertahan melalui waktu pencobaan.
• Gambarkan imajinasimu akan kedatangan Yesus yang kedua kali.
• Rayakan hubunganmu dengan Kristus dengan anggota gereja lainnya.
• Bayangkan kehidupan dalam sorga tanpa dosa.
• Amati contoh kasih karunia Allah di alam.
• Hafalkan lima ayat favorit tentang keselamatan
• Studying another denomination’s understanding of redemption and com¬• paring it to the Adventist interpretation. Pelajari pengertian denominasi lain tentang penebusan dan bandingkan dengan pengertian Advent.
HUBUNGKAN
Selected Messages, book 1, pp. 396–398.
Angel Manuel Rodriguez, “Justification in Romans 3:21–24.” http://www.adventistbiblicalresearch.org/documents/justificationRom%203-21-24.htm (accessed August 14, 2009).
Fylvia Fowler Kline, Medford, Oregon, U.S.A.
Sunday, 1 August 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)