Juni – September 2010
Pelajaran Ke-empat Kwartal 3, 17-24 Juli 2010
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Dibenarkan Oleh Iman
“Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat” (Roma 3:28)
Sabbath
17 Juli
Rom. 4:3–8 Pendahuluan
Menurut Hukum
Beberapa tahuan yang lalu A.J. Jacobs, seorang yang menyatakan dirinya tidak beriman, memutuskan untuk “menghidupkan menurut Alkitab selam setahun.” Selama 381 hari, dia mencoba sebaik mungkin untuk secara hurufiah mengikuti setiap hukum yang tertulis dalam Alkitab. Hal ini termasuk menolak mencukur janggut dan hanya memakai pakaian serat-tunggal, yaitu jubah seperti dalam alktiab. Suatu kali dia bahkan pernah “melempari batu” ke penzinah dengan melempar kerikil ke pria yang ditemuinya di taman.
Ada kalanya kita semua capek mencoba mengikuti semua aturan
Pada waktu ditanay kenapa dia mencoba eksperimen tersebut, dia menjawab, “[Saya ingin] melihat—apakah ada—yang saya tidak dapatkan bila tidak beragama.”* Berjalannya waktu dalam setahun itu, dia menemukan adalah sulit untuk mengikuti semua aturan itu setiap saat. Tentu saja, ada nilai-nilai dalam beberapa prinsipnya, tetapi tentu tidak mungkin bagi dia untuk menjadi sempurna. Pada akhirnya, walaupun dia mempunyai penghargaan kepada orang-orang yang mencoba untuk mengikuti hukum Alkitab, Jacob menyimpulkan bahwa dia tidak kehilangan apa-apa dan kembali ke kehidupan lamanya. Tida ada gunanya untuk mencoba sesuatu yang tidak mungkin.
Ada kalanya kita semua capek mencoba mengikuti semua aturan. Jadi kenapa peduli? Amat sukar kan. Apakah ada cara lain untuk mendapatkan kebenaran? Jawabannya terletak pada titik krusial yang gagal dimasukan Jacob dalam eksperimennya: Kasih Allah yang luarbiasa kepada kita. Mengetahui bahwa kita tidak akan pernah kebenaran melalui hukum karena sifat keberdosaan kita, Allah amat mengasihi kita dengan menyediakan cara lain bagi kita untuk mendapatkan kebenaran. Dia mengirimkan PutraNYA Jesus Kristus sebagai korban penebus, sehingga melalui iman kepadaNYA, kita dapat diselamatkan.
Minggu ini diskusi kita akan berfokus pada fakta itu, walaupun hukum mempunyai tempat dalam hidup kita, kebenaran hanya bisa didapatka melalui iman dalam Yesus Kristus. Kita tidak bisa berharap untuk menyelamatkan diri kita sendiri kecuali kita menghidupkan suatu kehidupan iman dalam kuasa Kristus.
Kita semuanya mempunyai hari-hari dimana kita merasa bahwa kita tidak dapat melakukan apapun yang benar. Tetapi jangan pernah menyerah untuk menjadi orang yang benar, seperti yang dilakukan Jacob. Sementara anda merenungkan pelajaran yang disampaikan dalam minggu ini, pikirkan tentang bagaimana anda dapat melatih imanmu dalam Yesus Kristus. Kemudian anda akan berada dalam jalan yang benar untuk menjadi orang yang benar-benar betul.
____________
* “AConversation with A. J. Jacobs,” http://www.ajjacobs.com/books/yolb.asp?id=guide#conversation (accessed April 22, 2009).
Christi Carlton, Redlands, California, U.S.A.
Minggu
18 JULI
Bukti
Ini Palsu atau Asli
Roma 3:28
Orang Yahudi membanggakan diri sebagai umat pilihan. Mereka punya Hukum Musa, dan mereka bangga dengan tempat ibadah yang hebat. Mereka mengembangkan ekonomi yang bergerak berdasarkan sistem korban mereka. Tetapi, sama seperti kelompok orang lainnya, mereka terus menerus melanggar hukum. Hal ini berakibat kepada kesulitan, dibuang, dan Diaspora. Jadi mereka menciptakan aturan yang lebih ketat lagi untuk menjaga yang asli. Tetap saja mereka gagal. Jadi mereka mereka dengan bersungguh-sungguh mengantisipasi Mesias untuk melepaskan mereka dari perhambaan.
Yesus datang sebagai orang biasa, dari Nazaret
Tetapi Yesus datang sebagai orang biasa, dari Nazaret. Tidak mempunyai pendidikan formal, tetapi mengkesima para pemimpin agama dengan keterangan penuh otoritas akan Alkitab. Dia tidak pernah mengutuk seorangpun tetapi mengampuni. Dia menghormati otoritas tetapi mempunyai keanehan untuk mengejar orang yang telah menjadikan kaabah menjadi pasar (Yoh. 2:16).
Akhirnya para imam besar berkolaborasi dengan otoritas Roma untuk menuduh Yesus dengan penghujatan. Tetapi Dia mati, bangkit kembali, dan naik ke sorga setelah memberikan perintah untuk membagikan kabar baik dan berjanji akan kembali untuk membawa kita kerumah.
Dari sejak itu, semua murid-muridNYA telah mengalami perobahan hidup. Bahkan menghadapai tantangan. Saul orang Farisi yang gagah berani menentang pergerakan Kristen, menteror orang percaya. Tetapi pertemuan pribadi dengan Yesus merobaha segalanya, bahkan namanya. Dan Saul yang sama, sekarang Paulus, mulai mengkhotbahkan Injil kepada orang Yahudi dan Kafir.
Kabar baik ini menyebar seperti api yang melahap segalanya—hanya melalui “mulut ke mulut” dan surat-surat yang memakan waktu berhari-hari untuk dikirimkan. Tidak ada telepon ataupun email untuk memverifikasi kredibilitas kabar tersebut ataupun sumbernya. Pada lingkungan seperit inilah Paulus menulis susart kepada orang Yahudi di Roma, umat yang masih bertanya-tanya apakah mempercayai Yesus, yang telah disalibkan, bangkit dari kubur, dan naik ke sorga. Kepada mereka, pekabaran Paulus ini merupakan suatu hal yang revolusioner: “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taura” (Roma 3:28). Menerima kasih karunia Allah akan merusak ekonomi Yahudi secara menyeluruh dan membuka pintu bagi orang Kafir.
REAKSI
Bagaimana anda merespon kepada suatu pekabaran dari suatu sumber tidak resmi yang menantang pengajaran tradisi yang telah berumur beratus-ratus tahun?
Wesley James, Loma Linda, California, U.S.A.
Senin
19 JULI
Logos
Kebaikan yang tak Pantas diterima Rom. 3:19–28
Gereja di Roma terdiri dari berbagai kelompok orang yang berbeda—Yahudi dan Kafir. Hal ini menempatkan Paulus dalam posisi pelik dalam menyampaikan injil yang kemungkinan akan memecah gereja. Kesulitan lainnya adalah dia tidak mempunyai kemewahan bertemu dengan mereka muka dengan muka. Dia tidak bisa bertanya, melemparkan argumentasi, atau secara penuh berinteraksi dengan gereja meja dalam diskusi yang berarti. Semua yang dipunyai adalah kain perca dan sisa. Tetapi dengan ini semua, dia menciptakan penjelasan injil yang paling komprehensif. Bagai orang Kafir, dia melukis suatu gambaran dari Allah yang inklusif, Allah yang tak menyeluruh. Bagi orang Yahudi, dia menggaris bawahi kerapuhan dalam mencari keselamatan melalui usaha sendiri.
Dia memberikan kita kesempatan kedua
Semua Kita telah berdosa (Roma 3:23).
Sebelum memberi arahan kepada gereja Roma sebagai jemaat yang kohesif, Paulus mesti mempersatukan kelompok-kelompok yang terpisah-pisah. Dia menjunjukan ikatan umum mereka—warisan keberdosaan. Kesamaan ini menjadi dasar untuk argumentasinya pembenaran melalui iman—penekban bahwa kita semuanya telah berdosa, semuanya bersalah dibawah hukum. Dia menyokong Roma 3:10-12 dengan mengutip Mazmur 14:1-3; 53:1-3; dan Pengkhotbah 7:20.
Dia menggaris bawahi keberdosaan kita dalam Roma 3:23—“Semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah”. Menjadi jelas bahwa, sebagai orang berdosa, kita tidak dapat dengan usaha sendiri untuk memantulkan WajahNYA. Dengan usaha sendiri, kita tidak akan pernah memenuhi persyaratan hukum. Paulus mengilustrasikannya dalam kata mendasar—“upah dosa adalah maut” (Roma 6:23).
Hal ini bisa menyurutkan semangat—tidak peduli apapun yang kita lakukan, tidak peduli seberapa keras kita bekerja, kita akan selalu kekurangn kemuliaan Allah.
Pengharapan Melalui Iman (Roma 3:21, 22).
Allah, dengan belas kasihan yang tak terbatas, menawarkan jalan yang lain, “kebenaran dari Allah, tidak bercampur dengan hukum”. Dia memberikan kita kesempatan kedua. Dia menawarkan kepada kita kasih karunia. Dengan menerima korbah tidak mementingkan diri Yesus, kita tidak dihakimi melalui sifat kita yang berdosa, tetapi melalui kesempurnaan Kristus. Dialah satu-satunya jalan kita kepada kebenaran, jalan untuk dibenarkan walaupun sifat warisan berdosa kita.
Apa itu Dibenarkan? (Roma 3:24-26)
“Kata-kata Yunani yang diterjemahkan “dibenarkan” adalah diakiou. Semua kata kerja yang berakhir dengan –oun berarti, tidak membuat seseorang sesuatu, tetapi memperlakukan, mereken, atau menghitungnya sebagai sesuatu. Jika seseorang tidak berdosa menghadap seorang hakim, memperlakukannya sebagai tidak berdosa adalah membebaskannya. Tetapi inti dari hubungan manusia dengan Allah adalah manusia ditemumkan bersalah, akan tetapi Allah, dalam belas kasihan yang luarbiasa, memperlakukan dia, mereken dia, menghitung dia seolah-olah dia tidak berdosa. Itulah arti dibenarkan.”1
Hal ini tidak memberi ruangan untuk menyombongkan hasil kerja kita. Kita dibenarkan hanya oleh kasih karunia Allah; kita dibenarkan atas “keberpihakan yang tak layak kita terima” kata E.G. White.”2
Paulus menegaskan bahwa tidak ada yang dapat kita lakukan untuk memenangkan pengampunan Illahi; hanya apa yang telah dilakukan Allah yang dapat memenangkan kita; karenanya jalan untuk hubungan yang benar dengan Allah terletak, bukan pada kegiatan yang nekat, putus asa, terkutuk untuk memenangkan keberterimaan melalui perbuatan; tetapi terletak pada kasih yang rendah hati, sungguh-sungguh dan kasih karunia yang Allah tawarkan melalui Yesus Kristus.”3
Hiduplah Sesuai Firman (Roma 3:19, 20, 27, 28)
Jadi bagaimana pengetahuan akan pembenaran kita merubah hidup kita? Adalah krusial bahwa kita menyadari sepenuhnya bahwa secara absolut tidak ada jalan bagi kita untuk mendapatkan kebebasan dari dosa dengan usaha sendiri. Hukuman dosa, menurut yang dituntug hukum, hanya dapat dicapai melalui Allah dan pemberian AnakNYA. Paulus yang secara pribadi telah mengalami dan menerima pemberian ini, meyakinkan bahwa walaupun kita mungkin tersandung dalam perjalanan kita dengan Kristus, kita masih tetap diselamatkan. Hanya melalui kasih karuniaNYA yang tak terbatas maka kita diselamatkan (Efesus 1:7).
Apa implikasi kasih karunia Allah dalam perjalanan Kristiani kita? Yakobus 1:22 menganjurkan kita: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”. Menjadi Kristen bukan berarti menerima tiket gratis ke sorga. Pemberian kasih karunia merupakan suatu hal yang luarbiasa, dan indah, tetapi itu adalah satu sisi dari keKristenan. Kekristenan jauh lebih daripada hanya menerima Firman Allah; tetapi adalah perobahan gaya hidup yang mencerminkan Kristus. Yesus telah memerintahkan kita untuk menyebarkan kabar baik kasih karuniaNYA, menjadikan murid semua bangsa (Mat. 28:19). Paulus mengatakan kepada kita untuk menjadi “peniru Allah, sebagai anak-anak terkasih; dan berjalan dalam kasih, sama seperti Kristus juga mengasihimu” (Efesus 5:1,2).
Reaksi:
Tema pembenaran melalui kasih karunia amat jelas dalam buku Roma. Paulus mengatakan kita “terbebas dari hukum dosa dan kematian” (Rom 8:2) dan “tidak dibawah dosa karena kasih karunia” (Roma 6:14). Jika kita diselamatkan hanya oleh kasih karunia, apa artinya menjadi orang Kristen? Kenapa berusaha untuk menjadi seperti Yesus? Apakah kita masih diselamatkan, terlepas dari rasa puas kita?
____________
1. William Barclay, The Daily Study Bible: The Letter to the Romans, rev. ed. (Philadelphia, Penn.: West¬minster Press), p. 57.
2. Selected Messages, book 1, p. 331.
3. Barclay, p. 59.
Fylvia Fowler Kline, Medford, Oregon. U.S.A.
Selasa
20 JULI
Kesaksian
Tangga Mistik Yohn 3:16
“Allah adalah pemberi hidup. Dari sejak awal mulanya, semua hukumNYA telah diurapi untuk hidup. Tetapi dosa merusak tatanan yang telah ditetapkan Allah, dan kesusahan mengikutinya. Sepanjang terdapat dosa, penderitaan dan kematian tak dapat dielakan. Hanya karena Penebus telah menanggung dosa atas nama kita, manusia dapat berharap, dengan usaha sendiri akan sia-sia.”1
Orang yang paling berdosa . . . . . . . . boleh mempunyai atribut Juruselamat.
“Setelah musus mengkhianati Adam dan Hawa ke dalam dosa, hubungan antara sorga dan dunia menjadi rusak, dan kalau tidak karena Kristus, jalan ke sorga tidak akan pernah dikenal oleh bangsa yang telah jatuh . . . . . . Kristus adalah tangga mistik kita, landasan dasar dunia, dan yang puncaknya mencapai takhta dari Tak Terhingga. Anak-anak Adam tidak dibiarkan tercerai berai dan terpisah dari Allah, karena melalui pembenaran Kristus kita mempunyai akses kepada Bapa.”2
“Apabila kita orang berdosa datang kepadaNYA dia akan mengambil beban dosa, dan memberikan kita pembenaranNya. Orang yang paling berdosa dapat mengklaim semuanya dalam apa yang disediakan dalam rencana keselematan melalui kebaikan Kristus. Dia boleh mempunyai atribut Juruselamat. Dia boleh seterusnya menceritakan tentang Juruselamat yang hidup, dan memenangkan orang kepada kebenaran, karena dia tahu apa yang disediakan oleh Kristus melalui iman yang hidup. Dia telah mengambil langkah yang diperlukan untuk pertobatan, pengakuan, dan restitusi (penggantian), dan dia dapat mengajarkan orang lain jalan keselamatan. Dia dapat menyampaikan Kristus sebagai yang meninggalkan takhta mulianya dan karena kita menjadi miskin, dan agar kita melalui kemiskinannya dapat dijadikan kaya”3
REAKSI
1. Rencana keselamatan Allah dirancang amat unik bagi umat manusia; ini adalah rencana yang bahkan malaikat sendiripun tidak akan mampu mencernanya. Bagaimana kebenaran seperti ini memampukan anda untuk mengalahkan sterss dan kesulitan skenario kehidupan nyata (misalnya mengetahui anda mempunyai penyakit terminal)
2. E.G. White menyebut Kristus “tangga mistik” yang menghubungkan kita dengan kemuliaan Allah. Bagaimana hubungan merentang diantara keselamatan kita mempengaruhi apa yang kita pilih hari ini? Bagaimana anda secara penuh menggunakan hubungan ini dalam hidupmu?
____________
1. God’s Amazing Grace, p. 73.
2. That I May Know Him, p. 82.
3. “The Christian’s Commission,” Signs of the Times, September 2, 1889.
Stuart Forbes, Brisbane, Australia
wednesday
21 July
Roma 3:9-12 Bagaimana
Bagaimana Men-defunkyfy si Funky
KRINNGGGGG! Aku melompat turun dari tempat tidur, memakai pakaian olahragaku, memakai sepatuku, dan berjalan keluar. Alaram kebakaran dan kebahagiaan tinggal di asrama! Saat aku berdiri di bawah bintang-bintang, aku melirik kearah gadis-gadis lainnya. Aku bahkan tak dapat mengenali setengah dari mereka semua! Sebagian besar dari cewek-cewek gaul di siang hari adalah kehancuran di malam hari. Jadi aku mulai memikirkan tentang keironisan dari kecantikan yang mereka tawarkan sepanjang hari dan kehancuran yang mereka sembunyikan pada malam harinya. Cara mereka untuk tetap tampil cantik adalah berpegang teguh pada makeup sampai mereka mesti meninggalkannya. Kenyataannya adalah, cuci wajah anda, rawat kulit . . . . . dan anda akan lebih cantik dibandingkan yang tidak alami.
Jangan kejar kotoran sampai ke dasar
Beberapa cara agar anda menjadi nyata dihadapan Allah.
Lihat kepada cermin (hukum/karakter Allah). Hukum menunjukan kepada kita siapa kita sebenarnya. Jadi akui bahwa anda kotor. Bacalah Roma 3:20.
Minta bantuan (kasih karunia). Menggosok pantulan anda di cermin tidak akan membuatnya lebih bersih atau lebih cantik. Satu-satunya cara anda layak mendapatkan kasih karunia adalah menyadari bahwa kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, dan kita tidak layak menerimanya. Bacalah Roma 3:23.
Carilah air dan sabun (iman dan kebenaran). Terima bahwa satu-satunya cara wajah anda dapat menjadi bersih adalah mencucinya. Iman lebih daripada hanya mengatakan, “Itu bagus”. Iman berkat, “itu untuk ku”. Kebenaran Kristus adalah sabun dan air kita—menglap kesan dosa. Kita perlu ingat agar tidak membiarkan satu dan air berpisah dari kta (Baca Roma 3:22).
Sadari bahwa wajah anda akan kembali kotor. Tetapi, tersedia banyak air dan sabun untuk pencucian berikutnya. Jangan kejar kotoran ke dasar. Kita perlu menghidari dosa yang telah kita berikan kepada Allah. Jika kita tetap berpegang kepada kotoran kita, kita akan tetap jadi kotor. Tetapi jika kita berikan kepada Allah dan membiarkan Dia yang memegangnya, Dia akan membersihkan kita. Baca Roma 8:1,2.
Belajar untuk menjadi nyaman dengan kebersihan. Kristus menyapu ketidak murnian kita. Ini adakah pembenaran yang sebenarnya. “Bila kita tahu bahwa merupakan suatu keistimewaan mengenal Allah, maka hidup kita akan menjadi hidup yang penuh penurutan. Melalui penghargaan akan karakter Kristus, melalui persekutuan dengan Allah, dosa akan menjadi suatu kebencian bagi kita.”*
REAKSI
Kenapa sedemikian sulitnya untuk menjangkau keluar dan mengakui kita perlu bantuan?
____________
*The Desire of Ages, p. 668.
Sara-May Julia Colon, Burtonsville, Maryland, U.S.A.
Kamis
22 Juli
Roma 3:19-28 Pendapat
Melanggar Hukum, Mendapatkan ganjaran
Jika anda adalah “orang baik-baik”, adalah mudah untuk menghindari pelanggaran hukum yang dibuat pemerintahmu. Tetapi, semua kita, pernah satu atau dua kali melanggar, diseimbangkan antara keselamatan dan sifat dan pikiran kita yang penuh dosa (Roma 3:23). Adalah suatu hal yang tidak mungkin mengikuti hukum Tuhan sepanjang hari tanpa berdosa sekedipun. Untungnya, Dia mengerti bahwa manusia mesti berjuang melawan dosa setiap hari. Beberapa kekuatiran pribadi yang telah saya sendiri masukan termasuk pertanyaan “kebaikan diriku sendiri”. Saya juga bertanya-tanya apakah GMAHK adalah gereja yang benar, jika ada yang disebut agama yang benar, jika saya adalah benar “orang Kristen yang baik”, dan jika itu cukup bagi Allah pada hari penghakiman.
Saya juga bertanya-tanya apakah GMAHK adalah gereja yang benar,
Martin Luter melakukan apa yang dia mampu untuk menurut hukum, dan bahkan dia tidak yakin akan keselematannya. Pada waktu saya berbagi akan kekuatiranku tidak memenuhi syarat menerima kasih karunia Allah kepada suamiku, dia mengarahkanku kepada buku roma dan ayat yang sama yang memberikan penerangan kepada Luther. Saya menemukan kedamaian pada waktu saya membaca, “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”(Roma 3:28).
Tetapi, kebenaran melalui iman bukanlah suatu alasan untuk hidup semau kita. Semakin kita menjadi seperti Kristus melalui kehadiran Roh Kudus, kita akan menjadi teladan kepada orang-orang disekitar kita. Dengan terjadinya pertumbuhan ini, bersiaplah untuk imanmu diuji. Imanmu mungkin bergetar, tetapi dengan tuntunan Roh Kudus, hubunganmu dengan Kristus akan tumbuh lebih kuat.
Satu hal yang saya tahu dengan pasti—Yesus Kristus adalah Juruselamatku. Dia mati bagi dosaku. Kepastian iman ini memberikanku damai sehingga pada waktu mati nanti saya akan tidur dalam Yesus pada waktu Dia kembali. Mereka yang bertobat dan percaya kepadaNYA, keselamatan mereka bisa dipastikan. Mereka bisa yakin bahwa dengan bertumbuhnya mereka dalam Kristus, mereka akan menjadi seperti Dia.
“Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.” (Galatia 3:24).
Rekasi:
1. Penurutan tidak menyelamatkan kita. Jadi, apa peran penurutan dalam kehidupan Kristiani?
2. Apa yang akan terjadi kepara orang yang tidak percaya kepada Allah tetapi menunjukan hidup yang penuh pelayanan dan budipekerti? Apakah ada tempat bagi mereka di sorga?
Candice Qualls, Pleasant Hill, California, U.S.A.
Jum’at
23 Juli
Dalami
Bermain Sesuai Aturan Eph. 2:8, 9
SIMPULAN
Semua kita telah berdosa. Karenanya, tidak ada satupun dari kita dengan cara kita dapat menuruti kebenaran hukum Allah. Tetapi bila dengna iman kita menerima kebenaran Kristus dan pengorbanan yang telah dibuatnya , kita akan dicuci dari dosa. Kemuidan kita mulai hidup baru, juga melalui iman, proses perobahan pengembangan karakter kasih seperti diriNYA. Dengan cara ini kita menjadi “peniru” Allah (Efesus 5:1), sehingga bila orang lain melihat Dia dalam kita, mereka juga rindu untuk dihakimi dan dibernarkan oleh NYA.
PERTIMBANGKAN.
• Selidiki cara-cara internet untuk menyebar seperti api yang membakar, kabar baik pembenaran oleh iman. Situs mana yang tampaknya paling efektif dan kenapa? Kembangkan situs pribadi anda seperti yang mungkin akan dipunyai Paulus jika teknologi ini tersedia padanya.
• Ciptakan suatu persmaaan matematika yang menerangkan Roma 3:28
• Tuliskan suatu skenario moderen tentang ekonomi dunia saat ini. Seperti apa tampaknya dunia jika kasih karunia Allah jika kasih karuni Allah merusak status quo penuhlis.
• Bandingkan transformasi Katerpilar (kupu-kupu raksasa) menjadi kupu-kupu dengan apa yang terjadi kepada orang-orang pada waktu mereka dibenarkan oleh iman.
• Lukiskan atau pahat suatu patung konsep Kristus seperti tangga, yang tampak pada alinea kedua pelajaran hari Selasa.
• Tanyakan beberapa sahabatmu bahwa mereka telah dibenarkan melalui Kasih Karunia Illahi.
CONNECT
Steps to Christ, “Faith and Acceptance,” pp. 49–55.
Seventh-day Adventists Believe . . . , 2nd ed. (Ministerial Association, General Conference of Seventh-day Adventists, 2005), pp. 136–144.
Marijo Van Dyke, Detroit, Michigan, U.S.A.
Monday, 19 July 2010
Wednesday, 7 July 2010
SSCQ Pelajaran Kedua Kwartal 3, 2—9 Juli 2010
SSCQ Pelajaran Kedua Kwartal 3, 2—9 Juli 2010
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Yahudi dan Orang Kafir
“sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yohanes 1:17)
Sabbath
3 Juli
Matt. 19:16–22 Pendahuluan
Kasih Sang Penebus
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan orang terhadap GMAHK adalah mereka terlampau kaku dalam mematuhi hukum Allah. Sebenarnya, memang terlihat bahwa anggtoa gereja lebih fokus kepada penurutan daripada suatu hubungan dengan Juruselamat mereka. Yohanes, bagaimanapun, membantu kita untuk menempatkan penurutan dan kasih kepada Kristus dalam hubungan yang lebih pantas. “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat” (1 Yoh. 5:3). Kita menurut, bukan agar selamat, tetapi karena kita mengasihi Allah. Dan bila kita mengasihiNya, kita belajar bahwa perintahNYA itu masuk akal dan untuk kebaikan kita.
Mereka merasa bahwa melakukan cara mereka lebih mudah
Kutipan berikut membantu kita mengerti lebih baik akan motif dibalik penurutan dan tidak patuh: “Disorga hukum dilanggar. Dosa berasal dari pemuasan diri sendiri. Lusifer, kerubium, ingin menjadi yang pertama di sorga.”1
Allah mengatakan kepada Adam dan Hawa bahwa mereka boleh memakan buah pohon dalam Taman Eden kecuali buah pengetahun baik dan jahat. Alangkah baiknya Allah itu! Tetapi mereka memilih untuk tidak patuh.
Karena Dia tidak pernah berobah, Allah juga tulus dengan kita. Perintahnya berlaku untuk semua budaya dan setiap aspek kehidupan. Secara relatif, hanya ada sedikit dari mereka, dan mengikutinya akan benar-benar membantu kita mempunyai hidup yang lebih baik dan hubungan yang baik dengan Pencipta kita.
Saya ingat pada masa Patfinder bahwa peraturan berlaku untuk setiap aktivitas—khususnya untuk track dan trail. Tetapi bagi beberapa orang, aturan ini mengganggu. Mereka merasa bahwa melakukan cara mereka lebih mudah. Jadi mereka merusak tanda-tanda jejak untuk jalan pintas yang akan membuat mereka juara. Hebatnya, mereka akhirnya sampai paling akhir, karena tidak sadar akan bahaya tersembunyi dari jalan pintas. Setelah itu, pempimpin Master Guide kami mengatakan kepada kami jalan ke sorga dan bagaimana hukum Allah membantu kita untuk mengikuti jalan itu dan membuat kita selamat.
Bacalah Keluaran 20:1,3. Apakah anda perhatikan bahwa Allah menebus orang Israel dari perbudakan dan kemudian memberi mereka hukumNYA? “Demikian pula, melalui injil, Kristus membebaskan kita dari perhambaan dosa (Yoh. 8:34-36; 2Pet. 2:19) agar kita dapat mematuhi hukumNYA.”2 Minggu ini, kita akan belajar lebih banyak tentang peranan Hukum Sepuluh Allah dan peranan peraturan Perjanjian Lama dan aturan yang mesti dilakukan dalam hidup kita.
____________
1. The Desire of Ages, p. 21.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 1, p. 602.
Stephanie Loriezo, Taculing, Bacolod City, Philippines
Minggu
4 JULI
Bukti
Revolusioner setengah hati
Roma 4:3
Pekabaran Paulus tak terpikirkan untuk beberapa alasan. Pertama, suatu hal yang berbahaya bahwa orang Yahudi dapat ditolak sebagai umat pilihan Allah. Kemudian adalah ide bahwa Mesias telah datang dan tidak disadari oleh mereka. Akhirnya, pikiran bahwa penebusan dapat didasarkan pada sesuatu lain daripada penurutan hukum tampaknya suatu kemurtadan.
Kebanyakan orang Yahudi tak akan menerima pekabaran Paulus pada tingkatan apapun. Ini bukanlah suatu berita bagi dia. Dalam ceritanya, kita lihat dia adalah seorang Yahudi, berjuang dengan ketiga aspek pekabarannya. Pertama permasalahan iman. Bacalah Filipi 3:6,7. “Bukti mengejutkan akan kehadiran Allah dengan Martir (Stefanus) telah menuntun Saul untuk meragukan alasan dia mengejar-ngejar pengikut Yesus.”1
Paulus mengerti bahwa iman mesti menjadi poros
Kemudian masalah iman. Paulus mesti menerima bahwa Yesus adalah Mesias. Penglihatan dalam perjalanan ke Damaskus meyakin dia. “Sekarang Saul tahu dengan pasti bahwa Mesias yang dijanjikan telah datang ke dunia ini sebagai Yesus dari Nazaret.”2
Akhirnya, adanya umat yang beriman. Mungkin hal tersulit untuk diterima adalah akhir dari status khusus orang Yahudi. Hal ini menerangkan hal yang memaksany untuk kembali ke Yerusalem pada akhir pelayanannya. Bacalah Kisah 21:13.
Beberapa anggota GMAHK saat ini mungkin ada yang memaksa kita kembali ke perangkap Yudaisme khususnya festival yang menandai korban khusus. Belajar tentang festival merupakan suatu hal, tetapi menggunakannya untuk tujuan keselamatan dan untuk menyenangkan Allah merupakan hal yang berbeda. Seperti Paulus, kita mesti memisahkan perjanjian kekal berpusat pada hukum kasih Allah dan perjanjian sekunder yang menandai pengaturan khusus dengan sekelompok orang tertentu. Berfokus pada (1) penurutan hukum dan (2) ritual mengakibatkan orang Yahudi menolak Raja Kasih. Keduanya bukanlah injil. Paulus mengerti bahwa iman mesti menjadi poros. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." (Roma 4:3). Apabila orang merasa tergoda untuk kembali ke ritual Yahudi sebagai cara keselamatan, mereka perlu untuk memeriksa secara serius tulisan-tulisan Paulus, karena dia telah hidup dalam dunia Yahudi dan kafir.
REAKSI
Misi yang mana datang lebih dulu, Allah memanggil semua orang, atau panggilannya kepada orang Yahudi?
____________
1. The Acts of the Apostles, pp. 112, 113.
2. Ibid., p. 116.
Douglas Hosking, Williams Lake, British Columbia, Canada
Senin
5 JULI
Logos
Hukum Musa dan Adopsi Allah Matt. 19:16–22; Acts 15:1–29; Gal. 1:1–12; Ibrani. 8:6
Diantara praktek yang diadopsi dan dilakukan oleh umat Allah pada zaman Perjanjian Lama adalah yang ditulis dan dikenal sebagai hukum Musa. Hukum-hukum ini, ditemukan pada buku Imamat dan Keluaran, yang mencakup peraturan tentang upacara kudus kaabah, hukum sipil, dan hukum kesehatan. Sunat sering dianggap sebagai bagian dari kumpulan hukum ini, walaupun jauh sebelumnya, orang Ibrani telah diinstruksikan untuk menyunat bayi lelaki sebagai peringtan akan perjanjian mereka dengan Allah (Kej. 17:1-14). Sama seperti semua hukum Musa, sunat diterapkan oleh generasi-generasi Yahudi berikutnya.
Hal yang sama muncul pada waktu Paulus membawa Titus ke Yerusalem
Hukum Musa dan Orang Kafir yang bertobat (Kisah 15:1-29)
Beberapa pemimpin gereja (mungkin Farisi, lihat ayat 5) percaya bahwa agar dapat diselamatkan, orang Kafir yang bertobat menjadi orang Kristen perlu disunat: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." (Kisah 15:1). Paulus dan Barnabas, amat tidak setuju dengan hal ini, demikian pula Petrus. Bacalah pidato luarbiasanya dalam ayat 7-11. Jadi, mereka bersama orang percaya lainnya, mencari nasehat para Rasul dan panatua di gereja Yerusalem. Setelah beberapa diskusi disimpulkan bahwa Paulus dan Barnabas, bersama beberapa anggota gereja dari Yerusalem, akan kembali ke Antiokia dengan surat yang memberikan ringkasan syarat sederhana bagi orang Kafir yang mesti dituruti. Persyaratan ini termasuk tidak memakan makanan yang dikorbankan kepada berhala, tidak makan darah, dari binatang yang mati tercekik dan tidak melakukan immoralitas seksual” (ayat 29). Sunat tidak termasuk dalam daftar ini.
Hal yang sama muncul pada waktu Paulus membawa Titus ke Yerusalem. Karena Titus adalah orang Kristen Yunani, beberapa orang Kristen Yahudi disana merasa bahwa dia mesti disunat. Sekali lagi, tentu saja, Paulus berpegang tegus kepada kepercayaan bahwa sunat tidak diperlukan untuk keselamatan (Galatia 2:1-5).
Pembelaan Paulus melawan Pekabaran Sesat (Galatia 1:1-12)
Setelah perjalanan misionaris pertamanya, Paulus melakukan perjalanan ke Galatia. Banyak orang Kristen yang percaya bahwa orang kafir yang bertobat mesti mematuhi beberapa hukum perjanjian lama seperti sunat agar dapat diselamatkan mengikutinya ke sana. Perlakuan kukuh mereka membingungkan orang Galatia, dan sebagai akibatnya, banyak yang menjadi agak legalis dalam kepercayaan mereka. Jadi, Paulus menulis surat kepada mereka, yang saat ini kita sebut sebagai buku Galatia.
Di Galatia 1:4, “Paulus kembali menyatakan kebenaran besar akan Yesus, melalui korban penebusanNYA, telah menyediakan jalan keluar bagi siapapun yang menerimaNYA. Usaha apapun untuk mendapatkan kemenangan terhadap kejahatan dunia melalui usahanya sendiri tidaklah menurut kehendak Allah . . . . . Jika orang Galatia memaksakan legalisme mereka, mereka tidak dapat berharap pada pembebasan dari dosa dan tidak juga dari penerimaan masa depan, dunia yang tanpa dosa.”1
Tuhan Yang Menyelamatkan (Matt. 19:16–22; Ibr. 8:6)
Anak muda yang kaya dalam Matius 19:16-22 berfikir bahwa dia dapat diselamatkan berdasarkan perbuatan baik yang dilakukannya. Tetapi pada waktu Kristus mengatakan untuk menjual semua yang dimilikinya dan memberikannya kepada orang miskin, dia tidak dapat melakukannya. Hal ini menunjukan sifat mementingkan dirinya sendiri dang bahwa dia benar-benar menyembah kekayaannya gantinya Allah.
Tetapi jika kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman, kenapa Yesus mengatakan kepada orang muda ini untuk menurut semua hukum agar bisa mempunyai hidup kekal (ayat 17)? “Adalah merupakah kehendak Allah bahwa manusia mesti memantulkan sifatNYA, dan sifatNYA dapat disimpulkan dalam satu kata yaitu KASIH (1 Yoh. 4:7-12). Untuk memantulkan sifat kasih Allah, kita mesti terutama mengasihi Dia dan sesama manusia seperti diri kita sendiri . . . . Jika kita bertanya bagaiman kita menyatakan kasih kita kepada Allah dan sesama manusia, Allah memberikan kita jawabannya dalam Sepuluh Hukum (lihat Keluaran 20:3-17). . . . . . . .Orang muda itu mengaku mengasihi Allah, tetapi ujian sebenarnya dari kasih, kata Yesus, adalah ditemukan bagaimana dia memperlakukan sesama manusia . . . . . “Jika engkau mengasihiku,” kata Yesus, “turutlah perintahku” (Yoh. 14:15)”2
Dalam versi King James, orang muda itu merujuk Yesus sebagai “Tuan yang baik” (Mat. 19:16). Memang Dia begitu. Dan kenapa? Dia kasih bahkan kepada orang berdosa (1Yoh. 4:8). Dia amat mengasihi kita sehingga Dia rela mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita. Dia pengampun (1Yoh. 1:9). Baik kasihNya yang tak pernah gagal dan pengampunanNYA membuat Dia layak untuk menjadi mediator bagi umatNYA. Bahkan sekarang, Dia bekerja sebagai mediator di sorga bagi semua orang yang menerima kasih karuniaNYA melalui iman.
Tentang Ibrani 8:6, tertulis bahwa “Allah meminta kita membandingkan kasihNYA, janjiNya, yang diberikan dengan gratis kepada orang yang tak pantas untuk menerimanya. Dia meminta kita untuk bergantung sepenuhnya, penuh syukur, bersukaria, dalam kebenaran yang dinyatakan bagi kita dalam Kristus. Bagi semua yang datang kepada Allah dengan cara yang telah ditentukanNYA, Dia akan mendengarkan mereka.”3
REACT
1. Seorang teman bicara anda mengetahui bahwa anda adalah umat GMAHK. Orang ini mengatakan bahwa dia mendengar bahwa orang Advent percaya bahwa mereka diselamatkan oleh karena memelihara Sepuluh Hukum. Bagaimana reaksi anda? Ayat alkitab apa yang anda gunakan?
2. Kenapa legalisme amat menarik bagi banyak orang?
3. Bentuk legalis apa yang ada saat ini? Selain Sepuluh Hukum, “hukum” apalagi yang dicoba orang agar selamat?
4. Kualitas lain apa yang dimiliki Yesus yang membuat Dia menjadi “Tuan Yang Baik” (Guru)?
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 938.
2. Ibid., vol. 5, p. 457.
3. Ibid., vol. 7, p. 932.
Job G. Minasalvas, Bacolod City, Philippines
Selasa
6 JULI
Kesaksian
Ujian John 14:15
Sama seperti orang Kristen dari Kafir kita telah belajar tentang pelajaran minggu ini, sepasang non-Adventist pernah bertanya kepada seorang anggota awam tentang kebenaran keselamatan seperti dinyatakan dalam Alkitab. Ketertarikan mereka pada Alkitab datang sebagai akibat penyelidikan terus menerus mereka akan kebenaran. Setelah belajar Alkitab secara ekstensif, mereka gembira mereka menyadari cara yang benar untuk menggunakan dan mengerti kebenaran Alkitab tentang keselamatan kasih karunia Allah. Mereka meninggalkan kepercayaan dan gaya hidup mereka sebelumnya dan menerima secara menyeluruh seperti dalam Yesus Kristus. Mereka rindu akan anggota keluarga mereka dan sahabat-sahabat untuk juga menerima kebenaran. Tetapi bukan hanya orang-orang yang mereka kasihi menolak kebenaran, mereka juga menolak pasangan itu.
Kelakuan baik tidak dapat membeli kasih Allah
Ellen White menyatakan situasi seperti itu sebagai “Allah tidak menyembunyikan kebenaranNYA dari manusia. Dengan cara mereka sendiri mereka merusaknya sendiri. Kristus memberikan kepada orang Yahudi bukti yang banyak sekali bahwa Dia adalah Mesias; tetapi ajaranNYA mensyaratkan mereka merobah gaya hidup mereka. Mereka melihat bila mereka menerima Kristus, mereka mesti mesti meninggalkan tradisi dan hal-hal yang mereka sukai, cinta diri, dan praktik tidak benar.”1
Beberapa orang Kristen saat ini masih bergumul dengan kepercayaan mereka tentang keselamatan oleh kasih karunia melalui iman. Mereka bertanya-tanya dimana tempat kepatuhan. Apakah kita taat agar diselamatkan, ataukan kita patuh karena kita telah diselamatkan? Kristus mengatakan, “jika engkau mengasihiKU, turutlah perintahKU” (Yoh. 14:15). Tentang ayat ini Ellen White menulis, “Melalui kebenaran Kristus kita akan berdiri dihadapan pengampunan Allah, dan seolah-olah kita tidak pernah berdosa. Kita tidak akan pernah mendapatkan kekuatan dengan berpikir apa yang dapat kita lakukan jika kita adalah malaikat. Kita mesti menyerahkan iman kita kepada Yesus Kristus, dan menunjukan kasih kita kepada Allah melalui ketaatan akan perintahNYA.”2
“Kelakuan baik tidak dapat membeli kasih Allah, tetapi itu hanya mengungkapkan kita memiliki kasih. Jika kita berserah kepada kehendak Allah, kita tidak akan bekerja untuk mendapatkan kasih Allah. KasihNya sebagai pemberian gratis akan diterima kedalam jiwa, dan dari kasih kepadaNYA kita akan bersuka untuk mematuhi perintahNYA.”3
____________
1. Christ’s Object Lessons, p. 105.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 1142.
3. Christ’s Object Lessons, p. 283.
Stewart Van Loriezo, Tangub, Bacolod City, Philippines25
wednesday
july 7
Galatia 1:1-12 Bagaimana
Jalan yang benar
Dunia yang kita tinggali saat ini berjalan dengan sangat cepat. Kemudian kita melihat semua kabar buruk setiap kali kita mengambil koran atau melihat berita di TV. Bagimana mungkin untuk tetap fokus pada Allah dan keselamatan kita? Bagaimana mungkin mengenal kebenaran tentang bagaimana kita diselamatkan? Beberapa langkah yang disarankan adalah:
Gunakan peta dan kompas. Bila kita berjalan ke tempat yang belum pernah kita kunjungi, adalah bijak untuk membawa peta dan kompas. Dalam perjalanan kita ke sorga, peta kita adalah Alkitab. Alkitab berisi arah yang perlu kita ambil untuk sampai ke sorga. Kompas kita untuk membantu mengerti akan instruksi dalam peta adalah Roh Nubuat seperti yang diberikan melalui Ellen White.
Ikuti hanya arahan yang diberikan dalam peta
Ikuti Master Guide. Bukan hanya anda yang berjalan ke sorga. Jadi jangan letakan percayamu hanya pada orang yang berjalan bersamamu. Pandang hanya pada Yesus. Berikan seluruh imanmu kepadaNYA dan hanya padaNYA. Ingat Yesus mengatakan tentang diriNYA: “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada orang yang dapat sampai kepada bapa kecuali melalui Aku.” (Yoh. 14:6).
Hati-hati akan petunjuk yang salah dan jalan pintas. Sepanjang jalan, kita mungkin akan menemukan banyak tanda dan arahan, tetap berhati-hati! Tidak semua arah benar. Tidak semua tanda betul. “Adalah jalan yang tampaknya benar kepada orang, tetapi berakhir kepada maut” (Amsal 14:12). Ikuti hanya arahan yang diberikan dalam peta. Arahan ini diringkaskan dalam Yohanes 14:15, yang dikatakan Yesus,”Jika kamu mengasihiKU, turutlah perintahKu”
Peganglah roda kemudi; tatap mata lurus ke depan. Apabila perjalanan menjadi sulit, kita mungkin tergoda untuk menyerah, memalingkan mata kita dari jalan. Pada masa-masa seperti itu, kita mesti ingat nasehat berikut: “Jika kita memasang mata kita tetap pada Juruselamat, dan percaya akan kuasaNYA, kita akan dipenuhi oleh rasa aman; karena kebenaran Kristus akan menjadi kebenaran kita.”*
REAKSI
1. Kenapa beberapa orang Advent amat mudah tergoda untuk meragukan iman mereka?
2. Kenapa kita cenderung membuat kesalahan yang sama seperti orang Kristen dulu yang percaya akan guru-guru palsu?
____________
*Messages to Young People, p. 107.
Jed Alden G. Magbanua, Taculing, Bacolod City, Philippines
Kamis
8 Juli
Galatia 1: 8-12 Pendapat
Kacamata rohani yang berwarna
Walaupun kita berbakti Allah yang satu, persekutuan dengan satu sama lain, dan menyaksikan bersama kepada dunia dibawah nama GMAHK, kita datang dari latar belakang keluarga yang amat beragam, negara, budaya, dan denominasi. Sama seperti gereja yang mula-mula, kita adalah gereja yang terdiri dari “Yahudi” dan “Kafir”
Kita menyatakan diri kita sendiri sebagai gereja yang beragam. Tetapi, keberagaman seperti itu dapat mengakibatkan masalah. Di negaraku, Pilipina, pengurapan pendeta secara tradisi mengenakan pakaian jas gelap dengan dasi, walaupun upacara pengurapan itu dilaksanakan di negara yang panas, musim panas yang lembab. Sementara anggota gereja di Amerika Serikat sering mengungkapkan penghargaannya dengan bertepung tangan, anggota gereja di Mexico melambaikan tangan. Sementara pelukan dan cium pipi kiri kanan baik pria dan wanita adalah salah satu cara untuk menyapa anggota gereja di Mexico, cara yang sama secara total tidak berterima di Pilipina.
menghakimi orang lain hanya berdasarkan standar budaya kita adalah tidak Kristiani
Cukup menggoda untuk memandang GMAHK dari budaya yang lain melalui kacamata yang diwarnai dengan norma budaya dan tradisi kita sendiri, dan melabel anggota gereja ini sebagai lebih permisif atau lebih konservatif dari kita sendiri. Lebih parahnya, sering kita memandang kacamata seperti itu membuat kita ingin memaksakan para anggota ini untuk sesuai dengan cara kita, dan bahkan memastikan budaya ini sebagai ujian persekutuan atau suatu cara keselamatan.
Tetapi, mengevaluasi dan menghakimi orang lain hanya berdasarkan standar budaya kita adalah tidak Kristiani. Sementara kita sibuk menunjuk orang lain karena budaya mereka dan tradisi mereka tidak sama dengan kita, ada orang yang menderita karena menderita kelaparan fisik dna rohani. Allah merindukan kita menghapuskan kedua lapar ini; tetapi bila kita berkelahi diantara kita tentang ketidak tepatan tradisi budaya tertentu, beberapa orang ini akan binasa. Alkitab mengatakan, “Janganlah merasa diri lebih tinggi dari yang sebenarnya. Hendaknya kalian menilai keadaan dirimu dengan rendah hati; masing-masing menilai dirinya menurut kemampuan yang diberikan Allah kepadanya oleh karena ia percaya kepada Yesus” (Roma 12:3). Untuk menghindari sikap merasa diri sendiri benar dibandingkan orang lain adalah merasa sadar akan kacamata berwarna kita. Dengan rajin mempelajari Firman Allah dan melalui doa yang rendah hati, kita dapat menerima kacamata baru yang dapat memberikan kita pandangan yang lebih jelas tentang sifat kasih karunia dan keselamatanNYA yang sebenarnya.
Ferdinand O. Regalado, Montemorelos, Mexico
Jum’at
9 Juli
Dalami
Bermain Sesuai Aturan Eph. 2:8, 9
SIMPULAN
Untuk bergenerasi-generasi Hukum Musa mendefinisikan keberadaan orang Yahudi dan status mereka di dunia. Hal ini mendikte tindak tanduk, sikap, dan bahkan diit mereka. Semakin banyak aturan yang mereka dapat banggakan telah dilakukan, semakin tinggi status mereka dalam masyarakat. Identitas mereka diikat oleh aturan-aturan ini. Jadi pada waktu Paulus datang dan mengkhotbahkan bahwa Kristus telah menghapuskan hukum-hukum ini, banyak orang Yahudi merasa terancam.
Orang Kristen Yahudi di Roma merasa amat sulit untuk membuang aturan-aturan yang telah mengikat mereka. Tanpa aturan rinci yang dapat mereka lakukan untuk mengukur mereka, banyak yang merasa identitasnya dirampok.
PERTIMBANGKAN
• Membuang sepasang jean favorit atau pendapat yang dipertahankan lama. Yang mana yang lebih sulit bagi anda dan kenapa?
• Terjemahkan Roma 2:17-21 ke bahasa lain. Tema apa yang menjadi kunci ayat ini?
• Pangganglah sesuatu tanpa menggunakan resep. Kenapa baik kadang-kadang untuk mengikuti aturan-aturan (2 Kor. 3:2, 3)?
• Buatlah daftar lima kata yang menguraikan siapa diri anda. Cobalah ini dalam kelompok, dengan setiap orang membuat daftar bagi dirinya sendiri, dan kemudian bacalah daftar ini keras-keras. Apakah orang lain bisa mengidentifikasi orang tersebut berdasarkan uraian ini?
• Bacalah Imamat 19. Hukum Musa perjanjian lama berkisar dari hal yang membebani sampai ke yang aneh, tetapi juga mencakup Kekristenan praktis. Yang mana yang masih relevan?
• Terjun payung dari pesawat terbang dengan suatu perusahaan yang terkenal menyediakan aktivitas tersebut. Karena Kristus, kita menikmati kebebasan—dengan keamana akan parasut keselamatanNYA.
• Hitunglah kira-kira jumlah generasi yang telah berlalu sejak waktu Paulus menulis kepada gereja Roma. Bagaimana sikap kita terhadap keselamatan legalistik berobah dengan berlalunya abad? Bagaimana tetap sama saja?
HUBUNGKAN.
Galatia 5:6.
Clifford Goldstein, “The Henry VIII Factor,’’ in Life Without Limits (Hagers-town, Md.: Review and Herald® Publishing Association, 2007).
Luan Miller, College Place, Washington, U.S.A
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Yahudi dan Orang Kafir
“sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yohanes 1:17)
Sabbath
3 Juli
Matt. 19:16–22 Pendahuluan
Kasih Sang Penebus
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan orang terhadap GMAHK adalah mereka terlampau kaku dalam mematuhi hukum Allah. Sebenarnya, memang terlihat bahwa anggtoa gereja lebih fokus kepada penurutan daripada suatu hubungan dengan Juruselamat mereka. Yohanes, bagaimanapun, membantu kita untuk menempatkan penurutan dan kasih kepada Kristus dalam hubungan yang lebih pantas. “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat” (1 Yoh. 5:3). Kita menurut, bukan agar selamat, tetapi karena kita mengasihi Allah. Dan bila kita mengasihiNya, kita belajar bahwa perintahNYA itu masuk akal dan untuk kebaikan kita.
Mereka merasa bahwa melakukan cara mereka lebih mudah
Kutipan berikut membantu kita mengerti lebih baik akan motif dibalik penurutan dan tidak patuh: “Disorga hukum dilanggar. Dosa berasal dari pemuasan diri sendiri. Lusifer, kerubium, ingin menjadi yang pertama di sorga.”1
Allah mengatakan kepada Adam dan Hawa bahwa mereka boleh memakan buah pohon dalam Taman Eden kecuali buah pengetahun baik dan jahat. Alangkah baiknya Allah itu! Tetapi mereka memilih untuk tidak patuh.
Karena Dia tidak pernah berobah, Allah juga tulus dengan kita. Perintahnya berlaku untuk semua budaya dan setiap aspek kehidupan. Secara relatif, hanya ada sedikit dari mereka, dan mengikutinya akan benar-benar membantu kita mempunyai hidup yang lebih baik dan hubungan yang baik dengan Pencipta kita.
Saya ingat pada masa Patfinder bahwa peraturan berlaku untuk setiap aktivitas—khususnya untuk track dan trail. Tetapi bagi beberapa orang, aturan ini mengganggu. Mereka merasa bahwa melakukan cara mereka lebih mudah. Jadi mereka merusak tanda-tanda jejak untuk jalan pintas yang akan membuat mereka juara. Hebatnya, mereka akhirnya sampai paling akhir, karena tidak sadar akan bahaya tersembunyi dari jalan pintas. Setelah itu, pempimpin Master Guide kami mengatakan kepada kami jalan ke sorga dan bagaimana hukum Allah membantu kita untuk mengikuti jalan itu dan membuat kita selamat.
Bacalah Keluaran 20:1,3. Apakah anda perhatikan bahwa Allah menebus orang Israel dari perbudakan dan kemudian memberi mereka hukumNYA? “Demikian pula, melalui injil, Kristus membebaskan kita dari perhambaan dosa (Yoh. 8:34-36; 2Pet. 2:19) agar kita dapat mematuhi hukumNYA.”2 Minggu ini, kita akan belajar lebih banyak tentang peranan Hukum Sepuluh Allah dan peranan peraturan Perjanjian Lama dan aturan yang mesti dilakukan dalam hidup kita.
____________
1. The Desire of Ages, p. 21.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 1, p. 602.
Stephanie Loriezo, Taculing, Bacolod City, Philippines
Minggu
4 JULI
Bukti
Revolusioner setengah hati
Roma 4:3
Pekabaran Paulus tak terpikirkan untuk beberapa alasan. Pertama, suatu hal yang berbahaya bahwa orang Yahudi dapat ditolak sebagai umat pilihan Allah. Kemudian adalah ide bahwa Mesias telah datang dan tidak disadari oleh mereka. Akhirnya, pikiran bahwa penebusan dapat didasarkan pada sesuatu lain daripada penurutan hukum tampaknya suatu kemurtadan.
Kebanyakan orang Yahudi tak akan menerima pekabaran Paulus pada tingkatan apapun. Ini bukanlah suatu berita bagi dia. Dalam ceritanya, kita lihat dia adalah seorang Yahudi, berjuang dengan ketiga aspek pekabarannya. Pertama permasalahan iman. Bacalah Filipi 3:6,7. “Bukti mengejutkan akan kehadiran Allah dengan Martir (Stefanus) telah menuntun Saul untuk meragukan alasan dia mengejar-ngejar pengikut Yesus.”1
Paulus mengerti bahwa iman mesti menjadi poros
Kemudian masalah iman. Paulus mesti menerima bahwa Yesus adalah Mesias. Penglihatan dalam perjalanan ke Damaskus meyakin dia. “Sekarang Saul tahu dengan pasti bahwa Mesias yang dijanjikan telah datang ke dunia ini sebagai Yesus dari Nazaret.”2
Akhirnya, adanya umat yang beriman. Mungkin hal tersulit untuk diterima adalah akhir dari status khusus orang Yahudi. Hal ini menerangkan hal yang memaksany untuk kembali ke Yerusalem pada akhir pelayanannya. Bacalah Kisah 21:13.
Beberapa anggota GMAHK saat ini mungkin ada yang memaksa kita kembali ke perangkap Yudaisme khususnya festival yang menandai korban khusus. Belajar tentang festival merupakan suatu hal, tetapi menggunakannya untuk tujuan keselamatan dan untuk menyenangkan Allah merupakan hal yang berbeda. Seperti Paulus, kita mesti memisahkan perjanjian kekal berpusat pada hukum kasih Allah dan perjanjian sekunder yang menandai pengaturan khusus dengan sekelompok orang tertentu. Berfokus pada (1) penurutan hukum dan (2) ritual mengakibatkan orang Yahudi menolak Raja Kasih. Keduanya bukanlah injil. Paulus mengerti bahwa iman mesti menjadi poros. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." (Roma 4:3). Apabila orang merasa tergoda untuk kembali ke ritual Yahudi sebagai cara keselamatan, mereka perlu untuk memeriksa secara serius tulisan-tulisan Paulus, karena dia telah hidup dalam dunia Yahudi dan kafir.
REAKSI
Misi yang mana datang lebih dulu, Allah memanggil semua orang, atau panggilannya kepada orang Yahudi?
____________
1. The Acts of the Apostles, pp. 112, 113.
2. Ibid., p. 116.
Douglas Hosking, Williams Lake, British Columbia, Canada
Senin
5 JULI
Logos
Hukum Musa dan Adopsi Allah Matt. 19:16–22; Acts 15:1–29; Gal. 1:1–12; Ibrani. 8:6
Diantara praktek yang diadopsi dan dilakukan oleh umat Allah pada zaman Perjanjian Lama adalah yang ditulis dan dikenal sebagai hukum Musa. Hukum-hukum ini, ditemukan pada buku Imamat dan Keluaran, yang mencakup peraturan tentang upacara kudus kaabah, hukum sipil, dan hukum kesehatan. Sunat sering dianggap sebagai bagian dari kumpulan hukum ini, walaupun jauh sebelumnya, orang Ibrani telah diinstruksikan untuk menyunat bayi lelaki sebagai peringtan akan perjanjian mereka dengan Allah (Kej. 17:1-14). Sama seperti semua hukum Musa, sunat diterapkan oleh generasi-generasi Yahudi berikutnya.
Hal yang sama muncul pada waktu Paulus membawa Titus ke Yerusalem
Hukum Musa dan Orang Kafir yang bertobat (Kisah 15:1-29)
Beberapa pemimpin gereja (mungkin Farisi, lihat ayat 5) percaya bahwa agar dapat diselamatkan, orang Kafir yang bertobat menjadi orang Kristen perlu disunat: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." (Kisah 15:1). Paulus dan Barnabas, amat tidak setuju dengan hal ini, demikian pula Petrus. Bacalah pidato luarbiasanya dalam ayat 7-11. Jadi, mereka bersama orang percaya lainnya, mencari nasehat para Rasul dan panatua di gereja Yerusalem. Setelah beberapa diskusi disimpulkan bahwa Paulus dan Barnabas, bersama beberapa anggota gereja dari Yerusalem, akan kembali ke Antiokia dengan surat yang memberikan ringkasan syarat sederhana bagi orang Kafir yang mesti dituruti. Persyaratan ini termasuk tidak memakan makanan yang dikorbankan kepada berhala, tidak makan darah, dari binatang yang mati tercekik dan tidak melakukan immoralitas seksual” (ayat 29). Sunat tidak termasuk dalam daftar ini.
Hal yang sama muncul pada waktu Paulus membawa Titus ke Yerusalem. Karena Titus adalah orang Kristen Yunani, beberapa orang Kristen Yahudi disana merasa bahwa dia mesti disunat. Sekali lagi, tentu saja, Paulus berpegang tegus kepada kepercayaan bahwa sunat tidak diperlukan untuk keselamatan (Galatia 2:1-5).
Pembelaan Paulus melawan Pekabaran Sesat (Galatia 1:1-12)
Setelah perjalanan misionaris pertamanya, Paulus melakukan perjalanan ke Galatia. Banyak orang Kristen yang percaya bahwa orang kafir yang bertobat mesti mematuhi beberapa hukum perjanjian lama seperti sunat agar dapat diselamatkan mengikutinya ke sana. Perlakuan kukuh mereka membingungkan orang Galatia, dan sebagai akibatnya, banyak yang menjadi agak legalis dalam kepercayaan mereka. Jadi, Paulus menulis surat kepada mereka, yang saat ini kita sebut sebagai buku Galatia.
Di Galatia 1:4, “Paulus kembali menyatakan kebenaran besar akan Yesus, melalui korban penebusanNYA, telah menyediakan jalan keluar bagi siapapun yang menerimaNYA. Usaha apapun untuk mendapatkan kemenangan terhadap kejahatan dunia melalui usahanya sendiri tidaklah menurut kehendak Allah . . . . . Jika orang Galatia memaksakan legalisme mereka, mereka tidak dapat berharap pada pembebasan dari dosa dan tidak juga dari penerimaan masa depan, dunia yang tanpa dosa.”1
Tuhan Yang Menyelamatkan (Matt. 19:16–22; Ibr. 8:6)
Anak muda yang kaya dalam Matius 19:16-22 berfikir bahwa dia dapat diselamatkan berdasarkan perbuatan baik yang dilakukannya. Tetapi pada waktu Kristus mengatakan untuk menjual semua yang dimilikinya dan memberikannya kepada orang miskin, dia tidak dapat melakukannya. Hal ini menunjukan sifat mementingkan dirinya sendiri dang bahwa dia benar-benar menyembah kekayaannya gantinya Allah.
Tetapi jika kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman, kenapa Yesus mengatakan kepada orang muda ini untuk menurut semua hukum agar bisa mempunyai hidup kekal (ayat 17)? “Adalah merupakah kehendak Allah bahwa manusia mesti memantulkan sifatNYA, dan sifatNYA dapat disimpulkan dalam satu kata yaitu KASIH (1 Yoh. 4:7-12). Untuk memantulkan sifat kasih Allah, kita mesti terutama mengasihi Dia dan sesama manusia seperti diri kita sendiri . . . . Jika kita bertanya bagaiman kita menyatakan kasih kita kepada Allah dan sesama manusia, Allah memberikan kita jawabannya dalam Sepuluh Hukum (lihat Keluaran 20:3-17). . . . . . . .Orang muda itu mengaku mengasihi Allah, tetapi ujian sebenarnya dari kasih, kata Yesus, adalah ditemukan bagaimana dia memperlakukan sesama manusia . . . . . “Jika engkau mengasihiku,” kata Yesus, “turutlah perintahku” (Yoh. 14:15)”2
Dalam versi King James, orang muda itu merujuk Yesus sebagai “Tuan yang baik” (Mat. 19:16). Memang Dia begitu. Dan kenapa? Dia kasih bahkan kepada orang berdosa (1Yoh. 4:8). Dia amat mengasihi kita sehingga Dia rela mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita. Dia pengampun (1Yoh. 1:9). Baik kasihNya yang tak pernah gagal dan pengampunanNYA membuat Dia layak untuk menjadi mediator bagi umatNYA. Bahkan sekarang, Dia bekerja sebagai mediator di sorga bagi semua orang yang menerima kasih karuniaNYA melalui iman.
Tentang Ibrani 8:6, tertulis bahwa “Allah meminta kita membandingkan kasihNYA, janjiNya, yang diberikan dengan gratis kepada orang yang tak pantas untuk menerimanya. Dia meminta kita untuk bergantung sepenuhnya, penuh syukur, bersukaria, dalam kebenaran yang dinyatakan bagi kita dalam Kristus. Bagi semua yang datang kepada Allah dengan cara yang telah ditentukanNYA, Dia akan mendengarkan mereka.”3
REACT
1. Seorang teman bicara anda mengetahui bahwa anda adalah umat GMAHK. Orang ini mengatakan bahwa dia mendengar bahwa orang Advent percaya bahwa mereka diselamatkan oleh karena memelihara Sepuluh Hukum. Bagaimana reaksi anda? Ayat alkitab apa yang anda gunakan?
2. Kenapa legalisme amat menarik bagi banyak orang?
3. Bentuk legalis apa yang ada saat ini? Selain Sepuluh Hukum, “hukum” apalagi yang dicoba orang agar selamat?
4. Kualitas lain apa yang dimiliki Yesus yang membuat Dia menjadi “Tuan Yang Baik” (Guru)?
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 938.
2. Ibid., vol. 5, p. 457.
3. Ibid., vol. 7, p. 932.
Job G. Minasalvas, Bacolod City, Philippines
Selasa
6 JULI
Kesaksian
Ujian John 14:15
Sama seperti orang Kristen dari Kafir kita telah belajar tentang pelajaran minggu ini, sepasang non-Adventist pernah bertanya kepada seorang anggota awam tentang kebenaran keselamatan seperti dinyatakan dalam Alkitab. Ketertarikan mereka pada Alkitab datang sebagai akibat penyelidikan terus menerus mereka akan kebenaran. Setelah belajar Alkitab secara ekstensif, mereka gembira mereka menyadari cara yang benar untuk menggunakan dan mengerti kebenaran Alkitab tentang keselamatan kasih karunia Allah. Mereka meninggalkan kepercayaan dan gaya hidup mereka sebelumnya dan menerima secara menyeluruh seperti dalam Yesus Kristus. Mereka rindu akan anggota keluarga mereka dan sahabat-sahabat untuk juga menerima kebenaran. Tetapi bukan hanya orang-orang yang mereka kasihi menolak kebenaran, mereka juga menolak pasangan itu.
Kelakuan baik tidak dapat membeli kasih Allah
Ellen White menyatakan situasi seperti itu sebagai “Allah tidak menyembunyikan kebenaranNYA dari manusia. Dengan cara mereka sendiri mereka merusaknya sendiri. Kristus memberikan kepada orang Yahudi bukti yang banyak sekali bahwa Dia adalah Mesias; tetapi ajaranNYA mensyaratkan mereka merobah gaya hidup mereka. Mereka melihat bila mereka menerima Kristus, mereka mesti mesti meninggalkan tradisi dan hal-hal yang mereka sukai, cinta diri, dan praktik tidak benar.”1
Beberapa orang Kristen saat ini masih bergumul dengan kepercayaan mereka tentang keselamatan oleh kasih karunia melalui iman. Mereka bertanya-tanya dimana tempat kepatuhan. Apakah kita taat agar diselamatkan, ataukan kita patuh karena kita telah diselamatkan? Kristus mengatakan, “jika engkau mengasihiKU, turutlah perintahKU” (Yoh. 14:15). Tentang ayat ini Ellen White menulis, “Melalui kebenaran Kristus kita akan berdiri dihadapan pengampunan Allah, dan seolah-olah kita tidak pernah berdosa. Kita tidak akan pernah mendapatkan kekuatan dengan berpikir apa yang dapat kita lakukan jika kita adalah malaikat. Kita mesti menyerahkan iman kita kepada Yesus Kristus, dan menunjukan kasih kita kepada Allah melalui ketaatan akan perintahNYA.”2
“Kelakuan baik tidak dapat membeli kasih Allah, tetapi itu hanya mengungkapkan kita memiliki kasih. Jika kita berserah kepada kehendak Allah, kita tidak akan bekerja untuk mendapatkan kasih Allah. KasihNya sebagai pemberian gratis akan diterima kedalam jiwa, dan dari kasih kepadaNYA kita akan bersuka untuk mematuhi perintahNYA.”3
____________
1. Christ’s Object Lessons, p. 105.
2. The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 1142.
3. Christ’s Object Lessons, p. 283.
Stewart Van Loriezo, Tangub, Bacolod City, Philippines25
wednesday
july 7
Galatia 1:1-12 Bagaimana
Jalan yang benar
Dunia yang kita tinggali saat ini berjalan dengan sangat cepat. Kemudian kita melihat semua kabar buruk setiap kali kita mengambil koran atau melihat berita di TV. Bagimana mungkin untuk tetap fokus pada Allah dan keselamatan kita? Bagaimana mungkin mengenal kebenaran tentang bagaimana kita diselamatkan? Beberapa langkah yang disarankan adalah:
Gunakan peta dan kompas. Bila kita berjalan ke tempat yang belum pernah kita kunjungi, adalah bijak untuk membawa peta dan kompas. Dalam perjalanan kita ke sorga, peta kita adalah Alkitab. Alkitab berisi arah yang perlu kita ambil untuk sampai ke sorga. Kompas kita untuk membantu mengerti akan instruksi dalam peta adalah Roh Nubuat seperti yang diberikan melalui Ellen White.
Ikuti hanya arahan yang diberikan dalam peta
Ikuti Master Guide. Bukan hanya anda yang berjalan ke sorga. Jadi jangan letakan percayamu hanya pada orang yang berjalan bersamamu. Pandang hanya pada Yesus. Berikan seluruh imanmu kepadaNYA dan hanya padaNYA. Ingat Yesus mengatakan tentang diriNYA: “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada orang yang dapat sampai kepada bapa kecuali melalui Aku.” (Yoh. 14:6).
Hati-hati akan petunjuk yang salah dan jalan pintas. Sepanjang jalan, kita mungkin akan menemukan banyak tanda dan arahan, tetap berhati-hati! Tidak semua arah benar. Tidak semua tanda betul. “Adalah jalan yang tampaknya benar kepada orang, tetapi berakhir kepada maut” (Amsal 14:12). Ikuti hanya arahan yang diberikan dalam peta. Arahan ini diringkaskan dalam Yohanes 14:15, yang dikatakan Yesus,”Jika kamu mengasihiKU, turutlah perintahKu”
Peganglah roda kemudi; tatap mata lurus ke depan. Apabila perjalanan menjadi sulit, kita mungkin tergoda untuk menyerah, memalingkan mata kita dari jalan. Pada masa-masa seperti itu, kita mesti ingat nasehat berikut: “Jika kita memasang mata kita tetap pada Juruselamat, dan percaya akan kuasaNYA, kita akan dipenuhi oleh rasa aman; karena kebenaran Kristus akan menjadi kebenaran kita.”*
REAKSI
1. Kenapa beberapa orang Advent amat mudah tergoda untuk meragukan iman mereka?
2. Kenapa kita cenderung membuat kesalahan yang sama seperti orang Kristen dulu yang percaya akan guru-guru palsu?
____________
*Messages to Young People, p. 107.
Jed Alden G. Magbanua, Taculing, Bacolod City, Philippines
Kamis
8 Juli
Galatia 1: 8-12 Pendapat
Kacamata rohani yang berwarna
Walaupun kita berbakti Allah yang satu, persekutuan dengan satu sama lain, dan menyaksikan bersama kepada dunia dibawah nama GMAHK, kita datang dari latar belakang keluarga yang amat beragam, negara, budaya, dan denominasi. Sama seperti gereja yang mula-mula, kita adalah gereja yang terdiri dari “Yahudi” dan “Kafir”
Kita menyatakan diri kita sendiri sebagai gereja yang beragam. Tetapi, keberagaman seperti itu dapat mengakibatkan masalah. Di negaraku, Pilipina, pengurapan pendeta secara tradisi mengenakan pakaian jas gelap dengan dasi, walaupun upacara pengurapan itu dilaksanakan di negara yang panas, musim panas yang lembab. Sementara anggota gereja di Amerika Serikat sering mengungkapkan penghargaannya dengan bertepung tangan, anggota gereja di Mexico melambaikan tangan. Sementara pelukan dan cium pipi kiri kanan baik pria dan wanita adalah salah satu cara untuk menyapa anggota gereja di Mexico, cara yang sama secara total tidak berterima di Pilipina.
menghakimi orang lain hanya berdasarkan standar budaya kita adalah tidak Kristiani
Cukup menggoda untuk memandang GMAHK dari budaya yang lain melalui kacamata yang diwarnai dengan norma budaya dan tradisi kita sendiri, dan melabel anggota gereja ini sebagai lebih permisif atau lebih konservatif dari kita sendiri. Lebih parahnya, sering kita memandang kacamata seperti itu membuat kita ingin memaksakan para anggota ini untuk sesuai dengan cara kita, dan bahkan memastikan budaya ini sebagai ujian persekutuan atau suatu cara keselamatan.
Tetapi, mengevaluasi dan menghakimi orang lain hanya berdasarkan standar budaya kita adalah tidak Kristiani. Sementara kita sibuk menunjuk orang lain karena budaya mereka dan tradisi mereka tidak sama dengan kita, ada orang yang menderita karena menderita kelaparan fisik dna rohani. Allah merindukan kita menghapuskan kedua lapar ini; tetapi bila kita berkelahi diantara kita tentang ketidak tepatan tradisi budaya tertentu, beberapa orang ini akan binasa. Alkitab mengatakan, “Janganlah merasa diri lebih tinggi dari yang sebenarnya. Hendaknya kalian menilai keadaan dirimu dengan rendah hati; masing-masing menilai dirinya menurut kemampuan yang diberikan Allah kepadanya oleh karena ia percaya kepada Yesus” (Roma 12:3). Untuk menghindari sikap merasa diri sendiri benar dibandingkan orang lain adalah merasa sadar akan kacamata berwarna kita. Dengan rajin mempelajari Firman Allah dan melalui doa yang rendah hati, kita dapat menerima kacamata baru yang dapat memberikan kita pandangan yang lebih jelas tentang sifat kasih karunia dan keselamatanNYA yang sebenarnya.
Ferdinand O. Regalado, Montemorelos, Mexico
Jum’at
9 Juli
Dalami
Bermain Sesuai Aturan Eph. 2:8, 9
SIMPULAN
Untuk bergenerasi-generasi Hukum Musa mendefinisikan keberadaan orang Yahudi dan status mereka di dunia. Hal ini mendikte tindak tanduk, sikap, dan bahkan diit mereka. Semakin banyak aturan yang mereka dapat banggakan telah dilakukan, semakin tinggi status mereka dalam masyarakat. Identitas mereka diikat oleh aturan-aturan ini. Jadi pada waktu Paulus datang dan mengkhotbahkan bahwa Kristus telah menghapuskan hukum-hukum ini, banyak orang Yahudi merasa terancam.
Orang Kristen Yahudi di Roma merasa amat sulit untuk membuang aturan-aturan yang telah mengikat mereka. Tanpa aturan rinci yang dapat mereka lakukan untuk mengukur mereka, banyak yang merasa identitasnya dirampok.
PERTIMBANGKAN
• Membuang sepasang jean favorit atau pendapat yang dipertahankan lama. Yang mana yang lebih sulit bagi anda dan kenapa?
• Terjemahkan Roma 2:17-21 ke bahasa lain. Tema apa yang menjadi kunci ayat ini?
• Pangganglah sesuatu tanpa menggunakan resep. Kenapa baik kadang-kadang untuk mengikuti aturan-aturan (2 Kor. 3:2, 3)?
• Buatlah daftar lima kata yang menguraikan siapa diri anda. Cobalah ini dalam kelompok, dengan setiap orang membuat daftar bagi dirinya sendiri, dan kemudian bacalah daftar ini keras-keras. Apakah orang lain bisa mengidentifikasi orang tersebut berdasarkan uraian ini?
• Bacalah Imamat 19. Hukum Musa perjanjian lama berkisar dari hal yang membebani sampai ke yang aneh, tetapi juga mencakup Kekristenan praktis. Yang mana yang masih relevan?
• Terjun payung dari pesawat terbang dengan suatu perusahaan yang terkenal menyediakan aktivitas tersebut. Karena Kristus, kita menikmati kebebasan—dengan keamana akan parasut keselamatanNYA.
• Hitunglah kira-kira jumlah generasi yang telah berlalu sejak waktu Paulus menulis kepada gereja Roma. Bagaimana sikap kita terhadap keselamatan legalistik berobah dengan berlalunya abad? Bagaimana tetap sama saja?
HUBUNGKAN.
Galatia 5:6.
Clifford Goldstein, “The Henry VIII Factor,’’ in Life Without Limits (Hagers-town, Md.: Review and Herald® Publishing Association, 2007).
Luan Miller, College Place, Washington, U.S.A
Subscribe to:
Comments (Atom)