Monday, 28 December 2009

SSCQ Pelajaran 1 Kwartal I tahun 2010

SSCQ4Q09DESEMBER 2009—Maret 2010

Pelajaran 1 Kwartal 1, 26 Desember 2009—2 Januari 2010

Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra

Melalui

BUAH . . . . . . . . . .

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7:20)

cq101_01.jpg


Sabbath

26 DESEMBER

Mazmur 34:9

Matius 7:16

Pendahuluan

Buah Apa Yang Anda Pajang?

Pisang adalah buah yang paling banyak dimakan di dunia. Tetapi seberapa banyak dari kita yang dapat mengenal pohon pisang di kebun-kebun tropis? Hal ini pasti mudah bagi orang tinggal di daerah tropis. Tetapi, bagi orang yang tinggal di Inggris, Amerika Serikat, Perancis, atau Kanada, tidak banyak yang bisa membedakan pohon pisang yang tak berbuah dengan tanaman lainnya!

Text Box: Buah apa yang dilihat orang dari diriku?Amat mudah bagi orang untuk mengenal pohon pisang bila melihat dia berbuah. Orang mengenal pohon dari buahnya. Pohon pisang tidak berusaha untuk membuktikan identitasnya dengan menghasilkan buah pisang. Ini karena pohon pisang tidak bisa menghasilkan buah selain buah pisang.

Yesus mengatakan dalam Matius 7:16, “Engkau akan mengenal mereka melalui buahnya”. Pernahkah anda bertanya dalam hati seberapa cepat anda dapat mencapai zona nyaman anda ditengah orang asing? Anda mengenal mereka berdasarkan tingkah laku mereka—buah yang mereka tunjukan dalam lebih kurang setengah jam anda ditengah-tengah mereka.

Suatu tanaman umumnya hanya menghasilkan satu jenis buah. Tetapi, jika suatu cabangan pohon appel Granny Smith dicangkokan ke pohon appel Golden Delicious, pohon itu akan menghasilkan dua jenis appel. Pohon itu masih menghasilkan appel dan akan tetap dikenal sebagai pohon appel karena buahnya.

Tetapi, akan amat sulit bagi orang biasa untuk yang melihat dua jenis pohon appel untuk pertama kali untuk mengatakan pohon itu mempunyai cabang yang dicangkokan tanpa melihatnya pada waktu dipanen. Demikian pula amat sulit untuk membedakan pohon yang menghasilkan jeruk pahit dan manis. Tetapi setelah buah itu terbentuk dan dicoba, amat mudah membedakannya.

Mazmur 34: 9 mengatakan, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!” Pohon yang menghasilkan buah yang manis hanya dapat menghasilkan buah manis jenis itu. Dengan hal yang sama, kita bergantung kepada Yesus karena Dia hanya bisa menghasilkan yang baik bagi kita. Tetapi karena manusia berhubungan dengan yang jahat dan “telah memakan buah kebohongan” (Hosea 10:13), mereka menjadi tidak dapat dipercaya. Kita juga, mesti bijaksana untuk memerika buah seseorang sebelum memberikan kepercayaan kepada mereka.

Kita semua akan dikenal dari buah kita. Ini artinya kita menilai sesesorang melalui buah mereka, mereka menilai saya melalui buahku juga. Sementara anda belajar minggu ini tentang buah Roh, tanyalah dirimu sendiri, Buah apa yang dilihat orang dari diriku?

Adedotun Makinde, Reading, United Kingdom


Minggu

27 DESEMBER

Logos

Persepsi dan Anatomi Buah Roh Anda

Lukas 13:6–9;

Yohn 11:1–4; 12:28; 15:1–16;

2 Tim. 3:1–5

Janji-jani: Pengharapan dan Iman yang Hidup (Kej. 15:14−16)

Text Box: Jika cabang dapat menghasilkan buahnya sendiri . . . . . . kenapa dia masih memerlukan pokok dan akar?Suatu buah adalah “suatu benih dan pembungkusnya,” suatu hasil, keuntungan, produk, hasil, berkat, panen, kosekuensi, hasil akhir, suatu “kenyataan dari pengharapan.”1 Yesus menggunakan simbol pemenuhan janji dan realitas ini untuk membantu kita mengerti bagaimana kita mesti bertumbuh sebagai orang Kristen, bagaimana kita mesti berobah menjadi seperti DIA. Buah yang kita hasilkan merupakan hasil bersekutu dengan Dia melalui doa, pelajaran Alkitab, pelayanan dsb.

Buah menyatakan pohon, sulur rambatan, atau semak tertentu. Kita katakan pohon appel, anggur, atau semak blue berry. Buah mempertahakan dan menerukan benih dan membantu untuk kelanjutan hidup manusia dan hewan. Jadi, bila orang melihat kita, mereka mesti mengenal kita sebagai orang Kristen melalui buah kita.

Baca dan Berpikir (Yohn 15:1–16)

Contoh signifikan apa yang dapat anda kenali dari buah? Apa penilaian anda terhadap orang Kristen yang berbuah dan tidak berbuah? Kenapa penting apakah orang dapat melihat atau tidak buah Roh yang tumbuh di dalam kita? Bagaimana anda mengilustrasikan konsep dalam Yohanes 15:1—16 dalam konteks non-pertanian?

Pohon yang Tak Berbuah (Lukas 13:6–9)

Dalam perumpamaan pohon tak berbuah, Yesus memperingatkan kita terhadap orang munafik. Dia mengatakan kita mesti melaksanakan apa yang kita katakan. Perumpamaan ini juga memantulkan peringatan yang diberikan kepada kita di Wahyu 3:14-22. Menghasilkan buah Roh artinya adalah menjadi orang yang benar-benar melaksanakan apa yang kita katakan.

Kristus adalah pohon dan kita adalah cabang-cabangnya—bukan buah. Tetapi, Dia merujuk untuk menghasilkan buah (Yohanes 15:1—10) menunjuk kepada fakta tak berbicara—tujuan menumbuhkan cabang-cabang. Cabang yang tidak berbuah menurunkan produktivitas keseluruhan dari pohon itu. Tentu saja, mereka akan dipangkas untuk memberi jalan bagi cabang yang sehat. Tetapi, petani tentu saja mesti tertarik dengan buah. Dia bahkan memberi topangan bagi cabang yang berbuah untuk membentu menahan beban buah. Buah itu adalah akhir dari perumpamaan ini, walaupun tujuan penekanan perumpamaannya adalah pada cabang yang menghasilkan buah.

Menghasilkan Buah Sebagai Tindakan Kelompok (Yohn 15:1−16)

Bacalah Yohanes 15:1—16 kembali dan pikirkan tentang akibat bagaimana cabang menghasilkan buah. Darimana buah itu asalnya—pohon utama atau cabang—dan kenapa? Jika cabang dapat menghasilkan buahnya sendiri berdasarkan pilihannya, kenapa dia masih memerlukan pokok dan akar? Apa yang diajarkan oleh hal ini kepada kita tengan peranan gereja dalam membantu anggotanya menghasilkan buah?

Membuat Hubungan (Yohn 15:1−16)

Apa kesimpulan yang dapat anda ambil dari perbandingan Yesus tentang diriNya sendiri sebagai Pohon dan kita sebagai cabangnya? Sementara anda membaca ayat-ayat berikut, cobalah kenali cara lain untuk mengidentifikasi cara lain menghasilkan buah dinyatakan dalam (a) Mat. 28:19, 20; (b) Rom. 15:25-27; 2Kor. 8:1, 2 dan 9:12; (c) Gal. 5:16, 22, 23; 2Pet. 1:5—8; (d) Ibr. 13:15.

Bagaimana kesalah pengertian akan kebutuhan menghasilkan buah mempengaruhi kemerdekaan kita dalam Kristus? Terdapat banyak sekali penekanan akan kemerdekaan diantara orang Kristen saat ini. Tetapi ini adalah kemerdekaan tak bertanggung jawab, suatu kebebasan tanpa akuntabilitas. Dalam Lukas 13:6-9, Yesus menyatakan hubungan intim antara petani dan penjaga yang menghasilkan pohon tidak berbuah. Tetapi, keduanya setuju pohon itu mesti ditebang bila tidak berbuah.

Sebagai individu, motif individu kita untuk pertama-tama mencari Kristus pasti akan agak berbeda. Tetapi, semakin dekat kita kepadaNYA, motif kita akan menjadi satu—menjadi seperti Dia. Inilah arti bertumbuh secara rohani. Menghasilkan buah roh diharapkan dari setiap orang Kristen. Hal ini menunjukan proses pertumbuhan rohani. Terdapat hubungan positif antara bertumbuh dalam Kristus dan bekerja bagiNYA. “Sementara adalah benar bahwa aktivitas kesibukan kita tidak akan memastikan keselamatan, tetapi juga benar bahwa iman yang menyatukan kita kepada Kristus akan menggerakan roh untuk bekerja.”2

Refleksi (Yohn 11:1–4; 12:28)

Kita selau mempengaruhi seseorang, bahkan jika kita tidak menyadarinya. Biasanya agak susah untuk mengetahui potensi kita. Tetapi, sama seperti benih yang kering atau dorman, hidup kita penuh dengan berbagai kemungkinan, bahwa bila kita menghidupkannya secara tepat, dapat mempercepat pekerjaan Allah. Ingat, cabang tidak dapat hidup tanpa pokoknya; tetapi pokok dapat selalu menumbuhkan cabang yang baru.

“Berpegang kepada Kristus berarti terus menerus menerima Roh Kudus, suatu kehidupan yang mesti berserah untuk pelayananNYA. Saluran komunikasi mesti dibuka terus menerus antara manusia dan Allah. Seperti cabang yang terus menerus mengambil sari makanan dari pokoknya yang hidup, demikian pula kita mesti selalu mesti berpegang kepada Yesus, dan menerima Dia dengan iman kekuatan dan kesempurnaan karakterNYA.”3

____________

1. Collins Shorter Dictionary and Thesaurus, s.v. “Fruit.”

2. Our High Calling, p. 121.

3. The Desire of Ages, p. 676.

Ezekiel Okofo-Boansi, Reading, Berkshire, United Kingdom


Text Box:   Senin

28 DESEMBER

Kesaksian

Berdiri Tegak dan Dihitung

Yehezk. 36:26, 27; Yohn 3:1–21;

2 Kor. 5:17

Bagaimana orang bisa dilahirkan kembali pada waktu sudah tua? Yesus mengatakan kepada Nikodemus fakta bahwa secara alami orang tidak dapat menerima hal rohani dari luar kecuali melalui Roh Allah. Bacalah Yohanes 3:5, 6

Text Box: Kata-kata dan tindakan kita adalah buah yang kita hasilkan“Secara alami hati adalah jahat, dan “siapa yang dapat menghasilkan hal yang bersih dari hal yang kotor? Tidak ada. Ayub 14:4. Tidak ada penemuan manusia yang dapat memberikan obat bagi jiwa yang berdosa. “Pikiran yang fana merupakan musuh Allah: karena tidak sejalan dengan hukum Allah, tidak akan pernah”. “Dari hati muncul pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, pornografi, pencurian, saksi dusta, penghujatan.” Roma. 8:7; Matt. 15:19. Sumber hati mesti dibersihkan sebelum alirannya menjadi bersih. Dia yang mencoba untuk menggapai sorga dengan usahanya sendiri dengan mengikuti hukum sama dengan melakukan hal yang mustahil. Tidak ada jamina bagi orang yang hanya mempunyai agama legalitas. Kehidupan Kristen bukanlah modifikasi atau perbaikan dari yang lama, tetapi suatu tranformasi alam. Mesti ada kematian diri sendiri dan dosa, dan secara menyeluruh hidup yang baru. Perubahan menyeluruh ini hanya bisa didapat melalui Roh Kudus yang bekerja di dalam kita.”1

“Orang Kristen yang setia akan menghasilkan banyak buah; dia adalah pekerja; tidak akan bermalas-malasan, tetapi akan mengenakan segenap persenjataan Allah untuk berperang. Pekerjaan terpenting adalah merasakan, mempunyai nafsu, kerinduan, motif, dan kesukaan, akan standar moral yang benar. Hal itu mesti dimulai dari hati. Mesti murni, dan sesuai dengan keinginan Kritus, atau kalau tidak hal lain, atau kebiasaan atau cacat, akan menguasai dan menghancurkan. Allah tidak akan menerima hati yang setengah-setengah tetapi seluruh hati kita.”2

“Jika semua yang mengaku pengikut Kristus mau memperbaik waktu pertemuan untuk kebenaran, bersekutu dalam pengharapan Kristiani, dalam menyelidiki hati, dan berdoa sungguh dihadapan Allah, memohonkan berkatNYA, pekerjaan yang lebih besar yang belum pernah dibayakan akan dicapai. Orang tidak percaya, yang menuduh tanpa dasar orang yang benar, akan yakin akan “percakapan benar dengan Kristus.” Kata-kata dan tindakan kita adalah buah yang kita hasilkan; “dari buahnya kamu akan mengenal mereka.”3

____________

1. The Desire of Ages, p. 172.

2. Fundamentals of Christian Education, pp. 118, 119.

3. Testimonies for the Church, vol. 2, p. 598.

Eric Pilmoor, Binfield, Berkshire, United Kingdom


Selasa

29 DESEMBER

Lukas 13:6−9;

Yohn 15:1−10

Bukti

Apa Yang dipertontonkan Pinggan Buahmu?

Pinggan buah bisanya ditempatkan ditempat yang mudah terlihat di rumah agar dapat memamerkan pisang, kiwi, mangga, appel, anggur, dan buah lainnya. Jika pinggan itu hanya berisi beberapa buah saja atau kosong akan terlihat dengan jelas.

Text Box: setiap kita mempunyai tanggung jawab untuk berusaha meningkatkan isi dari pinggan buah kitaAda satu hal yang sama pada pendidikan orang muda di hampir semua negara—hasil ujian diumumkan. Di England dan Wales, misalnya, Hasil ujian Sekolah Menengah diumumkan setiap tahun diakhir Agustus. Selama bulan September, sekelompok sekolah tertentu, berdasarkan pencapaian murid mereka lima atau lebih pokok ajaran, juga diumumkan. Umum kemudian dapat melihat bagaimana penampilan suatu sekolah dan dimana anak-anak mereka akan menerima pendidikan terbaik.

Sementara banyak sekolah menghasilkan lebih dari 80% murid mereka dengan nilai lebih dari 5 A*--C, terdapat juga sekolah dengan lebih kecil dari 30% mendapatakan 5 A*--C. Tetapi diantara sekolah yang kurang bagus itu, sering terdapat satu atau dau murid mendapatkan 10 atau lebih mata pelajaran dengan nilai A*--C. Bagi mereka, pinggan buah sekolah mereka memberikan gambaran yang buruk, tetapi pinggan individu mereka menceritakan hal yang berbeda. Dalam Yohanes 15:1—10, menekankan individu: “setiap cabang.”

Dimata Kristus, murid-murid yang tidak belajar dengan rajin atau yang menyia-nyiakan waktunya mesti diberikan kesempatan untuk berobah. Dalam Lukas 13:6—9, pohon yang tidak berbuah diperintahkan untuk ditebang karena menghabiskan ruang. Tetapi tukang kebun mengatakan, “Tuan, biarkan saya menggali sekitar perakaran dan memupuknya untuk setahun lagi. Dan jika tidak mengahasilkan buah, maka baru ditebang” (disarikan).

Allah mengharapkan kita melakukan apa yang kita mampu untuk menghasilkan buah. Tetapi secara individu, setiap kita mempunyai tanggung jawab untuk berusaha meningkatkan isi dari pinggan buah kita. Kerajaan sorga akan dipenuhi orang-orang yang menghasilkan buah. Laju pertumbuhan buah akan bervariasi, beberapa 30%, yang lain 60%, dan yang lain lagi 100% (lihat Matius 13:8). Tetapi semuanay akan ada disana, karena dengan bantuan Roh Kudus, setiap pinggan buah mereka akan menunjukan kondisi maksimum individu mereka.

REAKSI

Review Lukas 13:7, 8. Seberapa lama kesempatan kedua mesti diperpanjang?

Albert A. C. Waite, Riseley, Berkshire, United Kingdom


Rabu

Text Box:   30 DESEMBER

Bagaimana

Hidup Seperti Yesus

John 15:1−10;

Gal. 2:20

Jika kita hidup dalam Yesus, akan terlihat oleh orang lain, dan kita akan menyatakan tentang kasih, kebaikan, dan belas kasihanNYA. Hal yang paling fantastis adalah, jika kita bersama Dia, kita bisa meminta apapun yang baik bagi kita, dan Dia akan menyediakannya. Hal yang menyedihkan adalah jika kita tidak bersama dengan Dia, kita tidak akan menghasilkan buah, dan akhirnya akan ditebang.

Text Box: kebiasaan kita—buah dalam pinggan kita—akan memperlihatkan kita menjadi milikNYA.Bagaimana caranya kita mencegah ditebang? Dalam Yohanes 15, Yesus memberikan tiga petunjuk penting, yang bila kita lakukan, akan membuat kita menempel dengan teguh padaNYA.

“Hidup dalam Aku.” (Dengarkan Dia). Dalam Yohanes 10, Yesus menekankan bahwa dombaNYA akan mendengar suara dan mengikutiNYA. Dia juga mengingatkan kita bahwa Dia tahu siapa yang mengikutiNYA (ayat 14). Dia lebih lanjut meyakinkan kita akan kekekalan—tak ada satupun yang dapat menarik kita dariNYA. Karenanya, kita diharapkan untuk menghidupkan suatu kehidupan yang taat kepada FirmanNYA.

“Biarkan Aku hidup dalammu.” (Undang Dia masuk). Bila kita mengundang Yesus ke dalam hidup kita, Dia akan hidup dalam kita. Bacaalah Galatia 2:20. Mengundang Yesus kedalam hidup kita berarti kita akan hidup yang menyenangkan Dia. Maka orang lain akan melihat perbeaan dalam cara hidup kita. Bila kita berserah kepada kehendakNYA, hidup mungkin tidak bisa lebih mudah; tetapi melalui kepercayaan dan iman kepadaNYA, kita akan yakin Dia akan menuntun kita melewati badai.

“Taati PerintahNYA.” (Selalu berhubungan denganNYA). Taat kepada Firman Allah penting menunjukan mutu kehidupan Yesus dalam hidup kita. Tidak cukup hanya percaya kepadaNYa. Bacalah Yohanes 14:15. Bila kita taat akan perintah Yesus, kebiasaan kita—buah dalam pinggan kita—akan memperlihatkan kita menjadi milikNYA.

Bagaimana kita hidup seperti Yesus? Putuskan untuk mengikuti Dia dan menerima bantuan yang ditawarkanNYA.

REAKSI

1. Sebagai tambahan cara-cara yang disebut diatas, cara lain apa yang dapat kita gunakan untuk mempertahankan hubungan yang berarti dengan Yesus?

2. Apakah anda merasa orang melihat buah Roh dalam hidupmu?

3. Taat kepada perintah Tuhan penting/tidak penting. Apa pendapatmu, dan kenapa?

Annet Johnson, Bracknell, Berkshire, United Kingdom


Kamis

31 DESEMBER

John 15:1−10

Pendapat

Sumber

Saya telah melakukan perjalanan dari England sampai Afrika Barat dan sekarang bediri dibawah pohon di Kebun Raya Abur di Ghana. Diatasku ada buah jeruk besar hijau tergantung dari cabangnya, dan disebelahnya ada buah jeruk orang yang lebih kecil. Saya bertanya kepada tour guideku kenapa buah jeruk itu berbeda dalam warna dan ukuran. Dia menjawab, “Oh itu buah jeruk Orange!”

Ini adalah kali pertama saya melihat satu pohon menghasilkan dua jenis buah. Saya bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi. Saya diberitahu bahwa bila dua jenis buah dari tipe yang berbeda ditempelkan di pohon induk yang sama, pohon itu bisa dihasilkan.

Kristus menggunakan perumpamaan pohon yang berbuah untuk mendorong kita tetap menempel padaNYA. Bacalah Yohanes 15:5. Sama seperti orange dan jeruk lain, kita tidak dapat menghasilkan buah kecuali kita dicangkokkan kepada pohon induk Kristus.

Walaupun pohon yang saya lihat menghasilkan dua jenis buah dari famili yang sama, semua buah menerima zat gizi dari akar pohon yang sama. Demikian pula, “makanan” untuk menumbuhkan berbagai jenis buah Roh dari Sumber yang sama—kuasa Roh Kudus. Selama pertumbuhan pohon itu, cabang-cabang yang tidak menghasilkan buah dipangkas sehingga cabang yang baru dapat ditempelkan ke pohon itu. Bacalah Roma 11:1—24.

Kemampuan pohon untuk menghasilkan buah dipengaruhi oleh kesehatan akarnya, lingkungan, sifat berbuahnya, dan cara kerja tukang kebunya.*. Faktor-faktor ini tidak dapat dikendalikan oleh cabang (anda dan saya), tetapi dikendalikan si Tukang Kebun (Allah). Menghasilkan buah mencakup berserah kepada Allah. Kita mesti tinggal dalam Kristus, jadi memuliakan Alah dan menjadi murid yang diteguhkan oleh KuasaNYA. Bacalah pernyataan Paulus dalam Filipi 4:13. Ayat ini memberikan kita keyakinan akan Sumber gizi rohani kita. Buah yang kita hasilkan merupakan kesaksian akan penyerahan sepenuh kita kepada Kristus dan kuasa Roh KudusNYA untuk mengobahkan kita.

REAKSI

1. Bagaimana kita dicangkokan kepada Kristus?

2. Dalam cara apa hidup kita menunjukan kita berbuah?

____________

*Esteban Herrera and Darrell Sullivan, Why Fruit Trees Fail to Bear: Guide H-308 (Las Cruces, N. Mex.:

College of Agriculture and Home Economics, New Mexico State University, 1994).

Ebba Gifty Amakye, Berkshire, United Kingdom


Jum’at

1 JANUARI 2010

Eksplorasi

Cabang Yang Manakah Anda?

Matt. 7:20;

Yohn 15:1–16

SIMPULAN

Kristus mengatakan dalam Yohanes 15:5 bahwa Dia adalah pokok anggur dan umatNYA adalah cabang-cabangnya. Jika mereka tinggal dalam Dia, mereka akan dapat menghasilkan buah yang banyak. Matius 7:20 mengatakan bahwa “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka”. Pengikut Kristus yang benar (yaitu mereka yang tinggal dalam dia) akan dikenal oleh sekeliling mereka melalui tindakan, kata-kata, dan kelakuan baik mereka. Mereka tidak perlu mengiklankannya. “Saya pengikut Kristus! Lihatlah saya!” Hubungan mereka dengan Pohon Anggur akan terlihat nyata oleh orang yang berhubungan dengan mereka melalui hal-hal sederhana, kehidupan harian mereka.

PERTIMBANGKAN

  • Buatlah poster atau gambar sepinggan buah. Pada setiap buah di pinggan itu, tuliskan sifat yang anda miliki yang dapat dikenal orang melalui hubunganmu dengan Yesus.
  • Analisa kekuatan dan kelemahan pribadimu bila itu berhubungan dengan “buahmu”. Fokus pada kelemahanmu dan carilah jalan untuk memperkuat kelemahan tersebut.
  • Tuliskan Yohanes 15:1—16 dalam bahasamu sendiri untuk Kelas Sekolah Sabat anak-anak. Ciptakan suatu aktivitas kecil atau rajutan/anyaman atau benda seni lain untuk mereka bawa pulang yang bisa mempetegas pelajaran itu.
  • Karanglah suatu lagu pendek untuk membantumu mengingat ide utama dari Matius 7:20 atau Yohanes 15:1—16. Ajarkan lagu itu untuk kelas Sekolah Sabatmu atau ke sekelompok anak-anak.
  • Interview beberapat temanmu tentang “buah” siapa yang telah menjadi berkat bagi hidup mereka. Pantulkan bagaimana engkau dapat menerapkan buah-buah itu ke dalam hidupmu.
  • Amati seberapa berbedanya berbagai pohon, tanaman, ataupun semak menghasilkan buah. Perhatikan jenis pohon apa yang menghasilkan buah yang baik dan yang menghasilkan buah yang tidak baik.

HUBUNGKAN

The Sanctified Life, chap. 10, “Christian Character.”

Cheryl Des Jarlais, Ronan, Montana, U.S.A.

Saturday, 19 December 2009

SSCQ Pelajaran 13 Kwaral IV 2009




OKTOBER—DESEMBER 2009

Pelajaran 13 Kwartal 4, 19—26 Desember 2009

Diterjemahkan Oleh: Alwin Simanjuntak

Kota-Kota

PERLINDUNGAN

“...........Kita yang mencari perlindungan, beroleh dukungan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, dimana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama lamanya” (Ibrani 6:18, 19)





Sabbath

Text Box:   19 DESEMBER

Bilangan 35

Pendahuluan

Jaminan Perlindungan Seumur Hidup

Bayangkan jika pada suatu saat anda berada di sebuah tempat yang baru. Kepada anda diberikan identitas baru, pekerjaan baru, dan masa lalu yang baru. Anda tidak boleh berbicara mengenai masa lalu anda yang sebenarnya. Anda tidak diijinkan berbicara dengan keluarga anda atau teman-teman masa lalu anda. Hal ini terjadi pada lebih dari 17.000 orang Amerika.

Text Box: “Tidak boleh kembali ke rumah ataupun berhubungan dengan orang-orang di masa lalu sama sekali.” United States Marshal Service memberi jaminan perlindungan seumur hidup kepada para saksi yang hidupnya terancam karena mereka bersedia bersaksi di pengadilan terhadap perbuatan kriminal. Ketika masuk ke dalam program perlindungan, saksi-saksi tersebut dipindahkan secara acak ke tempat kediaman baru mereka, dimana mereka mendapatkan identitas, nama, pekerjaan, sejarah, dan catatan dokumentasi yang baru. Seolah-olah masa lalu mereka tidak pernah ada. Mereka berperan sebagai aktor dalam kehidupan mereka yang baru.

Hal terpenting dalam program perlindungan ini adalah, “Tidak boleh kembali ke rumah ataupun berhubungan dengan orang-orang di masa lalu sama sekali.” Mengganti nama adalah suatu hal. Tetapi tidak boleh bertemu dengan teman atau keluarga lagi?? Apa jadinya hari Natal jika tidak bisa menghubungi teman lama atau keluarga, atau pulang ke rumah? US Marshal Service menegaskan bahwa “Tidak ada yang dapat mencelakakan orang dalam program ini jika mereka mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.” Setiap kerugian yang terjadi adalah karena mereka dengan keinginan sendiri meninggalkan program perlindungan ini.

Hal ini tidak begitu berbeda dengan “kota-kota perlindungan yang kita baca dalam Bilangan 35. Jika seseorang secara tidak sengaja membunuh orang lain, orang itu dapat mencari perlindungan pada salah satu dari kota-kota perlindungan sampai dengan waktu pengadilan mereka. Jika kemudian didapati tidak bersalah, orang itu dapat pulang ke rumah mereka dimana orang itu mendapat jaminan bahwa ia tidak boleh dibunuh atas pembunuhan yang dilakukan tanpa sengaja. Orang tersebut wajib tinggal di kota perlindungan sampai matinya imam besar. Pada saat itu mereka dapat kembali ke rumah mereka tanpa harus takut. Akan tetapi, jika mereka kembali sebelum matinya imam besar, pembalas darah korban berhak membunuh mereka. Berada dalam kota perlindungan berarti ada jaminan keselamatan; meninggalkannya berarti meninggalkan perlindungan dan menempatkan diri dalam bahaya.

Apakah anda memilih bertahan dalam program perlindungan rohani yang Allah tawarkan pada kita? Apakah anda memilih mengikuti petunjuk yang Allah telah berikan kita yang menjaga kita dari mereka yang menunggu kita untuk meninggalkan daerah aman kita? Minggu ini, kita akan melihat perlindungan Allah bagi Tanah Perjanjian dan relevansinya bagi kita pada zaman ini.

Chandler Riley, Laurel, Maryland, U.S.A.

Minggu

20 DESEMBER

Logos

Dipisahkan, Untuk Berjaga-jaga

Bilangan 33-36

Yos. 20:1—7

Efesus 2

Bangsa Israel sedang dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Allah sedang menggenapi janjiNya. Perintah diberikan untuk mengasingkan tempat sebagai kota-kota perlindungan bagi orang yang membunuh sesamanya.

“Hal ini dipandang perlu dalam tradisi pembalasan di jaman itu, dimana hukuman atas pembunuhan dapat dilakukan oleh keluarga terdekat dari korban. Tuhan merasa tidak tepat untuk menghentikan kebiasaan itu secara langsung pada saat itu. Allah membuat suatu cara untuk menjamin keselamatan mereka yang menghilangkan nyawa orang lain dengan tidak sengaja.”1

Kota-kota ini ditentukan jaraknya tidak lebih dari setengah hari perjalanan, mereka terletak di masing-masing sisi dari sungai Yordan agar dapat dicapai dengan mudah.2 Orang-orang yang berada di kota perlindungan dijamin akan diberikan pengadilan. Ini adalah harapan mereka satu-satunya – enam kota diasingkan, jaraknya cukup dekat, cukup aman, untuk berjaga-jaga.

Text Box: Anda harus tiba di daerah aman tanpa tersentuhHak Atas Darah (Bil 35:16-21)

Apakah pembunuhan dilakukan secara sengaja atau tidak, tetap merupakan hak dari keluarga untuk mencari keadilan atas nama orang yang dibunuh. Tuhan mengijinkan ini, dan beberapa orang mungkin bertindak atas dasar hak mereka. Tetapi adalah juga atas kebijaksanaan dan kemurahan Tuhan untuk mengasingkan tempat perlindungan bagi mereka yang membunuh seseorang tanpa sengaja.

Jika Anda Berhasil Tiba Disana, Anda Selamat (Bil 35:22−28)

Kota perlindungan didesain untuk menampung setiap orang baik warga Israel ataupun orang asing yang tinggal di tanah itu. Syarat satu-satunya adalah dapat mencapai pintu kota perlindungan. Anda tidak harus membuktikan siapa diri anda, atau dari mana anda berasal. Yang penting adalah motif, dan jika persidangan mendapati tidak ada unsur kesengajaan maka nyawa anda aman, dan ketika imam tinggi meninggal, anda dapat kembali ke kediaman anda.

Betapa suatu kelegaan bagi mereka yang telah membuat kesalahan. Betapa besar kemurahan Tuhan untuk mengijinkan orang asing untuk juga boleh mendapatkan perlindungan di kota-kota perlindungan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka juga berharga seperti orang-orang Ibrani.

Pembalasan hanya menjadi ancaman jika engkau meninggalkan kota perlindungan, karena di luar kota perlindungan, peraturannya sudah lain dan anda memberikan diri anda untuk pembalasan oleh keluarga yang kehilangan anggota keluarganya yang anda bunuh. Lari ke kota perlindungan dan tinggal di dalamnya, itulah satu-satunya jaminan keselamatan anda.

“Tahanan yang sewaktu-waktu meninggalkan kota perlindungan diserahkan kepada pembalas darah. Oleh sebab itu orang-orang diajarkan untuk mengikuti metode yang telah ditentukan oleh hikmat yang tak terbatas bagi keselamatan mereka.”3

Dari Kota Perlindungan ke Kristus Perlindungan Kita (Efesus 2)

Kota-kota perlindungan adalah miniatur dari Kristus, yang adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita. “Juruslamat yang sama yang telah menentukan kota-kota perlindungan itu telah menyediakan tempat bernaung yang aman bagi para pelanggar oleh darahNya yang tertumpah, dimana pelanggar dapat berlindung dan luput dari kematian yang kedua. Tidak ada kuasa yang dapat mengambil jiwa-jiwa yang datang pada Kristus yang meminta pengampunan.”4

Saya ingat ketika bermain “tag” dahulu. Tujuannya adalah untuk tidak “tertangkap” atau tersentuh oleh teman yang sedang mengejar. Ada sebuah “daerah aman,” sebuah tempat yang jika anda sampai kesitu, orang yang mengejar tidak bisa menyentuh anda. Anda harus cerdik dan cepat. Anda harus tiba di daerah aman tanpa tersentuh. Saya cukup cerdik dan cepat, namun terkadang saya ceroboh dan tersentuh oleh teman yang mengejar. Saya menjadi kesal jika tidak dapat sampai ke “daerah aman.”

“Daerah aman” yang ditentukan bagi bangsa Israel bukan merupakan permainan anak-anak. Kota-kota perlindungan itu adalah sesuatu yang diperlukan untuk melindungi orang yang telah melakukan pelanggaran yang serius yang memerlukan pertolongan yang serius. Kita memerlukan pertolongan yang serius di zaman ini. “Ef 2:12 “bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.”

Adalah di dalam Kristus kita menemukan perlindungan kita. Faktanya adalah bahwa seseorang harus membayar, dan Kristus telah membayar pelanggaran kita di kayu salib. Ia telah menderita, Ia telah mati. Dan darahNya telah tertumpah agar di dalam Dia kita dapat selamat. Sekarang, kita harus tinggal dalam lengan (tembok) Kristus, karena kita memiliki musuh yang masih mengintai kita di luar sana. Berlindung pada Kristus, yang menerima semua orang dan melindungi semua yang datang kepadaNya meminta pengampunan.

REAKSI

1. Dalam cara bagaimana gereja atau kelas sekolah sabat anda dapat menjadi kota perlindungan?

2. Bagaimanakah konsep bahwa orang asing juga dapat berlindung di kota perlindungan mengubah cara anda melihat orang-orang di dunia ini secara umum?

3. Dengan cara bagaimana Kristus menjadi tempat perlindungan bagi anda?

____________

1. Patriarchs and Prophets, p. 515.

2. Ibid.

3. Ibid., p. 517.

4. Ibid., p. 516.

Baron Anthony Sovory, San Bernardino, California, U.S.A.

Text Box:   Senin

21 DESEMBER

Kesaksian

Berlindung Dalam Kristus

Efesus 2

Karena Kristus adalah kota perlindungan kita, kita harus belajar dariNya. “Kita harus mengetahui apakah arti Kristus bagi mereka yang telah Ia tebus. Kita harus menyadari bahwa melalui percaya kepadaNya kita dapat mengambil bagian dalam sifat-sifat IlahiNya, dengan demikian terluput dari hawa nafsu yang membinasakan dunia. Dengan demikian kita dibersihkan dari segala dosa dan kecemaran karakter. Kita tidak boleh mempertahankan kecenderungan dosa kita.

Text Box: “Kita diliputi oleh kedamaian dan jaminan dalam Kristus.” “Ketika kita mengambil bagian dalam sifat IlahiNya, sifat-sifat dan kecenderungan yang salah dibuang dari karakter kita, dan kita diberi kuasa untuk hidup yang baik. Senantisa belajar dari Guru Ilahi, mengambil bagian dalam sifat IlahiNya setiap hari, kita bekerja sama dengan Allah dalam mengalahkan godaan setan. Allah bekerja dan manusia bekerja, sehingga manusia dapat menjadi satu dengan Kristus dan Kristus menjadi satu dengan Allah. Lalu kita duduk bersama dengan Kristus di tempat suciNya. Kita diliputi oleh kedamaian dan jaminan dalam Kristus.”1

“Kita memiliki akses pada Allah melalui nama Kristus, dan Allah mengundang kita untuk membawa kepadaNya permasalahan dan pencobaan kita; karena Ia mengerti segalanya. Ia tidak meminta kita untuk membawa kesusahan kita ke telinga manusia. Melalui darah Kristus kita dapat datang ke takhta kemurahanNya dan mendapatkan rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya. Kita dapat datang dengan suatu jaminan bahwa, “Kita telah menerima Kristus.” Karena melalui Kristus kita mendapat jalan kepada Allah oleh satu Roh.” “Di dalamnya kita memperoleh keberanian dan jalan dengan keyakinan oleh iman di dalamNya.” Seperti orang tua duniawi yang menginginkan anaknya untuk selalu datang kepadanya, demikian juga Allah menginginkan kita untuk menyerahkan kepadaNya semua kebutuhan dan kesulitan kita, kasih dan syukur kita. Setiap janjiNya pasti digenapi. Yesus adalah satu-satunya harapan kita; karena melalui Kristus saja kita mendapatkan pengampunan dan kedamaian. Ketika darah Kristus menjadi kenyataan dalam hidup seseorang melalui imannya, orang itu akan memancarkan terang dalam pekerjaan baik, yang membawa buah-buah kebajikan.”

REAKSI

Pencobaan apa yang anda alami saat ini? Apakah anda sedang dicobai untuk melakukan jenis dosa tertentu? Kebutuhan dan kesusahan apa yang anda sedang alami? Doakan hal-hal itu dengan mengingat bahwa anda memiliki jalan kepada Allah melalui Kristus, tempat perlindungan kita.

____________

1. Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, vol. 7, p. 943.

2. Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1116.

L. J. Simms, Detroit, Michigan, U.S.A.

Selasa

22 DESEMBER

Bilangan 33:1

Bukti

Mana GPS nya?

Text Box: padang belantara adalah alat yang diperlukan bagi perjalanan bangsa Israel Ketika remaja, saya sering mendengar cerita Alkitab. Saya memiliki sekumpulan catatan yang berisi cerita-cerita menarik untuk anak-anak: Daud dan Goliat, Ester, Yosua dan tembok Yerikho, dan cerita mengenai bangsa Israel meninggalkan tanah Mesir, melewati padang belantara, dan akhirnya tiba di Tanah Perjanjian. Saya selalu membayangkan Allah menuntun umatNya dalam padang belantara melewati suatu garis lurus dari Mesir ke Kanaan. Dalam pikiran saya, padang belantara ini begitu luas sehingga diperlukan waktu berpuluh tahun untuk melaluinya. Tetapi faktanya bukan demikian. Dari titik yang pelajar Alkitab katakan sebagai titik awal bangsa Israel menyeberangi Laut Merah sampai kepada perbatasan Kanaan adalah sekitar 150 mil. Jika bangsa Israel berjalan langsung mengikuti garis lurus ke titik akhir, mereka dapat mencapai Kanaan dalam waktu kurang dari satu bulan. * Hal ini mengejutkan ketika kita baca dalam buku Bilangan bahwa umat Allah berjalan di padang belantara selama 40 tahun. Mengapa Allah mengijinkan hal ini terjadi?

Ketika saya melihat kehidupan saya dan dunia di sekeliling saya, saya seperti melihat fenomena ini terjadi lagi. Mengapa Allah mengijinkan saya berjalan dalam sebuah lingkaran yang terlihat tanpa ujung kalau Allah dapat menuntun saya berjalan langsung ke tujuan saya yang berikut?

Jawaban bagi bangsa Israel adalah karena mereka belum siap untuk memasuki Tanah Perjanjian ketika mereka meninggalkan Mesir. Dibutuhkan waktu 40 tahun bagi bangsa Israel untuk tiba di Tanah Perjanjian. Padang belantara bukan merupakan sesuatu yang menghalangi bangsa Israel untuk tiba disana. Sebaliknya padang belantara adalah alat yang diperlukan bagi perjalanan bangsa Israel.

Saya percaya bahwa hal inilah yang sedang Allah lakukan dalam hidup saya dan kehidupan orang lain. Allah memiliki maksud dan tujuan bagi setiap orang. Tidak peduli bagaimana pentingnya seseorang harus mencapai maksud dan tujuan tersebut, seringkali perjalanan untuk menuju kesanalah yang menjadi bagian yang paling penting.

REAKSI

1. Dimanakah anda dapat melihat tangan Allah ketika hidup anda seolah berada dalam jalan buntu?

2. Bagaimana anda dapat melihat hal ini melalui perspektif Allah ketika anda berada pada jalan buntu untuk membangun hubungan yang lebih intim denganNya?

____________

*Truth.net “Biblical Archeology of the Exodus”

http://www.truthnet.org/biblicalarcheology/5/Exodusarcheology.htm. Accessed November 6, 2008.

Jean Blackmer, Burtonsville, Maryland, U.S.A.

Rabu

Text Box:   23 DESEMBER

Bagaimana

Kota-kota Perlindungan—Kemana Saya Harus Pergi?

Mazmur 46:1

Setelah 40 tahun mengembara di padang belantara, bangsa Israel akhirnya tiba pada perbatasan untuk memasuki tanah yang Allah janjikan bagi mereka. Mereka telah mengalami pergumulan secara jasmani dan rohani dalam pengembaraan mereka. Mengalahkan dosa dan diri, pegunungan dan perbantahan, bangsa-bangsa dan alam. Banyak yang telah mati dalam perjalanan, termasuk Musa, pemimpin yang mereka cintai harus kehilangan Kanaan karena tidak menurut, namun setelah bertobat telah mendapatkan tempat di Tanah Perjanjian yang kekal.

Text Box: Haruskah mereka melupakan, sebagaimana yang kita juga lakukan, Allah, yang senantiasa menuntun mereka pada masa lalu? Kepada setiap orang diberikan menurut imannya. Orang yang tidak percaya telah melihat apa yang mereka takutkan terjadi. Tidak mempedulikan janji Allah, mereka telah menyatakan bahwa tidak mungkin untuk masuk ke Kanaan, dan mereka tidak mendapatkannya. Tetapi mereka yang percaya pada Allah tidak melihat pada kesulitan yang harus dihadapi oleh karena Allah yang perkasa adalah Penolong mereka. Mereka kemudian masuk ke tanah yang baik itu.”*

Pengalaman bangsa Israel tidaklah unik. Semakin kita mempelajari pengalaman mereka, semakin kita dapat melihat persamaannya dengan kehidupan kita. Tahapannya telah ditentukan. Mereka dapat melihat tanah itu dari kejauhan. Tetapi bangsa Israel menghadapi tantangan iman yang besar. Haruskah mereka melupakan, sebagaimana yang kita juga lakukan, Allah, yang senantiasa menuntun mereka pada masa lalu? Namun Allah senantiasa melepaskan mereka. Pertempuran tidak dapat dimenangkan dalam sekejap, tetapi melalui suku demi suku, keajaiban demi keajaiban, Kanaan akhirnya menjadi milik mereka. Dan meskipun mereka telah mendiami Kanaan, Allah tetap harus menentukan kota-kota perlindungan di dalam dan di sekitar Kanaan. Tempat yang aman bagi orang berdosa yang bersalah oleh hukum Yahudi dapat selamat. Mazmur 46:2 mengingatkan kita, bahwa “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”Ada beberapa konsep yang kita harus ingat jika kita ingin mendapatkan janji ini: (1) Kita akan menghadapi peperangan. Setan akan mencoba dengan gigih untuk memenangkan pertempuran ini. Pergumulan adalah proses sehari-hari dengan tantangan yang baru setiap hari. (2) Allah menyiapkan kota-kota perlindungan di sepanjang pertempuran agar kita mengingat kerinduan Allah untuk menyelamatkan kita melalui kasih karunia. (3) Pertempuran ini adalah pertempuran Allah, bukan pertempuran kita. (4) Kemenangan dijamin. Tanah Perjanjian sudah tersedia. Adalah bagian kita untuk mempercayai janji Allah dan meminta janji itu.

REAKSI

1. Bagaimana anda dapat mengaplikasikan perjalanan bangsa Israel dengan perjalanan anda dengan Tuhan? Apakah anda berlindung?

____________

*Patriarchs and Prophets, p. 513.

Kerri-Ann McKenzie, Kingston, Jamaica

Kamis

24 DESEMBER

Ibrani 6:17—19

Pendapat

Dengan atau Tanpa Anda, Ia akan Berhasil

Kita harus bersandar pada lengan Allah. Ia mencari orang-orang yang setia untuk menjadi saksi kebaikanNya, seperti Ayub, yang tetap setia meski mengalami penderitaan hebat. Adalah penting untuk menunjukkan karakter Kristus, agar kita dapat menjadi cahaya bagi sesama.

Janji Allah adalah benar, dan FirmanNya kekal selamanya. Allah tetap sama, kemarin, sekarang dan selamanya. Sebagai umatNya, kita perlu mencari hadiratNya untuk mengerti kehendakNya. Beberapa orang Kristen tidak merasakan Allah bekerja dalam hidupnya karena mereka tidak menuruti kehendakNya.

Text Box: kita perlu mengetahui kemana kita pergi dan bagaimana kita tiba disana Bangsa Israel seharusnya mengetahui lebih baik karena mereka telah melihat Allah bekerja berulang kali. Mereka mengalami langsung kuasa Allah menyediakan makanan, minuman, dan kemenangan atas musuh-musuh mereka. Tetapi bukannya percaya, mereka bersungut-sungut. Adalah ironis dimana mereka yang dilahirkan setelah bangsa itu keluar dari tanah Mesir bersungut mengatakan mereka ingin kembali ke Mesir, padahal mereka tidak pernah mengalami tinggal di Mesir. Mereka mendengar tentang Mesir karena mendengar persungutan orang tua mereka.

Kita cenderung kehilangan pandangan atas janji Allah. Kita perlu tetap setia dan tabah karena ujian terhadap iman kita menghasilkan kesabaran.

Kita berbicara mengenai perjalanan sebuah bangsa. Sebagai umat Allah, kita perlu mengetahui kemana kita pergi dan bagaimana kita tiba disana. Yang tidak kalah penting adalah, apa yang kita lakukan dalam perjalanan kesana? Alkitab telah memberikan petunjuk yang jelas tentang pertanyaan-pertanyaan ini. Sebagai umat Tuhan, kita harus bersedia untuk berjalan ketika Allah menunjukkan jalan. Abram berjalan ketika Allah menyuruhnya meninggalkan tanah Ur. Abram tidak mempertanyakan Allah. Kita perlu mengikuti contoh Araham dan mengingat bahwa Allah tahu apa yang Ia lakukan. Ketika Ia meminta kita melakukan sesuatu, Ia juga memberi kita kuasa untuk melakukannya. Buku Bilangan merupakan pengingat agar kita percaya pada Allah, mengijinkan Allah menuntun kita kemana pun Ia ingin kita pergi.

Minggu ini, kita mempelajari kota-kota perlindungan. Kita harus menemukan perlindungan, bersandar di lengan Kristus, dengan demikian kita tidak melakukan kesalahan yang sama yang dilakukan bangsa Israel ketika mereka berjalan ke Kanaan. Berfokus pada Kristus, sebagai anakNya yang telah ditebus, sehingga anda dapat menikmati hidup yang kekal di dunia baru.

REAKSI

1. Bagaimana kita dapat tetap setia ketika mengalami kegagalan?

2. Ketika kita bersungut, apa yang sebenarnya kita katakan kepada orang-orang mengenai hubungan kita dengan Allah?

Marcia Na’ Tricia Smith, Nassau, Bahamas

Jum’at

25 DESEMBER

Eksplorasi

Sekali lagi Diperbatasan

Bilangan 35:9—13

SIMPULAN

Setiap permainan memiliki sejenis “daerah bebas” atau “garis akhir” dimana seorang pemain tidak bisa lagi dikejar. Dalam masyarakat Israel, Allah menetapkan ketentuan bagi mereka yang dengan sengaja menyakiti sesamanya: hukum “mata ganti mata” (Kel 21:24, Im 24:20;, Ul 19:21). Tetapi Allah juga mengijinkan seseorang disakiti tanpa sengaja. Sehingga ditentukanlah “Kota-kota Perlindungan,” dimana orang dapat lari kesana menghindari pembalasan dari keluarga atau teman dari orang yang mereka sakiti. Di daerah lain di negeri itu hidup mereka terancam. Namun dalam kota-kota ini mereka aman.

PERTIMBANGKAN

  • Pada peta yang terdapat di halaman belakang Alkitab anda, tunjukkan mana kota-kota perlindungan (Yos 20:7, 8). Setelah itu, catat berapa jauh jarak antara kota-kota tersebut; jarak terjauh seseorang dapat berlari agar nyawanya selamat; berapa lama rata-rata seseorang dapat menjangkau salah satu kota itu dengan berjalan kaki.
  • Buat suatu permainan dimana seorang terdakwa harus menghadap hakim dan menjelaskan bahwa tindakan yang ia lakukan adalah tidak sengaja, sehingga ia tidak harus dihukum. Tunjuk orang lain bermain menjadi penuntut, yang meminta keadilan.
  • Karang identitas seseorang yang secara tidak sengaja melukai sesamanya. Tulis sebuah tulisan selama tiga hari yang memuat: 1) Apa yang anda lakukan. Bagaimana perasaan anda atas hal itu.? 2) Siapa yang anda temui dalam perjalanan menuju salah satu kota perlindungan. Apa yang kalian bicarakan? 3) Apa yang anda rasakan ketika tiba di kota perlindungan. Siapa yang menyambut anda?
  • Anda mengepalai panitia penyambutan bagi mereka yang tiba di kota perlindungan. Apa yang anda ingin sediakan bagi mereka, apa yang mereka boleh harapkan? Siapa yang menyediakan kebutuhan itu? Bagaimana anda dapat menyediakan bukan hanya kebutuhan jasmani, tetapi kebutuhan emosional dan rohani juga?
  • Tulis sebuah ucapan syukur atas tempat perlindungan yang Allah sediakan dalam kehidupan anda. Jangan lupa akui kesalahan-kesalahan anda, ingat kesulitan yang anda alami, dan puji Tuhan atas orang-orang dan tempat yang membuat anda merasa aman dan tenang.

HUBUNGKAN

Patriarchs and Prophets, pp. 515-517.

Seventh-day Adventist Bible Dictionary, “City of Refuge.”

wikipedia.org. “Cities of Refuge.”

Steve Chavez, Silver Spring, Maryland, U.S.A.