
OKTOBER—DESEMBER 2009
Pelajaran 13 Kwartal 4, 19—26 Desember 2009
Diterjemahkan Oleh: Alwin Simanjuntak
Kota-Kota
PERLINDUNGAN
“...........Kita yang mencari perlindungan, beroleh dukungan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, dimana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama lamanya” (Ibrani 6:18, 19)

Sabbath
19 DESEMBER
| Bilangan 35 | Pendahuluan Jaminan Perlindungan Seumur Hidup |
Bayangkan jika pada suatu saat anda berada di sebuah tempat yang baru. Kepada anda diberikan identitas baru, pekerjaan baru, dan masa lalu yang baru. Anda tidak boleh berbicara mengenai masa lalu anda yang sebenarnya. Anda tidak diijinkan berbicara dengan keluarga anda atau teman-teman masa lalu anda. Hal ini terjadi pada lebih dari 17.000 orang Amerika.
United States Marshal Service memberi jaminan perlindungan seumur hidup kepada para saksi yang hidupnya terancam karena mereka bersedia bersaksi di pengadilan terhadap perbuatan kriminal. Ketika masuk ke dalam program perlindungan, saksi-saksi tersebut dipindahkan secara acak ke tempat kediaman baru mereka, dimana mereka mendapatkan identitas, nama, pekerjaan, sejarah, dan catatan dokumentasi yang baru. Seolah-olah masa lalu mereka tidak pernah ada. Mereka berperan sebagai aktor dalam kehidupan mereka yang baru.
Hal terpenting dalam program perlindungan ini adalah, “Tidak boleh kembali ke rumah ataupun berhubungan dengan orang-orang di masa lalu sama sekali.” Mengganti nama adalah suatu hal. Tetapi tidak boleh bertemu dengan teman atau keluarga lagi?? Apa jadinya hari Natal jika tidak bisa menghubungi teman lama atau keluarga, atau pulang ke rumah? US Marshal Service menegaskan bahwa “Tidak ada yang dapat mencelakakan orang dalam program ini jika mereka mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.” Setiap kerugian yang terjadi adalah karena mereka dengan keinginan sendiri meninggalkan program perlindungan ini.
Hal ini tidak begitu berbeda dengan “kota-kota perlindungan yang kita baca dalam Bilangan 35. Jika seseorang secara tidak sengaja membunuh orang lain, orang itu dapat mencari perlindungan pada salah satu dari kota-kota perlindungan sampai dengan waktu pengadilan mereka. Jika kemudian didapati tidak bersalah, orang itu dapat pulang ke rumah mereka dimana orang itu mendapat jaminan bahwa ia tidak boleh dibunuh atas pembunuhan yang dilakukan tanpa sengaja. Orang tersebut wajib tinggal di kota perlindungan sampai matinya imam besar. Pada saat itu mereka dapat kembali ke rumah mereka tanpa harus takut. Akan tetapi, jika mereka kembali sebelum matinya imam besar, pembalas darah korban berhak membunuh mereka. Berada dalam kota perlindungan berarti ada jaminan keselamatan; meninggalkannya berarti meninggalkan perlindungan dan menempatkan diri dalam bahaya.
Apakah anda memilih bertahan dalam program perlindungan rohani yang Allah tawarkan pada kita? Apakah anda memilih mengikuti petunjuk yang Allah telah berikan kita yang menjaga kita dari mereka yang menunggu kita untuk meninggalkan daerah aman kita? Minggu ini, kita akan melihat perlindungan Allah bagi Tanah Perjanjian dan relevansinya bagi kita pada zaman ini.
Minggu
20 DESEMBER
| Logos Dipisahkan, Untuk Berjaga-jaga | Bilangan 33-36 Yos. 20:1—7 Efesus 2 |
Bangsa Israel sedang dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Allah sedang menggenapi janjiNya. Perintah diberikan untuk mengasingkan tempat sebagai kota-kota perlindungan bagi orang yang membunuh sesamanya.
“Hal ini dipandang perlu dalam tradisi pembalasan di jaman itu, dimana hukuman atas pembunuhan dapat dilakukan oleh keluarga terdekat dari korban. Tuhan merasa tidak tepat untuk menghentikan kebiasaan itu secara langsung pada saat itu. Allah membuat suatu cara untuk menjamin keselamatan mereka yang menghilangkan nyawa orang lain dengan tidak sengaja.”1
Kota-kota ini ditentukan jaraknya tidak lebih dari setengah hari perjalanan, mereka terletak di masing-masing sisi dari sungai Yordan agar dapat dicapai dengan mudah.2 Orang-orang yang berada di kota perlindungan dijamin akan diberikan pengadilan. Ini adalah harapan mereka satu-satunya – enam kota diasingkan, jaraknya cukup dekat, cukup aman, untuk berjaga-jaga.
Hak Atas Darah (Bil 35:16-21)
Apakah pembunuhan dilakukan secara sengaja atau tidak, tetap merupakan hak dari keluarga untuk mencari keadilan atas nama orang yang dibunuh. Tuhan mengijinkan ini, dan beberapa orang mungkin bertindak atas dasar hak mereka. Tetapi adalah juga atas kebijaksanaan dan kemurahan Tuhan untuk mengasingkan tempat perlindungan bagi mereka yang membunuh seseorang tanpa sengaja.
Jika Anda Berhasil Tiba Disana, Anda Selamat (Bil 35:22−28)
Kota perlindungan didesain untuk menampung setiap orang baik warga Israel ataupun orang asing yang tinggal di tanah itu. Syarat satu-satunya adalah dapat mencapai pintu kota perlindungan. Anda tidak harus membuktikan siapa diri anda, atau dari mana anda berasal. Yang penting adalah motif, dan jika persidangan mendapati tidak ada unsur kesengajaan maka nyawa anda aman, dan ketika imam tinggi meninggal, anda dapat kembali ke kediaman anda.
Betapa suatu kelegaan bagi mereka yang telah membuat kesalahan. Betapa besar kemurahan Tuhan untuk mengijinkan orang asing untuk juga boleh mendapatkan perlindungan di kota-kota perlindungan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka juga berharga seperti orang-orang Ibrani.
Pembalasan hanya menjadi ancaman jika engkau meninggalkan kota perlindungan, karena di luar kota perlindungan, peraturannya sudah lain dan anda memberikan diri anda untuk pembalasan oleh keluarga yang kehilangan anggota keluarganya yang anda bunuh. Lari ke kota perlindungan dan tinggal di dalamnya, itulah satu-satunya jaminan keselamatan anda.
“Tahanan yang sewaktu-waktu meninggalkan kota perlindungan diserahkan kepada pembalas darah. Oleh sebab itu orang-orang diajarkan untuk mengikuti metode yang telah ditentukan oleh hikmat yang tak terbatas bagi keselamatan mereka.”3
Dari Kota Perlindungan ke Kristus Perlindungan Kita (Efesus 2)
Kota-kota perlindungan adalah miniatur dari Kristus, yang adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita. “Juruslamat yang sama yang telah menentukan kota-kota perlindungan itu telah menyediakan tempat bernaung yang aman bagi para pelanggar oleh darahNya yang tertumpah, dimana pelanggar dapat berlindung dan luput dari kematian yang kedua. Tidak ada kuasa yang dapat mengambil jiwa-jiwa yang datang pada Kristus yang meminta pengampunan.”4
Saya ingat ketika bermain “tag” dahulu. Tujuannya adalah untuk tidak “tertangkap” atau tersentuh oleh teman yang sedang mengejar. Ada sebuah “daerah aman,” sebuah tempat yang jika anda sampai kesitu, orang yang mengejar tidak bisa menyentuh anda. Anda harus cerdik dan cepat. Anda harus tiba di daerah aman tanpa tersentuh. Saya cukup cerdik dan cepat, namun terkadang saya ceroboh dan tersentuh oleh teman yang mengejar. Saya menjadi kesal jika tidak dapat sampai ke “daerah aman.”
“Daerah aman” yang ditentukan bagi bangsa Israel bukan merupakan permainan anak-anak. Kota-kota perlindungan itu adalah sesuatu yang diperlukan untuk melindungi orang yang telah melakukan pelanggaran yang serius yang memerlukan pertolongan yang serius. Kita memerlukan pertolongan yang serius di zaman ini. “Ef 2:12 “bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.”
Adalah di dalam Kristus kita menemukan perlindungan kita. Faktanya adalah bahwa seseorang harus membayar, dan Kristus telah membayar pelanggaran kita di kayu salib. Ia telah menderita, Ia telah mati. Dan darahNya telah tertumpah agar di dalam Dia kita dapat selamat. Sekarang, kita harus tinggal dalam lengan (tembok) Kristus, karena kita memiliki musuh yang masih mengintai kita di luar sana. Berlindung pada Kristus, yang menerima semua orang dan melindungi semua yang datang kepadaNya meminta pengampunan.
REAKSI
1. Dalam cara bagaimana gereja atau kelas sekolah sabat anda dapat menjadi kota perlindungan?
2. Bagaimanakah konsep bahwa orang asing juga dapat berlindung di kota perlindungan mengubah cara anda melihat orang-orang di dunia ini secara umum?
3. Dengan cara bagaimana Kristus menjadi tempat perlindungan bagi anda?
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 515.
2. Ibid.
3. Ibid., p. 517.
4. Ibid., p. 516.
Baron Anthony Sovory,
Senin
21 DESEMBER
| Kesaksian Berlindung Dalam Kristus | Efesus 2 |
Karena Kristus adalah kota perlindungan kita, kita harus belajar dariNya. “Kita harus mengetahui apakah arti Kristus bagi mereka yang telah Ia tebus. Kita harus menyadari bahwa melalui percaya kepadaNya kita dapat mengambil bagian dalam sifat-sifat IlahiNya, dengan demikian terluput dari hawa nafsu yang membinasakan dunia. Dengan demikian kita dibersihkan dari segala dosa dan kecemaran karakter. Kita tidak boleh mempertahankan kecenderungan dosa kita.
“Ketika kita mengambil bagian dalam sifat IlahiNya, sifat-sifat dan kecenderungan yang salah dibuang dari karakter kita, dan kita diberi kuasa untuk hidup yang baik. Senantisa belajar dari Guru Ilahi, mengambil bagian dalam sifat IlahiNya setiap hari, kita bekerja sama dengan Allah dalam mengalahkan godaan setan. Allah bekerja dan manusia bekerja, sehingga manusia dapat menjadi satu dengan Kristus dan Kristus menjadi satu dengan Allah. Lalu kita duduk bersama dengan Kristus di tempat suciNya. Kita diliputi oleh kedamaian dan jaminan dalam Kristus.”1
“Kita memiliki akses pada Allah melalui nama Kristus, dan Allah mengundang kita untuk membawa kepadaNya permasalahan dan pencobaan kita; karena Ia mengerti segalanya. Ia tidak meminta kita untuk membawa kesusahan kita ke telinga manusia. Melalui darah Kristus kita dapat datang ke takhta kemurahanNya dan mendapatkan rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya. Kita dapat datang dengan suatu jaminan bahwa, “Kita telah menerima Kristus.” Karena melalui Kristus kita mendapat jalan kepada Allah oleh satu Roh.” “Di dalamnya kita memperoleh keberanian dan jalan dengan keyakinan oleh iman di dalamNya.” Seperti orang tua duniawi yang menginginkan anaknya untuk selalu datang kepadanya, demikian juga Allah menginginkan kita untuk menyerahkan kepadaNya semua kebutuhan dan kesulitan kita, kasih dan syukur kita. Setiap janjiNya pasti digenapi. Yesus adalah satu-satunya harapan kita; karena melalui Kristus saja kita mendapatkan pengampunan dan kedamaian. Ketika darah Kristus menjadi kenyataan dalam hidup seseorang melalui imannya, orang itu akan memancarkan terang dalam pekerjaan baik, yang membawa buah-buah kebajikan.”
REAKSI
Pencobaan apa yang anda alami saat ini? Apakah anda sedang dicobai untuk melakukan jenis dosa tertentu? Kebutuhan dan kesusahan apa yang anda sedang alami? Doakan hal-hal itu dengan mengingat bahwa anda memiliki jalan kepada Allah melalui Kristus, tempat perlindungan kita.
____________
1. Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, vol. 7, p. 943.
2. Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1116.
L. J. Simms,
Selasa
22 DESEMBER
| Bilangan 33:1 | Bukti Mana GPS nya? |
Ketika remaja, saya sering mendengar cerita Alkitab. Saya memiliki sekumpulan catatan yang berisi cerita-cerita menarik untuk anak-anak: Daud dan Goliat, Ester, Yosua dan tembok Yerikho, dan cerita mengenai bangsa Israel meninggalkan tanah Mesir, melewati padang belantara, dan akhirnya tiba di Tanah Perjanjian. Saya selalu membayangkan Allah menuntun umatNya dalam padang belantara melewati suatu garis lurus dari Mesir ke Kanaan. Dalam pikiran saya, padang belantara ini begitu luas sehingga diperlukan waktu berpuluh tahun untuk melaluinya. Tetapi faktanya bukan demikian. Dari titik yang pelajar Alkitab katakan sebagai titik awal bangsa Israel menyeberangi Laut Merah sampai kepada perbatasan Kanaan adalah sekitar 150 mil. Jika bangsa Israel berjalan langsung mengikuti garis lurus ke titik akhir, mereka dapat mencapai Kanaan dalam waktu kurang dari satu bulan. * Hal ini mengejutkan ketika kita baca dalam buku Bilangan bahwa umat Allah berjalan di padang belantara selama 40 tahun. Mengapa Allah mengijinkan hal ini terjadi?
Ketika saya melihat kehidupan saya dan dunia di sekeliling saya, saya seperti melihat fenomena ini terjadi lagi. Mengapa Allah mengijinkan saya berjalan dalam sebuah lingkaran yang terlihat tanpa ujung kalau Allah dapat menuntun saya berjalan langsung ke tujuan saya yang berikut?
Jawaban bagi bangsa Israel adalah karena mereka belum siap untuk memasuki Tanah Perjanjian ketika mereka meninggalkan Mesir. Dibutuhkan waktu 40 tahun bagi bangsa Israel untuk tiba di Tanah Perjanjian. Padang belantara bukan merupakan sesuatu yang menghalangi bangsa Israel untuk tiba disana. Sebaliknya padang belantara adalah alat yang diperlukan bagi perjalanan bangsa Israel.
Saya percaya bahwa hal inilah yang sedang Allah lakukan dalam hidup saya dan kehidupan orang lain. Allah memiliki maksud dan tujuan bagi setiap orang. Tidak peduli bagaimana pentingnya seseorang harus mencapai maksud dan tujuan tersebut, seringkali perjalanan untuk menuju kesanalah yang menjadi bagian yang paling penting.
REAKSI
1. Dimanakah anda dapat melihat tangan Allah ketika hidup anda seolah berada dalam jalan buntu?
2. Bagaimana anda dapat melihat hal ini melalui perspektif Allah ketika anda berada pada jalan buntu untuk membangun hubungan yang lebih intim denganNya?
____________
*Truth.net “Biblical Archeology of the Exodus”
http://www.truthnet.org/biblicalarcheology/5/Exodusarcheology.htm. Accessed November 6, 2008.
Jean Blackmer,
Rabu
23 DESEMBER
| Bagaimana Kota-kota Perlindungan—Kemana Saya Harus Pergi? | Mazmur 46:1 |
Setelah 40 tahun mengembara di padang belantara, bangsa Israel akhirnya tiba pada perbatasan untuk memasuki tanah yang Allah janjikan bagi mereka. Mereka telah mengalami pergumulan secara jasmani dan rohani dalam pengembaraan mereka. Mengalahkan dosa dan diri, pegunungan dan perbantahan, bangsa-bangsa dan alam. Banyak yang telah mati dalam perjalanan, termasuk Musa, pemimpin yang mereka cintai harus kehilangan Kanaan karena tidak menurut, namun setelah bertobat telah mendapatkan tempat di Tanah Perjanjian yang kekal.
Kepada setiap orang diberikan menurut imannya. Orang yang tidak percaya telah melihat apa yang mereka takutkan terjadi. Tidak mempedulikan janji Allah, mereka telah menyatakan bahwa tidak mungkin untuk masuk ke Kanaan, dan mereka tidak mendapatkannya. Tetapi mereka yang percaya pada Allah tidak melihat pada kesulitan yang harus dihadapi oleh karena Allah yang perkasa adalah Penolong mereka. Mereka kemudian masuk ke tanah yang baik itu.”*
Pengalaman bangsa Israel tidaklah unik. Semakin kita mempelajari pengalaman mereka, semakin kita dapat melihat persamaannya dengan kehidupan kita. Tahapannya telah ditentukan. Mereka dapat melihat tanah itu dari kejauhan. Tetapi bangsa Israel menghadapi tantangan iman yang besar. Haruskah mereka melupakan, sebagaimana yang kita juga lakukan, Allah, yang senantiasa menuntun mereka pada masa lalu? Namun Allah senantiasa melepaskan mereka. Pertempuran tidak dapat dimenangkan dalam sekejap, tetapi melalui suku demi suku, keajaiban demi keajaiban, Kanaan akhirnya menjadi milik mereka. Dan meskipun mereka telah mendiami Kanaan, Allah tetap harus menentukan kota-kota perlindungan di dalam dan di sekitar Kanaan. Tempat yang aman bagi orang berdosa yang bersalah oleh hukum Yahudi dapat selamat. Mazmur 46:2 mengingatkan kita, bahwa “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”Ada beberapa konsep yang kita harus ingat jika kita ingin mendapatkan janji ini: (1) Kita akan menghadapi peperangan. Setan akan mencoba dengan gigih untuk memenangkan pertempuran ini. Pergumulan adalah proses sehari-hari dengan tantangan yang baru setiap hari. (2) Allah menyiapkan kota-kota perlindungan di sepanjang pertempuran agar kita mengingat kerinduan Allah untuk menyelamatkan kita melalui kasih karunia. (3) Pertempuran ini adalah pertempuran Allah, bukan pertempuran kita. (4) Kemenangan dijamin. Tanah Perjanjian sudah tersedia. Adalah bagian kita untuk mempercayai janji Allah dan meminta janji itu.
REAKSI
1. Bagaimana anda dapat mengaplikasikan perjalanan bangsa Israel dengan perjalanan anda dengan Tuhan? Apakah anda berlindung?
____________
*Patriarchs and Prophets, p. 513.
Kerri-Ann McKenzie,
Kamis
24 DESEMBER
| Ibrani 6:17—19 | Pendapat Dengan atau Tanpa Anda, Ia akan Berhasil |
Kita harus bersandar pada lengan Allah. Ia mencari orang-orang yang setia untuk menjadi saksi kebaikanNya, seperti Ayub, yang tetap setia meski mengalami penderitaan hebat. Adalah penting untuk menunjukkan karakter Kristus, agar kita dapat menjadi cahaya bagi sesama.
Janji Allah adalah benar, dan FirmanNya kekal selamanya. Allah tetap sama, kemarin, sekarang dan selamanya. Sebagai umatNya, kita perlu mencari hadiratNya untuk mengerti kehendakNya. Beberapa orang Kristen tidak merasakan Allah bekerja dalam hidupnya karena mereka tidak menuruti kehendakNya.
Bangsa Israel seharusnya mengetahui lebih baik karena mereka telah melihat Allah bekerja berulang kali. Mereka mengalami langsung kuasa Allah menyediakan makanan, minuman, dan kemenangan atas musuh-musuh mereka. Tetapi bukannya percaya, mereka bersungut-sungut. Adalah ironis dimana mereka yang dilahirkan setelah bangsa itu keluar dari tanah Mesir bersungut mengatakan mereka ingin kembali ke Mesir, padahal mereka tidak pernah mengalami tinggal di Mesir. Mereka mendengar tentang Mesir karena mendengar persungutan orang tua mereka.
Kita cenderung kehilangan pandangan atas janji Allah. Kita perlu tetap setia dan tabah karena ujian terhadap iman kita menghasilkan kesabaran.
Kita berbicara mengenai perjalanan sebuah bangsa. Sebagai umat Allah, kita perlu mengetahui kemana kita pergi dan bagaimana kita tiba disana. Yang tidak kalah penting adalah, apa yang kita lakukan dalam perjalanan kesana? Alkitab telah memberikan petunjuk yang jelas tentang pertanyaan-pertanyaan ini. Sebagai umat Tuhan, kita harus bersedia untuk berjalan ketika Allah menunjukkan jalan. Abram berjalan ketika Allah menyuruhnya meninggalkan tanah Ur. Abram tidak mempertanyakan Allah. Kita perlu mengikuti contoh Araham dan mengingat bahwa Allah tahu apa yang Ia lakukan. Ketika Ia meminta kita melakukan sesuatu, Ia juga memberi kita kuasa untuk melakukannya. Buku Bilangan merupakan pengingat agar kita percaya pada Allah, mengijinkan Allah menuntun kita kemana pun Ia ingin kita pergi.
Minggu ini, kita mempelajari kota-kota perlindungan. Kita harus menemukan perlindungan, bersandar di lengan Kristus, dengan demikian kita tidak melakukan kesalahan yang sama yang dilakukan bangsa Israel ketika mereka berjalan ke Kanaan. Berfokus pada Kristus, sebagai anakNya yang telah ditebus, sehingga anda dapat menikmati hidup yang kekal di dunia baru.
REAKSI
1. Bagaimana kita dapat tetap setia ketika mengalami kegagalan?
2. Ketika kita bersungut, apa yang sebenarnya kita katakan kepada orang-orang mengenai hubungan kita dengan Allah?
Marcia Na’ Tricia Smith,
Jum’at
25 DESEMBER
| Eksplorasi Sekali lagi Diperbatasan | Bilangan 35:9—13 |
SIMPULAN
Setiap permainan memiliki sejenis “daerah bebas” atau “garis akhir” dimana seorang pemain tidak bisa lagi dikejar. Dalam masyarakat Israel, Allah menetapkan ketentuan bagi mereka yang dengan sengaja menyakiti sesamanya: hukum “mata ganti mata” (Kel 21:24, Im 24:20;, Ul 19:21). Tetapi Allah juga mengijinkan seseorang disakiti tanpa sengaja. Sehingga ditentukanlah “Kota-kota Perlindungan,” dimana orang dapat lari kesana menghindari pembalasan dari keluarga atau teman dari orang yang mereka sakiti. Di daerah lain di negeri itu hidup mereka terancam. Namun dalam kota-kota ini mereka aman.
PERTIMBANGKAN
- Pada peta yang terdapat di halaman belakang Alkitab anda, tunjukkan mana kota-kota perlindungan (Yos 20:7, 8). Setelah itu, catat berapa jauh jarak antara kota-kota tersebut; jarak terjauh seseorang dapat berlari agar nyawanya selamat; berapa lama rata-rata seseorang dapat menjangkau salah satu kota itu dengan berjalan kaki.
- Buat suatu permainan dimana seorang terdakwa harus menghadap hakim dan menjelaskan bahwa tindakan yang ia lakukan adalah tidak sengaja, sehingga ia tidak harus dihukum. Tunjuk orang lain bermain menjadi penuntut, yang meminta keadilan.
- Karang identitas seseorang yang secara tidak sengaja melukai sesamanya. Tulis sebuah tulisan selama tiga hari yang memuat: 1) Apa yang anda lakukan. Bagaimana perasaan anda atas hal itu.? 2) Siapa yang anda temui dalam perjalanan menuju salah satu kota perlindungan. Apa yang kalian bicarakan? 3) Apa yang anda rasakan ketika tiba di kota perlindungan. Siapa yang menyambut anda?
- Anda mengepalai panitia penyambutan bagi mereka yang tiba di kota perlindungan. Apa yang anda ingin sediakan bagi mereka, apa yang mereka boleh harapkan? Siapa yang menyediakan kebutuhan itu? Bagaimana anda dapat menyediakan bukan hanya kebutuhan jasmani, tetapi kebutuhan emosional dan rohani juga?
- Tulis sebuah ucapan syukur atas tempat perlindungan yang Allah sediakan dalam kehidupan anda. Jangan lupa akui kesalahan-kesalahan anda, ingat kesulitan yang anda alami, dan puji Tuhan atas orang-orang dan tempat yang membuat anda merasa aman dan tenang.
HUBUNGKAN
Patriarchs and Prophets, pp. 515-517.
Seventh-day Adventist Bible Dictionary, “City of
wikipedia.org. “Cities of Refuge.”
Steve Chavez,
No comments:
Post a Comment