![]()
OKTOBER—DESEMBER 2009
Pelajaran 10 Kwartal 4,28 November—5 Desember 2009
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
“Kegilaan” Nabi
“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Tim. 6:10)

Sabbath 28 November
Kau Mau Saya Kerjakan Apa?
PENDAHULUAN
Bilangan. 22:22−35; 1 Kor. 1:20, 21
Pernahkah anda merasa Allah memintamu melakukan sesuatu yang tidak masuk akal? Pernahkah Dia memintamu mengikuti rencana yang aneh, dan anda bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa memuliakan Dia? Seringkali kita menghakimi suatu situasi berdasarkan sudut pandang kita; dan kita menggunakan pengalaman kita, latar belakang, dan intuisi kita untuk menentukan apa yang kita rasakan sebagai jalan yang benar.
Dalam banyak kasus, saya menemukan diriku sendiri mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang dipinta Allah, tetapi tidak masuk akal. Kadangkala aku berpikir mungkin inilah yang diinginkan Allah 2000 tahun lalu. Tetapi sekarang, kan berbeda! Jadi saya bertanya kepada diriku sendiri apa yang mesti saya lakukan, dan sering saya merasionalkan apa yang Dia katakan sehingga masuk akal bagiku. Berikut adalah contoh klasik:
Baru-baru ini saya terbang ke Jamaica untuk mengunjungi tempat indah ini. Rasanya jauh sekali dari airport ke tempat menginapku. Hari yang panas sewaktu kami berputar di jalan yang sempit di padang berumput hijau. Kecapekan menyetir, kami berhenti diwarung buah untuk membeli makanan dan meluruskan kaki. Keluar dari van sempit dan panas kami, saya menggosok mata mengusir silau terik matahari. Pada waktu mataku menyesuaikan diri, saya melihat seorang gelandangan mengarah kepadaku. “Maafkan pak, mohon recehannya,” dia menghiba. Sekarang saya cukup sadar bahwa Allah memintaku memberi kepada orang miskin ini, tetapi saya berpikir, Tetapi, maksud Tuhan padaku adalah Dia hanya ingin saya menolong orang miskin yang mau menolong dirinya sendiri. Saya tidak boleh memberikan uang kepada setiap pengemis, karena tentu saja, dia bisa membeli alkohol dengan uang itu. Jadi saya katakan kepada gelandangan itu, “Maaf saya tidak punya uang Jamaica.”
Walaupun Allah mungkin mengirimkan kita melakukan hal tidak logis, Dia tahu hal baik yang dapat dihasilkan untuk itu. Ya, tampaknya aneh; tetapi Allah hanya dapat memanggil kita untuk mengikuti jalanNYa. Dia akan melakukan yang lainnya. Buku 1 Korintus 1:20,21 mengingatkan kita bahwa kebijaksanaan Allah melampaui semua pemikiran kita tentang “masuk akal”. Sementara anda membaca cerita Bileam minggu ini, ingatlah walaupun kita tidak mengerti rencana Allah, kita dapat menjadi sepotong pemecahan misteri dari gambar yang besar dan rinci.
RoyLyn Palmer-Coleman, Paradise, California, U.S.A.
Minggu 29 November
Apakah Keledai Benar-benar bisa Bicara?
BUKTI
Kejadian 3:1−7; Bilangan 22:22−35; Wahyu. 12:9
Bileam adalah salah satu dari sedikit nabi non-yahudi yang memberikan nubuat tentang Israel. Bileam adalah pilihan Balak untuk mengucapkan kutukan kepada bangsa Yahudi; tetapi Allah hanya mengizinkan dia mengucapkan berkat. Dalam perjalanan untuk bertemu Balak, satu malaikat membuat keledainya berbicara melawan perlakuan kejam yang diterimanya.
Tiga kali keledai itu mencoba mundur dari malaikat yang menghalang jalan, dan tiga kali Bileam menyiksa keledainya. Pada waktu keledai itu berbicara kepada Bileam, terlihatlah hati Bileam yang sebenarnya. Ini adalah keledai yang sama yang selalu digunakannya untuk melakukan perjalanan, tetapi Bileam mengutuknya. Bileam kehilangan kepercayaan kepada keledainya sama seperti dia kehilangan kepercayaan kepada Allah. Allah yang sama yang telah mengatakan kepada Bileam untuk pertama kali tidak pergi ke Balah adalah Allah yang sama yang tidak dipercayainya, dan kemudian melakuan kehendaknya sendiri.
Hanya ada dua kali dalam Alkitab tertulis hewan berbicara. Yang pertama ditemukan di Kejadian 3, suatu cerita Hawa ditipu ular. Wahyu 12:9 meneguhkan bahwa ular itu adalah Setan. Dalam kisah itu, Satan berbicara melalui hewan untuk menggoda Hawa dengan memutar balikan kata-kata Allah. Kisah kedua tentang hewan berbicara terjadi di Bilangan 22, ditempat kita temukan kisah Bileam dan keledainya.
Terdapat ironi yang besar dalam kedua kejadian ini, pada keduanya ada perlawanan yang besar kepada Allah dan perintah khususnya. Ular dalam buku Kejadia menipu Hawa. Di Bilangan 22:22, malaikat dikirimkan untuk menentang Bileam. Kata Ibrani untuk melawan/menentang adalah satan. Kata ini digunakan di Bilangan 22:22 dan Wahyu 12:9.
Dalam kasus Bileam, tentu saja, bukan Setan yang berdiri di jalan itu tetapi malaikat Tuhan. Allah tidak menggunakan malaikat untuk menghalangi Bileam, karena dia telah memutuskan untuk mengikuti kehendaknya sendiri. Bileam menentang rencana Allah untuk memberkati orang Israel.
Hanya beberapa saat setelah kejadian itu, Bileam menyampaikan berkat tiga kali kepada orang Israel. Sejarah tidak ramah kepada Bileam karena dia dirujuk dalam 2 Petrus 2:14-16 dan Wahyu 2:12-14. Dia akan selalu diingat sebagai seseorang yang mau melakukan apapun demi uang.
REAKSI
“Keledai bicara” apa yang digunakan Allah dalam hidupmu untuk membuatmu berbalik pada waktu anda berjalan di jalan yang salah?
Jenni Glass,
Senin 30 November
Nabi berkonflik
LOGOS
Bilan. 22, 23, 24; Ulang. 1:30; 20:4; Matt. 15:14; 1 Kor. 2:14; 2 Pet. 2:12−16; Wahyu. 3:17, 18
Nabi dengan hati terbagi (Bilangan 22; 2 Pet. 2:14-16)
Bileam merupakan karakter yang menarik dalam buku Tuhan. Dia adalah nabi yang berbicara denga Allah yang benar, tetapi bukan orang Israel. Dia adalah orang yang penuh konflik—secara simultan ingin menyenangkan Allah disatu sisi, tetapi lebih ingin memuaskan ego dan ketamakannya disisi lain. Lebih lanjut, dia punya keledai yang berbicara kepadanya. Unik? Mungkin, tetapi mungkin lebih seperti kita daripada pertamakali muncul.
Sayangnya Bileam, percobaannya dengan pembenaran diri segera berakhir sebelum terlampau jauh dalam kisah itu. Satu hal yang unik tentang Allah ialah Dia tidak mau berbagi TahtaNya dengan yang lain (Keluaran 20:3). DIA tidak hidup di kuil sama seperti berhala lain. Keunikan itu memberikan kesulitan bagi Bileam, karena dia cinta “upah ketidak benaran” (2 Pet. 2:15). Ketamakan menggeregoti hatinya, dan Bileam mesti memilih illah mana yang akan dipatuhi, karena Yesus mengatakan, “Tak ada pelayan yang dapat melayani dua tuan . . . . .kamu tidak dapat melayani Allah dan uang” (Lukas 16:13).
Apakah kita pernah berpikir seperti Bileam, sehingga kita dapat melakukan banyak hal dengan cara kita dan melayani Allah pada waktu yang sama?
Kebiasaan Dosa yang tak dikalahkan akan Menguasaimu (Bilangan 23; Titus 3:3-8).
Fakta bahwa Allah berbicara kepada Bileam dalam mimpi dan khayal menyiratkan dia mempunyai suatu hubungan khusus yang signifikan. Apa yang kita ketahui tentang Allah adalah Dia menerima kita sebagaimana kita ada (Titus 3:3-5). Dia rindu melakukan apapun yang dapat dilakukanNYA untuk membantu kita mencampakan kebiasaan berdosa kita yang jika tidak dibuang akan membinasakan kita. Tidak terkecuali juga Bileam. Jadi pada awal hubunganNYA dengan Bileam, kita merasa yakin Allah tahu akan masalah ketamakannya. Kita merasa yakin Allah telah menggedor dan menarik-narik hati Bileam. DIA menginginkan Bileam merasakan komitmen kebebasan total, kebebasan keselamatan melalui kasih karunia.
Bileam menolak untuk mencabut dosa yang telah berakar dalam kehidupannya. Ganti mendengar Roh Kudus, dia menggunakan logika, beralasan, dan menolak DIA sampai permasalahan ketamakan tumbuh menjadi gulma raksasa yang memenuhi kebun hatinya (Yehuda 1:11). Pada saat delegasi dari Balak tiba, menawarkan harta berlimpah, penghargaan dan kehormatan, Bileam telah siap melakukan apa yang telah beberapa saat dikatakan oleh hatinya. Akibat dosa yang tidak diselesaikan berakhir ke akhir yang amat mengecewakan.
Bagaimana kita memecahkan masalah dosa dalam hidup kita?
Bagaimana tidak mencintai Kebohongan (2 Tes. 2:9-11; Wahyu 2:14).
Hal menarik tentang Bileam adalah pengakuannya yang membuatnya mencari kehendak Allah. Kenapa dia sedemikian pedulinya dengan apa yang diinginkan Allah pada waktu dia ingin melakukan apa yang diinginkan hatinya? Kenapa Dia selalu terus menerus menekan Allah untuk jawaban yang berbeda pada saat dia sudah mengetahui apa kehendak Allah? Mungkin Bileam sama seperti kebanyakan kita. Dia suka merasa bahwa dia setuju dengan Allah, tetapi dia masih tetap menginginkan apa yang diinginkannya. Bukankah kita juga sama seperti Bileam?
Rasul Paulus mengatakan kepada kita bahwa orang-orang akan seperti ini pada zaman akhir. “orang . . harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,” (2 Tes. 2:10-11). Adalah merupakan sifat alami manusia untuk merasa nyaman dengan apa yang kita kerjakan, dan Bileam tidak terkecuali. Dia amat mengenal Allah sehingga ingin hidup menjauh dariNYA, jadi dia memutuskan untuk mengetahui apakah dia bisa merubah Allah menjadi apa yang diinginkannya.
Secara harafiah, Bileam menghidupkan kehidupan legalistik. Dia melakukan secara pas apa yang Allah katakan untuk perintah tertentu. Tetapi, dia melanggar prinsip dasar dari perintah Allah itu. Dia tidak mau mengutuk orang Israel dengan kata-kata (Bilangan 24:12, 13), tetapi kemudian dia berhasil membujuk orang Israel berbuat dosa (Wahyu 2:14). Orang Farisi pada zaman Yesus mempunyai masalah yang sama. Mereka membayar perpuluhan untuk rempah-rempah, tetapi tidak punya masalah berencana membunuh orang lain pada sisi lainnya. Mereka baik dalam melakukan apa yang diperintahkan, tetapi hati mereka tidak mengikutinya. Yesus menegur mereka karena meremehkan prinsip dan melakukan apa yang mereka maui saja (Matius 23:23).
Kerohanian yang tampak baik diluar tanpa hati yang berobah bukanlah kerohanian yang berasal dari Allah. Pada akhirnya, Bileam adalah contoh seseorang yang “pintar memutar balik” maksud Allah sehingga dia merasa nyaman melakukan segala sesuatu yang diinginkannya. Dia tidak mencintai kebenaran, jadi Allah membiarkan dia mempercayai dusta. CeritaNYA adalah peringatan bagi orang yang hidup dalam generari pada saat tak ada yang absolut dan kebenaran dianggap relatif.
Bagaimana kita tahu apakah kita mencintai kebenaran atau tidak? Bagaimana kita merasa pasti?
Kehendak Allah Terlaksana (Bilangan 24)
Terlepas dari tindakan mementingkan diri sendiri Bileam yang langsung masuk ke rencana Allah untuk Israel, Allah merekayasa lingkungan sedemikian rupa sehingga kehendakNYA masih terlaksana. Dia membalikan permintaan Balak untuk kutukan menjadi suatu berkat yang pasti.
Bagaimana Allah membalikan sesuatu dari yang buruk menjadi kebaikan dalam hidupmu?
Steve Allred,
Selasa 1 Desember
“Dosa Satu Orang”
KESAKSIAN
Maz. 81:11, 12
“Tuhan berkata kepada Bileam, ‘Jika orang itu datang kepadamu, bangkitlah, dan pergi bersama mereka . . . . . ‘ Sejauh itu Tuhan mengizinkan Bileam untuk mengikuti kehendaknya sendiri, karena dia telah berketetapan untuk melakukan itu. Dia tidak mencari kehendak Allah, tetapi memilih jalannya . . . .Ada beribu-ribu orang saat ini yang mengikuti cara yang sama. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam mengerti akan tugas mereka jika itu searah dengan kecendrungan mereka. Dengan jelas diperlihatkan kepada mereka di dalam Alkitab atau dengan jelas ditunjukan oleh lingkungan. Tetapi karena bukti-bukti ini bertentangan dengan kerinduan dan kecendrungannya, mereka sering mengenyampingkannya dan pergi kepada Tuhan untuk mempelajari tugas mereka. Dengan kesungguhan yang besar mereka berdoa secara panjang dan sepenuh hati untuk mendapatkan penerangan. Tetapi Allah tidak akan terpengaruh olehnya. Dia sering mengizinkan orang-orang seperti itu untuk mengikuti keinginan mereka dan merasakan penderitaan sebagai akibatnya. . ‘Umatku tidak mau mendengarkan suaraKU . . . . jadi AKU menyerahkan kepada nafsu hati mereka: mereka berjalan menurut keinginannya sendiri”(Maz. 81:12,13). Apabila seseorang dengan jelas melihat suatu tugas, janganlah dia merasa ingin datang kepada Allah dengan doa agar dapat diizinkan tidak melakukan hal itu. Dia semestinya, dengan kerendahan hati, roh penyerahan, meminta kekuatan dan kebijaksanan illahi untuk dapat melaksanakan hal itu.”1
“Bileam . . . . telah menerima terang besar dan menikmati keistimewaan khusus, tetapi suatu dosa tunggal yang dipelihara telah meracuni seluruh karakternya dan mengakibatkan kehancurannya. Merupakan suatu bahaya untuk mengizinkan sifat non-kristiani hidup di dalam hati. Satu dosa yang dicintai akan, sedikit demi sedikit, menggerogoti karakter, menarik semua kuasa yang mulia menjadi budak nafsu jahat. Pengabaian akan hati nurani, pemeliharaan sifat-sifat jahat, mengabaikan panggilan illahi, menghacurkan pertahanan jiwa dan membuka jalan bagi setan untuk masuk dan menuntun kita kepada kebinasaan. Satu-satunya jalan adalah mengizinkan doa-doa kita naik setiap hari dari hati yang tulus seperti yang dilakukan Daud, “aku 2
REAKSI
1. Alangkah akan berbeda akhirnya jika saja Bileam menyerahkan dirinya secara menyeluruh kepada Allah?
2. Kenapa anda berpendapat penting untuk menyerahkan kerinduan , mimpi-mimpi, dan tujuan semua orang kepada Allah?
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 440.
2. Ibid., p. 452.
Eileen Neave,
Rabu 2 Desember
Tetap Teguh Setia Kepada Tuhan
BAGAIMANA
Bilangan 22; Kisah 5:29
Bileam mengingatkan kita akan beberapa ciri-ciri sifat yang akan berguna pada saat menghadapi pencobaan dan tekanan publik. Mari kita praktekan. Anda baru saja mengenal beberapa teman baru. Mereka tahu anda adalah anggota Masehi Advent Hari Ketujuh, tetapi mereka tidak mempunyai ide bagaimana rasanya hidup seperti itu. Teman-teman ini tahu anda membutuhkan uang. Mereka menemukan kesempatan kerja dan mengundangmu untuk ikut serta. Sekolah Menengah Atas mengadakan pertandingan sepak bola setiap Jum’at malam, dan membutuhkan kelompok yang dapat mengumpulkan sampah setelah pertandingan. Bayarannya lumayan untuk kerja hanya dua jam saja. Anda tahu bahwa pekerjaan ini dijadwalkan pada hari khusus yang dijadikan Allah untuk bersama-sama denganmu. Tetapi bagian lain dari otakmu merasionalkan bahwa mungkin OK. Apa yang akan anda lakukan?
Konsulkan dengan Allah. Mencerna benar dan salah adalah langkah pertamamu. Anda mungkin tidak perlu menghabiskan doa yang panjang dan belajar akan hal yang khusus, karena anda tahu Sabat dimulai pada matahari terbenam hari Jum’at, dan anda mesti menyucikannya dengan tidak bekerja. Jadi anda mungkin perlu berdoa bahwa Allah akan memberikanmu kekuatan melakukan apa yang telah anda tahu benar. Situasi lain mungkin tidak akan sejelas ini. Dalam kasus ini, berdoa dan belajar Alkitab akan memberikan pengaruh yang luarbiasa.
Katakan kepada orang lain. Ini adalah langkah yang membuat cerita Bileam terkenal. Pada waktu dia memutuskan apa yang Allah inginkan dia lakukan, dia dengan tegas mengatakan kepada pangeran dan bahkan raja (Bilangan 22:12, 13, 18, 23, 38) bahwa dia mesti mengatakan apa yang difirmankan Allah. Dia tahu pentingnya mengikuti Allah dan risiko melawan Tuhan.
Katakan pada dirimu. Hal ini muncul karena diperlukan. Bileam berkonsultasi dengan Allah dan bahkan mengatakan kepada orang lain apa yang dia percayai, tetapi pada waktu mesti memutuskan, dia memutuskan untuk mengikuti orang Moab kalau-kalu dia bisa mengutuk orang Israel. Dia memikirkan kehilangan uang dan reputasinya sebagai nabi bayaran (Bilangan 22:7). Pada akhirnya dia tetap kehilangan uang.
Jika anda mengetahui apa yang benar, tetap katakan pada dirimu. Dan lakukan. Anda akan menyelamat dirimu dari bahaya. Kisah nyata.
REAKSI
Bagaimana mempunyai uang atau menyenangkan orang lain dibandingkan kisah sukses kehidupan kristianimu. Siapakah yang dipuji Allah karena banyaknya uang yang didapatnya?
Jarrod Purkeypile,
Kamis 3 Desember
Apakah Kita Benar-benar Punya Kebebasan Memilih?
PENDAPAT
Bilangan 22:18; 1 Pet. 3:13, 15, 16
Pada waktu utusan Balak datang untuk meminta kehadiran Bileam, Bileam mengatakan sesuatu yang menarik. Bacalah Bilangan 22:18. Dengankata lain, saya tidak dapat melakukan apapun terhadap umat Allah kecuali apa yang dikatakannya mesti saya katakan.
Kita bersyukur Tuhan telah memberikan kita hak kebebasan memilih. Kita bisa memilih apakah menerima atau menolak Yesus sebagai Penebus. Kita bisa memilih apakah akan mematuhi perintah. Kita bisa memilih apa yang mesti dimakan atau minum. Kita bisa memilih teman-teman kita. Terlepas dari akibatnya, kita tahu Allah mengizinkan kita membuat pilihan. Jadi kenapa Bileam membuat pernyataan ini? Apa yang mungkin mencegah dia mengutuk orang Israel?
Pada waktu Setan memberontak di sorga, salah satu argumennya adalah tentang pilihan. Allah tidak mengizinkan kita memilih patuh atau tidak. Dia mensyaratkan kepatuhan yang buta karena Dia tahu ada sesuatu yang lebih baik bagi kita. Apakah karena alasan itu Bileam tidak bisa mengutuk orang Israel? Apakah Setan benar?
Allah tidak secara sembarangan mengizinkan atau tidak mengizinkan keputusan kita. Bilangan 23:21 mengatakan “Tidak ada ditengok kepincangan di antara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran di antara orang Israel. TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka. Karena kebenaran orang Israel pada waktu itu Allah tidak mengizinkan Bileam mengutuk umatNya.
Ini adalah suatu teladan besar akan apa yang ditulis Petrus dalam 1 Petrus 3:13, 15, 16. Alkitab mengatakan kepada ktia bahwa kita akan menghadapi konflik, tetapi bila kita hidup sesuai dengan apa yang ditulis Alkitab, tak ada satupun yang dapat mengganggu kita selamanya. Apakah itu berarti kita tak dapat dikalahkan? Tidak. Apakah artinya kita tidak bisa mati karena kita memelihara Sabat? Tentu saja tidak. Kepatuhan kita bukanlah pra-syarat untuk menerima perlindungan Allah. Tetapi itu adalah akibat dari dari perlindunganNYA.
Menempatkan diri kita dalam tempat Israel, kita temukan tidak ada apapun yang dapat mengganggu kita secara kekal bila kita hidup sesuai dengan firmanNYA. Cerita Bileam mengajar kita bahwa sementara kita secara fisik bisa dicelakai, tak ada seorangpun yang dapat merobah status keselamatan seseorang.
Kita mempunyai kebebasan memilih, tetapi kebebasan itu tidak mengizinkan kita untuk memerintahkan Allah menyelamatkan atau tidak menyelamatkan orang lain.
REAKSI
1. Perbedaan apa yang dapat dibuat oleh kebebasan memilih?
2. Hal-hal apa yang mesti dipertimbangkan seseorang pada waktu membuat pilihan? Apakah Alkitab menawarkan cetak biru untuk membuat pilihan?
Aaron Purkeypile,
Jum’at 4 Desember
Bertakhta di Hati Kita
EKSPLORASI
2 Kor. 3:17, 18
SIMPULAN
Allah menyelamatkan! Inilah kerinduannya. Kerinduan manusia tampaknya bertentangan total dengan hal ini. Ketamakan. Nafsu. Tirani. Puji syukur kepada Allah bahwa Dia bekerja untuk merobahkan ambisi manusia yang berdosa jika manusia itu mau, dengan tuntunanNYA, mencari dan mengikut DIA. Kemudian ketamakan itu menjadi uang yang diperlukan untuk memajukan pekerjaanNYA. Nafsu dihapuskan menjadi kasih akan Allah dan ciptaanNYA; dan tirani tak bisa bertakhta. Oh, untuk kekuatan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk mencegah mengikuti jalan Bileam.
PERTIMBANGKAN
■ Analisa bagaimana anda dapat membuat perbedaan bila seseorang hanya menggunakan $25 (atau jumlah yang lebih besar bila anda ingin). Jika anda mampu melakukannya, buatlah perbedaan itu minggu ini.
■ Diskusikan dengan seorang teman atau anggota keluarga perbedaan antara kasih dan nafsu. Kemukakan skenario khusus yang dengan jelas menunjukan hasil melakukan yang satu dibandikan yang lain.
■ Mainkan karakter untuk mengungkapkan kecendrungan mementingkan diri dan menebus sifat-sifat illahi.
■ Lakukan wawancara menanyakan hukum mana yang menjadi prioritas utama bagi orang yang anda wawancarai jika saja dia memerintah dunia ini. Berdasarkan wawancaramu, tentukan apakah orang itu lebih cenderung ke kebebasan atau kendali.
■ Berdoalah Allah akan memberikanmu bukti akan tuntunannya dalam hidupmu. Buatlah catatan harian akan hal-hal yang menunjukan tuntunan itu paling tidak satu minggu.
■ Amati kejadi di alam yang menunjukan kesempurnaan Allah versus akibat dosa.
HUBUNGKAN
Chris Blake, Swimming Against the Current, 53–57, 124–126, 157–160.
The lyrics for “Our God Reigns” at gospelyrics.blogspot.com/2007/08/our-god-reigns.html
Matthew 6:9–14
Kelly Harden, Los Alamos, New Mexico, U.S.A.
