Monday, 30 November 2009

SSCQ Pelajaran 10 Kwartal IV 2009

SSOKTOBER—DESEMBER 2009

Pelajaran 10 Kwartal 4,28 November—5 Desember 2009

Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra

“Kegilaan” Nabi

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka(1 Tim. 6:10)


Sabbath 28 November

Kau Mau Saya Kerjakan Apa?

PENDAHULUAN

Bilangan. 22:22−35; 1 Kor. 1:20, 21

Pernahkah anda merasa Allah memintamu melakukan sesuatu yang tidak masuk akal? Pernahkah Dia memintamu mengikuti rencana yang aneh, dan anda bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa memuliakan Dia? Seringkali kita menghakimi suatu situasi berdasarkan sudut pandang kita; dan kita menggunakan pengalaman kita, latar belakang, dan intuisi kita untuk menentukan apa yang kita rasakan sebagai jalan yang benar.

Text Box: “Maafkan pak, mohon recehannya,”Dalam banyak kasus, saya menemukan diriku sendiri mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang dipinta Allah, tetapi tidak masuk akal. Kadangkala aku berpikir mungkin inilah yang diinginkan Allah 2000 tahun lalu. Tetapi sekarang, kan berbeda! Jadi saya bertanya kepada diriku sendiri apa yang mesti saya lakukan, dan sering saya merasionalkan apa yang Dia katakan sehingga masuk akal bagiku. Berikut adalah contoh klasik:

Baru-baru ini saya terbang ke Jamaica untuk mengunjungi tempat indah ini. Rasanya jauh sekali dari airport ke tempat menginapku. Hari yang panas sewaktu kami berputar di jalan yang sempit di padang berumput hijau. Kecapekan menyetir, kami berhenti diwarung buah untuk membeli makanan dan meluruskan kaki. Keluar dari van sempit dan panas kami, saya menggosok mata mengusir silau terik matahari. Pada waktu mataku menyesuaikan diri, saya melihat seorang gelandangan mengarah kepadaku. “Maafkan pak, mohon recehannya,” dia menghiba. Sekarang saya cukup sadar bahwa Allah memintaku memberi kepada orang miskin ini, tetapi saya berpikir, Tetapi, maksud Tuhan padaku adalah Dia hanya ingin saya menolong orang miskin yang mau menolong dirinya sendiri. Saya tidak boleh memberikan uang kepada setiap pengemis, karena tentu saja, dia bisa membeli alkohol dengan uang itu. Jadi saya katakan kepada gelandangan itu, “Maaf saya tidak punya uang Jamaica.”

Walaupun Allah mungkin mengirimkan kita melakukan hal tidak logis, Dia tahu hal baik yang dapat dihasilkan untuk itu. Ya, tampaknya aneh; tetapi Allah hanya dapat memanggil kita untuk mengikuti jalanNYa. Dia akan melakukan yang lainnya. Buku 1 Korintus 1:20,21 mengingatkan kita bahwa kebijaksanaan Allah melampaui semua pemikiran kita tentang “masuk akal”. Sementara anda membaca cerita Bileam minggu ini, ingatlah walaupun kita tidak mengerti rencana Allah, kita dapat menjadi sepotong pemecahan misteri dari gambar yang besar dan rinci.

RoyLyn Palmer-Coleman, Paradise, California, U.S.A.


Minggu 29 November

Apakah Keledai Benar-benar bisa Bicara?

BUKTI

Kejadian 3:1−7; Bilangan 22:22−35; Wahyu. 12:9

Bileam adalah salah satu dari sedikit nabi non-yahudi yang memberikan nubuat tentang Israel. Bileam adalah pilihan Balak untuk mengucapkan kutukan kepada bangsa Yahudi; tetapi Allah hanya mengizinkan dia mengucapkan berkat. Dalam perjalanan untuk bertemu Balak, satu malaikat membuat keledainya berbicara melawan perlakuan kejam yang diterimanya.

Text Box: Hanya ada dua kali dalam Alkitab tertulis hewan berbicara Tiga kali keledai itu mencoba mundur dari malaikat yang menghalang jalan, dan tiga kali Bileam menyiksa keledainya. Pada waktu keledai itu berbicara kepada Bileam, terlihatlah hati Bileam yang sebenarnya. Ini adalah keledai yang sama yang selalu digunakannya untuk melakukan perjalanan, tetapi Bileam mengutuknya. Bileam kehilangan kepercayaan kepada keledainya sama seperti dia kehilangan kepercayaan kepada Allah. Allah yang sama yang telah mengatakan kepada Bileam untuk pertama kali tidak pergi ke Balah adalah Allah yang sama yang tidak dipercayainya, dan kemudian melakuan kehendaknya sendiri.

Hanya ada dua kali dalam Alkitab tertulis hewan berbicara. Yang pertama ditemukan di Kejadian 3, suatu cerita Hawa ditipu ular. Wahyu 12:9 meneguhkan bahwa ular itu adalah Setan. Dalam kisah itu, Satan berbicara melalui hewan untuk menggoda Hawa dengan memutar balikan kata-kata Allah. Kisah kedua tentang hewan berbicara terjadi di Bilangan 22, ditempat kita temukan kisah Bileam dan keledainya.

Terdapat ironi yang besar dalam kedua kejadian ini, pada keduanya ada perlawanan yang besar kepada Allah dan perintah khususnya. Ular dalam buku Kejadia menipu Hawa. Di Bilangan 22:22, malaikat dikirimkan untuk menentang Bileam. Kata Ibrani untuk melawan/menentang adalah satan. Kata ini digunakan di Bilangan 22:22 dan Wahyu 12:9.

Dalam kasus Bileam, tentu saja, bukan Setan yang berdiri di jalan itu tetapi malaikat Tuhan. Allah tidak menggunakan malaikat untuk menghalangi Bileam, karena dia telah memutuskan untuk mengikuti kehendaknya sendiri. Bileam menentang rencana Allah untuk memberkati orang Israel.

Hanya beberapa saat setelah kejadian itu, Bileam menyampaikan berkat tiga kali kepada orang Israel. Sejarah tidak ramah kepada Bileam karena dia dirujuk dalam 2 Petrus 2:14-16 dan Wahyu 2:12-14. Dia akan selalu diingat sebagai seseorang yang mau melakukan apapun demi uang.

REAKSI

“Keledai bicara” apa yang digunakan Allah dalam hidupmu untuk membuatmu berbalik pada waktu anda berjalan di jalan yang salah?

Jenni Glass, Overland Park, Kansas, U.S.A.


Senin 30 November

Nabi berkonflik

LOGOS

Bilan. 22, 23, 24; Ulang. 1:30; 20:4; Matt. 15:14; 1 Kor. 2:14; 2 Pet. 2:12−16; Wahyu. 3:17, 18

Nabi dengan hati terbagi (Bilangan 22; 2 Pet. 2:14-16)

Bileam merupakan karakter yang menarik dalam buku Tuhan. Dia adalah nabi yang berbicara denga Allah yang benar, tetapi bukan orang Israel. Dia adalah orang yang penuh konflik—secara simultan ingin menyenangkan Allah disatu sisi, tetapi lebih ingin memuaskan ego dan ketamakannya disisi lain. Lebih lanjut, dia punya keledai yang berbicara kepadanya. Unik? Mungkin, tetapi mungkin lebih seperti kita daripada pertamakali muncul.

Text Box: Bukankah kita juga sama seperti Bileam? Sayangnya Bileam, percobaannya dengan pembenaran diri segera berakhir sebelum terlampau jauh dalam kisah itu. Satu hal yang unik tentang Allah ialah Dia tidak mau berbagi TahtaNya dengan yang lain (Keluaran 20:3). DIA tidak hidup di kuil sama seperti berhala lain. Keunikan itu memberikan kesulitan bagi Bileam, karena dia cinta “upah ketidak benaran” (2 Pet. 2:15). Ketamakan menggeregoti hatinya, dan Bileam mesti memilih illah mana yang akan dipatuhi, karena Yesus mengatakan, “Tak ada pelayan yang dapat melayani dua tuan . . . . .kamu tidak dapat melayani Allah dan uang” (Lukas 16:13).

Apakah kita pernah berpikir seperti Bileam, sehingga kita dapat melakukan banyak hal dengan cara kita dan melayani Allah pada waktu yang sama?

Kebiasaan Dosa yang tak dikalahkan akan Menguasaimu (Bilangan 23; Titus 3:3-8).

Fakta bahwa Allah berbicara kepada Bileam dalam mimpi dan khayal menyiratkan dia mempunyai suatu hubungan khusus yang signifikan. Apa yang kita ketahui tentang Allah adalah Dia menerima kita sebagaimana kita ada (Titus 3:3-5). Dia rindu melakukan apapun yang dapat dilakukanNYA untuk membantu kita mencampakan kebiasaan berdosa kita yang jika tidak dibuang akan membinasakan kita. Tidak terkecuali juga Bileam. Jadi pada awal hubunganNYA dengan Bileam, kita merasa yakin Allah tahu akan masalah ketamakannya. Kita merasa yakin Allah telah menggedor dan menarik-narik hati Bileam. DIA menginginkan Bileam merasakan komitmen kebebasan total, kebebasan keselamatan melalui kasih karunia.

Bileam menolak untuk mencabut dosa yang telah berakar dalam kehidupannya. Ganti mendengar Roh Kudus, dia menggunakan logika, beralasan, dan menolak DIA sampai permasalahan ketamakan tumbuh menjadi gulma raksasa yang memenuhi kebun hatinya (Yehuda 1:11). Pada saat delegasi dari Balak tiba, menawarkan harta berlimpah, penghargaan dan kehormatan, Bileam telah siap melakukan apa yang telah beberapa saat dikatakan oleh hatinya. Akibat dosa yang tidak diselesaikan berakhir ke akhir yang amat mengecewakan.

Bagaimana kita memecahkan masalah dosa dalam hidup kita?

Bagaimana tidak mencintai Kebohongan (2 Tes. 2:9-11; Wahyu 2:14).

Hal menarik tentang Bileam adalah pengakuannya yang membuatnya mencari kehendak Allah. Kenapa dia sedemikian pedulinya dengan apa yang diinginkan Allah pada waktu dia ingin melakukan apa yang diinginkan hatinya? Kenapa Dia selalu terus menerus menekan Allah untuk jawaban yang berbeda pada saat dia sudah mengetahui apa kehendak Allah? Mungkin Bileam sama seperti kebanyakan kita. Dia suka merasa bahwa dia setuju dengan Allah, tetapi dia masih tetap menginginkan apa yang diinginkannya. Bukankah kita juga sama seperti Bileam?

Rasul Paulus mengatakan kepada kita bahwa orang-orang akan seperti ini pada zaman akhir. “orang . . harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,” (2 Tes. 2:10-11). Adalah merupakan sifat alami manusia untuk merasa nyaman dengan apa yang kita kerjakan, dan Bileam tidak terkecuali. Dia amat mengenal Allah sehingga ingin hidup menjauh dariNYA, jadi dia memutuskan untuk mengetahui apakah dia bisa merubah Allah menjadi apa yang diinginkannya.

Secara harafiah, Bileam menghidupkan kehidupan legalistik. Dia melakukan secara pas apa yang Allah katakan untuk perintah tertentu. Tetapi, dia melanggar prinsip dasar dari perintah Allah itu. Dia tidak mau mengutuk orang Israel dengan kata-kata (Bilangan 24:12, 13), tetapi kemudian dia berhasil membujuk orang Israel berbuat dosa (Wahyu 2:14). Orang Farisi pada zaman Yesus mempunyai masalah yang sama. Mereka membayar perpuluhan untuk rempah-rempah, tetapi tidak punya masalah berencana membunuh orang lain pada sisi lainnya. Mereka baik dalam melakukan apa yang diperintahkan, tetapi hati mereka tidak mengikutinya. Yesus menegur mereka karena meremehkan prinsip dan melakukan apa yang mereka maui saja (Matius 23:23).

Kerohanian yang tampak baik diluar tanpa hati yang berobah bukanlah kerohanian yang berasal dari Allah. Pada akhirnya, Bileam adalah contoh seseorang yang “pintar memutar balik” maksud Allah sehingga dia merasa nyaman melakukan segala sesuatu yang diinginkannya. Dia tidak mencintai kebenaran, jadi Allah membiarkan dia mempercayai dusta. CeritaNYA adalah peringatan bagi orang yang hidup dalam generari pada saat tak ada yang absolut dan kebenaran dianggap relatif.

Bagaimana kita tahu apakah kita mencintai kebenaran atau tidak? Bagaimana kita merasa pasti?

Kehendak Allah Terlaksana (Bilangan 24)

Terlepas dari tindakan mementingkan diri sendiri Bileam yang langsung masuk ke rencana Allah untuk Israel, Allah merekayasa lingkungan sedemikian rupa sehingga kehendakNYA masih terlaksana. Dia membalikan permintaan Balak untuk kutukan menjadi suatu berkat yang pasti.

Bagaimana Allah membalikan sesuatu dari yang buruk menjadi kebaikan dalam hidupmu?

Steve Allred, Sacramento, California, U.S.A.


Selasa 1 Desember

Dosa Satu Orang

KESAKSIAN

Maz. 81:11, 12

Text Box: Merupakan suatu bahaya untuk mengizinkan sifat non-kristiani hidup di dalam hati “Tuhan berkata kepada Bileam, ‘Jika orang itu datang kepadamu, bangkitlah, dan pergi bersama mereka . . . . . ‘ Sejauh itu Tuhan mengizinkan Bileam untuk mengikuti kehendaknya sendiri, karena dia telah berketetapan untuk melakukan itu. Dia tidak mencari kehendak Allah, tetapi memilih jalannya . . . .Ada beribu-ribu orang saat ini yang mengikuti cara yang sama. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam mengerti akan tugas mereka jika itu searah dengan kecendrungan mereka. Dengan jelas diperlihatkan kepada mereka di dalam Alkitab atau dengan jelas ditunjukan oleh lingkungan. Tetapi karena bukti-bukti ini bertentangan dengan kerinduan dan kecendrungannya, mereka sering mengenyampingkannya dan pergi kepada Tuhan untuk mempelajari tugas mereka. Dengan kesungguhan yang besar mereka berdoa secara panjang dan sepenuh hati untuk mendapatkan penerangan. Tetapi Allah tidak akan terpengaruh olehnya. Dia sering mengizinkan orang-orang seperti itu untuk mengikuti keinginan mereka dan merasakan penderitaan sebagai akibatnya. . ‘Umatku tidak mau mendengarkan suaraKU . . . . jadi AKU menyerahkan kepada nafsu hati mereka: mereka berjalan menurut keinginannya sendiri”(Maz. 81:12,13). Apabila seseorang dengan jelas melihat suatu tugas, janganlah dia merasa ingin datang kepada Allah dengan doa agar dapat diizinkan tidak melakukan hal itu. Dia semestinya, dengan kerendahan hati, roh penyerahan, meminta kekuatan dan kebijaksanan illahi untuk dapat melaksanakan hal itu.”1

“Bileam . . . . telah menerima terang besar dan menikmati keistimewaan khusus, tetapi suatu dosa tunggal yang dipelihara telah meracuni seluruh karakternya dan mengakibatkan kehancurannya. Merupakan suatu bahaya untuk mengizinkan sifat non-kristiani hidup di dalam hati. Satu dosa yang dicintai akan, sedikit demi sedikit, menggerogoti karakter, menarik semua kuasa yang mulia menjadi budak nafsu jahat. Pengabaian akan hati nurani, pemeliharaan sifat-sifat jahat, mengabaikan panggilan illahi, menghacurkan pertahanan jiwa dan membuka jalan bagi setan untuk masuk dan menuntun kita kepada kebinasaan. Satu-satunya jalan adalah mengizinkan doa-doa kita naik setiap hari dari hati yang tulus seperti yang dilakukan Daud, “aku 2

REAKSI

1. Alangkah akan berbeda akhirnya jika saja Bileam menyerahkan dirinya secara menyeluruh kepada Allah?

2. Kenapa anda berpendapat penting untuk menyerahkan kerinduan , mimpi-mimpi, dan tujuan semua orang kepada Allah?

____________

1. Patriarchs and Prophets, p. 440.

2. Ibid., p. 452.

Eileen Neave, Keene, Texas, U.S.A.


Rabu 2 Desember

Tetap Teguh Setia Kepada Tuhan

BAGAIMANA

Bilangan 22; Kisah 5:29

Text Box: Pada akhirnya dia tetap kehilangan uang.Bileam mengingatkan kita akan beberapa ciri-ciri sifat yang akan berguna pada saat menghadapi pencobaan dan tekanan publik. Mari kita praktekan. Anda baru saja mengenal beberapa teman baru. Mereka tahu anda adalah anggota Masehi Advent Hari Ketujuh, tetapi mereka tidak mempunyai ide bagaimana rasanya hidup seperti itu. Teman-teman ini tahu anda membutuhkan uang. Mereka menemukan kesempatan kerja dan mengundangmu untuk ikut serta. Sekolah Menengah Atas mengadakan pertandingan sepak bola setiap Jum’at malam, dan membutuhkan kelompok yang dapat mengumpulkan sampah setelah pertandingan. Bayarannya lumayan untuk kerja hanya dua jam saja. Anda tahu bahwa pekerjaan ini dijadwalkan pada hari khusus yang dijadikan Allah untuk bersama-sama denganmu. Tetapi bagian lain dari otakmu merasionalkan bahwa mungkin OK. Apa yang akan anda lakukan?

Konsulkan dengan Allah. Mencerna benar dan salah adalah langkah pertamamu. Anda mungkin tidak perlu menghabiskan doa yang panjang dan belajar akan hal yang khusus, karena anda tahu Sabat dimulai pada matahari terbenam hari Jum’at, dan anda mesti menyucikannya dengan tidak bekerja. Jadi anda mungkin perlu berdoa bahwa Allah akan memberikanmu kekuatan melakukan apa yang telah anda tahu benar. Situasi lain mungkin tidak akan sejelas ini. Dalam kasus ini, berdoa dan belajar Alkitab akan memberikan pengaruh yang luarbiasa.

Katakan kepada orang lain. Ini adalah langkah yang membuat cerita Bileam terkenal. Pada waktu dia memutuskan apa yang Allah inginkan dia lakukan, dia dengan tegas mengatakan kepada pangeran dan bahkan raja (Bilangan 22:12, 13, 18, 23, 38) bahwa dia mesti mengatakan apa yang difirmankan Allah. Dia tahu pentingnya mengikuti Allah dan risiko melawan Tuhan.

Katakan pada dirimu. Hal ini muncul karena diperlukan. Bileam berkonsultasi dengan Allah dan bahkan mengatakan kepada orang lain apa yang dia percayai, tetapi pada waktu mesti memutuskan, dia memutuskan untuk mengikuti orang Moab kalau-kalu dia bisa mengutuk orang Israel. Dia memikirkan kehilangan uang dan reputasinya sebagai nabi bayaran (Bilangan 22:7). Pada akhirnya dia tetap kehilangan uang.

Jika anda mengetahui apa yang benar, tetap katakan pada dirimu. Dan lakukan. Anda akan menyelamat dirimu dari bahaya. Kisah nyata.

REAKSI

Bagaimana mempunyai uang atau menyenangkan orang lain dibandingkan kisah sukses kehidupan kristianimu. Siapakah yang dipuji Allah karena banyaknya uang yang didapatnya?

Jarrod Purkeypile, Keene, Texas, U.S.A.


Kamis 3 Desember

Apakah Kita Benar-benar Punya Kebebasan Memilih?

PENDAPAT

Bilangan 22:18; 1 Pet. 3:13, 15, 16

Pada waktu utusan Balak datang untuk meminta kehadiran Bileam, Bileam mengatakan sesuatu yang menarik. Bacalah Bilangan 22:18. Dengankata lain, saya tidak dapat melakukan apapun terhadap umat Allah kecuali apa yang dikatakannya mesti saya katakan.

Text Box: Apakah Setan Benar? Kita bersyukur Tuhan telah memberikan kita hak kebebasan memilih. Kita bisa memilih apakah menerima atau menolak Yesus sebagai Penebus. Kita bisa memilih apakah akan mematuhi perintah. Kita bisa memilih apa yang mesti dimakan atau minum. Kita bisa memilih teman-teman kita. Terlepas dari akibatnya, kita tahu Allah mengizinkan kita membuat pilihan. Jadi kenapa Bileam membuat pernyataan ini? Apa yang mungkin mencegah dia mengutuk orang Israel?

Pada waktu Setan memberontak di sorga, salah satu argumennya adalah tentang pilihan. Allah tidak mengizinkan kita memilih patuh atau tidak. Dia mensyaratkan kepatuhan yang buta karena Dia tahu ada sesuatu yang lebih baik bagi kita. Apakah karena alasan itu Bileam tidak bisa mengutuk orang Israel? Apakah Setan benar?

Allah tidak secara sembarangan mengizinkan atau tidak mengizinkan keputusan kita. Bilangan 23:21 mengatakan “Tidak ada ditengok kepincangan di antara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran di antara orang Israel. TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka. Karena kebenaran orang Israel pada waktu itu Allah tidak mengizinkan Bileam mengutuk umatNya.

Ini adalah suatu teladan besar akan apa yang ditulis Petrus dalam 1 Petrus 3:13, 15, 16. Alkitab mengatakan kepada ktia bahwa kita akan menghadapi konflik, tetapi bila kita hidup sesuai dengan apa yang ditulis Alkitab, tak ada satupun yang dapat mengganggu kita selamanya. Apakah itu berarti kita tak dapat dikalahkan? Tidak. Apakah artinya kita tidak bisa mati karena kita memelihara Sabat? Tentu saja tidak. Kepatuhan kita bukanlah pra-syarat untuk menerima perlindungan Allah. Tetapi itu adalah akibat dari dari perlindunganNYA.

Menempatkan diri kita dalam tempat Israel, kita temukan tidak ada apapun yang dapat mengganggu kita secara kekal bila kita hidup sesuai dengan firmanNYA. Cerita Bileam mengajar kita bahwa sementara kita secara fisik bisa dicelakai, tak ada seorangpun yang dapat merobah status keselamatan seseorang.

Kita mempunyai kebebasan memilih, tetapi kebebasan itu tidak mengizinkan kita untuk memerintahkan Allah menyelamatkan atau tidak menyelamatkan orang lain.

REAKSI

1. Perbedaan apa yang dapat dibuat oleh kebebasan memilih?

2. Hal-hal apa yang mesti dipertimbangkan seseorang pada waktu membuat pilihan? Apakah Alkitab menawarkan cetak biru untuk membuat pilihan?

Aaron Purkeypile, Omaha, Nebraska, U.S.A.


Jum’at 4 Desember

Bertakhta di Hati Kita

EKSPLORASI

2 Kor. 3:17, 18

SIMPULAN

Allah menyelamatkan! Inilah kerinduannya. Kerinduan manusia tampaknya bertentangan total dengan hal ini. Ketamakan. Nafsu. Tirani. Puji syukur kepada Allah bahwa Dia bekerja untuk merobahkan ambisi manusia yang berdosa jika manusia itu mau, dengan tuntunanNYA, mencari dan mengikut DIA. Kemudian ketamakan itu menjadi uang yang diperlukan untuk memajukan pekerjaanNYA. Nafsu dihapuskan menjadi kasih akan Allah dan ciptaanNYA; dan tirani tak bisa bertakhta. Oh, untuk kekuatan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk mencegah mengikuti jalan Bileam.

PERTIMBANGKAN

Analisa bagaimana anda dapat membuat perbedaan bila seseorang hanya menggunakan $25 (atau jumlah yang lebih besar bila anda ingin). Jika anda mampu melakukannya, buatlah perbedaan itu minggu ini.

Diskusikan dengan seorang teman atau anggota keluarga perbedaan antara kasih dan nafsu. Kemukakan skenario khusus yang dengan jelas menunjukan hasil melakukan yang satu dibandikan yang lain.

Mainkan karakter untuk mengungkapkan kecendrungan mementingkan diri dan menebus sifat-sifat illahi.

Lakukan wawancara menanyakan hukum mana yang menjadi prioritas utama bagi orang yang anda wawancarai jika saja dia memerintah dunia ini. Berdasarkan wawancaramu, tentukan apakah orang itu lebih cenderung ke kebebasan atau kendali.

Berdoalah Allah akan memberikanmu bukti akan tuntunannya dalam hidupmu. Buatlah catatan harian akan hal-hal yang menunjukan tuntunan itu paling tidak satu minggu.

Amati kejadi di alam yang menunjukan kesempurnaan Allah versus akibat dosa.

HUBUNGKAN

Chris Blake, Swimming Against the Current, 53–57, 124–126, 157–160.

The lyrics for “Our God Reigns” at gospelyrics.blogspot.com/2007/08/our-god-reigns.html

Matthew 6:9–14

Kelly Harden, Los Alamos, New Mexico, U.S.A.

Friday, 20 November 2009

SSCQ Pelajaran 9 Kwartal IV tahun 2009


SSCQ OKTOBER—DESEMBER 2009
Pelajaran 9 Kwartal 4, 21—28 November 2009
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra


Dosa Musa dan Harun

Naiklah ke puncak gunung Pisga dan layangkanlah pandangmu ke barat, ke utara, ke selatan dan ke timur dan lihatlah baik-baik, sebab sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi” (Ulangan 3:27).






Sabbath 21 November
Kulakukan Dengan Caraku
PENDAHULUAN
Bilangan 20:1-13

           
Lagu Frank Sinatra “My Way” (caraku) mencapai puncak tangga lagu tahun 1960 dan tetap populer sampai saat ini.  Kata-katanya persis sama seperti dosa Musa: “Kulakukan dengan caraku.”  Mariam kakak Musa baru saja meninggal.  Orang Israel sekali lagi memberontak kepada Allah dan berteriak untuk kembali ke Mesir.Musa, kesal dengan persungutan mereka, melakukan dengan caranya sendiri, sebagai ganti mematuhi perintah Allah untuk berbicara kepada batu, Musa memukul batu itu dengan tongkatnya.  Hal yang menarik dari cerita ini adalah Allah tetap mengirim air keluar dari batu walaupun Musa tidak patuh.  Panjang sabar dan keadilan Tuhan terlihat.  Gantinya mempermalukan Musa dan memberikan para persungut itu alasan lain kenapa mereka mesti kembali ke Mesir, air keluar dari batu dan membasuh dahaga orang yang baik, jahat, dan juga hewan lainnya.
Keadilan mesti ditegakan. Musa dan Harun dihukum karena memukul batu gantinya berbicara kepadanya.  Mereka tidak lagi diizinkan untuk memimpin orang Israel masuk ke Kanaan.  Mereka mesti ikut berjuang 40 tahun di padang gurun, memimpin umat yang suka bertengkar, bersungut, dan mengomel, sementara memandang ke depan untuk Tahan Perjanjian.  Tetapi dengan satu tindakan gegabah, mereka membatalkan kesempatan untuk memimpin umatnya masuk ke tanah yang dijanjikan Allah dengan sumpah kepada mereka.  Keistimewaan itu mesti diberikan kepada orang lain.
Suatu harga yang mahal sekali untuk suatu ketidak patuhan.  Bagi yang banyak diberikan terang, banyak juga yang dituntut.  Musa telah mengalami banyak perjalanan dan pembicaraan dengan Allah sebagai pemimpin umat Allah.  Bagaimana seandainya dia berbicara kepada batu itu?  Orang Israel telah tahu bahwa Allah dapat mengirimkan air dari batu yang dipukul—tetapi bicara ke batu?  Siapa yang pernah mendengar hal seperti itu?  Jika saja saat itu Musa dan Harun fokus kepada kemuliaan Allah gantinya frustasi mereka, tujuan Allah dapat diperlihatkan dihadapan orang Israel.  Seberapa besar lagi iman orang itu dapat bertumbuh jika saja pemimpin mereka tidak bertindak seperti umat yang dipimpinnya.
Sementara anda belajar minggu ini, pikirkan pentingnya mematuhi perintah Allah—dan kasih karuniaNYA jika kita tidak.

REAKSI
            1. Pernahkah anda melakukan sesuatu dengan cara anda gantinya cara Allah?  Apa hasilnya?  Seberapa berbedanya?
            2. Bagaimana anda merasa yakin telah mengikuti jalan Allah?

Kristi Geraci, Belgrade, Montana, U.S.A.





Minggu 22 November
Rencana Keselamatan
LOGOS
Bilangan 20; 21; Yohn 3:14, 15; Yakobus 4:4–15

Masuknya Dosa (Amsal 29:23)
            Orang Israel memerlukan makanan dan air.  Pada sampai di Kades, mereka tidak menemukan satupun.  Ini bukanlah kali pertama mereka tidak menemukannya.  Lihat Keluaran 15:22-25; 17:1-7; dan Bilangan 20:8. 
            Pada waktu Musa sujuk dihadapan Allah, Allah memberikannya kebijaksanaan.  Pada waktu Musa tidak menurut perintah Allah, dia dihukum mati di padang belantara.  Sebelum dia memukul batu, dia mengambil kredit untuk apa yang akan terjadi: “apakah KAMI harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” (Bilangan 20:10 huruf besar untuk mempertegas Red.).  Ketidak patuhan ini, pemberontakan ini berarti Musa akan mati tanpa melihat Tanah Perjanjian.

Musa Mencari Jalan (Bilangan 21:4)
            Musa tidak punya alasan untuk tetap maju; tetapi dia memfokuskan pikirannya ke Tanah Perjanjian untuk mengantar umatnya kesana.  Tetapi, Edom ada di depan, dan Edom tidak mempercayai Israel.
            Israel dinamakan sesuai nama nenek moyang mereka, Yakub, yang diganti namanya jadi Israel oleh Yesus.  Edom juga punya nenek moyang yaitu Esau, saudara kembar Yakub.  Yakub dan tentu saja Israel diketahui telah menipu Esau, dan Edom telah belajar dari pengalaman masa lalu untuk tidak mempercayai Israel.  Musa berjanji Israel tidak akan mengganggu Edom pada waktu lewat, tetapi mereka tidak diberi izin untuk lewat.
            Israel tidak perlu bertempur dengan Edom untuk lewat.  Musa mengambil jalan yang lain (Bilangan 21:4).  Demikian pula, kita tidak perlu mencari jalan sendiri ke sorga setelah berdosa.  Kristus mencarikan jalan yang lain.  Dia mencarikan jalan untuk memenangkan perang bagi kita, dan oleh bilur-bilurnya kita disembuhkan (Yesaya 53:5).

The Power of Forgiveness (James 4:7−10)
            It was now time for Aaron to say goodbye to the rest of the travelers. However, as he was drawing close to death, certain rebellions came to mind, most notably, the golden calf (Exodus 32). Aaron must have been worried about his salvation, but God was not. “All their
Kuasa Pengampunan (Yakobus 4:7-10)
            Sekarang waktunya bagi Harun untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pengembara.  Tetapi, pada waktu menjelang ajal, dia teringat dengan suatu pemberontakan, yang paling utama, lembu emas (Keluaran 32).  Harun kuatir akan keselamatannya, tetapi tidak dengan Allah. “Semua kuasa mereka (Musa dan Harun) telah dikembangkan, diangkat, dan ditinggikan oleh persekutuan dengan yang Maha Kekal.  Hidup mereka telah dihabiskan dengan pekerjaan yang tidak cinta diri bagi Allah dan bagi bangsanya;  cahaya muka mereka memberikan bukti . . . . . . . . keteguhan dan kemuliaan tujuan.*
            Apakan anda melihat hal-hal luarbiasa yang dikatakan tentang Harun pada akhir hayatnya?  Bacalah Yakobus 4:7-10.  Jika Harun mempunyai Perjanjian Baru waktu itu, kata-kata Yakobus pastilah akan menjadi kata-kata inspirasi bagi imam yang tua dan lelah.
            Dalam Alkitab, berita buruk selalu diikuti oleh berita baik.  Harun orang berdosa.  Allah mengampuninya.  Bacalah kabar buruk di Roma 3:23, dan kemudian bacalah kabar baik di ayat 24 yang mengikutinya.

Kristus Menjadi Ular bagi Kita? (Yoh. 3:14, 15; Roma 6:10)
            Dari Kejadian sampai Wahyu, ular mewakili Setan.  Karena itulah cerita dalam Bilangan 21 ini membingungkan.  Pada waktu orang Israel melanjutkan dosa persungutan di dekat Edom ular tedung (berbisa) mulai menggigit mereka dan banyak yang mati.  Mereka mengakui kesalahan mereka dan datang ke mediator, Musa, minta tolong.  Kemudian ceritanya mengarah ke yang aneh.  Seekor patung ular tembaga diangkat dan semua mata memandangnya.  Mereka yang memandang akan segera sembuh.
            Ular berbisa ganas adalah akibat dosa,  ular tembaga itu adalah Kristus.  Kristus merendahkan diriNya sendiri, sehingga kita dapat mengangkatNYA pada waktu Dia mengambil akibat dosa-dosa kita.  Tidak ada satupun agama lain yang Allahnya menjadi manusia untuk membantu manusia.  Jangan pernah lupa seberapa hebatnya hal ini.

Menang Dalam Yesus (Roma 13:11, 12; 1Yohanes 1:9)
            Setiap orang tua tahu seberapa sering mereka mengatakan kepada anak-anaknya bahwa mereka “terlampau banyak mengeluh”.  Israel adalah anak itu.  Mereka juga mempunyai dosa yang sepantasnya diterima, pemberontakan, revolusi, dan ketidak percayaan yang tidak perlu.  Kenapa Allah masih mau terus mendorong mereka maju ke Tanah Perjanjian?  Bacalah pengampunanNYA dalam Roma 3:24 dan 1 Yohanes 1:9
            Orang Israel telah melewati waktu-waktu yang sulit, tetapi mereka juga telah melihat banyak keajaiban Tuhan.  Pada waktu “mengembara” menjauh dari Mesir, mereka berjalan semakin dekat dengan Tuhan.  Israel adalah “gereja yang militan” (termasuk tiga kemenangan utama yang dibaca di Bilangan 20, 21) dan telah menjadi “gereja yang menang”.  Segera setelah kemenangan di Kanaan bagian selatan, orang Amori, dan penduduk Basan, mereka berkemah di tepi sungai Yordan, siap mengambil apa yang jadi milik mereka.  Mediatasikan kata-kata Rasul Paulus di Roma 13:11, 12.  Apakah kita sebagai gereja siap untuk bangkit dan menjadi “gereja pemenang”?  Semua kita telah berdosa, tetapi Kristus menemukan jalan untuk menyelamatkan kita.  Dia menawarkan diriNYa sendiri sebagai tebusan.  Dia menawarkan kepada kita pengampunan, dan memberikan kita kemenangan yang utuh.

 

REAKSI

            1. Kenapa batu itu tetap mengeluarkan air, padahal Musa melanggar perintah Tuhan?

Bagaimana cara gereja menjadi militan?  Bagaimana gereja bisa jadi pemenang?

____________
*Patriarchs and Prophets, p. 425.

Phil Vecchiarelli, Kinlichee, Arizona, U.S.A.




Senin 23 November
Seberapa Jahat “Keberdosaan Dosa”?
KESAKSIAN
Yakobus 4:7

            “Sejarah orang Israel dicatat untuk menjadi pengajaran dan peringatan bagi generasi mendatang.  Semua manusia masa depan mesti melihat Allah Yang Maha Kuasa, akan mengadili dosa.  Tetapi hanya sedikit yang menyadari keberdosaan yang luar biasa dari dosa.  Manusia menyombongkan dirinya sendiri mengatakan bahwa Allah terlampau baik untuk menghukum para pelanggar.  Tetapi dalam terang sejarah Alkitab jadi jelas bahwa kebaikan Allah dan kasihNya membuatNYA menghadapi dosa sebagai kejahatan fatal bagi kedamaian dan kebahagiaan alam semesta.”1
            Dalam era “pengampunan” dan “toleransi,” kadang sulit untuk menangkap konsep “keberdosaan luarbiasa dari dosa.”  Tetapi dalam kebaikan dan belas kasihanNYA, Allah juga telah menyediakan “cerita berikutnya,” seperti yang dikatakan oleh komentator berita Paul Harvey.
            “Tak ada yang mesti kita takutkan untuk masa depan kecuali kita lupa bagaimana Tuhan telah menuntun kita.”2
            “Allah telah membuat persyaratan sederhana umatNYA; jika mereka bergantung kepada kekuatanNYA, mereka tidak akan pernah jadi bulan-bulanan lingkungan.  Pencobaan terbesar sekalipun tidak bisa menjadi alasan untuk berdosa.  Seberapa besarpun tekanan kepada jiwa, pelanggaran adalah tindakan kita sendiri.  Bukanlah kuasa dunia ataupun neraka untuk menekan seseorang melakukan kejahatan.  Setan menyerang kelemahan kita, tetapi kita tidak boleh kalah.  Seberapa parah dan tak terduganya serangan, Allah telah menyediakan bantuan bagi kita, dan dalam kekuatanNYA kita bisa mengalahkan pencobaan.”3
            “Bertekadlah untuk menjadi murid yang setia dalam sekolah Kristus, belajar setiap hari untuk menyesuaikan hidupmu dengan Pola Illahi.  Arahkan wajahmu ke sorga, dan maju terus ke panggilan tertinggi Yesus Kristus.  Berlombalah dalam perlombaan Kristen dengan kesabaran, dan berada diatas semuat pencobaan, seberapa pedihpun itu, yang mungkin datang kepadamu.  Lawanlah si jahat, dan dia akan lari daripadamu.  Mendekatlah kepada Allah; dan jika kerinduanmu adalah naik satu tangga, anda akan menemukan tanganNYA menjulur membantumu.”4

REAKSI
            1. Kenapa kita mesti peduli dengan pelanggaran Musa beribu tahun lalu?  Apa “moral” cerita itu untuk hidup kita saat ini?
            2. Jika kita tahu “akhir cerita” dari pertempuran antara yang baik dan yang jahat, bagaimana hal itu dapat merobah hidupmu saat ini?
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 420.
2. Testimonies to Ministers and Gospel Workers, p. 31.
3. Patriarchs and Prophets, p. 421.
4. Sons and Daughters of God, p. 79.

Twyla Geraci, Belgrade, Montana, U.S.A.





Selasa 24 November
Dua Pukulan dan Anda Keluar
BUKTI
Bilangan  20:8, 11

Dalam Bilangan 20, kita temukan pemimpin yang lelah dari kelompok yang tak tau terimakasih diberi pencobaan yang lain.  Musa telah memimpin mereka dibawah perintah Allah selama 40 tahun.  Dia dengan sabar telah menghadapi semua keluhan mereka, seringkali membuatnya frustasi dihadapan Allah untuk mereka.
Sekarang orang-orang itu kembali menghadap dia dan Harun.  Mereka merasa Allah telah menuntun mereka ke tempat yang sulit, dan menginginkan minuman untuk mereka dan ternaknya yang kehausan.  Tak heran Musa dan Harun jadi marah.  Tetapi gantinya marah karena Allah telah dihina, mereka marah karena semua yang mesti mereka tanggung.  Gantinya mengikuti perintah Tuhan dalam hal ini, mereka membiarkan amarah mereka dan ketidak sabarannya menguasai mereka.  Kelemahan ini berakibat fatal bagi mereka.
Musa dan Harun “telah dikalahkan oleh pencobaan yang tiba-tiba, dan mereka langsung menyesal dan bertobat.  Tuhan menerima pertobatan mereka, tetapi karena bahaya dosa mereka bisa berakibat buruk bagi orang Israel, Dia tidak bisa menghapuskan hukuman.”*
Banyak pemimpin setia gereja kita telah dikritik dan diomeli karena tetap berpegang pada perintah Allah.  Kita anggota (sama seperti orang Israel kuno) mudah sekali mengambil pendapat orang ramai dan sampai kepada kesimpulan yang bertentangan dengan nasehat Allah.  Kita kemudian mengharapkan para pemimpin untuk melaksanakan tuntutan kita terlepas dari keyakinan mereka ataupun nasehat Roh Kudus.
Dapatkah anda memikirkan contoh kepemimpinan lainnya yang menyerah kepada tekanan? Harun melakukannya pada awal perjalanan mereka, pada waktu orang ramai memintanya membuat berhala pada waktu Musa berada di gunung.  Pilatus tidak mau menyalibkan Yesus, tetapi dia takut menghadapi orang ramai yang menuntut kematian Yesus.  Bukankah menjadi menarik untuk mencari tahu, pada hari penghakiman, seberapa banyak pemimpin yang telah telah kalah karena tekanan orang yang mereka pimpin?
Walaupun begitu,  Allah mengharapkan mereka yang telah dipilihNYA sebagai pemimpin, untuk tetap teguh pada prinsip tak peduli bagaimanapun tekanannya.  Sebagai anggota, adalah suatu panggilan positif untuk mencari perintah Allah dan selalu mematuhi kehendakNYA, sehingga kita bisa menjadi penopang bagi pemimpin gantinya jadi batu sandungan.

REAKSI
Apa yang bisa kita tarik dari Ibrani 13:17?   Bagaimana kejadian di Meribah bisa berbeda jika saja orang Israel mengikuti nasehat ini?
____________
*Patriarchs and Prophets, p. 419.

Danny Williams, La Vida Mission, New Mexico, U.S.A.


Rabu 25 November
Kenapa Allah Marah
BAGAIMANA
Bilangan 20

Pada waktu membaca Alkitab, saya sering merenungkan pertanyaan “Kenapa?”  Kenapa Allah melakukan itu?  Kenapa responnya seperti itu?  Jadi hari ini mari kita diskusikan “kenapa?” agar mempelajari sesuatu tentang Allah dan diri kita juga.
Bacalah Bilangan 20 dalam terjemahan yang lain dari yang biasa anda baca.  Kadang ini hal ini memecahkan moda “saya telah mendengar cerita itu berjuta kali” dan memberikan kita perspektif yang lebih segar.
Sementara membaca, letakan diri anda sebagai karakter cerita itu.   Dalam Bilangan 20:1 kita pelajari Mariam baru mati.  Kemudian kita baca bahwa orang-orang mengeluhkan air kepada Musa.  Kita perlu bertanya, bagaimana rasanya mengetahui Mariam baru meninggal.  Bagaimana rasanya berada di gurun tanpa air?  Tidakah kita takut?  Tetapi Tuha telah mengatasi persoalan yang mirip di masa lau.  Anak-anak Israel mempunyai kesempatan yang hebat untuk melihat penjagaanNYA sehingga pada waktu ini mestinya mempercayai Dia.  Bagaimana perasaan Allah menghadapi keluhan mereka?
Pelajari ayat untuk bukti keadilan Allah dan belas kasihanNYA bukan hanya untuk individu dalam cerita, tetapi juga untuk kesejahteraan jangka panjang orang Israel, perintah akan bangsa-bangsa disekeliling mereka, dan bahkan alam semesta.  Buatlah diagram untuk membantumu.  Pada salah satu sisi tulisakan kenapa tampaknya tindakan Allah tidak adil, dan bagi siapa.  Pada sisi satunya, tuliskan kenapa tindakan Allah adil, dan siapa yang diuntungkan.  Pertimbangkan hal berikut: (a) Kenapa konsekuensinya sedemikian kejamnya untuk satu dosa ini?  Apakah Allah memperlakukan pemimpin berbeda dari umat yang dipimpin? Kenapa? (Bacalah buku Para Nabi dan Bapa, bab 37). (b) Apakah umat itu belajar mempercayai Allah?  Pada bab berikutnya mereka kembali mengeluh.   Bacalah Bilangan 21:5.  Apakah kita mengeluh bila apa yang disediakan Allah berbeda dari apa yang kita inginkan?  Bagaimana Allah mencoba untuk membantu orang Israel mengembangkan kepercayaan?  Kenapa penting bagi mereka untuk mendemonstrasikan kepercayaan mereka kepada bangsa-bangsa disekitar mereka?
Kembali dan kembali lagi, Allah memberikan akibatnya, dan kembali lagi dan lagi, Dia mengampuni dan menyembuhkan.  Teladan pemberontakan di padang belantara ini mengajarkan kita seriusnya ketidak patuhan.  Juga memberikan teladan yang indah akan kasihNya dan penjagaanNYA  akan kebutuhan terbesar kita—pengampunan dosa dan pendamaian dengan Dia.

Gayle Smith, La Vida Mission, New Mexico, U.S.A.


Kamis 26 November
Tak Ada Alasan
PENDAPAT
Keluaran  32:7−11; Bilangan  20:9−12

            Orang Israel menjadi tidak masuk akal lagi.  Tidak heran Musa dan Harun yang tua, sesabar-sabarnya mereka selama bertahun-tahun ini, telah kehilangan kesabarannya.  Tetapi tidak ada satu katapun Allah katakan tentang pemberontakan orang-orang ini, walaupun Dia telah sering mengatakannya di masa lalu.  Sekarang semua pendekatannya tergantung kepada kedua pemimpinNYA yang, dalam momen kemarahan, telah berbicara dengan keras sekali ke pada orang-orang yang keras kepala ini.
Sementar Harun mempunyai catatan kelemahan dalam kepemimpinannya, Musa belum pernah sebelumnya gagal dengan orang Israel sampai saat ini.  Dengan setiap masalah, dia telah berpaling kepada Allah sebagai empunya masalah yang telah ikut serta dalam memimpin orang Israel ke Tanah Perjanjian.  Pada waktu Allah dengan marahnya mengatakan kepada Musa “bangsamu yang telah kau bawa keluar dari Mesir,” Musa mengingatkan Tuhan, “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?” (Keluaran 32:7).
Allah menginginkan umatNya menyadari bahwa Dialah pemimpin mereka dan Musa hanyalah hambaNYA, mengikuti perintahNYA.  Musa telah setia mengakui ini sebelumnya dihadapan umatnya.  Sampai sekarang. “apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”  Musa berteriak kepada orang ramai, dan dengan melakukan itu secara terbuka menyatakan bertanggung jawab akan kepemimpinan kepada mereka (Bilangan 20:10).
Dalam waktu-waktu kelemahan ini, Musa tidak melakuan apa yang menjadi saksi bahwa Allah adalah pemilik dan pemimpin.  Jika Allah tidak bertindak dengan tegas dengan kegagalan ini, umatNYA akan merasakan bahwa provokasi besar ini merupakan alasan untuk berdosa.  Jika ya, tidak akan ada gunanya Yesus mati.  Dengan rendah hati, Musa mengakui keadilan hukumannya.  Tidak ada yang bisa mengatakan Allah pilih kasih.  Dosa sedemikian mengerikannya, bahkan kesalahan kecil dalam kesabaran mempunyai akibat jangka panjang.  Sementara Allah dengan terbuka mengampuni Musa dan Harun, Dia tidak bisa menghapus dosa mereka.  Alangkah hebatnya berkat yang telah dijanjikannya bahwa Dia tak akan menghianati kita, Dia selalu siap setiap hari untuk melepaskan kita dari kuasa si jahat.

REAKSI 
            1. Jika Musa secara terus menerus membutuhkan kasih karunia Allah, seberapa besar juga kita mesti bergantung kepadaNYA untuk menuntun kita?
            2. Apa ayat favoritmu yang mendorongmu tentang kuasa Allah yang menjagamu dari pencobaan?

Cheryl Woolsey Des Jarlais, Ronan, Montana, U.S.A.


Jum’at 27 November
Bersyukur dan Patuh
EKSPLORASI
Bilangan 20:15, 16

SIMPULAN

Apakah merupakan sifat manusia untuk hanya mengingat hal-hal buruk yang telah terjadi dalam hidupnya?  Orang Israel tentu saja mendemonstrasikan pemikiran seperti itu.  Setelah semua yang dilakuan Allah untuk mereka, mengeluarkan mereka dari Mesir dan menjaga mereka selama di padang gurun, mereka cepat protes bila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan mereka.  Seperti anak nakal, mereka mengeluh.  Musa dan Harun mencoba menjadi orang tua yang baik, berpaling kepada Allah untuk jawaban.  Tetapi, mereka akhirnya kehilangan kesabaran dengan anak-anak itu, dan dengan biaya yang besar sekali.  Allah layak mendapat ucapan syukur dan kepatuhan untuk semua yang telah diberikanNYA.

PERTIMBANGKAN

■    Buatlah peta jalan yang dituliskan dalam Bilangan 20 dan 21.  Hitunglah jarak ekstra yang disebabkan tidak diberikan izin lewat orang Israel oleh Edom.
■    Bandingkan dan kontraskan tindakan yang diambil oleh Israel terhadap Edom dan terhadap Kanaan.  Kenapa tindakan yang berbeda?
■    Tulis atau email seseorang dalam hidupmu yang telah bertengkar dengan anda, mengingat walaupun Allah tidak membuang akibat tindakan Musa dan Harun, Dia mengampuni mereka.
■    Mainkan peran Musa dalam pembicaraan dengan Allah setelah memukul batu langsung gantinya bicara dengannya.
■    Wawancara seseorang yang anda anggap menjadi tiang di gereja atau hidupmu.  Tanyalah orang itu bagaimana dia menghadapi pencobaan dan patuh dalam hidupnya.
■    Renungkan seberapa beruntungnya anda yang punya makanan dan air dihadapanmu tetapi kadang anda masih punya masalah untuk mematuhi Allah.
■    Pelajari lingkungan padang belantara Sinai di ensiklopedia atau komentar alkitab.  Cobalah untuk membayangkan kelompok masyarakat besar yang mesti hidup dalam situasi seperti yang dihadapi orang Israel, bila Tuhan tidak menyediakan kebutuhan mereka.

HUBUNGKAN

Mazmur 78:17–55.
Patriarchs and Prophets, chapters 37, 38.

Lynette Georgeson, Spokane, Washington, U.S.A.