SSCQ OKTOBER—DESEMBER 2009
Pelajaran 8 Kwartal 4, 14—21 Nopember 2009
Diterjemahkan Oleh: Glenn Simanjuntak
Para Imam dan Orang Lewi
“Tuhan berfirman kepada Harun: ‘Di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan tidak akan beroleh bagian di tengah-tengah mereka; Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel.’” Keluaran 18:20

Sabat 14 November
“Simon Mengatakan”
PENGANTAR
Keluaran 9:15-23
Permainan “Simon Mengatakan” adalah salah satu permainan kesukaan saya sewaktu saya masih kecil. Seseorang bernama “Simon”, sedangkan yang lain harus melakukan apa yang “Simon” minta untuk mereka lakukan. Bila Simon mengatakan, “Simon mengatakan duduk,” semua pemain yang tidak duduk harus keluar dari permainan. Tetapi, bila Simon hanya bilang “Duduk”, tanpa menggunakan kata pertama “Simon mengatakan,” maka pemain yang duduk harus juga keluar. Mereka yang tinggal terkahir setelah melewati beberapa babak ialah pemenangnya. Sebagian besar adalah semangat untuk memberi perintah, bukan perbuatan, yang penting dalam permainan ini. Maksudnya adalah kemampuan untuk membedakan adalah perintah yang benar dan tidak, dibandingkan dengan kemampuan fisik. Penilitian psikologi baru-baru ini mendapati bahwa permainan ini dapat merupakan satu jalan sehat dalam membantu anak-anak meningkatkan pengontrolan diri dan sikap menahan kemauan yang tiba-tiba.*
Permainan klasik ini mengingatkan kita ketika orang-orang Israel di padang gurun, dipimpin oleh tiang awan Tuhan. Tiang awan memberi tempat teduh di siang hari dan berbentuk tiang api untuk memberikan sinar di malam hari. Dan sama dengan permainan “Simon mengatakan” (dengan Tuhan berperan sebagai “Simon” melalui tiang awan), orang-orang Israel mendirikan tenda di mana saja tiang awan berhenti atau mengikuti tiang awan kemana saja ia pergi dari kaabah Tuhan.
Kadang-kadang, tiang awan tinggal satu malam saja dan pergi dipagi hari berikutnya. Baik siang atau malam, ketika tiang awan beranjak pergi, semua masyarakat siap untuk menurunkan tenda dan berangkat. Ketika tiang awan tinggal di atas kaabah Tuhan selama dua hari, satu bulan, atau satu tahun, orang Israel tinggal di perkemahan. Tetapi, seketika ia berangkat, semuanya menurunkan tenda dan melanjutkan perjalanan (lihat Bilangan 9:23).
Para imam dan orang Lewi, bersama-sama dengan seluruh orang Israel, berjalan, berkemah, dan sembahyang seperti yang diperintah Tuhan. Ketika manusia mengikuti petunjuk Tuhan, mereka dapat percaya diri bahwa mereka berada di tempat di mana Tuhan mau, walaupun mereka berjalan atau tinggal di satu tempat. Jadi disamping berdoa, “Tuhan, apakah yang Engkau mau aku lakukan selanjutnya?” lebih baik bertanya, “Tuhan, apakah yang Engkau mau aku lakukan selama aku di sini?” Petunjuk dari Tuhan tidak selalu untuk kelakuan kita selanjutnya. Ia mempunyai satu tujuan dalam menempati engkau, di mana engkau sekarang berada. Jadi selama engkau mempelajari pelajaran minggu ini dari buku Keluaran, pikirkan akan kemauan di sekelilingmu dan bagaimana engkau dapat memenuhinya.
==========
*Koran Chicago Tribune, 25 Maret, 2008, “Self-Control? It’s child’s play: Some classic games help limit antisocial behavior.”/”Mengontrol Diri? Merupakan permainan anak-anak: Beberapa permainan klasik membantu membatasi sifat anti social.”
Jeffrey T. Adriano, Muntinlupa City, Phillipines
Minggu 15 November
Orang-Orang Spesial
BUKTI
I Petrus 2:9
Orang-orang Lewi secara resmi diurapi sebagai imam setelah banyak orang Israel selama di padang gurun berpaling terhadap ilah lain sementara Musa bersekutu dengan Tuhan di Gunung Sinai (Keluaran 32). Orang-orang Lewi berdiri teguh dan tidak mengambil bagian dalam keilahian tersebut. Mereka bahkan membunuh 3000 dari mereka yang melarikan diri, sebagaimana yang diperintahkan Musa (ayat 25-29). Akhirnya, Musa memberitahu mereka: “Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada Tuhan, masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya – yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini.” (ayat 29).
Lewi mempunyai tiga anak- Gerson, Kehat, dan Merari. Dari keturunan keluarga ini, suku Lewi membagi peribadatan dalam tiga tingkatan: “Tingkatan pertama terdiri dari Harun dan keturunannya, yang dibawah keturunan dari anak Lewi, Kehat. Merekalah yang menjadi kaum imam.” “Tingkatan kedua terderi dari keturunan Kehat, tetapi bukanlah keturunan Harun. Mereka bertanggung jawab atas pemeliharaan barang-barang kudus di Kemah Suci.” (Bilangan 3:27-31, 4:4-15, 7:9). “Tingkatan ketiga terdiri dari keturunan Gerson dan Merari, yang diberikan tanggung jawab lebih ringan (Bilangan 3:21-26, 33-37).”*
Sementara masyarakat berdiri di luar Kemah Suci, kaum orang Lewi sibuk di dalamnya. Salah satu dari mereka, pemimpin suku dan imam di hadapan Tuhan untuk semua suku Israel, diizinkan dan diperintah untuk masuk ke dalam Tempat yang Maha Suci. Kita tahu bahwa tempat kudus buatan tangan manusia hanyalah merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya di surge (Ibrani 9:23, 24).
Demikian juga, ada beberapa orang di dunia yang Tuhan telah pilih untuk datang dekat kepadaNya. Tuhan berbicara melalui Petrus, “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.” (I Petrus 2:9). Ayat ini memberitahu kita bahwa kita jangan saja membanggakan diri atas kekhususan kita di hadapan Tuhan. Kita harus memberitakan kemuliaanNya dan membagi-bagikan berita tentang bagaimana Dia membawa kita keluar dari kegelapan.
REAKSI
- Mengetahui bahwa Tuhan telah memilih orang-orang tertentu di kehidupan kita sehari-hari, bagaimana kita sebagai orang Advent, membagi-bagi doktrin Alkitab yang mana kebanyakan dunia Kristen menolak?
- Prinsip-prinsip Alkitab apakah yang menolong kita sebagai “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani?
*Priests and Levites/Imam dan Orang Lewi. Wayne Blank. http://www.keyway.ca/htm2002/20020205.htm. Diambil pada tanggal 14 Oktober 2008.
Jeimpea T. Rodriguez, Muntinlupa City, Philippines.
Senin 16 November
Beda dari Semuanya
LOGOS
Bilangan 9; 18; 19; I Petrus 2:9
Pada satu hari Sabat, saya menghadiri pengurapan untuk kependetaan bagi seorang teman. Pembicara menekankan bahwa sementara setiap anak Tuhan dipanggil untuk berbakti bagiNya, Ia telah memisahkan pendeta di dalam pengabaranNya. Istrinya, salah satu teman baik saya, juga diikutsertakan terhadap panggilan ini, yang menekankan akan pentingnya peranan sebagai seorang istri pendeta.
Diurapi Kepada Panggilan yang Tinggi (Bilangan 3)
Suku Lewi dipilih Tuhan dalam mengambil bagian dalam pekerjaan suci di Kaabah Suci. Tetapi bukankah mereka yang dipilih sebagai imam? Ketika Musa kembali dari Gunung Sinai setelah menerima Sepuluh Hukum Tua, ia menyaksikan perkumpulan tenda yang menyembah lembu emas. Ketika Musa bertanya siapakah yang berada di samping Tuhan, orang-orang Lewi adalah satu-satunya suku yang mengikutiNya dan yang tidak berpartisipasi dalam penyembahan berhala (Keluaran 32:26). Oleh karena itu, hati Tuhan ada pada mereka.
Mempelajari kembali Bilangan 3. Di sini kita dapati bahwa perkemahan orang Israel diatur sedemikian rupa sehingga Kemah Suci berada di tengah-tengah dan tiga keluarga Lewi bertempat tinggal paling dekat. Keluarga kaum Gerson berada di posisi barat, belakang Kemah Suci. Mereka bertanggung jawab atas layar pelataran dan tirai-tirai. Keluarga Kaum Kehat berkemah pada sisi Kemah Suci sebelah selatan dan bertanggung jawab atas perkakas Kemah Suci. Keluarga Kaum Merari berkepada pada sisi Kemah Suci sebelah utara. Mereka ditunjuk untuk memelihara papan Kemah Suci dan segala perabotannya.
Kemah Musa, Harun, serta imam-imam yang telah diurapi, yang adalah anak-anak Harun, berkemah di sebelah timur Kemah Suci. Mereka bertanggung jawab atas tempat kudus dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak ada orang awam kecuali orang Lewi yang boleh datang mendekat ke Kemah Suci, atau mereka akan dihukum mati.
Orang Lewi merombak Kemah Suci setelah tiang awan pindah dari atasnya. Dan orang Israel bergerak maju dalam perjalanan menuju tanah perjanjian. Ketika tiang awan tersebut berhenti, orang-orang Lewi membangun Kemah Suci kembali. Di malam hari, tiang awan itu menjadi tiang api memberikan cahaya untuk seluruh kemah. Melalui Musa, orang Israel menuruti titah Tuhan.
Setelah kejadian pemberotakan Koran, yang adalah saudara sepupu Musa dan Harun, Tuhan menekankan peran unik dan fungsi antara para imam dan orang Lewi. Instruksi yang jelas ini menunjukkan akan pentingnya dan sucinya peran dan fungsi yang ada saat itu. Demikian juga saat ini, Tuhan memberikan kita tanggung jawab tertentu yang mana Ia meminta pertanggung-jawaban kita. Ia memberikan kita pekerjaan bukan karena hal tertentu dalam diri kita, tetapi karena kasih karuniaNya yang besar.
Hidup Dalam Peliharaan dan Kasih Karunia Tuhan (Bilangan 18; 19)
Tuhan tidak memberikan tanah bagi orang Lewi. Tetapi, mereka hidup dari persembahan yang diberikan oleh orang-orang Israel. “Tuhan sendiri adalah saham dan harta mereka. Untuk makanan, mereka bergantung kepada persembahan dari suku-suku lain. Oleh karena itu, keberadaan jasmani dari “imam-imam tergantung pada ketaatan orang Israel sendiri”.1
Perpuluhan orang Israel adalah harta keturunan orang Lewi sebagai balasan dari pelayanan mereka di Kemah Suci. Mereka menerima persembahan itu sebagai sesuatu yang suci. Tuhan juga memerintah Musa supaya orang Lewi memberikan persembahan persepuluhan dari apa yang mereka terima.
Sebenarnya, Tuhan tidak perlu akan persembahan dan perpuluhan. Akan tetapi, kita patut sadar bahwa apa yang kita dapati asalnya dari Tuhan. Memberi perpuluhan dan persembahan menolong kita untuk kembali ingat bahwa kita bergantung penuh pada Tuhan. Ketika kita ingat bahwa Ia menyediakan segala sesuatu bagi kita, pemberian perpuluhan dan persembahan menjadi satu bentuk penghormatan yang adalah kita sadar dan tahu bahwa Tuhan adalah yang empunya segala sesuatu yang kita punya. Memberi kembali kepada Tuhan apa yang Ia telah berikan kepada kita adalah cara kita mengekpresikan rasa terimakasih dan apresiasi kita kepada Tuhan atas segala berkatNya.
Bilangan 19 mendaftarkan petunjuk-petunjuk yang dibuat Tuhan untuk acara khusus pentahiran orang Israel. Seekor lembu betina merah yang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dipersembahkan dan dibakar; dan debunya dicampur dengan air untuk digunakan untuk air pentahiran. Inilah yang menjadi lambang penghapusan dosa. Itu juga melambangkan kasih karunia Tuha yang membersihkan kita dari dosa, yang dari mana kita diselamatkan (Efesus 2:8).
Imamat yang Baru (I Petrus 2:9)
Saat ini upacara-upacara dan acara mezbah pengorbanan sudah tidak ada perlu. “Upacara persembahan pada zaman Lewi telah hilang kepentingannya, setelah Yesus mati di kayu salib, karena seluruh acara persembahan tersebut ditujukan kepada Yesus. Dalam perjanjian baru, setiap orang percaya, adalah imam dari Kristus (I Petrus 2:5, 9).”2
Semua umat Tuhan adalah “sui generis”. Artinya, orang-orang pilihan atau orang-orang tertentu. Pekabaran tiga malaikat adalah lambang unik yang kita, orang-orang Advent, kabarkan kepada dunia di zaman akhir. Sama pentingnya dengan pekabaran ini adlaah pikiran kita, kata-kata kita, dan perbuatan kita yang menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Tuhan.
1.The Devotional Study Bible, NIV, 1987, halaman 132.
2.Alpha and Omega, volume 8, halaman 352.
Bongga L. Agno, Muntinlupa City, Philippines.
Selasa 17 November
Benar dalam Hadirat Tuhan
KESAKSIAN
Mazmur 34:15
Adalah satu kesenangan mengetahui bahwa tugas yang kita lakukan saat ini diberikan Tuhan. Akan tetapi, banyak anak muda saat ini yang tidak tahu jelas bila pekerjaan mereka adalah kemauan Tuhan bagi mereka. Banyak hal-hal lain yang mana kita dapat belajar dari pengalaman akan keturunan orang Lewi. Tuhan memberikan mereka tugas mulia karena mereka tetap setia pada Tuhan sementara yang lain menyembah lembu emas.
“Dengan petunjuk ilahi, suku Lewi dipisahkan untuk acara persembahan. Di saat mula-mula, setiap laki-laki adalah imam di keluarganya sendiri. Pada zaman Abraham, ke-imam-an diterima sebagai tanda kelahiran dari anak yang tertua. Sekarang, di samping anak sulung dari orang Israel, Tuhan menerima suku Lewi untuk pekerjaan di Kemah Suci. Dengan tanda kehormatan ini, Ia memberi persetujuanNya atas penurutan mereka, dengan ikut serta dalam acaraNya dan melaksanakan penghakimanNya ketika orang Israel menyembah lembu emas itu. Ke-imam-an itu, akan tetapi, hanya dibatasi kepada keluarga Harun. Harun dan anak-anaknya sendiri diizinkan untuk melaksanakan kegiatan ibadah di depan Tuhan; dan anggota suku lainnya diberikan tanggung jawab atas tabut perjanjian dan perabotannya, dan membantu para imam dalam kegiatan mereka, tetapi tidak dalam acara persembahan korban, membakar, atau melihat tempat suci yang ditutup.”1
“Mengikuti peraturan saat itu, pakaian khusus diberikan bagi para imam. ‘Janganlah membuat pakaian suci bagi Harun saudaramu, untuk kemuliaan dan kecantikan,’ … Jadi para imam tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam Kemah Suci dengan memakai sepatu di kaki mereka. Partikel pasir yang didapati di sepatu dapat mengotori tempat suci tersebut. Oleh karena itu semuanya selalu diajar bahwa semua kotoran harus dihindari bagi mereka yang mendekati kehadiran Tuhan.”2
REAKSI
- Lihatlah kepada hati saudara untuk menjawab apakah saudara benar turut pada Tuhan atau menyembahkan akan hal-hal lain di dunia ini.
- Bila engkau, seperti keluarga Harun, tetap setia pada Tuhan dan berhenti menyembah hal-hal lain di dunia ini, apakah saudara tahun dengan pasti siapa yang saudara panggil?
- Bagaimanakah jawaban saudara terhadap pertanyaan yang pertama, membuat saudara merasakan sesuatu akan apa yang saudara buat sekarang dengan hidup saudara?
1.Kisah Para Rasul, halaman 280
2.Idem
Mylbch T. Rodriguez, Muntinlupa City, Philippines.
Rabu 18 November
Menjadi Seorang Pemberi Gembira
Bagaimana Untuk
Markus 12:41-44; Lukas 12:42-48; 6:10, 11
Tuhan menunjuk para imam dan orang Lewi tugas-tugas yang penting dan tanggung jawab atas administrasi Kemah Suci. Ia meminta orang-orang Israel untuk menolong para pekerja Kemah Suci dengan sebagian dari acara persembahan korban. Akan tetapi, bahkan orang Lewi tetap memberikan perpuluhan dari apa yang mereka terima.
Tuhan sangat baik bagi kita. Ia selalu memberkati setiap orang dan diri kita sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi, kita harus setia dalam melayani Tuhan dan member kembali apa yang Ia punya. Bagaimana kita dapat melakukan ini? Bagaimana kita dapat menjadi seorang pemberi yang gembira?
Kejujuran. Jujur tidak hanya runtutan pekerjaan berbuat baik, tetapi satu perbuatan yang menerima kehidupan secara penuh. Alkitab mengatakan siapa saja yang setia dalam hal-hal yang kecil akan setiap dengan hal-hal besar (Lukas 16:10, 11). Dengan memberikan perpuluhan dengan setia, kita jujur kepada Tuhan.
Kesetiaan. Baca Lukas 12:42-48. Ayat-ayat ini mengajar kita bahwa kepada siapa yang diberi, akan diminta kembali,dengan banyak dan barangsiapa diberikan tanggung jawab, ia akan diminta lebih banyak. Di saat usia mula-mula, banyak dari kita belajar dari orang tua kita kalau kita menjaga barang-barang kita, kalau tidak menjaga mainan kita, tidak ada orang yang mempercayai kita untuk menjaga mainan mereka. Pengajaran Yesus satu langkah di depan – sebagaimana penolongNya, kesetiaan dalam menjaga kepunyaanNya mengkualifikasi kita untuk menjaga diri kita sendiri.
Menjadi seorang pemberi, dan tidak mengharapkan sesuatu kembali. Sebagaimana orang Kristen, kita patut mempraktekan sikap yang tidak mementingkan diri sendiri sebagaimana yang dilakukan janda dalam Markus 12:41-44. Dia memberikan semua yang dia punya walaupun statusnya yang rendah dalam kehidupannya, bukan hanya karena orang lain mengatakan kita untuk melakukannya atau karena memberi adalah sesuatu yang diharapkan.
Selalu gembira. Yesus adalah seorang pemberi yang gembira. KasihNya yang besar menuntun kita untuk selalu gembira. Ia telah member kita waktu dan talenta untuk mengabarkan pekabaranNya. Ia bahkan mengorbankan diriNya sendiri untuk menolong kita. Bagaimana dengan engkau? Apakah engkau seorang yang setia? Apakah engkau menggunakan kemampuan yang ada untuk mempercepat kedatangan Yesus kedua kali? Apakah engkau membayar perpuluhan tepat waktu? Hari ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi pemberi yang gembira, berterima kasih kepada Tuhan untuk membiarkan kita, manager dari hartaNya yang besar, untuk membagi-bagi berkatNya bagi orang lain.
Irene F. Fornoles, Muntinlupa City, Philippines
Kamis 19 November
Dengan Setiap Menurut Perintah Tuhan
OPINI
Bilangan 8: 9; 18; Maleakhi 3:8
Dalam Bilangan 9, Tuhan memberi tahu Musa kapan orang-orang Israel merayakan hari Paskah, memberi korban bakaran, membangun tenda, dan pindah dari satu tempat ke tempat yang lain sampai mereka tiba di tanah perjanjian. Tuhan memberi Harun peran khusus antara orang imam dan orang Lewi. Harun dan keturunannya diurapi untuk menjadi para imam. Orang Lewi diberikan tanggung jawab untuk ikut serta dan membatu Harun dan anak-anaknya ketika mereka melayani di depan tenda pertemuan. Mereka sendiri yang melaksanakan upacara di dalam Kemah Suci.
Tuhan berkata kepada Harun kalau imam-imam dan orang Lewi akan dipelihara melalui persembahan dari orang-orang Israel yang diberikan di Kemah Suci. Iman-imam dan suku Lewi juga memberi perpuluhan dari pemberian yang mereka terima. (Bilangan 18:25).
Kita menuruti Tuhan bukan karena kita mau sesuatu sebagai timbal balik, tetapi karena kita mengasihiNya dan mau melayaniNya. Sepuluh persen dari pendapatan ditambah dengan persembahan adalah kepunyaan Tuhan dan harus diberikan kembali dengan setia kepada Tuhan. Dalam memberi, kita jangan mengharapkan sesuatu kembali untuk kita. Ia selalu akan memenuhi kebutuhan kita. Ia tidak akan meninggalkan kita. Apa yang kita perlu adalah percaya padaNya. Kita harus belajar untuk menghadapi kesusahan dan pengorbanan untuk mengerti kemauan Tuhan bagi kita. Kita harus tetap maju ke depan dan percaya Tuhan karena janjiNya bagi kita.
Alkitab meminta kita untuk menurut pada Tuhan – seorang pelayan yang baik dan seorang pengikut Tuhan. Kita harus belajar untuk bertanggung jawab, berdisiplin, dan sabar dalam setiap tugas yang Ia berikan bagi kita. Kita perlu menaruh Tuhan di tengah-tengah kehidupan kita, berpegang pada iman kita, dan percaya padaNya. Tidak ada yang perlu kita takuti karena Ia adalah Seorang pemberi bagi kita semua!
REAKSI
- Apakah pengorbanan besar yang engkau pernah lakukan dalam hidup saudara?
- Apakah engkau mau member 10 persen dari hasil pendapatan untuk pekerjaan Tuhan?
Mary Ann R. Reyes, Tipo, Hermosa, Bataan, Philippines
Jumat 20 November
Dikhususkan
EKSPLORASI
Bilangan 18:20
RANGKUMAN
Ketika sebagian besar orang Israel berpaling dari Tuhan dengan menyembah ilah lain, suku Lewi memilih untuk tetap setia. Mereka menolong Musa dengan tetap memegang kehormatan Tuhan, bahkan sampai di posisi dalam membantu Tuhan untuk menghukum saudara-saudaranya dan keluarga yang salah. Oleh karena loyalitasnya, Tuhan membedakan mereka dengan yang lain dalam melayani Tuhan sebagai pelayan di Kemah Suci. Orang Lewi melayani Tuhan dengan barang-barang suci Tuhan. Mereka memindahkan Kemah Suci dan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan acara kebaktian, sementara keturunan Harun mengambil bagian sebagai para imam. Saat ini, Tuhan telah membuat kita menjadi para imam dalam tugasNya yang suci. Kita juga, mempunyai satu pekerjaan untuk tubuh Kristus.
PERTIMBANGKAN
- Tuliskan suatu upacara penyerahan bayi kepada Tuhan. Bayangkan dirimu sendiri sebagai bayi ini yang dikhususkan untuk pelayanan seperti Samuel pada waktu dibawa ke kaabah.
- Pelajari peraturan jemaat tentang tugas deakon dan deakones. Pada waktu orang menominasi orang-orang untuk tugas ini, masukan namamu secara sukarela, dan pintalah seorang deakon atau deakones menjadi mentormu dalam tanggung jawab yang baru ini.
- Pelajari bagian dari gerejamu sehingga talentamu dapat digunakan dengan baik seperti membuat buletin untuk anak-anak, mendekorasi kamar mandi, membuat perabot untuk kelas. Pintalah izin dari majelis gerejamu dan masukan dari berbagai guru-guru untuk ide tentang gambar yang akan kau buat.
- Tawarkan untuk menyanyi lagu spesial di acara SS atau Khotbah. Jangan lupakan anak-anak. Pikirkan mengarang lagu yang dirancang sesuai dengan umur mereka.
- Kunjungi keluarga-keluarga gerejamu dengan kebutuhan khusus dan organisasikan cara untuk membantu gereja membantu keluarga ini.
- Lakukan doa perantaraan untuk seseorang dalam daftar doamu setiap hari dalam minggu ini.
HUBUNGKAN
Kisah Para Rasul, Bab 30, 31
Leslie Hardinge, With Jesus in His Sanctuary/Dengan Yesus di Kemah Suci, Bagian V
Carrol Shewmake, When We Pray for Others/Ketika Kita Berdoa bagi Orang Lain, Bab 4, 8.
Cheryl Des Jarlais, Ronan, Montana, Amerika Serikat
No comments:
Post a Comment