PERBAKTIAN
Pelajaran ke-TIGA Kwartal 3,
Perbaktian dan
Sabat
9—16 Juli 2011
Diterjemahkan Oleh: Ezra dan Arleen Ibrahim
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
“Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!” (Maz. 95:6, 7).
Sabbath
9 Juli
Kel. 31:13; Maz. 95:6, 7; Yeh. 20:12 Pendahuluan
Inti Perbaktian
Saya ingat menyanyi di Sekolah Sabat: “Sabat hari yang senang… yang senang. Aku suka Sabat.” Semasa kecil, Saya gembira karena tidak ada tugas atau pekerjaan rumah yang harus dilakukan pada hari Sabat. Pada hari Sabat saya mengenakan pakaian terbaik dan makan makanan yang terbaik. Saat saya besar, Saya menyadari bahwa Sabat adalah hari yang senang karena Seseorang telah menebus saya dari dosa juga menciptakan dunia untuk tempat tinggal saya. Adalah suatu kesukaan mendengarkan saluran puji-pujian dan khotbah ketika matahari terbenam pada hari Jumat sore, tetapi kita bisa saja memperoleh semua keuntungan ini tetapi tidak benar-benar berbakti. Kita harus kembali kepada inti perbaktian agar mengerti bagi siapa semua ini. Semua ini hanyalah untuk Yesus! Baca Mazmur 95:6,7.
Memelihara Sabat lebih dari sekedar hadir di gereja.
Kita hanya bisa menjadikan Yesus sebagai pusat perbaktian kita ketika kita benar-benar berserah padaNya melalui penurutan dan menyatakan kepada dunia bahwa kita setia kepada Pencipta kita. Perbaktian dan pemeliharaan Sabat kita adalah perlambang penebusan dalam Dia. Perbaktian kita adalah tanda pengudusan kita, dan tanda penurutan kepada Pencipta kita. Keluaran 31:13 dan Yehezkiel 20:12 mengingatkan kita bahwa Sabat adalah tanda antara Tuhan dan umat-Nya. Ia melembagakan Sabat bagi semua orang sebagai peringatan penciptaan; dan Ia mengharuskan agar kita memelihara Sabat hari-Ketujuh sebagai hari perbaktian dan hari perhentian. Sabat haruslah sebuah hari persekutuan senang bersama Dia dan satu sama lain.
Memelihara Sabat lebih dari sekedar hadir di gereja. Hal ini adalah tentang merenungkan hubungan pribadi Anda dengan Kristus. Seringkali kita menggunakan Sabat untuk membedakan Advent Hari-Ketujuh dari denominasi lain dan maka itu gagal menghubungkan Sabat dengan perbaktian sejati dan alasan kenapa kita memelihara kekudusan hari ketujuh. Mengapa tidak menunjukkan pada dunia alasan yang benar dalam menyisihkan 24 jam hanya untuk Kristus? Mungkin bila kita lebih menunjukkan sukacita dalam pemeliharaan Sabat dan inti perbaktian sejati kepada tetangga dan teman-teman kita, mereka juga mungkin ingin mengambil bagian dalam sukacita yang telah kita temukan dalam Kristus.
Ketika anda belajar minggu ini, renungkan hal-hal berikut ini: (1) Mengapa anda memelihara Sabat? (2) Perubahan apakah yang dapat anda buat dalam diri anda agar benar-benar menghormati Kristus pada hari kudus-Nya? Dan (3) Bagaimanakah anda dapat menolong orang lain agar dapat lebih sejalan dalam bentuk perbaktian yang diharapkan dari orang-orang yang telah ditebus?
Helyne Frederick, Mt. Rose, Grenada
Minggu
10 Juli
Logos
Mengakui Sumber Kita Kel. 20:4–11; Ul. 5:15; Yes. 44:95–20; Mat. 11:23–30; Rom. 6:16–23
Baca Wahyu 14:7 dan Mazmur 100:3. Hubungan kita dengan Tuhan berakar dalam kenyataan bahwa Dia menciptakan kita, tetapi itu bukanlah keseluruhan dari cerita manusia. Semua ayat-ayat Alkitab kita minggu ini mengingatkan kita kepada sumber kita: Pencipta kita Tuhan, yang memiliki kekuasaan tertinggi atas kita dan pantas menerima perbaktian kita. Ayat-ayat pada hari ini mengungkapkan naskah lengkap hidup kita: sumber kita, jalan, ancaman terbesar bagi kita, dan jalan keluarnya.
Sumber Kita (Kel. 20:11)
Perintah Sabat dalam Keluaran membawa kita kembali ke permulaan kita ketika Pencipta kita bekerja atas bumi dan kehidupan terbentuk dari sana. “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya” (Kel. 20:11, IndTB). Dalam Kejadian, firman Allah itu membentuk. Firmannya menjadi kenyataan—dan segala kehidupan muncul dari pikiran kreatif-Nya. "Jadilah terang. . . Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat. . . Hendaklah tanah menumbuhkan rerumputan “Kita, juga muncul dari pikiran dan hati Tuhan, yang mengambil tanah liat dan tulang rusuk, membentuk, dan membentuk laki-laki dan perempuan (Kej 1:26, 27). Kita ada karena Tuhan menciptakan kita, dan karena Dia menciptakan kita menurut gambar-rupaNya, kita adalah kepunyaanNya.
Sabat bersaksi bahwa kita bisa beristirahat dalam Tuhan yang menciptakan kita dan terus menopang kita dan terus merawat seluruh keberadaan kita
Jalan (Ul. 5:15)
Kita adalah kepunyaan Tuhan, namun Dia tidak mengikat kita di pintu gerbang Eden. Jika kamera selang waktu kosmos mencatat sejarah kita, maka kamera itu akan menunjukkan umat manusia bergerak dari Eden ke tepi sungai dan dataran Mesopotamia dan Afrika Timur, selatan ke benua Afrika, timur ke Asia, dan utara di luar Mediterania (Kejadian 10) . Dari Taman itu, kita membawa keluar segala kreativitas dan kuasa yang dianugrahi Allah, tetapi kita juga membawa keluar rasa bersalah, rasa tidak aman, ketakutan, dan kemampuan berbuat kekerasan. Kesenian dan ilmu pengetahuan bertumbuh berdampingan dengan pembunuhan, kehancuran, dan perbudakan—bahkan dalam peradaban kita yang paling maju.
Narasi Ulangan mengingatkan kita bahwa meskipun kita lahir dari tangan Tuhan kita menjadi para pelanggar kreatif dan budak-budak berbakat. “ ‘Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.’ ” (Ulangan 5:15, IndTB). Bagi orang Ibrani yang mendengar naskah ini, hari Sabat memberikan kebebasan dari kerja paksa dan perendahan moral manusia yang menyertainya. Sebagai tanda mingguan, Sabat mengingatkan mereka akan Penebus Ilahi yang tidak hanya perduli atas kekudusan tata cara keagamaan mereka, tapi juga akan kebebasan badani mereka. “Ingat bahwa engkau dahulu budak” bukanlah jalan pintas untuk membuka luka lama atau mendendam. Sebaliknya, perintah itu memberikan umat Ibrani alasan historis untuk berhenti sebentar, mengenang Sumber akan kebebasan, dan tetap memilih jalan bebas dari penindasan badani atau pelecehan rohani (Yesaya 58, Roma 6).
Ancaman Terbesar Kita—Dan Jalan Keluarnya(Yes. 44:95–20; 58)
Ketika Yesaya menulis dalam pasal 58 tentang jalan singkat yang Tuhan telah pilih bagi umat-Nya, Dia menampilkan hari Sabat sebagai saksi melawan penindasan dan sebagai berkat bagi orang-orang yang menghormati Allah dan sesama manusia. Dalam Yesaya 44, nabi itu juga menggambarkan ancaman terbesar bagi kebebasan, kekudusan, dan kelakuan baik: penyembahan berhala. Penyembahan berhala lebih dari menyembah sesuatu yang dibuat oleh tangan manusia atau makhluk lain. Seseorang tidak dapat menyembah sesuatu sebagai tuhan tanpa mencoba untuk menggantikan Allah sebagai Pencipta, dan Yesaya mengkritik tajam semua upaya untuk melakukan itu. Mencoba untuk menggantikan Tuhan pastilah salah, tetapi seperti ditunjukan Yesaya, juga adalah kebodohan karena hal itu tidak mungkin.
Allah adalah yang terdahulu dan kemudian. Tidak ada Allah selain dari pada-Ku (Yesaya 44:6–9). Karena Dia tidak tersaingi, dan tidak ada dalam penciptaan yang memiliki Sumber lain, Yang Mahakuasa tidak dapat digantikan. Yesaya mengolok-olok pengrajin yang memotong kayu menjadi dua bagian, membentuk berhala dari satu potong, dan menggunakan bagian lain untuk panas atau untuk membakar roti. Adalah suatu kebodohan untuk memuja apapun yang Dia atau kita bentuk. Baik kayu maupun logam tidak dapat bersaing dengan Tuhan. Hanya Tuhan menciptakan, dan hanya Tuhan menyelamatkan. Hanya Dia yang patut disembah.
Melalui penyembuhan dan pengajaran, Yesus menunjukkan kebebasan penuh yang diberikan Tuhan (Matius 11:23-30). Apapun situasi kita, kita diciptakan secara utuh melalui Dia. “ ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.’ ”(ayat 28-30, IndTB). Sabat bersaksi bahwa kita bisa beristirahat dalam Tuhan yang menciptakan kita dan terus menopang kita dan terus merawat seluruh keberadaan kita. Allah kita membentuk kita, memanggil keluar dari penindasan, dan menantang kita untuk beristirahat dan berjalan dalam tangan kasihNya. Jiwa kita penuh, tetapi hanya di dalam Dia.
TANGGAPAN
1. PAULUS MENULIS BAHWA kepada siapa kita menyerahkan diri kita ia adalah tuan kita (Rom. 6:16). DALAM JENIS perbudakan apakah ORANG KRISTEN KONTEMPORER jatuh? BAGAIMANA SABBAT memberikan JAWABAN akan BENTUK perbudakan modern ini?
2. baca ulang yesaya 44 dan 58. hubungan apakah yang anda lihat dalam pasal-pasal ini antara penyembahan berhala dan penindasan?
Keisha McKenzie, Lubbock, Texas, U.S.A.
Senin
11 Juli
Yes. 66:23 Kesaksian
Sabat: Tanda Kesetiaan
Ellen White mengingatkan kita bahwa Sabat memalingkan pikiran kita kepada alam, dan membawa kita ke dalam persekutuan bersama Sang Pencipta. “Dalam kicauan burung-burung, hembusan pohon-pohon, dan musik dari laut, kita masih bisa mendengar suara-Nya yang berbicara kepada Adam di Eden pada hari yang sejuk. Dan pada saat kita menyaksikan kuasa-Nya di alam kita menemukan kenyamanan, karena firman yang menciptakan segala sesuatu juga memberikan kehidupan kepada jiwa. Dia ‘yang memerintahkan terang untuk bersinar keluar dari kegelapan, telah bersinar dalam hati kita, untuk memberikan terang pengetahuan kemuliaan Allah di wajah Yesus Kristus.’ 2 Kor. 4:6.” 1
Sabath “adalah titik kebenaran yang khususnya dipertentangkan.”
Allah kita memilki tujuan ketika Ia menciptakan dunia ini. Setelah itu, Ia menyisihkan sebuah hari bagi kita untuk beristirahat bersama-Nya, untuk menikmati alam, dan pada saat yang bersamaan mengakui kuasa-Nya. Kata White mengenai hari Sabat, “Selama langit dan bumi ada, hari Sabat akan terus sebagai tanda kekuasaan Sang Pencipta. Dan ketika Eden akan bertumbuh di bumi lagi, hari istirahat kudus Allah akan dikuduskan oleh semua orang di bawah matahari. ‘Sabat berganti Sabat,’ seluruh penduduk dunia baru yang telah diberikan kemulian akan datang “untuk menyembah di hadapan-Ku, firman Tuhan.’ Mat. 5:18; Yes. 66:23.”2
Hari Sabat juga merupakan tanda kesetiaan kita kepada-Nya, “karena itu adalah titik kebenaran yang khususnya dipertentangkan. Ketika ujian akhir dilaksanakan untuk ditangguhkan ke atas manusia, maka garis pembedaan akan ditarik antara mereka yang melayani Allah dan mereka yang tidak melayani Dia. Sementara ketaatan dari Sabat palsu sesuai dengan hukum negara, bertentangan dengan perintah keempat, akan menjadi pengakuan kesetiaan kepada kekuasaan yang bertentangan dengan Allah, pemeliharaan hari Sabat yang benar, dalam ketaatan terhadap hukum Allah , adalah bukti kesetiaan kepada Sang Pencipta. Sementara di satu sisi, dengan menerima tanda untuk tunduk pada kekuasaan duniawi, menerima tanda binatang itu, disisi lain memilih tanda setia kepada pemerintahan ilahi, menerima meterai Allah.” 3
TANGGAPAN
Bagaimana Anda bisa menyatakan kesetiaan Anda kepada Kristus saat Anda berbakti pada hari Sabat? Apa yang harus Anda lakukan untuk mempersiapkan saat ketika kesetiaan Anda kepada Allah akan diuji karena Anda memelihara Sabat?
____________
1. The Desire of Ages, pp. 281, 282.
2. Ibid., p. 283
3. The Great Controversy, p. 605.
Shirley Roberts, Mt. Rose, St. Patrick’s, Grenada
Selasa
12 Juli
Bukti
Siapa Yang Anda Hormati Kel. 20:11; Rom. 6:16
Dari Hari Kasih Sayang hingga Hari Ibu, dari Oscar ke Grammy dan hadiah Nobel Perdamaian, kita memiliki banyak cara untuk mengekspresikan penghargaan kita kepada orang-orang penting. Penganugerahan beberapa penghargaan ini didasarkan pada kriteria tertentu. Oleh karena itu, umumnya ada beberapa kontroversi saat keputusan akhir diumumkan. Alkitab mengacu pada sejumlah panggilan kehormatan, seperti raja, imam, pahlawan gagah berani, dan tuan. Tapi sama halnya seperti dengan kehormatan pada saat ini, orang yang menerimanya tidak selalu adalah orang yang pantas.
Allah yang benar adalah Allah yang bertindak.
Dalam Wahyu 14:7, malaikat menasihati dunia untuk “ ‘Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.’ ”(IndTB). Ayat ini hanya memberikan satu kriteria agar layak menerima kemuliaan dan peribadatan: “Dia yang menjadikan’. ” Sementara Alkitab tidak berusaha membuktikan keberadaan Tuhan, ayat ini memberikan sejumlah perbandingan antara Dia yang adalah Allah dan siapa atau apa yang tidak. Salah satu perbedaan utama antara Allah yang benar dan berhala adalah Allah yang benar adalah Allah yang bertindak. Misalnya, dalam konteks hari Sabat, kita harus mengingat hari Sabat dan, dengan perluasan, kepada penciptanya, karena Yahweh “menciptakan,” “berhenti” pada, “memberkati,” dan menguduskan hari itu (Kel. 20:11) . Dalam Ulangan 5:15, Israel diperintahkan untuk “mengingat” karena TUHAN “membawa” mereka keluar dari perbudakan dan “memerintahkan” mereka. Di sisi lain, kita mendapati bahwa jauh daripada sesuatu yang aktif yang memberikan kebebasan, daya kreatif, dewa-dewa palsu hanyalah ciptaan pikiran manusia. Baca Yesaya 44.
Sementara keputusan harus dibuat tentang siapa penerima Oskar aktor atau artis terbaik hal ini tidak akan mempengaruhi dalam cara apapun, pilihan kita kepada siapa kita harus menyembah dan berikan kemuliaan memiliki akibat yang kekal.
TANGGAPAN
1.Menurut Roma 6:16, betapa pentingkah keputusan yang kita ambil? Dari semua pilihan yang kita buat setiap hari, tidak ada yang lebih penting daripada pilihan kita dalam memilih tuhan. Tuhan kita bisa saja tidak terbuat dari kayu, tetapi kita semua memiliki hal-hal tertentu yang kita perbolehkan untuk mengendalikan kehidupan kita. Apa atau siapa tuhan-tuhan ini bagi anda?
2. Menurut Matius 11:28–30, apakah yang ditawarkan oleh Tuhan sebagai ganti beban-beban atau tuhan-tuhan duniawi anda?
Yogeld André, Lubbock, Texas, U.S.A.
Rabu
13 Juli
Kel. 15:2; Maz. 48:1 Bagaimana
“Keindahan Kekudusan”
Perbaktian Sabat tidaklah harus sebuah ritual belaka. Perbaktian ini harus mencerminkan hubungan kita dengan Allah. Dia adalah Pencipta kita dan “sangat terpuji” (Maz. 48:1, 96:4, 145:3). Pada hari-hari ketika semuanya berjalan lancar dan langit perasaan kita bersinar cerah, perbaktian mungkin saja adalah suatu pujian dan syukur. Namun, pada hari-hari ketika hujan badai menimpa kehidupan kita, perbaktian bisa jadi berupa seruan kepada Tuhan melalui doa dan permohonan. Tuhan menginginkan kita untuk berbicara kepada-Nya sama seperti kita berbicara dengan teman-teman kita. Dia ingin kita curahkan padaNya pikiran kita yang terdalam, kebutuhan kita yang mendalam, tantangan kita, kelemahan kita, dan sukacita kita.
Sabat harusnya memberikan kesegaran dan semangat dalam menghadapi minggu yang baru
Allah ingin kebaktian Sabat khususnya adalah sebuah pengalaman yang bermakna. Sabat harusnya memberikan kesegaran dan semangat dalam menghadapi minggu yang baru. Berikut adalah beberapa langkah yang membantu kita berbakti sedemikian rupa
Bersikaplah jujur dalam perbaktian Anda. Jika Anda mengalami minggu yang sulit, Tuhan ingin mendengar semua mengenai hal itu. Sementara memang benar Dia tahu segalanya, Dia ingin kita katakan padaNya semua tentang hal itu. Daud menulis, “Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku. ” (Maz. 57:2, IndTB). Kita bisa melakukan hal yang sama!
Selalu sertakan pujian dan puji syukur dalam kebaktian Anda. Terlepas dari apa yang sedang terjadi dalam hidup kita, faktanya bahwa kita memiliki nafas dan jalan kepada Bapa kita adalah alasan yang cukup untuk memuji-Nya, dan apa yang kita temukan adalah bahwa dalam memuji Dia roh kita diangkat. “TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.” (Kel. 15:02, IndTB).
Sertakan variasi dalam kebaktian. Kita seharusnya tidak hanya menyertakan doa tetapi juga lagu-lagu dan bacaan yang memberikan inspirasi. Variasi membuat kita tidak merasa bosan dalam perjalanan rohani kita dan membantu kita untuk memperhatikan apa yang Tuhan sedang coba katakan kepada kita melalui perbaktian kita kepada-Nya. Sebuah doa pendek yang dimulai dengan permintaan kepada Allah untuk memimpin arah kebaktian adalah ide yang baik. Biarkan Dia memimpin, dan kita selalu akan kagum dengan apa yang Dia lakukan.
TANGGAPAN
1. Apakah yang baik mengenai tata-cara dalam kebaktian? Bagaimana tata cara tersebut dapat menghalangi sesorang dalam berbakti?
2. Bagaimanakah cara perbaktian yang ideal pada hari Sabat?
Arlette Wildman, Calivigny, St. George’s, Grenada
Kamis
14 Juli
Pendapat
Melampui Tradisi Luk 4:16
Imamat 23:3 menggambarkan peribadatan Sabat sebagai “hari pertemuan kudus” (NIV). Bagi kebanyakan kita, peribadatan hari Sabat hanyalah berarti hadir di Sekolah Sabat atau mendengarkan khotbah, lalu kembali ke rutinitas pribadi kita. Dalam gereja kita, adalah sebuah kebiasaan bagi anggota gereja untuk saling menyapa. Selain itu, kita memuji Tuhan melalui musik, doa, dan khotbah. Namun, saya percaya bahwa perbaktian Sabat jauh melampaui tradisi-tradisi ini. Pertimbangkan hal ini: “Ia [Yesus] datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat” (Lukas 4:16 IndTB). Perlu dicatat bahwa tidak hanya kebiasaan (tradisi) Yesus’ untuk berbakti di rumah ibadat pada hari Sabat, Ia juga menantang tradisi para pemimpin Yahudi tentang cara peribadatan itu. Dia sering menunjukkan tentang berbuat baik pada hari Sabat. Demikian juga halnya, kita harus mengikuti teladan Yesus. Baca ayat 17–28.
Tidaklah perlu ada cara rutin peribadatan Sabat.
Sebagai bagian dari kebaktian Sabat mereka, adalah kebiasaan para rasul untuk menghadiri pertemuan rumah ibadah dan berbicara. Kisah Para Rasul 13:14, 42, 44, dan 17:2 dan 18:4 menunjukkan kebiasaan ini. Khususnya, adalah kebiasaan Paulus untuk berbicara di rumah peribadatan orang Yahudi pada hari Sabat. Bila kita melihat lebih jauh pada contoh-contoh tersebut mengenai peribadatan Yesus dan para rasul, kita melihat peribadatan lebih dari sekedar pergi ke rumah-rumah ibadat. Hal ini adalah juga tentang menjangkau dunia, menyembuhkan orang sakit, merawat mereka yang membutuhkan, dan menghabiskan waktu di alam untuk mengamati ciptaan Allah.
Tidaklah perlu ada cara rutin dalam perbaktian Sabat. Namun, kita harus bersatu dalam satu misi, yaitu tidak pernah kehilangan tujuan bahwa kita sedang menyembah Pencipta kita dan memimpin orang lain kepada-Nya. Kita perlu mengambil langkah-langkah yang sama seperti para rasul: pergi keluar di alam, menemukan tempat yang tenang untuk berdoa (Kis 16:13), dan membagikan kabar baik Kristus pada hari Sabat. Menjadi peka dan penuh doa membolehkan kita membawa perbaktian kita kepada mereka yang memerlukan, dengan itu menyebarkan kabar baik keselamatan. Terkadang, kita dipanggil untuk melepaskan tradisi-tradisi yang telah kita buat dan mengikuti contoh-contoh dalam perbaktian Sabat yang ditetapkan bagi kita oleh Yesus dan rasul-Nya.
TANGGAPAN
1. Apa yang anda anggap penting dalam peribadatan Sabat?
2. Bentuk-bentuk peribadatan Sabat apakah yang ada dalam Alkitab?
3. Buat daftar cara-cara kreatif dimana anda dapat membuat Sabat sebuah waktu untuk bersaksi.
Raul Peters, Fort Worth, Texas, U.S.A.
Jum’at
15 Juli
Eksplorasi
Perbaktian Yang Berarti Kej. 2:1–3
Kel. 20: 8-11
SIMPULAN
Perbaktian Sabat dimaksudkan untuk menjadi sebuah perayaan sukacita yang mengakui ciptaan Tuhan, dan anugerah penebusan-Nya. Ini haruslah menjadi saksi kepada orang lain dan menjadi berkat bagi setiap mereka yang datang berbakti. Perbaktian Sabat harus menunjukkan penyerahan sepenuh kepada Firman Tuhan dan pengakuan kehadiran-Nya yang nyata di sekitar kita. Perbaktian harus mencerminkan Sabat sebagai tanda antara Allah dan manusia bahwa kita setia kepada-Nya. Dia ingin kita untuk menyampaikan ketakutan dan kegembiraan kita kepada-Nya dan mencari cara untuk membuat perbaktian berarti bagi semua orang. Sabat juga merupakan waktu untuk melakukan hal baik. Perbaktian Sabat akan diteruskan dalam surga dan Bumi yang Baru.
LAKUKAN
• Buat sketsa berbeda-beda muka, termasuk muka anda (Afrika, Amerika, Karibia, Inggris, Eskimo, India), dan bayangkan hanya “orang-orang” inilah anggota gereja anda. Buat daftar hal-hal yang akan anda lakukan untuk membuat perbaktian Sabat menyenangkan bagi mereka.
• Ingat ulang sidang General Conference di Atlanta, Georgia, Amerika. Orang-orang dari berbagai negara menceritakan kebahagian yang mereka alami pada setiap hari Sabat dan Sabat sore. Gunakan pengalaman ini untuk membayangkan pemeliharaan Sabat di surga.
• Renungkan hukum Sabat dalam Keluaran 20:8–11 dan Kejadian 2:1–3. Bagaimana hukum ini menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan melalui perbaktian?
• Urutkan tujuh gelas minum yang sama atau tabung tes berturut-turut. Berikan Nomor 1 sampai 7 dan setengah mengisinya dengan air minum. Tambahkan gula ke salah satu dari ketujuh gelas itu dan aduk. Atur ulang gelas tabung reaksi secara acak. Jelaskan isi dari gelas ketujuh dihadapan kelas dan minta seseorang untuk menemukannya. Gunakan percobaan ini untuk menjelaskan keunikan hari Sabat.
• Anggap pintu masuk ke ruang makan untuk potluck gereja yang terkenal hanya 1 meter tingginya. Semua makanan harus dimakan di ruangan itu. Sebuah kelompok yang datang, yang percaya pada Tuhan, memiliki aturan dalam budaya mereka yang mengatakan tidak sopan membungkuk untuk masuk ke dalam ruangan. Jika ruangan merupakan berkat Sabat Tuhan, bagaimana anda akan membantu kelompok tersebut dalam memahami pentingnya menerima bagian berkat mereka?
HUBUNGKAN
Christ’s Objective lessons, pp. 25–27; Patriarchs and Prophets, pp. 48–50.
Walton J. Brown, Home At Last, pp. 83–86.
Albert A. C. Waite, Berkshire, United Kingdom
Friday, 8 July 2011
Friday, 1 July 2011
SSCQ Pelajaran 2 kwartal III tahun 2011
PERBAKTIAN
Pelajaran ke-DUA Kwartal 3,
Perbaktian dan Keluaran:
Mengerti Siapa Allah itu
2—9 Juli 2011
Diterjemahkan Oleh: Glenn Simanjuntak
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Kel. 20:2, 3, LAI)
Sabbath
2 Juli
Keluaran 20:2, 3 Pendahuluan
Satu-satunya atau Allah Diantara Para Illah lain
Kata seorang atau satu-satunya sering kali digunakan dengan tidak benar, walaupun saya bukanlah seorang profesor bahsa Inggris. Saya tahu kalau yang satu digunakan sebelum satu kata benda yang jumlah dapat dihitung satu, sedangkan yang lain digunak untuk kata benda yang memang hanya tidak ada duanya. Contohnya, ketika seorang anak muda bertemu dengan seorang wanita yang ia mau menghabis hidup seumur hidupnya, ia biasa menyebut wanita tersebut sebagai “the one/ wanita satu-satunya.” Bila ia menyebut wanita tersebut sebagai seseorang yang tidak eklusif, ia menyebutnya seperti “ia adalah seorang wanita special.” Pria tersebut akan menunjukkan bahwa adalah lebih dari satu wanita yang ia sukai. Bayangkan masalah apa saja yang dapat dialaminya!
Mengerti akan siapa Allah itu sangat penting agar tahu bagaimana kita menyembahNya
Ketika orang Israel meninggalkan Mesir, mereka tidak berbakti kepada Tuhan sebagaimana mestinya. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah lupa, oleh karena lama waktunya mereka tinggal di Mesir, di mana banyak allah lain yang disembah. Kekhususan atas satu-satunya Tuhan telah hilang. Oleh karena itu, satu proses perlu terjadi untu Tuhan kembali memperkenalkan diriNya. Kita saksikan mulainya proses ini, bersama dengan penderitaan yang ada, di dalam buku Keluaran.
Salah satu konsep yang Allah tunjukkan kepada pikiran orang Israel adalah Ialah satu-satunya Allah. Ia melakukan ini dnegan menunjukkan akan bagaimana Ia jauh lebih beda dari siapa saja yang pernah menyatakan dirinya sebagai allah.
Hari ini, masih banyak orang, obyek, dan ide yang mengambil pikiran kita untuk menjadi yang paling utama dalam kehidupan kita, yang dengan mudah menyatakan dirinya sebagai seorang allah. Mengerti akan siapa Tuhan itu,sangat penting agar tahu bagaimana kita memujiNya. Beberapa mengatakan Ia adalah satu tempat. Yang lain menyatakan adalah satu pengalaman atau perasaan. “Di dalam hati setiap agama ada satu komitmen yang tidak dapat dikompromi untuk menggambarkan akan siapa Allah itu dan tujuan dari hidup.”*
Minggu ini kita akan melihat kembali pengalaman orang Israel dan bagaimana interaksi mereka dengan Allah dapat menujukkan kita akan Allah yang kita sembah dan puji.
____________
*Ravi Zacharias, Jesus Among Other Gods/Yesus di Antara allah Lain
Adam Ramdin, Nottingham, England
.
Minggu
3 Juli
Bukti
Dimensi Allah Ulangan 29:29
Yoh. 4:23
Judul minggu ini luar biasa. Bagaimana bisa kita mengerti siapa Allah itu ketika Alkitab menunjukkan bahwa keadaan Ia sepenuhnya ada di dalam surga, di mana tidak ada dosa. Allah itu jauh di atas kita dan di luar pengetahuan kita, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada yang dapat kita pelajari tentang Dia kecuali Ia memilih untuk menunjukkan diriNya pada kita.
Dalam buku Mere Christianity/Cukup Kristen, C.S. Lewis menjelaskan akan keadaan Allah yang “tidak dapat dijelaskan” dengan menyatakan tentang dimensi Allah. Seperti kita hidup dalam dunia dua dimensi – dapat mengerti akan segala sesuatu mulai dari satu garis ke bujursangkar dalam satu kertas – di mana Allah diam dalam dunia tiga dimensi, kenyataan yang lebih kompleks. Bujursangkar kita sama dengan kotakNya. Kita hanya dapat melihat satu sisi, tetapi kenyataannya ada enam sisi. Dengan “ketidakjelasan”Nya, apakah perlu untuk mengerti siapa Allah supaya bisa menyembahNya?
Apakah perlu untuk mengerti siapa Allah supaya bisa menyembahNya?
Ketika Paulus berkunjung ke Athena, hal ini menjadi lebih jelas kepadanya ketika melihat penduduk Athena memuji berbagai macam tuhan, paling sedikit salah satunya mereka tidak tahu sama sekali (Kisah 17:23). Beberapa ilmuwan, seperti Einstein2, percaya akan satu kekuatan khusus yang dapat disebut sebagai “tuhan” yang berada di belakang semua hal-hal yang terjadi di dunia ini. Mungkin engkau mempunya beberapa teman yang percaya terhadap satu “tuhan” dalam bentuk tertentu dan berdoa kepadanya walaupun tidak ada bentuk nyatan kecuali kepercayaannya masing-masing. Oleh karena itu, bisa saja beribadah kepada sesuatu yang kita tidak mengerti. Masalahnya di sini adalah Allah kita mau untuk dapat dimengerti (Yohanes 4:22, 23).
Pengalaman dalam buku Keluaran berisi dengan kehadiran Allah sendiri, yang nyata terdapat dalam sepuluh hokum. Ia mendengar tangisan orang Israel. Ia melepaskan orang Israel dari perbudakan. Ia menunjukkan mereka kekuatanNya di Laut Merah dan di Sinai, Ia menunjukkan arti dari kerajaanNya. Ia dapat saja memilih untuk menerima cara mereka beribadah sewaktu mereka tahu Ia sebagai tiang awan, atau api yang bersinar, anging kencang, atau angin yang membelah laut, tetapi itu bukanlah Tuhan. Ia mau disembah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23) karena kita dapat mempunyai hubungan yang nyata denganNya sekarang dan selama-lamanya – terutama untuk selama-lamanya, ketika bersama denganNya dalam kemuliaan 3-dimensi di surge (I Korintus 13:12).
1. C. S. Lewis. Mere Christianity, chapter 24 “The Three-Personal God.” /Cukup Kristen, Bab 2 “Tiga Kepribadian Tuhan”,
http://www.philosophyforlife.com/mc24.htm (accessed February 24, 2010)
2. Evidence for God. Did Einstein believe in a personal god? Rich Deem / Bukti untuk Tuhan. Apakah Einsten percaya terhdap seorang tuhan?, http://www.godandscience.org/apologetics/einstein.html#FovJAuNxEQ6G (accessed February 24, 2010).
Maroria Oroko, Glasgow, Scotland
Senin
4 Juli
Keluaran 3:1-15: 12:1-36, 20:4, 5; 32:1-6: 33:12-23 Logos
Mengerti Siapakah Allah
Banyak sekali tema yang menarik dalam mempelajari buku Keluaran. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya:
Ia adalah Allah yang Patut Disembah (Keluaran 3:1-5)
Allah patut disembah karena tidak ada yang sama seperti Dia. Oleh karena itu Ia memerintah Musa untuk melepaskan sepatunya supaya tidak membawa dunia ke tanah yang unik dan suci di mana Ia berada pada saat itu. Sama dengan hari ini, merupakan hal yang sangat bijaksana untuk mendekati Allah dengan cara yang unik, karena Ia adalah yang paling unik dari segalanya. Biarlah kita menunjukkan penghormatan sepatutnya (Pengkhotbah 5:1, 2). Biarlah kita mengikuti segalah perintahNya, karena penurutan adalah salah satu bentuk dari penyembahan (Pengkhotbah 12:13).
Kita dapat percaya tidak akan pernah dilupakan atau diabaikan
Allah adalah Tuhan yang Melihat dan Mendengar (Keluaran 3:7-9)
Dalam kehidupan Abraham, ketika Hagar dan Ismael dikeluarkan dari tempat tinggal dan lari di tengah-tengah padang gurun, Allah mendengar tangis mereka dan memberikan bantuanNya (Kejadian 21:9-21; perhatikan terutama ayat 17). Dalam Keluaran, Allah memberitahu Musa bahwa Ia adalah Allah yang melihat dan mendengar jeri tangis bangsaNya, dan Ia bermaksud untuk berbuat sesuatu terhadap itu. Ialah seorang yang dapat melakukan apa saja. Kita dapat percaya tidak akan pernah dilupakan atau diabaikan.
Allah adalah seorang Penyelamat dan Penebus orang Israel (Keluaran 3:8, 10-12)
Allah bukanlah seorang Pengamat alam semesta yang pasif yang memperhatikan alam semesta berputar mengelilingiNya. Ia adalah Allah yang meluruskan kejahatan yang terjadi. Apapun besarnya masalah, Ia berjanji untuk memerdekakan yang tertindas dan dijajah, terutama bagi mereka yang ditindas oleh dosa. Hal ini juga terjadi pada hari ini, walaupun ketindasan tersebut datang dari sesuatu seperti perbuatan ekonomi yang tidak benar atau praktek kehidupan dalam satu komunitas seperti perdagangan budak. Allah mempunyai rencana untuk memerdekakan setiap orang dari dosa yang menindas dan merusak. Ia memanggil kita untuk melakukan hal yang sama sebaik mungkin (Yesaya 58:6, 7; Amos 5:14, 15; Mikah 6:8)
Allah adalah “AKU ADALAH AKU” (Keluaran 12:1-13, 21-30)
Dalam ayat-ayat ini, Allah menyatakan akan acara ritual di mana kita menuangkan darah dari binatang yang tidak bercela. Akan tetapi, mereka yang membiar diri mereka “diselimuti dengan darah” akan dijaga dari kekuatan jahat yang mencari untuk menghancurkan mereka (Mazmur 91). Oleh karena itu acara ritual ini dimaksudkan bukan hanya menunjukkan kepercayan Allah (dengan menuruti perintahNya, kehidupan tidak akan ada yang hilang), tetapi juga merupakan bayang-bayang akan Anak Domba Allah (Yohanes 1:29; Wahyu 5:6, 9, 10), Yesus Kristus. Ini adalah darah Yesus yang satu hari kelak nanti membebaskan dunia dari pegangan dosa dan kematian yang sepertinya tidak dapat dilepas (Ibrani 2:14, 15).
Allah meminta akan penyembahan kita (Keluaran 20:4, 5; 32:1-6)
Hukum kedua mengingati kita akan hukum yang berhubungan dengan ilah lain. Keluaran 32:1-6 menunjukkan mengapa hal ini sangat penting. Ketika kita lupa akan Siapa yang membawa setiap berkat yang kita punyai, kita juga lupa satu-satunya sumber yang benar dan hidup. Sebagaimana Amsal katakan: “Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan ALLAH berkenan akan dia. Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.” Bila kita melupakan akan kepada siapa kita sembah, kita akan lupa siapa kita, karena kita dibentuk sesuai dengan rupaNya (Kejadian 1:26, 27). Inilah yang terjadi terhadap orang Israel di padang gurun. Yang membawa mereka untuk berdosa terhadap Allah.
Allah adalah Pemberi Kentraman (Keluaran 33:14)
Kadang kita menganggap Allah sebagai satu tugas atau seorang yang harus kita tanggapi dan teliti. Kita kadang-kadang mau “lepas” dariNya. Tetapi Allah menyatakan bahwa Ia adalah sumber dan pemberi kententraman (Kejadian 2:1-3; Keluaran 20:8-11; Matius 11:28-30). Adalah sesuatu yang bodoh bila kita berusaha mencari ketentraman di tempat lain!
Allah adalah seorang yang tersembunyi; seorang yang menunjukkan diriNya (Keluaran 33:12, 13, 18-23)
Kadang-kadang hubungan kita dengan Allah terlalu tidak dapat dijelaskan. Ia seperti dikelilingi oleh “awan dan kegelapan yang tebal” (Mazmur 97:2), sehingga kita tidak dapat mengerti jalan-jalanNya. Sebagaimana kita baca dalam buku Ayub: “Dapatkah engkau mengukur dalamnya Allah?” (11:7). Rasul Paulus menerangkan Ia sebagai “tak terselidiki” (Roma 11:33). Tetapi Allah menunjukkan Musa akah kemuliaanNya. Ia juga member Yohanes buku Wahyu yang mana memberitahu kita akan karakter sebagaimana ditunjukkan melalui Kristus. Jadi kita belajar bahwa jika kita mau mengetahui tentang Dia, kita harus siap untuk mendengarNya!
REAKSI
1. Hal apa saja yang engkau pelajari mengenai Allah dari pelajaran hari ini di Alkitab?
2. Apakah engkau berpikir cara mendalami Alkitab (dengan melihat cara untuk mengerti akan Dia lebih dalam melalui apa yang ditulis) dapat berguna dalam bagian Alkitab lainnya?
Jerry Smith, London, Inggris
Selasa
5 Juli
Kesaksian
Keberadaan Kekal Keluaran 3:14
“SAYA ADALAH SAYA berarti keberadaan untuk selama-lamanya; saat lalu, saat ini, dan di kemudian hari adalah Tuhan. Dia dapat melihat kejadian apapun di saat lampau dan di jauh kemudian hari dengan pandangan yang bersih sebagaimana kita melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, karena kalau kita tahu, ini tidak akan member kenyamanan diri yang kekal.”1
“Kristus menggunakan nama Tuhan yang besar yang diberikan kepada Musa untuk menyatakan ide akan keberadaan untuk selama-lamanya.”2
“Firman Allah kepada Musa: ''AKU ADALAH AKU.'' Lagi firman-Nya: ''Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Keluaran 3:14
“Janganlah membuat uang menjadi allah.”
“Adalah kemuliaan Tuhan untuk mengasihi, sabar, baik, dan benar. Tetapi pengadilan yang ditunjukkan untuk menghukum yang berdosa adalah juga kemuliaan Tuhan sebagai manifestasi dari kasih karuniaNya.”
“Janganlah menyembah allah lain: karena Tuhan, yang namaNya adalah iri, adalah Allah yang iri. Tuhan orang Israel adalah iri akan kehormatanNya. Bagaimana jadinya, saya yang bertanya, Ia menganggap orang-orang yang hidup di dunia, yang hidup di rumahNya, diberikan makanan dan pakaian, tetapi tidak pernah menyatakan “terimakasih “ kepadaNya? Mereka tidak menghargai kebaikanNya. Mereka seperti penghuni dunia yang fana, yang dihancurkan oleh karena mereka terus melawan Penciptanya.”3
“Biarlah manusia menyembah dan memuji Tuhan Allah dan hanya Ia saja. Janganlah menyombongkan diri sendiri untuk ditinggikan dan disembah sebagai tuhan. Janganlah membuat uang sebagai allah. Bila pikiran kita tidak dikontrol oleh kekuatan yang lebih dari pikiran kita, kemauan dasar kita akan menuntun hidup kita. Apa saja yang dibentuk berdasarkan pikiran dan kesenangan pribadi, menarik pikiran, adalah allah yang dipilih sebelum Tuhan sendiri. Tuhanlah adalah seorang pencari hati. Ia dapat membedakan antara hati yang penuh dengan perbuatan yang benar dan tidak.”4
REAKSI
1. Apakah perbaktian terhadap Tuhan menunjukkan fakta akan yang terjadi di masa lampau, saat ini, dan yang akan datang dengan Dia?
2. Berikankah contoh yang praktis di mana kita berbakti dalam roh dan kebenaran.
1. That I May Know Him, p. 12./ Supaya Aku Dapat MengenalNya, hal. 12
2. Ibid./Idem
3. The Advent Review and Sabbath Herald, March 10, 1904, “Laborers Together With God.” /Pekerja Bersama dengan Tuhan
4. Sermons and Talks [2SAT], chap. 25, “The Giving of the Law,” Manuscript 126, p. 185./ “Memberi Hukum
Ruth Reider, Milton Keynes, Inggris
Rabu
6 Juli
Keluaran 3:5; 32:1-6; Mazmur 100:3; I Kor. 15:45 Bagaimana
Berdiri Di Tanah Yang Suci
Mengerti akan Allah yang kita sembah adalah bagian penting dari perbaktian. Ketika kita datang kepada hadiratNya melalui doa, di mimbar gereja, di alam, di dalam rumah, atau bahkan di tengah kesunyian pikiran kita, ada beberapa elemen penting yang membawa kita terhadap sikap dalam berbakti.
Mengerti bahwa Allah adalah Roh (I Korintus 15:45). Alkitab member tahu bahwa Allah adalah Roh. Kita tidak dapat memegang atau menyentuhNya atau melihatNya seperti kita dengan yang lainnya. Kita melihatNya di dalam mata pikiran kita dan mengenalNya dalam hati kita. Jadi kita menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23; Filipi 3:3). Ini jauh melewati fisik. Perbaktian lebih dari menunduk kepala, bertelut, melipat tangan, atau bahkan bernyanyi lagu-laguNya. Ini juga berarti melihatNya melalui pikiran spiritual, mengetahui bahwa Ia nyata, dan percaya bahwa Ia berada di tengah-tengah kita sebagaimana kita mendekatiNya.
Di mana saja kita mendekati Allah, kita berdiri di atas tanah yang suci
Mengerti bahwa Allah itu suci (Keluaran 3:5). Satu ketika saya menonton program TV di mana seseorang berbicara dengan Allah ketika memegang secangkir anggur. Ketika ia selesai berbicara, ia mencicipi anggur itu. Saya yakin penulis program ini bermaksud untuk menunjukkan ketidakpenurutan dari orang tersebut. Tetapi berapa sering kita datang di hadirat Allah tanpa memerhatikan kesucianNya? Ketika Allah mengurusi ternak mertuanya, ia tiba di semak yang berapi, tetapi tidak terbakar. Allah berkata kepadanya dari tengah-tengah semak, “Lepaskanlah sandalmu, karena tempat di mana kamu berdiri adalah tanah yang suci!” (Lihat Keluaran 3:1-6). Di mana saja kita mendekati Allah, kita berdiri di atas tanah yang suci. Ketika kita mengerti bahwa Allah itu suci, kita akan merendahkan diri dan berserah. Kita akan hati-hati terhadap kata-kata dan perbuatan.
Ingat bahwa Ia adalah Allah (Keluaran 32:1-6; Mazmur 100:3). Seketika mereka keluar dari Mesir, orang Israel berkemah dekat Gunung Sinai, dan Musa pergi ke atas gunung untuk berbicara dengan Allah. Setelah ia pergi dalam waktu yang lama, orang Israel menjadi takut kalau mereka telah ditinggal sendiri. Mereka sepertinya telah lupa bahwa Allah akan menolong mereka, dan membuat ilah dari emas. Kita juga berada dalam bahaya dengan menaruh hal lain di dalam kehidupan kita yang mana hanya Allah yang mempunyai hak. Ialah satu-satunya yang disembah dan dipuji. Bahkan di gereja, tidak ada yang dapat lebih dipuji selain Allah.
REAKSI
Bagaimana bisa kita dapat berbicara dengan Allah sungguh-sungguh tetapi masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari?
Ann Steward, Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat
Kamis
7 Juli
Pendapat
Berbakti Sampai Akhir Wahyu 4:8
Apakah yang membuat kita meninggalkan Allah? Dalam Perjanjian Lama kita sering mendapati ayat: “dan orang Israel berdosa terhadap Allah”. Saya kadang berpikir, kalau saya hidup saat itu, saya akan hidup lebih beriman. Tetapi ketika saya terus membaca Alkitab dan memperhatikan dunia modern saat ini, saya lebih sadar bahwa kita mempunyai kehidupan yang sama dengan orang Israel saat itu.
Jadi apa yang selalu membuat kita sering berpaling dari Allah? Di bawah ini ada beberapa tanggapan:
Sebagian besar dari kita saat ini, . . . . . adalah orang yang beragama dibandingkan hidup dalam kasih dengan Allah
- Kita tidak cukup sabar, dan kita cepat lupa akan apa yang Allah telah lakukan bagi kita. Kita lupa kalau jalanNya tidak selalu jalan kita dan pikiranNya bukan pikiran kita. Oleh karena itu, ketika Ia mengambil waktu yang lebih lama untuk melakukan sesuatu, bukanlah karena Ia telah lup akan kita, teatpi karena Ia adalah Allah dan waktuNyalah yang paling tepat. Juga ketika Ia melakukan sesuatu untuk kita, yang seharusnya kita berterimakasih, kita sering lupa akan kebesaranNya dan mulai bersungut.
- Perhatian kita mudah dialihkan. Salah satu contoh yang bagus adalah ketika seseorang telat datang ke gereja dan hal yang lebih jelek ketika mereka berpakaian yang tidak cocok. Sehingga kita menghabiskan waktu untuk membicarakan betapa tidak bagusnya orang tersebut. Ini terjadi karena kita berhenti untuk memikirkan akan Penyelamat kita yang baik.
- Kita bingung akan siapa Allah itu. Sebagian besar dari kita saat ini, sama seperti orang Israel, adalah orang yang beragama dibandingkan hidup dalam kasih dengan Allah. Kita sibuk untuk menuruti huruf yang ada dalam hukum dibandingkan roh di dalam hukum. Dengan berkelakuan seperti itu kita menjadi capai akan Allah dan berpikir kalau Ia sedang menunggu unuk menghukum kita ketika kita jatuh.
Tetapi, kita tidak sadar kalau kita salah! Dari mulai ke akhir Alkitab, kita melihat Allah yang cinta, baik, panjang sabar, baik dalam segala hal. Tidak ada allah lain yang seperti Allah kita! Tidak ada allah lain yang dapat melakukan apa yang Ia lakukan dan yang akan Ia lakukan!
Bukankah Allah itu luar biasa? Mengapa kita masih berpikir untuk mempunyai atau mau allah lain? Perbaktian kita jangan terhadap orang lain, tetapi Kristus!
Mulai hari ini sampai selama-lamanya, lagu saya selalu seperti ini:
“Suci, suci, suci! Allah Maha Kuasa!
Yang Memerintah selama-selamanya”
Maureen Gatharia, Banbridge, County Down, Irlandia Utara
Jum’at
8 Juli
Eksplorasi
Belajar Untuk MengenalNYA Yesaya 46:9-11
SIMPULAN
Keinginan untuk mengenal Allah adalah bagian dari perjalan hidup manusia sejak dosa memisah kita dari Pencipta kita. Menariknya, sejak hari itu, Allah juga telah berusaha untuk menolong manusia yang telah jatuh. Ia memilih anak anak Abraham untuk menerima perhatian dan penjagaanNya yang khusus. Ia memilih mereka untuk menjadi Allah mereka dan mereka bangsaNya untuk membagi-bagikan pekabaran keselamatan ke dunia. Akan tetapi, ideNya tidak terjadi. Bangsa Israel menolak rencanaNya, dan Allah memilih bangsa lain. Apakah engkau mau mengenal Allah? Matikan suara yang berisik, jauhkan hal-hal yang mengambil alih. Ia telah menunggu untuk menunjukkan diriNya bagi engkau.
PERTIMBANGKAN
- Menulis satu puisi yang menerangkan akan Allah.
- Menganalisa 10 Hukum dengan menemukannya melalui berbagai atribut Allah yang mana Ia mau menunjukkan diriNya bagi engkau.
- Bacalah janji dalam Ulangan 31:6; Yesaya 40:31; Yohanes 14:27; 2 Korintus 1:3-4, Filipi 4:19. Garis bawahi alasan mengapa Allah patut disembah.
- Mengambil waktu untuk berjalan di alam dan memperhatikan hasil ciptaan Allah.
- Mengevaluasi bagaimana sering pikiran kita menjauhi Allah. Bandingkan hasilnya dengan hal lain yang menyerap pikiran kita.
- Mendramakan Wahyu 14:6-13. Perhatikan dengan seksama cara malaikat berbakti.
- Bangun pagi sebelum matahari terbit dan meluangkan waktu untuk Yesaya 46:9-11.
HUBUNGKAN
J. I. Packer and Carolyn Nystrom, Knowing God Devotional Journal/Jurnal Mengenal Allah (Downers Grove, IL.: InterVarsity Press, 2004); A. W. Tozer, The Pursuit of God/Mengejar Allah (Christian Publications: Camp Springs, PA., 1993).
Sandra Araújo-Delgado, Apison, Tennessee, U.S.A.
Pelajaran ke-DUA Kwartal 3,
Perbaktian dan Keluaran:
Mengerti Siapa Allah itu
2—9 Juli 2011
Diterjemahkan Oleh: Glenn Simanjuntak
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Kel. 20:2, 3, LAI)
Sabbath
2 Juli
Keluaran 20:2, 3 Pendahuluan
Satu-satunya atau Allah Diantara Para Illah lain
Kata seorang atau satu-satunya sering kali digunakan dengan tidak benar, walaupun saya bukanlah seorang profesor bahsa Inggris. Saya tahu kalau yang satu digunakan sebelum satu kata benda yang jumlah dapat dihitung satu, sedangkan yang lain digunak untuk kata benda yang memang hanya tidak ada duanya. Contohnya, ketika seorang anak muda bertemu dengan seorang wanita yang ia mau menghabis hidup seumur hidupnya, ia biasa menyebut wanita tersebut sebagai “the one/ wanita satu-satunya.” Bila ia menyebut wanita tersebut sebagai seseorang yang tidak eklusif, ia menyebutnya seperti “ia adalah seorang wanita special.” Pria tersebut akan menunjukkan bahwa adalah lebih dari satu wanita yang ia sukai. Bayangkan masalah apa saja yang dapat dialaminya!
Mengerti akan siapa Allah itu sangat penting agar tahu bagaimana kita menyembahNya
Ketika orang Israel meninggalkan Mesir, mereka tidak berbakti kepada Tuhan sebagaimana mestinya. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah lupa, oleh karena lama waktunya mereka tinggal di Mesir, di mana banyak allah lain yang disembah. Kekhususan atas satu-satunya Tuhan telah hilang. Oleh karena itu, satu proses perlu terjadi untu Tuhan kembali memperkenalkan diriNya. Kita saksikan mulainya proses ini, bersama dengan penderitaan yang ada, di dalam buku Keluaran.
Salah satu konsep yang Allah tunjukkan kepada pikiran orang Israel adalah Ialah satu-satunya Allah. Ia melakukan ini dnegan menunjukkan akan bagaimana Ia jauh lebih beda dari siapa saja yang pernah menyatakan dirinya sebagai allah.
Hari ini, masih banyak orang, obyek, dan ide yang mengambil pikiran kita untuk menjadi yang paling utama dalam kehidupan kita, yang dengan mudah menyatakan dirinya sebagai seorang allah. Mengerti akan siapa Tuhan itu,sangat penting agar tahu bagaimana kita memujiNya. Beberapa mengatakan Ia adalah satu tempat. Yang lain menyatakan adalah satu pengalaman atau perasaan. “Di dalam hati setiap agama ada satu komitmen yang tidak dapat dikompromi untuk menggambarkan akan siapa Allah itu dan tujuan dari hidup.”*
Minggu ini kita akan melihat kembali pengalaman orang Israel dan bagaimana interaksi mereka dengan Allah dapat menujukkan kita akan Allah yang kita sembah dan puji.
____________
*Ravi Zacharias, Jesus Among Other Gods/Yesus di Antara allah Lain
Adam Ramdin, Nottingham, England
.
Minggu
3 Juli
Bukti
Dimensi Allah Ulangan 29:29
Yoh. 4:23
Judul minggu ini luar biasa. Bagaimana bisa kita mengerti siapa Allah itu ketika Alkitab menunjukkan bahwa keadaan Ia sepenuhnya ada di dalam surga, di mana tidak ada dosa. Allah itu jauh di atas kita dan di luar pengetahuan kita, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada yang dapat kita pelajari tentang Dia kecuali Ia memilih untuk menunjukkan diriNya pada kita.
Dalam buku Mere Christianity/Cukup Kristen, C.S. Lewis menjelaskan akan keadaan Allah yang “tidak dapat dijelaskan” dengan menyatakan tentang dimensi Allah. Seperti kita hidup dalam dunia dua dimensi – dapat mengerti akan segala sesuatu mulai dari satu garis ke bujursangkar dalam satu kertas – di mana Allah diam dalam dunia tiga dimensi, kenyataan yang lebih kompleks. Bujursangkar kita sama dengan kotakNya. Kita hanya dapat melihat satu sisi, tetapi kenyataannya ada enam sisi. Dengan “ketidakjelasan”Nya, apakah perlu untuk mengerti siapa Allah supaya bisa menyembahNya?
Apakah perlu untuk mengerti siapa Allah supaya bisa menyembahNya?
Ketika Paulus berkunjung ke Athena, hal ini menjadi lebih jelas kepadanya ketika melihat penduduk Athena memuji berbagai macam tuhan, paling sedikit salah satunya mereka tidak tahu sama sekali (Kisah 17:23). Beberapa ilmuwan, seperti Einstein2, percaya akan satu kekuatan khusus yang dapat disebut sebagai “tuhan” yang berada di belakang semua hal-hal yang terjadi di dunia ini. Mungkin engkau mempunya beberapa teman yang percaya terhadap satu “tuhan” dalam bentuk tertentu dan berdoa kepadanya walaupun tidak ada bentuk nyatan kecuali kepercayaannya masing-masing. Oleh karena itu, bisa saja beribadah kepada sesuatu yang kita tidak mengerti. Masalahnya di sini adalah Allah kita mau untuk dapat dimengerti (Yohanes 4:22, 23).
Pengalaman dalam buku Keluaran berisi dengan kehadiran Allah sendiri, yang nyata terdapat dalam sepuluh hokum. Ia mendengar tangisan orang Israel. Ia melepaskan orang Israel dari perbudakan. Ia menunjukkan mereka kekuatanNya di Laut Merah dan di Sinai, Ia menunjukkan arti dari kerajaanNya. Ia dapat saja memilih untuk menerima cara mereka beribadah sewaktu mereka tahu Ia sebagai tiang awan, atau api yang bersinar, anging kencang, atau angin yang membelah laut, tetapi itu bukanlah Tuhan. Ia mau disembah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23) karena kita dapat mempunyai hubungan yang nyata denganNya sekarang dan selama-lamanya – terutama untuk selama-lamanya, ketika bersama denganNya dalam kemuliaan 3-dimensi di surge (I Korintus 13:12).
1. C. S. Lewis. Mere Christianity, chapter 24 “The Three-Personal God.” /Cukup Kristen, Bab 2 “Tiga Kepribadian Tuhan”,
http://www.philosophyforlife.com/mc24.htm (accessed February 24, 2010)
2. Evidence for God. Did Einstein believe in a personal god? Rich Deem / Bukti untuk Tuhan. Apakah Einsten percaya terhdap seorang tuhan?, http://www.godandscience.org/apologetics/einstein.html#FovJAuNxEQ6G (accessed February 24, 2010).
Maroria Oroko, Glasgow, Scotland
Senin
4 Juli
Keluaran 3:1-15: 12:1-36, 20:4, 5; 32:1-6: 33:12-23 Logos
Mengerti Siapakah Allah
Banyak sekali tema yang menarik dalam mempelajari buku Keluaran. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya:
Ia adalah Allah yang Patut Disembah (Keluaran 3:1-5)
Allah patut disembah karena tidak ada yang sama seperti Dia. Oleh karena itu Ia memerintah Musa untuk melepaskan sepatunya supaya tidak membawa dunia ke tanah yang unik dan suci di mana Ia berada pada saat itu. Sama dengan hari ini, merupakan hal yang sangat bijaksana untuk mendekati Allah dengan cara yang unik, karena Ia adalah yang paling unik dari segalanya. Biarlah kita menunjukkan penghormatan sepatutnya (Pengkhotbah 5:1, 2). Biarlah kita mengikuti segalah perintahNya, karena penurutan adalah salah satu bentuk dari penyembahan (Pengkhotbah 12:13).
Kita dapat percaya tidak akan pernah dilupakan atau diabaikan
Allah adalah Tuhan yang Melihat dan Mendengar (Keluaran 3:7-9)
Dalam kehidupan Abraham, ketika Hagar dan Ismael dikeluarkan dari tempat tinggal dan lari di tengah-tengah padang gurun, Allah mendengar tangis mereka dan memberikan bantuanNya (Kejadian 21:9-21; perhatikan terutama ayat 17). Dalam Keluaran, Allah memberitahu Musa bahwa Ia adalah Allah yang melihat dan mendengar jeri tangis bangsaNya, dan Ia bermaksud untuk berbuat sesuatu terhadap itu. Ialah seorang yang dapat melakukan apa saja. Kita dapat percaya tidak akan pernah dilupakan atau diabaikan.
Allah adalah seorang Penyelamat dan Penebus orang Israel (Keluaran 3:8, 10-12)
Allah bukanlah seorang Pengamat alam semesta yang pasif yang memperhatikan alam semesta berputar mengelilingiNya. Ia adalah Allah yang meluruskan kejahatan yang terjadi. Apapun besarnya masalah, Ia berjanji untuk memerdekakan yang tertindas dan dijajah, terutama bagi mereka yang ditindas oleh dosa. Hal ini juga terjadi pada hari ini, walaupun ketindasan tersebut datang dari sesuatu seperti perbuatan ekonomi yang tidak benar atau praktek kehidupan dalam satu komunitas seperti perdagangan budak. Allah mempunyai rencana untuk memerdekakan setiap orang dari dosa yang menindas dan merusak. Ia memanggil kita untuk melakukan hal yang sama sebaik mungkin (Yesaya 58:6, 7; Amos 5:14, 15; Mikah 6:8)
Allah adalah “AKU ADALAH AKU” (Keluaran 12:1-13, 21-30)
Dalam ayat-ayat ini, Allah menyatakan akan acara ritual di mana kita menuangkan darah dari binatang yang tidak bercela. Akan tetapi, mereka yang membiar diri mereka “diselimuti dengan darah” akan dijaga dari kekuatan jahat yang mencari untuk menghancurkan mereka (Mazmur 91). Oleh karena itu acara ritual ini dimaksudkan bukan hanya menunjukkan kepercayan Allah (dengan menuruti perintahNya, kehidupan tidak akan ada yang hilang), tetapi juga merupakan bayang-bayang akan Anak Domba Allah (Yohanes 1:29; Wahyu 5:6, 9, 10), Yesus Kristus. Ini adalah darah Yesus yang satu hari kelak nanti membebaskan dunia dari pegangan dosa dan kematian yang sepertinya tidak dapat dilepas (Ibrani 2:14, 15).
Allah meminta akan penyembahan kita (Keluaran 20:4, 5; 32:1-6)
Hukum kedua mengingati kita akan hukum yang berhubungan dengan ilah lain. Keluaran 32:1-6 menunjukkan mengapa hal ini sangat penting. Ketika kita lupa akan Siapa yang membawa setiap berkat yang kita punyai, kita juga lupa satu-satunya sumber yang benar dan hidup. Sebagaimana Amsal katakan: “Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan ALLAH berkenan akan dia. Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.” Bila kita melupakan akan kepada siapa kita sembah, kita akan lupa siapa kita, karena kita dibentuk sesuai dengan rupaNya (Kejadian 1:26, 27). Inilah yang terjadi terhadap orang Israel di padang gurun. Yang membawa mereka untuk berdosa terhadap Allah.
Allah adalah Pemberi Kentraman (Keluaran 33:14)
Kadang kita menganggap Allah sebagai satu tugas atau seorang yang harus kita tanggapi dan teliti. Kita kadang-kadang mau “lepas” dariNya. Tetapi Allah menyatakan bahwa Ia adalah sumber dan pemberi kententraman (Kejadian 2:1-3; Keluaran 20:8-11; Matius 11:28-30). Adalah sesuatu yang bodoh bila kita berusaha mencari ketentraman di tempat lain!
Allah adalah seorang yang tersembunyi; seorang yang menunjukkan diriNya (Keluaran 33:12, 13, 18-23)
Kadang-kadang hubungan kita dengan Allah terlalu tidak dapat dijelaskan. Ia seperti dikelilingi oleh “awan dan kegelapan yang tebal” (Mazmur 97:2), sehingga kita tidak dapat mengerti jalan-jalanNya. Sebagaimana kita baca dalam buku Ayub: “Dapatkah engkau mengukur dalamnya Allah?” (11:7). Rasul Paulus menerangkan Ia sebagai “tak terselidiki” (Roma 11:33). Tetapi Allah menunjukkan Musa akah kemuliaanNya. Ia juga member Yohanes buku Wahyu yang mana memberitahu kita akan karakter sebagaimana ditunjukkan melalui Kristus. Jadi kita belajar bahwa jika kita mau mengetahui tentang Dia, kita harus siap untuk mendengarNya!
REAKSI
1. Hal apa saja yang engkau pelajari mengenai Allah dari pelajaran hari ini di Alkitab?
2. Apakah engkau berpikir cara mendalami Alkitab (dengan melihat cara untuk mengerti akan Dia lebih dalam melalui apa yang ditulis) dapat berguna dalam bagian Alkitab lainnya?
Jerry Smith, London, Inggris
Selasa
5 Juli
Kesaksian
Keberadaan Kekal Keluaran 3:14
“SAYA ADALAH SAYA berarti keberadaan untuk selama-lamanya; saat lalu, saat ini, dan di kemudian hari adalah Tuhan. Dia dapat melihat kejadian apapun di saat lampau dan di jauh kemudian hari dengan pandangan yang bersih sebagaimana kita melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, karena kalau kita tahu, ini tidak akan member kenyamanan diri yang kekal.”1
“Kristus menggunakan nama Tuhan yang besar yang diberikan kepada Musa untuk menyatakan ide akan keberadaan untuk selama-lamanya.”2
“Firman Allah kepada Musa: ''AKU ADALAH AKU.'' Lagi firman-Nya: ''Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Keluaran 3:14
“Janganlah membuat uang menjadi allah.”
“Adalah kemuliaan Tuhan untuk mengasihi, sabar, baik, dan benar. Tetapi pengadilan yang ditunjukkan untuk menghukum yang berdosa adalah juga kemuliaan Tuhan sebagai manifestasi dari kasih karuniaNya.”
“Janganlah menyembah allah lain: karena Tuhan, yang namaNya adalah iri, adalah Allah yang iri. Tuhan orang Israel adalah iri akan kehormatanNya. Bagaimana jadinya, saya yang bertanya, Ia menganggap orang-orang yang hidup di dunia, yang hidup di rumahNya, diberikan makanan dan pakaian, tetapi tidak pernah menyatakan “terimakasih “ kepadaNya? Mereka tidak menghargai kebaikanNya. Mereka seperti penghuni dunia yang fana, yang dihancurkan oleh karena mereka terus melawan Penciptanya.”3
“Biarlah manusia menyembah dan memuji Tuhan Allah dan hanya Ia saja. Janganlah menyombongkan diri sendiri untuk ditinggikan dan disembah sebagai tuhan. Janganlah membuat uang sebagai allah. Bila pikiran kita tidak dikontrol oleh kekuatan yang lebih dari pikiran kita, kemauan dasar kita akan menuntun hidup kita. Apa saja yang dibentuk berdasarkan pikiran dan kesenangan pribadi, menarik pikiran, adalah allah yang dipilih sebelum Tuhan sendiri. Tuhanlah adalah seorang pencari hati. Ia dapat membedakan antara hati yang penuh dengan perbuatan yang benar dan tidak.”4
REAKSI
1. Apakah perbaktian terhadap Tuhan menunjukkan fakta akan yang terjadi di masa lampau, saat ini, dan yang akan datang dengan Dia?
2. Berikankah contoh yang praktis di mana kita berbakti dalam roh dan kebenaran.
1. That I May Know Him, p. 12./ Supaya Aku Dapat MengenalNya, hal. 12
2. Ibid./Idem
3. The Advent Review and Sabbath Herald, March 10, 1904, “Laborers Together With God.” /Pekerja Bersama dengan Tuhan
4. Sermons and Talks [2SAT], chap. 25, “The Giving of the Law,” Manuscript 126, p. 185./ “Memberi Hukum
Ruth Reider, Milton Keynes, Inggris
Rabu
6 Juli
Keluaran 3:5; 32:1-6; Mazmur 100:3; I Kor. 15:45 Bagaimana
Berdiri Di Tanah Yang Suci
Mengerti akan Allah yang kita sembah adalah bagian penting dari perbaktian. Ketika kita datang kepada hadiratNya melalui doa, di mimbar gereja, di alam, di dalam rumah, atau bahkan di tengah kesunyian pikiran kita, ada beberapa elemen penting yang membawa kita terhadap sikap dalam berbakti.
Mengerti bahwa Allah adalah Roh (I Korintus 15:45). Alkitab member tahu bahwa Allah adalah Roh. Kita tidak dapat memegang atau menyentuhNya atau melihatNya seperti kita dengan yang lainnya. Kita melihatNya di dalam mata pikiran kita dan mengenalNya dalam hati kita. Jadi kita menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23; Filipi 3:3). Ini jauh melewati fisik. Perbaktian lebih dari menunduk kepala, bertelut, melipat tangan, atau bahkan bernyanyi lagu-laguNya. Ini juga berarti melihatNya melalui pikiran spiritual, mengetahui bahwa Ia nyata, dan percaya bahwa Ia berada di tengah-tengah kita sebagaimana kita mendekatiNya.
Di mana saja kita mendekati Allah, kita berdiri di atas tanah yang suci
Mengerti bahwa Allah itu suci (Keluaran 3:5). Satu ketika saya menonton program TV di mana seseorang berbicara dengan Allah ketika memegang secangkir anggur. Ketika ia selesai berbicara, ia mencicipi anggur itu. Saya yakin penulis program ini bermaksud untuk menunjukkan ketidakpenurutan dari orang tersebut. Tetapi berapa sering kita datang di hadirat Allah tanpa memerhatikan kesucianNya? Ketika Allah mengurusi ternak mertuanya, ia tiba di semak yang berapi, tetapi tidak terbakar. Allah berkata kepadanya dari tengah-tengah semak, “Lepaskanlah sandalmu, karena tempat di mana kamu berdiri adalah tanah yang suci!” (Lihat Keluaran 3:1-6). Di mana saja kita mendekati Allah, kita berdiri di atas tanah yang suci. Ketika kita mengerti bahwa Allah itu suci, kita akan merendahkan diri dan berserah. Kita akan hati-hati terhadap kata-kata dan perbuatan.
Ingat bahwa Ia adalah Allah (Keluaran 32:1-6; Mazmur 100:3). Seketika mereka keluar dari Mesir, orang Israel berkemah dekat Gunung Sinai, dan Musa pergi ke atas gunung untuk berbicara dengan Allah. Setelah ia pergi dalam waktu yang lama, orang Israel menjadi takut kalau mereka telah ditinggal sendiri. Mereka sepertinya telah lupa bahwa Allah akan menolong mereka, dan membuat ilah dari emas. Kita juga berada dalam bahaya dengan menaruh hal lain di dalam kehidupan kita yang mana hanya Allah yang mempunyai hak. Ialah satu-satunya yang disembah dan dipuji. Bahkan di gereja, tidak ada yang dapat lebih dipuji selain Allah.
REAKSI
Bagaimana bisa kita dapat berbicara dengan Allah sungguh-sungguh tetapi masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari?
Ann Steward, Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat
Kamis
7 Juli
Pendapat
Berbakti Sampai Akhir Wahyu 4:8
Apakah yang membuat kita meninggalkan Allah? Dalam Perjanjian Lama kita sering mendapati ayat: “dan orang Israel berdosa terhadap Allah”. Saya kadang berpikir, kalau saya hidup saat itu, saya akan hidup lebih beriman. Tetapi ketika saya terus membaca Alkitab dan memperhatikan dunia modern saat ini, saya lebih sadar bahwa kita mempunyai kehidupan yang sama dengan orang Israel saat itu.
Jadi apa yang selalu membuat kita sering berpaling dari Allah? Di bawah ini ada beberapa tanggapan:
Sebagian besar dari kita saat ini, . . . . . adalah orang yang beragama dibandingkan hidup dalam kasih dengan Allah
- Kita tidak cukup sabar, dan kita cepat lupa akan apa yang Allah telah lakukan bagi kita. Kita lupa kalau jalanNya tidak selalu jalan kita dan pikiranNya bukan pikiran kita. Oleh karena itu, ketika Ia mengambil waktu yang lebih lama untuk melakukan sesuatu, bukanlah karena Ia telah lup akan kita, teatpi karena Ia adalah Allah dan waktuNyalah yang paling tepat. Juga ketika Ia melakukan sesuatu untuk kita, yang seharusnya kita berterimakasih, kita sering lupa akan kebesaranNya dan mulai bersungut.
- Perhatian kita mudah dialihkan. Salah satu contoh yang bagus adalah ketika seseorang telat datang ke gereja dan hal yang lebih jelek ketika mereka berpakaian yang tidak cocok. Sehingga kita menghabiskan waktu untuk membicarakan betapa tidak bagusnya orang tersebut. Ini terjadi karena kita berhenti untuk memikirkan akan Penyelamat kita yang baik.
- Kita bingung akan siapa Allah itu. Sebagian besar dari kita saat ini, sama seperti orang Israel, adalah orang yang beragama dibandingkan hidup dalam kasih dengan Allah. Kita sibuk untuk menuruti huruf yang ada dalam hukum dibandingkan roh di dalam hukum. Dengan berkelakuan seperti itu kita menjadi capai akan Allah dan berpikir kalau Ia sedang menunggu unuk menghukum kita ketika kita jatuh.
Tetapi, kita tidak sadar kalau kita salah! Dari mulai ke akhir Alkitab, kita melihat Allah yang cinta, baik, panjang sabar, baik dalam segala hal. Tidak ada allah lain yang seperti Allah kita! Tidak ada allah lain yang dapat melakukan apa yang Ia lakukan dan yang akan Ia lakukan!
Bukankah Allah itu luar biasa? Mengapa kita masih berpikir untuk mempunyai atau mau allah lain? Perbaktian kita jangan terhadap orang lain, tetapi Kristus!
Mulai hari ini sampai selama-lamanya, lagu saya selalu seperti ini:
“Suci, suci, suci! Allah Maha Kuasa!
Yang Memerintah selama-selamanya”
Maureen Gatharia, Banbridge, County Down, Irlandia Utara
Jum’at
8 Juli
Eksplorasi
Belajar Untuk MengenalNYA Yesaya 46:9-11
SIMPULAN
Keinginan untuk mengenal Allah adalah bagian dari perjalan hidup manusia sejak dosa memisah kita dari Pencipta kita. Menariknya, sejak hari itu, Allah juga telah berusaha untuk menolong manusia yang telah jatuh. Ia memilih anak anak Abraham untuk menerima perhatian dan penjagaanNya yang khusus. Ia memilih mereka untuk menjadi Allah mereka dan mereka bangsaNya untuk membagi-bagikan pekabaran keselamatan ke dunia. Akan tetapi, ideNya tidak terjadi. Bangsa Israel menolak rencanaNya, dan Allah memilih bangsa lain. Apakah engkau mau mengenal Allah? Matikan suara yang berisik, jauhkan hal-hal yang mengambil alih. Ia telah menunggu untuk menunjukkan diriNya bagi engkau.
PERTIMBANGKAN
- Menulis satu puisi yang menerangkan akan Allah.
- Menganalisa 10 Hukum dengan menemukannya melalui berbagai atribut Allah yang mana Ia mau menunjukkan diriNya bagi engkau.
- Bacalah janji dalam Ulangan 31:6; Yesaya 40:31; Yohanes 14:27; 2 Korintus 1:3-4, Filipi 4:19. Garis bawahi alasan mengapa Allah patut disembah.
- Mengambil waktu untuk berjalan di alam dan memperhatikan hasil ciptaan Allah.
- Mengevaluasi bagaimana sering pikiran kita menjauhi Allah. Bandingkan hasilnya dengan hal lain yang menyerap pikiran kita.
- Mendramakan Wahyu 14:6-13. Perhatikan dengan seksama cara malaikat berbakti.
- Bangun pagi sebelum matahari terbit dan meluangkan waktu untuk Yesaya 46:9-11.
HUBUNGKAN
J. I. Packer and Carolyn Nystrom, Knowing God Devotional Journal/Jurnal Mengenal Allah (Downers Grove, IL.: InterVarsity Press, 2004); A. W. Tozer, The Pursuit of God/Mengejar Allah (Christian Publications: Camp Springs, PA., 1993).
Sandra Araújo-Delgado, Apison, Tennessee, U.S.A.
Friday, 17 June 2011
SSCQ Pelajaran 13 Kwartal 2 tahun 2011
Pakaian Kasih Karunia:
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Tigabelas Kwartal 2,
Berpakaikan Kristus
18—25 Juni 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya (Roma 13:14 LAI)
Sabbath
18 Juni
1 Kor. 15:49-55 Pendahuluan
Jeans
"Waduh, mulai lepas semuanya. Bagian yang usang sudah mulai bolong. Ujung bagian kaki dan kantong udah karatan. Apakah saya betul-betul perlu mengganti celana Jean ini?"
Anda tahu jenis jins yang saya maksud, kan? Jenis yang terasa begitu nyaman anda lupa anda tidak berkeringat. Aku punya sudah lama punya celana ini. Saya sudah bepergian ke banyak tempat bersama-sama dan melakukan petualangan yang cukup banyak. Saya yakin Anda memiliki celana jins seperti ini juga.
Engkau kan tidak sedang buru-buru untuk pulang? Pergilah dan lihat
Mengalah pada kenyataan, saya menghadapi kenyataan bahwa saya harus memulai pencarian tak terelakkan untuk celana jeans. Saat aku sedang berkendaraan pulang dari menghabiskan akhir pekan yang indah dengan teman-teman, saya keluar dari jalan utama untuk BBM. Sementara mengisi tangki, terdengar di kepalaku, "Pergilah ke toko yang di sana dan carilah celana jins." Tanggapanku terdengar cukup keras di kepalaku, "Tapi engkau baru setengah jalan untuk pulang. Masih makan waktu tiga jam" Argumen tersebut berlanjut," Engkau kan tidak sedang buru-buru untuk pulang? Pergilah dan lihat,” jadi saya menyerah dan menyadari saya tidak perlu buru-buru pulang, dan alangkah baiknya untuk jalan-jalan sebentar, bangkit, dan mungkin engkau akan menemukan celana jin mu.
Begitu masuk toko, saya memindai rak clearance pertama. Saya menjelajahi untuk warna yang sempurna, gaya yang sempurna, dan hanya pas. Setelah aku melihat di semua tempat untuk tempat yang mungkin bagi jeans, saya masuk ke kamar ganti yang kosong.
Saya melepaskan celana lama dan memakai yang baru . . . . dan ....oh astaga. Nyaman sekali rasanya. Tampak bagus padaku, dan tak terlihat saya berganti jin. Saya tidak percaya akan hal ini. Saya cek harga. Hebat sekali! Diskon setengah harga. Apakah saya benar-benar menemukan celana jins? Tentu saja, saya membelinya dan melanjutkan perjalananku. Sekarang, setiap kali saya mengenakan jins, saya berpikir tentang bagaimana Tuhan menyediakan dan peduli untuk kebutuhan sederhanaku, bagaimana Dia ingin kita dan bahkan membantu kita untuk mengganti kebiasaan lama dengan yang lebih baik. Saya juga berpikir tentang bagaimana Dia peduli akan kita jauh lebih baik dari yang bisa kita lakukan untuk merawat diri kita sendiri. Selama minggu terakhir pelajaran lambang pakaian dalam Alkitab, kita akan melihat beberapa metafora pakaian khusus dari Alkitab yang mengungkapkan janji-janji pembaharuan dan pemulihan.
Becky Gomoll, Rough and Ready, California, U.S.A.
Minggu
19 Juni
Logos
Ditebus, Diperbaharui, dan Direstorasi Rom. 6:1–6; 1 Kor. 15:49–55; 2 Kor. 5:1–4; Gal. 3:26–29; Efe. 4:22–24; Kol. 3:1–12
“Aku telah ditebus, oleh darah anak domba. Kutelah ditebus . . . .” Lagu itu menggema melalui ruangan pertemuan gereja hampir setiap Sabat pagi pada waktu umur remajaku dan saya akan menyanyikan dengan sekuat suaraku. Kemudian, kami akan bergabung dengan kelas dewasa dan menyanyikan, “Kuditebus dan aku suka menyaksikannya.” Kebanyakan kita besar menyanyikan lagu tentang diteubs oleh kebenaran Kristus, dan banyak lagu lain yang dikaitkan dengan baptisan dan ditutupi oleh Kristus. Tetapi apa arti lambang tersebut? Dan bagaimana menerapkannya kepada kita?
Bebas dari Dosa (Roma 6:1—6; Efesus 4:22-24)
Baptisan dalam Kristus adalah salah satu cara yang paling umum menunjukkan ketaatan total kita kepada Allah. Namun, baptisan secara fisik tidak ada artinya kecuali membuat kita basah. Ini adalah simbolisme baptisan---yang artinya—berubah dalam gaya hidup. Dengan masuk ke bawah air, kita secara simbolis mati terhadap dosa diri kita, dan masuk ke "kuburan" bersama dengan Kristus. Pada waktu pendeta mengangkat kita keluar dari air, kita "dibangkitkan" ke dalam hidup, ke dalam kebenaran. Allah telah menebus kita dari dosa. Ia telah membebaskan kita dari cengkeraman kematiannya.
Hanya melalui kebenaran Kristus kita bisa kembali ke dalam gambar dan rupa Allah
Efesus 4:22-24 mengatakan bahwa kita diajarkan untuk menjadi manusia baru, "diciptakan untuk menjadi seperti Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang benar" (ayat 24). Jika kita terus menghidupkan keinginan kita sendiri, kita akan menghancurkan diri sendiri. Hanya melalui kebenaran Kristus kita bisa kembali ke dalam gambar dan rupa Allah, adalah tujuan yang diinginkanNYA waktu menciptakan kita. Restorasi dimulai ketika kita dibaptiskan. "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus telah mengenakan Kristus."(Galatia 3:26, 27).
Baptisan Hanyalah Awal (Kolose 3:1-12)
Berpakaikan Kristus pada saat baptisan tidak menjamin bahwa kita secara otomatis akan tetap di dalam Kristus. Kita diingatkan dalam Kolose 3 bahwa kita setiap hari harus memilih untuk hidup sebagai umat Allah. Walaupun sifat berdosa kita akan mencoba untuk kembali, kita harus memilih untuk fokus pada konsep surgawi dan mengizinkan Allah untuk melanjutkan pekerjaan-Nya memperbaharui karakter kita dan memulihkan roh kita. Godaan yang akan datang kepada kita masing-masing akan bervariasi. Namun, Kolose 3 cukup spesifik dalam menyebut sifat duniawi yang dibenci Allah: dosa seksual, penyimpangan, gairah, nafsu, keserakahan, kemarahan, kebencian, mengutuk, berbohong. Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan bagaimana Iblis menggoda Anda. Sifat duniawi apa yang berusaha untuk bercokol dalam hidupmu? Dalam masa-masa pencobaan dan kelemahan, bagaimana engkau tetap berpakaikan Kristus?
Dunia ini Bukan Rumah kita (2 Kor. 5:1-4)
Kadangkala tampaknya kita seolah-olah terus berjuang melawan Setan dan sifat dosa dalam diri kita, terutama setelah baptisan. Hal ini dapat mengecewakan karena menyadari bahwa walaupun kita telah memilih untuk berjalan dengan Allah, kadang-kadang sulit untuk melakukannya. Kadang-kadang mungkin tampaknya tidak ada kemajuan berarti banyak sejak kami pertama kali berpakaian dengan kebenaranNya. Tetapi kita tidak dipanggil untuk mengubah diri kita sendiri. Upaya tersebut akan sia-sia. Sebaliknya, kita diperintahkan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dan segala sesuatu yang lain akan diberikan (Matius 6:33).
Dalam 2 Korintus 5:1-4 kita diingatkan bahwa Allah telah mempersiapkan kita kehidupan kekal dan "telah memberikan Roh-Nya untuk menjamin hal itu" Dunia ini bukanlan rumah kita; dunia ini hanyalh rumah singgah sementara yang menjadi tempat persiapan untuk masuk ke rumah surgawi kita. Setiap kemenangan yang kita capai dalam Kristus membawa kita lebih dekat ke dalam rupa Allah dalam persiapan untuk hidup selamanya bersama Allah. Dalam waktu baik dan buruk, kita harus ingat janji dalam Filipi 1:6, yang mengatakan, "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus”
Lihatlah Dia Datang (1 Kor. 15:49-55)
Tepat sampai Kedatangan Kedua, perlambang pakaian akan terus mengajar kita tentang Allah dan kasih-Nya bagi kita. Kita yang fana akan berpakaikan kekekalan. Kita yang dapat binasa akan berpakaian dengan kehidupan kekal. Perhatikan nada pasif dalam ayat 54. Kita tidak bisa memakaikan diri kita sendiri dengan keabadian. Hanya Kristus yang bisa memberikan kita pakaian tersebut. Hanya Dia yang dapat membuat tubuh kita utuh dan sesuai untuk kehidupan kekal, seolah-olah dosa tidak pernah membuat mereka lumpuh atau sakit. Dan ketika Dia melakukannya pada saat kedatangan-Nya, "maut ditelan dalam kemenangan" (ayat 55).
"Paulus tidak memiliki keinginan untuk mati, yang ia bandingkan dengan ketelanjangan, atau sedang ditelanjangi. Sebaliknya, dia ingin lebih lanjut dipakaikan dengan ditransformasikan ke keberadaan, baru abadi, yang ia bandingkan ke sebuah bangunan dari Allah. Kondisi baru ini menyatakan kehendak Allah bagi umat-Nya, dan Dia telah diberikan Roh-NYA sebagai jaminan, atau uang muka, yang menjamin kita bahwa harapan tersebut tidak sia-sia [lihat 2 Korintus 5:1-5]. "*
Alangkah luarbiasanya untuk menyanyi dalam kita "keadaan baru," "Aku telah ditebus!"
REAKSI
1. Apakah engkau telah memilih untuk berpakaian dalam Kristus melalui baptisan?
2. Apakah engkau mengizinkan Allah untuk mengembalikanmu ke dalam rupa-Nya?
3. Janji Alkitab mana yang engkau sayangi ketika dihadapkan dengan godaan?
4. Peran apa yang engkau mainkan sebagai yang ditebus?
*Handbook of Seventh-day Adventist Theology, p. 352.
Amy Schrader Meythaler, Minneapolis, Minnesota, U.S.A.
Senin
20 Juni
Zakh. 3:1–4 Kesaksian
Satu Ukuran Cocok Untuk Semua
“ Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu”(ayat 3). Jadi orang berdosa muncul dihadapan musuh yang dengan kecakapannya, kuasa penipuan telah menuntun mereka menjauh dari kesetiaan kepada Allah. Dengan pakaian dosa dan malu musuh telah memakaikan pakaian bagi mereka yang telah dikuasai oleh godaannya, lalu ia menyatakan bahwa tidak adil bagi Kristus untuk menjadi Cahaya mereka, Pembela mereka. . . . Mendengar kata-kata Yesus:. . . "Aku akan menghapuskan pelanggaran-nya. Aku akan menutupi 'dosa-dosanya. . "1.
Oh, perubahan pakaian yang luarbiasa!
"Pakaian kotor dicampakan, karena Kristus berkata, “aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu!” [Zakh. 3:4]. Kesalahan tersebut dipindahkan ke Putra Allah yang tidak bersalah, murni, dan suci; dan manusia, semuanya tidak layak, berdiri di hadapan Tuhan dibersihkan dari segala kejahatan, dan dipakaikan dengan kebenaran Kristus yang diperhitungkan. Oh, perubahan pakaian yang luarbiasa!"2
"Ketika Setan memberitahumu bahwa Tuhan tidak akan mempertimbangkanmu dengan memihak, karena engkau telah berdosa, katakan,"Yesus menyerahkan nyawa-Nya untukku. Dia menderita kematian yang kejam agar Dia memungkinkan saya kuat untuk menahan godaan. Saya tahu bahwa Dia mengasihiku, terlepas dari ketidaksempurnaanku. Aku bersandar dalam kasih-Nya. Allah telah menerima kesempurnaan-Nya atas namaku. Dia adalah kebenaranku, dan aku percaya pada pemberian-Nya. Dia mencampakan pakaianku yang penuh noda dosa, dan memakaikanku dengan jubah kebenaran-Nya. Berpakaikan pakaian ini, saya berdiri di hadapan Bapa dibenarkan.'"3
"Saat kita menghampiri Allah dalam nama Kristus. . . Kita dipakaikan dengan jubah keimamatan-Nya. Juruselamat menarik kita dekat ke sisi-Nya, memeluk kita dengan lengan manusia-Nya, sedangkan dengan lengannya ilahi-Nya Dia menjangkau takhta kekekalan."4
Tidaklah mengherankan para nabi berseru, "Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran" (Yes. 61:10). Semoga suara kita ditinggikan pada seruan semacam itu, tidak peduli seberapa besar atau kecil kita, pakaian Kristus cocok untuk semua!
1. That I May Know Him, p. 108.
2. Ibid.
3. Signs of the Times, August 13, 1902.
4. Ibid.
Miguel Serrano Illán, Loma Linda, California, U.S.A.
Selasa
21 Juni
Bukti
Lebih dari Yang Engkau Tawar 1 Kor. 15:50–55; Efe. 4:22–24
Sangat sulit untuk menyerahkan ide-ide kita tentang bagaimana hal-hal semestinya dan menerima ide Allah tentang bagaimana menjalani hidup kita. Sulit untuk menyerahkan pikiran dan menerima pikiran Allah, mengenakan pakaian yang diberiNYA—pakaian belas kasihan, kebaikan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (Kolose 3:12). Rencana Allah tidak selalu masuk akal pada saat itu. Tetapi Alkitab dikemas dengan cerita-cerita orang-orang yang menerima lebih dari yang mereka harapkan, dalam cara yang baik!
Engkau dapat percaya kepada-Nya hari ini dan besok, bahkan untuk semua hari kemarinmu!
Rut seorang Moab. Tapi ketika suami Yahudi nya meninggal dunia, ia tinggal dengan ibu mertuanya dan berjanji untuk mengikuti Allahnya. Akibatnya Allah membawanya ke hidup baru, dan ia akhirnya menjadi nenek-moyang Raja Daud, dan lebih jauh ke bawah pohon keluarga, nenek moyang Yesus sendiri!
Ketika mereka jadi tawanan, Daniel dan teman-temannya meminta hanya untuk makan makanan sehat yang ditentukan Allah. Mereka tidak bisa mengharapkan hasil yang luar biasa dari keputusan mereka untuk mengikuti prinsip-prinsip Allah. Apakah masuk akal untuk berdalih atas makanan ketika mereka adalah tahanan? Tidak juga. Namun demikian sekali lagi cara Allah adalah cara terbaik.
Dalam Yohanes 5, Yesus meminta orang lumpuh berdiri jika ia ingin sembuh. Pria itu menjawab bahwa tidak ada orang akan membantu dia masuk ke air. Dia memiliki visi yang sama pendeknya seperti kebanyakan kita. Yesus berdiri di sampingnya, dan ia masih khawatir tentang metode menyelamatkan dirinya sendiri! Kristus, bagaimanapun, mengasihani dia dan menyembuhkannya.
Maria dan Martha marah ketika Yesus tidak mengikuti rencana yang mereka pikirkan mesti diambilNYA (Yohanes 11). Mereka ingin Dia dekat mereka dan menangis untuk kehilangan saudara mereka. Tapi rencana Yesus itu lebih besar dan lebih baik dari itu! Dia secara ajaib mengembalikan saudara mereka untuk hidup dan membuktikan kuasa Allah bagi banyak orang hari waktu itu.
Ketika kita menyerahkan kebiasaan dan skema kita sendiri, dan menerima selimut pembenaran Tuhan, kita menerima keselamatan yang tidak pernah bisa kita terima ditambah berkat penghakiman Allah yang lebih baik. Dia tahu awal dari akhir. Engkau dapat percaya kepada-Nya hari ini dan besok, bahkan untuk semua hari kemarinmu! Jauh lebih besar dari bantuan duniawi adalah kenyataan bahwa cara Allah membawa hidup kekal, cemerlang, dan kehidupan yang sempurna.
Carrie Purkeypile, Citrus Heights, California, U.S.A.
Rabu
22 Juni
Gal. 3:26–29; Efe. 4:22–24; 6:13–18 Bagaimana
Lebih Dari Hanya Pernyataan Fashion
Beberapa orang berpikir bahwa jika mereka mengenakan merek terkenal mereka akan terkenal. Tetapi sebagai “bargain shopper” saya ini berbagi kepadamu tentang tawaran yang diberikan kematian Yesus kepada kita! Walaupun celana perancang terkenal mungkin terkenal untuk beberapa waktu, kita boleh bergemira bahwa pakaian yang ditawarkanNYA kepada kita tidak akan pernah lapur atau ketinggalan model. Lupakan label harga, pada waktu kita menerima pakaianNYA, kita akan menerima manfaatnya.
Kita tidak bisa menolak untuk mengenakan helm karena itu kuno
Kita menjadi anak-anak Kristus (Galatia 3:26-29). Meskipun tergoda untuk berpikir bahwa kita lebih baik dari orang lain ketika kita memakai pakaian cap pos dari surga, kita malah bersatu dengan saudara-saudari kita di dalam Dia sewaktu kita menjadi anak-anakNya.
Kita mengenakan secara lengkap baju zirah Allah (Ef. 6:13-18). Pakaian ini adalah untuk perlindungan. Kita diperintahkan untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Kita tidak bisa menolak untuk mengenakan helm karena itu kuno. Kita membutuhkan semua bagian dari baju zirah untuk melawan musuh.
Kita menjadi manusia baru (Efesus 4:22-24). Kita harus melepaskan pakaian kotor kita yang tampak sangat indah untuk mata duniawi dan menerima jubah putih bersih yang ditawarkan Yesus kepada kita. Kita sepenuhnya harus bergantung pada-Nya untuk keselamatan daripada mencoba untuk mendapatkannya sendiri. Dengan cara inilah bagaimana kita bisa menjadi lebih dan lebih dekat lagi seperti Dia. Dalam hal ini kita menemukan makna sebenarnya dari "berpakaian untuk kesuksesan."
Agar bisa mendapatkan manfaat ini, kita harus menerima bahwa kebenaran Kristuslah amat berharga. Berkat-berkat yang kita terima bukanlah karena siapa kita atau apa yang kita lakukan, tetapi karena siapa Dia dan apa yang telah dilakukanNYA.
Kunci untuk memakai kebenaran Kristus adalah "mempertimbangkan segala sesuatu adalah kerugian dibandingkan dengan kebesaran yang lebih dengan mengetahui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhanku, dan karenanya aku telah kehilangan segala sesuatu. Saya menganggapnya sampah, agar aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia, tidak memiliki kebenaran sendiri yang berasal dari hukum, tapi yang melalui iman dalam kebenaran Kristus—yang datang dari Allah dan melalui iman "(Fil 3:8,. 9). Ketika pakaian merek terkenal memudar dan sobek, kita akan terus diperbaharui melalui kekuatan Kristus karena kita memakai pakaian yang diberikanNYA. Gantinya menentukan nilai kita dari apa yang kita kenakan pada tubuh duniawi ini, kita harus melihat kepada Kristus untuk memakaikan kita pakaian yang benar-benar abadi.
REAKSI
Berkat-berkat apa yang didapat dalam mengenakan pakaian Kristus?
Rachel Alleman, El Dorado, Kansas, U.S.A.
Kamis
23 Juni
Pendapat
Bukan Tentang Nilai Kol. 3:1–11
Ada saat dalam hidupku pada waktu aku membaca Alkitab, berdoa, melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain, berpuasa, dan memelihara Sabat dengan setia, semua waktu berpikir bahwa mungkin Yesus akan mengeluarkan buku nilai-Nya dengan nama saya di atasnya dan memberi saya nilai sepuluh, lima belas, dua puluh, atau bahkan seratus poin untuk melaksanakan tugas-tugas ini. Namun dengan berjalannya waktu saya telah menyadari bahwa tidak pernah usahaku yang membuatku diterima di sisi-Nya, tetapi kekuasaan-Nya.
Hal ini bukan tentang apa yang kita lakukan atau yang tidak kita lakukan
Kebenaran Kristus adalah jubah Dia bebas menempatkan pada kita, meskipun kita tidak layak mendapatkannya. kemurnian dan kebaikan-Nya meliputi semua dosa kita. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kebenaran-Nya atau nikmat-Nya. Dia memberikannya secar gratis. Satu-satunya tindakan kita adalah menerima jubah ini dan mengimaninya bahwa Dia telah mengambil dosa-dosa kita dan membuang mereka ke kedalaman laut (Mikha 7:19).
Hal ini bukan tentang apa yang kita lakukan atau yang tidak kita lakukan. Ini adalah tentang memfokuskan mata kita tetap pada Yesus. Allah rindu memberikan kita hidup yang berkelimpahan. Dia memungkinkan itu melalui kematian Kristus. Dengan iman, kita menerima kematian-Nya atas nama kita dan membiarkan Roh Kudus untuk mengubah hidup kita. Setiap hari, Dia akan membersihkan hati kita dan memberikan kita kekuatan yang diperlukan menaklukan dunia yang berdosa ini. Jika kita berdosa, tidak ada yang dapat kita lakukan pada diri kita yang akan memberikan kita pengampunan Bapa kita. Ketika kita meminta-Nya untuk pengampunan, Ia akan "setia dan adil untuk untuk mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9).
Mengapa Yesus mau melakukan itu untuk kita? Saya sering menanyakan ini pada diriku sendiri, dan setiap kali saya lakukan, saya menyimpulkan bahwa itu karena Dia mengasihi kita dan tidak ada orang lain di bumi yang mengasihi kita seperti Dia. Jadi mengapa tidak menerima kebenaran-Nya? Mengapa tidak menerima kasih-Nya? Hari ini kita dapat menghirup udara kebebasan mengetahui bahwa Dia memakaikan kita dengan kebenaran-Nya, memberi kita kekuatan yang kita butuhkan untuk mengatasi dan akan menyelesaikan pekerjaan yang dimulaiNYA di dalam kita ketika kita menerimaNYA sebagai Juruselamat kita. Ini bukan tentang nilai-nilai yang saya pikir akan kudapat. Tetapi, ini tentang selalu datang kepada Yesus dan menerima kuasa pengubahan-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari.
REAKSI
Pikirkan tentang kebenaran Kristus dan apa artinya dalam kehidupanmu?
Clara Ysabel Alcantara, Sacramento, California, U.S.A.
Jum’at
24 Juni
Eksplorasi
Jubah KebenaranNYA Rom. 13:14
SIMPULAN
Semua agama-agama palsu memiliki satu kesamaan—mereka mempromosikan ide bahwa manusia mampu menyelamatkan diri sendiri. Dengan menenangkan para dewa, melakukan ritual yang ditentukan, atau memastikan bahwa perbuatan baik mereka lebih besar daripada yang buruk, jutaan berusaha untuk menjadi penyelamat diri mereka sendiri. Hanya orang Kristen yang mengakui ketidak berdayaan kita ketika datang untuk membayar upah dosa. Dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat kita dan membiarkan Dia tinggal dalam kita, kita tidak hanya mempunyai jaminan keselamatan, tetapi juga kuasa untuk mencerminkan karakter-Nya
PERTIMBANGKAN
• Buat sketsa dan label untuk berbagai bagian yang berbeda dari baju zirah Allah (Ef. 6:13-18). Gantunglah gambarmu ditempat yang akan terlihat secara reguler. Setiap kali engkau melihatnya, ucapkan terima kasih kepada Tuhan bahwa DIa menyediakan baju Nya dalam hidupmu.
• Menuliskan frase Berpakaian KRISTUS secar vertikal. Kemudian tuliskan kata-kata atau frasa yang dimulai dengan huruf masing-masing dan gambarkan seseorang yang mengenakan Pakaian Kristus”. Sebagai contoh:
• Prihatin tentang orang lain
• Mengasihi Allah, bukan dunia
• Bernyanyi kata-kata untuk "Ditudungi oleh Hidup-Nya," dari The Hymnal Advent Hari Ketujuh no 412. Sementara menyanyikan lagu itu (dengan nada yang ada di buku atau dengan menggunakan nada sendiri), tegaskan kembali persetujuanmu terhadap tawaran Allah untuk melindungimu dengan kebenaranNya.Memilih dua atau tiga dosa atau kelemahan yang Anda ingin Allah hapuskan dari hidupmu. Dengan tipex atau spidol permanen, tuliskan masing-masingnya di atas batu kecil. Berjalan sepanjang sungai atau pantai, berdoa tentang setiap perubahan yang ingin Anda bawa kepadaNYA. Melemparkan batu ke dalam air, melambangkan kesediaan Allah untuk "melemparkan segala dosa kita ke kedalaman laut" (Mikha 7:10). Setelah selesai, berterima kasih untuk janji-Nya untuk melindungi Anda dengan jubah-Nya kebenaran.
• Menjelaskan kepada anak kecil apa artinya berpakaikan Kristus.
• Mengidentifikasi kebiasaan baru yang akan membantu menjaga pikiranmu fokus pada Allah dan dilindungi dari pengaruh dunia. Selama 21 hari berikut, praktekan kebiasaan baru tersebut, tulis journal kemajuanmu.
HUBUNGKAN
Steps to Christ, pp. 43–48.
W. Clarence and Stephen Schilt, A Life to Die For.
Renee Coffee, Gobles, Michigan, U.S.A.
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Tigabelas Kwartal 2,
Berpakaikan Kristus
18—25 Juni 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya (Roma 13:14 LAI)
Sabbath
18 Juni
1 Kor. 15:49-55 Pendahuluan
Jeans
"Waduh, mulai lepas semuanya. Bagian yang usang sudah mulai bolong. Ujung bagian kaki dan kantong udah karatan. Apakah saya betul-betul perlu mengganti celana Jean ini?"
Anda tahu jenis jins yang saya maksud, kan? Jenis yang terasa begitu nyaman anda lupa anda tidak berkeringat. Aku punya sudah lama punya celana ini. Saya sudah bepergian ke banyak tempat bersama-sama dan melakukan petualangan yang cukup banyak. Saya yakin Anda memiliki celana jins seperti ini juga.
Engkau kan tidak sedang buru-buru untuk pulang? Pergilah dan lihat
Mengalah pada kenyataan, saya menghadapi kenyataan bahwa saya harus memulai pencarian tak terelakkan untuk celana jeans. Saat aku sedang berkendaraan pulang dari menghabiskan akhir pekan yang indah dengan teman-teman, saya keluar dari jalan utama untuk BBM. Sementara mengisi tangki, terdengar di kepalaku, "Pergilah ke toko yang di sana dan carilah celana jins." Tanggapanku terdengar cukup keras di kepalaku, "Tapi engkau baru setengah jalan untuk pulang. Masih makan waktu tiga jam" Argumen tersebut berlanjut," Engkau kan tidak sedang buru-buru untuk pulang? Pergilah dan lihat,” jadi saya menyerah dan menyadari saya tidak perlu buru-buru pulang, dan alangkah baiknya untuk jalan-jalan sebentar, bangkit, dan mungkin engkau akan menemukan celana jin mu.
Begitu masuk toko, saya memindai rak clearance pertama. Saya menjelajahi untuk warna yang sempurna, gaya yang sempurna, dan hanya pas. Setelah aku melihat di semua tempat untuk tempat yang mungkin bagi jeans, saya masuk ke kamar ganti yang kosong.
Saya melepaskan celana lama dan memakai yang baru . . . . dan ....oh astaga. Nyaman sekali rasanya. Tampak bagus padaku, dan tak terlihat saya berganti jin. Saya tidak percaya akan hal ini. Saya cek harga. Hebat sekali! Diskon setengah harga. Apakah saya benar-benar menemukan celana jins? Tentu saja, saya membelinya dan melanjutkan perjalananku. Sekarang, setiap kali saya mengenakan jins, saya berpikir tentang bagaimana Tuhan menyediakan dan peduli untuk kebutuhan sederhanaku, bagaimana Dia ingin kita dan bahkan membantu kita untuk mengganti kebiasaan lama dengan yang lebih baik. Saya juga berpikir tentang bagaimana Dia peduli akan kita jauh lebih baik dari yang bisa kita lakukan untuk merawat diri kita sendiri. Selama minggu terakhir pelajaran lambang pakaian dalam Alkitab, kita akan melihat beberapa metafora pakaian khusus dari Alkitab yang mengungkapkan janji-janji pembaharuan dan pemulihan.
Becky Gomoll, Rough and Ready, California, U.S.A.
Minggu
19 Juni
Logos
Ditebus, Diperbaharui, dan Direstorasi Rom. 6:1–6; 1 Kor. 15:49–55; 2 Kor. 5:1–4; Gal. 3:26–29; Efe. 4:22–24; Kol. 3:1–12
“Aku telah ditebus, oleh darah anak domba. Kutelah ditebus . . . .” Lagu itu menggema melalui ruangan pertemuan gereja hampir setiap Sabat pagi pada waktu umur remajaku dan saya akan menyanyikan dengan sekuat suaraku. Kemudian, kami akan bergabung dengan kelas dewasa dan menyanyikan, “Kuditebus dan aku suka menyaksikannya.” Kebanyakan kita besar menyanyikan lagu tentang diteubs oleh kebenaran Kristus, dan banyak lagu lain yang dikaitkan dengan baptisan dan ditutupi oleh Kristus. Tetapi apa arti lambang tersebut? Dan bagaimana menerapkannya kepada kita?
Bebas dari Dosa (Roma 6:1—6; Efesus 4:22-24)
Baptisan dalam Kristus adalah salah satu cara yang paling umum menunjukkan ketaatan total kita kepada Allah. Namun, baptisan secara fisik tidak ada artinya kecuali membuat kita basah. Ini adalah simbolisme baptisan---yang artinya—berubah dalam gaya hidup. Dengan masuk ke bawah air, kita secara simbolis mati terhadap dosa diri kita, dan masuk ke "kuburan" bersama dengan Kristus. Pada waktu pendeta mengangkat kita keluar dari air, kita "dibangkitkan" ke dalam hidup, ke dalam kebenaran. Allah telah menebus kita dari dosa. Ia telah membebaskan kita dari cengkeraman kematiannya.
Hanya melalui kebenaran Kristus kita bisa kembali ke dalam gambar dan rupa Allah
Efesus 4:22-24 mengatakan bahwa kita diajarkan untuk menjadi manusia baru, "diciptakan untuk menjadi seperti Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang benar" (ayat 24). Jika kita terus menghidupkan keinginan kita sendiri, kita akan menghancurkan diri sendiri. Hanya melalui kebenaran Kristus kita bisa kembali ke dalam gambar dan rupa Allah, adalah tujuan yang diinginkanNYA waktu menciptakan kita. Restorasi dimulai ketika kita dibaptiskan. "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus telah mengenakan Kristus."(Galatia 3:26, 27).
Baptisan Hanyalah Awal (Kolose 3:1-12)
Berpakaikan Kristus pada saat baptisan tidak menjamin bahwa kita secara otomatis akan tetap di dalam Kristus. Kita diingatkan dalam Kolose 3 bahwa kita setiap hari harus memilih untuk hidup sebagai umat Allah. Walaupun sifat berdosa kita akan mencoba untuk kembali, kita harus memilih untuk fokus pada konsep surgawi dan mengizinkan Allah untuk melanjutkan pekerjaan-Nya memperbaharui karakter kita dan memulihkan roh kita. Godaan yang akan datang kepada kita masing-masing akan bervariasi. Namun, Kolose 3 cukup spesifik dalam menyebut sifat duniawi yang dibenci Allah: dosa seksual, penyimpangan, gairah, nafsu, keserakahan, kemarahan, kebencian, mengutuk, berbohong. Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan bagaimana Iblis menggoda Anda. Sifat duniawi apa yang berusaha untuk bercokol dalam hidupmu? Dalam masa-masa pencobaan dan kelemahan, bagaimana engkau tetap berpakaikan Kristus?
Dunia ini Bukan Rumah kita (2 Kor. 5:1-4)
Kadangkala tampaknya kita seolah-olah terus berjuang melawan Setan dan sifat dosa dalam diri kita, terutama setelah baptisan. Hal ini dapat mengecewakan karena menyadari bahwa walaupun kita telah memilih untuk berjalan dengan Allah, kadang-kadang sulit untuk melakukannya. Kadang-kadang mungkin tampaknya tidak ada kemajuan berarti banyak sejak kami pertama kali berpakaian dengan kebenaranNya. Tetapi kita tidak dipanggil untuk mengubah diri kita sendiri. Upaya tersebut akan sia-sia. Sebaliknya, kita diperintahkan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dan segala sesuatu yang lain akan diberikan (Matius 6:33).
Dalam 2 Korintus 5:1-4 kita diingatkan bahwa Allah telah mempersiapkan kita kehidupan kekal dan "telah memberikan Roh-Nya untuk menjamin hal itu" Dunia ini bukanlan rumah kita; dunia ini hanyalh rumah singgah sementara yang menjadi tempat persiapan untuk masuk ke rumah surgawi kita. Setiap kemenangan yang kita capai dalam Kristus membawa kita lebih dekat ke dalam rupa Allah dalam persiapan untuk hidup selamanya bersama Allah. Dalam waktu baik dan buruk, kita harus ingat janji dalam Filipi 1:6, yang mengatakan, "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus”
Lihatlah Dia Datang (1 Kor. 15:49-55)
Tepat sampai Kedatangan Kedua, perlambang pakaian akan terus mengajar kita tentang Allah dan kasih-Nya bagi kita. Kita yang fana akan berpakaikan kekekalan. Kita yang dapat binasa akan berpakaian dengan kehidupan kekal. Perhatikan nada pasif dalam ayat 54. Kita tidak bisa memakaikan diri kita sendiri dengan keabadian. Hanya Kristus yang bisa memberikan kita pakaian tersebut. Hanya Dia yang dapat membuat tubuh kita utuh dan sesuai untuk kehidupan kekal, seolah-olah dosa tidak pernah membuat mereka lumpuh atau sakit. Dan ketika Dia melakukannya pada saat kedatangan-Nya, "maut ditelan dalam kemenangan" (ayat 55).
"Paulus tidak memiliki keinginan untuk mati, yang ia bandingkan dengan ketelanjangan, atau sedang ditelanjangi. Sebaliknya, dia ingin lebih lanjut dipakaikan dengan ditransformasikan ke keberadaan, baru abadi, yang ia bandingkan ke sebuah bangunan dari Allah. Kondisi baru ini menyatakan kehendak Allah bagi umat-Nya, dan Dia telah diberikan Roh-NYA sebagai jaminan, atau uang muka, yang menjamin kita bahwa harapan tersebut tidak sia-sia [lihat 2 Korintus 5:1-5]. "*
Alangkah luarbiasanya untuk menyanyi dalam kita "keadaan baru," "Aku telah ditebus!"
REAKSI
1. Apakah engkau telah memilih untuk berpakaian dalam Kristus melalui baptisan?
2. Apakah engkau mengizinkan Allah untuk mengembalikanmu ke dalam rupa-Nya?
3. Janji Alkitab mana yang engkau sayangi ketika dihadapkan dengan godaan?
4. Peran apa yang engkau mainkan sebagai yang ditebus?
*Handbook of Seventh-day Adventist Theology, p. 352.
Amy Schrader Meythaler, Minneapolis, Minnesota, U.S.A.
Senin
20 Juni
Zakh. 3:1–4 Kesaksian
Satu Ukuran Cocok Untuk Semua
“ Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu”(ayat 3). Jadi orang berdosa muncul dihadapan musuh yang dengan kecakapannya, kuasa penipuan telah menuntun mereka menjauh dari kesetiaan kepada Allah. Dengan pakaian dosa dan malu musuh telah memakaikan pakaian bagi mereka yang telah dikuasai oleh godaannya, lalu ia menyatakan bahwa tidak adil bagi Kristus untuk menjadi Cahaya mereka, Pembela mereka. . . . Mendengar kata-kata Yesus:. . . "Aku akan menghapuskan pelanggaran-nya. Aku akan menutupi 'dosa-dosanya. . "1.
Oh, perubahan pakaian yang luarbiasa!
"Pakaian kotor dicampakan, karena Kristus berkata, “aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu!” [Zakh. 3:4]. Kesalahan tersebut dipindahkan ke Putra Allah yang tidak bersalah, murni, dan suci; dan manusia, semuanya tidak layak, berdiri di hadapan Tuhan dibersihkan dari segala kejahatan, dan dipakaikan dengan kebenaran Kristus yang diperhitungkan. Oh, perubahan pakaian yang luarbiasa!"2
"Ketika Setan memberitahumu bahwa Tuhan tidak akan mempertimbangkanmu dengan memihak, karena engkau telah berdosa, katakan,"Yesus menyerahkan nyawa-Nya untukku. Dia menderita kematian yang kejam agar Dia memungkinkan saya kuat untuk menahan godaan. Saya tahu bahwa Dia mengasihiku, terlepas dari ketidaksempurnaanku. Aku bersandar dalam kasih-Nya. Allah telah menerima kesempurnaan-Nya atas namaku. Dia adalah kebenaranku, dan aku percaya pada pemberian-Nya. Dia mencampakan pakaianku yang penuh noda dosa, dan memakaikanku dengan jubah kebenaran-Nya. Berpakaikan pakaian ini, saya berdiri di hadapan Bapa dibenarkan.'"3
"Saat kita menghampiri Allah dalam nama Kristus. . . Kita dipakaikan dengan jubah keimamatan-Nya. Juruselamat menarik kita dekat ke sisi-Nya, memeluk kita dengan lengan manusia-Nya, sedangkan dengan lengannya ilahi-Nya Dia menjangkau takhta kekekalan."4
Tidaklah mengherankan para nabi berseru, "Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran" (Yes. 61:10). Semoga suara kita ditinggikan pada seruan semacam itu, tidak peduli seberapa besar atau kecil kita, pakaian Kristus cocok untuk semua!
1. That I May Know Him, p. 108.
2. Ibid.
3. Signs of the Times, August 13, 1902.
4. Ibid.
Miguel Serrano Illán, Loma Linda, California, U.S.A.
Selasa
21 Juni
Bukti
Lebih dari Yang Engkau Tawar 1 Kor. 15:50–55; Efe. 4:22–24
Sangat sulit untuk menyerahkan ide-ide kita tentang bagaimana hal-hal semestinya dan menerima ide Allah tentang bagaimana menjalani hidup kita. Sulit untuk menyerahkan pikiran dan menerima pikiran Allah, mengenakan pakaian yang diberiNYA—pakaian belas kasihan, kebaikan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (Kolose 3:12). Rencana Allah tidak selalu masuk akal pada saat itu. Tetapi Alkitab dikemas dengan cerita-cerita orang-orang yang menerima lebih dari yang mereka harapkan, dalam cara yang baik!
Engkau dapat percaya kepada-Nya hari ini dan besok, bahkan untuk semua hari kemarinmu!
Rut seorang Moab. Tapi ketika suami Yahudi nya meninggal dunia, ia tinggal dengan ibu mertuanya dan berjanji untuk mengikuti Allahnya. Akibatnya Allah membawanya ke hidup baru, dan ia akhirnya menjadi nenek-moyang Raja Daud, dan lebih jauh ke bawah pohon keluarga, nenek moyang Yesus sendiri!
Ketika mereka jadi tawanan, Daniel dan teman-temannya meminta hanya untuk makan makanan sehat yang ditentukan Allah. Mereka tidak bisa mengharapkan hasil yang luar biasa dari keputusan mereka untuk mengikuti prinsip-prinsip Allah. Apakah masuk akal untuk berdalih atas makanan ketika mereka adalah tahanan? Tidak juga. Namun demikian sekali lagi cara Allah adalah cara terbaik.
Dalam Yohanes 5, Yesus meminta orang lumpuh berdiri jika ia ingin sembuh. Pria itu menjawab bahwa tidak ada orang akan membantu dia masuk ke air. Dia memiliki visi yang sama pendeknya seperti kebanyakan kita. Yesus berdiri di sampingnya, dan ia masih khawatir tentang metode menyelamatkan dirinya sendiri! Kristus, bagaimanapun, mengasihani dia dan menyembuhkannya.
Maria dan Martha marah ketika Yesus tidak mengikuti rencana yang mereka pikirkan mesti diambilNYA (Yohanes 11). Mereka ingin Dia dekat mereka dan menangis untuk kehilangan saudara mereka. Tapi rencana Yesus itu lebih besar dan lebih baik dari itu! Dia secara ajaib mengembalikan saudara mereka untuk hidup dan membuktikan kuasa Allah bagi banyak orang hari waktu itu.
Ketika kita menyerahkan kebiasaan dan skema kita sendiri, dan menerima selimut pembenaran Tuhan, kita menerima keselamatan yang tidak pernah bisa kita terima ditambah berkat penghakiman Allah yang lebih baik. Dia tahu awal dari akhir. Engkau dapat percaya kepada-Nya hari ini dan besok, bahkan untuk semua hari kemarinmu! Jauh lebih besar dari bantuan duniawi adalah kenyataan bahwa cara Allah membawa hidup kekal, cemerlang, dan kehidupan yang sempurna.
Carrie Purkeypile, Citrus Heights, California, U.S.A.
Rabu
22 Juni
Gal. 3:26–29; Efe. 4:22–24; 6:13–18 Bagaimana
Lebih Dari Hanya Pernyataan Fashion
Beberapa orang berpikir bahwa jika mereka mengenakan merek terkenal mereka akan terkenal. Tetapi sebagai “bargain shopper” saya ini berbagi kepadamu tentang tawaran yang diberikan kematian Yesus kepada kita! Walaupun celana perancang terkenal mungkin terkenal untuk beberapa waktu, kita boleh bergemira bahwa pakaian yang ditawarkanNYA kepada kita tidak akan pernah lapur atau ketinggalan model. Lupakan label harga, pada waktu kita menerima pakaianNYA, kita akan menerima manfaatnya.
Kita tidak bisa menolak untuk mengenakan helm karena itu kuno
Kita menjadi anak-anak Kristus (Galatia 3:26-29). Meskipun tergoda untuk berpikir bahwa kita lebih baik dari orang lain ketika kita memakai pakaian cap pos dari surga, kita malah bersatu dengan saudara-saudari kita di dalam Dia sewaktu kita menjadi anak-anakNya.
Kita mengenakan secara lengkap baju zirah Allah (Ef. 6:13-18). Pakaian ini adalah untuk perlindungan. Kita diperintahkan untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Kita tidak bisa menolak untuk mengenakan helm karena itu kuno. Kita membutuhkan semua bagian dari baju zirah untuk melawan musuh.
Kita menjadi manusia baru (Efesus 4:22-24). Kita harus melepaskan pakaian kotor kita yang tampak sangat indah untuk mata duniawi dan menerima jubah putih bersih yang ditawarkan Yesus kepada kita. Kita sepenuhnya harus bergantung pada-Nya untuk keselamatan daripada mencoba untuk mendapatkannya sendiri. Dengan cara inilah bagaimana kita bisa menjadi lebih dan lebih dekat lagi seperti Dia. Dalam hal ini kita menemukan makna sebenarnya dari "berpakaian untuk kesuksesan."
Agar bisa mendapatkan manfaat ini, kita harus menerima bahwa kebenaran Kristuslah amat berharga. Berkat-berkat yang kita terima bukanlah karena siapa kita atau apa yang kita lakukan, tetapi karena siapa Dia dan apa yang telah dilakukanNYA.
Kunci untuk memakai kebenaran Kristus adalah "mempertimbangkan segala sesuatu adalah kerugian dibandingkan dengan kebesaran yang lebih dengan mengetahui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhanku, dan karenanya aku telah kehilangan segala sesuatu. Saya menganggapnya sampah, agar aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia, tidak memiliki kebenaran sendiri yang berasal dari hukum, tapi yang melalui iman dalam kebenaran Kristus—yang datang dari Allah dan melalui iman "(Fil 3:8,. 9). Ketika pakaian merek terkenal memudar dan sobek, kita akan terus diperbaharui melalui kekuatan Kristus karena kita memakai pakaian yang diberikanNYA. Gantinya menentukan nilai kita dari apa yang kita kenakan pada tubuh duniawi ini, kita harus melihat kepada Kristus untuk memakaikan kita pakaian yang benar-benar abadi.
REAKSI
Berkat-berkat apa yang didapat dalam mengenakan pakaian Kristus?
Rachel Alleman, El Dorado, Kansas, U.S.A.
Kamis
23 Juni
Pendapat
Bukan Tentang Nilai Kol. 3:1–11
Ada saat dalam hidupku pada waktu aku membaca Alkitab, berdoa, melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain, berpuasa, dan memelihara Sabat dengan setia, semua waktu berpikir bahwa mungkin Yesus akan mengeluarkan buku nilai-Nya dengan nama saya di atasnya dan memberi saya nilai sepuluh, lima belas, dua puluh, atau bahkan seratus poin untuk melaksanakan tugas-tugas ini. Namun dengan berjalannya waktu saya telah menyadari bahwa tidak pernah usahaku yang membuatku diterima di sisi-Nya, tetapi kekuasaan-Nya.
Hal ini bukan tentang apa yang kita lakukan atau yang tidak kita lakukan
Kebenaran Kristus adalah jubah Dia bebas menempatkan pada kita, meskipun kita tidak layak mendapatkannya. kemurnian dan kebaikan-Nya meliputi semua dosa kita. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kebenaran-Nya atau nikmat-Nya. Dia memberikannya secar gratis. Satu-satunya tindakan kita adalah menerima jubah ini dan mengimaninya bahwa Dia telah mengambil dosa-dosa kita dan membuang mereka ke kedalaman laut (Mikha 7:19).
Hal ini bukan tentang apa yang kita lakukan atau yang tidak kita lakukan. Ini adalah tentang memfokuskan mata kita tetap pada Yesus. Allah rindu memberikan kita hidup yang berkelimpahan. Dia memungkinkan itu melalui kematian Kristus. Dengan iman, kita menerima kematian-Nya atas nama kita dan membiarkan Roh Kudus untuk mengubah hidup kita. Setiap hari, Dia akan membersihkan hati kita dan memberikan kita kekuatan yang diperlukan menaklukan dunia yang berdosa ini. Jika kita berdosa, tidak ada yang dapat kita lakukan pada diri kita yang akan memberikan kita pengampunan Bapa kita. Ketika kita meminta-Nya untuk pengampunan, Ia akan "setia dan adil untuk untuk mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9).
Mengapa Yesus mau melakukan itu untuk kita? Saya sering menanyakan ini pada diriku sendiri, dan setiap kali saya lakukan, saya menyimpulkan bahwa itu karena Dia mengasihi kita dan tidak ada orang lain di bumi yang mengasihi kita seperti Dia. Jadi mengapa tidak menerima kebenaran-Nya? Mengapa tidak menerima kasih-Nya? Hari ini kita dapat menghirup udara kebebasan mengetahui bahwa Dia memakaikan kita dengan kebenaran-Nya, memberi kita kekuatan yang kita butuhkan untuk mengatasi dan akan menyelesaikan pekerjaan yang dimulaiNYA di dalam kita ketika kita menerimaNYA sebagai Juruselamat kita. Ini bukan tentang nilai-nilai yang saya pikir akan kudapat. Tetapi, ini tentang selalu datang kepada Yesus dan menerima kuasa pengubahan-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari.
REAKSI
Pikirkan tentang kebenaran Kristus dan apa artinya dalam kehidupanmu?
Clara Ysabel Alcantara, Sacramento, California, U.S.A.
Jum’at
24 Juni
Eksplorasi
Jubah KebenaranNYA Rom. 13:14
SIMPULAN
Semua agama-agama palsu memiliki satu kesamaan—mereka mempromosikan ide bahwa manusia mampu menyelamatkan diri sendiri. Dengan menenangkan para dewa, melakukan ritual yang ditentukan, atau memastikan bahwa perbuatan baik mereka lebih besar daripada yang buruk, jutaan berusaha untuk menjadi penyelamat diri mereka sendiri. Hanya orang Kristen yang mengakui ketidak berdayaan kita ketika datang untuk membayar upah dosa. Dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat kita dan membiarkan Dia tinggal dalam kita, kita tidak hanya mempunyai jaminan keselamatan, tetapi juga kuasa untuk mencerminkan karakter-Nya
PERTIMBANGKAN
• Buat sketsa dan label untuk berbagai bagian yang berbeda dari baju zirah Allah (Ef. 6:13-18). Gantunglah gambarmu ditempat yang akan terlihat secara reguler. Setiap kali engkau melihatnya, ucapkan terima kasih kepada Tuhan bahwa DIa menyediakan baju Nya dalam hidupmu.
• Menuliskan frase Berpakaian KRISTUS secar vertikal. Kemudian tuliskan kata-kata atau frasa yang dimulai dengan huruf masing-masing dan gambarkan seseorang yang mengenakan Pakaian Kristus”. Sebagai contoh:
• Prihatin tentang orang lain
• Mengasihi Allah, bukan dunia
• Bernyanyi kata-kata untuk "Ditudungi oleh Hidup-Nya," dari The Hymnal Advent Hari Ketujuh no 412. Sementara menyanyikan lagu itu (dengan nada yang ada di buku atau dengan menggunakan nada sendiri), tegaskan kembali persetujuanmu terhadap tawaran Allah untuk melindungimu dengan kebenaranNya.Memilih dua atau tiga dosa atau kelemahan yang Anda ingin Allah hapuskan dari hidupmu. Dengan tipex atau spidol permanen, tuliskan masing-masingnya di atas batu kecil. Berjalan sepanjang sungai atau pantai, berdoa tentang setiap perubahan yang ingin Anda bawa kepadaNYA. Melemparkan batu ke dalam air, melambangkan kesediaan Allah untuk "melemparkan segala dosa kita ke kedalaman laut" (Mikha 7:10). Setelah selesai, berterima kasih untuk janji-Nya untuk melindungi Anda dengan jubah-Nya kebenaran.
• Menjelaskan kepada anak kecil apa artinya berpakaikan Kristus.
• Mengidentifikasi kebiasaan baru yang akan membantu menjaga pikiranmu fokus pada Allah dan dilindungi dari pengaruh dunia. Selama 21 hari berikut, praktekan kebiasaan baru tersebut, tulis journal kemajuanmu.
HUBUNGKAN
Steps to Christ, pp. 43–48.
W. Clarence and Stephen Schilt, A Life to Die For.
Renee Coffee, Gobles, Michigan, U.S.A.
Thursday, 26 May 2011
SSCQ Pelajaran 10 kwartal 2 tahun 2011
Pakaian Kasih Karunia:
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 2,
Baju Baru Anak Yang Hilang
28 Mei—4 Juni 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali (Lukas 15:32)
Sabbath
28 Mei
Lukas 15:11–32; Galatia 4 Pendahuluan
Jubah Kebenaran Untuk Anak Yang Nakal
Ketika anak yang hilang memutuskan untuk pulang, harapannya dan penyelesainnya adalah bahwa ia hanya akan meminta ayahnya untuk mempekerjakan dia sebagai salah satu pekerjanya. Karena ia telah mengabaikan nasihat ayahnya, membuat semua pilihan yang salah, banyak kesia-siaan, dan menjual sahamnya, ia percaya bahwa ia layak untuk apapun.
Apa yang dilakukan sang ayah, bagaimanapun, adalah memakaikan dia pakaian dengan pakaian terbaik yang tersedia di rumah, termasuk jubah, cincin, dan sepasang sandal. Sang ayah yang menganugerahkan "hadiah" ini untuk demonstrasi kasih karunia Allah di teruskan kepada orang berdosa. Meskipun orang berdosa mengembara jauh dari Allah, Dia sedang menunggu, sama seperti sang ayah menunggu anaknya, untuk mengungkapkan kasih karunia-Nya kepada mereka.
Dia memperlakukan kita seolah-olah kita belum pernah melarikan diri
Ketika Paulus berbicara kepada jemaat di Galatia tentang kasih karunia Allah dan kelimpahanmya, ia mengatakan kepada mereka bahwa ia rindu mereka untuk bertumbuh dalam kasih karunia itu. Sebelumnya, ia telah mengajar mereka bagaimana Yesus telah datang ke dunia, menyerang kerajaan Setan, dan membuat Galatia sebagai ahli waris-Nya. Mereka dengan sukacita menerima pesan Paulus dan menjadi pengikut Kristus, tetapi setelah Paulus pergi, guru-guru lain datang dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus mendapatkan keselamatan dari Allah dan nikmat-Nya dengan melakukan hal-hal tertentu. Saat ini, kisah anak yang hilang terus menggambarkan hakikat sebenarnya dari kasih karunia Allah. Bapa (Allah) memakaikan anak (kita) dengan pakaian yang bersih (kebenaran Allah). Si anak tidak melakukan apa pun untuk layak menerima hadiah tersebut. Namun ayah menerima anak kembali ke dalam rumah tangga. Demikian juga, ketika orang-orang berdosa bertobat dan menerima kebenaran Kristus sebagai milik mereka sendiri, mereka sekali lagi menjadi anak-anak Pencipta. Ketika kita kembali, Dia memperlakukan kita seolah-olah kita belum pernah melarikan diri. Ini adalah kasih karunia Allah, yang tidak layak kita terima. *
Minggu ini, kita akan mempelajari kesediaan Bapa untuk memakaikan kita pakaian kebenaranNya. Kita juga akan melihat sifat kebenaran itu dan bagaimana "memakai" kebenaran yang akan mempengaruhi kehidupan kita. Sementara kita belajar, ingat bahwa penerimaan anda terhadap kebenaran-Nya akan menentukan apakah anda akan menikmati pesta yang dibuatNYA untuk kita ketika kita kembali kepada-Nya.
____________
*See William Barclay, The Gospel of Luke, rev. ed., p. 205.
Ephraim Opuge, Kisii, Kenya, East Africa
Minggu
29 Mei
Bukti
Kebenaran “Ya” atau Kebenaran “Tidak” Lukas 15:1,2
Dalam aya kunci hari ini, kita melihat bahwa Yesus menyambut baik orang-orang yang ditolak ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Dia berbagi untuk semua empat kelompok yang disebutkan dalam ayat 1 dan 2. Minggu ini, perhatian kita tercurah untuk cerita yang terakhir—cerita anak yang hilang—dan apa yang diajarkan oleh cerita ini kepada kita tentang Pemberian Kebenaran Allah.
Biasanya, seorang anak akan menerima warisan di saat kematian ayahnya. Fakta bahwa adik menuntut pembagian harta keluarganya lebih awal menunjukkan pemberontakan dan kebanggaan mengabaikan otoritas ayahnya, belum lagi sikap egois dan belum dewasanya. Seberapa sering kita menunjukkan sikap seperti ini terhadap Allah?
Kadang-kadang kita harus jatuh sampai dasar sebelum kita mengakui dosa kita
Babi adalah binatang najis. Orang Yahudi bahkan tidak diizinkan untuk menyentuh mereka. Ketika anak muda itu mengambil pekerjaan memberi makan babi, dan ketika ia bahkan merindukan makanan babi untuk mengisi perutnya, kita melihat betapa rendahnya jatuhnya anak itu. Dia telah mencapai titik dasar. Tetapi dengan begitu, dia akhirnya sadar. Kadang-kadang kita harus jatuh sampai dasar sebelum kita mengakui dosa kita dan kebutuhan kita untuk menerima kebenaran Allah.
Sang ayah melambangkan Bapa surgawi kita. Ia menunggu dengan sabar, dengan penuh kasih sayang, bagi kita untuk kembali kepada-Nya dengan kerendahan hati. Dia menawarkan kita segala sesuatu dalam kerajaan-Nya, memulihkan kita untuk suatu hubungan penuh di dalam Dia dengan perayaan kegembiraan. Dia bahkan tidak memikirkan ketidakpatuhan masa lalu kita.
Jelas sekali anak yang lebih tua adalah seperti ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Pembenaran diri mereka mencegah mereka dari bersukacita ketika orang-orang berdosa kembali kepada Allah. Kepahitan dan kebencian mereka terus mereka mencegah mereka dari mengembangkan semangat pemaaf dan membutakan mereka untuk harta yang terbentang di depan mereka.
Perumpamaan ini mengungkapkan karakter Allah dan keinginan-Nya bahwa semua orang berdosa dapat kembali ke hubungan orangtua-anak dengan-Nya. Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi menganggap orang-orang tertentu tidak layak akan Kerajaan Allah, dan mereka mengkritik Yesus karena berkumpul dengan mereka. Jadi perumpamaan tentang anak yang hilang menunjukkan kasih Allah bagi mereka yang siap untuk menerimanya (anak yang hilang yang kembali ke ayahnya), dan penolakan-Nya terhadap kebenaran egois orang Farisi (anak yang lebih tua dalam perumpamaan).
REAKSI
1. Mengapa orang berdosa memiliki kesempatan di hadapan Allah?
2. Bagaimana kita bisa bebas dari kebenaran yang egois?
Nimrod Magati, Kisii, East Africa
Senin
30 Mei
Lukas 15:4–32; Roma. 5:12–20 Logos
Kembali
Walaupun cerita tentang anak yang hilang telah ada sejak ribuan tahun lalu, tetapi tetap masih memberikan pelajaran yang banyak kepada kita tentang bagaimana Allah menyelamatkan kita dari dosa.
Bagaimana Bapa Memperlakukan Orang-orang berdosa (Lukas 15:20)
Anak laki-laki itu pergi ke tempat yang jauh, memimpin kehidupan liar penuh petualangan, dan menikmati segala sesuatu yang dapat dinikmati (harfiah dan simbolis). Sampai dia dihadapkan dengan kegagalan dan putus asa baru kembali ke rumah, bertobat dan bersedia melakukan apa pun untuk memenangkan kembali dukungan ayahnya. Yang mengejutkan, bagaimanapun, dan kejutan juga bagi orang lain, bapa menyambut dia kembali kedalam kasih dan mengampuninya tanpa pertanyaan. Tidak ada jumlah waktu, tidak ada jumlah uang, dan tidak ada jumlah pemberontakan yang bisa masuk kedalam kesabaran dan kasih tanpa syarat untuk anaknya. “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali"(Lukas 15:24). Tentu saja, pesan mengagumkan di sini adalah bahwa Allah adalah sabar dan penuh kasih karunia kepada kita semua, tidak peduli apa yang kita lakukan. Dia rela untuk menyambut kita setiap kita pulang kedalam pelukanNYA yang penuh kasii dan pengampunan.
Allah rindu setiap kita untuk menemukan keselamatan di dalamNYA
Kebenaran Bapa (Lukas 15:22-24)
Baju dan pakaian anak yang hilang itu amat berantakan pada waktu pulang. Dia dan bajunya tercemar dengan kotorang dan keringat dari kandang babi. Namun sang bapa memeluknya, dan menyerukan untuk membawakan pakaian bagus dan perhiasan kepadanya. Pernyataan penyesalan anak tersebut mewakili kondisi manusia kita sebelum kita datang kepada Kristus. Kita berdosa secara alami, dan karena itu, pikiran kita, kata-kata, tindakan, dan keinginan menodai kehidupan kita. Pakaian sang ayah mewakili kemurnian dan kebenaran Yesus. BerPakaikan kebenaran-Nya, kita mampu menghadapi Pencipta kita, Juruselamat, dan Tuhan. Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan keberpihakan-Nya. Pakaian bersih, cincin, dan sepasang sepatu "bukanlah kebutuhan, tetapi pertanda khusus. Sang ayah tidak hanya memberikan kebutuhan anaknya, namun menghormatinya, dan dengan demikian memberikan bukti kasih dan sukacita yang memenuhi hatinya sendiri."1
Respon kita (Lukas 15:28-32)
Sang kakak "kadang-kadang tua-tua jemaat, seorang pemimpin dalam kelompok reformasi, seorang anggota kunci. Dia berpikir atau rela berpikir bahwa semua ras lain “lebih rendah”. Seseorang tidak punya pekerjaan adalah penganggur: “Saya selalu bisa mendapatkan pekerjaan, dan selalu bekerja keras.” Seorang yang hilang seperti anak bungsu hanyalah seorang pemboros: "Sebenarnya tidak ada yang bisa anda lakukan kepada mereka," katanya "2.
Bagaimana kita bereaksi ketika orang berdosa masuk ke dalam lingkungan Allah? Apakah kita seperti kakak? Banyak kali orang Kristen dewasa berpikir bahwa "pendatang baru" tidak tulus. Mereka curiga terhadap petobat baru dan tidak mau merangkul mereka. Banyak yang tidak percaya atau menerima bahwa orang lain sama seperti diri mereka membutuhkan kasih karunia Allah yang menyelamatkan atau layak untuk itu. Oleh karena itu, mereka telah jadi hambatan bagi jiwa yang mestinya dapat datang kepada Allah. Tidak seperti saudara anak yang hilang itu, kita harus menyambut mereka yang telah memilih untuk mengikuti Tuhan. Kita harus membantu mereka dan merangkul mereka dengan penuh kasih sayang. Ketika anak yang hilang kembali ke rumah, ia membutuhkan penerimaan, dan itulah yang diberikan ayah kepadanya.
Kasih yang dikaruniakan Allah kepada kita yang mengasihiNYA diperlukan dalam dunia ini lebih banyak lagi dari sebelumnya. Banyak jiwa yang setiap hari datang kepada kita, dan reaksi kita kepada mereka akan menentukan apakah mereka akan tinggal di rumah Allah atau mereka akan berkeliaran kembali ke tempat asing dosa. Allah rindu setiap kita untuk menemukan keselamatan di dalamNYA. Dia menawarkan kita keselamatan itu dan meminta agar kita membagikan tawaranNYA kepada orang lain.
"Kekuatan dan kasih karunia telah diberikan melalui Kristus yang dibawa oleh pelayanan malaikat untuk setiap jiwa yang percaya. Tidak ada yang begitu berdosa sehingga mereka tidak dapat menemukan kekuatan, kemurnian, dan kebenaran dalam Yesus, yang mati bagi mereka. Dia sedang menunggu untuk melucuti pakaian mereka yang kotor dan tercemar dengan dosa, dan mengenakan kepada mereka jubah putih kebenaran, ia menawarkan mereka kehidupan, dan bukan kematian "3.
REAKSI
1. Undangan untuk bergabung dengan keluarga Allah diperpanjang untuk kita masing-masing. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa kita juga berbagi undangan ini dengan orang lain?
2. Anak yang hilang harus melepaskan pakaian kotor untuk menerima jubah yang ditawarkan ayahnya. Apa arti hal ini bagi kehidupan kita sehari-hari?
3. Apa yang harus dihapuas oleh anak yang hilang dari hidupnya?
4. Sementara sang ayah mampu mengampuni adik, tampak seolah-olah kakak tidak bisa. Bagaimana Menurut Anda ketidakmampuan mengampuni ini mempengaruhi hidupnya? Apakah ada seseorang dalam hidup Anda yang perlu anda maafkan tapi tidak bisa? Bagaimana ini mempengaruhi hidup Anda? Berdoalah kepada Allah bahwa Dia akan memberikan kepadamu roh mencintai dan memaafkan.
5. Lukas 15: 20 mengatakan bahwa bahkan ketika anak itu masih jauh ayah melihatnya. Apa yang dikatakan hal ini tentang bapa dan juga tentang Allah?
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 821.
2. The Interpreter’s Bible, vol. 8, p. 279.
3. Steps to Christ, p. 53.
Daniel Osewe, Olembo District, Central Nyanza Field, East Africa
Selasa
31 Mei
Kesaksian
“Kembalilah PadaKU” Lukas 15:11–32
"Dalam perumpamaan tentang anak yang hilang diperlihatkan bahwa Tuhan bertindak dengan mereka yang dulu telah kenal kasih Bapa, tetapi yang telah mengizinkan pencobaan menawan mereka"1
"Kasih Tuhan masih merindukan orang yang telah memilih untuk berpisah dariNYA, dan Dia telah menetapkan suatu operasi pengaruh untuk membawa mereka kembali ke rumah Bapa. . . . Ini adalah kasih yang menarik dia [anak yang hilang] menuju rumah. Jadi itu adalah jaminan dari kasih Allah yang membatasi orang berdosa untuk kembali kepada Allah. 'Kebaikan Allah menuntun engkau kepada pertobatan. "Rom. 2:4. Sebuah rantai emas, belas kasihan dan kasih sayang cinta Illahi, dilewatkan kepada setiap jiwa terancam. Tuhan menyatakan, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal; karena itu dengan kasih setia aku menarik engkau." Yer. 31:3 "2.
Dia mengambil dari bahunya sendiri mantel, mewah, dan memalungkannya ditubuh anaknya yang lusuh
"Bapa tidak akan mengizinkan mata menghina mengejek pada penderitaan dan kecompang-campingan anaknya. Dia mengambil dari bahunya sendiri mantel, mewah, dan memalungkannya ditubuh anaknya yang lusuh, dan pemuda itu ber-isak-tangis akan pertobatannya. . . . Sang ayah memegang dia dekat ke sisinya, dan membawa dia pulang. Tidak ada kesempatan yang diberikan kepadanya untuk meminta tempat pelayan. Dia adalah seorang putra, yang akan dihormati dengan yang terbaik yang ada rumah. . . "3.
"Dalam perumpamaan ini tidak ada ejekan, tidak ada umpatan yang menyebutkan kejahatan si anak muda. Si anak merasa bahwa masa lalunya diampuni dan dilupakan, dihapuskan selamanya."4.
REAKSI
1. Apakah yang diajarkan perumpamaan ini kepada anda jika anda merasa bahwa kehidupanmu tidak mengarah ke jalan yang benar dan anda perlu berobah?
2. Pikirkan sesuatu yang anda yakini menghambat anda untuk memiliki hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Bagaimana kesediaan-Nya untuk menyambut Anda pulang berbicara kepada anda sekarang?
____________
1. Christ’s Object Lessons, p. 198.
2. Ibid., p. 202.
3. Ibid., pp. 203, 204.
4. Ibid., p. 204.
Jackson Watembo, Ongata Rongai, Kenya, Africa
Rabu
1 Juni
Yesa. 40:31;
Zakh. 3:1–4;
1 Yohn 1:9; 5:17 Bagaimana
Rantai Penghubung Pakaian dan Kebenaran
Alkitab mengajarkan kita tentang kasih Allah, dan dalam beberapa hal, ini menjelaskan apa yang Allah lakukan untuk menebus manusia. Kitab Zakharia dan cerita tentang anak yang hilang adalah dua hal tersebut. Pakaian kotor dari anak yang hilang dan Yosua, imam besar, merupakan kondisi saat ini dan dosa-dosa kita. Pertukaran pakaian bersih bagi yang kotor di kedua cerita mewakili Allah menghilangkan sifat dosa kita dan dosa-dosa kita dan menutupi kita dengan kebenaran Kristus. Sementara Allah membuat pertukaran ini, kita mesti melakukan hal-hal berikut:
Jika engkau tidak ragu, engkau akan merasakan Allah menghidupkanmu kembali
Terima bahwa kita telah hilang. Ini termasuk mengakui dosa-dosa kita dan bertobat. Bila kita melakukannya, semua mahluk surga bergembira, dan Bapa mengampuni kita. "Jika kita mengaku dosa kita, Ia adalah setia dan adil dan akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9)
Melangkah dengan iman. Buat usaha untuk mencari Tuhan dan untuk tinggal di hadirat-Nya selalu. "Kita tahu bahwa siapa pun yang lahir dari Allah tidak terus berbuat dosa, orang yang lahir dari Allah membuat dia aman, dan si jahat tidak dapat membahayakan dirinya" (1 Yohanes 5:17, NIV).
Tunggu Tuhan dan miliki pengharapan . Kemudian Ia akan memperbaharui kekuatanmu (Yesaya 40:31). Tuntut janji-Nya untuk mengangkat anda dan untuk mengarahkan jalan anda. Jika engkau tidak ragu, engkau akan merasakan Allah menghidupkanmu kembali.
Menerima orang lain ke dalam rangkulan ketika mereka juga menerima Allah yang baru, pakaian bersih. Janganlah kita menjadi seperti saudara anak yang hilang, yang karena sikap keras itu dirinyalah yang hilang. "Karena iman dalam pahala-Nya saya bebas dari kutukan hukum. Dia memakaikan saya jubah kebenaran-Nya, yang menjawab semua tuntutan hukum. Saya lengkap dalam Dia yang membawa kebenaran yang kekal. Ia mewakili saya di hadapa Allah dalam pakaian bersih. . . .''*
Selama kenaikan-Nya, Yesus berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus yang akan menjadi Penolong dan Penghibur. Dia memenuhi janji ini pada hari Pentakosta. Sekarang kita yang dipanggil dengan nama-Nya tahu bahwa kita tidak yatim karena Dia selalu bersama kita dalam pribadi Roh Kudus-Nya.
REAKSI
Jika anda sesat dan tidak tahu jalan pulang, apa yang mesti anda lakukan?
____________
*A New Life, p. 27.
Sarah Kwamboka Monyoncho, Nairobi, Kenya
Kamis
2 Juni
Pendapat
“Ya Allah, Kasihanilah Hamba Orang Berdosa Ini” Lukas 18:9–14
Perumpamaan anak yang hilang menyajikan apa yang ingin disampaikan oleh Yesus selama pelayananNya diduni ini—pembenaran diri sendiri. Pembenaran diri atas usaha sendiri adalah ini dari perilaku orang Farisi. Seperti anak yang lebih tua dalam Lukas 15:11-32, mereka tidak pernah melihat bahwa penyambutan anak yang hilang dalam bentuk apa adanya—orang yang mati dalam dosa dihidupkan kembali. Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk membuat diri mereka terlihat baik. Dalam rangka untuk lebih mengeksplorasi pembenaran diri, saya memeriksa menguji perumpamaan lain yang ditujukan Yesus kepada orang Farisi. Jika Anda belum melakukannya, luangkan waktu untuk membaca perumpamaan ini sekarang dalam Lukas 18:9-14. Kemudian perhatikan hal berikut:
Orang Farisi, kaya akan usaha sendiri dan harga diri, pergi dengan hampa
Perbedaan karakter antara pemungut cukai dan orang Farisi. Orang Farisi tidak berbeda mengenai keadaan sebenarnya dari hati mereka. Mereka hanya peduli untuk terlihat benar. Mereka menyukai pujian manusia lebih daripada pujian Allah. Pemungut Pajak yang terkenal untuk menuntut lebih dari yang seharusnya dan dipandang sebagai tercela dan jelek. Namun pemungut cukai dalam perumpamaanlah yang mengakui kebutuhan akan keselamatan.
Perbedaan perilaku antara pemungut cukai dan orang Farisi. Orang Farisi itu berdiri di mana semua orang bisa melihatnya. Pemungut cukai, bagaimanapun, berdiri di kejauhan, tidak melihat ke atas, dan memukul dadanya.
Perbedaan antara doa orang Farisi dan doa pemungut cukai. Orang Farisi membanggakan kebaikan dan mengkontraskan perilakunya dengan perilaku perampok, berzina, dan pemungut cukai. Pemungut cukai mengakui bahwa ia adalah seorang berdosa dan memohon belas kasihan.
Perbedaannya adalah bagaimana setiap doa dijawab. Yesus berkata bahwa pemungut cukai pulang dengan dibenarkan. Ia telah merendahkan dirinya dan karena itu ditinggikan oleh Allah. Orang Farisi, bagaimanapun, tidak dibenarkan, dan karena itu tidak bisa ditinggikan. Pemungut cukai tersebut miskin di hadapan Allah, sehingga ia dibenarkan. Orang Farisi, kaya akan usaha sendiri dan harga diri, pergi dengan hampa.
Hal yang mesti jelas kita pahamai adalah pertobatan sejati diperlukan untuk semua, siapa pun mereka dan terlepas dari perilaku luar mereka. Bukanlah moralitas kita dan kebaikan kita yang menghalangi keselamatan kita, namun perasaan bangga bahwa kita sendiri bagaimanapun layak. Pembenaran diri ini mencegah kita menempel ke salib dan dari menerima kebenaran Kristus.
Isaac Nyakundi Mokaya, Kisii Central District, East Africa
Jum’at
3 Juni
Eksplorasi
Pengampunan Maksimal Lukas 15:20, 32
SIMPULAN
Cerita tentang anak yang hilang mempunyai pekabaran untuk setiap orang: orang-orang yang merasakan beban berat perasaan bersalah dan orang yang tidak; orang yang tahu bahwa mereka telah berjalan jauh dari Tuhan dan mereka yang tidak berjalan jauh. Ternyata, setiap kita perlu mengalami kasih belas kasihan tanpa syarat dari Bapa.
PERTIMBANGKAN
• Melakukan apa yang dikatakan perumpamaan ini di kelas Sekolah Sabat anda. Anda akan membutuhkan seseorang untuk menulis naskah dan beberapa aktor.
• Menulis paragraf pendek tentang setiap karakter dalam kisah anak yang hilang dan waktu dalam hidup anda ketika anda mengidentifikasi dirimu dengan karakter itu.
• Kunjungi peternakan babi jika engkau memiliki akses ke tempat tersebut. Nikmati pemandangan, suara, dan bau, dan renungkan bagaimana rasanya bagi anak yang hilang untuk tinggal di kandang babi dan memakan makanan babi.
• Menjangkau orang percaya yang baru atau anggota gereja, biarkan orang itu tahu apa itu sukacita yang diakibatkan kedatangannya kepada gereja dan keluarga anda. Mungkin gereja Anda atau kelas bahkan bisa memiliki pesta untuk menyambut orang itu.
• Mendengarkan beberapa lagu favoritmu tentang pengampunan Allah. "Forgiving Eyes" (Michael Card) dan "Mercy Came Running" (Phillips, Craig & Dean) adalah dua yang baik.
• Tuliskan orang-orang dalam Alkitab yang telah diampuni. Disamping nama mereka, tuliskan dosa yang mereka lakukan dan apa yang mereka lakukan dengan hidup mereka setelah Allah mengampuni mereka.
• Menulis surat berterima kasih kepada seseorang yang telah mengampuni Anda untuk sesuatu, atau yang memiliki model tangan terbuka dari Bapa untuk Anda.
HUBUNGKAN
Matthew 22:1–13; John 8:1–12; 1 John 1:8–2:1.
Christ’s Object Lessons, pp. 198–211.
Timothy Keller, The Prodigal God (New York: Dutton, 2008).
Sonia Huenergardt, Bishop, California, U.S.A.
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 2,
Baju Baru Anak Yang Hilang
28 Mei—4 Juni 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali (Lukas 15:32)
Sabbath
28 Mei
Lukas 15:11–32; Galatia 4 Pendahuluan
Jubah Kebenaran Untuk Anak Yang Nakal
Ketika anak yang hilang memutuskan untuk pulang, harapannya dan penyelesainnya adalah bahwa ia hanya akan meminta ayahnya untuk mempekerjakan dia sebagai salah satu pekerjanya. Karena ia telah mengabaikan nasihat ayahnya, membuat semua pilihan yang salah, banyak kesia-siaan, dan menjual sahamnya, ia percaya bahwa ia layak untuk apapun.
Apa yang dilakukan sang ayah, bagaimanapun, adalah memakaikan dia pakaian dengan pakaian terbaik yang tersedia di rumah, termasuk jubah, cincin, dan sepasang sandal. Sang ayah yang menganugerahkan "hadiah" ini untuk demonstrasi kasih karunia Allah di teruskan kepada orang berdosa. Meskipun orang berdosa mengembara jauh dari Allah, Dia sedang menunggu, sama seperti sang ayah menunggu anaknya, untuk mengungkapkan kasih karunia-Nya kepada mereka.
Dia memperlakukan kita seolah-olah kita belum pernah melarikan diri
Ketika Paulus berbicara kepada jemaat di Galatia tentang kasih karunia Allah dan kelimpahanmya, ia mengatakan kepada mereka bahwa ia rindu mereka untuk bertumbuh dalam kasih karunia itu. Sebelumnya, ia telah mengajar mereka bagaimana Yesus telah datang ke dunia, menyerang kerajaan Setan, dan membuat Galatia sebagai ahli waris-Nya. Mereka dengan sukacita menerima pesan Paulus dan menjadi pengikut Kristus, tetapi setelah Paulus pergi, guru-guru lain datang dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus mendapatkan keselamatan dari Allah dan nikmat-Nya dengan melakukan hal-hal tertentu. Saat ini, kisah anak yang hilang terus menggambarkan hakikat sebenarnya dari kasih karunia Allah. Bapa (Allah) memakaikan anak (kita) dengan pakaian yang bersih (kebenaran Allah). Si anak tidak melakukan apa pun untuk layak menerima hadiah tersebut. Namun ayah menerima anak kembali ke dalam rumah tangga. Demikian juga, ketika orang-orang berdosa bertobat dan menerima kebenaran Kristus sebagai milik mereka sendiri, mereka sekali lagi menjadi anak-anak Pencipta. Ketika kita kembali, Dia memperlakukan kita seolah-olah kita belum pernah melarikan diri. Ini adalah kasih karunia Allah, yang tidak layak kita terima. *
Minggu ini, kita akan mempelajari kesediaan Bapa untuk memakaikan kita pakaian kebenaranNya. Kita juga akan melihat sifat kebenaran itu dan bagaimana "memakai" kebenaran yang akan mempengaruhi kehidupan kita. Sementara kita belajar, ingat bahwa penerimaan anda terhadap kebenaran-Nya akan menentukan apakah anda akan menikmati pesta yang dibuatNYA untuk kita ketika kita kembali kepada-Nya.
____________
*See William Barclay, The Gospel of Luke, rev. ed., p. 205.
Ephraim Opuge, Kisii, Kenya, East Africa
Minggu
29 Mei
Bukti
Kebenaran “Ya” atau Kebenaran “Tidak” Lukas 15:1,2
Dalam aya kunci hari ini, kita melihat bahwa Yesus menyambut baik orang-orang yang ditolak ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Dia berbagi untuk semua empat kelompok yang disebutkan dalam ayat 1 dan 2. Minggu ini, perhatian kita tercurah untuk cerita yang terakhir—cerita anak yang hilang—dan apa yang diajarkan oleh cerita ini kepada kita tentang Pemberian Kebenaran Allah.
Biasanya, seorang anak akan menerima warisan di saat kematian ayahnya. Fakta bahwa adik menuntut pembagian harta keluarganya lebih awal menunjukkan pemberontakan dan kebanggaan mengabaikan otoritas ayahnya, belum lagi sikap egois dan belum dewasanya. Seberapa sering kita menunjukkan sikap seperti ini terhadap Allah?
Kadang-kadang kita harus jatuh sampai dasar sebelum kita mengakui dosa kita
Babi adalah binatang najis. Orang Yahudi bahkan tidak diizinkan untuk menyentuh mereka. Ketika anak muda itu mengambil pekerjaan memberi makan babi, dan ketika ia bahkan merindukan makanan babi untuk mengisi perutnya, kita melihat betapa rendahnya jatuhnya anak itu. Dia telah mencapai titik dasar. Tetapi dengan begitu, dia akhirnya sadar. Kadang-kadang kita harus jatuh sampai dasar sebelum kita mengakui dosa kita dan kebutuhan kita untuk menerima kebenaran Allah.
Sang ayah melambangkan Bapa surgawi kita. Ia menunggu dengan sabar, dengan penuh kasih sayang, bagi kita untuk kembali kepada-Nya dengan kerendahan hati. Dia menawarkan kita segala sesuatu dalam kerajaan-Nya, memulihkan kita untuk suatu hubungan penuh di dalam Dia dengan perayaan kegembiraan. Dia bahkan tidak memikirkan ketidakpatuhan masa lalu kita.
Jelas sekali anak yang lebih tua adalah seperti ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Pembenaran diri mereka mencegah mereka dari bersukacita ketika orang-orang berdosa kembali kepada Allah. Kepahitan dan kebencian mereka terus mereka mencegah mereka dari mengembangkan semangat pemaaf dan membutakan mereka untuk harta yang terbentang di depan mereka.
Perumpamaan ini mengungkapkan karakter Allah dan keinginan-Nya bahwa semua orang berdosa dapat kembali ke hubungan orangtua-anak dengan-Nya. Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi menganggap orang-orang tertentu tidak layak akan Kerajaan Allah, dan mereka mengkritik Yesus karena berkumpul dengan mereka. Jadi perumpamaan tentang anak yang hilang menunjukkan kasih Allah bagi mereka yang siap untuk menerimanya (anak yang hilang yang kembali ke ayahnya), dan penolakan-Nya terhadap kebenaran egois orang Farisi (anak yang lebih tua dalam perumpamaan).
REAKSI
1. Mengapa orang berdosa memiliki kesempatan di hadapan Allah?
2. Bagaimana kita bisa bebas dari kebenaran yang egois?
Nimrod Magati, Kisii, East Africa
Senin
30 Mei
Lukas 15:4–32; Roma. 5:12–20 Logos
Kembali
Walaupun cerita tentang anak yang hilang telah ada sejak ribuan tahun lalu, tetapi tetap masih memberikan pelajaran yang banyak kepada kita tentang bagaimana Allah menyelamatkan kita dari dosa.
Bagaimana Bapa Memperlakukan Orang-orang berdosa (Lukas 15:20)
Anak laki-laki itu pergi ke tempat yang jauh, memimpin kehidupan liar penuh petualangan, dan menikmati segala sesuatu yang dapat dinikmati (harfiah dan simbolis). Sampai dia dihadapkan dengan kegagalan dan putus asa baru kembali ke rumah, bertobat dan bersedia melakukan apa pun untuk memenangkan kembali dukungan ayahnya. Yang mengejutkan, bagaimanapun, dan kejutan juga bagi orang lain, bapa menyambut dia kembali kedalam kasih dan mengampuninya tanpa pertanyaan. Tidak ada jumlah waktu, tidak ada jumlah uang, dan tidak ada jumlah pemberontakan yang bisa masuk kedalam kesabaran dan kasih tanpa syarat untuk anaknya. “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali"(Lukas 15:24). Tentu saja, pesan mengagumkan di sini adalah bahwa Allah adalah sabar dan penuh kasih karunia kepada kita semua, tidak peduli apa yang kita lakukan. Dia rela untuk menyambut kita setiap kita pulang kedalam pelukanNYA yang penuh kasii dan pengampunan.
Allah rindu setiap kita untuk menemukan keselamatan di dalamNYA
Kebenaran Bapa (Lukas 15:22-24)
Baju dan pakaian anak yang hilang itu amat berantakan pada waktu pulang. Dia dan bajunya tercemar dengan kotorang dan keringat dari kandang babi. Namun sang bapa memeluknya, dan menyerukan untuk membawakan pakaian bagus dan perhiasan kepadanya. Pernyataan penyesalan anak tersebut mewakili kondisi manusia kita sebelum kita datang kepada Kristus. Kita berdosa secara alami, dan karena itu, pikiran kita, kata-kata, tindakan, dan keinginan menodai kehidupan kita. Pakaian sang ayah mewakili kemurnian dan kebenaran Yesus. BerPakaikan kebenaran-Nya, kita mampu menghadapi Pencipta kita, Juruselamat, dan Tuhan. Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan keberpihakan-Nya. Pakaian bersih, cincin, dan sepasang sepatu "bukanlah kebutuhan, tetapi pertanda khusus. Sang ayah tidak hanya memberikan kebutuhan anaknya, namun menghormatinya, dan dengan demikian memberikan bukti kasih dan sukacita yang memenuhi hatinya sendiri."1
Respon kita (Lukas 15:28-32)
Sang kakak "kadang-kadang tua-tua jemaat, seorang pemimpin dalam kelompok reformasi, seorang anggota kunci. Dia berpikir atau rela berpikir bahwa semua ras lain “lebih rendah”. Seseorang tidak punya pekerjaan adalah penganggur: “Saya selalu bisa mendapatkan pekerjaan, dan selalu bekerja keras.” Seorang yang hilang seperti anak bungsu hanyalah seorang pemboros: "Sebenarnya tidak ada yang bisa anda lakukan kepada mereka," katanya "2.
Bagaimana kita bereaksi ketika orang berdosa masuk ke dalam lingkungan Allah? Apakah kita seperti kakak? Banyak kali orang Kristen dewasa berpikir bahwa "pendatang baru" tidak tulus. Mereka curiga terhadap petobat baru dan tidak mau merangkul mereka. Banyak yang tidak percaya atau menerima bahwa orang lain sama seperti diri mereka membutuhkan kasih karunia Allah yang menyelamatkan atau layak untuk itu. Oleh karena itu, mereka telah jadi hambatan bagi jiwa yang mestinya dapat datang kepada Allah. Tidak seperti saudara anak yang hilang itu, kita harus menyambut mereka yang telah memilih untuk mengikuti Tuhan. Kita harus membantu mereka dan merangkul mereka dengan penuh kasih sayang. Ketika anak yang hilang kembali ke rumah, ia membutuhkan penerimaan, dan itulah yang diberikan ayah kepadanya.
Kasih yang dikaruniakan Allah kepada kita yang mengasihiNYA diperlukan dalam dunia ini lebih banyak lagi dari sebelumnya. Banyak jiwa yang setiap hari datang kepada kita, dan reaksi kita kepada mereka akan menentukan apakah mereka akan tinggal di rumah Allah atau mereka akan berkeliaran kembali ke tempat asing dosa. Allah rindu setiap kita untuk menemukan keselamatan di dalamNYA. Dia menawarkan kita keselamatan itu dan meminta agar kita membagikan tawaranNYA kepada orang lain.
"Kekuatan dan kasih karunia telah diberikan melalui Kristus yang dibawa oleh pelayanan malaikat untuk setiap jiwa yang percaya. Tidak ada yang begitu berdosa sehingga mereka tidak dapat menemukan kekuatan, kemurnian, dan kebenaran dalam Yesus, yang mati bagi mereka. Dia sedang menunggu untuk melucuti pakaian mereka yang kotor dan tercemar dengan dosa, dan mengenakan kepada mereka jubah putih kebenaran, ia menawarkan mereka kehidupan, dan bukan kematian "3.
REAKSI
1. Undangan untuk bergabung dengan keluarga Allah diperpanjang untuk kita masing-masing. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa kita juga berbagi undangan ini dengan orang lain?
2. Anak yang hilang harus melepaskan pakaian kotor untuk menerima jubah yang ditawarkan ayahnya. Apa arti hal ini bagi kehidupan kita sehari-hari?
3. Apa yang harus dihapuas oleh anak yang hilang dari hidupnya?
4. Sementara sang ayah mampu mengampuni adik, tampak seolah-olah kakak tidak bisa. Bagaimana Menurut Anda ketidakmampuan mengampuni ini mempengaruhi hidupnya? Apakah ada seseorang dalam hidup Anda yang perlu anda maafkan tapi tidak bisa? Bagaimana ini mempengaruhi hidup Anda? Berdoalah kepada Allah bahwa Dia akan memberikan kepadamu roh mencintai dan memaafkan.
5. Lukas 15: 20 mengatakan bahwa bahkan ketika anak itu masih jauh ayah melihatnya. Apa yang dikatakan hal ini tentang bapa dan juga tentang Allah?
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 821.
2. The Interpreter’s Bible, vol. 8, p. 279.
3. Steps to Christ, p. 53.
Daniel Osewe, Olembo District, Central Nyanza Field, East Africa
Selasa
31 Mei
Kesaksian
“Kembalilah PadaKU” Lukas 15:11–32
"Dalam perumpamaan tentang anak yang hilang diperlihatkan bahwa Tuhan bertindak dengan mereka yang dulu telah kenal kasih Bapa, tetapi yang telah mengizinkan pencobaan menawan mereka"1
"Kasih Tuhan masih merindukan orang yang telah memilih untuk berpisah dariNYA, dan Dia telah menetapkan suatu operasi pengaruh untuk membawa mereka kembali ke rumah Bapa. . . . Ini adalah kasih yang menarik dia [anak yang hilang] menuju rumah. Jadi itu adalah jaminan dari kasih Allah yang membatasi orang berdosa untuk kembali kepada Allah. 'Kebaikan Allah menuntun engkau kepada pertobatan. "Rom. 2:4. Sebuah rantai emas, belas kasihan dan kasih sayang cinta Illahi, dilewatkan kepada setiap jiwa terancam. Tuhan menyatakan, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal; karena itu dengan kasih setia aku menarik engkau." Yer. 31:3 "2.
Dia mengambil dari bahunya sendiri mantel, mewah, dan memalungkannya ditubuh anaknya yang lusuh
"Bapa tidak akan mengizinkan mata menghina mengejek pada penderitaan dan kecompang-campingan anaknya. Dia mengambil dari bahunya sendiri mantel, mewah, dan memalungkannya ditubuh anaknya yang lusuh, dan pemuda itu ber-isak-tangis akan pertobatannya. . . . Sang ayah memegang dia dekat ke sisinya, dan membawa dia pulang. Tidak ada kesempatan yang diberikan kepadanya untuk meminta tempat pelayan. Dia adalah seorang putra, yang akan dihormati dengan yang terbaik yang ada rumah. . . "3.
"Dalam perumpamaan ini tidak ada ejekan, tidak ada umpatan yang menyebutkan kejahatan si anak muda. Si anak merasa bahwa masa lalunya diampuni dan dilupakan, dihapuskan selamanya."4.
REAKSI
1. Apakah yang diajarkan perumpamaan ini kepada anda jika anda merasa bahwa kehidupanmu tidak mengarah ke jalan yang benar dan anda perlu berobah?
2. Pikirkan sesuatu yang anda yakini menghambat anda untuk memiliki hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Bagaimana kesediaan-Nya untuk menyambut Anda pulang berbicara kepada anda sekarang?
____________
1. Christ’s Object Lessons, p. 198.
2. Ibid., p. 202.
3. Ibid., pp. 203, 204.
4. Ibid., p. 204.
Jackson Watembo, Ongata Rongai, Kenya, Africa
Rabu
1 Juni
Yesa. 40:31;
Zakh. 3:1–4;
1 Yohn 1:9; 5:17 Bagaimana
Rantai Penghubung Pakaian dan Kebenaran
Alkitab mengajarkan kita tentang kasih Allah, dan dalam beberapa hal, ini menjelaskan apa yang Allah lakukan untuk menebus manusia. Kitab Zakharia dan cerita tentang anak yang hilang adalah dua hal tersebut. Pakaian kotor dari anak yang hilang dan Yosua, imam besar, merupakan kondisi saat ini dan dosa-dosa kita. Pertukaran pakaian bersih bagi yang kotor di kedua cerita mewakili Allah menghilangkan sifat dosa kita dan dosa-dosa kita dan menutupi kita dengan kebenaran Kristus. Sementara Allah membuat pertukaran ini, kita mesti melakukan hal-hal berikut:
Jika engkau tidak ragu, engkau akan merasakan Allah menghidupkanmu kembali
Terima bahwa kita telah hilang. Ini termasuk mengakui dosa-dosa kita dan bertobat. Bila kita melakukannya, semua mahluk surga bergembira, dan Bapa mengampuni kita. "Jika kita mengaku dosa kita, Ia adalah setia dan adil dan akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9)
Melangkah dengan iman. Buat usaha untuk mencari Tuhan dan untuk tinggal di hadirat-Nya selalu. "Kita tahu bahwa siapa pun yang lahir dari Allah tidak terus berbuat dosa, orang yang lahir dari Allah membuat dia aman, dan si jahat tidak dapat membahayakan dirinya" (1 Yohanes 5:17, NIV).
Tunggu Tuhan dan miliki pengharapan . Kemudian Ia akan memperbaharui kekuatanmu (Yesaya 40:31). Tuntut janji-Nya untuk mengangkat anda dan untuk mengarahkan jalan anda. Jika engkau tidak ragu, engkau akan merasakan Allah menghidupkanmu kembali.
Menerima orang lain ke dalam rangkulan ketika mereka juga menerima Allah yang baru, pakaian bersih. Janganlah kita menjadi seperti saudara anak yang hilang, yang karena sikap keras itu dirinyalah yang hilang. "Karena iman dalam pahala-Nya saya bebas dari kutukan hukum. Dia memakaikan saya jubah kebenaran-Nya, yang menjawab semua tuntutan hukum. Saya lengkap dalam Dia yang membawa kebenaran yang kekal. Ia mewakili saya di hadapa Allah dalam pakaian bersih. . . .''*
Selama kenaikan-Nya, Yesus berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus yang akan menjadi Penolong dan Penghibur. Dia memenuhi janji ini pada hari Pentakosta. Sekarang kita yang dipanggil dengan nama-Nya tahu bahwa kita tidak yatim karena Dia selalu bersama kita dalam pribadi Roh Kudus-Nya.
REAKSI
Jika anda sesat dan tidak tahu jalan pulang, apa yang mesti anda lakukan?
____________
*A New Life, p. 27.
Sarah Kwamboka Monyoncho, Nairobi, Kenya
Kamis
2 Juni
Pendapat
“Ya Allah, Kasihanilah Hamba Orang Berdosa Ini” Lukas 18:9–14
Perumpamaan anak yang hilang menyajikan apa yang ingin disampaikan oleh Yesus selama pelayananNya diduni ini—pembenaran diri sendiri. Pembenaran diri atas usaha sendiri adalah ini dari perilaku orang Farisi. Seperti anak yang lebih tua dalam Lukas 15:11-32, mereka tidak pernah melihat bahwa penyambutan anak yang hilang dalam bentuk apa adanya—orang yang mati dalam dosa dihidupkan kembali. Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk membuat diri mereka terlihat baik. Dalam rangka untuk lebih mengeksplorasi pembenaran diri, saya memeriksa menguji perumpamaan lain yang ditujukan Yesus kepada orang Farisi. Jika Anda belum melakukannya, luangkan waktu untuk membaca perumpamaan ini sekarang dalam Lukas 18:9-14. Kemudian perhatikan hal berikut:
Orang Farisi, kaya akan usaha sendiri dan harga diri, pergi dengan hampa
Perbedaan karakter antara pemungut cukai dan orang Farisi. Orang Farisi tidak berbeda mengenai keadaan sebenarnya dari hati mereka. Mereka hanya peduli untuk terlihat benar. Mereka menyukai pujian manusia lebih daripada pujian Allah. Pemungut Pajak yang terkenal untuk menuntut lebih dari yang seharusnya dan dipandang sebagai tercela dan jelek. Namun pemungut cukai dalam perumpamaanlah yang mengakui kebutuhan akan keselamatan.
Perbedaan perilaku antara pemungut cukai dan orang Farisi. Orang Farisi itu berdiri di mana semua orang bisa melihatnya. Pemungut cukai, bagaimanapun, berdiri di kejauhan, tidak melihat ke atas, dan memukul dadanya.
Perbedaan antara doa orang Farisi dan doa pemungut cukai. Orang Farisi membanggakan kebaikan dan mengkontraskan perilakunya dengan perilaku perampok, berzina, dan pemungut cukai. Pemungut cukai mengakui bahwa ia adalah seorang berdosa dan memohon belas kasihan.
Perbedaannya adalah bagaimana setiap doa dijawab. Yesus berkata bahwa pemungut cukai pulang dengan dibenarkan. Ia telah merendahkan dirinya dan karena itu ditinggikan oleh Allah. Orang Farisi, bagaimanapun, tidak dibenarkan, dan karena itu tidak bisa ditinggikan. Pemungut cukai tersebut miskin di hadapan Allah, sehingga ia dibenarkan. Orang Farisi, kaya akan usaha sendiri dan harga diri, pergi dengan hampa.
Hal yang mesti jelas kita pahamai adalah pertobatan sejati diperlukan untuk semua, siapa pun mereka dan terlepas dari perilaku luar mereka. Bukanlah moralitas kita dan kebaikan kita yang menghalangi keselamatan kita, namun perasaan bangga bahwa kita sendiri bagaimanapun layak. Pembenaran diri ini mencegah kita menempel ke salib dan dari menerima kebenaran Kristus.
Isaac Nyakundi Mokaya, Kisii Central District, East Africa
Jum’at
3 Juni
Eksplorasi
Pengampunan Maksimal Lukas 15:20, 32
SIMPULAN
Cerita tentang anak yang hilang mempunyai pekabaran untuk setiap orang: orang-orang yang merasakan beban berat perasaan bersalah dan orang yang tidak; orang yang tahu bahwa mereka telah berjalan jauh dari Tuhan dan mereka yang tidak berjalan jauh. Ternyata, setiap kita perlu mengalami kasih belas kasihan tanpa syarat dari Bapa.
PERTIMBANGKAN
• Melakukan apa yang dikatakan perumpamaan ini di kelas Sekolah Sabat anda. Anda akan membutuhkan seseorang untuk menulis naskah dan beberapa aktor.
• Menulis paragraf pendek tentang setiap karakter dalam kisah anak yang hilang dan waktu dalam hidup anda ketika anda mengidentifikasi dirimu dengan karakter itu.
• Kunjungi peternakan babi jika engkau memiliki akses ke tempat tersebut. Nikmati pemandangan, suara, dan bau, dan renungkan bagaimana rasanya bagi anak yang hilang untuk tinggal di kandang babi dan memakan makanan babi.
• Menjangkau orang percaya yang baru atau anggota gereja, biarkan orang itu tahu apa itu sukacita yang diakibatkan kedatangannya kepada gereja dan keluarga anda. Mungkin gereja Anda atau kelas bahkan bisa memiliki pesta untuk menyambut orang itu.
• Mendengarkan beberapa lagu favoritmu tentang pengampunan Allah. "Forgiving Eyes" (Michael Card) dan "Mercy Came Running" (Phillips, Craig & Dean) adalah dua yang baik.
• Tuliskan orang-orang dalam Alkitab yang telah diampuni. Disamping nama mereka, tuliskan dosa yang mereka lakukan dan apa yang mereka lakukan dengan hidup mereka setelah Allah mengampuni mereka.
• Menulis surat berterima kasih kepada seseorang yang telah mengampuni Anda untuk sesuatu, atau yang memiliki model tangan terbuka dari Bapa untuk Anda.
HUBUNGKAN
Matthew 22:1–13; John 8:1–12; 1 John 1:8–2:1.
Christ’s Object Lessons, pp. 198–211.
Timothy Keller, The Prodigal God (New York: Dutton, 2008).
Sonia Huenergardt, Bishop, California, U.S.A.
SSCQ Pelajaran 9 Kwartal 2 tahun 2011
Pakaian Kasih Karunia:
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Sembilan Kwartal 2,
Bara Yang Ditarik Dari Api
21—28 Mei 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
"Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta." (Zakh. 3:4)
Sabbath
21 Mei
Kol 3:12 Pendahuluan
Ekspresi Kristus
Menjadi seorang siswa misionaris telah merubah pendapat saya tentang banyak hal, salah satu hal adalah tentang pakaian. Di sini, di pulau-pulau, itu rok dan t-shirt untuk anak perempuan, tapi setiap sesekali akan terlihat seorang pemberontak muda membanggakan celana pendek untuk tujuan menarik perhatian dan kebebasan.
Mengapa kita merasa bahwa cara kita berpakaian mempunyai pengaruh tentang siapa kita? Karena kita sering menggunakan cara kita berpakaian sebagai bentuk ekspresi diri. Jadi sebagai orang Kristen, apa yang harus jadi "pakaian" kita? Ayat kunci kita untuk minggu ini mengatakan, Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."(Zakharia 3:4).
ketika kita mengenakan pakaian mewah-Nya, kita pasti mengenakan pakaian kebajikan-Nya
Sebagai orang Kristen, ketika kita menerima hadiah utama keselamatan, Allah mengenakan pada kita pakaian kebenaranNya. Dia mengambil pakaian usang, bernoda, pakaian jahat (dosa) kita, dan memasangkan pakaianNYA yang mewah, pakaian bersih (kebenaran) kebadan kita, sehingga kita dapat memantulkan karakter-Nya untuk orang-orang yang kita temui. Roma 13:14 mengatakan kepada kita: "kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya".
Bagaimana sebenarnya bentuk pakaian itu? Apakah ini kain harafiah yang kita pakai di saat kita mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Kristus? "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran" (Kolose 3:12).
Sebagai orang Kristen, kita perlu mewakili Kristus dalam segala sesuatu yang kita, lakukan, dan katakan. Jadi ketika kita mengenakan pakaian mewah-Nya, kita pasti mengenakan pakaian kebajikan-Nya. Sementara kita mengembangkan kebajikan itu di atas bumi ini melalui persekutuan Roh Kudus, kita sedang mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus. "Jubah kebenaran Kristus yang tanpa noda dipakaikan pada anak-anak Allah yang dicobai, diuji, dan setia. Umat sisa yang dicampakan dunia sekarang dipakaikan pakaian kemulian, tidak akan pernah lagi dinajiskan oleh kotoran dunia "1.
Dalam pelajaran kita minggu ini kita akan melihat bagaimana perang di surga telah mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Ellen White menulis, "Ketika Setan berusaha untuk menutupi umat Allah dengan kegelapan, dan merusak mereka, Kristus menjadi perantara."2
Sekarang mari kita lihat pelajaran ini dan menyelidiki bagaimana kontroversi besar mempengaruhi kita dan tentang jubah kebenaran Kristus.
____________
1. Prophets and Kings, p 591.
2. Christ’s Object Lessons, p. 169.
Emily Lynes, Hendersonville, North Carolina, U.S.A.
Minggu
22 Mei
Logos
Sempurna, Mutlak, Disini dan Sekarang Kel. 3:1–14; Zach. 1:1–4; Yohn 14:15; Efe. 2:8–10; Wahyu. 12:10
Pakaian yang Tepat untuk Hal yang Tepat, Bagian 1 (Kel. 3:1-14)
Semua orang tahu bagaimana anda berpakaian untuk hal-hal khusus. Tujuannya adalah tampil "seperti malaikat, sayang!". Kita selalu hebat akan hal ini, dari Cinderella sampai ke Oscar.
Ketika Musa pertama kali bertemu Allah ada permasalahan pakaian. Allah bersembunyi di nyala api, yang untuk beberapa alasan tidak membakar semak tersebut (Kel. 3:2, 3). Yehuwa telah memilih kostum dengan hati-hati karena, Dia memakai suatu pelindung yang hebat untuk menjaga Musa dari benar-benar melihat-Nya, jika tidak Musa akan dihanguskan oleh kemuliaan Allah.
Dan Musa memakai sandalnya, yang tidak cukup layak. Sayap Seraphims sebagai tirai pelindung lebih merupakan pakaian yang layak di hadapan Allah (Yes. 6:2), tetapi bagaimana Musa mengetahuinya? Apa yang mungkin diketahuinya adalah bahwa ketika Adam dan Hawa telah berdosa mereka mencoba untuk menutupi diri dengan daun (Kej 3:7). Mereka diusir dari taman, dan untuk menjaga mereka dari kembali, Tuhan menempatkan "kerubium, dan sebuah pedang berapi yang selalu menyala" di gerbang (Kej 3:24).
Ketika Musa pertama kali bertemu Allah ada permasalahan pakaian
Sekarang Ketuhanan telah turun dari surga untuk semak yang terbakar, suatu kejadian tanpa kasut. Dia tidak hanya masuk ke sebuah kereta berapi-api, pergi ke Expressway Orion dan mengambil satu atau dua belok kanan. Sebaliknya, Dia turun untuk jarak yang jauh. Walaupun demikian, Dia tidak memaksakan diri-Nya kepada Musa. Manusia memilih untuk berpaling bertemu Allah (Kel. 3:3), dan dengan demikian membantu Allah menyelamatkan seluruh bangsa budak.
Dalam adegan ini kita diperkenalkan dengan "Aku" dan kata-kata "Aku". Ketika Allah memanggil Musa, Musa berkata, "Inilah aku," (ayat 4), tetapi perhatikan bahwa ini terjadi setelah Allah dua kali memanggil dia dengan namanya. Ini agak pribadi dan pertemuan amat dekat—Allah berpaling kepada manusia dan manusia berpaling kepada Allah. Dan ketika orang itu meminta password untuk perannya dalam Kampanye Keselamatan Kosmis, Tuhan berkata, "Aku adalah Aku" (ayat 6). Dia adalah satu-satunya di seluruh alam semesta yang begitu lengkap dan mutlak bahwa Dia didefinisikan oleh fakta bahwa DIA -"dari kekekalan sampai kekekalan" (Mazmur 90:2). Ia semestinya dapat mengatakan, "Aku adil. Aku murah hati. Aku Kasih" Tapi apa yang Dia katakan adalah,"Aku adalah Aku." Dan Allah yang kekal itu bertemu kita di sini dan sekarang.
Pakaian yang Tepat untuk Hal yang Tepat, Bagian 2 (Lukas 15:17-19)
Adalah penting bagaimana kita berpakaian untuk pertemuan seperti dijelaskan di atas. Ketika anak yang hilang berbalik arah kembali kepada ayahnya, dia penuh dengan hal-hal ini "Aku", juga: "Aku binasa. . . Aku akan bangkit. . . Aku telah berdosa. . . Aku tidak lagi layak" (Lukas 15:17-19). Tapi setelah dia berbalik kembali, "Ketika ia masih jauh ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia" (ayat 20). Sang ayah mencium anak sementara anak itu masih mengenakan pakaian terburuk yang pernah dikenakannya, tapi itulah yang ia miliki saat itu. Itu cukup baik. Dan itu tidak cukup baik. Bukan untuk kesempatan ini. " Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya" (ayat 22). Berikutnya adalah pesta, jauh lebih istimewa dari upacara Oscar.
Alangkah hebatnya! Salah satu bintang Hollywood seharusnya berkata, "Masalah dengan kepuasan instan adalah bahwa hal itu tidak cukup cepat." Tuhan menawarkan sesuatu yang jauh lebih unggul untuk kepuasan instan. Tuhan menawarkan keselamatan instan. Yesus berkata kepada pencuri dikayu salib "hari ini" (di sini dan sekarang) anda diselamatkan. Mereka berdua dalam situasi yang tampaknya tanpa harapan. Tapi pencuri itu berpaling kepada Yesus. Yesus berpaling pada pencuri, dan, tiba-tiba, ada keselamatan (Lukas 23:39-43)!
Bagaimana dengan Pakaian Kita (Ef 2:8-10)?
Bagi kita yang bukan pencuri di salib ada pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan setelah saat iman dan kasih karunia (Efesus 2:8). Sepatu apa yang akan kita pakai sejak saat itu? Itu adalah "perbuatan baik, yang telah diurapi Allah yang mesti kita hidupkan" (ayat 10).
Kelakuan baik ini tidak menyelamatkan kita. Hal ini adalah apa yang kita lakukan dalam rencana keselamatan. Mereka adalah apa yang kita lakukan sebagai akibat diselamatkan. Seperti Musa, yang kemudian menyelamatkan bangsanya, kita harus melakukan hal-hal yang akan "bekerja sama" dengan rencana keselamatan Tuhan (Rom. 8:28.). Kelakuan baik ini tidaklah sama seperti tugas sepertinya pengharapan. Kita berbalik kepada Allah yang telah mengobahkan kita. Setelah membalikan kaki kita ke arah-Nya, kita pasang sepatu kita dan berjalan dengan cara melakukan perbuatan baik melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Pada gilirannya, Dia memberi masing-masing kita jubah kebenaran yang mutlak sempurna.
Tidak peduli apa yang anda kenakan pada saat ini, Allah yang berubah menjadi manusia berada dihadapanmu. Tidak, Dia berlari ke arahmu dengan jubah yang dicuci dalam darah untuk membuatnya putih. Khusus untukmu. Di sini. Sekarang.
REAKSI
1. Apa bagian dari kehidupan batiniah Anda yang ingin Anda melindungi, dan mengapa? Jika Anda perlu mengubah bagian-bagian dari kehidupan kita kepada Allah, apa yang akan Dia berikan sebagai ganti untuk mereka dan mengapa?
2. Jika Anda bertanya kepada Allah bagian mana yang mesti anda mainkan dalam rencana keselamatan dunia, apa menurut Anda jawaban-Nya?
Phillip Whidden, Beijeng, China
Senin
22 Mei
Wahyu 12:10 Kesaksian
Tuan dan Mediator Kita
"Dalam buku Wahyu dia [Setan] dinyatakan sebagai 'pendakwa saudara-saudara kita,' 'yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita' (Wahyu. 12:10). Kontroversi diulang setiap jiwa yang diselamatkan dari kuasa jahat yang namanya terdaftar dalam buku kehidupan Anak Domba. Tidak pernah terjadi seseorang yang diterima dari keluarga Iblis masuk kedalam keluarga Allah tanpa melalui perlawanan yang dibuat si jahat. . . . Ia memimpin orang tersebut ke dalam sikap skeptis, menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan pada Tuhan dan untuk memisahkan dari kasih-Nya, ia menggoda mereka untuk melanggar hukum-Nya, dan kemudian ia mengklaim mereka sebagai tawanan dan menantang hak Kristus untuk membawa mereka dari dia. Dia tahu bahwa mereka yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh untuk pengampunan dan rahmat akan mendapatkannya, karena itu ia menampilkan dosa-dosa mereka dihadapan mereka untuk membuat mereka putus asa. . . . Dengan berbagai perangkat yang tak terhitung, dari yang paling halus dan paling kejam ia berusaha untuk memastikan hukuman mereka. "1
Kristus mengisi manusia dengan sifat-sifat Allah
"Hukum mensyaratkan kebenaran—sebuah kehidupan yang benar, karakter yang sempurna, dan yang tidak dimiliki orang ini. Dia tidak bisa memenuhi tuntutan hukum kudus Allah. Tetapi Kristus, datang ke bumi sebagai manusia, hidup suci, dan mengembangkan karakter yang sempurna. Inilah yang Dia tawarkan sebagai hadiah gratis kepada semua orang yang akan menerimanya. Hidup-Nya berdiri teguh bagi kehidupan manusia. Dengan demikian mereka memiliki pengampunan dosa-dosa yang lalu, melalui kesabaran Allah. Lebih dari itu, Kristus mengisi manusia dengan sifat-sifat Allah. DIA membangun karakter manusia menurut rupa karakter Illahi, kain lenan keindahan dan kekuatan rohani. Jadi kebenaran yang sangat diharapkan hukum terpenuhi dalam orang yang percaya kepada Kristus. Allah dapat jadi 'adil, dan membenarkan dia yang percaya dalam Yesus. "Rom. 3:26 "2.
"Melalui kehidupan dan kematian-Nya, Kristus membuktikan bahwa keadilan Allah tidak menghancurkan rahmat-Nya, tetapi dosa dapat diampuni, dan bahwa hukum adalah benar, dan dapat dipatuhi dengan sempurna. Tuduhan Setan terbantahkan. Allah telah memberikan manusia bukti jelas akan kasih-Nya "3.
REACT
Bagaimana anda dapat menunjukan penghargaanmu akan apa yang telah Kristus lakukan untukmu?
____________
1. The Faith I Live By, p. 324.
2. The Desire of Ages, p. 762.
3. Ibid.
Michael John J. Diaz, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Selasa
24 Mei
Bukti
Pakaian Sebagai Simbol Dosa dan Kebenaran Kel. 3:2-14; Za. 1:1-4
Dalam Keluaran 3:5, Allah rindu untuk bertemu dengan Musa dalam rangka memberikan petunjuk mengenai pembebasan Israel dari perbudakan Mesir. Tapi sebelum Musa bisa mendekati Tuhan, Tuhan menyuruhnya untuk melepaskan sandalnya. Karena "rasa hormat orang Asia, menganggap melanggar kesucian untuk memasuki . . . tempat suci dengan memakai sepatu,"1 perintah ini memberitahu Musa bahwa Tuhanlah yang berbicara. Instruksi Tuhan kepada Musa "adalah sesuai dengan tata-krama yang familiar kepada Musa, karena para imam Mesir melakukannya di kuil-kuil mereka, dan ini dilaksankan di semua negara Timur di mana orang melepaskan sepatu atau sandal, seperti yang dilakukan orang di Barat dengan topinya. . . . . . . . Bagi orang Timur melepaskan alas kaki adalah pengakuan akan kekotoran pribadi dan sadar akan ketidak layakan untuk berdiri di hadapan kekudusan tak ternoda "2.
Allah bersedia untuk memasangkan pakaian kebenaran Kristus jika kita mengundang-Nya tinggal dalam hati kita
Zakharia 3:1-4 memberikan kita gambaran tentang realitas tentang masalah kita dengan dosa dan bagaimana kasih karunia Allah, yang ditawarkan kepada kita melalui Yesus Kristus, menghapus dosa kita. Visi ini diberikan kepada Zakharia untuk menunjukkan kuasa Kristus terhadap Iblis, pendakwa kita.3 Pakaian kotor melambangkan "kekotoran dosa," 4 sedangkan pelepasan pakaian "menandai pengampunan dosa dan pemulihan kebaikan Tuhan. The pakaian baru mewakili kebenaran Kristus"5 "Sorban Bersih (ayat 5) dipakaikan kepada " pada Yosua menandakan bahwa pelanggaran itu telah diampuni dan bahwa ia memenuhi syarat untuk berfungsi di ruang kudus-Nya "6.
Saat kita membaca dan mempelajari ayat-ayat dalam Keluaran dan Zakharia, kita dapat membayangkan diri kita datang di hadapan Allah, menunjukkan rasa hormat hormat kepada-Nya dan Dia ingin membersihkan kita dari dosa kita. Kita bisa bayangkan Dia melepaskan pakaian kotor dosa kita dan memakaikan kita pakaian kebenaran Kristus. Kemudian, seperti Musa, kita layak untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Dia dapat memerintahkan kita untuk memberitahu dunia, melalui kata-kata dan perbuatan kita, kasih keselamatan dan rahmat-Nya yang besar. Allah bersedia untuk memasangkan pakaian kebenaran Kristus jika kita mengundang-Nya tinggal dalam hati kita.
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 1, p. 510.
2. Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary, WORDsearch 7.
3. The SDA Bible Commentary, vol. 4, p. 1092.
4. Ibid., p. 1093.
5. Ibid.
6. Ibid.
Arvin Jumao-as, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Rabu
25 Mei
Matt. 16:25; 18:3; 22:37;
Rom. 7:12, 22;
1 Kor. 7:19; 11:1;
1 Yohn 3:23 Bagaimana
Baju Baru Kehidupan Baru
Setelah kita telah menerima pakaian kebenaran Kristus, bagaimana seharusnya kita hidup? Ketika Allah melimpahkan kasih-Nya kepada kita, kita tidak lagi bebas untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Sebaliknya, kita harus menunjukkan bahwa pakaian baru kita berasal dari Perancan Utama dengan mentaati apa yang diperintahkanNYA. Bacalah 1 Yohanes 5:3.
Percaya kepada Allahbukan hanya tentang persetujuan intelektual
Kita belajar untuk taat dengan melakukan hal berikut:
Menjadi seperti anak kecil (Matius 18:3). Hal apa dalam anak kecil yang membantu kita taat kepada Allah? "Kepercayaan yang sederhana dan kepatuhan yang penuh kasih dari seorang anak kecil merupakan ciri-ciri karakter yang sangat berharga dalam Kerajaan Sorga. Perhatikan bahwa Yesus berbicara tentang anak-anak 'kecil', mereka yang belum belajar, dari contoh-contoh buruk yang dibuat oleh orang dewasa, dosa-dosa keraguan dan ketidaktaatan.* Kita mestinya seperti hal ini sebagai orang dewasa dalam hubungan kita dengan Kristus.
Percaya (1 Yohanes 3:23). Percaya kepada Allahbukan hanya tentang persetujuan intelektual. Percaya juga mengharuskan kita untuk melakukan berdasarkan apa yang Dia katakan. Mereka yang tidak mematuhi perintah-perintah-Nya melalui kehadiran Roh Kudus tidak benar-benar percaya kepadaNya.
Berusaha (Matius 22:37). Karena sifat dosa kita, seringkali tampak mudah bagi kita untuk berbuat dosa. Jadi kita perlu melakukan upaya ekstra dalam mematuhi perintah-Nya. Matius 22:37 menjelaskan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran. Mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran adalah memilih untuk mengasihi Dia dengan semua yang kita lakukan. Namun kita juga harus ingat bahwa ini hanya mungkin jika kita mengundang Roh Kudus tinggal di hati kita.
Berserah (Matius 16:25). Untuk berserah atau menyerahkan diri adalah apa yang Yesus maksudkan dalam Matius 16:25. Menyerahkan setiap bagian dari kehidupan kita kepada-Nya adalah apa yang diminta dari kita untuk membersihkan setiap celah keraguan yang masih ada.
Rasul Paulus menulis, "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga jadi pengikut" (1 Kor 11:1). Jauh dari mengutuk hukum, Paulus berbagi dengan kita bahwa, " hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus dan baik." (Roma 7:12, NKJV). Dalam batinku aku suka akan hukum Allah (lihat Roma 7:22), dan menulis bahwa "yang penting adalah mentaati hukum-hukum Allah" (1 Kor. 7:19).
*The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 639.
Justice Love C. Francisco-Diaz, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Kamis
26 Mei
Pendapat
Hadiah Dari Allah Epe. 2:8–10 Yohn 14:15
Dalam pelajaran minggu ini kita belajar tentang bagaimana dan mengapa Allah mencampakan jubah kotor dosa kita dan menggantikannya dengan jubah kebenaran NYA yang putih murni. Ayat kunci kita menerangkan bagaimana mungkin bagi kita untuk melepaskan diri dari pakaian dosa dan menerima jubah kebenaran Allah. Ayat ini juga membantu kita untuk memahami kengerian dosa dan kesalahan kita.
Tindakan kebaikan dan kasih ini akan membuat karakter Allah yang kasih dikenal orang.
Saya percaya bahwa "Allah ingin sekali bahwa duniaNYA yang bandel mengenal Dia. Dia ingin membatalkan ketakutan, ketidakpercayaan dan kesalahpahaman yang telah memisahkan kita dari Allah. Dia amat merindukan saat keluarga-Nya akan bersama dengan Dia. Dan Allah kita selalu memiliki rencana di mana Dia bisa membuat diriNya dikenal umat-Nya. Dia tidak bisa muncul secara pribadi, dengan segala kemuliaan Illahi-Nya, dihadapan mata orang-orang berdosa. Jadi Dia memilih untuk membuat dirinya dikenal melalui utusannya. Kemudian suatu hari Allah membuat rencana besar. Alih-alih membuat dirinya dikenal melalui individu sese orang, Dia akan membuat diriNya dikenal melalui seluruh kelompok umat--bangsa pilihan. Pikirkan hal ini! Akan ada seluruh umat dalam suatu bangsa hidup bersama dalam damai dan sukacita dan kesehatan yang berasal dari cara mengikuti jalan Allah. Suatu bangsa yang sangat sangat berbeda, begitu bijaksana dan begitu kuat sehingga seluruh dunia tidak bisa tidak mesti memperhatikannya. Bangsa ini bisa menunjukkan kepada dunia betapa indahnya hidup dalam loyalitas penuh kasih untuk satu-satunya Allah yang benar. Ini akan menjadi bangsa dengan suatu misi: menjadikan Allah dikenal. Alangkah hebatnya rencana itu! "*
Mereka yang akan berbagi dalam kemenangan adalah mereka yang telah menerima kebenaran Yesus (Efesus 2:8-10). Tujuan tertinggi mereka adalah mengenal Dia melalui persahabatan yang dalam dan pribadi yang ditandai dengan kasih (Yohanes 14:15), kepercayaan, loyalitas, dan ketaatan. Tindakan kebaikan dan kasih ini akan membuat karakter Allah yang kasih dikenal orang. Kita katakan mereka memiliki iman yang benar. Itulah sebabnya dalam penghakiman kita masih diselamatkan oleh iman kita dalam kasih karunia Yesus akan diriNya kepada kita, namun dinilai oleh kelakuan.
REAKSI
1. Tindakan kebaikan apa yang secara khusus disebutkan dalam Alkitab? Dalam dunia sekarang ini, apakah tindakan ini masih diperlukan? Mengapa, atau mengapa tidak?
2. Tindakan kebaikan apa yang tidak disebutkan dalam Alkitab mungkin dibutuhkan di dunia saat ini?
___________
*God Is the Victor, p. 71.
Stewart Van Loriezo, Bacolod City, Philippines
Jum’at
28 Mei
Eksplorasi
Desainer Asli 2 Kor. 5:17
SIMPULAN
Dalam visi Zakharia pasal 3, pakaian kotor Yosua tidak hanya ditutupi oleh Allah. Setan, yang berdiri siap untuk mengutuk Yosua untuk dosa-dosanya, akan dengan cepat menerkam celah itu. Sebaliknya, Allah melucuti setiap pakaian berdosa dan memakaikan Yosua dari kepala sampai kaki dengan pakaian bersih. Tidak hanya bersih, tetapi cantik, suatu pakian khusus. Bayangkan dipakaikan pakaian oleh Allah!
Allah menggantikan kualitas keKristenan buruk, imitasi kita dengan hal yang nyata. Dia tidak hanya menutupi sifat dosa kita, Dia melakukan perobahan menyeluruh, membentuk kita menjadi ciptaan baru.
PERTIMBANGKAN
● Memilih dan memakai hal-hal yang dalam satu cara atau apapun melambangkan hubungan anda dengan Allah.
● Memperbaiki sesuatu yang telah rusak, apakah itu pakaian, peralatan, mobil, atau suatu hubungan. Bagaimana hal ini mencerminkan apa yang Kristus lakukan untuk Anda?
● Meneliti desain pakaian yang dipakai di Israel selama pendudukan Babel. Apa jenis kain dan teknik konstruksi pakaian yang digunakan? Gunakan situs Web berikut untuk penelitian anda: http://www.keyway.ca atau http://www.womeninthebible.net
● Mencui pakaian. Sementara pakaian yang sedang dibersihkan, bacalah Mazmur 51:2, 7 dan Wahyu 22:14. Renungkan tentang apa artinya bagi Anda untuk mengetahui bahwa Allah membasuh dosa.
● Menerapkan nilai numerik untuk simbol yang disebutkan dalam salah satu visi Zakharia untuk menciptakan sebuah persamaan matematika yang mencerminkan simbolisme yang ditemukan dalam pelajaran ini.
● Parafrase salah satu visi dari Zakharia 1-3, menggunakan benda kontemporer, sehari-hari (iPod, Starbucks, ponsel, dan sebagainya), untuk foto yang simbolis digunakan dalam Alkitab. Bagaimana frase sehari-hari atau barang akan digunakan untuk menyampaikan konsep-konsep yang lebih besar?
● Memberikan pakaian baru kepada seseorang atau badan amal yang membutuhkan (misalnya, seseorang yang hidup di jalanan, tempat penampungan tunawisma, atau sebuah proyek misi).
● Menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang lama atau dibuang.
● Membangun api unggun dengan sekelompok teman. Ketika mulai membakar, memiliki setiap orang mengeluarkan cabang terbakar dengan jepitan api besar. Diskusikan apa artinya menjadi "tongkat membakar" (Zakharia 3:2, NIV), ditarik dari api oleh Allah.
Hubungkan
Chronicles of Mansoul: A John Bunyan Classic as told by Ethel Bar¬rett (Ventura, Calif.: GL Regal Books, 1980), chap. 15; Max Lucado, “All Dressed Up and Somewhere to Go,” in He Chose You (Nashville, Tenn.: Thomas Nelson, 2002), chap. 8.
Luan Miller, College Place, Washington, U.S.A.
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Sembilan Kwartal 2,
Bara Yang Ditarik Dari Api
21—28 Mei 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
"Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta." (Zakh. 3:4)
Sabbath
21 Mei
Kol 3:12 Pendahuluan
Ekspresi Kristus
Menjadi seorang siswa misionaris telah merubah pendapat saya tentang banyak hal, salah satu hal adalah tentang pakaian. Di sini, di pulau-pulau, itu rok dan t-shirt untuk anak perempuan, tapi setiap sesekali akan terlihat seorang pemberontak muda membanggakan celana pendek untuk tujuan menarik perhatian dan kebebasan.
Mengapa kita merasa bahwa cara kita berpakaian mempunyai pengaruh tentang siapa kita? Karena kita sering menggunakan cara kita berpakaian sebagai bentuk ekspresi diri. Jadi sebagai orang Kristen, apa yang harus jadi "pakaian" kita? Ayat kunci kita untuk minggu ini mengatakan, Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."(Zakharia 3:4).
ketika kita mengenakan pakaian mewah-Nya, kita pasti mengenakan pakaian kebajikan-Nya
Sebagai orang Kristen, ketika kita menerima hadiah utama keselamatan, Allah mengenakan pada kita pakaian kebenaranNya. Dia mengambil pakaian usang, bernoda, pakaian jahat (dosa) kita, dan memasangkan pakaianNYA yang mewah, pakaian bersih (kebenaran) kebadan kita, sehingga kita dapat memantulkan karakter-Nya untuk orang-orang yang kita temui. Roma 13:14 mengatakan kepada kita: "kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya".
Bagaimana sebenarnya bentuk pakaian itu? Apakah ini kain harafiah yang kita pakai di saat kita mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Kristus? "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran" (Kolose 3:12).
Sebagai orang Kristen, kita perlu mewakili Kristus dalam segala sesuatu yang kita, lakukan, dan katakan. Jadi ketika kita mengenakan pakaian mewah-Nya, kita pasti mengenakan pakaian kebajikan-Nya. Sementara kita mengembangkan kebajikan itu di atas bumi ini melalui persekutuan Roh Kudus, kita sedang mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus. "Jubah kebenaran Kristus yang tanpa noda dipakaikan pada anak-anak Allah yang dicobai, diuji, dan setia. Umat sisa yang dicampakan dunia sekarang dipakaikan pakaian kemulian, tidak akan pernah lagi dinajiskan oleh kotoran dunia "1.
Dalam pelajaran kita minggu ini kita akan melihat bagaimana perang di surga telah mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Ellen White menulis, "Ketika Setan berusaha untuk menutupi umat Allah dengan kegelapan, dan merusak mereka, Kristus menjadi perantara."2
Sekarang mari kita lihat pelajaran ini dan menyelidiki bagaimana kontroversi besar mempengaruhi kita dan tentang jubah kebenaran Kristus.
____________
1. Prophets and Kings, p 591.
2. Christ’s Object Lessons, p. 169.
Emily Lynes, Hendersonville, North Carolina, U.S.A.
Minggu
22 Mei
Logos
Sempurna, Mutlak, Disini dan Sekarang Kel. 3:1–14; Zach. 1:1–4; Yohn 14:15; Efe. 2:8–10; Wahyu. 12:10
Pakaian yang Tepat untuk Hal yang Tepat, Bagian 1 (Kel. 3:1-14)
Semua orang tahu bagaimana anda berpakaian untuk hal-hal khusus. Tujuannya adalah tampil "seperti malaikat, sayang!". Kita selalu hebat akan hal ini, dari Cinderella sampai ke Oscar.
Ketika Musa pertama kali bertemu Allah ada permasalahan pakaian. Allah bersembunyi di nyala api, yang untuk beberapa alasan tidak membakar semak tersebut (Kel. 3:2, 3). Yehuwa telah memilih kostum dengan hati-hati karena, Dia memakai suatu pelindung yang hebat untuk menjaga Musa dari benar-benar melihat-Nya, jika tidak Musa akan dihanguskan oleh kemuliaan Allah.
Dan Musa memakai sandalnya, yang tidak cukup layak. Sayap Seraphims sebagai tirai pelindung lebih merupakan pakaian yang layak di hadapan Allah (Yes. 6:2), tetapi bagaimana Musa mengetahuinya? Apa yang mungkin diketahuinya adalah bahwa ketika Adam dan Hawa telah berdosa mereka mencoba untuk menutupi diri dengan daun (Kej 3:7). Mereka diusir dari taman, dan untuk menjaga mereka dari kembali, Tuhan menempatkan "kerubium, dan sebuah pedang berapi yang selalu menyala" di gerbang (Kej 3:24).
Ketika Musa pertama kali bertemu Allah ada permasalahan pakaian
Sekarang Ketuhanan telah turun dari surga untuk semak yang terbakar, suatu kejadian tanpa kasut. Dia tidak hanya masuk ke sebuah kereta berapi-api, pergi ke Expressway Orion dan mengambil satu atau dua belok kanan. Sebaliknya, Dia turun untuk jarak yang jauh. Walaupun demikian, Dia tidak memaksakan diri-Nya kepada Musa. Manusia memilih untuk berpaling bertemu Allah (Kel. 3:3), dan dengan demikian membantu Allah menyelamatkan seluruh bangsa budak.
Dalam adegan ini kita diperkenalkan dengan "Aku" dan kata-kata "Aku". Ketika Allah memanggil Musa, Musa berkata, "Inilah aku," (ayat 4), tetapi perhatikan bahwa ini terjadi setelah Allah dua kali memanggil dia dengan namanya. Ini agak pribadi dan pertemuan amat dekat—Allah berpaling kepada manusia dan manusia berpaling kepada Allah. Dan ketika orang itu meminta password untuk perannya dalam Kampanye Keselamatan Kosmis, Tuhan berkata, "Aku adalah Aku" (ayat 6). Dia adalah satu-satunya di seluruh alam semesta yang begitu lengkap dan mutlak bahwa Dia didefinisikan oleh fakta bahwa DIA -"dari kekekalan sampai kekekalan" (Mazmur 90:2). Ia semestinya dapat mengatakan, "Aku adil. Aku murah hati. Aku Kasih" Tapi apa yang Dia katakan adalah,"Aku adalah Aku." Dan Allah yang kekal itu bertemu kita di sini dan sekarang.
Pakaian yang Tepat untuk Hal yang Tepat, Bagian 2 (Lukas 15:17-19)
Adalah penting bagaimana kita berpakaian untuk pertemuan seperti dijelaskan di atas. Ketika anak yang hilang berbalik arah kembali kepada ayahnya, dia penuh dengan hal-hal ini "Aku", juga: "Aku binasa. . . Aku akan bangkit. . . Aku telah berdosa. . . Aku tidak lagi layak" (Lukas 15:17-19). Tapi setelah dia berbalik kembali, "Ketika ia masih jauh ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia" (ayat 20). Sang ayah mencium anak sementara anak itu masih mengenakan pakaian terburuk yang pernah dikenakannya, tapi itulah yang ia miliki saat itu. Itu cukup baik. Dan itu tidak cukup baik. Bukan untuk kesempatan ini. " Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya" (ayat 22). Berikutnya adalah pesta, jauh lebih istimewa dari upacara Oscar.
Alangkah hebatnya! Salah satu bintang Hollywood seharusnya berkata, "Masalah dengan kepuasan instan adalah bahwa hal itu tidak cukup cepat." Tuhan menawarkan sesuatu yang jauh lebih unggul untuk kepuasan instan. Tuhan menawarkan keselamatan instan. Yesus berkata kepada pencuri dikayu salib "hari ini" (di sini dan sekarang) anda diselamatkan. Mereka berdua dalam situasi yang tampaknya tanpa harapan. Tapi pencuri itu berpaling kepada Yesus. Yesus berpaling pada pencuri, dan, tiba-tiba, ada keselamatan (Lukas 23:39-43)!
Bagaimana dengan Pakaian Kita (Ef 2:8-10)?
Bagi kita yang bukan pencuri di salib ada pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan setelah saat iman dan kasih karunia (Efesus 2:8). Sepatu apa yang akan kita pakai sejak saat itu? Itu adalah "perbuatan baik, yang telah diurapi Allah yang mesti kita hidupkan" (ayat 10).
Kelakuan baik ini tidak menyelamatkan kita. Hal ini adalah apa yang kita lakukan dalam rencana keselamatan. Mereka adalah apa yang kita lakukan sebagai akibat diselamatkan. Seperti Musa, yang kemudian menyelamatkan bangsanya, kita harus melakukan hal-hal yang akan "bekerja sama" dengan rencana keselamatan Tuhan (Rom. 8:28.). Kelakuan baik ini tidaklah sama seperti tugas sepertinya pengharapan. Kita berbalik kepada Allah yang telah mengobahkan kita. Setelah membalikan kaki kita ke arah-Nya, kita pasang sepatu kita dan berjalan dengan cara melakukan perbuatan baik melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Pada gilirannya, Dia memberi masing-masing kita jubah kebenaran yang mutlak sempurna.
Tidak peduli apa yang anda kenakan pada saat ini, Allah yang berubah menjadi manusia berada dihadapanmu. Tidak, Dia berlari ke arahmu dengan jubah yang dicuci dalam darah untuk membuatnya putih. Khusus untukmu. Di sini. Sekarang.
REAKSI
1. Apa bagian dari kehidupan batiniah Anda yang ingin Anda melindungi, dan mengapa? Jika Anda perlu mengubah bagian-bagian dari kehidupan kita kepada Allah, apa yang akan Dia berikan sebagai ganti untuk mereka dan mengapa?
2. Jika Anda bertanya kepada Allah bagian mana yang mesti anda mainkan dalam rencana keselamatan dunia, apa menurut Anda jawaban-Nya?
Phillip Whidden, Beijeng, China
Senin
22 Mei
Wahyu 12:10 Kesaksian
Tuan dan Mediator Kita
"Dalam buku Wahyu dia [Setan] dinyatakan sebagai 'pendakwa saudara-saudara kita,' 'yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita' (Wahyu. 12:10). Kontroversi diulang setiap jiwa yang diselamatkan dari kuasa jahat yang namanya terdaftar dalam buku kehidupan Anak Domba. Tidak pernah terjadi seseorang yang diterima dari keluarga Iblis masuk kedalam keluarga Allah tanpa melalui perlawanan yang dibuat si jahat. . . . Ia memimpin orang tersebut ke dalam sikap skeptis, menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan pada Tuhan dan untuk memisahkan dari kasih-Nya, ia menggoda mereka untuk melanggar hukum-Nya, dan kemudian ia mengklaim mereka sebagai tawanan dan menantang hak Kristus untuk membawa mereka dari dia. Dia tahu bahwa mereka yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh untuk pengampunan dan rahmat akan mendapatkannya, karena itu ia menampilkan dosa-dosa mereka dihadapan mereka untuk membuat mereka putus asa. . . . Dengan berbagai perangkat yang tak terhitung, dari yang paling halus dan paling kejam ia berusaha untuk memastikan hukuman mereka. "1
Kristus mengisi manusia dengan sifat-sifat Allah
"Hukum mensyaratkan kebenaran—sebuah kehidupan yang benar, karakter yang sempurna, dan yang tidak dimiliki orang ini. Dia tidak bisa memenuhi tuntutan hukum kudus Allah. Tetapi Kristus, datang ke bumi sebagai manusia, hidup suci, dan mengembangkan karakter yang sempurna. Inilah yang Dia tawarkan sebagai hadiah gratis kepada semua orang yang akan menerimanya. Hidup-Nya berdiri teguh bagi kehidupan manusia. Dengan demikian mereka memiliki pengampunan dosa-dosa yang lalu, melalui kesabaran Allah. Lebih dari itu, Kristus mengisi manusia dengan sifat-sifat Allah. DIA membangun karakter manusia menurut rupa karakter Illahi, kain lenan keindahan dan kekuatan rohani. Jadi kebenaran yang sangat diharapkan hukum terpenuhi dalam orang yang percaya kepada Kristus. Allah dapat jadi 'adil, dan membenarkan dia yang percaya dalam Yesus. "Rom. 3:26 "2.
"Melalui kehidupan dan kematian-Nya, Kristus membuktikan bahwa keadilan Allah tidak menghancurkan rahmat-Nya, tetapi dosa dapat diampuni, dan bahwa hukum adalah benar, dan dapat dipatuhi dengan sempurna. Tuduhan Setan terbantahkan. Allah telah memberikan manusia bukti jelas akan kasih-Nya "3.
REACT
Bagaimana anda dapat menunjukan penghargaanmu akan apa yang telah Kristus lakukan untukmu?
____________
1. The Faith I Live By, p. 324.
2. The Desire of Ages, p. 762.
3. Ibid.
Michael John J. Diaz, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Selasa
24 Mei
Bukti
Pakaian Sebagai Simbol Dosa dan Kebenaran Kel. 3:2-14; Za. 1:1-4
Dalam Keluaran 3:5, Allah rindu untuk bertemu dengan Musa dalam rangka memberikan petunjuk mengenai pembebasan Israel dari perbudakan Mesir. Tapi sebelum Musa bisa mendekati Tuhan, Tuhan menyuruhnya untuk melepaskan sandalnya. Karena "rasa hormat orang Asia, menganggap melanggar kesucian untuk memasuki . . . tempat suci dengan memakai sepatu,"1 perintah ini memberitahu Musa bahwa Tuhanlah yang berbicara. Instruksi Tuhan kepada Musa "adalah sesuai dengan tata-krama yang familiar kepada Musa, karena para imam Mesir melakukannya di kuil-kuil mereka, dan ini dilaksankan di semua negara Timur di mana orang melepaskan sepatu atau sandal, seperti yang dilakukan orang di Barat dengan topinya. . . . . . . . Bagi orang Timur melepaskan alas kaki adalah pengakuan akan kekotoran pribadi dan sadar akan ketidak layakan untuk berdiri di hadapan kekudusan tak ternoda "2.
Allah bersedia untuk memasangkan pakaian kebenaran Kristus jika kita mengundang-Nya tinggal dalam hati kita
Zakharia 3:1-4 memberikan kita gambaran tentang realitas tentang masalah kita dengan dosa dan bagaimana kasih karunia Allah, yang ditawarkan kepada kita melalui Yesus Kristus, menghapus dosa kita. Visi ini diberikan kepada Zakharia untuk menunjukkan kuasa Kristus terhadap Iblis, pendakwa kita.3 Pakaian kotor melambangkan "kekotoran dosa," 4 sedangkan pelepasan pakaian "menandai pengampunan dosa dan pemulihan kebaikan Tuhan. The pakaian baru mewakili kebenaran Kristus"5 "Sorban Bersih (ayat 5) dipakaikan kepada " pada Yosua menandakan bahwa pelanggaran itu telah diampuni dan bahwa ia memenuhi syarat untuk berfungsi di ruang kudus-Nya "6.
Saat kita membaca dan mempelajari ayat-ayat dalam Keluaran dan Zakharia, kita dapat membayangkan diri kita datang di hadapan Allah, menunjukkan rasa hormat hormat kepada-Nya dan Dia ingin membersihkan kita dari dosa kita. Kita bisa bayangkan Dia melepaskan pakaian kotor dosa kita dan memakaikan kita pakaian kebenaran Kristus. Kemudian, seperti Musa, kita layak untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Dia dapat memerintahkan kita untuk memberitahu dunia, melalui kata-kata dan perbuatan kita, kasih keselamatan dan rahmat-Nya yang besar. Allah bersedia untuk memasangkan pakaian kebenaran Kristus jika kita mengundang-Nya tinggal dalam hati kita.
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 1, p. 510.
2. Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary, WORDsearch 7.
3. The SDA Bible Commentary, vol. 4, p. 1092.
4. Ibid., p. 1093.
5. Ibid.
6. Ibid.
Arvin Jumao-as, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Rabu
25 Mei
Matt. 16:25; 18:3; 22:37;
Rom. 7:12, 22;
1 Kor. 7:19; 11:1;
1 Yohn 3:23 Bagaimana
Baju Baru Kehidupan Baru
Setelah kita telah menerima pakaian kebenaran Kristus, bagaimana seharusnya kita hidup? Ketika Allah melimpahkan kasih-Nya kepada kita, kita tidak lagi bebas untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Sebaliknya, kita harus menunjukkan bahwa pakaian baru kita berasal dari Perancan Utama dengan mentaati apa yang diperintahkanNYA. Bacalah 1 Yohanes 5:3.
Percaya kepada Allahbukan hanya tentang persetujuan intelektual
Kita belajar untuk taat dengan melakukan hal berikut:
Menjadi seperti anak kecil (Matius 18:3). Hal apa dalam anak kecil yang membantu kita taat kepada Allah? "Kepercayaan yang sederhana dan kepatuhan yang penuh kasih dari seorang anak kecil merupakan ciri-ciri karakter yang sangat berharga dalam Kerajaan Sorga. Perhatikan bahwa Yesus berbicara tentang anak-anak 'kecil', mereka yang belum belajar, dari contoh-contoh buruk yang dibuat oleh orang dewasa, dosa-dosa keraguan dan ketidaktaatan.* Kita mestinya seperti hal ini sebagai orang dewasa dalam hubungan kita dengan Kristus.
Percaya (1 Yohanes 3:23). Percaya kepada Allahbukan hanya tentang persetujuan intelektual. Percaya juga mengharuskan kita untuk melakukan berdasarkan apa yang Dia katakan. Mereka yang tidak mematuhi perintah-perintah-Nya melalui kehadiran Roh Kudus tidak benar-benar percaya kepadaNya.
Berusaha (Matius 22:37). Karena sifat dosa kita, seringkali tampak mudah bagi kita untuk berbuat dosa. Jadi kita perlu melakukan upaya ekstra dalam mematuhi perintah-Nya. Matius 22:37 menjelaskan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran. Mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran adalah memilih untuk mengasihi Dia dengan semua yang kita lakukan. Namun kita juga harus ingat bahwa ini hanya mungkin jika kita mengundang Roh Kudus tinggal di hati kita.
Berserah (Matius 16:25). Untuk berserah atau menyerahkan diri adalah apa yang Yesus maksudkan dalam Matius 16:25. Menyerahkan setiap bagian dari kehidupan kita kepada-Nya adalah apa yang diminta dari kita untuk membersihkan setiap celah keraguan yang masih ada.
Rasul Paulus menulis, "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga jadi pengikut" (1 Kor 11:1). Jauh dari mengutuk hukum, Paulus berbagi dengan kita bahwa, " hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus dan baik." (Roma 7:12, NKJV). Dalam batinku aku suka akan hukum Allah (lihat Roma 7:22), dan menulis bahwa "yang penting adalah mentaati hukum-hukum Allah" (1 Kor. 7:19).
*The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 639.
Justice Love C. Francisco-Diaz, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Kamis
26 Mei
Pendapat
Hadiah Dari Allah Epe. 2:8–10 Yohn 14:15
Dalam pelajaran minggu ini kita belajar tentang bagaimana dan mengapa Allah mencampakan jubah kotor dosa kita dan menggantikannya dengan jubah kebenaran NYA yang putih murni. Ayat kunci kita menerangkan bagaimana mungkin bagi kita untuk melepaskan diri dari pakaian dosa dan menerima jubah kebenaran Allah. Ayat ini juga membantu kita untuk memahami kengerian dosa dan kesalahan kita.
Tindakan kebaikan dan kasih ini akan membuat karakter Allah yang kasih dikenal orang.
Saya percaya bahwa "Allah ingin sekali bahwa duniaNYA yang bandel mengenal Dia. Dia ingin membatalkan ketakutan, ketidakpercayaan dan kesalahpahaman yang telah memisahkan kita dari Allah. Dia amat merindukan saat keluarga-Nya akan bersama dengan Dia. Dan Allah kita selalu memiliki rencana di mana Dia bisa membuat diriNya dikenal umat-Nya. Dia tidak bisa muncul secara pribadi, dengan segala kemuliaan Illahi-Nya, dihadapan mata orang-orang berdosa. Jadi Dia memilih untuk membuat dirinya dikenal melalui utusannya. Kemudian suatu hari Allah membuat rencana besar. Alih-alih membuat dirinya dikenal melalui individu sese orang, Dia akan membuat diriNya dikenal melalui seluruh kelompok umat--bangsa pilihan. Pikirkan hal ini! Akan ada seluruh umat dalam suatu bangsa hidup bersama dalam damai dan sukacita dan kesehatan yang berasal dari cara mengikuti jalan Allah. Suatu bangsa yang sangat sangat berbeda, begitu bijaksana dan begitu kuat sehingga seluruh dunia tidak bisa tidak mesti memperhatikannya. Bangsa ini bisa menunjukkan kepada dunia betapa indahnya hidup dalam loyalitas penuh kasih untuk satu-satunya Allah yang benar. Ini akan menjadi bangsa dengan suatu misi: menjadikan Allah dikenal. Alangkah hebatnya rencana itu! "*
Mereka yang akan berbagi dalam kemenangan adalah mereka yang telah menerima kebenaran Yesus (Efesus 2:8-10). Tujuan tertinggi mereka adalah mengenal Dia melalui persahabatan yang dalam dan pribadi yang ditandai dengan kasih (Yohanes 14:15), kepercayaan, loyalitas, dan ketaatan. Tindakan kebaikan dan kasih ini akan membuat karakter Allah yang kasih dikenal orang. Kita katakan mereka memiliki iman yang benar. Itulah sebabnya dalam penghakiman kita masih diselamatkan oleh iman kita dalam kasih karunia Yesus akan diriNya kepada kita, namun dinilai oleh kelakuan.
REAKSI
1. Tindakan kebaikan apa yang secara khusus disebutkan dalam Alkitab? Dalam dunia sekarang ini, apakah tindakan ini masih diperlukan? Mengapa, atau mengapa tidak?
2. Tindakan kebaikan apa yang tidak disebutkan dalam Alkitab mungkin dibutuhkan di dunia saat ini?
___________
*God Is the Victor, p. 71.
Stewart Van Loriezo, Bacolod City, Philippines
Jum’at
28 Mei
Eksplorasi
Desainer Asli 2 Kor. 5:17
SIMPULAN
Dalam visi Zakharia pasal 3, pakaian kotor Yosua tidak hanya ditutupi oleh Allah. Setan, yang berdiri siap untuk mengutuk Yosua untuk dosa-dosanya, akan dengan cepat menerkam celah itu. Sebaliknya, Allah melucuti setiap pakaian berdosa dan memakaikan Yosua dari kepala sampai kaki dengan pakaian bersih. Tidak hanya bersih, tetapi cantik, suatu pakian khusus. Bayangkan dipakaikan pakaian oleh Allah!
Allah menggantikan kualitas keKristenan buruk, imitasi kita dengan hal yang nyata. Dia tidak hanya menutupi sifat dosa kita, Dia melakukan perobahan menyeluruh, membentuk kita menjadi ciptaan baru.
PERTIMBANGKAN
● Memilih dan memakai hal-hal yang dalam satu cara atau apapun melambangkan hubungan anda dengan Allah.
● Memperbaiki sesuatu yang telah rusak, apakah itu pakaian, peralatan, mobil, atau suatu hubungan. Bagaimana hal ini mencerminkan apa yang Kristus lakukan untuk Anda?
● Meneliti desain pakaian yang dipakai di Israel selama pendudukan Babel. Apa jenis kain dan teknik konstruksi pakaian yang digunakan? Gunakan situs Web berikut untuk penelitian anda: http://www.keyway.ca atau http://www.womeninthebible.net
● Mencui pakaian. Sementara pakaian yang sedang dibersihkan, bacalah Mazmur 51:2, 7 dan Wahyu 22:14. Renungkan tentang apa artinya bagi Anda untuk mengetahui bahwa Allah membasuh dosa.
● Menerapkan nilai numerik untuk simbol yang disebutkan dalam salah satu visi Zakharia untuk menciptakan sebuah persamaan matematika yang mencerminkan simbolisme yang ditemukan dalam pelajaran ini.
● Parafrase salah satu visi dari Zakharia 1-3, menggunakan benda kontemporer, sehari-hari (iPod, Starbucks, ponsel, dan sebagainya), untuk foto yang simbolis digunakan dalam Alkitab. Bagaimana frase sehari-hari atau barang akan digunakan untuk menyampaikan konsep-konsep yang lebih besar?
● Memberikan pakaian baru kepada seseorang atau badan amal yang membutuhkan (misalnya, seseorang yang hidup di jalanan, tempat penampungan tunawisma, atau sebuah proyek misi).
● Menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang lama atau dibuang.
● Membangun api unggun dengan sekelompok teman. Ketika mulai membakar, memiliki setiap orang mengeluarkan cabang terbakar dengan jepitan api besar. Diskusikan apa artinya menjadi "tongkat membakar" (Zakharia 3:2, NIV), ditarik dari api oleh Allah.
Hubungkan
Chronicles of Mansoul: A John Bunyan Classic as told by Ethel Bar¬rett (Ventura, Calif.: GL Regal Books, 1980), chap. 15; Max Lucado, “All Dressed Up and Somewhere to Go,” in He Chose You (Nashville, Tenn.: Thomas Nelson, 2002), chap. 8.
Luan Miller, College Place, Washington, U.S.A.
Subscribe to:
Comments (Atom)