Kilasan Allah
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 1,
Janji Doa
3—9 Maret 2012
Diterjemahkan Oleh: Paman Google
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
- Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku (Mazmu 55:18)
Sabbath
3 Maret
Maz. 120:1 Pendahuluan
Bernafas
Alkitab adalah sumber dari semua doktrin kita. Namun, iman yang benar tidak ditopang hanya dengan percaya doktrin-doktrin ini secara intelektual. Terlalu banyak pertanyaan masih mudah muncul. Jika Alkitab benar-benar Firman Allah, bagaimana saya tahu itu benar? Bagaimana saya tahu sistem kepercayaan ini tidak hanya beberapa delusi diri untuk membuat saya merasa lebih baik? Janji doa adalah penangkal kekhawatiran dan keraguan.
doa adalah bernapas untuk kekekalan
Doa adalah bagaimana kita membangun persahabatan sejati dengan Allah. Tanpa doa, orang-orang yang mengaku Kristen adalah mayat. Yang melakukannya membuat mereka terlihat baik di luar, tapi mereka mati dalam kehidupan nyata. Jadi mengapa doa diperlukan untuk kehidupan Kristen? "Doa adalah nafas rohani."1 Adalah sangat penting untuk mempertahankan perjalanan Kristen yang vital. Hal ini menjadi jelas ketika kita mempelajari kehidupan Yesus. Dia membuat doa merupakan bagian integral dari waktu-Nya di bumi. Dia berdoa ketika segalanya berjalan dengan baik (Markus 6:30-46) dan ketika hal-hal buruk terjadi (Mat. 26:36-46). Agar memiliki hubungan nyata dengan Allah yang membawa iman kita untuk hidup dan menenangkan keraguan kita, kita juga perlu membuat kebiasaan berdoa.
Kita juga perlu membuat doa kita nyata. Alih-alih steril "sekarang aku berbaring tidur. . ",. Kita harus terlibat dalam apa yang kita doakan. Mazmur penuh dengan hal-hal nyata, doa yang "nyata". Salah satu contoh adalah Mazmur 120. Ayat 1 dan 2 mengatakan, “Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku: "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu.””
Mari kita ingat bahwa "doa adalah bernapas untuk kekekalan. Doa adalah membuka hati kita ke teman. Kita mencari Allah, dan ketika kita menemukan-Nya, kita adalah orang-orang yang telah memenangkan hadiahnya. Allah adalah pribadi"2. Dan karena Allah adalah pribadi, keraguan kita akan menguap dan iman kita akan mekar. Minggu ini kita akan melihat lebih rinci lagi pada janji indah dan kebutuhan doa.
REAKSI.
1. Jika kita berdoa dan tidak merasa telah menerima jawaban, apa yang memberi kita jaminan bahwa Allah masih mengabulkan doa kita?
2. Bagaimana kita bisa membuat doa lebih seperti percakapan? Cara apa saja yang digunakan Allah berbicara kepada kita?
____________
1. Chris Blake, Searching for a God to Love (Nampa, Idaho: Pacific Press®, 1999), p. 80.
2. Ibid., p. 83.
Troy Harden, Los Alamos, New Mexico
Minggu
4 Maret
Bukti
Doa Yang Tak Berkeputusan Ibr. 11:6
Doa tidak selalu dijawab langsung seperti di zaman Yesus. Kemungkinan bahwa seseorang yang kita tahu akan sembuh seperti pria di kolam Bethesda jauh lebih kecil daripada dulu. Banyak cerita-cerita yang sering kita dengar dari negara-negara yang sangat maju tentang penyembuhan ajaib disambut dengan skeptis karena penyembuh penipuan iman, dan sebagainya. Skeptisisme ini dapat tumbuh setiap kali kita mengenal seseorang yang didiagnosis dengan penyakit berat, berdoa mati-matian untuk disembuhkan, bahkan diurapi, tetapi kemudian meninggal dunia pula. Adalah sulit untuk memahami mengapa Tuhan terkadang tidak merespon dengan cara yang kita inginkan terhadap doa-doa tersebut. Pada akhirnya, Dia masih memiliki kuasa untuk menyembuhkan secara ajaib.
Allah tidak tinggal dalam pengaturan empiris murni
Apakah bukti untuk efektivitas doa semata-mata ada dalam hasil yang kita dapatkan dari doa? Tidak. Bukti untuk efektivitas doa itu ada terutama karena iman yang kita berikan. Efektifitas Doa itu ada karena kita percaya bahwa Allah mendengar doa-doa kita dan bahwa Dia dapat membantu kita sedemikian ketika kita berdoa kepada-Nya dalam iman.
Allah tidak tinggal dalam pengaturan empiris murni, dan Dia tidak membuat doa merupakan suatu metode yang diverifikasi secara empiris yaitu komunikasi antara diri-Nya dan kita. Yohanes 3:16, 17 mengajarkan kita bahwa jika kita percaya pada Kristus, kita akan diselamatkan. Namun, tidak ada di bumi ini yang dapat kita ukur secara empiris membuktikan bahwa kita diselamatkan. Buktinya ada dalam iman kita bahwa Yesus mendengar doa-doa kita, bahwa Allah memberi upah iman kita dalam berbagai cara, bahwa alih-alih sesekali merawat kita, Dia mengasihi kita tanpa henti. Kita belajar melalui iman bahwa Allah mendengar kita, mengasihi kita, dan ingin membantu kita. Doa tidak dapat efektif tanpa sejumlah iman. Bukti bahwa doa bekerja doa terlihat dalam iman yang dihasilkan doa didama kita. Pada gilirannya, iman mengumpan keinginan kita untuk sering berada dalam doa dengan Bapa—Terang pada jalan kita, Pemberi talenta kita, Jawaban untuk banyak pertanyaan kita.
REAKSI
1. Jenis-jenis mukjizat apa yang cenderung kita lihat dalam masyarakat modern?
2. Banyak orang pada masa Yesus mengabaikan mukjizat-Nya, bahkan para imam besar. Bagaimana orang mengabaikan mujizat yang dilakukanNYA saat sekarang?
Jeremy Vetter, Moscow, Idaho, U.S.A.
Senin
5 Maret
Mat. 26:34–44; Rom. 12:12; Kol. 4:2; 1 Tes. 5:17; Ibr. 11:6; Yakobus 4:2 Logos
Tempat Berbakti: Hati atau Batu?
Doa Mencari Kekuatan Melalui Penyerahan (Mat. 26:34-44)
Doa adalah memegang kekuatan illahi Allah dengan cara menyerah. Ketika Yesus berdoa kepada Bapa-Nya " tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Matius 26:39), Dia memasukkan ke kekuatan Bapa-Nya. Ketika kita berdoa doa yang sama, kita juga dapat masuk ke dalam kekuatan dan kuasa Allah. Tapi dalam dunia sekarang ini, hal ini tidak selalu mudah. Terlalu banyak hal dan kegiatan bersaing untuk perhatian kita, dan semuanya menjanjikan kebahagiaan dan kesuksesan. Selanjutnya, menyerahkan kepada Allah sering melibatkan rasa takut dan gemetar, bersama dengan melepaskan tuntutan egois kita. Itu sebabnya kita mendengar Yesus berkata kepada murid-muridNya sebelum penyerahan besar-Nya di Getsemani, " "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya." Untuk memberikan diriNya sepenuhnya kepada Bapa-Nya, Dia harus menyerah dalam doa dan mati ke penderitaan-Nya sendiri.
Jadi demikian pula dengan kita. Kita juga dapat menerima kekuatan Kristus waktu maju dengan rencana keselamatan kita, seperti Dia, benar-benar berserah ke Bapa.
kita harus mengkhususkan doa agar pintu dapat dibuka untuk menyebarkan firman Allah
Doa adalah Penyerahan yang Membuat Perbedaan (Roma 12:12; Kolose 4:2;. 1 Tesalonika 5:17)
Bertekad untuk berdoa tidak dimaksudkan untuk menjadi ritual belaka. Dan menjadi dikhususkan untuk doa bukan untuk menerima keraguan rohani yang hangat. Tidak, kita harus mengkhususkan doa agar pintu dapat dibuka untuk menyebarkan firman Allah. Peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi "melawan roh-roh jahat di udara" (Efesus 6:12). Dan cara kita mendapatkan kemenangan bagi kerajaan Allah dan kekuatan untuk menyebarkan firman-Nya yang tidak melalui senjata alam duniawi kita. Sebaliknya, senjata tersebut adalah kuasa "illahi” yang menghancurkan benteng-benteng" (2 Kor 10:4)
Sembilan dari murid-murid Yesus belajar pelajaran ini dengan cara yang keras sementara Dia berada di gunung transfigurasi dengan Petrus, Yakobus, dan Yohanes (Markus 9:14-29). Seorang pria dengan anaknya yang kerasukan setan datang kepada mereka, tetapi mereka tidak dapat mengusir setan. Alangkah malunya! Dan ketika mereka ditanya mengapa mereka tidak bisa mengusir setan keluar, Kristus berkata, "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa. (Markus 9:29). Doa menghubungkan kita kepada Allah yang maha kuasa yang memberikan kita kekuatan untuk mengusir semua jenis setan.
Mungkinkah bahwa alasan iman kita kurang, adalah karena kita kurang dalam doa? Mungkinkah iman kita tidak tumbuh karena kita tidak pernah melihat kuasa Allah, dan alasan kita tidak pernah melihat kekuatan Allah karena kita tidak ditujukan untuk mencari hubungan dengan Dia melalui doa? Semakin kuat hubungan kita dengan Allah sebagai akibat doa, semakin mampu kita membagikan Kristus dengan teman-teman kita, keluarga, dan rekan kerja kita.
Doa Adalah Iman Yang Bertanya (Ibrani 11:6; Yakobus 4:2)
Sama seperti "iman tanpa perbuatan adalah mati" (Yakobus 2:26), begitu juga membahas doa tanpa benar-benar terlibat dalam berdoa. Terlalu sering kita berbicara tentang doa atau membaca tentang cara yang berbeda untuk berdoa, tanpa pernah benar-benar berdoa. Apakah itu apa yang Anda akan lakukan dengan pelajaran ini? Baca tentang doa, studi tentang hal itu, berbicara tentang hal itu, dan kemudian tidak pernah benar-benar berdoa?
Mengapa tidak berhenti dan berdoa sekarang? Mengapa tidak berhenti dengan teman-teman Anda saat Anda sedang bekerja melalui pelajaran ini di kelas Sekolah Sabat dan Anda berdoa? Jika tidak, pelajaran pekan ini akan menjadi sama TAK BERGUNAnya seperti pintu kawat jaring pada kapal selam.
Tidak cukup hanya secara intelektual percaya bahwa Alkitab mengatakan, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu" (Mat. 7:7). Kita mesti benar-benar harus melakukan meminta! Apa yang Anda tunggu?
REAKSI
1. Dalam bidang kehidupan apa yang membutuhkan anda untuk memanjatkan doa penyerahan?
2. Bagaimana atau mengapa menyerah dalam doa serasa seperti bekerja bagimu?
3. Apa yang menahanmu untuk menyerahkan kehendakmu kepada Kristus?
4. Bagaimana mungkin tekadmu untuk berdoa membuat perbedaan dalam rumah, sekolah, atau tempat kerja?
5. Siapa yang membutuhkan Anda untuk bertekun dalam doa bagi mereka, dan mengapa?
6. Siapa atau apa yang ingin anda doakan saat ini? Lakukan segera! Berdoa!
James Moon, La Jara, Colorado, U.S.A.
Selasa
6 Maret
Kesaksian
Tempat-tempat Menakutkan. Matt. 6:25–34; 26:34–44
"Ketika kita tidak menerima hal-hal yang kita minta, pada saat kita bertanya, kita masih percaya bahwa Tuhan mendengar dan bahwa Dia akan menjawab doa-doa kita. Kita sangat berdosa dan picik bahwa kadang-kadang kita meminta hal-hal yang tidak akan menjadi berkat bagi kita, dan Bapa surgawi kita dalam kasih menjawab doa kita dengan memberikan yang paling baik bagi kita—yang juga akan kita idamkan jika saja kita mempunyai visi yang diterangi Illahi sehingga kita dapat melihat semua hal secara nyata. Ketika doa kita tampaknya tidak dijawab, kita harus berpegang teguh pada janji, karena waktu menjawab pasti akan datang, dan kita akan menerima berkat yang paling kita butuhkan. Namun untuk mengklaim bahwa doa akan selalu dijawab dalam cara yang sangat dan untuk hal tertentu yang kita inginkan, adalah praduga. Allah terlalu bijaksana untuk berbuat salah, dan terlalu baik untuk menahan setiap hal yang baik dari mereka yang hidup tak bercela. Kemudian jangan takut untuk mempercayai-Nya, meskipun Anda tidak segera melihat jawaban doa-doa Anda "*.
jangan takut untuk mempercayai-Nya, meskipun Anda tidak segera melihat jawaban doa-doa Anda
Banyak kali dalam hidup kita, kita dihadapkan dengan situasi mustahil. Kita berseru kepada Allah, berharap Dia akan menjawab permohonan kita. Kita biasanya tahu persis apa yang kita inginkan terjadi, tetapi sering hal tidak berjalan sesuai rencana kita. Bagaimana kita mengatasinya ketika hal ini terjadi? Kita perlu ingat bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan bahwa Dia menggabungkan cinta ini dengan pengetahuan lengkap akan kebutuhan kita (Matius 6:25-34). Ketika kita membuka hati kita kepada-Nya, kita merendahkan diri di hadapan-Nya. Dia mengenal kita jauh lebih baik daripada kita sendiri. Tanpa Dia kita bukan apa-apa. Doa adalah pengakuan bahwa kita butuh DIA. Ini adalah pengakuan kita atas kemampuan-Nya untuk menyelamatkan. Kehancuran terlihat dalam doa Yesus kepada Bapa-Nya sebelum kematian-Nya, "janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39). Mengosongkan diri sendiri dan penuh dengan kasih dan kuasa Bapa-Nya, Dia menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Ada kelimpahan kasih karunia, rahmat, cinta, dan kekuatan yang tersedia untuk kita bila kita meminta Allah untuk mengarahkan kehidupan kita.
REAKSI
Bagaimana kita dapat belajar untuk berdoa untuk pertolongan Tuhan sepanjang waktu, bukan hanya ketika kita akan melalui masa sulit?
____________
*Steps to Christ, p. 96.
Andrea Cherne, Alamosa, Colorado, U.S.A.
Rabu
7 Maret
Dan. 2:19–23; 6:1–13; 9:1–21 Bagaimana
Sambutan Kudus
Jika dua orang secara terbuka berjanji untuk "mencintai, menghormati, dan menghargai satu sama lain dalam sakit dan sehat," tapi kemudian melanjutkan untuk hidup terpisah, pernikahan akan berakhir sebelum dimulai. Kedua pihak yang membuat proklamasi publik akan melanjutkan ke pengadilan, bahkan jika hanya satu individu bersalah karena tidak memenuhi janji.
Allah merindukan hubungan yang berarti dan berkomitmen dengan signifikan dengan orang lain—anda! Dia merindukanmu untuk mengakuinya dalam kehidupan pribadi dan umum, sama seperti yang dilakukan Daniel. Daniel tidak hanya berdoa, terlihat di jendelanya, tidak kali sehari (walaupun ini adalah suatu kebiasaan yang sudah berjalan lam dan tidak akan dilanggar walaupun itu melanggar hukum raja). Sebaliknya, Daniel hidup dalam keadaan doa terus menerus, berbicara kepada Allah setiap saat dan di setiap tempat.
Agar dapat hidup dalam keadaan doa Anda harus melakukan hal berikut:
Membuat tempat tinggal dalam hati Anda untuk Roh Kudus Allah. Belajar Alkitab saja tidak akan memenuhi kebutuhan terdalam anda. Tidak juga perjalanan misionary tak terbatas atau pelayanan masyarakat memuaskan jiwamu. Musik kontemporer Kristen atau agama buku terlaris terbaru tidak bisa menunjukkan jalan hidup yang saleh. Waktu bersama dengan Allah dalam doa adalah yang terpenting.
Berdoalah di mana pun Anda berada dan untuk apa pun yang Anda butuhkan. Allah tersedia bagi siapa saja, kapan saja, dimana saja. Anda tidak perlu orang lain untuk bersyafaat atas nama Anda. Anda tidak perlu kata-kata khusus. Anda bahkan dapat berbagi satu tawa atau dua dengan-Nya. Tidak ada aturan bahwa Anda tidak bisa berteriak pada-Nya jika Anda marah. Dia sangat tersentuh ketika Anda menangis. Bahkan, Allah tahu rahasia yang terselip di tempat tergelap hatimu, bahkan jika enkau tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata. Dan ketika itu semua dikatakan dan dilakukan, pengampunan adalah obat favoritNYA.
Pelajari Firman Allah. Melakukannya membantumu untuk memahami Pencipta. Tapi ingat bahwa doa adalah lem yang mengikat engkau denganNYA. Kenali Dia secara intim. Mintalah Roh-Nya. Berdoa.
REAKSI
1. Mengapa kita begitu takut untuk menjadi otentik ketika kita berdoa?
2. Bagaimana doa membuat setan tak berdaya?
Kelly Harden, Los Alamos, New Mexico, U.S.A.
Kamis
8 Maret
Pendapat
Allah Tidak Punya Halaman Facebook Yakobus 4:2
Selama Pekan Doa, Ministri Kampus mendorong siswa untuk menempelkan kutipan doa di papan buletin di sekitar kampus. Ini adalah untuk mengingatkan semua orang untuk berdoa sepanjang hari. Kutipan doaku ditempel di lantai pertama bangunan iklan (di mana ia pasti akan terlihat) mengatakan, dalam huruf tebal, "Mengapa berdoa bila dapat khawatir?" Ada sesuatu tentang pertanyaan ini yang benar-benar kena ke saya, mungkin karena itu sangat aneh. Saya tidak menikmati khawatir, namun saya memilihnya daripada berdoa setiap hari. Mengapa?
Apakah Anda pernah berharap Allah punya halaman Facebook?
Yakobus 4:2 mengatakan, "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa." Saya khawatir tentang banyak hal karena saya tidak meminta Tuhan untuk ketenangan pikiran. Hal ini pasti membuat Allah sedih. Ini seperti himne yang sering saya nyanyikan di gereja tanpa benar-benar memperhatikan kata-katanya:* “Brapa susah kita tanggung, / brapa suka pun lenyap / karna kita tak bertekun / dalam doa yang tetap” kata-kata ini, ditulis lebih dari 150 tahun yang lalu, begitu mendalam dan masih sangat relevan. Para malaikat harus menggeleng-gelengkan kepala mereka heran pada berapa banyak rasa sakit yang perlu kita melalui, hanya karena kita tidak mengambil waktu untuk berdoa.
Apakah Anda pernah berharap Tuhan punya halaman Facebook? Aku berteman dengan beberapa orang di Facebook yang saya tidak pernah benar-benar bicara. Namun saya merasa terhubung dengan mereka hanya dengan memeriksa halaman mereka untuk melihat apa yang mereka telah lakukan. Jika Allah di Facebook, saya bisa check-in, melihat apa yang terjadi, dan merasa terhubung kepada-Nya tanpa benar-benar mengambil waktu untuk berbicara dengan-Nya. Tapi persahabatan yang bagaimana seperti itu? Allah ingin memiliki hubungan yang erat dan bermakna dengan kita. Dia rindu bagi kita untuk mengenal-Nya serta Dia mengenal kita. Doa merupakan elemen penting dari hubungan tersebut.
Jadi saat berikutnya engkau khawatir tentang sesuatu—oh, siapa yang kucandai? Aku khawatir tentang sesuatu sekarang! Jadi pelajaran yang diingatkan bagiku saat ini (dan mudah-mudahan Anda juga), adalah untuk memberikan apa khawatirmu kepada Allah. Sekarang. Dalam doa. Aku tidak akan meninggalkan catatan untukNYA di Facebook. Aku menelepon-Nya langsung.
REAKSI
1. Apakah doa mesti lebih fokus daripada di Sekolah Sabat atau gereja?
2. Apa yang engkau khawatirkan saat ini gantinya membicarakannya kepada Allah? Apa yang menghambatmu untuk berdoa?
____________
*Lagu Sion No. 306
Carissa Jordan, Nashville, Tennessee, U.S.A.
Jum’at
9 Maret
Eksplorasi
Immanuel: Allah Berbicara Dengan Kita Maz. 55:17
SIMPULAN
Suara Allah terdengar terutama melalui Alkitab ketika Roh hadir. Tetapi bahkan pengetahuan intelektual yang mendalam—hanya pemahaman Alkitab saja tidak akan mengembangkan hubungan pribadi dengan Allah. Demikian juga, membahas dan mempelajari topik doa bukanlah hal yang sama seperti benar-benar mendengarkan dan berbicara kepada Allah dalam doa. Allah Bapa kita amat mengasihi kita dan selalu beserta kita. Dia ingin kita untuk mengambil keuntungan dari kehadiran-Nya.
PERTIMBANGKAN
• Meminta Allah untuk membimbingmu dalam menciptakan sebuah karya seni yang menggambarkan doa yang efektif.
• Baca Bukti Ilmiah Doa yang Dijawab dan Keberadaan Allah di http://www.godandscience.org/apologetics/prayer.html.
• Menulis beberapa doa untuk aspek kehidupan yang berbeda—pujian, permohonan, ucapan syukur, ratapan, dan satu di mana engkau “merangkak ke pangkuan Allah dan membiarkanNYA mengasihimu." Sebelum memulainya tunggu dengan tenang, meminta Allah untuk menunjukkan hatimu dan apa yang diinginkanNYA anda doakan. Setelah selesai, doakan masing-masing permohonan dengan seruang nyaring kepada Yesus yang "Selalu bersamamu" (Matius 28:20).
• Menyusun suatu setting musik baru, atau mengatur setting yang sudah untuk "Yesus Sahabat Terindah" (Lagu Sion No. 306)
• Berdoa lima kali dengan posisi tubuh yang berbeda setiap kali: berdiri, duduk, bertelut, berbaring, menyembah. Posisi mana yang membuatmu bebas berbicara kepada Allah?
• Mengundang beberapa teman ke rumahmu atau kamar asrama untuk berbagi, dan berdoa satu sama lain. Ketika semua yang ingin berbagi selesai melakukannya, mulailah berdoa untuk satu sama lain, karena masing-masing merasa dipimpin. Simpulkan waktu Anda dengan mengatakan Bapa kami bersama-sama.
• Menjawab pertanyaan ketujuh *. Berapa banyak dari pengalaman-pengalaman yang berbeda ini yang anda miliki? 1. Undangan: Apakah Allah pernah mengundang Anda ke dalam keluarga-Nya? Atau apakah Anda pernah menanggapi panggilan dari Allah? 2. Kitab Suci: Apakah Anda pernah mendengar Allah berbicara kepadamu melalui Kitab Suci? 3. Guru: Apakah Allah pernah berbicara kepada hatimu melalui seorang pendeta atau guru? 4. Ibadah: Apakah Allah berbicara kepadamu melalui ibadah? 5. Keyakinan benar dan salah: Apakah Allah pernah membahas yang perlu anda selesaikan denganNYA atau orang lain? Apakah Dia pernah menegaskan hal-hal yang benar-benar menyenangkan hatiNya? 6. Sebuah beban bagi orang lain: Apakah Anda pernah merasakan dorongan kuat untuk berdoa bagi seseorang? 7. Mendorong: Apakah Allah pernah memintamu untuk mendorong seseorang?
HUBUNGKAN
Loren Cunningham and Janice Rogers. Is That Really You, God?: Hearing the Voice of God (Seattle, Wa.: YWAM, 2010).
__________
*Brad Jersak. Can You Hear Me? Tuning in to the God Who Speak (Oxford: Monarch, 2006).
Gill Bahnsen, Auburn, Washington, U.S.A.
Friday, 2 March 2012
SSCQ Pelajaran 9 Triwulan I 2012
Kilasan Allah
Pelajaran Ke-Sembilan Kwartal 1,
Alkitab Dan Sejarah
25 Februari—2 Maret 2012
Diterjemahkan Oleh: Yonata Bastian
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
“Aku adalah Alfa dan Omega, yang Pertama dan Terakhir”, firman Tuhan Allah, “yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Wahyu 1:8)
Sabbath
25 Februari
Titus 2:11–14; Ibr. 11:17-19 Pendahuluan
Melihat Sekilar Tentang Allah
“Dalam kehidupan,ada saat-saat dimana kita dapat melihat
Dengan iman yang tidak bercacat,
Sebuah kesempatan untuk menyentuh keabadian
Dan melihat sekilas tentang Allah” *
Bagaimana kita bisa “melihat sekilas tentang Allah”?
Penulis Alkitab dalam Perjanjian Lama dan Baru mempunya pandangan bahwa Allah mengarahkan sejarah dan menyatakan diriNya melalui sejarah tersebut. Melalui sejarah hidup seperti Abraham, Nuh, Musa, Ester, Saul, Nebukadnezar, Bileam, Daniel, Paul, Daud, Maria ibu Yesus, Thomas si peragu, Maria dan Marta, Yudas, dan sejumlah tokoh-tokoh lain, kita melihat sekilas tentang Tuhan sebagaimana orang-orang ini mengizinkan Dia untuk mengarahkan kehidupan mereka atau tidak.
Allah sedang bekerja menurut kehendakNya , membawa sejarah manusia kepada akhir yang besar dan mulia.
Inilah inti dari masalah tersebut. Tidak semua sejarah menunjukkan kehendak Tuhan, karena manusia bebas untuk membuat pilihan yang buruk. Dan pilihan yang buruk mempengaruhi sejarah, begitu pula dengan pilihan yang baik. Intinya adalah, hanya karena Allah bekerja melalui sejarah tidak berarti Dia yang menyebabkan semuanya itu terjadi. Meskipun licik dan jahat manusia, Allah tetap ada, dan sedang bekerja sesuai dengan kehendakNya, membawa sejarah manusia kepada akhir yang besar dan mulia.
Minggu ini, ketika Anda mempelajari bagaimana Tuhan telah bekerja di dalam dan melalui sejarah dunia, pikirkan apa yang Anda inginkan untuk diperbuat Allah bagi dan melalui Anda. Apakah Anda ingin agar Dia mengingat Anda seperti Dia mengingat Nuh, mendukung Anda seperti yang Dia lakukan kepada Hanna, berperang untuk Anda seperti Dia berjuang untuk Israel, intervensi bagi Anda seperti yang Dia lakukan bagi Ester, melindungi Anda sebagaimanaDia melindungi Daniel, membuat Anda tetap aman seperti Dia lakukan bagi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, atau menjadikan Anda kuat seperti Samson. Dengan kata lain, bagaimana Anda ingin orang lain melihat Tuhan bekerja melalui sejarah kehidupan Anda?
*“Catch a Glimpse of God,” ditulis oleh Jim Lake, diakses dari situshttp://www.care2.com/c2c/groups/disc.html? gpp=2892&pst=1174854pada tanggal 12 Desember 2010).
Carmella Reeves, Hopewell, Hanover, Jamaica
Minggu
26 Februari
Logos
Allah—Sutradara, Pencipta, Pemeran Utama Maz. 104:1–9; Dan. 2; Rom. 16:20; 2 Kor. 5:17–19; 2 Pet. 1:21; Why. 1:1–3; 2:7–17
Sejauh mana Allah menentukan urusan umat manusia? Beberapa orang beranggapan bahwa setiap kali kita menemukan sebuah ruang parkir yang kosong, kehilangan satu set kunci, atau menarik napas, semuanya secara langsungtelah disebabkan oleh kehendak Allah. Di sisi yang lain, ada gagasan bahwa alam semesta Allah diatur oleh hukum sebab dan akibat, tanpa kehadiranNya. Kedua pandangan memiliki masalah tersendiri. Jika Allah langsung menyebabkan setiap peristiwa, maka Dialah yang telah menjatuhkan bola! Dan jika segala sesuatu terjadi tanpa kehadiranNya, lalu apa gunanya berdoa?
Apa yang Alkitab katakan tentang keterlibatan Allah dalam sejarah manusia?
Lalu... “Aksi” (Genesis 1, 2; John 1:1‒4, 14‒16; Heb. 2:19)
Dari kata-kata yang pertama, Alkitab mengajarkan bahwa Allah yang menciptakan dunia kita. Kejadian 2 memberitahukan kita bahwa pada awalnya bumi itu tidak berbentuk dan kosong, dan Allah secara teratur dan kreatif membentuk dan mengisinya.
Seorang mahasiswa yang diculik bernama Daniel mentafsirkan pesan tersebut bagi raja
Yohanes 1 memberitahu kita lebih jauh lagi: bahwa melalui Logos–Firman– segala sesuatu diciptakan. Kataaslinya yang ditulis dalam Bahasa Yunani memberikan arti makna yang menyeluruh. Heraclitus, seorang filsuf Yunani, menggunakan kata Logossekitar 600SM ketika ia menulis bahwa “segala sesuatu terjadi sesuai dengan Logos.” * Meskipun Yohanes secara khusus mengacu kepada Kristus, pembacanya akan akrab dengan konsep yang diungkapkan oleh Heraclitus.
Saat Allah menjadikan dunia dengan firmanNya, Dia memiliki sebuah rencana bulat– sebuah sejarah telah siap untuk dibuat. Seperti seorang sutradara film, Dia mengatakan “Action" untuk memulai drama sejarah manusia. Namun, malaikat yang jatuh dan dua orang yang mula-mula mempunya plot yang lain (Kejadian 3). Drama ini diringkas dalam Ibrani 2:10 sebagai keselamatan bagi umat manusia. Plot ini melibatkan manusia yang dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah, menjadi serupa dengan Dia (Sebagaimana Dia menciptakan mereka), kemudian dibawa ke dalam kemuliaan. Yang kemudian, Pencipta terlibat masuk ke dalam cerita-Nya sendiri. Ini adalah penderitaan dan kematian-Nya yang merupakan kunci dari plot tersebut.
“Spoiler”(Daniel 2)
Daniel 2 menyampaikan kisah Nebukadnezar, mungkin orang paling kuat di dunia pada saat itu. Dia adalah seorang raja muda, masih berumur 20-an. Pikirannya setajam pisau cukur, dan dia sangat skeptis terhadap kemampuan petenung dan peramal. Ketika ia mendapatkan mimpi tentang kehancuran patung yang besar, dia tahu itu pesan dari dunia luar, tapi dia tidak tahu apa artinya.
Seorang mahasiswa yang diculik bernama Daniel mentafsirkan pesan tersebut bagi raja. Daniel mengatakan tentang "hal-hal yang akan datang", tentang kebangkitan dan kejatuhan bangsa manusia dan akhirnya invasi kerajaan dari surga.
Mengapa Allah memilih untuk berbagi "spoiler" (elemen dari sebuah ringkasan akhir sebuah karya fiksi) dari drama besar-Nya dengan Nebukadnezar? Cerita itu tidak mengatakan. Namun, dalam Yesaya 52:6, Tuhan berbagi "spoiler” yang lain, “Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!” (NIV)
Ini tidak cukup bagi Allah untuk mengejutkan kita dengan rencana keselamatan. Dia juga sangat menikmati penyebaran "spoiler" melalui nubuatan dan kemudian mengejutkan kita dengan keajaiban danyang tampaknya mustahil untuk terjadi.
Sejarah Yang Lain (Yesaya 60)
Mengapa tidak ada sejarah China dalam Alkitab? Atau sejarah Polinesia? Peradaban Thailandkuno, namun tidak satu ayat pun yang menyinggungnya! Salah satu kritik yang ditujukan pada Alkitab orang Kristen yang percaya adalah bahwa pandangan kita tentang sejarah adalah bermata satu dan arogan.
Bagaimana dengan umat Allah digambarkan dalam Alkitab? Apakah Tuhan melibatkan diri dalam sejarah mereka? Atau apakah Dia meninggalkan mereka untuk sendiri? Apa yang begitu unik tentang sejarah mereka?
Jawabannya adalah bahwa drama Allah datang ke sebuat titik krisis di Planet Bumi di tempat dan waktu yang nyata di Golgota, tahun 31M. Jejak sejarah dalam Perjanjian Lama mengarah ke titik ini - dan sejarah ini secara khusus berkaitan dengan "orang –orang yang berada di dalam inkubator" yang Tuhan pilih - orang Ibrani.
Kenapa mereka? Kita tidak tahu, terlepas dari kenyataan bahwa "Tuhan menetapkan perhatian pada nenek moyangmu dan mengasihi mereka, dan dia memilih Anda, keturunan mereka, di atas semua bangsa" (Ulangan, 10:15, NIV).
Sejarah terkait dalam Perjanjian Baru berakhir hanya beberapa tahun setelah Yesus bangkit dari kubur. Hal ini kemudian yang kita lihat dalam sejarah ini perubahan fokus dari "pandangan lokal" yang berpusat pada Israel, menjadi pandangan global. Namun, sejarah negara-negara lain bukan berari tidak relevan. Alkitab mengajarkan bahwa Allah juga mengarahkan nasib bangsa lain. Misalnya dalam Yesaya 60.
Bagian Yang Utama (Why. 22:1-5, 20)
Victor Frankl, seorang yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi dan penulis dari “Man’s Search for Meaning”(pencaharian manusia akan sebuah makna),menemukan bahwa orang-orang yang paling mungkin untuk bertahan hidup dalam kengerian rezim Nazi adalah orang-orang yang mampu menemukan makna dalam penderitaan mereka. Mengingat, saat hidup itu sulit atau tertimpa bencana, bahwa Tuhan adalah sutradara dalam sejarah dunia. Dan drama yang Dia rancang, memiliki sebuah akhir yang indah.
REAKSI
1. Bagaimana Allah menentukan sejarah hidup Anda?
2. Apakah Allah mengetahui hal yang akan datang karena hal tesebut sudah dirancang, atau karena Dia memiliki kuasa untuk mengaturnya?
____________
*Heraclitus: The Complete Philosophical Fragments,William Harris, Prof. Em., Middlebury College, http://community.middlebury.edu/~harris/Philosophy/Heraclitus.html(diakses pada tanggal 15 Desember 2010).
Jotham Kingston, Lismore, Australia
Senin
27 Februari
Daniel 2 Kesaksian
Siapa Yang Sebenarnya Berkuasa
Nebukadnezar berpikir bahwa dia telah membangun kerajaannya dengan kekuatan kuasanya dan untuk kemuliaannyabagi dirinya sendiri (Daniel 4:30), tetapi dia belum bertemu dengan Allah yang mengangkat dan memecatraja-raja (Daniel 2:21).
“Mimpi yang pasti, begitu pula dengan arti dari mimpi itu.”
“Segera sesudah Daniel dan teman-temannya menjadi pegawai pemerintahan raja Babel, beberapa peristiwa muncul dihadapan bangsa penyembah berhala ini, mengungkapkan kekuatan dan kesetiaan Allah Israel. Nebukadnezar mendapatkan mimpi luar biasa, yang membuat 'hatinya gelisah dan tidak dapat tidur’. Meskipun demikian, tidak mungkin baginya, ketika ia terbangun, mengingat sedikitpun dari mimpi tersebut”.1
Bacalah Daniel 2:27-45 dan temukan bagaimana raja belajar tentang arti mimpinya.
“Sebuah sejarah yang paling menarik dan paling penting diberikan dalam Daniel 2.”2
"Penglihatan tentang sebuah patung yang amat besar kepada Nebukadnezar, menyingkapkan kejadian-kejadian menjelang akhir zaman,... agar dia memahami perannya di dalam sejarah dunia dan agar kerajaannya harus bergantung kepada kerajaan surga.‘Pada zaman raja-raja’, Daniel menyatakan, ‘Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan semua kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya... Mimpi yang pasti, begitu pula dengan arti dari mimpi itu.’Daniel 2:44, 45.”3
REAKSI
1. Mengingat “ketepatan yang indah didalam nubuatan(Daniel 2) telah digenapi”4jika dibandingkan dengan catatan sejarah dari peristiwa-peristiwa ini, mengapa banyak orang meragukan kuasa Allah atas kejadian-kejadian di dunia?
2. Dalam cara apa kita hidup seperti Nebukadnezar, dan bagaimana cara kita untuk menbisa menghindari pengalaman kejatuhannya?
3. Bukti apa yang bisa dibagikankepada rekan dan teman-teman Anda, bahwa Allah benar-benar terlibat dalam membuat sejarah?
1. Prophets and Kings (Para Nabi dan Bapa),hal. 491.
2. Fundamentals of Christian Education (Dasar Pendikan Kristen), hal. 410.
3. Prophets and Kings(Para Nabi dan Bapa),hal. 503.
4. The Great Controversy (Kemenangan Akhir), hal. 364.
Darrin Parker, Burpengary, Queensland, Australia
Selasa
28 Februari
Kesaksian
Pertanyaan-pertanyaan Diajukan dan Dijawab. Daniel 2
Kitab Daniel mungkin menjadi yang paling terkenal oleh karena penemuan gulungan-gulungan kitab di Laut Mati. Dokumen-dokumen kuno ini mencatat semua kitab dalam Perjanjian Lama kecuali Ester dan memberikan bukti-bukti arkeologi kepada sejarah panjang Alkitab. Perkataan Daniel menceritakan interaksi pribadinya – dan kumpulan interaksi Israel – dengan kerajaan Babel. Membaca buku Daniel dalam bahasa aslinya menunjukkan sebuah buku yang terdiri dari tiga bagian: Daniel 1:1-2:4 ditulis dalam bahasa Ibrani; 2:5-7:28 dalam bahasa Aram, dengan sisanya kembali dalam bahasa Ibrani. Tidak mengherankan bahwa Daniel menulis untuk sebuah masyarakat sekuler yang berakar dalam bahasa Aram dan orang-orang Yahudi yang terkait dengan Ibrani kuno. Nubuatan Daniel sehubungan dengan mimpi Nebukadnezar ditulis dalam bagian berbahasa Aram. Di sinilah kita menyaksikan bagaimana Allah mengendalikan sejarah dan masa depan kita.
“Ada Allah di surga yang mengungkapkan segala misteri.”
Nebukadnezar mengancam untuk mengeksekusi orang-orang bijak dan ahli sihirkarena mereka tidak mampu untuk menceritakan dan menafsirkan mimpinya. Mereka, dalam kegagalan mereka, telah mengakui bahwa tidak ada yang bisa melakukannya (Daniel 2:10). Karena it Daniel dipanggil untuk memuaskan rasa ingin tahu raja. Di tengah-tengah istana raja, Daniel menyatakan bahwa "Tidak ada orang bijak, ahli jampi, penyihir atau peramal yang dapat menjelaskan kepada raja tentang misteri yang dia tanyakan," sebelum menambahkan, "tetapi ada Allah di surga yang mengungkapkan segala misteri" (Dan 2:27,28, NIV).
Ketika memikirkan gambar Allah yang diberikan kepada kita mengenai sejarah dan masa depan bumi ini, dengan mudah kita dapat merasa seperti seperti para penasehat Nebukadnezar yang gagal - bahwa misteri berada di luar pemahaman manusia, bahwa kita akan selalu memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Setelah mendengar jawaban Daniel, Nebukadnezar mengakui otoritas dan kuasa Allah Israel. Pertanyaan-pertanyaannya telah terjawab, dan dia menyatakan, "Sesungguhnya,Allahmu adalah Allah dari segala allah dan Allah atas segala raja dan yang menyingkapkan segala misteri" (Daniel 2:47).
Meskipun kompleksitas sejarah dan nubuat, catatan sejarah dan Alkitab memberikan gambaran tentang kendali Allah yang dilakukan dengan penuh kasih. Melalui kitab Daniel kita bersaksi bahwa Dia tetap memegang kendali meskipundibawah kekuasaan Babel. Para pemimpin dunia yang paling kuat tidak bisa memecat Raja surga karena "Dia yang mengatur bumi pada porosnya; tidak pernah dapat dipindahkan" (Mzm. 104:5, BIS). Seperti Nebukadnezar, kita tidak akan pernah menemukan jawaban yang lengkap melalui kata-kata manusia (2 Petrus 1:21). Jawabannya terletak pada Allah yang memegang kendali. Yang menjadi pertanyaannya adalah: Apakah kita mau mendengar?
REAKSI
1. Bukti-bukti apakah yang bisa memberikan kesaksian bahwa Allah mengendalikan dunia?
2. Bagaimana kita bisa diberkati dengan menerima kata-kata nubuat ke dalam hati kita? Refleksikan melalui Wahyu 1:3.
Braden Blyde, Dora Creek, NSW, Australia
Rabu
1 Maret
Kel. 3:15; 1 Kor. 13:12; Ibr. 6:17 Bagaimana
Hidup Dalam Gambar Yang Besar
Pernahkah Anda mendengar ungkapan tentang tidak ‘bisa melihat hutan dari balik sebuah pohon’? Artinya, karena terlalu dekat dengan apa yang sedang terjadi, kita tidak dapat melihat semua bagian secara keseluruhan. Sebaliknya, kita hanya dapat melihat sebagian kecil dari kejadian tersebut. Sejarah, bisa jadi seperti itu. Ada beberapa bagian yang tidak bisa kita lihat. Sebagai manusia, kemampuan nalar kita sangat terbatas dan banyak hal yang tidak dapat kita pahami–yakni perihal yang hanya bisa dipahami oleh penghuni surga. Namun, Allah telah memberi tahu kita tentang rencana penebusan, yang memberikan kita jaminan dan harapan. Dia tetap walaupun dunia berubah. Melalui Alkitab, Allah menunjukkan sifat dan tujuan-Nya yang tidak berubah. Kita tidak tahu tentang masa depan, tetapi kita tahu bahwa Allah akan selalu berada di sisi kita. Apa artinya bagi kita?
Pusatkan fikiran untuk menikmati kesempatan yang Allahtelah siapkan bagi Anda
Kita bisa belajar dari masa lalu. Dalam setiap cerita Alkitab, ada pelajaran yang harus dipelajari, yang berhubungan dengan kehidupan kita. Alkitab ada untuk mengajarkan kita sebuah model untuk diikuti (2 Tim. 3:15-17). Ketika mempelajari masa lalu kita dapat melihat Tuhan memimpin sepanjang waktu. Dia adalah setia dan tidak berubah.
Kita bisa melakukan yang terbaik pada saat ini. Tuhan memiliki rencana untuk kita masing-masing (Yer. 29:11). Dia mengasihi kita dan ingin menyediakan segalanya bagi kita (Lukas 12:25, 26). Daripada khawatir tentang masa lalu yang tidak dapat dirubah atau masa yang akan datang yang tidak dapat diprediksi, pusatkan fikiran untuk menikmati kesempatan yang Allahtelah siapkan bagi Anda.
Kita dapat memiliki harapan untuk masa yang akan datang. Alkitab adalah firman Allah. Kata injilberarti “kabar baik”, dan memang demikian, karena memberitahu kepadatentang sejarah penebusan kita (Efesus 1:13, 14). Ingatlah selalu bahwa Allah memegang kendali. Kadang-kadang tidak tampak demikian, untuk itulah iman. Jika ragu, tanyalah Yesus, Penulis dari iman kita (Ibrani 12:2). Kita dapat menghubungi Dia kapanpun, dimanapun, melalui doa.
REACT
1. Bagaimana kita menyelaraskan kebebasan memilih dengan peran Allah dalam sejarah manusia?
2. Mengapa jika mengetahui rencana Allah bagi dunia,akan mempengaruhi cara kita dalam menjalani hidup?
Sharyn Brady, Central Coast, Australia
Kamis
2 Maret
Pendapat
Allah Dalam Nubuat: Maha Mengetahui, Maha PEngasih Wahyu 22
Allah berbicara melalui para nabi-Nya, dan nubuatan-nubuatan itu terjadilah. Nubuat diberikan karena Allah mengasihi kita,memberikan cukup peringatan tentang konsekuensi jika kita terus berbuat dosa, untuk menunjukkan kesetiaan-Nya sesuai dengan firman-Nya, untuk membantu kita meningkatkan iman kita dan setia dalam Dia, untuk memberi kita harapan untuk masa depan bersama-Nya; dan untuk mengingatkan akan sebuah nilai bagi kita.
Tuhan tahu akhir sesuatu dari sejak awal. Kadang Dia menggunakan peringatan atau keyakinan untuk mencegah hal-hal negatif terjadi. Kadang Dia merencanakan sebuah akhir yang bahagia meski kekacauan yang kita buat. Kadang tampaknya Dia melakukan apa-apa, dan kita mempertanyakan ketulusan-Nya.
Kita tidak perlu meyakinkan Tuhan untuk menjawab doa kita
Dalam kuasa dan hikmat-Nya, Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih. Dia tidak mengatur kita seperti robot untuk mengikuti kehendak-Nya. Dia tidak menggunakan kekuatan atau ketakutan untuk membuat kita bergerak. Karena Dia mengasihi kita, Dia ingin kita untuk secara bebas memilih untuk mengasihi Dia.
Ketika Adam dan Hawa makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat, dosa dan segala konsekuensi yang buruk masuk kedalah dunia. Allah telah mengubahnya dengan memberikan hidup kekal bagi semua orang yang memilihnya. Allah melakukan semua kebaikan dalam segala situasi, tetapi sering tangan-Nya terikat oleh pilihan-pilihan kita yang tidak bijaksana.
Kita belajar dari Daniel 12 bahwa Allah mengutus seorang malaikat ketika Daniel berdoa untuk meminta pertolongan, tapi malaikat itu sedang bertempurdengan “pangeran dari Persia” selama 21 hari sebelum mencapai Daniel. Kita tidak perlu meyakinkan Tuhan untuk menjawab doa kita. Dia mengasihi kita dan selalu ingin yang terbaik bagi kita. Kita tidak bisa menyalahkan-Nya ketika kejahatan mendapatkan jalan, mengetahui bahwa sampai Kedatangan Kedua, akibat dosa tetap berperan.
Ketika kita tidak memahami pertempuran Tuhan atau pilihan manusia yang mengikat tangan-Nya, mari kita tetap percaya kepada-Nya. Mengapa? Karena Dia adalah lambang kasih. Tidak peduli apa yang terjadi, mari kita ingat bahwa Dia sudah telah menulis paragraf terakhir. Sebuah "akhir bahagia" luar biasa yang menggantikan semua akhir yang lainnya.
REAKSI
1. Pernahkah Anda berdoa dan bertanya-tanya di mana cadangan Anda itu? Bagaimana reaksi Anda terhadap Allah, dan apa respons Anda pada waktu berikutnya saat Anda berada dalam situasi yang sama?
2. Ketika kasih Allah menjadi inti dari pelajaran, kita akan melihat sesuatu dengan lebih jelas. Bagaimana Anda bisa membuat Dia menjadi inti dari pelaran kita?
Kate Hollingsworth, Coldstream, Victoria, Australia
Jum’at
3 Maret
Eksplorasi
Allah Mengungkapkan Misteri Kehidupan Dan 2:27, 28
SIMPULAN
Hidup ini bisa membingungkan, menyakitkan, dan menakutkan. Apa yang kita lakukan ketika kita membutuhkan jawaban untuk misteri kehidupan kita? Kita dapat terhibur bahwamelalui kekacauan kehidupan kita, ada Allah yang mengasihi kita dan yang tahu akhir sejak dari awal. Dia yang "mengatur bumi pada fondasinya" (Mzm. 104:5, BIS) tidak akan pernah membiarkan kita tersesat dalam peristiwa hidup kita. Kita dapat berkomunikasi dengan Bapa kita di surga melalui doa, seperti yang dilakukan oleh Daniel, Musa, dan Maria, ibu Yesus. Allah ingin berkomunikasi dengan kita. Maukah Anda mengizinkan Dia berkomunikasi dengan Anda hari ini?
PERTIMBANGKAN
• Sampaikan kepada teman jawaban untuk pertanyaan ini: Dimana aku melihat Tuhan pada hari ini? Lihatlah di alam, atau dalam pengalaman hidup, di mana Allah sedang mencoba untuk mengungkapkan misteri-Nya kepada Anda. Biarkan Dia menceritakannya melalui Anda.
• Tulislah doa kepada Tuhan, minta Dia untuk membantu Anda memahami sesuatu yang telah terjadi dalam hidup Anda yang membuat Anda frustrasi atau marah. Bersedialah untuk memberikan Allah waktu yang Dia perlukanuntuk mengungkapkan misteri-Nya yang indah bagi Anda.
• Bacasebuah artikel surat kabar dengan kelompok studi Alkitab dan carilah cara-caradi mana Allah dapat mengungkapkan diri-Nya melalui peristiwa yang terjadi saat ini. Tuliskan beberapa ayat Alkitab yang mendukung wahyu Allah kepada Anda.
• Kunjungi rumah orang jompo dan ceritakan tentang bagaimana Allah telah mengungkapkan dirinya kepada Anda dan kepada orang lain dalam Alkitab.Tanyakan pada warga bagaimana Allah telah mengungkapkan diriNya kepada mereka sepanjang hidup mereka.
• Carilah di dalam Alkitab, kisah-kisah dimana Allah mengungkapkan sesuatu kepada seorang pengikut-Nya yang setia. Carilah tokoh-tokoh di dalam Alkitab yang tidak menunggu Tuhan untuk menjawab pertanyaan mereka dan mencoba untuk menemukan solusi sendiri.
• Buatlah daftar waktu saat Anda meminta Tuhan untuk menunjukkan diri-Nya kepada Anda. Buatlah daftar lain tentang bagaimana Dia menyatakan diri-Nya kepada Anda. Luangkan waktu untuk berbicara dengan Tuhan tentang keinginan Anda untuk tetap terhubung dengan-Nya dan untuk melihat misteri-Nya diungkapkan kepada Anda.
HUBUNGKAN
Yer. 29:11–13; Daniel 2; Why. 1:8.
Ellen G. White, “The Great Controversy Ended” (Happiness Digest Series), pp. 1–12.
Max Lucado, No Wonder They Call Him the Savior, pp. 51‒54.
Stephanie Yamniuk, Winnipeg, Manitoba, Canada
Pelajaran Ke-Sembilan Kwartal 1,
Alkitab Dan Sejarah
25 Februari—2 Maret 2012
Diterjemahkan Oleh: Yonata Bastian
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
“Aku adalah Alfa dan Omega, yang Pertama dan Terakhir”, firman Tuhan Allah, “yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Wahyu 1:8)
Sabbath
25 Februari
Titus 2:11–14; Ibr. 11:17-19 Pendahuluan
Melihat Sekilar Tentang Allah
“Dalam kehidupan,ada saat-saat dimana kita dapat melihat
Dengan iman yang tidak bercacat,
Sebuah kesempatan untuk menyentuh keabadian
Dan melihat sekilas tentang Allah” *
Bagaimana kita bisa “melihat sekilas tentang Allah”?
Penulis Alkitab dalam Perjanjian Lama dan Baru mempunya pandangan bahwa Allah mengarahkan sejarah dan menyatakan diriNya melalui sejarah tersebut. Melalui sejarah hidup seperti Abraham, Nuh, Musa, Ester, Saul, Nebukadnezar, Bileam, Daniel, Paul, Daud, Maria ibu Yesus, Thomas si peragu, Maria dan Marta, Yudas, dan sejumlah tokoh-tokoh lain, kita melihat sekilas tentang Tuhan sebagaimana orang-orang ini mengizinkan Dia untuk mengarahkan kehidupan mereka atau tidak.
Allah sedang bekerja menurut kehendakNya , membawa sejarah manusia kepada akhir yang besar dan mulia.
Inilah inti dari masalah tersebut. Tidak semua sejarah menunjukkan kehendak Tuhan, karena manusia bebas untuk membuat pilihan yang buruk. Dan pilihan yang buruk mempengaruhi sejarah, begitu pula dengan pilihan yang baik. Intinya adalah, hanya karena Allah bekerja melalui sejarah tidak berarti Dia yang menyebabkan semuanya itu terjadi. Meskipun licik dan jahat manusia, Allah tetap ada, dan sedang bekerja sesuai dengan kehendakNya, membawa sejarah manusia kepada akhir yang besar dan mulia.
Minggu ini, ketika Anda mempelajari bagaimana Tuhan telah bekerja di dalam dan melalui sejarah dunia, pikirkan apa yang Anda inginkan untuk diperbuat Allah bagi dan melalui Anda. Apakah Anda ingin agar Dia mengingat Anda seperti Dia mengingat Nuh, mendukung Anda seperti yang Dia lakukan kepada Hanna, berperang untuk Anda seperti Dia berjuang untuk Israel, intervensi bagi Anda seperti yang Dia lakukan bagi Ester, melindungi Anda sebagaimanaDia melindungi Daniel, membuat Anda tetap aman seperti Dia lakukan bagi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, atau menjadikan Anda kuat seperti Samson. Dengan kata lain, bagaimana Anda ingin orang lain melihat Tuhan bekerja melalui sejarah kehidupan Anda?
*“Catch a Glimpse of God,” ditulis oleh Jim Lake, diakses dari situshttp://www.care2.com/c2c/groups/disc.html? gpp=2892&pst=1174854pada tanggal 12 Desember 2010).
Carmella Reeves, Hopewell, Hanover, Jamaica
Minggu
26 Februari
Logos
Allah—Sutradara, Pencipta, Pemeran Utama Maz. 104:1–9; Dan. 2; Rom. 16:20; 2 Kor. 5:17–19; 2 Pet. 1:21; Why. 1:1–3; 2:7–17
Sejauh mana Allah menentukan urusan umat manusia? Beberapa orang beranggapan bahwa setiap kali kita menemukan sebuah ruang parkir yang kosong, kehilangan satu set kunci, atau menarik napas, semuanya secara langsungtelah disebabkan oleh kehendak Allah. Di sisi yang lain, ada gagasan bahwa alam semesta Allah diatur oleh hukum sebab dan akibat, tanpa kehadiranNya. Kedua pandangan memiliki masalah tersendiri. Jika Allah langsung menyebabkan setiap peristiwa, maka Dialah yang telah menjatuhkan bola! Dan jika segala sesuatu terjadi tanpa kehadiranNya, lalu apa gunanya berdoa?
Apa yang Alkitab katakan tentang keterlibatan Allah dalam sejarah manusia?
Lalu... “Aksi” (Genesis 1, 2; John 1:1‒4, 14‒16; Heb. 2:19)
Dari kata-kata yang pertama, Alkitab mengajarkan bahwa Allah yang menciptakan dunia kita. Kejadian 2 memberitahukan kita bahwa pada awalnya bumi itu tidak berbentuk dan kosong, dan Allah secara teratur dan kreatif membentuk dan mengisinya.
Seorang mahasiswa yang diculik bernama Daniel mentafsirkan pesan tersebut bagi raja
Yohanes 1 memberitahu kita lebih jauh lagi: bahwa melalui Logos–Firman– segala sesuatu diciptakan. Kataaslinya yang ditulis dalam Bahasa Yunani memberikan arti makna yang menyeluruh. Heraclitus, seorang filsuf Yunani, menggunakan kata Logossekitar 600SM ketika ia menulis bahwa “segala sesuatu terjadi sesuai dengan Logos.” * Meskipun Yohanes secara khusus mengacu kepada Kristus, pembacanya akan akrab dengan konsep yang diungkapkan oleh Heraclitus.
Saat Allah menjadikan dunia dengan firmanNya, Dia memiliki sebuah rencana bulat– sebuah sejarah telah siap untuk dibuat. Seperti seorang sutradara film, Dia mengatakan “Action" untuk memulai drama sejarah manusia. Namun, malaikat yang jatuh dan dua orang yang mula-mula mempunya plot yang lain (Kejadian 3). Drama ini diringkas dalam Ibrani 2:10 sebagai keselamatan bagi umat manusia. Plot ini melibatkan manusia yang dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah, menjadi serupa dengan Dia (Sebagaimana Dia menciptakan mereka), kemudian dibawa ke dalam kemuliaan. Yang kemudian, Pencipta terlibat masuk ke dalam cerita-Nya sendiri. Ini adalah penderitaan dan kematian-Nya yang merupakan kunci dari plot tersebut.
“Spoiler”(Daniel 2)
Daniel 2 menyampaikan kisah Nebukadnezar, mungkin orang paling kuat di dunia pada saat itu. Dia adalah seorang raja muda, masih berumur 20-an. Pikirannya setajam pisau cukur, dan dia sangat skeptis terhadap kemampuan petenung dan peramal. Ketika ia mendapatkan mimpi tentang kehancuran patung yang besar, dia tahu itu pesan dari dunia luar, tapi dia tidak tahu apa artinya.
Seorang mahasiswa yang diculik bernama Daniel mentafsirkan pesan tersebut bagi raja. Daniel mengatakan tentang "hal-hal yang akan datang", tentang kebangkitan dan kejatuhan bangsa manusia dan akhirnya invasi kerajaan dari surga.
Mengapa Allah memilih untuk berbagi "spoiler" (elemen dari sebuah ringkasan akhir sebuah karya fiksi) dari drama besar-Nya dengan Nebukadnezar? Cerita itu tidak mengatakan. Namun, dalam Yesaya 52:6, Tuhan berbagi "spoiler” yang lain, “Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!” (NIV)
Ini tidak cukup bagi Allah untuk mengejutkan kita dengan rencana keselamatan. Dia juga sangat menikmati penyebaran "spoiler" melalui nubuatan dan kemudian mengejutkan kita dengan keajaiban danyang tampaknya mustahil untuk terjadi.
Sejarah Yang Lain (Yesaya 60)
Mengapa tidak ada sejarah China dalam Alkitab? Atau sejarah Polinesia? Peradaban Thailandkuno, namun tidak satu ayat pun yang menyinggungnya! Salah satu kritik yang ditujukan pada Alkitab orang Kristen yang percaya adalah bahwa pandangan kita tentang sejarah adalah bermata satu dan arogan.
Bagaimana dengan umat Allah digambarkan dalam Alkitab? Apakah Tuhan melibatkan diri dalam sejarah mereka? Atau apakah Dia meninggalkan mereka untuk sendiri? Apa yang begitu unik tentang sejarah mereka?
Jawabannya adalah bahwa drama Allah datang ke sebuat titik krisis di Planet Bumi di tempat dan waktu yang nyata di Golgota, tahun 31M. Jejak sejarah dalam Perjanjian Lama mengarah ke titik ini - dan sejarah ini secara khusus berkaitan dengan "orang –orang yang berada di dalam inkubator" yang Tuhan pilih - orang Ibrani.
Kenapa mereka? Kita tidak tahu, terlepas dari kenyataan bahwa "Tuhan menetapkan perhatian pada nenek moyangmu dan mengasihi mereka, dan dia memilih Anda, keturunan mereka, di atas semua bangsa" (Ulangan, 10:15, NIV).
Sejarah terkait dalam Perjanjian Baru berakhir hanya beberapa tahun setelah Yesus bangkit dari kubur. Hal ini kemudian yang kita lihat dalam sejarah ini perubahan fokus dari "pandangan lokal" yang berpusat pada Israel, menjadi pandangan global. Namun, sejarah negara-negara lain bukan berari tidak relevan. Alkitab mengajarkan bahwa Allah juga mengarahkan nasib bangsa lain. Misalnya dalam Yesaya 60.
Bagian Yang Utama (Why. 22:1-5, 20)
Victor Frankl, seorang yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi dan penulis dari “Man’s Search for Meaning”(pencaharian manusia akan sebuah makna),menemukan bahwa orang-orang yang paling mungkin untuk bertahan hidup dalam kengerian rezim Nazi adalah orang-orang yang mampu menemukan makna dalam penderitaan mereka. Mengingat, saat hidup itu sulit atau tertimpa bencana, bahwa Tuhan adalah sutradara dalam sejarah dunia. Dan drama yang Dia rancang, memiliki sebuah akhir yang indah.
REAKSI
1. Bagaimana Allah menentukan sejarah hidup Anda?
2. Apakah Allah mengetahui hal yang akan datang karena hal tesebut sudah dirancang, atau karena Dia memiliki kuasa untuk mengaturnya?
____________
*Heraclitus: The Complete Philosophical Fragments,William Harris, Prof. Em., Middlebury College, http://community.middlebury.edu/~harris/Philosophy/Heraclitus.html(diakses pada tanggal 15 Desember 2010).
Jotham Kingston, Lismore, Australia
Senin
27 Februari
Daniel 2 Kesaksian
Siapa Yang Sebenarnya Berkuasa
Nebukadnezar berpikir bahwa dia telah membangun kerajaannya dengan kekuatan kuasanya dan untuk kemuliaannyabagi dirinya sendiri (Daniel 4:30), tetapi dia belum bertemu dengan Allah yang mengangkat dan memecatraja-raja (Daniel 2:21).
“Mimpi yang pasti, begitu pula dengan arti dari mimpi itu.”
“Segera sesudah Daniel dan teman-temannya menjadi pegawai pemerintahan raja Babel, beberapa peristiwa muncul dihadapan bangsa penyembah berhala ini, mengungkapkan kekuatan dan kesetiaan Allah Israel. Nebukadnezar mendapatkan mimpi luar biasa, yang membuat 'hatinya gelisah dan tidak dapat tidur’. Meskipun demikian, tidak mungkin baginya, ketika ia terbangun, mengingat sedikitpun dari mimpi tersebut”.1
Bacalah Daniel 2:27-45 dan temukan bagaimana raja belajar tentang arti mimpinya.
“Sebuah sejarah yang paling menarik dan paling penting diberikan dalam Daniel 2.”2
"Penglihatan tentang sebuah patung yang amat besar kepada Nebukadnezar, menyingkapkan kejadian-kejadian menjelang akhir zaman,... agar dia memahami perannya di dalam sejarah dunia dan agar kerajaannya harus bergantung kepada kerajaan surga.‘Pada zaman raja-raja’, Daniel menyatakan, ‘Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan semua kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya... Mimpi yang pasti, begitu pula dengan arti dari mimpi itu.’Daniel 2:44, 45.”3
REAKSI
1. Mengingat “ketepatan yang indah didalam nubuatan(Daniel 2) telah digenapi”4jika dibandingkan dengan catatan sejarah dari peristiwa-peristiwa ini, mengapa banyak orang meragukan kuasa Allah atas kejadian-kejadian di dunia?
2. Dalam cara apa kita hidup seperti Nebukadnezar, dan bagaimana cara kita untuk menbisa menghindari pengalaman kejatuhannya?
3. Bukti apa yang bisa dibagikankepada rekan dan teman-teman Anda, bahwa Allah benar-benar terlibat dalam membuat sejarah?
1. Prophets and Kings (Para Nabi dan Bapa),hal. 491.
2. Fundamentals of Christian Education (Dasar Pendikan Kristen), hal. 410.
3. Prophets and Kings(Para Nabi dan Bapa),hal. 503.
4. The Great Controversy (Kemenangan Akhir), hal. 364.
Darrin Parker, Burpengary, Queensland, Australia
Selasa
28 Februari
Kesaksian
Pertanyaan-pertanyaan Diajukan dan Dijawab. Daniel 2
Kitab Daniel mungkin menjadi yang paling terkenal oleh karena penemuan gulungan-gulungan kitab di Laut Mati. Dokumen-dokumen kuno ini mencatat semua kitab dalam Perjanjian Lama kecuali Ester dan memberikan bukti-bukti arkeologi kepada sejarah panjang Alkitab. Perkataan Daniel menceritakan interaksi pribadinya – dan kumpulan interaksi Israel – dengan kerajaan Babel. Membaca buku Daniel dalam bahasa aslinya menunjukkan sebuah buku yang terdiri dari tiga bagian: Daniel 1:1-2:4 ditulis dalam bahasa Ibrani; 2:5-7:28 dalam bahasa Aram, dengan sisanya kembali dalam bahasa Ibrani. Tidak mengherankan bahwa Daniel menulis untuk sebuah masyarakat sekuler yang berakar dalam bahasa Aram dan orang-orang Yahudi yang terkait dengan Ibrani kuno. Nubuatan Daniel sehubungan dengan mimpi Nebukadnezar ditulis dalam bagian berbahasa Aram. Di sinilah kita menyaksikan bagaimana Allah mengendalikan sejarah dan masa depan kita.
“Ada Allah di surga yang mengungkapkan segala misteri.”
Nebukadnezar mengancam untuk mengeksekusi orang-orang bijak dan ahli sihirkarena mereka tidak mampu untuk menceritakan dan menafsirkan mimpinya. Mereka, dalam kegagalan mereka, telah mengakui bahwa tidak ada yang bisa melakukannya (Daniel 2:10). Karena it Daniel dipanggil untuk memuaskan rasa ingin tahu raja. Di tengah-tengah istana raja, Daniel menyatakan bahwa "Tidak ada orang bijak, ahli jampi, penyihir atau peramal yang dapat menjelaskan kepada raja tentang misteri yang dia tanyakan," sebelum menambahkan, "tetapi ada Allah di surga yang mengungkapkan segala misteri" (Dan 2:27,28, NIV).
Ketika memikirkan gambar Allah yang diberikan kepada kita mengenai sejarah dan masa depan bumi ini, dengan mudah kita dapat merasa seperti seperti para penasehat Nebukadnezar yang gagal - bahwa misteri berada di luar pemahaman manusia, bahwa kita akan selalu memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Setelah mendengar jawaban Daniel, Nebukadnezar mengakui otoritas dan kuasa Allah Israel. Pertanyaan-pertanyaannya telah terjawab, dan dia menyatakan, "Sesungguhnya,Allahmu adalah Allah dari segala allah dan Allah atas segala raja dan yang menyingkapkan segala misteri" (Daniel 2:47).
Meskipun kompleksitas sejarah dan nubuat, catatan sejarah dan Alkitab memberikan gambaran tentang kendali Allah yang dilakukan dengan penuh kasih. Melalui kitab Daniel kita bersaksi bahwa Dia tetap memegang kendali meskipundibawah kekuasaan Babel. Para pemimpin dunia yang paling kuat tidak bisa memecat Raja surga karena "Dia yang mengatur bumi pada porosnya; tidak pernah dapat dipindahkan" (Mzm. 104:5, BIS). Seperti Nebukadnezar, kita tidak akan pernah menemukan jawaban yang lengkap melalui kata-kata manusia (2 Petrus 1:21). Jawabannya terletak pada Allah yang memegang kendali. Yang menjadi pertanyaannya adalah: Apakah kita mau mendengar?
REAKSI
1. Bukti-bukti apakah yang bisa memberikan kesaksian bahwa Allah mengendalikan dunia?
2. Bagaimana kita bisa diberkati dengan menerima kata-kata nubuat ke dalam hati kita? Refleksikan melalui Wahyu 1:3.
Braden Blyde, Dora Creek, NSW, Australia
Rabu
1 Maret
Kel. 3:15; 1 Kor. 13:12; Ibr. 6:17 Bagaimana
Hidup Dalam Gambar Yang Besar
Pernahkah Anda mendengar ungkapan tentang tidak ‘bisa melihat hutan dari balik sebuah pohon’? Artinya, karena terlalu dekat dengan apa yang sedang terjadi, kita tidak dapat melihat semua bagian secara keseluruhan. Sebaliknya, kita hanya dapat melihat sebagian kecil dari kejadian tersebut. Sejarah, bisa jadi seperti itu. Ada beberapa bagian yang tidak bisa kita lihat. Sebagai manusia, kemampuan nalar kita sangat terbatas dan banyak hal yang tidak dapat kita pahami–yakni perihal yang hanya bisa dipahami oleh penghuni surga. Namun, Allah telah memberi tahu kita tentang rencana penebusan, yang memberikan kita jaminan dan harapan. Dia tetap walaupun dunia berubah. Melalui Alkitab, Allah menunjukkan sifat dan tujuan-Nya yang tidak berubah. Kita tidak tahu tentang masa depan, tetapi kita tahu bahwa Allah akan selalu berada di sisi kita. Apa artinya bagi kita?
Pusatkan fikiran untuk menikmati kesempatan yang Allahtelah siapkan bagi Anda
Kita bisa belajar dari masa lalu. Dalam setiap cerita Alkitab, ada pelajaran yang harus dipelajari, yang berhubungan dengan kehidupan kita. Alkitab ada untuk mengajarkan kita sebuah model untuk diikuti (2 Tim. 3:15-17). Ketika mempelajari masa lalu kita dapat melihat Tuhan memimpin sepanjang waktu. Dia adalah setia dan tidak berubah.
Kita bisa melakukan yang terbaik pada saat ini. Tuhan memiliki rencana untuk kita masing-masing (Yer. 29:11). Dia mengasihi kita dan ingin menyediakan segalanya bagi kita (Lukas 12:25, 26). Daripada khawatir tentang masa lalu yang tidak dapat dirubah atau masa yang akan datang yang tidak dapat diprediksi, pusatkan fikiran untuk menikmati kesempatan yang Allahtelah siapkan bagi Anda.
Kita dapat memiliki harapan untuk masa yang akan datang. Alkitab adalah firman Allah. Kata injilberarti “kabar baik”, dan memang demikian, karena memberitahu kepadatentang sejarah penebusan kita (Efesus 1:13, 14). Ingatlah selalu bahwa Allah memegang kendali. Kadang-kadang tidak tampak demikian, untuk itulah iman. Jika ragu, tanyalah Yesus, Penulis dari iman kita (Ibrani 12:2). Kita dapat menghubungi Dia kapanpun, dimanapun, melalui doa.
REACT
1. Bagaimana kita menyelaraskan kebebasan memilih dengan peran Allah dalam sejarah manusia?
2. Mengapa jika mengetahui rencana Allah bagi dunia,akan mempengaruhi cara kita dalam menjalani hidup?
Sharyn Brady, Central Coast, Australia
Kamis
2 Maret
Pendapat
Allah Dalam Nubuat: Maha Mengetahui, Maha PEngasih Wahyu 22
Allah berbicara melalui para nabi-Nya, dan nubuatan-nubuatan itu terjadilah. Nubuat diberikan karena Allah mengasihi kita,memberikan cukup peringatan tentang konsekuensi jika kita terus berbuat dosa, untuk menunjukkan kesetiaan-Nya sesuai dengan firman-Nya, untuk membantu kita meningkatkan iman kita dan setia dalam Dia, untuk memberi kita harapan untuk masa depan bersama-Nya; dan untuk mengingatkan akan sebuah nilai bagi kita.
Tuhan tahu akhir sesuatu dari sejak awal. Kadang Dia menggunakan peringatan atau keyakinan untuk mencegah hal-hal negatif terjadi. Kadang Dia merencanakan sebuah akhir yang bahagia meski kekacauan yang kita buat. Kadang tampaknya Dia melakukan apa-apa, dan kita mempertanyakan ketulusan-Nya.
Kita tidak perlu meyakinkan Tuhan untuk menjawab doa kita
Dalam kuasa dan hikmat-Nya, Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih. Dia tidak mengatur kita seperti robot untuk mengikuti kehendak-Nya. Dia tidak menggunakan kekuatan atau ketakutan untuk membuat kita bergerak. Karena Dia mengasihi kita, Dia ingin kita untuk secara bebas memilih untuk mengasihi Dia.
Ketika Adam dan Hawa makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat, dosa dan segala konsekuensi yang buruk masuk kedalah dunia. Allah telah mengubahnya dengan memberikan hidup kekal bagi semua orang yang memilihnya. Allah melakukan semua kebaikan dalam segala situasi, tetapi sering tangan-Nya terikat oleh pilihan-pilihan kita yang tidak bijaksana.
Kita belajar dari Daniel 12 bahwa Allah mengutus seorang malaikat ketika Daniel berdoa untuk meminta pertolongan, tapi malaikat itu sedang bertempurdengan “pangeran dari Persia” selama 21 hari sebelum mencapai Daniel. Kita tidak perlu meyakinkan Tuhan untuk menjawab doa kita. Dia mengasihi kita dan selalu ingin yang terbaik bagi kita. Kita tidak bisa menyalahkan-Nya ketika kejahatan mendapatkan jalan, mengetahui bahwa sampai Kedatangan Kedua, akibat dosa tetap berperan.
Ketika kita tidak memahami pertempuran Tuhan atau pilihan manusia yang mengikat tangan-Nya, mari kita tetap percaya kepada-Nya. Mengapa? Karena Dia adalah lambang kasih. Tidak peduli apa yang terjadi, mari kita ingat bahwa Dia sudah telah menulis paragraf terakhir. Sebuah "akhir bahagia" luar biasa yang menggantikan semua akhir yang lainnya.
REAKSI
1. Pernahkah Anda berdoa dan bertanya-tanya di mana cadangan Anda itu? Bagaimana reaksi Anda terhadap Allah, dan apa respons Anda pada waktu berikutnya saat Anda berada dalam situasi yang sama?
2. Ketika kasih Allah menjadi inti dari pelajaran, kita akan melihat sesuatu dengan lebih jelas. Bagaimana Anda bisa membuat Dia menjadi inti dari pelaran kita?
Kate Hollingsworth, Coldstream, Victoria, Australia
Jum’at
3 Maret
Eksplorasi
Allah Mengungkapkan Misteri Kehidupan Dan 2:27, 28
SIMPULAN
Hidup ini bisa membingungkan, menyakitkan, dan menakutkan. Apa yang kita lakukan ketika kita membutuhkan jawaban untuk misteri kehidupan kita? Kita dapat terhibur bahwamelalui kekacauan kehidupan kita, ada Allah yang mengasihi kita dan yang tahu akhir sejak dari awal. Dia yang "mengatur bumi pada fondasinya" (Mzm. 104:5, BIS) tidak akan pernah membiarkan kita tersesat dalam peristiwa hidup kita. Kita dapat berkomunikasi dengan Bapa kita di surga melalui doa, seperti yang dilakukan oleh Daniel, Musa, dan Maria, ibu Yesus. Allah ingin berkomunikasi dengan kita. Maukah Anda mengizinkan Dia berkomunikasi dengan Anda hari ini?
PERTIMBANGKAN
• Sampaikan kepada teman jawaban untuk pertanyaan ini: Dimana aku melihat Tuhan pada hari ini? Lihatlah di alam, atau dalam pengalaman hidup, di mana Allah sedang mencoba untuk mengungkapkan misteri-Nya kepada Anda. Biarkan Dia menceritakannya melalui Anda.
• Tulislah doa kepada Tuhan, minta Dia untuk membantu Anda memahami sesuatu yang telah terjadi dalam hidup Anda yang membuat Anda frustrasi atau marah. Bersedialah untuk memberikan Allah waktu yang Dia perlukanuntuk mengungkapkan misteri-Nya yang indah bagi Anda.
• Bacasebuah artikel surat kabar dengan kelompok studi Alkitab dan carilah cara-caradi mana Allah dapat mengungkapkan diri-Nya melalui peristiwa yang terjadi saat ini. Tuliskan beberapa ayat Alkitab yang mendukung wahyu Allah kepada Anda.
• Kunjungi rumah orang jompo dan ceritakan tentang bagaimana Allah telah mengungkapkan dirinya kepada Anda dan kepada orang lain dalam Alkitab.Tanyakan pada warga bagaimana Allah telah mengungkapkan diriNya kepada mereka sepanjang hidup mereka.
• Carilah di dalam Alkitab, kisah-kisah dimana Allah mengungkapkan sesuatu kepada seorang pengikut-Nya yang setia. Carilah tokoh-tokoh di dalam Alkitab yang tidak menunggu Tuhan untuk menjawab pertanyaan mereka dan mencoba untuk menemukan solusi sendiri.
• Buatlah daftar waktu saat Anda meminta Tuhan untuk menunjukkan diri-Nya kepada Anda. Buatlah daftar lain tentang bagaimana Dia menyatakan diri-Nya kepada Anda. Luangkan waktu untuk berbicara dengan Tuhan tentang keinginan Anda untuk tetap terhubung dengan-Nya dan untuk melihat misteri-Nya diungkapkan kepada Anda.
HUBUNGKAN
Yer. 29:11–13; Daniel 2; Why. 1:8.
Ellen G. White, “The Great Controversy Ended” (Happiness Digest Series), pp. 1–12.
Max Lucado, No Wonder They Call Him the Savior, pp. 51‒54.
Stephanie Yamniuk, Winnipeg, Manitoba, Canada
Subscribe to:
Comments (Atom)