Friday, 8 April 2011

SSCQ Pelajaran 3 Kwartal II tahun 2011

Pakaian Kasih Karunia:
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ketiga Kwartal 2,
Pakaian Tidak Berdosa
9--16 April 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang


Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka (Kej. 1:27)


Sabbath
9 April
Kejadian. 2:20–25 Pendahuluan
Solusi Sempurna

Tim perancang masuk ke ruang majelis, mengambil air sendiri sebelum duduk di meja mahagoni yang besar. Mereka membua komputer notebooks dan mengembangkan sketsanya. Kain menggelusur melintasi meja dalam tiupan sepoi yang hangat—seperti kelopak bunga di taman.
Baiklah,kata Gabriella, “ini adalah brifing rangcangan yang paling tidak biasa yang pernah saya lihat di pekerjaanku di D’Angelis Agency. Kita senang menerima pelanggan dengan kami hari ini sementara kita mendiskusi ide kita. Marilah kita lihat lagi kebutuhan kita untuk menyegarkan pikiran kita.” Sementara Gabriella berbicara, setiap noktah hitam muncul secara otomatis di layar besar.
Brifing Rancangan—Pakaian Tidak Berdosa.
Mesti mempunyai kualitas berikut:
• Punya model dan menarik
• Tahan lama
• Mudah bergerak
• Praktis untuk berkebun dan memelihara hewan
• Cocok baik untuk dipakai pria dan wanita
• Tanpa perawatan

Semua mata tertuju ke pelanggan yang mengagumkan itu

“Sariel, tolong sampaikan hasil rancanganmu?” Sebuah gambar muncul di layar.
“Saya telah merancang A-line Shift sepanjang lutu, warna coklat. Terbuat dari linet stone-washed yang lembut, halus, dan praktis untuk kegiatan luar ruang. Juga punya kantong yang besar untuk mengumpulkan buah dan bijian.”
“Ide yang hebat, Sariel! Joel?”
“Saya telah merancang suatu pakaian mirip seperti terusan. Lengan pendek, sebetis, dan longgar. Noda kebun akan tersamar ke katun warna hijau acak. Dapat dilengkapi dengan bunga segar dengan menyelipkan ranting melalui celah digaris leher.
“Terimkasih, Joel. Amat kreatif. Danny?”
“Saya telah buat jubahku dari kelopak Lily Ciella, karena tidak akan pudar. Lembut, warna langit cerah, kuat, dan harum. Jika anda memerlukan yang baru, tinggal ambil bunga yang lain, dengan hati-hati buang tengahnya, dan tarik melalui kepala. Kelopak bahkan bisa dijadikan lengan panjang!”
“Danny, apa yang dapat ku katakan? Percaya kamu bisa berpikir jubah luar! Apakah ada ide lain?”
Pelanggan berdiri dengan perlahan. “Terimakasih! Anda semua sudah menciptakan rancangan yang luarbiasa yang benar-benar dapat digunakan di kebun. Tetapi saya baru saja mempunyai saat pewahyuan.”
Semua mata tertuju ke pelanggan yang mengagumkan itu . Tak ada rasa frustasi atau kompetisi. Mereka bekerja secara harmonis, dengan tujuan tunggal yang sama.
“Saya tahu apa yang mesti mereka pakai. Ini adalah pemeceahan sempurna.” Dia berhenti sebentar. “Mereka mesti berpakain seperti pakaianku.”
Karen Holford, Auchtermuchty, Fife, Scotland

Minggu
10 April

Logos
Ketidak Berdosaan Hilang—Didapat Kembali Kej. 2:15–17, 20–25; 3:6–11, 21; 2 Tim. 3:16, 17

Ketelanjangan Ditutup dengan Ketidak Berdosaan (Kej. 2:20-15)
Dunia baru muncul dengan kehidupan yang bergemuruh dan warna warni. Udara penuh melodi suara burung. Hewan datang berpasangan—mirip tapi berbeda satu sama lain—untuk dinamai oleh manusia. Tetapi, tidak ada pasangan untuk dia. Untuk sementara dia merasakan bagaimana rasanya kesepian. Kemudian Allah menidurkannya, mengambil rusuk dari tubuhnya, dan menciptakan wanita untuk dikasihi. Semuanya murni pada waktu mereka terbangun dan menemukan satu sama lain, telanjang, dan indah. Mereka sempurna dan nyaman dengan tubuhnya, dan mereka ditutupi ke tidak berdosaan. Tak ada yang perlu disembunyikan ataupun perasaan keheranan dan kesatuan.

Ini bukan hanya pelajaran merancang pakaian.

Satu Hukum Ke tidak berdosaan (Kejadian 2:15-17)
Allah rindu akan ketidak berdosaan Adam dan Hawa selamanya. Dia bisa saja membuat dosa menjadi tidak mungkin, tetapi alam semesta perlu menyaksikan ke adilanNYA. Jadi hanya ada satu perintah dalam Taman Eden. Perintah yang mudah untuk dipenuhi. Dalam keadilannya yang luarbiasa Allah menciptakan beratus-ratus pohon yang dipenuhi dengan berbagai buah yang enak, dan Dia menanam hanya satu pohon yang dapat menghancurkan pakaian ketidak berdosaan mereka.

Rasa Tak Berdosa Yang Hilang (Kej. 3:6–11)
Sejak Adam dan Hawa memakan buah terlarang, mereka betul-betul tahu “segalanya”. Hal pertama yang mereka perhatikan adalah mereka tidak lagi berpakaikan rasa tak bersalah. Mereka merasa malu dilihat satu sama lain, dan bahkan merasa malu dilihat Allah. Dengan rasa yang amat membutuhkan mereka mengambil daun pohon ara yang terbesar yang mereka bisa dapatkan dan merajutnya—pakaian dunia yang pertama. Kemudian mereka bersembunyi di semak-semak, takut akan Allah.

Allah Bermain Petak Umpet (Kej. 3:8–19)
Allah datang mencari Adam dan Hawa. Walaupun Dia tahu dimana mereka, Dia masih bertanya, “Dimana kalian?” Kemudian Dia mengundang mereka untuk menceritakan kepadaNYA apa yang terjadi. PertanyaanNYA dan jawaban mereka dapat dibaca sebagai lebih banyak sedih daripada marah. Dia mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi kepada mereka dan kepada dunia, karena rasa tidak berdosa mereka telah hilang.

Pakaian Korban (Kej. 3:21)
Mungkin Adam dan Hawa menyadari ketidak memadainya pakaian daun mereka karena daun robek kena semak dan layu di tubuh mereka. Allah tentu saja melihat masalah ini. Dan dalam suatu momen yang amat sedih Dia Sendiri mengambil salah satu hewan, mungkin yang dikenal dan dikasihi Adam, dan membunuhnya. Menguliti hewan yang masih panas, Allah memakaikan mereka baju yang lebih panas dari dinginnya angin kebun. Ini bukan saja menunjukan tindakan yang tulus dari hati yang patah, Allah yang peduli, tetapi juga simbol yang berkuasa. Pakaian yang dibuat Adam dan Hawa tidak memadai. Kita tahu adalah tidak mungkin bagi kita untuk melakukan apapun yang membuat kita jadi benar dihadapan Allah. Keberdosaan kita mensyaratkan kematian Kristus yang tak berdosa, yang digambarkan oleh kematian hewan yang tak berdosa. Ini bukan hanya pelajaran merancang pakaian. Ini adalah pelajaran tentang rencana keselamatan Allah. Ini adalah percikan cahaya pengharapan dalam kegelapan hari pertama dosa.

Ketidak Berdosaan Diresotarasi (Rom. 12:1; 2 Kor. 4:16; 5:21)
Percikan pertama cahaya pengharapan terus memancar ke kita. Bila kita bertobat dari dosa-dosa dan menerima Kristus sebagai Juruselamat, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah “ (2 Kor. 5:21). Transaksi ini dengan indahnya diilustrasikan dalam Zakaria 3:4, "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta." Tetapi masih banyak lagi! Sekali kita menerima Kristus sebagai Juruselamat kita, sifat dalam kita “manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari” (Roma 12:1; 2Kor. 4:16). Hal ini tejadi melalui persekutuan Roh Kudus Allah pada saat Dia memampukan kita untuk menumbuhkan buah Roh, yang merupakan inti dari karakter Kristus (Yoh. 15:5); Gal.5:22, 23).2
Kita juga bertumbuh dengan memperhatikan sehingga kita tidak ditipu oleh kebohongan setan (1Pet.5:8). Kita mesti terus menerus berdoa agar kita tidak tersesat kepada pencobaan (1Tes. 5:17). Dan kita mesti menunjukan kasih Allah kepada yang membutuhkan (Mat. 25:31-40). Belajar Alkitab dan merenungkanna juga membantu kita untuk bertumbuh (Mazmur 119:15, 23, 48, 78; 2Tim. 2:15). Firman Allah menuntun kita kepada kebenaranNYA dan menjauhkan kita dari kebohongan setan. Alkitab juga menunjukan kepada kita apa yang mesti dipercaya, bagaimana hidup bai, dan bagaimana menerima pakaian ketidak berdosaan keselamat melalui Yesus. Percaya kepada Firman Allah sebagai kebenaran dan mentaati perintah-perintahNYA mencegah kita terhanyut ke buah terlarang.
Karena Adam dan Hawa tidak hati-hati, mereka tersesat dari keselamatan Allah. Mereka telah lupa untuk terus meneru berkomunikasi denganNYA agar Dia dapat mengingatkan mereka akan aturan perlindunganNYA. Mereka lupa untuk memperhatikan satu sama lain, dan mereka telah tidak mempercayai instruksi keselamatan sederhana yang diberikan kepada mereka. Tetapi Kristus dengan penuh kasih telah menyediakan korban untuk menutupi ketelanjangan mereka dan kita.

REAKSI
1. Apakah ada cara lain untuk mempertahankan jubah kebenaran yang diberikan Kristus kepada kita?
2. Apa yang terlintas dipikiran Allah, dan Adam dan Hawa, pada saat Allah membuatkan mereka pakaian dari kulit hewan? Apa yang terlintas dipikiranmu pada waktu anda pertama kali menerima Kristus?

1. Seventh-day Adventist Believe . . . , sec. ed. (Boise, Ida.: Pacific Press®, 2005), p. 140.
2. Ibid., p. 143.

Bernie Holford, Auchtermuchty, Fife, Scotland

Senin
11 April

Kej. 3:21 Kesaksian
Hai Sohib, Lupakan Daun Ara!

“Suatu celemek daun ara tidak akan pernah dapat menutup ketelanjangan kita. Dosa mesti dicampakan, dan pakaian kebenaran Kristus mesti menutup pelanggaran hukum Allah. Kemudian pada waktu Tuhan melihat orang berdosa yang percaya, Dia melihat, bukan daun ara yang menutupinya, tetapi jubah kebenaran Kristus, yang merupakan penurutan sempurn akan hukum Jehova. Manusia telah menyembunyikan ketelanjangannya, tidak dibalik daun ara, tetapi dibalik jubah kebenaran Kristus.”

Kristus dimanifestasikan ke dunia . . . menggantikan penutup daun ara dengan jubah murni kebenaranNYA

“Kristus telah membuat suatu korban yang dapat memenuhi permintaan keadilan. Suatu harga yang mahal yang dibayarkan Sorga untuk menebus para pelanggar hukum Jehovah. Tetapi hukum suci tidak dapat dipertahankan dengan biaya yang kecil. Pada tempat hukum dimusnahkan untuk memenuhi manusia berdosa dalam kondisi terjatuh, telah dipertahankan dalam segala dignitas kudusnya. Dalam Putra, Allah telah memberikan DiriNYA Sendiri untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepadaNYA dari kehancuran kekal.”
“Dosa adalah ketidak setiaan kepada Allah, dan layak mendapat hukuman. Daun ara yang dirangkai telah digunakan sejak masa Adam, tetapi ketelanjangan jiwa orang berdosa tidak dapat ditutupi. Semua argumen yang dirangkai bersama oleh semua yang tertarik kepada jubah fana ini tidak akan berhasil. Dosa adalah pelanggaran hukum. Kristus dimanifestasikan ke dunia kita untuk mencampakan pelanggaran dan dosa, dan menggantikan penutup daun ara dengan jubah murni kebenaranNYA. Hukum Allah berdiri teguh yang dibenarkan oleh penderitaan dan kematian Putra Tunggal Allah yang kekal.”
“Pelanggaran hukum Allah dalam suatu kejadian saja, dalam bentuk yang terkecil sekalipun, adalah dosa. Dan dengan tidak mengeksekusi hukum dosa tersebut akan menjadi suatu kriminal dalam pemerintahan sorga. Allah seorang hakim, Pelaksana Keadilan, yang merupakan sifat dan dasar dari TakhtaNYA. Dia tidak boleh mencampakan hukumNYA; Dia tidak boleh mengabaikan hal terkecil untuk mengampuni dosa. Kebenaran, keadilan, dan kemuliaan moral dari hkum mesti dipertahankan dan dilaksanakan diseluruh semesta sorgawi dan dunia yang belum jatuh.”*

*The Upward Look, p. 378.

Travis Wichman, Harrison, Tennessee, U.S.A.

Selasa
12 April
Bukti
Penutup Aurat Kej. 1:31; 2:25; 3:10, 21

Bayangkan suatu dunia yang tidak pernah mendengar adanya skandal seks. Tak ada pornografi. Tak ada prostitusi. Tak ada pengkhianatan. Dunia ini sempurna. Allah Sendiri mengatakan Amat Baik (Kej. 1:31). Kejadian 2 mengatakan Dia menciptakan pria dan wanita dan membuat lembaga pernikahan. Dan walaupun amat aneh sekarang ini, pria dan wanita itu telanjang tetapi tidak malu (Kej. 2:25). Apa arti “telanjang” ini? “Adam dan Hawa tidak memerlukan pakaian materi, karena Pencipta telah mengenakan jubah cahaya, suatu simbol jubah kebenaran karakterNYA, yang mereka pantulkan dengan sempurna”1

Kenapa sekarang bersembunyi dari Allah?

Setelah Adam dan Hawa tidak patuh, mereka tidak layak lagi mengenakan jubah simbolik itu, karena mereka tidak lagi memantulkan karakter kebenaran Pencipta mereka. Tiba-tiba mereka menjadi telanjang dan malu; mereka mencoba untuk mengobati situasi mereka dengan berpakaian daun ara. Kemudian, pada waktu Allah berjalan di taman memanggil Adam, keduanya Adam dan Hawa bersembunyi ketakutan. Bukankah mereka telanjang sebelumnya? Kenapa sekarang bersembunyi dari Allah? Sesuatu terjadi yang tidak langsung berhubungan dengan pakaian. Sekarang, kali pertama dalam sejarah, manusia mempunyai sesuatu yang perlu disembunyikan. Adam tidak mengatakan kepada Allah dia telah berdosa, tetapi dia menyadari dia punya sesuatu yang perlu disembunyikan. Jawaban Adam mengejutkan: “Aku mendengar panggilanMU, tetapi aku takut karena aku telanjang; dan aku sembunyi (Kej. 3:10). Pakaian yang dirajut Adam dan Hawa “adalah pengganti yang amat menyedihkan dari jubah pancaran cahaya ketidak berdosaan yang telah telah batal. Rasa berdosa muncul. Perasaan malu ini tidak berakar dari sensualitas tetapi dari hati nurani yang merasa berdosa dihadapan Allah merupakan bukti atas fakta kenapa mereka bersembunyi dari Tuhan.”2
Sebelum Adam dan Hawa meninggalkan taman itu, Allah membuatkan mereka pakaian kulit hewan (Kej. 3:21). Pakaian ini akan melindungi mereka dari cuaca yang berobah dengan drastis yang akan terjadi pada dunia kita sebagai akibat dosa. Ditambah pakaian itu akan lebih cocok untuk kerja fisik yang keras yang menanti mereka. Tetapi yang lebih penting, “kulit hewan itu akan menjadi peringatan terus menerus akan kehilangan ketak berdosaan mereka, kematian sebagai upah dosa, dan janji Anak Domba Allah, yang akan dengan melalui kematian kemenanganNYA akan mencampakan dosa dari dunia.”3

1. The SDA Bible Commentary, vol. 1, p. 227.
2. Ibid., p. 231.
3. Ibid., p. 235.

Morris-Andrew Thompson, Upper Marlboro, Maryland, U.S.A.

Rabu
13 April
Kej. 2:20–25; Kej. 3:6–11, 21; Yakobus 5:16 Bagaimana
Kehilangan Daun Ara

Adam dan Hawa telah kacau pada saat mereka melanggar hukum Allah untuk tidak memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Walaupun begitu, setelah mereka sadar mereka telanjang, mereka membuat kesalahan lagi dengan merajut daun ara menutupi diri mereka sendiri. Gantinya menerima tanggung jawab akan tindakan mereka dan mengakui dosa mereka kepada Allah, mereka memperparahnya dengan mencoba untuk menyembunyikan ketelanjangan mereka.
Saya teringat suatu kali melakukan kiat daun ara yang mirip di universitas. Saya tidak mau guruku berpikir saya tidak siap untuk kelasnya. Jadi gantinya mengakui saya tidak mengerti akan suatu teori, saya mencoba untuk memberi kesan saya mengerti. Tetapi, bersembunyi dari kelemahanku, saya kehilangan banyak kesempatan untuk belajar. Jadi bagaimana caranya untuk lebih otentik?

“daun ara” kita tak akan bertahan lama

Telanjangi jiwamu keseseorang yang kau percayai. Semua kita telanjang, secara metaforik, dan “daun ara” kita tak akan bertahan lama. Bagaimana kita dapat jujur dengan Allah yang sempurna jika kita tidak mau mengakui semua kesalahan kita kepada manusia yang kita cintai? “Apakah ada diantaramu yang menderita? Mereka mesti berdoa. Apakah ada yang bersuka? Mereka mesti menyanyikan lagu pujian. Apakah ada yang sakit? Mereka mesti memanggil tua-tua jemaat dan berdoa bagi mereka, mengurapi mereka dengan minyak atas nama Tuhan. Doa orang benar akan menyembuhkan yang sakit, dan Tuhan akan mengangkat mereka; dan yang melakukan dosa akan diampuni. Karena itu akuilah dosa-dosamu satu sama lain, dan mendoakan satu sama lain, agar engkau disembuhkan. Doa orang benar bila didoakan dengan yakit amat besar kuasanya” (Yakobus 5:13:16). Jika anda bergumul dengan dosa yang sama setiap hari, mintalah seseorang yang bertanggung jawab yang engkau percayai untuk menjadi partner yang dapat diandalkan. Orang ini akan mendukungmu melalu doa dan juga persahabatan.
Campakan daun ara, dan izinkan Allah memberimu pakaian. Tak ada yang dapat kita lakukan utnuk mendapatkan kembali ketak berdosaan. Kita perlu mnerima dengan tulus hati kasih karunia pengorbanan Yesus yang telah memenangkan kita. “Tuhan Yesus telah menyediakan suatu penutup, jubah kebenaranNYA sendiri, yang akan dipakaikan pada orang yang bertobat, jiwa yang percaya yang melalui iman akan menerimanya.”*

REAKSI
1. Apa yang amat menarik dari “daun ara” kita?
2Dalam cara apa anda saat ini sedang “menyembunyikan ketelanjanganmu”?
3. Apa yang dapat dilakukan gerejamu untuk membantu anggotanya untuk lebih tulus?

*The Advent Review and Sabbath Herald, Nov. 15, 1898.

Bethany Craggs, St Andrews, Scotland

Kamis
14 April

Pendapat
Pakaian Yang Dilihat Allah Gal. 3:26, 27; 1 Pet. 3:3, 4

Semuanya berjalan dengan baik di Eden. Kemudian tiba-tiba, Adam dan Hawa gagal dalam ujian kepatuhan. Sekarang, gantinya semua anak-anak mereka (semua umat manusia) mewarisi hidup kekal dan hubungan yang sempurna dengan Allah, terdapat masalah. Kita telah kehilangan rasa ketak berdosaan kita, kebenaran kita, dan warisan kita sebagai anak-anak Allah. Dan kematian memasuki dunia kita.

Ini bukan hal yang sulit dipercaya! Ini adalah realitas

Walaupun begitu, melalui suatu seri perjanjian, Allah dapat membawa kita kembali menjadi keluargaNYA, Dia memakaikan pakaian kemanusiaan, agar kita dapat berpakaian kebenaran. “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” (Gal. 3:26, 27).
Saya suka berdandan pada waktu muda. Tetapi bukan pakaian yang membuatnya menarik; tetapi karakter orangnya yang saya pakai pada waktu saya memakai pakaian mereka, seperti dokter, atau masinis kereta. Pada baptisan, kita berpakaikan Kristus. Kita memakai kebenaranNYA, ya, tetapi bukan hanya untuk menutupi noda kita. Kita berpakaikan karakterNYA. Kita bertindak seperti Dia bertindak. Kita mengasihi seperti Dia mengasihi. Kita hidup seperti Dia hidup sehingga kebenaranNYA juga menjadi kebenaran kita. Ini bukan hal yang sulit dipercaya! Ini adalah realitas.
Jadi bagaimana dengan pakaian fisik kita yang sebenarnya? Apakah ada yang peduli dengan apa yang kita pakai sepanjang itu “pakaian Kristus”? Bagiku jawabannya adalah Ya, untuk beberapa hal. Penampilan luar kita mesti memantulkan pakaian rohani kerendahan hati, mengasihi sesama, dan menghormati orang disekeliling kita. Hal ini dapat mempunyai beberapa arti pada situasi dan budaya yang berbeda. Tetapi, fokus kita tidak boleh pada pakaian fisik luar tetapi padai realitas rohani yang ditampilkan bagaimana kita menampilkan diri kita sendiri. Rasul Petrus mengatakan bahwa keindahan kita bukan datang dari perhiasan luar, tetapi lebih pada perhiasan dalam (1Pet. 3:3, 4). Jadi mungkin kali berikut kita di gereja, daripada kuatir tentang seberapa pintar kita terlihat kepada orang lain, kita mesti memikirkan keadaan pakaian rohani kita, yaitu pakaian yang dilihat Allah.

REAKSI
1. Apabila anda berpakaian, apakah anda lebih peduli dengan penampilan luar atau kemurnian dalam? Kenapa?
2. Setelah berpakaian Kristus pada waktu dibaptis, apa yang dapat anda lakukan minggu ini untuk mencerminkan lebih banyak karakterNYA dalam cara anda berpakaian dan bertindak?

Tim Craggs, St Andrews, Scotland

Jum’at
15 April
Eksplorasi
Setelan Indah Sorgawi Kej. 3:7, 21

SIMPULAN
Tuhan tidak melakukan apa pun secara acak. Ia tidak membuang-buang kata-kata atau tindakan. Ketika Adam dan Hawa berdosa, DIA berbicara kepada mereka tentang konsekuensi pilihan lebih buruk mereka. Kemudian Dia sibuk, dan dengan tangan-Nya membuat pakaian sangat simbolik untuk menutupi dan melindungi mereka. Dengan berjalannya waktu, pengikut-Nya akan datang untuk melihat berapa banyak Allah akan memberikan diriNya sendiri secara rohani untuk menutupi dan menyelamatkan mereka dari bahaya.

PERTIMBANGKAN
• Tulis cerita atau lukisan gambar saat Allah membuat pakaian dari kulit untuk Adam dan Hawa. Bagaimana Anda menggambarkan Adam karena akibat serius dari akibat yang dilakukannya mulai dirasakan?
• Kumpulkan beberapa daun hijau besar. Tulis hal-hal yang baik pada setiap daun yang coba diandalkan orang gantinya kebenaran Kristus. Lem atau sematkan daun-daun itu ke selembar kertas dan perhatikan bagaimana daun tersebut kering dan hancur dengan waktu
• Tulis surat kepada Tuhan, berterima kasih kepada-Nya untuk kebebasan beristirahat dalam kebenaran Kristus.
• Buat daftar berbagai agama di papan dan diskusikan dengan kelasmu masing-masing bagaimana setiap agama mendorong orang untuk bergantung pada "daun ara" untuk menebus ketidakbenaran kita. Bagaimana pesan dari Alkitab yang berbeda?
• Pakai baju berbeda setiap hari selama seminggu. Satu hari santai, satu hari profesional, satu hari berantakan, satu hari seragam, dan sebagainya. Perhatikan bagaimana pakaian Anda mempengaruhi cara Anda mengendalikan diri, berjalan, berbicara, bahkan bagaimana pakaian tersebut membuat anda merasakan diri anda. Pikirkan tentang bagaimana kita menjadi apa yang kita kenakan. Apa yang dapat Anda pelajari dari latihan ini tentang karunia Allah memberi kita pakaian dengan kebenaran Kristus?

HUBUNGKAN
Zech. 3:1–5; Romans; Gal. 3:26, 27.
The Desire of Ages, chap. 3 and 4.
Ty Gibson, In the Light of God’s Love (Nampa, Idaho: Pacific Press®, 1996); Arthur G. Daniells, Christ Our Righteousness (General Conference of Seventh-day Adventists: Ministerial Association, 1941).

Sonia Huenergardt, Bishop, California, U.S.A.

Friday, 1 April 2011

SSCQ Pelajaran 2 kwartal II tahun 2011

Pakaian Kasih Karunia:
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Kedua Kwartal 2,
Dari Dihormati jadi Tercampak
2—9 April 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang


Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu (Yehez 28:15)



Sabbath
2 April
Yehez. 28:13–15 Pendahuluan
Maukah Lucifer Yang Sesungguhnya Menyembah Sujud

Ayat-ayat untuk hari ini memberitahu kita bahwa Lucifer bukan rakasa menyeramkan dengan ekor dan garpu rumput. Bahkan, dia brilian seperti matahari dan, yang “terhebat” diantara semua malaikat penghuni surga. Dia diciptakan untuk menjadi pemimpin, model peran utama, dan sahabat Allah.
Cerita Lucifer lebih dari hanya sebuah kisah tentang jatuh dari kasih karunia. Kita tidak tahu seberapa lama ia memendam keinginan cemburu untuk mengambil tempat yang Maha Tinggi. Dengan hati-hati ia menyembunyikan maksud yang sebenarnya, sementara menunjukkan semua perilaku baik. Bahkan saat dia membungkuk dalam adorasi kepada Allah, dia penuh kebanggaan. Dengan hati-hati ia menyembunyikan kemarahan di balik jubah ibadah palsu. Tidak ada yang bisa tahu. Tidak ada siapapun, kecuali Allah.

Kita, “memakai pakaian” yang memberikan petunjuk kepada orang lain akan status kita dengan berbicara dan bertindak dengan cara tertentu

Kita telah melihat model pemegang peran lain jatuh dari kasih karunia. Apakah mereka selebirti olahraga, politisi yang dimenangkan oleh tanah longsor, atau pemimpin agama populer, gambar bersih yang mereka kenakan ternyata menjadi penutup untuk sifat dosa dan perbuatan berdosa. Seperti halnya Lucifer, mereka menyembunyikan rahasia kehidupan mereka di bawah jubah kebohongan.
Dengan cara yang sama, semua kita bersalah akan kerahasiaan seperti itu. Kita mengenakan sebuah gambar yang kita pikir ingin dilihat dunia. Kita, “memakai pakaian” yang memberikan petunjuk kepada orang lain akan status kita dengan berbicara dan bertindak dengan cara tertentu. Jadi kita menjaga gambar yang kita ingin proyeksikan. Kita memakai senyum cerah dan saling menyapa hangat di gereja, tetapi kita menyembunyikan pergumulan kita dari semua orang. Pada akar dari semua ini adalah keyakinan bahwa kita bisa menipu semua orang sepanjang waktu, termasuk Tuhan.
Apakah Anda menyembunyikan perasaan anda yang sebenarnya sementara memendam pikiran jahat? Seberapa jujur anda dengan perasaanmu? Apakah anda melakukan hal yang benar untuk alasan yang salah? Apakah Anda selalu berusaha untuk meyakinkan diri sendiri bahwa hadir di gereja adalah apa yang benar-benar anda inginkan? Ketika anda sujud kepada Tuhan, apakah anda yakin akan kuasa-Nya untuk mengubah anda menjadi apa yang Dia inginkan?
Tuhan menciptakan segalanya sempurna. Dia akan membuatnya begitu lagi. Sementara anda mempelajari pelajaran minggu ini, persiapkan hati anda untuk jadi jujur dan bebas dari kejahatan. Periksa hati anda, dan undang Tuhan untuk tinggal di dalamnya. Sujudlah dengan kagum dihadapan salib dan rencana Yesus untuk Anda.

Jimmy Quek, Singapore, Republic of Singapore

Minggu
3 April

Bukti
Kesalahan di Kota Kesempurnaan Yehez 28

Sejak awal, kitab Yehezkiel mengungkap suatu cerita seperti novel fiksi ilmiah yang penuh dengan makhluk aneh dan visi yang mempesona yang akan membawa nabi berlutut. Mengapa semua visi dan simbol ini diperlukan? Israel melanggar hukum Allah dan telah menulikan telinga meraka untuk permohonan-Nya untuk bertobat. Jadi, Babel menyerang dan mengambil banyak tawanan Israel. Bahkan Tirus bersukacita pada kejatuhan Orang Israel (Yehezkiel 26:2). Mungkin dengan semua kekacauan dan ketidakpastian, sesuatu yang luar biasa diperlukan untuk menarik perhatian rakyat. Pesan Tuhan melalui Yehezkiel disampaikan dengan citra keras memukul dan simbol untuk melakukan hal itu.

bagaimana mungkin kesempurnaan memberikan jalan untuk kejahatan?

Setelah bernubuat terhadap Israel dalam 24 bab pertama, Yehezkiel beralih ke negara lain yang melakukan kekejaman terhadap Israel. Tirus mendapatkan kekayaan dari perdagangan pada rute laut Mediterania. Tujuannya bisa diringkas dalam satu kata: laba-bahkan jika itu berarti keuntungan dari Israel. Dalam banyak hal, Tirus menyerupai dunia di mana kita hidup. Laba mendorong perusahaan untuk maju, sementara kita mendefinisikan kesuksesan dengan harta yang kita miliki. Kadang-kadang kita menjadi sedemikian nyaman dalam berkat Tuhan sehingga kita mulai berpikir bahwa keberhasilan kita benar-benar hasil dari usaha kita sendiri.
Dengan mengacu pada nasib raja Tirus itu, Yehezkiel 28:11-19 melukiskan kemuliaan Lucifer pada awal kejatuhan menyedihkannya. Sama seperti raja Tirus percaya dirinya menjadi tuhan, begitu juga Lucifer. “Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padam”(Yehezkiel 28:15). Versi NIV menerjemahkan teks ini tepat untuk "tak bercacat" kejahatan dan untuk "kejahatan." Kita umumnya berpikir bahwa dibuat sempurna berarti tidak ada kesalahan dapat dibuat. Jadi bagaimana mungkin kesempurnaan memberikan jalan untuk kejahatan? Ketika Tuhan menciptakan manusia dan makhluk lainnya sempurna, Dia memberi mereka kebebasan untuk memilih, meskipun Dia tahu bahwa beberapa tidak akan memilih dengan bijak. Oleh karena itu, meskipun Lucifer dibuat sempurna, dia memilih untuk tidak mengikuti Allah. Jadi "kejahatan" ditemukan dalam dirinya.
Yehezkiel mengingatkan kita bahwa Allah mengasihi kita sedemikian rupa sehingga memungkinkan kita untuk membuat pilihan sendiri, bahkan jika pilihan-pilihan itu dosa dan menyebabkan bahaya besar bagi diri sendiri dan orang lain. Sama seperti orang Israel menghadapi masa depan yang suram karena pilihan-pilihan mereka yang buruk, bab-bab selanjutnya dalam Yehezkiel mengungkapkan rencana Allah untuk hidup dengan mereka yang memilih untuk mengikuti Dia. Periksa pilihan yang anda pikir akan lakukan. Kemana arah pilihan anda?

Clarence Cheong, Singapore, Republic of Singapore

Senin
4 April

Ulang. 8:1–18; Yes. 14:12–14; Yeh. 28:12–19; Yohn 1:1–3; 2Kor. 11:14; Kol. 1:15–17 Logos
Dari Dihormati jadi Tercampak


Sebenarnya Semuanya Milik Allah! (Yohanes 1:1-3; Kolose 1:15-17)
Dalam Yohanes 1:1-3 dan Kolose 1:15-17, kita pelajari bahwa melalui Anak, segala sesuatu diciptakan. Alkitab tidak mengatakan bahwa hanya beberapa hal saja yang diciptakan oleh-Nya, tetapi bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia, dan bahwa semuanya sempurna. Alkitab bahkan berjalan terlalu jauh dengan mengatakan bahwa "tanpa Dia tidak ada yang diciptakan yang telah diciptakan." Namun seperti yang kita lihat di dunia sekitar kita, kita melihat ketidaksempurnaan dari waktu kita bangun dan memandang diri kita di cermin sampai saat kita berbaring lagi untuk tidur. Ketidaksempurnaan dipancarkan oleh setiap bentuk media. Bagaimana hal ini dapat terjadi jika memang, Kristus, Anak Allah, menciptakan dunia yang sempurna? Untuk menemukan jawabannya, kita perlu kembali ke awal.

jika Lucifer adalah sempurna dalam segala hal, bagaimana mungkin dosa menemukan jalan ke hatinya?

Ketidaksempurnaan Dalam Kesempurnaan Membuatnya Sempurna (Yesaya 14:12-14; Yeh 28:12-19.)
Lucifer itu unik. Alkitab merujuk kepadanya sebagai "bintang pagi" dan "putra fajar" (Yes. 14:12, NIV). Kata kesempurnaan menunjukkan tanpa cacat. Gambaran Lucifer tampaknya cocok dengan deskripsi yang cukup baik. Selain penamaan Lucifer Satu siBercahaya dan Putra Fajar, Alkitab juga menggambarkan Dia sebagai penuh hikmat dan maha indah, dan membandingkan dia ke keindahan dan kesempurnaan dari Taman Eden (Yehezkiel 28:12-19). Dia "berdiri dalam terang kehadiran Allah. Dia yang tertinggi dari semua makhluk diciptakan, dan terutama dalam mengungkap tujuan Allah untuk alam semesta. . . "1.
Kita harus, bagaimanapun, tanyakan bahwa jika Lucifer adalah sempurna dalam segala hal, bagaimana mungkin dosa menemukan jalan ke hatinya? Apakah ada cacat yang terabaikan dalam proses penciptaan makhluk sempurna? Atau kesempurnaan di mata kita berbeda dari persepsi Tuhan? Yehezkiel 28:15 memberi kita petunjuk tentang apa kesempurnaan adalah di mata Allah. “Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu "(Yehezkiel 28:15). Di sini, kata sempurna dalam bahasa Ibrani (Tamim) tidak berarti kesempurnaan tanpa dosa. Sebaliknya, itu berarti "lengkap," "benar," dan "logis."2 Kata teleios dalam bahasa Yunani berarti "Lengkap," "tumbuh penuh," dan "dewasa."3 Kita juga perlu mempertimbangkan konsep bebas memilih. Tuhan tidak menciptakan manusia dan tentu saja para malaikat, termasuk Lucifer, untuk menjadi robot. Dia memberi mereka (dan tentu kita juga) kebebasan untuk memilih antara benar dan salah. Oleh karena itu, apa yang Yehezkiel 28:15 tunjukkan bahwa, di alam semesta Allah, konsep "sempurna" mencakup kemampuan untuk memilih antara benar dan salah. Tanpa pilihan ini, manusia dan malaikat tidak bebas secara moral.
Dalam kesempurnaannya Lucifer mengizinkan kebanggaannya menguasai cintanya kepada Penciptanya. Lucifer ingin menjadi seperti Dia. Dia ingin mengambil tempat-Nya. kebanggaan ini menjadi kecanduan yang tidak bisa dipuaskan oleh statusnya sendiri, kecantikan, bakat, atau otoritas. Lucifer menginginkan lebih dari apa yang Allah telah begitu murah hati berikan kepadanya. Keinginan ini menjadi sebab awal dari dosa.
Kata dosa dalam bahasa Ibrani, chatta'ah, dan dalam bahasa Yunani, harmartia, keduanya berarti "melewatkan (suatu tanda)" atau “kurang.”4 Lucifer melewatkan tanda ketika datang untuk hidup dalam rencana Tuhan baginya . Dia melewatkan isyarat ketika tiba waktunya mengisi posisi dengan benar seperti yang telah diberikan Allah. Karena Lucifer memilih untuk berjalan di luar rencana Allah baginya, ia menggerakkan apa yang sekarang kita kenal sebagai dosa. Karena ia berdosa, Dia menggoda Adam dan Hawa. Dan karena Adam dan Hawa berdosa, kita juga berdosa.

Menjembati Perpecahan (Ul. 8:1-18; Pengk 12:13;. Yohanes 3:16, 17)
Karena kasih karunia-Nya, Allah melaksanakan rencana keselamatan. Terlepas dari kenyataan bahwa kita tidak sempurna dan terpisah dari-Nya karena dosa, darah Yesus meliputi mereka yang menerima kematian-Nya atas nama mereka. Dengan demikian, manusia dapat sekali lagi menjadi sempurna di hadapan Allah. Dengan demikian, orang percaya dapat menjadi sempurna dihadapan Tuhan. Dengan demikian, orang percaya dapat menjadi apa saya yang Allah inginkan—dihadapanNYA, ditudungi oleh Kasih KaruniaNYA.
Alkitab mencatat rencana-rencana keselamatan—rencana Allah untuk menjembatani kesenjangan yang diciptakan dosa dan untuk menjangkau kita pada sisi. Yohanes 3:16 dan 17 mengatakan kepada kita bahwa karena kasih-Nya yang besar bagi kita, Allah mengutus Anak-Nya untuk menebus kita. Pengkhotbah 0:13 memberitahu kita bahwa untuk "takut kepada Allah dan mematuhi perintah-perintah-Nya" adalah tugas kita. Ulangan 8, ayat 1-18 mengingatkan kita bahwa mencintai Tuhan dan memilih untuk taat kepada perintah-Nya akan membawa kita kehidupan-kehidupan yang lebih baik di bumi, tetapi yang lebih penting, hidup yang kekal.

REAKSI
1. Lucifer ingin lebih. Kapan ingin lebih bisa jadi dosa dan kapan tidak ?
2. Kesombongan Lucifer menjadikan dia jatuh. Tetapi kita sering secara tak berdosa menjadi bangga akan pekerjaan kita. Kapan kebanggan seperti tiu menjadi dosa?
3. Berdasarkan pelajaran hari ini, bagaimana anda menguraikan “pakaian” kesombongan? Apa “bahan” yang dapat digunakan untuk membuat makanan seperti itu?
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 4, p. 676.
2. The SDA Bible Dictionary, p. 840.
3. Ibid.
4. Ibid., p. 1018.

Nathaniel Tan, Singapore, Republic of Singapore
.

Selasa
5 April
Bukti
Kesombongan Membawa Perang Yes. 14:15

"Kebanggaan dalam kemuliaannya sendiri memupuk keinginan untuk supremasi. Penghargaan tinggi yang diberikan kepada Lucifer tidak dihargai sebagai karunia Allah, dan mengakibatkan tidak adanya rasa syukur kepada Sang Pencipta. Dia bangga akan kemuliaan dan peninggiannya, dan bercita-cita untuk menjadi setara dengan Allah. Dia dicintai dan dihormati oleh penghuni surga. Para malaikat senang untuk menjalankan perintahnya, dan ia berpakaikan hikmat dan kemuliaan di atas mereka semua. Namun Anak Allah adalah pemegang kedaulatan Surga, satu dalam kuasa dan otoritas dengan Bapa. Dalam semua nasihat Allah, Kristus ikut serta, sedangkan Lucifer tidak diizinkan untuk masuk dalam kebijakan Illahi. 'Kenapa,' malaikat perkasa ini mempertanyakan, “haruskah Kristus memegang kedaulatan? Mengapa dia dimuliakan diatas Lucifer?"1

Lucifer menolak untuk mendengarkan

"Para Malaikat yang setia dan benar berusaha untuk mendamaikan malaikat perkasa dan pemberontak kepada kehendak Penciptanya. Mereka membenarkan tindakan Allah dalam memberikan kehormatan kepada Kristus, dan dengan alasan paksa berusaha meyakinkan Lucifer bahwa tidak ada kehormatan yang kurang dalam miliknya sekarang daripada sebelum Bapa telah memproklamirkan kehormatan yang telah dianugrahkan Bapa kepada Anak-Nya. Mereka secara jelas menentukan bahwa Kristus adalah Anak Allah, yang ada dengan Dia sebelum malaikat diciptakan, dan bahwa Dia selama berada disebelah kanan Allah, dan otoritasnya yang lemah lembut dan penuh kasih sampai sekarang belum pernah dipertanyakan, dan Dia tidak diberi perintah kecuali memberikan sukacita bagi penghuni surga. Mereka mendesak bahwa Kristus menerima penghargaan khusus dari Bapa, di hadapan para malaikat, tidak mengurangi kehormatan yang sampai sekarang telah diterima Lucifer. . . . tetapi Lucifer menolak untuk mendengarkan."2
"Lalu ada perang di surga. Putra Allah, Pangeran surga, dan malaikat yang setia terlibat dalam konflik dengan malaikat pemberontak dan mereka yang bersatu dengan dia. Putra Allah dan malaikat yang setia, dan benar menang, dan Iblis dan simpatisannya diusir dari surga "3

REAKSI.
Apa yang akan terjadi Jika Allah Mengizinkan Lucifer Tinggal di sorga

1. The Great Controversy, p. 495.
2. Lift Him Up, p. 18.
3. The Story of Redemption, p. 19.

Christon Choo, Singapore, Republic of Singapore

Rabu
6 April
Ul. 8:18; Maz. 37:30; 119:11; Matt. 26:41; 1 Kor. 10:31; Rom. 3:23; 2 Kor. 12:9 Bagaimana
Berpakaian Seperti Orang Kristen yang “Sempurna”

Dalam usaha kita menjadi seorang Kristen yang sempurna, kita terjebak dalam melakukan daripada menjadi orang Kristen. Alih-alih bergantung pada Allah, kita berusaha untuk berbuat baik dengan kekuatan kita sendiri dan ide kita sendiri. Hal ini membuat kita bangga dengan apa yang disebut sebagai prestasi kita, dan menyebabkan kita melupakan DIA yang mewakili kita. Dalam hal ini, kita seperti Lucifer. Ia bangga berdiri di hadapan Allah dan para malaikat lainnya. Karena kebanggaan ini, ia ingin surga dijalankan sesuai dengan cara yang menurut dia harus dijalankan. Karena kebanggaan ini, membuatnya jadi berdosa. Dia tidak hanya ingin menjadi seperti Allah, ia ingin menjadi Allah.

kebanggaan dapat membutakan kita pada motif yang mendorong tindakan kita

Jadi bagaimana kita bisa, dalam usaha untuk menjadi orang Kristen yang sempurna, menyeimbangkan usaha kita dan tetap fokus pada Allah sementara tidak mengizinkan kebanggaan untuk mengalihkan perhatian kita?
Kenali ketidaksempurnaanmu. Ingat bahwa kita " Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23, LAI). Ingat juga bahwa ada pengharapan bagi kita, karena kasih karunia Allah adalah cukup bagi kita, dan kekuasaan-Nya menjadi sempurna dalam kelemahan kita (lihat 2 Korintus 12:9). Ketika kita belajar untuk mengenali keterbatasan kita, kita juga akan belajar untuk lebih bergantung pada Allah bukan pada energi kita sendiri, usaha, atau bakat.
Ingatlah Allah. Ketika semuanya baik-baik dalam hidup kita, kita cenderung untuk menganggap Tuhan apa adanya saja. Itulah sebabnya Ulangan 8:18 mengingatkan kita bahwa mengingat-Nya baik berkat kecil maupun besar untuk membantu kita untuk meletakkan segala sesuatu ke dalam perspektif. Hal ini juga membantu kita untuk menyadari betapa kecil dan tidak memadainya kita sebenarnya dan bahwa hanya Allah yang dapat memuaskan kerinduan kita yang terdalam.
Gunakan alat yang tepat. Hal ini penting untuk melindungi kita dari usaha yang dilakukan Setan. Allah telah memberikan kita Alkitab. Kita perlu ke dasar yaitu FirmanNya (Mzm. 119:11) dengan membaca dengan cermat dan dengan bermeditasi untuk kebenaran besar mengajarkannya. Kita juga perlu berdoa kepada-Nya sepanjang hari kita (Matius 26:41). Membantu orang lain untuk membantu diri mereka sendiri adalah cara lain yang baik untuk tinggal dekat dengan Allah. Ketika kita membantu orang lain yang kurang beruntung daripada kita, kita menjadi lebih sadar akan berkat-berkat Allah bagi kita.
Bersedia untuk mencari dan menerima nasihat baik. Kadang-kadang kebanggaan dapat membutakan kita pada motif yang mendorong tindakan kita. Selama masa tersebut, adalah baik untuk memperhatikan saran dan nasihat penuh kasih saudara atau saudari dalam Kristus dengan siapa kita sudah dekat (Mzm. 37:30).
Pan Shu Qin, Chengdu, China

Kamis
7 April

Pendapat
Rendah Hati, Bukan Rendah Diri Yes. 14:12–14;
1 Kor. 4:6, 7; 15:10;
Efe. 4:7

Kebalikan dari kesombongan adalah kerendahan hati. Namun kerendahan hati sejati bukanlah tentang mempertimbangkan diri untuk menjadi serpihan sampah tak berguna. Juga bukan membenamkan diri kita jadi tidak berharga. Melainkan pengakuan jujur akan nilai kita sendiri—nilai kita-kita seperti Allah melihat kita.
Dalam 1 Korintus 15:10, Paulus berkata, " Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku ".

Kristus mati untuk anda seorang manusia, karena Ia mengasihi Anda

Kesombongan mudah dikenali. Dalam 1 Korintus 4:06 7, Paulus berkata bahwa orang-orang Korintus itu "sombong" atau sombong karena mereka membandingkan diri mereka satu sama lain bahkan dalam hal-hal rohani. "Aku punya hadiah lebih rohani dari yang Anda lakukan. Paulus membaptis saya, Anda hanya dibaptis oleh Apolos. Jadi saya lebih baik dari kamu! "
Kesombongan adalah arogansi didasarkan pada kualitas atau memiliki harta yang satu merasakan lebih baik dari orang lain. bodoh Pride kita ke dalam pemikiran kita di atas orang lain, dan sering di atas Tuhan sendiri. Pride terletak ketika mengatakan bahwa kita bisa berkembang secara independen dari Allah.
Salah satu karakteristik utama Lucifer adalah kebanggaan (Yes. 14:12-14). Ketika kita bertindak berdasarkan kesombongan, kita bertindak seperti setan. Setiap kali kita bertindak seperti setan, dia mendapatkan otoritas dan kekuasaan dalam hidup kita!
Namun, untuk menghancurkan pengertian kita tentang harga diri juga bermain dengan versi kerendahan hati Setan yang dipelintir. Ketika kita menghapus diri sendiri, kita menolak nilai yang ditempatkan Allah bagi kita pada waktu Dia menciptakan kita menurut gambar-Nya dan ketika Dia mengutus AnakNya untuk mati bagi kita.
Kristus mati untuk anda seorang manusia, karena Ia mengasihi Anda. Kristus membayar hidup Anda dengan kehidupan-Nya sendiri, dan yang membuat Anda tak ternilai harganya!
Kerendahan hati sejati adalah pengenalan hal yang baik dalam diri kita dan kemudian menyadari itu berasal dari Allah. Hidup kita berharga dan bermakna karena bakat kita, talenta, berkat, dan tujuan dari-Nya. Untuk segala sesuatu yang kita miliki dan siapa kita mesti kita berikan kredit kepada Allah.
Untuk melihat diri kita seperti Allah melihat kita—itulah tujuan kita.

REAKSI
Bacalah Efesus 4:7 dan refleksikan apa artinya bagimu.

Faith Toh, Singapore, Republic of Singapore

Jum’at
8 April
Eksplorasi
Kamuflase
2 Kor. 11:3, 14; Wahyu. 12:9

SIMPULAN
Lucifer selalu menggunakan penampilan luar untuk mencapai tujuannya. Sebagai pemimpin dari semua malaikat, ia digambarkan sebagai makhluk yang paling indah di surga. Tetapi dalam Wahyu 12 topeng dikoyak untuk mengungkapkan dia sebagai penipu ulung.
Di bumi ia berpakaian dirinya sebagai ular, indah bersayap untuk masuk dan melucuti Hawa. Sejak keberhasilan itu, Setan telah terus menunjukkan dirinya dalam berbagai samaran sepanjang sejarah dalam usahanya untuk menggoda dan menipu (2 Kor 11:3,. 14).
Jangan pernah meremehkan kemampuan Setan untuk menyamarkan karakter yang sebenarnya. Hanya ingat, topeng apa pun yang dipakainya, pada akhirnya dia masih pecundang!

PERTIMBANGKAN
• Diskusikan dengan teman-teman apakah kita selalu harus benar-benar jujur. Apakah ada saat-saat ketika seluruh kebenaran bukanlah pilihan terbaik? Bagaimana Iblis menggunakan kebenaran untuk menipu orang?
• Ciptakan sebuah potret yang mencerminkan karakter Lucifer baik sebelum dan sesudah kejatuhannya.
• Teliti contoh dalam Alkitab di mana Setan jelas terlibat. Karakter topeng apa yang dia gunakan dalam setiap kasus?
• Ambil foto menggunakan film. Perbesar baik gambar dan negatif dan gantung keduanya berdampingan. Bagaimana tampilan tersebut kontras satu sama lain menggambarkan tipuan Setan?
• Lihat sebuah pameran seni. Pikirkan tentang apa yang membuat sebuah karya seni jadi indah. Apa saja komponen dasarnya (batu, logam, kertas, dll)?
• Buat ikon yang unik untuk digunakan pada ponsel Anda atau komputer yang mencerminkan kemenangan Anda, melalui Kristus, atas Setan.
• Nyanyikan atau mainkan lagu "A Mighty Fortress" Renungkan dengan hati-hati arti kata-katanya.

Hubungkan
Vaughn Allen, The War Is Real, chap. 7 (Nampa, Ida.: Pacific Press®, 2004).

Luan Miller, College Place, Washington, U.S.A.