![]()
DESEMBER 2009—Maret 2010
Pelajaran Sembilan Kwartal 1, 20—27 Februari 2010
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Buah Roh Adalah
Leman Lembut
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi (Matius 5:5)

Sabbath
20 Februari
| Lukas 6:43−45 | Pendahuluan Apa Yang Mereka Pikirkan Tentang? |
Suatu hari Sabtu setelah gereja, sekolompok anggota GMAHK pada perjalanan pulang bertemu dengan pemeriksaan polisi di suatu jalan di Port-Au-Prince, Haiti. Pada waktu orang GMAHK ini mendekat ke polisi, salah satu polisi mengatakan bahwa tidak perlu memeriksa orang-orang ini karena mereka pakai baju rapi dan Alkitab di tangan. Dengan ucapan terimakasih, orang GMAHK ini melanjutkan perjalanannya.
Tak lama setelah itu baru saya menyadari bahwa saya pakai baju rumah sakit
Pada waktu pulang kerja suatu sore, disuatu lampu merah seorang wanita membuka pintu mobil sisi penumpang. Dia merasa kurang saht dan mulaimuntah. Karena saya dekat dengannya, saya berlari kepadanya. Pada waktu dekat, saya mendengar orang-orang berkat bahwa dia hamil dan tidak makan sepanjang hari. Saya terkejut melihat bagaimana orang lain dalam mobil itu sedemikian berterima kasihnya dengan bantuan kecilku. Tak lama setelah itu baru saya menyadari bahwa saya pakai baju rumah sakit.
Beberapa detik di lampu merah, memikirkan, siapapun berhenti untuk menolong mungkin telah cenderung untuk mencari pujian. Tetapi, satu-satu pujian yang diperlukan adalah pandangan bahwa penumpang itu memerlukan bantuan
Apa yang dipikirkan dunia pada waktu mereka melihatmu? Bagaimana orang mengklasifikasikanmu? Apakah mereka mengkalifikasikanmu sebagai orang yang menghasilkan buah-buah kristiani atau sebagai pohon yang hampa? Melakukan tindakan pelayanan sederhana yang anda tahu akan menghasilkan pujian kecil atau tidak sama sekali membantu dunia melihat dalam seseorang buah kelemah lembutan dan akan membedakanmu dari siapapun. Seperti yang dikatakan Yesus, “Pohon dikenal dari buahnya” (Lukas 6:44). Buah apa yang ada hasilkan hari ini?
Pelajaran minggu ini akan membantu kita lebih mengerti buah kelemah lembutan dan bagaimana menumbuhkannya.
Francia Bissereth, Hyattsville, Maryland, U.S.A.
Minggu
21 Februari
| Logos Kekuasaan yang Terkendali | Kej. 50:15–20; Matt. 5:5; 11:29; Rom. 12:3; Gal. 6:1; Fil. 2:1–3 |
Pengertian Lemah Lembut (Matt. 5:5; 11:29)
Kebanyakan orang bila mendengar kata lemah lembut, mempunyai gambaran akan mie rebus. Seorang temanku secara bergurau mengatakan, “Orang yang lemah lembut akan mewarisi bumi . . . . . jika itu diterima semua orang.” Tetapi bila kita lihat kata lemah lembut dalam bahasa Yunani—praus—kita melihat arti yang berbeda. Arti yang pertama menguraikan tentang keseimbangan antara emosi ekstrim. Dengan kata lain, lemah lembut akan berarti keseimbangan antara terlampau banyak marah dan tidak cukup marah. Bila Alkitab mengatakan, “Dalam kemarahanamu jangan berdosa” (Efesus 4:26), ayat ini mengatkan ada bnetuk marah yang benar dan dapat dipertannggung jawabkan. Sebagai orang Kristen kita mungkin kita merasa layak untuk marah akan ketidak adilan dunia, tetapi kita akan keluar jalur bila melakukannya dengan kepala yang panas. Arti pertama dari lemah lembut menandai antara keseimbangan emosional yang ekstrim.
Yesus bukan hanya mengkampanyekan kelemah lembutan, Dia menghidupkannya
Arti lemah lembut yang kedua dan yang lebih keras adalah dinamika kuda atau lembu jantan yang patuh dan menerima perlakuan kendali tertentu dari tuannya. Disini kita lihat suatu hewan yang kuat yang dapat saja menghancrukan tuannya tetapi mau dituntun dan dilatih, dan diarahkan sesuai kehendak tuannya. Alkitab, dalam menyatakan lemah lembut sebagai indikator kehidupan yang dipenuhi Roh, jadi menunjukan seorang Krisetn yang mempunyai kuasa tetapi menyerahkan kuasa itu kepada kehendaka Allah.
Kebencian Manusia kepada Kelemah Lembutan (1 Kor. 2:14)
Sifat berdosa membesarkan kepala jeleknya dalam bentuk keinginan sendiri. Sifat fana tidak akan mengizinkan dirinya sendiri untuk dijinakan atau dibawah kekuasaan seseorang atau apapun. Dalam Taman Eden, Hawa, mendengar perkatan ular, meragukan Allah dan menumbuhkan keinginan sendiri melawan kehendak Tuhan. Dengan melakukan itu, dia berlaku berlawanan dengan roh kelemah lembutan. Dia tidak menyerahkan diri kepada Allah. Kebanyakan orang setuju bahwa sebagai manusia, kita merasa sulit untuk menyerah. Awal musa dosa menunjukan kepada kita bahwa Allah memberikan hadiah kelemah lembutan agar manusia tetap dapat setia kepada kehendakNYA.
Jesus Berkata, “Jadilah SepertiKU” (Matt. 11:29)
Yesus, teladan sempurna kita datang ke dunia ini untuk menunjukan jalan keselamatan. Hidupnya adalah hidup yang berserah secara total dan percaya kepada Allah Bapa. Alkitab mengatakan bagaimana dia sering berdoa pada malam hari untuk mendapatkan kekuatan untuk menjalankan misiNYA. Jadi, Dia mengundang kita untuk memikul kukNYA. Pada zaman Yesus, kuk bukanlah sesuatu yang bisa anda dapatkan di toko Wal-Mart Yerusalem yang terletak pada rak-raknya. Tetapi, sebuah kuk dibuat khusus oleh tukang untuk disesuaikan dengan hewan yang menggunakannya untuk menarik beban berat. Kuk itu bukanlah beban tetapi suatu alat yang akan membuat beban mudah ditarik. Jadi, pada dasarnya, Yesus berkata, “Sepanjang engkau membawa beban, mari KUberikan kepadamu kuk yang dapat membantumu. Dan kuk KU itu mudah.” Yesus juga mengatakannya dengan cara ini, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh. 16:33)
Yesus bukan hanya mengkampanyekan kelemah lembutan, Dia menghidupkannya. Dalam usahaNYA untuk menyelamatkan umat manusia, hidupNYA memberi teladan penyerahan lemah lembut—satu-satunya cara yang mungkin untuk masuk kesuatu hubungan yang benar dengan Allah dan merasakan kesukaan yang benar dan kegembiraan tanpa akhir. Yesus bisa saja dengan mudah menggunakan kuasaNYA untuk mengalahkan musuh-musuhNYA. Tetapi, Dia menyimpan kuasa itu dibawah kendali Allah. Adalah merupakan suatu penipuan untuk berfikir bahwa kita dapat benar-benar gembira diluar kehendak Allah. Kesukaan yang benar hanya dapat ditemukan dalam penyerahan.
“Dalam kondisinya yang tak berdosa, manusia mendapatkan persekutuan yang gembira dengan Allah . . . . Setelah dosa, dia tidak lagi mendapatkan kegembiraan dalam kesucian . . . . . Seperti itulah kondisi hati yang tidak diperbaharui. . . . . . .Dapatkah dia diizinkan masuk ke sorga, tidak akan menjadi kegembiraan baginya. Roh kasih yang tidak mementingkan diri yang berkuasa disana . . . . . . . akan menyentuh senar yang tak menjawab dalam jiwanya. Pikirannya, ketertarikannya, motifnya, akan menjadi orang asing kepada mereka yang hidup tanpa dosa disana.”*
Yesus memberikan teladan penyerahan dan mengundang kita untuk mengikutiNYA dalam kelemah lembutan.
Janji Orang Yang Lemah Lembut (Kej. 1:28; Maz. 37:11; Matt. 5:5; Gal. 5:22, 23)
Jika anda pernah bertanya-tanya kenapa orang yang lemah lembut adalah pewaris bumi, anda tidak sendirian. Bila kita baca buku Kejadian, nenek moyang pertama kita diperintahkan Allah untuk memenuhi bumi dan menjaganya. Dosa mengobahkan segalanya. Tetapi, kita juga menemukan dalam Perjanjian Lama suatu permohonan kepada manusia untuk menyerahkan kembali keinginan mereka kepada Allah berdasarkan janji berikut: “Tetapi orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira” (Maz. 37:11). Kehidupan Yesus di dunia menunjukan kepada kita apa artinya lemah lembut yang benar. Dalam Galatia, janji orang yang lemah lembut mewarisi bumi diperbaharui sehingga sekarang melalui Roh kita dapat menerima buah.
REAKSI
1. Apa yang mencegahmu untuk menghidupkan kehidupan yang lemah lembut?
2. Apa implikasinya bagi orang Kristen yang lemah lembut akan mewarisi bumi? Apakah janji ini mempunyai pengaruh langsung, atau hanya untuk masa depan? Terangkan jawabmu.
____________
*Steps to Christ, pp. 17, 18.
Kendall Turcios, Houston, Texas, U.S.A.
Senin
22 Februari
| Kesaksian Kelemah Lembutan: “Bukti yang tak SalahUnmistakable Evidence” | Yohn 3:1–21; 15:1–6 |
“Keberadaan pasti akan kelemah lembutan merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa kita adalah cabang dari Pokok Yang Benar, dan kita menghasilkan banyak buah. Ini merupakan bukti bahwa melalui iman kita berpegang kepada Raja dalam keindahannya dan berobah menjadi semakin seperti dia. Ditempat ada kelemah lembutan, kecenderungan alami berada pada kendali Roh Kudus. Kelemah lembutan bukanlah bentuk khusus dari pengecut. Ini adalah roh yang dimanifestasikan Kristus pada saat menderita cedera, pada saat menghadapi penghinaan dan penyiksaan. Menjadi lemah lembut bukanlah menyerahkan hak kita; tetapi menjaga pengendalian diri terhadap provokasi untuk marah ataupun roh balas dendam. Kelemah lembutan tidak akan membiarkan nafsu menguasai.
Kelemah lembutan bukanlah bentuk khusus dari pengecut
“Pada waktu Kristus dituduh oleh para imam dan orang Farisi, dia melakukan pengendalian diri, tetapi dia mengambil sikap bahwa tuduhan mereka itu tidak benar. Dia mengatakan kepada mereka: “Siapa diantar kamu yang menuduhku berdosa? Bila saya mengatakan yang salah, bersaksi yang tidak benar, tetapi jika tidak, kenapa engkau mencercaku? Dia tahu posisinya benar. Pada waktu Paulus dan Silas disiksa dan dilemparkan ke penjara tanpa pengadilan atau hukuman, mereka tidak menyerahkan hak mereka untuk diperlakukan sebagai warganegara yang baik. Pada waktu terjadi gempa bumi yang besar, dan dasar penjara bergoyang, dan pintu terbuka, dan ikatan mereka terlepas, dan sipir kepala mengirimkan kabar bahwa mreka boleh pergi dengan damai, Paulus menyampaik protes, dan berkata: ‘Mereka telah menyiksa kami tanpa alasan, dan sebagai orang Roma, dan telah melemparkan kami ke penjara; dan sekarang mereka melepaskan kami begitu saja? Terimakasih; tetapi biarkan mereka sendiri yang datang menjemput kami . . . . Dan mereka datang dan mencari mereka, dan membawa mereka keluar, dan menginginkan mereka keluar darikota.’ Melalui tindakan Paulus dan Silas nama Allah ditinggikan dan otoritas direndahkan. Adalah perlu bahwa kehormatan Alah mesti dijaga pada saat sekarang.”*
REAKSI
Berkemungkinan besar anda saat ini menghadapi suatu situasi yang membutuhkan tipe kelemah lembutan yang ditampilkan Kristus pada waktu di bumi ini. Bagaimana anda bertindak dalam cara yang lemah lembut, sehingga kehormatan Allah ditinggikan dan anda tidak menyerahkan hak anda, sementara dalam semuanya itu mempertahankan kendali diri dengan bantuan Roh Kudus.
____________
*Ellen G. White, Signs of the Times, August 22, 1895.
Lauren Halstrom, Saginaw, Michigan, U.S.A.
Selasa
23 Februari
| Matt 5:5 | Bukti Kelemah Lembutan atau Kelemahan |
Lemah lembut tidak sama dengan kelemahan. Jika demikian, adalah tidak mungkin bagi orang yang lemah untuk mewarisi bumi. Sekilas, orang dalam Alkitab yang lemah lembut tampaknya menyerah dan takut kepada otoritas. Pandangan tentu saja menipu. Kelemah lembutan berakar pada kesetiaan hanya kepada Allah dan patuh kepadaNYA sebagai Hakim dan Raja.1 Orang Kristen mengalami pencobaan dan kesukaran karena kepatuhan mereka. Orang yang lemah lembut akan merasa kuatir, tetapi mereka mengkomunikasikannya dengan Allah dan menemukan kenyamanan dan kekuatan dari FirmanNYA. Membaca Alkitab dan berdoa akan menuntun mereka. Orang-orang seperti itulah yang mampu untuk mewarisi bumi.
Kekuatan Allah sempurna, dan Dia akan memberi kita kekuatan jika kita mengizinkan Dia melakukannya
Satu definisi lemah lembut adalah “mengalah”. Menyiratkan ide kekuatan yang terkendali. “Apabila seekor kuda didomestikasi, dia terlatih sehingga orang dapat menunggangnya atau dapat menarik bajak. Terminologi yang tepat untuk proses ini adalah hewan ini telah ”dijinakan”. Mengikuti arahan ataupun kuk. Hewan tersebut sekarang menunjukan kekuatan yang terkendali.”2 Abraham lemah lembut. Apabila saja dia bergantung kepada kekuatannya sendiri, pastilah dia tidak akan mau menurut dalam mengorbankan putranya, tidak juga dia akan meninggalkan negerinya ke tempat yang tidak dikenalnya. Ayub mungkin akan mempertanyakan atau meragukannya pada waktu mendapat kesulitan, tetapi dengan kelemah lembutan, dia mampu mengatakan, “terpujilah nama Tuhan” (Ayub 1:21). Jika saja Ayub bergantung pada kekuatannya sendiri, dia akan mengutuk Allah dan langsung mati (Ayub 2:9). Kelemah lembutan menuntun Yohanes pembabptis untuk mengatakan, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30). Bukankah itu arti dari kelemah lembutan? Kekuatan Allah sempurna, dan Dia akan memberi kita kekuatan jika kita mengizinkan Dia melakukannya.
Petrus memberi arahan kepada orang Kristen dengan peringatan seperti ini: “Kamulah umat pilihan Allah, immamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNYA yang ajaib. (1 Pet. 2:9). Orang-orang seperti Abraham dan Petrus tahu mereka adalah imamat yang rajani. Mereka dapat bersukaria dalam keistimewaan status mereka. Sebelumnya mereka berada dalam kegelapan, tetapi sekali mereka menyerahkan dalam kelemah lembutan kepada kehendak Allah mereka menjadi terang Allah. Mereka mempunyai kerinduan untuk kerajaan yang telah dijanjikan kepada mereka.
Jadi, sobatku, jadilah lemah lembut.
____________
1. God’s Word to Women, “What Is Meekness?” http://www.godswordtowomen.org/Lesson 52.htm (accessed December 4, 2008)
2. “What Is Meekness?” http://healtheland.wordpress.com/2007/11/15/what-is-meekness (accessed December 4, 2008)
Samuel Pegus, Adelphi, Maryland, U.S.A.
Rabu
24 Februari
| Bagaimana Suatu huruf Vokal Yang Membuat Segalanya Berbeda | Fil. 2:3−5; 1 Pet. 3:4 |
Ada suatu pepatah Spanyol yang mengatakan “Manso pero no menso” (Lemah Lembut tetapi tidak tolol). Dalam bahasa Spanyol, satu huruf vokal membuat segalanya berbeda antara dua kata manso dan menso. Tetapi secara praktis, terdapat kevakuman diantaranya. Bagi kebanyakan orang Kristen, pemberian Kristus untuk menjadi “lemah lembut dan rendah hati” (Mat. 11:29) adalah salah pemberian yang paling sulit untuk diterima dan dihidupkan. Kemungkinan, alasannya bukan ketidak inginan tetapi pengertian apa yang diminta atau termasuk dalam kelemah lembutan.
Kamus The Merriam-Webster Dictionary mendefinisikan kelemah lembutan sebagai “kurang dalam semangat dan keberanian: menyerah” dan “tidak kuat”. Definisi ini berkonotasi negatif. Ini membuat tampaknya orang yang lemah lembut adalah keset pintu yang diam untuk diinjak oleh orang yang kuat dan kompeten. Dan jika kita semuanya jujur, tidak ada satupun dari kita mau secara sukarela menjadi keset dipintu.
Roh Allah yang hidup dalam kita memberikan keseimbangan dan membuat semuanya berbeda
Walaupun begitu, dalam 1 Petrus 3, Yesus mengatakan bahwa kelemah lembutan merupakan nilai yang besar dimata Allah. Karenanya, sudah selayaknya kita mengambilnya. Melalui teladan Yesus, kita dapat belajar bahwa kelemah lembutan dinyatakan bukan hanya pada hal-hal yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita melakukannya. Sikap kita menentukan apakah kita lemah lembut ataukah kita si tolol. Menjadi lemah lembut menunjukan kita mempunyai kemampuan untuk bereaksi secara kasar tetapi memilih untuk tidak melakukannya. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan mengikuti teladan kelemah lembutan Yesus. Berikut adalah cara bagaimana kita dapat melakukannya:
Berserah secara total kepada Allah (Yoh. 5:30). Walaupun Yesus merupakan Bagian yang setara dari KeAllahan, Dia berserah sepenuhnya kepada Bapa dan Roh Kudus. Bila kita menghadapi situasi yang sulit, hubungan kita dengan Allah memainkan peranan kunci dalam bagaimana kita bereaksi.
Mengutamakan orang lain (Fil. 2:5-7). Yesus menawarkan semua yang dimilikiNYA demi kita. Bila kita melihat orang lain melewati situasi yang menantang dan mempunyai sumber daya untuk menolong mereka, maka kita mesti melakukannya, walaupun itu membuat kita berada dalam posisi yang tidak nyaman.
Berjalan dengan rendah hati bersama Allah (Mika 6:8). Bila kita mengikuti persyaratan dalam Mika 6:8, kita mengizinkan diri kita sendiri untuk menjadi agen perobahan kepada kehidupan orang lain.
Allah menginginkan kita menjadi sabar dan rendah hati tetapi selalu siap untuk melakukan pertempuran iman yang baik. Berdasarkan standar dunia, kita mungkin terlihat tolol. Tetapi Roh Allah yang hidup dalam kita memberikan keseimbangan dan membuat semuanya berbeda.
Gladys S. Kelley, Laurel, Maryland, U.S.A.
Kamis
25 Februari
| Matt. 11:29, 30 | Pendapat Kedamaian yang Benar Ditemukan dalam Kerendahan Hati |
Seringkali kita merasa ragu untuk menerima nasihat orang lain. Dan jika kita melakukannya, kita terlebih dahulu ingin mengetahui tentang pengalaman, latar belakang, kepercayaan, dan seterusnya. Karena, setelah semuanya, apakah mereka tahu apa yang mereka katakan? Apakah mereka telah melewati apa yang telah anda lewati? Apakah mereka benar-benar telah mengerti tentang anda?
Adalah sulit bagi kita untuk hanya percaya dan mengikuti, mencampakan semua pengalaman hidup kita dan berpikir bahwa seseorang dapat menuntun kita melalui suatu krisis atau kesulitan. Sebagai tambahan terhadap itu, bayangkan jika orang itu memberikan nasehat dan juga mengatakan, “Lakukan apa yang kukatakan, dan bawalah bebanku.” Berat sekali permintaan itu bukan? Mensyaratkan kita untuk merendahkan hati kita sendiri dan benar-benar percaya bahwa orang yang memberikan nasihat benar-benar dapat dipercaya, setia, dan yang paling penting, benar-benar memperhatikan kepentingan anda.
Kita tidak akan mendapatkan kedamaian yang benar dengan mendapatkan harta, uang, atau kekuasaan.
Yesus Kristus—Juruselamat kita, Guru, dan Sahabat, dan Tuhan—mengatakan dalam Matius 11:29, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-KU, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan”. Dalam ayat 30 Yesus lebih lanjut mengatakan bahwa bebanya ringan. Saya membayangkan bahwa Yesus menambahkan ini karena Dia mengetahui hatimu. Dia tahu bahwa reaksi pertama kita akan, “memikul kukmu? Sorry aja ya! Bebanku sudah cukup berat.”
Yesus mengetahui “beban” kita dan itu tidak sebanding dengan “beban”NYA sebagai Pencipta dan Penjaga. Dia juga tahu bahwa bila kita menerima kukNYa, beban kita akan semakin ringan. Dari Dia kita mempelajari bahwa untuk mendapatkan peristirahatan bagi jiwa kita adalah dengan menjadi lemah lembut dan rendah hati, daripada membenarkan diri sendiri dan mengkritik orang lain.
Kita tidak akan mendapatkan kedamaian yang benar dengan mendapatkan harta, uang, atau kekuasaan. Ada banyak bukti di kehidupan para selebritis Hollywood. Dunia dapat mengambil harta materi dari kita secepat dunia memberikannya kepada kita. Sifat alami kita yang selalu ingin adalah bunuh diri dan hanya menuntun kita kepada kesakitan dan masalah yang lebih banyak. Tetapi Yesus menuntun dengan teladan dan menunjukan kepada kita bahwa hanya dengan merendahkan diri kita sendiri baru kita dapat mewarisi kerajaan Allah.
Yesus adalah Teladan hidup kita. Kedamaian yang diberikanNYA adalah hadiah. Kita tidak bisa mendapatkannya dengan perbuatan baik atau harta berlimpah di bank. Apa yang dapat kita lakukanlah merendahkan hati kita sendiri, puji Tuhan, dan menumbuhkan buat kelemah lembutan yang telah dimodelkan oleh Tuhan kita dan Juruselamat, Raja, dan Sahabat. Hanya dengan itu, kita menemukan damai dan hidup yang kekal.
Andrew Gregory Stoner, Frederick, Maryland, U.S.A.
Jum’at
26 Februari 2010
| Eksplorasi Kelemah Lembutan—Suatu Kata yang Keras | Phil. 2:5-8 |
SIMPULAN
Menjadi lemah lembut menjadi banyak hal. Menjadi ramah dan baik. Menjadi lemah lembut berarti tidak memenangkan suatu argumen. Menjadi lemah lembut menjadi kurang defensif. Menjadi memikirkan orang lain terlebih dulu dan melayani orang yang berada disekelilingmu. Menjadi lemah lembut adalah menyerahkan untuk menjadi yang benar. Menjadi lemah lembut adalah mengetahui dan melakukan kebenaran bahwa semua orang adalah berharga. Menjadi lemah lembut adalah menjadi seperti Kristus. Tidak aneh lemah lembut merupakan suatu kata yang keras.
PERTIMBANGKANCONSIDER
- Berdoa “berbahagialah orang yang lemah lembut” untuk sepanjang minggu dan memantulkan bagaimana menjadi lemah lembut merobahkan hidupmu menjadi lebih baik.
- Hadirilah suatu gereja dari budaya yang berbeda darimu selama sebulan dan membuat persahabatan dengan orang disana paling tidak tiga orang.
- Tidak menekan klaksonmu selama seminggu. Tuliskan laporan apa yang perobahan yang anda lihat dalam dirimu sendiri dalam hubungannya dengan pengemudi lain dan sifat menyetirmu.
- Luangkan waktu setiap minggu selama dua bulan dengan sekelompok orang atau dengan individu yang mempunyai kebutuhan khusus. Lakukan ini melalui organisasi pelayanan yang membutuhkan pelayanan. Apa yang engkau pelajari tentang kelemah lembutan dan bagaimana ini dapat merobah hidupmu sebagai akibat pelayanan itu? Idealnya pengalaman ini akan menjadi bagian dari hidupmu.
- Mengalah dalam pendapat dan kebutuhan untuk menjadi benar dalam diskusi keluarga.
- Praktekan disiplin untuk berdiam selama sepuluh menit setiap hari selama seminggu. Apa yang anda dengar dari Allah selama waktu itu?
- Carilah cara untuk mempertahankan hak orang yang membutuhkan dan miskin dalam masyarakatmu.
HUBUNGKAN
Thoughts From the Mount of Blessing, pp. 13–18; Welfare Ministry, pp. 81–86.
Sergio Torres, Miami, Florida, U.S.A.