Pakaian Kasih Karunia:
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 2,
Baju Baru Anak Yang Hilang
28 Mei—4 Juni 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali (Lukas 15:32)
Sabbath
28 Mei
Lukas 15:11–32; Galatia 4 Pendahuluan
Jubah Kebenaran Untuk Anak Yang Nakal
Ketika anak yang hilang memutuskan untuk pulang, harapannya dan penyelesainnya adalah bahwa ia hanya akan meminta ayahnya untuk mempekerjakan dia sebagai salah satu pekerjanya. Karena ia telah mengabaikan nasihat ayahnya, membuat semua pilihan yang salah, banyak kesia-siaan, dan menjual sahamnya, ia percaya bahwa ia layak untuk apapun.
Apa yang dilakukan sang ayah, bagaimanapun, adalah memakaikan dia pakaian dengan pakaian terbaik yang tersedia di rumah, termasuk jubah, cincin, dan sepasang sandal. Sang ayah yang menganugerahkan "hadiah" ini untuk demonstrasi kasih karunia Allah di teruskan kepada orang berdosa. Meskipun orang berdosa mengembara jauh dari Allah, Dia sedang menunggu, sama seperti sang ayah menunggu anaknya, untuk mengungkapkan kasih karunia-Nya kepada mereka.
Dia memperlakukan kita seolah-olah kita belum pernah melarikan diri
Ketika Paulus berbicara kepada jemaat di Galatia tentang kasih karunia Allah dan kelimpahanmya, ia mengatakan kepada mereka bahwa ia rindu mereka untuk bertumbuh dalam kasih karunia itu. Sebelumnya, ia telah mengajar mereka bagaimana Yesus telah datang ke dunia, menyerang kerajaan Setan, dan membuat Galatia sebagai ahli waris-Nya. Mereka dengan sukacita menerima pesan Paulus dan menjadi pengikut Kristus, tetapi setelah Paulus pergi, guru-guru lain datang dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus mendapatkan keselamatan dari Allah dan nikmat-Nya dengan melakukan hal-hal tertentu. Saat ini, kisah anak yang hilang terus menggambarkan hakikat sebenarnya dari kasih karunia Allah. Bapa (Allah) memakaikan anak (kita) dengan pakaian yang bersih (kebenaran Allah). Si anak tidak melakukan apa pun untuk layak menerima hadiah tersebut. Namun ayah menerima anak kembali ke dalam rumah tangga. Demikian juga, ketika orang-orang berdosa bertobat dan menerima kebenaran Kristus sebagai milik mereka sendiri, mereka sekali lagi menjadi anak-anak Pencipta. Ketika kita kembali, Dia memperlakukan kita seolah-olah kita belum pernah melarikan diri. Ini adalah kasih karunia Allah, yang tidak layak kita terima. *
Minggu ini, kita akan mempelajari kesediaan Bapa untuk memakaikan kita pakaian kebenaranNya. Kita juga akan melihat sifat kebenaran itu dan bagaimana "memakai" kebenaran yang akan mempengaruhi kehidupan kita. Sementara kita belajar, ingat bahwa penerimaan anda terhadap kebenaran-Nya akan menentukan apakah anda akan menikmati pesta yang dibuatNYA untuk kita ketika kita kembali kepada-Nya.
____________
*See William Barclay, The Gospel of Luke, rev. ed., p. 205.
Ephraim Opuge, Kisii, Kenya, East Africa
Minggu
29 Mei
Bukti
Kebenaran “Ya” atau Kebenaran “Tidak” Lukas 15:1,2
Dalam aya kunci hari ini, kita melihat bahwa Yesus menyambut baik orang-orang yang ditolak ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Dia berbagi untuk semua empat kelompok yang disebutkan dalam ayat 1 dan 2. Minggu ini, perhatian kita tercurah untuk cerita yang terakhir—cerita anak yang hilang—dan apa yang diajarkan oleh cerita ini kepada kita tentang Pemberian Kebenaran Allah.
Biasanya, seorang anak akan menerima warisan di saat kematian ayahnya. Fakta bahwa adik menuntut pembagian harta keluarganya lebih awal menunjukkan pemberontakan dan kebanggaan mengabaikan otoritas ayahnya, belum lagi sikap egois dan belum dewasanya. Seberapa sering kita menunjukkan sikap seperti ini terhadap Allah?
Kadang-kadang kita harus jatuh sampai dasar sebelum kita mengakui dosa kita
Babi adalah binatang najis. Orang Yahudi bahkan tidak diizinkan untuk menyentuh mereka. Ketika anak muda itu mengambil pekerjaan memberi makan babi, dan ketika ia bahkan merindukan makanan babi untuk mengisi perutnya, kita melihat betapa rendahnya jatuhnya anak itu. Dia telah mencapai titik dasar. Tetapi dengan begitu, dia akhirnya sadar. Kadang-kadang kita harus jatuh sampai dasar sebelum kita mengakui dosa kita dan kebutuhan kita untuk menerima kebenaran Allah.
Sang ayah melambangkan Bapa surgawi kita. Ia menunggu dengan sabar, dengan penuh kasih sayang, bagi kita untuk kembali kepada-Nya dengan kerendahan hati. Dia menawarkan kita segala sesuatu dalam kerajaan-Nya, memulihkan kita untuk suatu hubungan penuh di dalam Dia dengan perayaan kegembiraan. Dia bahkan tidak memikirkan ketidakpatuhan masa lalu kita.
Jelas sekali anak yang lebih tua adalah seperti ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Pembenaran diri mereka mencegah mereka dari bersukacita ketika orang-orang berdosa kembali kepada Allah. Kepahitan dan kebencian mereka terus mereka mencegah mereka dari mengembangkan semangat pemaaf dan membutakan mereka untuk harta yang terbentang di depan mereka.
Perumpamaan ini mengungkapkan karakter Allah dan keinginan-Nya bahwa semua orang berdosa dapat kembali ke hubungan orangtua-anak dengan-Nya. Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi menganggap orang-orang tertentu tidak layak akan Kerajaan Allah, dan mereka mengkritik Yesus karena berkumpul dengan mereka. Jadi perumpamaan tentang anak yang hilang menunjukkan kasih Allah bagi mereka yang siap untuk menerimanya (anak yang hilang yang kembali ke ayahnya), dan penolakan-Nya terhadap kebenaran egois orang Farisi (anak yang lebih tua dalam perumpamaan).
REAKSI
1. Mengapa orang berdosa memiliki kesempatan di hadapan Allah?
2. Bagaimana kita bisa bebas dari kebenaran yang egois?
Nimrod Magati, Kisii, East Africa
Senin
30 Mei
Lukas 15:4–32; Roma. 5:12–20 Logos
Kembali
Walaupun cerita tentang anak yang hilang telah ada sejak ribuan tahun lalu, tetapi tetap masih memberikan pelajaran yang banyak kepada kita tentang bagaimana Allah menyelamatkan kita dari dosa.
Bagaimana Bapa Memperlakukan Orang-orang berdosa (Lukas 15:20)
Anak laki-laki itu pergi ke tempat yang jauh, memimpin kehidupan liar penuh petualangan, dan menikmati segala sesuatu yang dapat dinikmati (harfiah dan simbolis). Sampai dia dihadapkan dengan kegagalan dan putus asa baru kembali ke rumah, bertobat dan bersedia melakukan apa pun untuk memenangkan kembali dukungan ayahnya. Yang mengejutkan, bagaimanapun, dan kejutan juga bagi orang lain, bapa menyambut dia kembali kedalam kasih dan mengampuninya tanpa pertanyaan. Tidak ada jumlah waktu, tidak ada jumlah uang, dan tidak ada jumlah pemberontakan yang bisa masuk kedalam kesabaran dan kasih tanpa syarat untuk anaknya. “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali"(Lukas 15:24). Tentu saja, pesan mengagumkan di sini adalah bahwa Allah adalah sabar dan penuh kasih karunia kepada kita semua, tidak peduli apa yang kita lakukan. Dia rela untuk menyambut kita setiap kita pulang kedalam pelukanNYA yang penuh kasii dan pengampunan.
Allah rindu setiap kita untuk menemukan keselamatan di dalamNYA
Kebenaran Bapa (Lukas 15:22-24)
Baju dan pakaian anak yang hilang itu amat berantakan pada waktu pulang. Dia dan bajunya tercemar dengan kotorang dan keringat dari kandang babi. Namun sang bapa memeluknya, dan menyerukan untuk membawakan pakaian bagus dan perhiasan kepadanya. Pernyataan penyesalan anak tersebut mewakili kondisi manusia kita sebelum kita datang kepada Kristus. Kita berdosa secara alami, dan karena itu, pikiran kita, kata-kata, tindakan, dan keinginan menodai kehidupan kita. Pakaian sang ayah mewakili kemurnian dan kebenaran Yesus. BerPakaikan kebenaran-Nya, kita mampu menghadapi Pencipta kita, Juruselamat, dan Tuhan. Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan keberpihakan-Nya. Pakaian bersih, cincin, dan sepasang sepatu "bukanlah kebutuhan, tetapi pertanda khusus. Sang ayah tidak hanya memberikan kebutuhan anaknya, namun menghormatinya, dan dengan demikian memberikan bukti kasih dan sukacita yang memenuhi hatinya sendiri."1
Respon kita (Lukas 15:28-32)
Sang kakak "kadang-kadang tua-tua jemaat, seorang pemimpin dalam kelompok reformasi, seorang anggota kunci. Dia berpikir atau rela berpikir bahwa semua ras lain “lebih rendah”. Seseorang tidak punya pekerjaan adalah penganggur: “Saya selalu bisa mendapatkan pekerjaan, dan selalu bekerja keras.” Seorang yang hilang seperti anak bungsu hanyalah seorang pemboros: "Sebenarnya tidak ada yang bisa anda lakukan kepada mereka," katanya "2.
Bagaimana kita bereaksi ketika orang berdosa masuk ke dalam lingkungan Allah? Apakah kita seperti kakak? Banyak kali orang Kristen dewasa berpikir bahwa "pendatang baru" tidak tulus. Mereka curiga terhadap petobat baru dan tidak mau merangkul mereka. Banyak yang tidak percaya atau menerima bahwa orang lain sama seperti diri mereka membutuhkan kasih karunia Allah yang menyelamatkan atau layak untuk itu. Oleh karena itu, mereka telah jadi hambatan bagi jiwa yang mestinya dapat datang kepada Allah. Tidak seperti saudara anak yang hilang itu, kita harus menyambut mereka yang telah memilih untuk mengikuti Tuhan. Kita harus membantu mereka dan merangkul mereka dengan penuh kasih sayang. Ketika anak yang hilang kembali ke rumah, ia membutuhkan penerimaan, dan itulah yang diberikan ayah kepadanya.
Kasih yang dikaruniakan Allah kepada kita yang mengasihiNYA diperlukan dalam dunia ini lebih banyak lagi dari sebelumnya. Banyak jiwa yang setiap hari datang kepada kita, dan reaksi kita kepada mereka akan menentukan apakah mereka akan tinggal di rumah Allah atau mereka akan berkeliaran kembali ke tempat asing dosa. Allah rindu setiap kita untuk menemukan keselamatan di dalamNYA. Dia menawarkan kita keselamatan itu dan meminta agar kita membagikan tawaranNYA kepada orang lain.
"Kekuatan dan kasih karunia telah diberikan melalui Kristus yang dibawa oleh pelayanan malaikat untuk setiap jiwa yang percaya. Tidak ada yang begitu berdosa sehingga mereka tidak dapat menemukan kekuatan, kemurnian, dan kebenaran dalam Yesus, yang mati bagi mereka. Dia sedang menunggu untuk melucuti pakaian mereka yang kotor dan tercemar dengan dosa, dan mengenakan kepada mereka jubah putih kebenaran, ia menawarkan mereka kehidupan, dan bukan kematian "3.
REAKSI
1. Undangan untuk bergabung dengan keluarga Allah diperpanjang untuk kita masing-masing. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa kita juga berbagi undangan ini dengan orang lain?
2. Anak yang hilang harus melepaskan pakaian kotor untuk menerima jubah yang ditawarkan ayahnya. Apa arti hal ini bagi kehidupan kita sehari-hari?
3. Apa yang harus dihapuas oleh anak yang hilang dari hidupnya?
4. Sementara sang ayah mampu mengampuni adik, tampak seolah-olah kakak tidak bisa. Bagaimana Menurut Anda ketidakmampuan mengampuni ini mempengaruhi hidupnya? Apakah ada seseorang dalam hidup Anda yang perlu anda maafkan tapi tidak bisa? Bagaimana ini mempengaruhi hidup Anda? Berdoalah kepada Allah bahwa Dia akan memberikan kepadamu roh mencintai dan memaafkan.
5. Lukas 15: 20 mengatakan bahwa bahkan ketika anak itu masih jauh ayah melihatnya. Apa yang dikatakan hal ini tentang bapa dan juga tentang Allah?
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 821.
2. The Interpreter’s Bible, vol. 8, p. 279.
3. Steps to Christ, p. 53.
Daniel Osewe, Olembo District, Central Nyanza Field, East Africa
Selasa
31 Mei
Kesaksian
“Kembalilah PadaKU” Lukas 15:11–32
"Dalam perumpamaan tentang anak yang hilang diperlihatkan bahwa Tuhan bertindak dengan mereka yang dulu telah kenal kasih Bapa, tetapi yang telah mengizinkan pencobaan menawan mereka"1
"Kasih Tuhan masih merindukan orang yang telah memilih untuk berpisah dariNYA, dan Dia telah menetapkan suatu operasi pengaruh untuk membawa mereka kembali ke rumah Bapa. . . . Ini adalah kasih yang menarik dia [anak yang hilang] menuju rumah. Jadi itu adalah jaminan dari kasih Allah yang membatasi orang berdosa untuk kembali kepada Allah. 'Kebaikan Allah menuntun engkau kepada pertobatan. "Rom. 2:4. Sebuah rantai emas, belas kasihan dan kasih sayang cinta Illahi, dilewatkan kepada setiap jiwa terancam. Tuhan menyatakan, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal; karena itu dengan kasih setia aku menarik engkau." Yer. 31:3 "2.
Dia mengambil dari bahunya sendiri mantel, mewah, dan memalungkannya ditubuh anaknya yang lusuh
"Bapa tidak akan mengizinkan mata menghina mengejek pada penderitaan dan kecompang-campingan anaknya. Dia mengambil dari bahunya sendiri mantel, mewah, dan memalungkannya ditubuh anaknya yang lusuh, dan pemuda itu ber-isak-tangis akan pertobatannya. . . . Sang ayah memegang dia dekat ke sisinya, dan membawa dia pulang. Tidak ada kesempatan yang diberikan kepadanya untuk meminta tempat pelayan. Dia adalah seorang putra, yang akan dihormati dengan yang terbaik yang ada rumah. . . "3.
"Dalam perumpamaan ini tidak ada ejekan, tidak ada umpatan yang menyebutkan kejahatan si anak muda. Si anak merasa bahwa masa lalunya diampuni dan dilupakan, dihapuskan selamanya."4.
REAKSI
1. Apakah yang diajarkan perumpamaan ini kepada anda jika anda merasa bahwa kehidupanmu tidak mengarah ke jalan yang benar dan anda perlu berobah?
2. Pikirkan sesuatu yang anda yakini menghambat anda untuk memiliki hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Bagaimana kesediaan-Nya untuk menyambut Anda pulang berbicara kepada anda sekarang?
____________
1. Christ’s Object Lessons, p. 198.
2. Ibid., p. 202.
3. Ibid., pp. 203, 204.
4. Ibid., p. 204.
Jackson Watembo, Ongata Rongai, Kenya, Africa
Rabu
1 Juni
Yesa. 40:31;
Zakh. 3:1–4;
1 Yohn 1:9; 5:17 Bagaimana
Rantai Penghubung Pakaian dan Kebenaran
Alkitab mengajarkan kita tentang kasih Allah, dan dalam beberapa hal, ini menjelaskan apa yang Allah lakukan untuk menebus manusia. Kitab Zakharia dan cerita tentang anak yang hilang adalah dua hal tersebut. Pakaian kotor dari anak yang hilang dan Yosua, imam besar, merupakan kondisi saat ini dan dosa-dosa kita. Pertukaran pakaian bersih bagi yang kotor di kedua cerita mewakili Allah menghilangkan sifat dosa kita dan dosa-dosa kita dan menutupi kita dengan kebenaran Kristus. Sementara Allah membuat pertukaran ini, kita mesti melakukan hal-hal berikut:
Jika engkau tidak ragu, engkau akan merasakan Allah menghidupkanmu kembali
Terima bahwa kita telah hilang. Ini termasuk mengakui dosa-dosa kita dan bertobat. Bila kita melakukannya, semua mahluk surga bergembira, dan Bapa mengampuni kita. "Jika kita mengaku dosa kita, Ia adalah setia dan adil dan akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9)
Melangkah dengan iman. Buat usaha untuk mencari Tuhan dan untuk tinggal di hadirat-Nya selalu. "Kita tahu bahwa siapa pun yang lahir dari Allah tidak terus berbuat dosa, orang yang lahir dari Allah membuat dia aman, dan si jahat tidak dapat membahayakan dirinya" (1 Yohanes 5:17, NIV).
Tunggu Tuhan dan miliki pengharapan . Kemudian Ia akan memperbaharui kekuatanmu (Yesaya 40:31). Tuntut janji-Nya untuk mengangkat anda dan untuk mengarahkan jalan anda. Jika engkau tidak ragu, engkau akan merasakan Allah menghidupkanmu kembali.
Menerima orang lain ke dalam rangkulan ketika mereka juga menerima Allah yang baru, pakaian bersih. Janganlah kita menjadi seperti saudara anak yang hilang, yang karena sikap keras itu dirinyalah yang hilang. "Karena iman dalam pahala-Nya saya bebas dari kutukan hukum. Dia memakaikan saya jubah kebenaran-Nya, yang menjawab semua tuntutan hukum. Saya lengkap dalam Dia yang membawa kebenaran yang kekal. Ia mewakili saya di hadapa Allah dalam pakaian bersih. . . .''*
Selama kenaikan-Nya, Yesus berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus yang akan menjadi Penolong dan Penghibur. Dia memenuhi janji ini pada hari Pentakosta. Sekarang kita yang dipanggil dengan nama-Nya tahu bahwa kita tidak yatim karena Dia selalu bersama kita dalam pribadi Roh Kudus-Nya.
REAKSI
Jika anda sesat dan tidak tahu jalan pulang, apa yang mesti anda lakukan?
____________
*A New Life, p. 27.
Sarah Kwamboka Monyoncho, Nairobi, Kenya
Kamis
2 Juni
Pendapat
“Ya Allah, Kasihanilah Hamba Orang Berdosa Ini” Lukas 18:9–14
Perumpamaan anak yang hilang menyajikan apa yang ingin disampaikan oleh Yesus selama pelayananNya diduni ini—pembenaran diri sendiri. Pembenaran diri atas usaha sendiri adalah ini dari perilaku orang Farisi. Seperti anak yang lebih tua dalam Lukas 15:11-32, mereka tidak pernah melihat bahwa penyambutan anak yang hilang dalam bentuk apa adanya—orang yang mati dalam dosa dihidupkan kembali. Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk membuat diri mereka terlihat baik. Dalam rangka untuk lebih mengeksplorasi pembenaran diri, saya memeriksa menguji perumpamaan lain yang ditujukan Yesus kepada orang Farisi. Jika Anda belum melakukannya, luangkan waktu untuk membaca perumpamaan ini sekarang dalam Lukas 18:9-14. Kemudian perhatikan hal berikut:
Orang Farisi, kaya akan usaha sendiri dan harga diri, pergi dengan hampa
Perbedaan karakter antara pemungut cukai dan orang Farisi. Orang Farisi tidak berbeda mengenai keadaan sebenarnya dari hati mereka. Mereka hanya peduli untuk terlihat benar. Mereka menyukai pujian manusia lebih daripada pujian Allah. Pemungut Pajak yang terkenal untuk menuntut lebih dari yang seharusnya dan dipandang sebagai tercela dan jelek. Namun pemungut cukai dalam perumpamaanlah yang mengakui kebutuhan akan keselamatan.
Perbedaan perilaku antara pemungut cukai dan orang Farisi. Orang Farisi itu berdiri di mana semua orang bisa melihatnya. Pemungut cukai, bagaimanapun, berdiri di kejauhan, tidak melihat ke atas, dan memukul dadanya.
Perbedaan antara doa orang Farisi dan doa pemungut cukai. Orang Farisi membanggakan kebaikan dan mengkontraskan perilakunya dengan perilaku perampok, berzina, dan pemungut cukai. Pemungut cukai mengakui bahwa ia adalah seorang berdosa dan memohon belas kasihan.
Perbedaannya adalah bagaimana setiap doa dijawab. Yesus berkata bahwa pemungut cukai pulang dengan dibenarkan. Ia telah merendahkan dirinya dan karena itu ditinggikan oleh Allah. Orang Farisi, bagaimanapun, tidak dibenarkan, dan karena itu tidak bisa ditinggikan. Pemungut cukai tersebut miskin di hadapan Allah, sehingga ia dibenarkan. Orang Farisi, kaya akan usaha sendiri dan harga diri, pergi dengan hampa.
Hal yang mesti jelas kita pahamai adalah pertobatan sejati diperlukan untuk semua, siapa pun mereka dan terlepas dari perilaku luar mereka. Bukanlah moralitas kita dan kebaikan kita yang menghalangi keselamatan kita, namun perasaan bangga bahwa kita sendiri bagaimanapun layak. Pembenaran diri ini mencegah kita menempel ke salib dan dari menerima kebenaran Kristus.
Isaac Nyakundi Mokaya, Kisii Central District, East Africa
Jum’at
3 Juni
Eksplorasi
Pengampunan Maksimal Lukas 15:20, 32
SIMPULAN
Cerita tentang anak yang hilang mempunyai pekabaran untuk setiap orang: orang-orang yang merasakan beban berat perasaan bersalah dan orang yang tidak; orang yang tahu bahwa mereka telah berjalan jauh dari Tuhan dan mereka yang tidak berjalan jauh. Ternyata, setiap kita perlu mengalami kasih belas kasihan tanpa syarat dari Bapa.
PERTIMBANGKAN
• Melakukan apa yang dikatakan perumpamaan ini di kelas Sekolah Sabat anda. Anda akan membutuhkan seseorang untuk menulis naskah dan beberapa aktor.
• Menulis paragraf pendek tentang setiap karakter dalam kisah anak yang hilang dan waktu dalam hidup anda ketika anda mengidentifikasi dirimu dengan karakter itu.
• Kunjungi peternakan babi jika engkau memiliki akses ke tempat tersebut. Nikmati pemandangan, suara, dan bau, dan renungkan bagaimana rasanya bagi anak yang hilang untuk tinggal di kandang babi dan memakan makanan babi.
• Menjangkau orang percaya yang baru atau anggota gereja, biarkan orang itu tahu apa itu sukacita yang diakibatkan kedatangannya kepada gereja dan keluarga anda. Mungkin gereja Anda atau kelas bahkan bisa memiliki pesta untuk menyambut orang itu.
• Mendengarkan beberapa lagu favoritmu tentang pengampunan Allah. "Forgiving Eyes" (Michael Card) dan "Mercy Came Running" (Phillips, Craig & Dean) adalah dua yang baik.
• Tuliskan orang-orang dalam Alkitab yang telah diampuni. Disamping nama mereka, tuliskan dosa yang mereka lakukan dan apa yang mereka lakukan dengan hidup mereka setelah Allah mengampuni mereka.
• Menulis surat berterima kasih kepada seseorang yang telah mengampuni Anda untuk sesuatu, atau yang memiliki model tangan terbuka dari Bapa untuk Anda.
HUBUNGKAN
Matthew 22:1–13; John 8:1–12; 1 John 1:8–2:1.
Christ’s Object Lessons, pp. 198–211.
Timothy Keller, The Prodigal God (New York: Dutton, 2008).
Sonia Huenergardt, Bishop, California, U.S.A.
Thursday, 26 May 2011
SSCQ Pelajaran 9 Kwartal 2 tahun 2011
Pakaian Kasih Karunia:
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Sembilan Kwartal 2,
Bara Yang Ditarik Dari Api
21—28 Mei 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
"Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta." (Zakh. 3:4)
Sabbath
21 Mei
Kol 3:12 Pendahuluan
Ekspresi Kristus
Menjadi seorang siswa misionaris telah merubah pendapat saya tentang banyak hal, salah satu hal adalah tentang pakaian. Di sini, di pulau-pulau, itu rok dan t-shirt untuk anak perempuan, tapi setiap sesekali akan terlihat seorang pemberontak muda membanggakan celana pendek untuk tujuan menarik perhatian dan kebebasan.
Mengapa kita merasa bahwa cara kita berpakaian mempunyai pengaruh tentang siapa kita? Karena kita sering menggunakan cara kita berpakaian sebagai bentuk ekspresi diri. Jadi sebagai orang Kristen, apa yang harus jadi "pakaian" kita? Ayat kunci kita untuk minggu ini mengatakan, Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."(Zakharia 3:4).
ketika kita mengenakan pakaian mewah-Nya, kita pasti mengenakan pakaian kebajikan-Nya
Sebagai orang Kristen, ketika kita menerima hadiah utama keselamatan, Allah mengenakan pada kita pakaian kebenaranNya. Dia mengambil pakaian usang, bernoda, pakaian jahat (dosa) kita, dan memasangkan pakaianNYA yang mewah, pakaian bersih (kebenaran) kebadan kita, sehingga kita dapat memantulkan karakter-Nya untuk orang-orang yang kita temui. Roma 13:14 mengatakan kepada kita: "kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya".
Bagaimana sebenarnya bentuk pakaian itu? Apakah ini kain harafiah yang kita pakai di saat kita mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Kristus? "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran" (Kolose 3:12).
Sebagai orang Kristen, kita perlu mewakili Kristus dalam segala sesuatu yang kita, lakukan, dan katakan. Jadi ketika kita mengenakan pakaian mewah-Nya, kita pasti mengenakan pakaian kebajikan-Nya. Sementara kita mengembangkan kebajikan itu di atas bumi ini melalui persekutuan Roh Kudus, kita sedang mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus. "Jubah kebenaran Kristus yang tanpa noda dipakaikan pada anak-anak Allah yang dicobai, diuji, dan setia. Umat sisa yang dicampakan dunia sekarang dipakaikan pakaian kemulian, tidak akan pernah lagi dinajiskan oleh kotoran dunia "1.
Dalam pelajaran kita minggu ini kita akan melihat bagaimana perang di surga telah mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Ellen White menulis, "Ketika Setan berusaha untuk menutupi umat Allah dengan kegelapan, dan merusak mereka, Kristus menjadi perantara."2
Sekarang mari kita lihat pelajaran ini dan menyelidiki bagaimana kontroversi besar mempengaruhi kita dan tentang jubah kebenaran Kristus.
____________
1. Prophets and Kings, p 591.
2. Christ’s Object Lessons, p. 169.
Emily Lynes, Hendersonville, North Carolina, U.S.A.
Minggu
22 Mei
Logos
Sempurna, Mutlak, Disini dan Sekarang Kel. 3:1–14; Zach. 1:1–4; Yohn 14:15; Efe. 2:8–10; Wahyu. 12:10
Pakaian yang Tepat untuk Hal yang Tepat, Bagian 1 (Kel. 3:1-14)
Semua orang tahu bagaimana anda berpakaian untuk hal-hal khusus. Tujuannya adalah tampil "seperti malaikat, sayang!". Kita selalu hebat akan hal ini, dari Cinderella sampai ke Oscar.
Ketika Musa pertama kali bertemu Allah ada permasalahan pakaian. Allah bersembunyi di nyala api, yang untuk beberapa alasan tidak membakar semak tersebut (Kel. 3:2, 3). Yehuwa telah memilih kostum dengan hati-hati karena, Dia memakai suatu pelindung yang hebat untuk menjaga Musa dari benar-benar melihat-Nya, jika tidak Musa akan dihanguskan oleh kemuliaan Allah.
Dan Musa memakai sandalnya, yang tidak cukup layak. Sayap Seraphims sebagai tirai pelindung lebih merupakan pakaian yang layak di hadapan Allah (Yes. 6:2), tetapi bagaimana Musa mengetahuinya? Apa yang mungkin diketahuinya adalah bahwa ketika Adam dan Hawa telah berdosa mereka mencoba untuk menutupi diri dengan daun (Kej 3:7). Mereka diusir dari taman, dan untuk menjaga mereka dari kembali, Tuhan menempatkan "kerubium, dan sebuah pedang berapi yang selalu menyala" di gerbang (Kej 3:24).
Ketika Musa pertama kali bertemu Allah ada permasalahan pakaian
Sekarang Ketuhanan telah turun dari surga untuk semak yang terbakar, suatu kejadian tanpa kasut. Dia tidak hanya masuk ke sebuah kereta berapi-api, pergi ke Expressway Orion dan mengambil satu atau dua belok kanan. Sebaliknya, Dia turun untuk jarak yang jauh. Walaupun demikian, Dia tidak memaksakan diri-Nya kepada Musa. Manusia memilih untuk berpaling bertemu Allah (Kel. 3:3), dan dengan demikian membantu Allah menyelamatkan seluruh bangsa budak.
Dalam adegan ini kita diperkenalkan dengan "Aku" dan kata-kata "Aku". Ketika Allah memanggil Musa, Musa berkata, "Inilah aku," (ayat 4), tetapi perhatikan bahwa ini terjadi setelah Allah dua kali memanggil dia dengan namanya. Ini agak pribadi dan pertemuan amat dekat—Allah berpaling kepada manusia dan manusia berpaling kepada Allah. Dan ketika orang itu meminta password untuk perannya dalam Kampanye Keselamatan Kosmis, Tuhan berkata, "Aku adalah Aku" (ayat 6). Dia adalah satu-satunya di seluruh alam semesta yang begitu lengkap dan mutlak bahwa Dia didefinisikan oleh fakta bahwa DIA -"dari kekekalan sampai kekekalan" (Mazmur 90:2). Ia semestinya dapat mengatakan, "Aku adil. Aku murah hati. Aku Kasih" Tapi apa yang Dia katakan adalah,"Aku adalah Aku." Dan Allah yang kekal itu bertemu kita di sini dan sekarang.
Pakaian yang Tepat untuk Hal yang Tepat, Bagian 2 (Lukas 15:17-19)
Adalah penting bagaimana kita berpakaian untuk pertemuan seperti dijelaskan di atas. Ketika anak yang hilang berbalik arah kembali kepada ayahnya, dia penuh dengan hal-hal ini "Aku", juga: "Aku binasa. . . Aku akan bangkit. . . Aku telah berdosa. . . Aku tidak lagi layak" (Lukas 15:17-19). Tapi setelah dia berbalik kembali, "Ketika ia masih jauh ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia" (ayat 20). Sang ayah mencium anak sementara anak itu masih mengenakan pakaian terburuk yang pernah dikenakannya, tapi itulah yang ia miliki saat itu. Itu cukup baik. Dan itu tidak cukup baik. Bukan untuk kesempatan ini. " Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya" (ayat 22). Berikutnya adalah pesta, jauh lebih istimewa dari upacara Oscar.
Alangkah hebatnya! Salah satu bintang Hollywood seharusnya berkata, "Masalah dengan kepuasan instan adalah bahwa hal itu tidak cukup cepat." Tuhan menawarkan sesuatu yang jauh lebih unggul untuk kepuasan instan. Tuhan menawarkan keselamatan instan. Yesus berkata kepada pencuri dikayu salib "hari ini" (di sini dan sekarang) anda diselamatkan. Mereka berdua dalam situasi yang tampaknya tanpa harapan. Tapi pencuri itu berpaling kepada Yesus. Yesus berpaling pada pencuri, dan, tiba-tiba, ada keselamatan (Lukas 23:39-43)!
Bagaimana dengan Pakaian Kita (Ef 2:8-10)?
Bagi kita yang bukan pencuri di salib ada pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan setelah saat iman dan kasih karunia (Efesus 2:8). Sepatu apa yang akan kita pakai sejak saat itu? Itu adalah "perbuatan baik, yang telah diurapi Allah yang mesti kita hidupkan" (ayat 10).
Kelakuan baik ini tidak menyelamatkan kita. Hal ini adalah apa yang kita lakukan dalam rencana keselamatan. Mereka adalah apa yang kita lakukan sebagai akibat diselamatkan. Seperti Musa, yang kemudian menyelamatkan bangsanya, kita harus melakukan hal-hal yang akan "bekerja sama" dengan rencana keselamatan Tuhan (Rom. 8:28.). Kelakuan baik ini tidaklah sama seperti tugas sepertinya pengharapan. Kita berbalik kepada Allah yang telah mengobahkan kita. Setelah membalikan kaki kita ke arah-Nya, kita pasang sepatu kita dan berjalan dengan cara melakukan perbuatan baik melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Pada gilirannya, Dia memberi masing-masing kita jubah kebenaran yang mutlak sempurna.
Tidak peduli apa yang anda kenakan pada saat ini, Allah yang berubah menjadi manusia berada dihadapanmu. Tidak, Dia berlari ke arahmu dengan jubah yang dicuci dalam darah untuk membuatnya putih. Khusus untukmu. Di sini. Sekarang.
REAKSI
1. Apa bagian dari kehidupan batiniah Anda yang ingin Anda melindungi, dan mengapa? Jika Anda perlu mengubah bagian-bagian dari kehidupan kita kepada Allah, apa yang akan Dia berikan sebagai ganti untuk mereka dan mengapa?
2. Jika Anda bertanya kepada Allah bagian mana yang mesti anda mainkan dalam rencana keselamatan dunia, apa menurut Anda jawaban-Nya?
Phillip Whidden, Beijeng, China
Senin
22 Mei
Wahyu 12:10 Kesaksian
Tuan dan Mediator Kita
"Dalam buku Wahyu dia [Setan] dinyatakan sebagai 'pendakwa saudara-saudara kita,' 'yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita' (Wahyu. 12:10). Kontroversi diulang setiap jiwa yang diselamatkan dari kuasa jahat yang namanya terdaftar dalam buku kehidupan Anak Domba. Tidak pernah terjadi seseorang yang diterima dari keluarga Iblis masuk kedalam keluarga Allah tanpa melalui perlawanan yang dibuat si jahat. . . . Ia memimpin orang tersebut ke dalam sikap skeptis, menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan pada Tuhan dan untuk memisahkan dari kasih-Nya, ia menggoda mereka untuk melanggar hukum-Nya, dan kemudian ia mengklaim mereka sebagai tawanan dan menantang hak Kristus untuk membawa mereka dari dia. Dia tahu bahwa mereka yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh untuk pengampunan dan rahmat akan mendapatkannya, karena itu ia menampilkan dosa-dosa mereka dihadapan mereka untuk membuat mereka putus asa. . . . Dengan berbagai perangkat yang tak terhitung, dari yang paling halus dan paling kejam ia berusaha untuk memastikan hukuman mereka. "1
Kristus mengisi manusia dengan sifat-sifat Allah
"Hukum mensyaratkan kebenaran—sebuah kehidupan yang benar, karakter yang sempurna, dan yang tidak dimiliki orang ini. Dia tidak bisa memenuhi tuntutan hukum kudus Allah. Tetapi Kristus, datang ke bumi sebagai manusia, hidup suci, dan mengembangkan karakter yang sempurna. Inilah yang Dia tawarkan sebagai hadiah gratis kepada semua orang yang akan menerimanya. Hidup-Nya berdiri teguh bagi kehidupan manusia. Dengan demikian mereka memiliki pengampunan dosa-dosa yang lalu, melalui kesabaran Allah. Lebih dari itu, Kristus mengisi manusia dengan sifat-sifat Allah. DIA membangun karakter manusia menurut rupa karakter Illahi, kain lenan keindahan dan kekuatan rohani. Jadi kebenaran yang sangat diharapkan hukum terpenuhi dalam orang yang percaya kepada Kristus. Allah dapat jadi 'adil, dan membenarkan dia yang percaya dalam Yesus. "Rom. 3:26 "2.
"Melalui kehidupan dan kematian-Nya, Kristus membuktikan bahwa keadilan Allah tidak menghancurkan rahmat-Nya, tetapi dosa dapat diampuni, dan bahwa hukum adalah benar, dan dapat dipatuhi dengan sempurna. Tuduhan Setan terbantahkan. Allah telah memberikan manusia bukti jelas akan kasih-Nya "3.
REACT
Bagaimana anda dapat menunjukan penghargaanmu akan apa yang telah Kristus lakukan untukmu?
____________
1. The Faith I Live By, p. 324.
2. The Desire of Ages, p. 762.
3. Ibid.
Michael John J. Diaz, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Selasa
24 Mei
Bukti
Pakaian Sebagai Simbol Dosa dan Kebenaran Kel. 3:2-14; Za. 1:1-4
Dalam Keluaran 3:5, Allah rindu untuk bertemu dengan Musa dalam rangka memberikan petunjuk mengenai pembebasan Israel dari perbudakan Mesir. Tapi sebelum Musa bisa mendekati Tuhan, Tuhan menyuruhnya untuk melepaskan sandalnya. Karena "rasa hormat orang Asia, menganggap melanggar kesucian untuk memasuki . . . tempat suci dengan memakai sepatu,"1 perintah ini memberitahu Musa bahwa Tuhanlah yang berbicara. Instruksi Tuhan kepada Musa "adalah sesuai dengan tata-krama yang familiar kepada Musa, karena para imam Mesir melakukannya di kuil-kuil mereka, dan ini dilaksankan di semua negara Timur di mana orang melepaskan sepatu atau sandal, seperti yang dilakukan orang di Barat dengan topinya. . . . . . . . Bagi orang Timur melepaskan alas kaki adalah pengakuan akan kekotoran pribadi dan sadar akan ketidak layakan untuk berdiri di hadapan kekudusan tak ternoda "2.
Allah bersedia untuk memasangkan pakaian kebenaran Kristus jika kita mengundang-Nya tinggal dalam hati kita
Zakharia 3:1-4 memberikan kita gambaran tentang realitas tentang masalah kita dengan dosa dan bagaimana kasih karunia Allah, yang ditawarkan kepada kita melalui Yesus Kristus, menghapus dosa kita. Visi ini diberikan kepada Zakharia untuk menunjukkan kuasa Kristus terhadap Iblis, pendakwa kita.3 Pakaian kotor melambangkan "kekotoran dosa," 4 sedangkan pelepasan pakaian "menandai pengampunan dosa dan pemulihan kebaikan Tuhan. The pakaian baru mewakili kebenaran Kristus"5 "Sorban Bersih (ayat 5) dipakaikan kepada " pada Yosua menandakan bahwa pelanggaran itu telah diampuni dan bahwa ia memenuhi syarat untuk berfungsi di ruang kudus-Nya "6.
Saat kita membaca dan mempelajari ayat-ayat dalam Keluaran dan Zakharia, kita dapat membayangkan diri kita datang di hadapan Allah, menunjukkan rasa hormat hormat kepada-Nya dan Dia ingin membersihkan kita dari dosa kita. Kita bisa bayangkan Dia melepaskan pakaian kotor dosa kita dan memakaikan kita pakaian kebenaran Kristus. Kemudian, seperti Musa, kita layak untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Dia dapat memerintahkan kita untuk memberitahu dunia, melalui kata-kata dan perbuatan kita, kasih keselamatan dan rahmat-Nya yang besar. Allah bersedia untuk memasangkan pakaian kebenaran Kristus jika kita mengundang-Nya tinggal dalam hati kita.
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 1, p. 510.
2. Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary, WORDsearch 7.
3. The SDA Bible Commentary, vol. 4, p. 1092.
4. Ibid., p. 1093.
5. Ibid.
6. Ibid.
Arvin Jumao-as, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Rabu
25 Mei
Matt. 16:25; 18:3; 22:37;
Rom. 7:12, 22;
1 Kor. 7:19; 11:1;
1 Yohn 3:23 Bagaimana
Baju Baru Kehidupan Baru
Setelah kita telah menerima pakaian kebenaran Kristus, bagaimana seharusnya kita hidup? Ketika Allah melimpahkan kasih-Nya kepada kita, kita tidak lagi bebas untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Sebaliknya, kita harus menunjukkan bahwa pakaian baru kita berasal dari Perancan Utama dengan mentaati apa yang diperintahkanNYA. Bacalah 1 Yohanes 5:3.
Percaya kepada Allahbukan hanya tentang persetujuan intelektual
Kita belajar untuk taat dengan melakukan hal berikut:
Menjadi seperti anak kecil (Matius 18:3). Hal apa dalam anak kecil yang membantu kita taat kepada Allah? "Kepercayaan yang sederhana dan kepatuhan yang penuh kasih dari seorang anak kecil merupakan ciri-ciri karakter yang sangat berharga dalam Kerajaan Sorga. Perhatikan bahwa Yesus berbicara tentang anak-anak 'kecil', mereka yang belum belajar, dari contoh-contoh buruk yang dibuat oleh orang dewasa, dosa-dosa keraguan dan ketidaktaatan.* Kita mestinya seperti hal ini sebagai orang dewasa dalam hubungan kita dengan Kristus.
Percaya (1 Yohanes 3:23). Percaya kepada Allahbukan hanya tentang persetujuan intelektual. Percaya juga mengharuskan kita untuk melakukan berdasarkan apa yang Dia katakan. Mereka yang tidak mematuhi perintah-perintah-Nya melalui kehadiran Roh Kudus tidak benar-benar percaya kepadaNya.
Berusaha (Matius 22:37). Karena sifat dosa kita, seringkali tampak mudah bagi kita untuk berbuat dosa. Jadi kita perlu melakukan upaya ekstra dalam mematuhi perintah-Nya. Matius 22:37 menjelaskan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran. Mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran adalah memilih untuk mengasihi Dia dengan semua yang kita lakukan. Namun kita juga harus ingat bahwa ini hanya mungkin jika kita mengundang Roh Kudus tinggal di hati kita.
Berserah (Matius 16:25). Untuk berserah atau menyerahkan diri adalah apa yang Yesus maksudkan dalam Matius 16:25. Menyerahkan setiap bagian dari kehidupan kita kepada-Nya adalah apa yang diminta dari kita untuk membersihkan setiap celah keraguan yang masih ada.
Rasul Paulus menulis, "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga jadi pengikut" (1 Kor 11:1). Jauh dari mengutuk hukum, Paulus berbagi dengan kita bahwa, " hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus dan baik." (Roma 7:12, NKJV). Dalam batinku aku suka akan hukum Allah (lihat Roma 7:22), dan menulis bahwa "yang penting adalah mentaati hukum-hukum Allah" (1 Kor. 7:19).
*The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 639.
Justice Love C. Francisco-Diaz, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Kamis
26 Mei
Pendapat
Hadiah Dari Allah Epe. 2:8–10 Yohn 14:15
Dalam pelajaran minggu ini kita belajar tentang bagaimana dan mengapa Allah mencampakan jubah kotor dosa kita dan menggantikannya dengan jubah kebenaran NYA yang putih murni. Ayat kunci kita menerangkan bagaimana mungkin bagi kita untuk melepaskan diri dari pakaian dosa dan menerima jubah kebenaran Allah. Ayat ini juga membantu kita untuk memahami kengerian dosa dan kesalahan kita.
Tindakan kebaikan dan kasih ini akan membuat karakter Allah yang kasih dikenal orang.
Saya percaya bahwa "Allah ingin sekali bahwa duniaNYA yang bandel mengenal Dia. Dia ingin membatalkan ketakutan, ketidakpercayaan dan kesalahpahaman yang telah memisahkan kita dari Allah. Dia amat merindukan saat keluarga-Nya akan bersama dengan Dia. Dan Allah kita selalu memiliki rencana di mana Dia bisa membuat diriNya dikenal umat-Nya. Dia tidak bisa muncul secara pribadi, dengan segala kemuliaan Illahi-Nya, dihadapan mata orang-orang berdosa. Jadi Dia memilih untuk membuat dirinya dikenal melalui utusannya. Kemudian suatu hari Allah membuat rencana besar. Alih-alih membuat dirinya dikenal melalui individu sese orang, Dia akan membuat diriNya dikenal melalui seluruh kelompok umat--bangsa pilihan. Pikirkan hal ini! Akan ada seluruh umat dalam suatu bangsa hidup bersama dalam damai dan sukacita dan kesehatan yang berasal dari cara mengikuti jalan Allah. Suatu bangsa yang sangat sangat berbeda, begitu bijaksana dan begitu kuat sehingga seluruh dunia tidak bisa tidak mesti memperhatikannya. Bangsa ini bisa menunjukkan kepada dunia betapa indahnya hidup dalam loyalitas penuh kasih untuk satu-satunya Allah yang benar. Ini akan menjadi bangsa dengan suatu misi: menjadikan Allah dikenal. Alangkah hebatnya rencana itu! "*
Mereka yang akan berbagi dalam kemenangan adalah mereka yang telah menerima kebenaran Yesus (Efesus 2:8-10). Tujuan tertinggi mereka adalah mengenal Dia melalui persahabatan yang dalam dan pribadi yang ditandai dengan kasih (Yohanes 14:15), kepercayaan, loyalitas, dan ketaatan. Tindakan kebaikan dan kasih ini akan membuat karakter Allah yang kasih dikenal orang. Kita katakan mereka memiliki iman yang benar. Itulah sebabnya dalam penghakiman kita masih diselamatkan oleh iman kita dalam kasih karunia Yesus akan diriNya kepada kita, namun dinilai oleh kelakuan.
REAKSI
1. Tindakan kebaikan apa yang secara khusus disebutkan dalam Alkitab? Dalam dunia sekarang ini, apakah tindakan ini masih diperlukan? Mengapa, atau mengapa tidak?
2. Tindakan kebaikan apa yang tidak disebutkan dalam Alkitab mungkin dibutuhkan di dunia saat ini?
___________
*God Is the Victor, p. 71.
Stewart Van Loriezo, Bacolod City, Philippines
Jum’at
28 Mei
Eksplorasi
Desainer Asli 2 Kor. 5:17
SIMPULAN
Dalam visi Zakharia pasal 3, pakaian kotor Yosua tidak hanya ditutupi oleh Allah. Setan, yang berdiri siap untuk mengutuk Yosua untuk dosa-dosanya, akan dengan cepat menerkam celah itu. Sebaliknya, Allah melucuti setiap pakaian berdosa dan memakaikan Yosua dari kepala sampai kaki dengan pakaian bersih. Tidak hanya bersih, tetapi cantik, suatu pakian khusus. Bayangkan dipakaikan pakaian oleh Allah!
Allah menggantikan kualitas keKristenan buruk, imitasi kita dengan hal yang nyata. Dia tidak hanya menutupi sifat dosa kita, Dia melakukan perobahan menyeluruh, membentuk kita menjadi ciptaan baru.
PERTIMBANGKAN
● Memilih dan memakai hal-hal yang dalam satu cara atau apapun melambangkan hubungan anda dengan Allah.
● Memperbaiki sesuatu yang telah rusak, apakah itu pakaian, peralatan, mobil, atau suatu hubungan. Bagaimana hal ini mencerminkan apa yang Kristus lakukan untuk Anda?
● Meneliti desain pakaian yang dipakai di Israel selama pendudukan Babel. Apa jenis kain dan teknik konstruksi pakaian yang digunakan? Gunakan situs Web berikut untuk penelitian anda: http://www.keyway.ca atau http://www.womeninthebible.net
● Mencui pakaian. Sementara pakaian yang sedang dibersihkan, bacalah Mazmur 51:2, 7 dan Wahyu 22:14. Renungkan tentang apa artinya bagi Anda untuk mengetahui bahwa Allah membasuh dosa.
● Menerapkan nilai numerik untuk simbol yang disebutkan dalam salah satu visi Zakharia untuk menciptakan sebuah persamaan matematika yang mencerminkan simbolisme yang ditemukan dalam pelajaran ini.
● Parafrase salah satu visi dari Zakharia 1-3, menggunakan benda kontemporer, sehari-hari (iPod, Starbucks, ponsel, dan sebagainya), untuk foto yang simbolis digunakan dalam Alkitab. Bagaimana frase sehari-hari atau barang akan digunakan untuk menyampaikan konsep-konsep yang lebih besar?
● Memberikan pakaian baru kepada seseorang atau badan amal yang membutuhkan (misalnya, seseorang yang hidup di jalanan, tempat penampungan tunawisma, atau sebuah proyek misi).
● Menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang lama atau dibuang.
● Membangun api unggun dengan sekelompok teman. Ketika mulai membakar, memiliki setiap orang mengeluarkan cabang terbakar dengan jepitan api besar. Diskusikan apa artinya menjadi "tongkat membakar" (Zakharia 3:2, NIV), ditarik dari api oleh Allah.
Hubungkan
Chronicles of Mansoul: A John Bunyan Classic as told by Ethel Bar¬rett (Ventura, Calif.: GL Regal Books, 1980), chap. 15; Max Lucado, “All Dressed Up and Somewhere to Go,” in He Chose You (Nashville, Tenn.: Thomas Nelson, 2002), chap. 8.
Luan Miller, College Place, Washington, U.S.A.
Perlambang Pakaian Dalam Alkitab
Pelajaran Ke-Sembilan Kwartal 2,
Bara Yang Ditarik Dari Api
21—28 Mei 2011
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang
"Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta." (Zakh. 3:4)
Sabbath
21 Mei
Kol 3:12 Pendahuluan
Ekspresi Kristus
Menjadi seorang siswa misionaris telah merubah pendapat saya tentang banyak hal, salah satu hal adalah tentang pakaian. Di sini, di pulau-pulau, itu rok dan t-shirt untuk anak perempuan, tapi setiap sesekali akan terlihat seorang pemberontak muda membanggakan celana pendek untuk tujuan menarik perhatian dan kebebasan.
Mengapa kita merasa bahwa cara kita berpakaian mempunyai pengaruh tentang siapa kita? Karena kita sering menggunakan cara kita berpakaian sebagai bentuk ekspresi diri. Jadi sebagai orang Kristen, apa yang harus jadi "pakaian" kita? Ayat kunci kita untuk minggu ini mengatakan, Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."(Zakharia 3:4).
ketika kita mengenakan pakaian mewah-Nya, kita pasti mengenakan pakaian kebajikan-Nya
Sebagai orang Kristen, ketika kita menerima hadiah utama keselamatan, Allah mengenakan pada kita pakaian kebenaranNya. Dia mengambil pakaian usang, bernoda, pakaian jahat (dosa) kita, dan memasangkan pakaianNYA yang mewah, pakaian bersih (kebenaran) kebadan kita, sehingga kita dapat memantulkan karakter-Nya untuk orang-orang yang kita temui. Roma 13:14 mengatakan kepada kita: "kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya".
Bagaimana sebenarnya bentuk pakaian itu? Apakah ini kain harafiah yang kita pakai di saat kita mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Kristus? "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran" (Kolose 3:12).
Sebagai orang Kristen, kita perlu mewakili Kristus dalam segala sesuatu yang kita, lakukan, dan katakan. Jadi ketika kita mengenakan pakaian mewah-Nya, kita pasti mengenakan pakaian kebajikan-Nya. Sementara kita mengembangkan kebajikan itu di atas bumi ini melalui persekutuan Roh Kudus, kita sedang mempersiapkan diri untuk kedatangan Kristus. "Jubah kebenaran Kristus yang tanpa noda dipakaikan pada anak-anak Allah yang dicobai, diuji, dan setia. Umat sisa yang dicampakan dunia sekarang dipakaikan pakaian kemulian, tidak akan pernah lagi dinajiskan oleh kotoran dunia "1.
Dalam pelajaran kita minggu ini kita akan melihat bagaimana perang di surga telah mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Ellen White menulis, "Ketika Setan berusaha untuk menutupi umat Allah dengan kegelapan, dan merusak mereka, Kristus menjadi perantara."2
Sekarang mari kita lihat pelajaran ini dan menyelidiki bagaimana kontroversi besar mempengaruhi kita dan tentang jubah kebenaran Kristus.
____________
1. Prophets and Kings, p 591.
2. Christ’s Object Lessons, p. 169.
Emily Lynes, Hendersonville, North Carolina, U.S.A.
Minggu
22 Mei
Logos
Sempurna, Mutlak, Disini dan Sekarang Kel. 3:1–14; Zach. 1:1–4; Yohn 14:15; Efe. 2:8–10; Wahyu. 12:10
Pakaian yang Tepat untuk Hal yang Tepat, Bagian 1 (Kel. 3:1-14)
Semua orang tahu bagaimana anda berpakaian untuk hal-hal khusus. Tujuannya adalah tampil "seperti malaikat, sayang!". Kita selalu hebat akan hal ini, dari Cinderella sampai ke Oscar.
Ketika Musa pertama kali bertemu Allah ada permasalahan pakaian. Allah bersembunyi di nyala api, yang untuk beberapa alasan tidak membakar semak tersebut (Kel. 3:2, 3). Yehuwa telah memilih kostum dengan hati-hati karena, Dia memakai suatu pelindung yang hebat untuk menjaga Musa dari benar-benar melihat-Nya, jika tidak Musa akan dihanguskan oleh kemuliaan Allah.
Dan Musa memakai sandalnya, yang tidak cukup layak. Sayap Seraphims sebagai tirai pelindung lebih merupakan pakaian yang layak di hadapan Allah (Yes. 6:2), tetapi bagaimana Musa mengetahuinya? Apa yang mungkin diketahuinya adalah bahwa ketika Adam dan Hawa telah berdosa mereka mencoba untuk menutupi diri dengan daun (Kej 3:7). Mereka diusir dari taman, dan untuk menjaga mereka dari kembali, Tuhan menempatkan "kerubium, dan sebuah pedang berapi yang selalu menyala" di gerbang (Kej 3:24).
Ketika Musa pertama kali bertemu Allah ada permasalahan pakaian
Sekarang Ketuhanan telah turun dari surga untuk semak yang terbakar, suatu kejadian tanpa kasut. Dia tidak hanya masuk ke sebuah kereta berapi-api, pergi ke Expressway Orion dan mengambil satu atau dua belok kanan. Sebaliknya, Dia turun untuk jarak yang jauh. Walaupun demikian, Dia tidak memaksakan diri-Nya kepada Musa. Manusia memilih untuk berpaling bertemu Allah (Kel. 3:3), dan dengan demikian membantu Allah menyelamatkan seluruh bangsa budak.
Dalam adegan ini kita diperkenalkan dengan "Aku" dan kata-kata "Aku". Ketika Allah memanggil Musa, Musa berkata, "Inilah aku," (ayat 4), tetapi perhatikan bahwa ini terjadi setelah Allah dua kali memanggil dia dengan namanya. Ini agak pribadi dan pertemuan amat dekat—Allah berpaling kepada manusia dan manusia berpaling kepada Allah. Dan ketika orang itu meminta password untuk perannya dalam Kampanye Keselamatan Kosmis, Tuhan berkata, "Aku adalah Aku" (ayat 6). Dia adalah satu-satunya di seluruh alam semesta yang begitu lengkap dan mutlak bahwa Dia didefinisikan oleh fakta bahwa DIA -"dari kekekalan sampai kekekalan" (Mazmur 90:2). Ia semestinya dapat mengatakan, "Aku adil. Aku murah hati. Aku Kasih" Tapi apa yang Dia katakan adalah,"Aku adalah Aku." Dan Allah yang kekal itu bertemu kita di sini dan sekarang.
Pakaian yang Tepat untuk Hal yang Tepat, Bagian 2 (Lukas 15:17-19)
Adalah penting bagaimana kita berpakaian untuk pertemuan seperti dijelaskan di atas. Ketika anak yang hilang berbalik arah kembali kepada ayahnya, dia penuh dengan hal-hal ini "Aku", juga: "Aku binasa. . . Aku akan bangkit. . . Aku telah berdosa. . . Aku tidak lagi layak" (Lukas 15:17-19). Tapi setelah dia berbalik kembali, "Ketika ia masih jauh ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia" (ayat 20). Sang ayah mencium anak sementara anak itu masih mengenakan pakaian terburuk yang pernah dikenakannya, tapi itulah yang ia miliki saat itu. Itu cukup baik. Dan itu tidak cukup baik. Bukan untuk kesempatan ini. " Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya" (ayat 22). Berikutnya adalah pesta, jauh lebih istimewa dari upacara Oscar.
Alangkah hebatnya! Salah satu bintang Hollywood seharusnya berkata, "Masalah dengan kepuasan instan adalah bahwa hal itu tidak cukup cepat." Tuhan menawarkan sesuatu yang jauh lebih unggul untuk kepuasan instan. Tuhan menawarkan keselamatan instan. Yesus berkata kepada pencuri dikayu salib "hari ini" (di sini dan sekarang) anda diselamatkan. Mereka berdua dalam situasi yang tampaknya tanpa harapan. Tapi pencuri itu berpaling kepada Yesus. Yesus berpaling pada pencuri, dan, tiba-tiba, ada keselamatan (Lukas 23:39-43)!
Bagaimana dengan Pakaian Kita (Ef 2:8-10)?
Bagi kita yang bukan pencuri di salib ada pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan setelah saat iman dan kasih karunia (Efesus 2:8). Sepatu apa yang akan kita pakai sejak saat itu? Itu adalah "perbuatan baik, yang telah diurapi Allah yang mesti kita hidupkan" (ayat 10).
Kelakuan baik ini tidak menyelamatkan kita. Hal ini adalah apa yang kita lakukan dalam rencana keselamatan. Mereka adalah apa yang kita lakukan sebagai akibat diselamatkan. Seperti Musa, yang kemudian menyelamatkan bangsanya, kita harus melakukan hal-hal yang akan "bekerja sama" dengan rencana keselamatan Tuhan (Rom. 8:28.). Kelakuan baik ini tidaklah sama seperti tugas sepertinya pengharapan. Kita berbalik kepada Allah yang telah mengobahkan kita. Setelah membalikan kaki kita ke arah-Nya, kita pasang sepatu kita dan berjalan dengan cara melakukan perbuatan baik melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Pada gilirannya, Dia memberi masing-masing kita jubah kebenaran yang mutlak sempurna.
Tidak peduli apa yang anda kenakan pada saat ini, Allah yang berubah menjadi manusia berada dihadapanmu. Tidak, Dia berlari ke arahmu dengan jubah yang dicuci dalam darah untuk membuatnya putih. Khusus untukmu. Di sini. Sekarang.
REAKSI
1. Apa bagian dari kehidupan batiniah Anda yang ingin Anda melindungi, dan mengapa? Jika Anda perlu mengubah bagian-bagian dari kehidupan kita kepada Allah, apa yang akan Dia berikan sebagai ganti untuk mereka dan mengapa?
2. Jika Anda bertanya kepada Allah bagian mana yang mesti anda mainkan dalam rencana keselamatan dunia, apa menurut Anda jawaban-Nya?
Phillip Whidden, Beijeng, China
Senin
22 Mei
Wahyu 12:10 Kesaksian
Tuan dan Mediator Kita
"Dalam buku Wahyu dia [Setan] dinyatakan sebagai 'pendakwa saudara-saudara kita,' 'yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita' (Wahyu. 12:10). Kontroversi diulang setiap jiwa yang diselamatkan dari kuasa jahat yang namanya terdaftar dalam buku kehidupan Anak Domba. Tidak pernah terjadi seseorang yang diterima dari keluarga Iblis masuk kedalam keluarga Allah tanpa melalui perlawanan yang dibuat si jahat. . . . Ia memimpin orang tersebut ke dalam sikap skeptis, menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan pada Tuhan dan untuk memisahkan dari kasih-Nya, ia menggoda mereka untuk melanggar hukum-Nya, dan kemudian ia mengklaim mereka sebagai tawanan dan menantang hak Kristus untuk membawa mereka dari dia. Dia tahu bahwa mereka yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh untuk pengampunan dan rahmat akan mendapatkannya, karena itu ia menampilkan dosa-dosa mereka dihadapan mereka untuk membuat mereka putus asa. . . . Dengan berbagai perangkat yang tak terhitung, dari yang paling halus dan paling kejam ia berusaha untuk memastikan hukuman mereka. "1
Kristus mengisi manusia dengan sifat-sifat Allah
"Hukum mensyaratkan kebenaran—sebuah kehidupan yang benar, karakter yang sempurna, dan yang tidak dimiliki orang ini. Dia tidak bisa memenuhi tuntutan hukum kudus Allah. Tetapi Kristus, datang ke bumi sebagai manusia, hidup suci, dan mengembangkan karakter yang sempurna. Inilah yang Dia tawarkan sebagai hadiah gratis kepada semua orang yang akan menerimanya. Hidup-Nya berdiri teguh bagi kehidupan manusia. Dengan demikian mereka memiliki pengampunan dosa-dosa yang lalu, melalui kesabaran Allah. Lebih dari itu, Kristus mengisi manusia dengan sifat-sifat Allah. DIA membangun karakter manusia menurut rupa karakter Illahi, kain lenan keindahan dan kekuatan rohani. Jadi kebenaran yang sangat diharapkan hukum terpenuhi dalam orang yang percaya kepada Kristus. Allah dapat jadi 'adil, dan membenarkan dia yang percaya dalam Yesus. "Rom. 3:26 "2.
"Melalui kehidupan dan kematian-Nya, Kristus membuktikan bahwa keadilan Allah tidak menghancurkan rahmat-Nya, tetapi dosa dapat diampuni, dan bahwa hukum adalah benar, dan dapat dipatuhi dengan sempurna. Tuduhan Setan terbantahkan. Allah telah memberikan manusia bukti jelas akan kasih-Nya "3.
REACT
Bagaimana anda dapat menunjukan penghargaanmu akan apa yang telah Kristus lakukan untukmu?
____________
1. The Faith I Live By, p. 324.
2. The Desire of Ages, p. 762.
3. Ibid.
Michael John J. Diaz, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Selasa
24 Mei
Bukti
Pakaian Sebagai Simbol Dosa dan Kebenaran Kel. 3:2-14; Za. 1:1-4
Dalam Keluaran 3:5, Allah rindu untuk bertemu dengan Musa dalam rangka memberikan petunjuk mengenai pembebasan Israel dari perbudakan Mesir. Tapi sebelum Musa bisa mendekati Tuhan, Tuhan menyuruhnya untuk melepaskan sandalnya. Karena "rasa hormat orang Asia, menganggap melanggar kesucian untuk memasuki . . . tempat suci dengan memakai sepatu,"1 perintah ini memberitahu Musa bahwa Tuhanlah yang berbicara. Instruksi Tuhan kepada Musa "adalah sesuai dengan tata-krama yang familiar kepada Musa, karena para imam Mesir melakukannya di kuil-kuil mereka, dan ini dilaksankan di semua negara Timur di mana orang melepaskan sepatu atau sandal, seperti yang dilakukan orang di Barat dengan topinya. . . . . . . . Bagi orang Timur melepaskan alas kaki adalah pengakuan akan kekotoran pribadi dan sadar akan ketidak layakan untuk berdiri di hadapan kekudusan tak ternoda "2.
Allah bersedia untuk memasangkan pakaian kebenaran Kristus jika kita mengundang-Nya tinggal dalam hati kita
Zakharia 3:1-4 memberikan kita gambaran tentang realitas tentang masalah kita dengan dosa dan bagaimana kasih karunia Allah, yang ditawarkan kepada kita melalui Yesus Kristus, menghapus dosa kita. Visi ini diberikan kepada Zakharia untuk menunjukkan kuasa Kristus terhadap Iblis, pendakwa kita.3 Pakaian kotor melambangkan "kekotoran dosa," 4 sedangkan pelepasan pakaian "menandai pengampunan dosa dan pemulihan kebaikan Tuhan. The pakaian baru mewakili kebenaran Kristus"5 "Sorban Bersih (ayat 5) dipakaikan kepada " pada Yosua menandakan bahwa pelanggaran itu telah diampuni dan bahwa ia memenuhi syarat untuk berfungsi di ruang kudus-Nya "6.
Saat kita membaca dan mempelajari ayat-ayat dalam Keluaran dan Zakharia, kita dapat membayangkan diri kita datang di hadapan Allah, menunjukkan rasa hormat hormat kepada-Nya dan Dia ingin membersihkan kita dari dosa kita. Kita bisa bayangkan Dia melepaskan pakaian kotor dosa kita dan memakaikan kita pakaian kebenaran Kristus. Kemudian, seperti Musa, kita layak untuk melanjutkan pekerjaan-Nya. Dia dapat memerintahkan kita untuk memberitahu dunia, melalui kata-kata dan perbuatan kita, kasih keselamatan dan rahmat-Nya yang besar. Allah bersedia untuk memasangkan pakaian kebenaran Kristus jika kita mengundang-Nya tinggal dalam hati kita.
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 1, p. 510.
2. Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary, WORDsearch 7.
3. The SDA Bible Commentary, vol. 4, p. 1092.
4. Ibid., p. 1093.
5. Ibid.
6. Ibid.
Arvin Jumao-as, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Rabu
25 Mei
Matt. 16:25; 18:3; 22:37;
Rom. 7:12, 22;
1 Kor. 7:19; 11:1;
1 Yohn 3:23 Bagaimana
Baju Baru Kehidupan Baru
Setelah kita telah menerima pakaian kebenaran Kristus, bagaimana seharusnya kita hidup? Ketika Allah melimpahkan kasih-Nya kepada kita, kita tidak lagi bebas untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Sebaliknya, kita harus menunjukkan bahwa pakaian baru kita berasal dari Perancan Utama dengan mentaati apa yang diperintahkanNYA. Bacalah 1 Yohanes 5:3.
Percaya kepada Allahbukan hanya tentang persetujuan intelektual
Kita belajar untuk taat dengan melakukan hal berikut:
Menjadi seperti anak kecil (Matius 18:3). Hal apa dalam anak kecil yang membantu kita taat kepada Allah? "Kepercayaan yang sederhana dan kepatuhan yang penuh kasih dari seorang anak kecil merupakan ciri-ciri karakter yang sangat berharga dalam Kerajaan Sorga. Perhatikan bahwa Yesus berbicara tentang anak-anak 'kecil', mereka yang belum belajar, dari contoh-contoh buruk yang dibuat oleh orang dewasa, dosa-dosa keraguan dan ketidaktaatan.* Kita mestinya seperti hal ini sebagai orang dewasa dalam hubungan kita dengan Kristus.
Percaya (1 Yohanes 3:23). Percaya kepada Allahbukan hanya tentang persetujuan intelektual. Percaya juga mengharuskan kita untuk melakukan berdasarkan apa yang Dia katakan. Mereka yang tidak mematuhi perintah-perintah-Nya melalui kehadiran Roh Kudus tidak benar-benar percaya kepadaNya.
Berusaha (Matius 22:37). Karena sifat dosa kita, seringkali tampak mudah bagi kita untuk berbuat dosa. Jadi kita perlu melakukan upaya ekstra dalam mematuhi perintah-Nya. Matius 22:37 menjelaskan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran. Mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran adalah memilih untuk mengasihi Dia dengan semua yang kita lakukan. Namun kita juga harus ingat bahwa ini hanya mungkin jika kita mengundang Roh Kudus tinggal di hati kita.
Berserah (Matius 16:25). Untuk berserah atau menyerahkan diri adalah apa yang Yesus maksudkan dalam Matius 16:25. Menyerahkan setiap bagian dari kehidupan kita kepada-Nya adalah apa yang diminta dari kita untuk membersihkan setiap celah keraguan yang masih ada.
Rasul Paulus menulis, "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga jadi pengikut" (1 Kor 11:1). Jauh dari mengutuk hukum, Paulus berbagi dengan kita bahwa, " hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus dan baik." (Roma 7:12, NKJV). Dalam batinku aku suka akan hukum Allah (lihat Roma 7:22), dan menulis bahwa "yang penting adalah mentaati hukum-hukum Allah" (1 Kor. 7:19).
*The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 639.
Justice Love C. Francisco-Diaz, Ebeye, Marshall Islands, U.S.A.
Kamis
26 Mei
Pendapat
Hadiah Dari Allah Epe. 2:8–10 Yohn 14:15
Dalam pelajaran minggu ini kita belajar tentang bagaimana dan mengapa Allah mencampakan jubah kotor dosa kita dan menggantikannya dengan jubah kebenaran NYA yang putih murni. Ayat kunci kita menerangkan bagaimana mungkin bagi kita untuk melepaskan diri dari pakaian dosa dan menerima jubah kebenaran Allah. Ayat ini juga membantu kita untuk memahami kengerian dosa dan kesalahan kita.
Tindakan kebaikan dan kasih ini akan membuat karakter Allah yang kasih dikenal orang.
Saya percaya bahwa "Allah ingin sekali bahwa duniaNYA yang bandel mengenal Dia. Dia ingin membatalkan ketakutan, ketidakpercayaan dan kesalahpahaman yang telah memisahkan kita dari Allah. Dia amat merindukan saat keluarga-Nya akan bersama dengan Dia. Dan Allah kita selalu memiliki rencana di mana Dia bisa membuat diriNya dikenal umat-Nya. Dia tidak bisa muncul secara pribadi, dengan segala kemuliaan Illahi-Nya, dihadapan mata orang-orang berdosa. Jadi Dia memilih untuk membuat dirinya dikenal melalui utusannya. Kemudian suatu hari Allah membuat rencana besar. Alih-alih membuat dirinya dikenal melalui individu sese orang, Dia akan membuat diriNya dikenal melalui seluruh kelompok umat--bangsa pilihan. Pikirkan hal ini! Akan ada seluruh umat dalam suatu bangsa hidup bersama dalam damai dan sukacita dan kesehatan yang berasal dari cara mengikuti jalan Allah. Suatu bangsa yang sangat sangat berbeda, begitu bijaksana dan begitu kuat sehingga seluruh dunia tidak bisa tidak mesti memperhatikannya. Bangsa ini bisa menunjukkan kepada dunia betapa indahnya hidup dalam loyalitas penuh kasih untuk satu-satunya Allah yang benar. Ini akan menjadi bangsa dengan suatu misi: menjadikan Allah dikenal. Alangkah hebatnya rencana itu! "*
Mereka yang akan berbagi dalam kemenangan adalah mereka yang telah menerima kebenaran Yesus (Efesus 2:8-10). Tujuan tertinggi mereka adalah mengenal Dia melalui persahabatan yang dalam dan pribadi yang ditandai dengan kasih (Yohanes 14:15), kepercayaan, loyalitas, dan ketaatan. Tindakan kebaikan dan kasih ini akan membuat karakter Allah yang kasih dikenal orang. Kita katakan mereka memiliki iman yang benar. Itulah sebabnya dalam penghakiman kita masih diselamatkan oleh iman kita dalam kasih karunia Yesus akan diriNya kepada kita, namun dinilai oleh kelakuan.
REAKSI
1. Tindakan kebaikan apa yang secara khusus disebutkan dalam Alkitab? Dalam dunia sekarang ini, apakah tindakan ini masih diperlukan? Mengapa, atau mengapa tidak?
2. Tindakan kebaikan apa yang tidak disebutkan dalam Alkitab mungkin dibutuhkan di dunia saat ini?
___________
*God Is the Victor, p. 71.
Stewart Van Loriezo, Bacolod City, Philippines
Jum’at
28 Mei
Eksplorasi
Desainer Asli 2 Kor. 5:17
SIMPULAN
Dalam visi Zakharia pasal 3, pakaian kotor Yosua tidak hanya ditutupi oleh Allah. Setan, yang berdiri siap untuk mengutuk Yosua untuk dosa-dosanya, akan dengan cepat menerkam celah itu. Sebaliknya, Allah melucuti setiap pakaian berdosa dan memakaikan Yosua dari kepala sampai kaki dengan pakaian bersih. Tidak hanya bersih, tetapi cantik, suatu pakian khusus. Bayangkan dipakaikan pakaian oleh Allah!
Allah menggantikan kualitas keKristenan buruk, imitasi kita dengan hal yang nyata. Dia tidak hanya menutupi sifat dosa kita, Dia melakukan perobahan menyeluruh, membentuk kita menjadi ciptaan baru.
PERTIMBANGKAN
● Memilih dan memakai hal-hal yang dalam satu cara atau apapun melambangkan hubungan anda dengan Allah.
● Memperbaiki sesuatu yang telah rusak, apakah itu pakaian, peralatan, mobil, atau suatu hubungan. Bagaimana hal ini mencerminkan apa yang Kristus lakukan untuk Anda?
● Meneliti desain pakaian yang dipakai di Israel selama pendudukan Babel. Apa jenis kain dan teknik konstruksi pakaian yang digunakan? Gunakan situs Web berikut untuk penelitian anda: http://www.keyway.ca atau http://www.womeninthebible.net
● Mencui pakaian. Sementara pakaian yang sedang dibersihkan, bacalah Mazmur 51:2, 7 dan Wahyu 22:14. Renungkan tentang apa artinya bagi Anda untuk mengetahui bahwa Allah membasuh dosa.
● Menerapkan nilai numerik untuk simbol yang disebutkan dalam salah satu visi Zakharia untuk menciptakan sebuah persamaan matematika yang mencerminkan simbolisme yang ditemukan dalam pelajaran ini.
● Parafrase salah satu visi dari Zakharia 1-3, menggunakan benda kontemporer, sehari-hari (iPod, Starbucks, ponsel, dan sebagainya), untuk foto yang simbolis digunakan dalam Alkitab. Bagaimana frase sehari-hari atau barang akan digunakan untuk menyampaikan konsep-konsep yang lebih besar?
● Memberikan pakaian baru kepada seseorang atau badan amal yang membutuhkan (misalnya, seseorang yang hidup di jalanan, tempat penampungan tunawisma, atau sebuah proyek misi).
● Menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang lama atau dibuang.
● Membangun api unggun dengan sekelompok teman. Ketika mulai membakar, memiliki setiap orang mengeluarkan cabang terbakar dengan jepitan api besar. Diskusikan apa artinya menjadi "tongkat membakar" (Zakharia 3:2, NIV), ditarik dari api oleh Allah.
Hubungkan
Chronicles of Mansoul: A John Bunyan Classic as told by Ethel Bar¬rett (Ventura, Calif.: GL Regal Books, 1980), chap. 15; Max Lucado, “All Dressed Up and Somewhere to Go,” in He Chose You (Nashville, Tenn.: Thomas Nelson, 2002), chap. 8.
Luan Miller, College Place, Washington, U.S.A.
Subscribe to:
Comments (Atom)