![]()
OKTOBER—DESEMBER 2009
Pelajaran 7 Kwartal 4, 7—14 November 2009
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Pergumulan Kekuasaan
“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan” (Amsal 16:18)

Sabbath 7 November
KENAPA? Kenapa? Kenapa!!!!!!
PENDAHULUAN
Bilangan 16; Amsal 8:13; Yakobus 3:16
Bunga-bunga mulai mekar, burung-burung berkicau, dan uangnya di Bank berlimpah. Julian mencerminkan hidupnya selagi dia ngebut di jalan raya dengan mobil Porsche Carrea GT barunya. Dia mempunyai segalanya: mobil mewah, rumah yang hebat di Hillsborough, jam sport, jam rancangan Eropa, dan yang tak boleh lupa adalah koleksi jam Rolex yang berharga. Istrinya yang muda menunjukan indah yang sebenarnya.
Sebagai pengacara amat terkenal, dia mempunyai asisten administrasi yang paling efisien dan rekan yang menganggapnya terhebat. Orang pasti menyangka dia akan puas, tetapi Julian jauh dari itu. Satu hal yang benar-benar mengganggunya adalah dia bukanlah yang jadi boss. Dia sering berfantasi akan keputusan strategis yang akan dibuatnya jika saja dia yang memutuskan. “Kenapa orang-orang tidak melihat saya bermutu untuk itu? Bukankah minggu lalu saya sukses membuat merger perusahaan berharga jutaan dolar? Saya melakukannya. Kenapa bos yang dapat penghargaannya? Kenapa saya tidak bisa jadi yang nomor satu? Kenapa? Kenapa? Kenapa?! Keluh Julian.
Galatia 5:26 mengatakan, “janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki”. Walaupun Julian mempunyai segalanya, dia masih tetap tidak puas dengan status supenya. Ketamakan dan kesombongannya menyebabkan dia mengabaikan berkat-berkat dalam hidupnya dan sebagai gantinya fokus kepada yang dimiliki orang lain.
Situasi si Julian sama seperti cerita Korah di kitab Bilangan. Dia ditempatkan pada posisi terhormat di antara Israel. Tetapi, dia tidak dapat menghargai Allah yang telah mengangkat Musa dan Harun sebagai pimpinan. Dia merasa bahwa dia bisa melakukannya lebih baik lagi. Akhirnya, dia dan semua yang dimilikinya ditelan bumi. Bumi membelah dan mereka semunya ditelan bumi (Bilangan 16:31, 32)
Sama seperti Korah, Julian kehilangan segalanya. Dia terlampau fokus dengan apa yang tidak dimilikinya, sehingga dia gagal mencerminkan berkat-berkat yang dikaruniakan kepadanya.
Seberapa seringnya kita juga melihat orang lain untuk menentukan nilaimu? Allah membenci kesombongan dan tidak menyenangi cemburu. Adalah penting untuk mendasarkan keamanan dan kesukaan pada berkat-berkat yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita. Amsal 3:6 mengatakan, “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Allah ingin kita mencerminkan Dia dan kebaikanNYA, dan bila kita melakukannya, Dia akna menunjukan kepada kita jalan-jalan unik yang telah disediakanNYA bagi masing-masing kita.
M. Ann Shillingford,
Minggu 8 November
Menaklukan Musuh
LOGOS
Kej. 17:10–17; Bilangan 16, 17; Yosh. 4:3–9; Matt. 26:6–13; Lukas 22:19
Kejadian 17:10-17 memberikan uraian singkat tentang perjanjian Allah dengan Abraham dan turunannya. Allah mengatakan kepada Abraham bahwa dia dan keturunannya akan mewarisi Tanah Perjanjian. Tuhan juga selanjutnya mengatakan bahwa janji tersebut bukan hanya untuk keturunan Abraham melalui darah saja tetapi juga kepada orang yagn taat kepada perjanjian dengan Tuhan. Allah kemudian mengatakan orang yang menjadi keluarga Abraham, tetapi menolak untuk melakukan apa yang diperintahkan Tuhan tidak akan menjadi pewaris janji itu. Dalam perjanjian baru Tuhan mengatakan kepada siapa saja yang akang dipangkas dan siapa yang akan dicangkokkan. Kita dapat menjadi pewaris janji itu bila kita mengingat Allah, AnakNYa, dan apa yang telah dilakukanNYA kepada kita.
Akibat Pemberontakan (Bilangan 16, 17)
Di buku Bilangan kita membaca tentang musuh yang masuk ke perkemahan orang Israel melalui tiga orang (Bilangan 16, 17). Melalui pemberontakan Korah, ribuan orang mesti mati. Melalui kejadian dalam kedua pasal ini, kita pelajari bahwa Allah memperingatkan kita mesti memberikan pengaruh positif dan sebagai akibatnya kita akan dipengaruhi secara positif. Dia memperingatkan kita untuk berhati-hati dengan sahabat dan teman kita. Kita lihat dengan jelas bagaimana ribuan orang dimusnahkan karena benih setan yang ditanamkan dalam hati mereka dibiarkan bertumbuh. Untuk menyelamatkan orang Israel lainnya, Allah memusnahkan mereka sampai ke akar-akarnya. Kita mesti menghetikan penyebaran penyakit untuk menyelamatkan yang setia. Sejumput ragi akan mempengaruhi seluruh adonan. Hanya dosa kecil dapat membakar semuanya.
Jika saja pemberontakan Korah berhasil pada waktu itu akibatnya akan merupakan kekacauan terbesar, dan rencana Allah bagi Israel akan menjadi kehancuran total.1
Mengingat Pembebasan Tuhan (Yosh. 4:3–9)
Dalam Yoshua 4:3-9 Tuhan mengajar anak-anak Israel untuk menaklukan musuh dengan tetap fokus padaNYA yang memberikan hidup. Agar dapat mengingat bahwa Tuhanlah yang membawa mereka keluar dari Mesir, Dia menyuruh mereka mengambil 12 batu dari tengah sungai.
Sekarang, Tuhan tetap mengajar kita untuk tetap fokus kepadaNYA. Dunia mengajarkan harga diri dan perbaikan diri. Tetapi bila fokus utama kita adalah diri sendiri, maka akan mudah menjadi cinta diri dan berpusat pada diri sendiri. Allah ingin mencegah orang Israel untuk berpikir bahwa Yosua dan mereka mampu melakukan segalanya dan apapun. Gantinya, Dia ingin mereka untuk ingat bahwa Dialah pempimpin mereka dan yang membawa orang Israel keluar dari Mesir.
“Allah tidak menginginkan masa lalu dilupakan. Kemarin mempunyai arti untuk hari ini. Bangsa-bangsa mempunyai kekuatan sampai saat ini jika mereka dapat mengingat masa lalunya . . . . . .Orang Ibrani selalu dihadapkan pada “Akulah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.”2
Mengingat Yesus sebagai Korban (Matt. 26:6–13; Lukas 22:19)
Dalam usaha untuk menganggap rendah perempuan yang mengurapi Yesus, salah satu murid mencerca apa yang dilakukannya. Tetapi, Yesus berkata bahwa kemanapaun injil dikabarkan cerita tentang perempuan itu akan dikabarkan.
“Mary’s gift would shed its fragrance, and hearts would be blessed through her unstudied act. Kingdoms would rise and fall; the names of monarchs and conquerors would be forgotten; but this woman’s deed would be immortalized upon the pages of sacred history. Until time should be no more, that broken alabaster box would tell the story of the abundant love of God for a fallen race.”3
“Hadiah Maria akan memancarkan keharuman, dan hati akan diberkati melalui tindakannya yang tulus. Kerajaan akan bangkit dan jatuh; nama-nama bangsawan dan penakluk akan dilupakan; tetapa apa yang dilakukan perempuan itu tetap kekal di halaman sejarah sakral. Sampai waktu tidak diperlukan lagi, botol parfum yang dipecahkan akan menceritakan kelimpahan kasih Allah untuk umat manusia yang jatuh.”3
Selama Perjamuan Kudus, Yesus menginginkan murid-muridNYA untuk kembali fokus kepadaNYA melalui lambang makanan Paskah—roti melambangkan tubuhNYA, anggur darahNYA. Pada waktu murid-muridNYA sepanjang zaman melakukan Perjamuan, mereka mengingat pengorbananNYA dalam cara yang khusus. Ingatan seperti itu akan membantu kita untuk mengalahkan musuh, si Setan.
REAKSI
1. Dalam cara apa kita mengingat kebaikan Tuhan?
2. Bagaimana caranya melayani Tuhan lebih baik dan menunjukan ungkapan syukur kita akan apa yang telah dilakukanNYA?
____________
1. The Interpreter’s Bible, vol. 2. George Arthur Buttrick, ed. (
2. Ibid., pp. 568, 569.
3. The Desire of Ages, p. 563.
Nafeesa Alexander,
Senin 9 November
Konflik di Padang Belantara
KESAKSIAN
Bilangan 16:30−33
“Orang yang berkuasa adalah orang yang telah ditantang, dilawan, dan direndahkan. Dengan menggunakan energi mereka ke daya upaya, penghalang yang mereka terima memberikan kepada mereka berkat yang positif . . . . . . . Konflik dan ketidak pastian membuat mereka menggunakan imannya kepada Allah, dan keteguhan itu berkembang menjadi kuasa.”1
Musa adalah orang yang berkuasa seperti itu. Dia menemui banyak rintangan pada waktu memimpin anak-anak Israel di padang belantara, tetapi kepercayaannya kepada Tuhan menguatkannya, terlepas dari persungutan yang sering mengelilinginya. Dia menunjukan bahwa dia mempercayai Allah, walaupun dia beberapa kali tergoda untuk menyerah terhadap orang Israel. Dia tetap mencari tuntunan Allah dalam cara menangani mereka. Dia tidak menginginkan keinginannya melampaui kehendak Allah. Dengan memilih pergi kepada Allah pada waktu menghadapi pencobaan itu, Musa dikuatkan, dan dia tahu bahwa apapun yang dilakukannya diperkenan oleh Allah Yang Mahakuasa. Musa menerima berkat positif melalui ujian imannya kepada Allah.
Walaupun diperingatkan oleh Musa bahwa Allah akan memusnahkan para pemberontak, pemberontakan berlanjut sampai akhir lebih dari 14000 orang mati setelah bumi terbelah dan menelang mereka hidup-hidup. Melalui persekutuan dengan Allah, Musa mampu meminta anak-anak Israel untuk membawa tongkat perwakilan dari ke 12 suku, dengan tongkat Harun ada diantaranya, untuk mencari tahu siapa yang dipilih untuk memimpin anak-anak Israel. Pada waktu tongkat Harun bertunas yang menunjukan dia adalah pemimpin yang dipilih Allah, pemberontakan itu berlanjut.
“Dalam pemberontakan Korah terlihat bagaimana usahanya, dalam pandangan yang sempit, mempunyai roh pemberontakan yang sama dengan Setan di sorga. Kesombongan dan ambisi yang telah membuat Lusifer bersungut akan pemerintahan Allah, dan mencari cara untuk mengacaukan keteraturan yang telah mapan di sorga. Sejak kejatuhannya, cara dan semangat yang sama telah digunakannya, ambisi yang sama untuk posisi dan kehormatan, ke dalam pikiran manusia. Dia bekerja di pikiran Korah, Datan, dan Abiram, untuk membangkintkan keinginan untuk dihormati dan merangsang kedengkian, ketidak percayaan, dan pemberontakan. Satan menyebabkan mereka untuk menolah Allah sebagai pemimpin mereka, dengan menolak orang yang telah diangkat Allah. Tetapi dengan bersungut-sungunt kepada Musa dan Harun mereka menghujat Allah, mereka juga sedemikian terkungkung dengan pikiran mereka sehingga menganggap mereka benar, dan menganggap orang yang telah dengan setia menegur dosa mereka sebagai yang dituntun oleh Setan.
“Tidakkah setan yang sama yang masih ada yang membuat dasar dari kehancuaran Korah?. . . .Seperti Korah dan teman-temannya, banyak, bahkan yang mengaku pengikut Kristus, berpikir, berencana, dan bekerjas sedemikian kuatnya untuk pemuliaan diri sehingga untuk mendapatkan simpati dan dukungan orang lain mereka siap untuk melencengkan kebenaran, memalsukan dan membuat representasi yang salah akan hamba Tuhan, dan bahkan menuduh mereka dengan motif dan dasar yang cinta diri yang menginspirasi hati mereka sendiri.
____________
1. Message to Young People, p. 194.
2. Patriarchs and Prophets, pp. 403, 404.
Evadne E. Ngazimbi,
Selasa 10 November
Gereja Laodekia
BUKTI
Kel. 20:13; Ester 6:1; Matt. 26:59; Wahyu 3:14–22
Pelajaran minggu ini berhubungan dengan pergumulan kekuasaan yang meletak Korah, Datan, dan Abiram melawan Musa dan Harun. Pergumulan ini mengakibatkan hubungan muka dengan muka. Kenapa kita mempunyai orang-orang yang mesti membunuh satu sama lain atas nama agama? Jelas dikatakan, dalam Keluaran 20:13, Sepuluh Hukum, “Jangan membunuh”. Dimana ada bukti Allah ingin kita membunuh atas nama agama?
Haman tidak mempunyai bukti terhadap Mordekai. Jadi kenapa dia mau menghukumnya? Haman dipenuhi kecemburuan. Haman berencana menghukum Mordekai karena dia tidak mau membungkuk kepadanya. Nasibnya ditentukan malam itu. Baca Ester 6
Bahkan Sanhedrin pun berusaha mencari bukti untuk menjelekan Yesus, Putra Allah. Baca Matius 26:59.
Siapa yang akan berbicara kepada orang yang tidak percaya? Apakah orang Kristen saat ini masih mencari bukti untuk mengikuti pekerjaan Roh Kudus sebelum mereka pergi dan mengatakan tentang kedatangan Kristus? Atau apakah mereka ditemukan tidak beriman. Akan ada masanya Raja Alam Semesta menunjukan semua bukti-buktiNYA tentang hal baik dan buruk. Apakah akan ada pergumulan kekuasaan pada waktu itu?
Alkitab berbicara tentang gereja Laodekia di Wahyu 3:14-22. Ellen G. White menulis tentang gereja ini: “Mereka yang tidak mau bekerja pada waktu Tuhan memanggil mereka, menunggu bukti yang lebih banyak lagi, dan kesempatan yang lebih baik, akan berjalan dalam kegelapan, karena terang akan ditarik dari mereka. Kemudian bila waktunya tiba, jika menolak tidak akan diberi kesempatan lagi.”*
Pergumulan kekuasaan yang luarbiasa pada saat Yesus berhadapan dengan setan, musuh jiwa kita, pada waktu dia berusaha menunjukan bukti bahwa kita layak dikutuk.
REAKSI
1. Apa bukti dalam hidup kita yang menunjukan adanya pergumulan antara yang baik dan jahat?
2. Apa yang dapat anda lakukan untuk terbebas dari pergumulan itu?
____________
*The Advent Review and Sabbath Herald, September 16, 1873, “The
Norma P. Brown, Atlanta, Georgia, U.S.A.
Rabu 11 November
Seni Mengalah
BAGAIMANA
Amsal 3:5, 6
Seni mengalah sering dicapai dengan menunda—membiarkannya berlalu dari pikiran, keinginan, dan jalanmu, dan berpegang dengan kedua tangan kepada janji-janji Allah, kehendakNYA, dan jalanNYA.
Dari sejak pertama kali kita memutar pedal sepeda roda tiga sampai menyetir sendiri perasaan kendali dan kekuasaan menimpa kita, dan kita menyenangi perasaan itu. Kita diizinkan menyetir, tetapi Allah menunggu dan ingin memberi arah. Jika pergumulan kekuasaan berkembang pada hal-hal tertentu dan kita merasa kita tahu jalan terbaik, tetapi tanda menunjukan arah yang berbeda, kita mungkin bergumul untuk tetap dengan rencana kita pada saat mengalah akan mengakiri pergumulan itu. Suatu pergumulan membutuhkan dua sudut pandang berbeda. Dengan mengalah kita jadi bebas untuk mendengar dan memberi jalan kepada pengarahan Illahi. Menunda menurut kepada janji-janji Allah adalah sama dengan membeli GPS (alat penentu arah yang canggih, RED) tetapi sering berhenti untuk melihat peta atau bertanya arah kepada orang lain.
Kita dapat mengalah dengan melakukan hal-hal berikut:
Cari kehendak Allah melalui pelajaran Alkitab yang dipenuhi doa (Roma 10:17; 2 Tim 2:15). Bila anda mengalah, Firman Allah akan menjadi jaring pelindung. Buatlah Alkitab menjadi pribadi dengan mengikuti suatu rencana bacaan. Mulailah dengan perikop favoritmu.
Putuskan mengikuti jalan Allah dengan setiap hari menyerahkan hidupmu kepadaNYA (Mazmur 37:5; 1Kor 15:31). Pergumulan kekuasaan adalah pilihan. Keputusan harian, jam demi jam atau saat demi saat akan mengizinkan Allah mengarahkan. “Meletakan kepercayaan yang kecil kepada pengertian sendiri tidak berarti orang itu mesti mengenyampingkan kepintaran dan menyerah pada kuasa pilihan. Kepintaran dibutuhkan untuk menentukan apa kehendak Illahi dari pelajaran Firman Allah dan dari bukti tuntunannya. Suatu keinginan yang diperkuat dan dibersihkan oleh Allah dibutuhkan jika seseorang ingin mengikuti jalan yang benar sampai akhir.”1
Bersuka dengan kesukaan Allah, dan temukan kesukaan dalam kebebasan yang datang pada saat mengizinkan GPS NYA mengendalikan (Maz. 1:2; 119:143). “Dia yang mengikuti tuntunan Illahi telah menemukan satu-satunya sumber kasih karunia keselamatan dan kesukaan yang sebenarnya dan telah mendapatkan kuasa untuk memancarkan kesukaan kepada sekelilingnya.”2
Tunjukan komitmenmu. Bertindaklah untuk menunjukan anda mengalah pada waktu hal itu benar-benar terjadi.
REAKSI
Dimana anda perlu memulai perjalanan “mengalah”?
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 3, p. 956.
2. Messages to Young People, p. 264.
Gloria Bell-Eldridge,
Kamis 12 November
Melewati Gelombang.
PENDAPAT
Yes. 41:10
Suatu hal yang menarik untuk mengamati gelambang lautan. Kadang sedemikian kuatnya tetapi juga bisa tenang. Pada awalnya, mungkin tampak tenang. Padahal dalam kenyataannya, banyak arus berada di bawahnya yang sewaktu-waktu dapat muncul ke permukaan.
Pola yang sama dapat diterapkan dalam perjalanan ke Kristenan secara pribadi maupun kelompok. Seperti seseorang Yang “sampai” di puncak perjalanan ke Kristenannya, pergumulan menjadi bagian jelas pada waktu turun. Pergumulan tidak membedakan asal usul, umur, pekerjaan, kelompok, ataupun kelamin. Umat-umat Tuhan telah selalu melewati pergumulan, dan sebagai akibatnya, kebanyakan mereka telah menjadi orang Kristen yang lebih kuat.
Pergumulan internal dalam gereja juga dapat mengecewakan. Raja Daud mengalaminya secara langsung. Bacalah Mazmur 55:12-14. Bahkan saat ini juga ada pergumulan yang serupa. Samantha baru saja bertobat. Dia berapi-api mengikuti Tuhan dan tidak mempunyai kehendak lain selain melayaniNYA. Pemimpin gereja mengamati entusiasmenya, dan dalam waktu singkat dan pelatihan yang cukup; dia memegang posisi terhormat di gerejanya. Merupakan tantangan, khususnya bagi mahasiswi, tetapi dia mempercayai Allah dan dia berhasil. Tetapi lingkungannya melihat hal yang berbeda. Mereka membuat komentar yang sinis. Mereka bahkan menyorakinya karena berusaha masuk sorga melalui berbuat baik. Samantha jadi kecewa dan mulai mempertanyakan Allah.
Nasehat Ellen White: “Pada saat pekabaran kebenaran datang ke dalam jiwa dengan kuasa khusus, Setan berusaha menggeraka para agennya memulaikan suatu pertengkaran. . . . . Pada saat suatu pekerjaan baik dimulaikan, ada yang bersiap juga masuk ke pertengkaran akan bentuk atau tehnikalitas untuk menarik pikiran dari kenyataan. Pada saat tampak Allah akan memulaikan pekerjaannya dalam cara yang khusus untuk umatNYA, jangan biarkan mereka digoda kedalam pertengkaran yang hanya akan menghancurkan jiwa-jiwa.”*
Kita tidak boleh terkejut apabila terjadi pergumulan internal. Jawaban kepada hidup sering terletak di dalam gelombang besar. Pada waktu lautan kehidupan berpaling kepada ketenangan kembali, kita menyadari bahwa kita telah mendapatkan perspektif yang baru.
REAKSI
1. Bagaimana anda secara pribadi menggunakan Yesaya 41:10 untuk membangun imanmu sementara melalui gelombang besar kehidupan?
2. Bagaimana caranya anda menasehati/mendorong seorang sahabat yang mengalami pergumulan didalam gereja?
____________
*The Desire of Ages, p. 396.
Dora Desamour,
Jum’at 13 November
Mengalah dan Mengizinkan Allah
EKSPLORASI
Amsal 3:5, 6
SIMPULAN
Kecintaan akan posisi dan kekuasaan tampaknya merupakan sifat manusia. Seluruh Alkitab dan sekeliling kita saat ini, kita bisa menemukan berbagai kejadian orang-orang yang keinginannya untuk menjadi yang terutama menjauhkan mereka dari Allah. DIA mempunyai rencana untuk setiap kita, dan rencana itu tidak selalu mencakup menjadi yang tertinggi atau dikenal sebagai orang yang hebat. Bila kita mengizinkan Allah menuntun hidup kita dan belajar memberikan pelayanan terbaik kita—tidak peduli dimana atau bagaimana Dia menuntun—kita akan menemukan kesukaan yang sebenarnya.
PERTIMBANGKAN
■ Buatlah suatu jurnal ayat-ayat Alkitab, percakapan, dan pengalaman yang menunukan Allah menuntunmu atau memberikanmu jawaban yang anda cari.
■ Wawancarai anggota terhormat gerejamu yang memberimu impresi sebagai orang yang rendah hati, tetapi bertalenta. Mintalah mereka memberimu rahasia untuk tetap rendah hati. Ambilah respon mereka sebagai rujukan masa depan.
■ Berdoalah, “Selidiklah aku ya Allah . . . “ yang ditulis Mazmur 139:23, 24, dan pintalah Dia untuk menunjukan kepadamu jika ada pemberontakan atau kesombongan dalam hidupmu yang perlu diserahkan kepadaNYA.
■ Amati alam dan keteraturan berfungsinya ciptaan dan dunia alam. Catat juga apa yang terjadi jika ada kejadian atau lingkungan yang menghacurkan susunan itu.
■ Diskusikan dengan seorang sahabat aplikasi apa yang mungkin anda lakukan tentang kerinduan Allah untuk tempatmu dalam hal yang berhubungan dengan pendidikan, gereja, pekerjaan, atau keluargamu.
■ Amati koleksi musikmu dan carilah lagu yang berhubungan dengan berserah kepada kehendak atau mengizinkan DIA menuntun hidupmu. Hafalkan kata-katanya dan nyanyikan sesering mungkin.
■ Pikirkan tentang situasi disekelilingmu, apakah itu gereja, pekerjaan, rumah ataupun sekolah dimana anda melihat terjadinya pergumulan kekuasaan. Carilah berbagai alternatif memberiakn nasihat ke Kristenan. (dalam beberapa situasi, berdoa mungkin merupakan pendekatan terbaik).
HUBUNGKAN
Ruby Ratzlaff, compiler, Here I Am, Lord: Prayers From the Heart of Ellen White.
Mike Bonem and Roger Patterson, Leading From the Second Chair: Serving Your Church, Fulfilling Your Role, and Realizing Your Dreams.
Shelley Quinn, Life Affirmations From Scripture.
Pat Humphrey,
No comments:
Post a Comment