SSCQ Edisi bahasa Indonesia, Triwulan IV, Pelajaran 6, 31 Oktober - 7 November 2009
DIRENCANAKAN JAUH HARI
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Maka Aku berkata kepada anak-anak mereka di padang gurun: Janganlah kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan ayahmu dan janganlah berpegang pada peraturan-peraturan mereka dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka. Akulah TUHAN, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu. (Yehez. 20:18-20)
Sabbath 31 Oktober
Apakah Saya Tidur Berjalan
PENDAHULUAN
Bil. 15:37-41; 2 Kor. 2:15,16
Saya bersukarela melakukan pekerjaan paling tidak populer di tempat kerjaku. Ada di bawah, dingin, kotor, dan bising. Tetapi saya akan sendirian, dan saya tahu bahwa saya membutuhkan waktu sendirian bersama Allah. Saya selalu meminta Allah untuk selalu bersamaku, tetapi saya menghabiskan hari-hariku seolah-olah Dia amat jauh.
“Apakah anda disini Tuhan?” tanyaku pada saat sampai di bawah. Segenap bagian tubuhku siap untuk kehadiranNYA.
Tak lama kemudian, Kesavan, rekan sekerjaku yang beragama Hare Krishna, singgah. Dia adalah orang yang ramah, lemah lembut, dan baik, dan kami menikmati banyak percakapan tentang Tuhan. Kali ini dia bertanya padaku apakah saya bersukarela kerja ditempat ini agar dapat membaca dan berdoa! Kami mulai mengobrol tentang Allah. Saya bertanya-tanya apakah kami dapat menikmati percakapan tiga arah—Kesavan, diriku, dan Tuhan.
Kami terangkat dengan pemikiran ini, dan pada waktu permisi, dia berkata, “Saya sekarang tahu Tuhan mengirimku ke bawah ini untuk berbicara denganmu, karena saya telah diberkati.”
Tuhan! Mengambil hikmah dan sadar akan kehadiranNYA amat menyenangkat. Kemaren, saya meloncat keluar rumah, berlari terlambat ke perbaktian malam di gereja. Suara musik mobil dengan lembut bernyanyi—“Ingatlah kan daku.”* Kemudian saya melihatnya—bulan, keemasan dan mulia, naik di atas bukit dikejauhan . Saya berhenti. Ya, Tuhan, ampuni saya, doaku. Tolonglah daku untuk selalu mengingatmu setiap saat dalam hidupku. Alangkah pelupanya aku!
Kaabah pastilah merupakan pemandangan yang luarbiasa di padang gurun, mewakili kemuliaan Allah dan menceritakan kisah keselamatan melalui upacara, korban, dan lambang-lambang. Pastilah itu akan mengangkat mata umat kearah sorga pada waktu mereka berjalan di padang pasir yang mengerikan ke Tanah Perjanjian. Tetapi walaupun dengan semuanya itu, Allah memerintahkan anak-anak Israel untuk memakai rumbai-rumbai di pakaian mereka mengingatkan mereka untuk mematuhi hukum-hukumNYA.
Saat ini kita hidup dalam dunia yang penuh dengan gangguan, tetapi Allah tetap hadir. Dia berbicara kepada kita melalui terbit dan tenggelamnya matahari, lautan, terang bulan, dan persahabatan. Tetapi, tetapi sesuatu mengatakan kepaku bahwa mungkin saya perlu pakai rumbai-rumbai. Paulus mengatakan, “Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. (1Tes 5:4,5)
Minggu ini kita akan belajar buku Bilangan yang telah mengajar kita tentang pentingnya mengingat Allah dan bagaimana kita dapat melakukannya.
____________
*Leann Rimes, “Please Remember.”
Jenelle Hockley, Perth, Australia
Minggu 1 Nopember
Kebersamaan Melaui Rumbai
BUKTI
Bilangan 15, Yo. 14:21; Efesus 5:1,2
Padamulanya, hukum-hukum di Bilangan 15 tampak diluar konteks ditengah uraian lainnya. Hukum-hukum ini, tentu saja, mengungkapkan Allah yang setia yang ingin bersekutu dengan anak-anakNYA dan memanggil mereka untuk patuh setelah kejadian mengerikan Pasal 14.
Panggilan Allah untuk patuh datang dalam bentuk peringatan fisik kepada orang Israel. Mereka mesti membuat satu simpul biru (keunguan) dalam rumbai yang mesti mereka tempatkan diujung baju mereka. Rumbai-rumbai ini “akan mengingatkan kamu,. . kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan . . . . menjadi kudus bagi Allahmu.” (ayat 39, 40).
Ketaatan kepada perintah Allah merupakan tanda kecintaan kita kepadaNYA. Sabat adalah ujian, atau tanda kepatuhan.1 Yohanes 14:21 mengatakan “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
Adalah penting untuk meletakan rumbai tersebut diujung pakaian mereka. Pada zaman dahulu kala, ujung baju merupakan perpanjangan orang tersebut.2 Dengan cara ini, kepatuhan kepada Allah merupakan kepanjangan orang tersebut. Sifat-sifat apakah dan prioritas apakah yang merupakan kepanjangan kita?
Kita hidup dalam masa Keluaran rohani. Kita memandang ke depan ke tanah perjanjian sorga. Dan sama seperti orang Israel, Allah rindu bersekutu dengan kita.
Persekutuan dengan Allah meletakan dasar kepatuhan dan membentuk sikap kita ke memberi.3 Tidak memberikannya setengah hati, tetapi (seperti persembahan yang disebutkan dalam Bilangan 15), memberikan hasil yang murni tanpa cacat, yang menunjuk kearah Yesus yang memberikan hidupNYA sendiri tanpa cacat kepada Allah (Ibr. 9:13,14)
Bila kita mengikuti hukum-hukum yang diinginkan Allah ditanampkan dalam pikiran kita dan menulisnya dihati kita, Dia memberikan hidup yang berkelimpahan. Dia memanggil kita untuk “dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah” (Efe. 5:2).
REAKSI
1. Apa bentuk praktis dari “hidup dalam kasih”?
2. Kenapa penting untuk memelihara hukum-hukum Tuhan? Khususnya Sabat hari ketujuh? Bagaimana memelihara Sabat mempengaruhi hubungan kita dengan Allah?
____________
1. M. L. Andreasen, The Sanctuary Service (Hagerstown, Maryland: Review and Herald Pub. Assoc., 2006), p. 272.
2. Iain M. Duguid, Numbers: God’s Presence in the Wilderness (Wheaton, Ill.: Crossway Books, 2006), p. 195.
3. Ibid., p. 185.
Suzanne McDonald, Perth, Australia
Senin 2 Nopember
Mengangkat Interjeksi Legal
LOGOS
Bilangan 15; 2 Kor. 2:15, 16; Gal. 3:26−29; Efe. 5:2; Kol. 3:1−11
Memecah Kesunyian (Bilangan 15:1, 2, 17, 18, 37, 38)
Merupakan suatu kejadian terbesar bagi orang Israel selama ini dnegan Allah Bapa dan Pemimpin Rohani mereka. Setelah pemberontakan kolektif dan kemudian kegilaan untuk mengklaim kembali hadiah mereka, orang Israel mengacaukan segalanya. Sementara mereka setengah hati mengumpulkan barang-barangnya, kesunyian rohani pastilah telah memekakan. Siapa yang akan memecahnya?
Kejutan bagi mereka, Allah yang memulainya. Walaupun, faktanya Allah yang memecah kesunyian bukanlah satu-satunya kejutan, sebagai ganti kata-kata teguaran ataupun kata-kata hiburan, Allah memberikan rencana rinci tentang korban dan rumbai-rumbai!.
Sementara orang Israel mendengar kepada Allah, semestinya telah tertanam ke dalam hati mereka bahwa Dia mempertegas janjiNYA yang mula-mula untuk memberikan kepada mereka tanah tersebut. Dengan risiko yang pasti akan masyarakat mereka jatuh kembali ke depresi rohani akan tujuan mereka, Allah memecah kesunyian untuk memastikan kembali kepada mereka janji-janjiNYA, dan realitas bahwa tanah tersebut adalah sesuatu yang diberikanNYA, bukan sesuatu yang hilang dari mereka. Kedua, pengulangan akan hukum-hukum Allah mengingatkan orang Israel bahwa Dia masih aktif mengarahkan mereka kepada hidup yang lebih baik.
Persembahan Pengharapan Wangi-wangian (Imamat. 7:28−36; Bilangan. 15:1−13; 2 Kor. 2:15, 16; Efe. 5:2)
Tampaknya seperti resep yang rinci, hukum-hukum ini tentang persembahan bakaran dan sukarela. Dicampur bersama dengan seperpuluh epod tepung dengan seperempat bumbung anggur, and sepotong daging domba yang dibumbui untuk menghasilkan suatu persembahan yang harum daripada rasa yang enak.
Pengarahan tentang korban-korban mengagumkan dan, mengejutkan , memberi dorongan. Baik tepung dan anggur menyiratkan bahwa orang yang ikut serta dalam upacara merupakan suatu masyarakat yang sudah menetap, masyarakat pertanian, memanen gandum dan memeras anggur. Jadi, hukum-hukum ini secara tidak langsung mempertegas janji bahwa orang Israel akan berdiam di tanah subur Tanah Perjanjian. Bukan hanya itu, korban ini menggambarkan bahwa Allah mengundang umatNYA untuk berbagi makanan yang lezat denganNYA dan para imam.1 Korban-korban ini mewakili pengampunan dan restorasi akan hubungan mereka.
Mungkin ini mengidentifikasi alasan sebenarnya mengapa korban-korban mestilah suatu keharuman kepada Allah. Daripada Allah secara khusus menikmati harumnya daging bumbu, Dia lebih gembira dengan prospek perbaikan hubungan dengan kita. Inilah alasan kenapa kehidupan Yesus merupakan suatu wangi-wangian kepada Allah; dan itulah kenapa kita juga dipanggung untuk menyebarkan wangi-wangian Kristus yang sama kemanapun kita pergi.
Status Sebenarnya Orang Asing (Bilangan 15:14−16; Gal. 3:26−29; Kol. 3:1−11)
Menyegarkan untuk mencatat bagaiman inklusifnya Allah dalam hukum-hukum yang dibagikanNYA kepada orang Israel. Pada banyak tempat di pasal 15, Dia mengatakan kepada orang Israel bahwa hukum-hukum yang sama tentang korban pendamaian dan bebas berlaku kepada orang asing dalam kelompok itu, sama seperti itu juga berlaku bagi mereka. Damai di perpanjangkan kepada mereka, oleh Allah, sama seperti kepada orang Israel.
Bagaimanapun, adalah mungkin untuk melihat ke inklusifan ini melalui kaca mata yang lebih optimistik lebih daripada kasus yang sebenarnya. Faktanya, orang asing sebenarnya tidak benar-benar memegang status yang sama seperti orang Israel. Sementara mereka dapat menikmati status sipil yang sama dengan orang Yahudi asli (Imamat 24:22; Bilangan 35:15), orang asing tidak mempunyai hak yang sama benar dalam status keagamaan.2
Hanya dalam Yesus Kristus status rasial, kelamin, dan ketidak samaan ekonomi dibuang. Sementara hukum-hukum manusia dapat menunjukan ketidak seimbangan sosial dapat diperbaiki, ketidak seimbangan seperti itu hanya dalam dieliminasi secara penuh melalui jembatan yang dibangun Kristus.
Peringatan Kecil akan Identitas (Bilangan 15:37−40; 1 Pet. 2:1−9; Wahyu 1:4−6)
Akhirnya kita sampai pada akhir dari hukum-hukum ini dan apa yang tertinggal? Hukum tentang rumbai-rumbai! Ini pastilah merupakan suatu teladan sempurna dari hukum-hukum yang tidak signifikan tentang hal-hal pinggiran. Tetapi berhentilah untuk mempertimbangkan apa yang diwakili rumbai-rumbai. Allah menyadari bagaimana mudahnya orang Israel melupakanNYA dan jalan-jalanNYA, jadi Dia memberikan kepada mereka cara yang mengikta untuk mengingatkan. Tujuan rumbai-rumbai ini mirip dengan slogan AYYAL (Apa Yang Yesus Akan Lakukan) saat ini.
Allah juga memberi spesifikasi bahwa rumbai-rumbai mesti mempuyi garis biru melintasinya. Pada zaman Perjanjian Lama, warna biru dan ungu dihasilkan dari keong Murex trunculus yang hidup dilaut Lebanon. Orang perlu mengumpulan 12000 keong untuk membuat 1,4 gram pewarna biru-ungu, jadi pastilah pewarna yang amat mahal!3 Anda mesti kaya dan terkenal untuk bisa memakai baju biru keunguan.4 Menariknya, kita menemukan Allah meminta umatNYA untuk imam dan mendekorasi kaabah dengan bahan berwarna biru keunguan (Keluaran 26:1; 28:5-8; 39:1). Jadi, pada waktu Allah memerintahkan umatNYA untuk memaki rumbai biru, Dia mengatakan, “Anda berharga dan spesial!. Kamulah Imamat yang Rajani!” Ditengah pemberontakan dan potensi depresi rohani, Allah mengangkat umatNYA dengan warna kesejahteraan.
REAKSI
1. Siapa yang memecahkan kesunyian rohani dalam hubunganmu dengan Allah-anda atau DIA?
2. Bagaimana pendapat anda masyarakat disekitarmu menguraikan “wangi rohani” umat Advent yang mereka kenal?
3. Apakah pemberontakan rohani merupakan masalah di gereja Advent saat ini? Jika ya, dalam area apa?
4. Seberapa sadar anda akan pelayanan kerajaan yang telah diurapi Allah bagimu? Apa yang mengingatkanmu fakta penting ini tentang hidupmu?
____________
1. The New American Commentary, vol. 3-B: Numbers (Nashville, Tenn.: Broadman & Holman Publishers, 2000), p. 245.
2. Jacob Milgrom, The JPS Torah Commentary: Numbers (Philadelphia: Jewish Publication Society, 1990), Excursus 34, p. 399.
3. Ibid., p. 127.
4. Remember that Lydia was a seller of blue-purple clothes in Acts 16:14.
Sven Ă–string, Perth, Australia
Selasa 3 November
Sifat Manusia—Tidak Berubah!
KESAKSIAN
Bilangan 15; Efesus 6:11-18
Temanya berulang, memantul seperti lagu yang mengganggu sepanjang masa, apakah di Kejadian, Keluaran, atau saat ini—“Dengan caraku.” Awalnya hanya pemanis mulut cara Allah, tetapi caraku akan menguasai. Pertimbangkan, kemudian, hasilnya:
“Campuran orang ramai yang keluar dari Mesir bersama-sama orang Israel merupakan sumber masalah dan pencobaan terus menerus. Mereka telah mengaku mencampakan berhala dan berbakti kepada Allah yang benar, tetapi pendidikan awal dan pelatihan awal mereka telah membentuk sifat dan karakter mereka, dan mereka telah menjadi terbiasa dengan berhala dan ketidak hormatan kepada Allah. Merekalah yang sering membangkitkan keributan, dan yang pertama mengomel, dan mereka menginfeksi kemah dengan praktek berhala mereka dan persungutan mereka kepada Allah.
“Tak lama setelah kembali ke padang belantara, segera terjadi pelanggaran Sabat, dalam lingkungan yang dinyatakan kasus pelanggaran yang aneh. Pengumuman Tuhan bahwa Dia akan membangkitkan semangat pemberontakan. Salah satu dari mereka, marah dikeluar dari Kanaan, dan memutuskan untuk menunjukan akan ketidak sukaannya terhadap hukum Allah, menunjukannya dengan melanggar hukum ke empat dengan mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabat . . . Tindakan orang ini adalah pelanggaran Sabat yang direncanakan dan merupakan pelanggaran langsung akan hukum ke empat—suatu dosa, buka karena kealpaan atau kelalaian, tetapi direncanakan . . . . Dosa penghujatan dan pelanggaran Sabat yang disengaja menerima hukuman yang sama, menjadi sama dengan ungkapan penghinaan akan otoritas Allah.”1
Berkali-kali terjadi—pertama benci, kemudian kasihan, kemudian merangkul. Penggodaan mungkin menarik, tetapi hal ini membuat kita menjauh dari Alla. Memilih untuk berjalan sendiri dapat mengakibatkan pemberontakan terbuka kepada Allah dan jalan-jalanNYA. Tidak aneh kita dinasehati untuk “untuk menjadi dengan baik perjalanan rohani kita.”2 Kita mesti secara terus menerus menyadari bahwa musuh Allah akan menyerang dalam cara yang diam-diam dan licik. Kita perlu memakaikan seluruh perlengkapan senjata Allah, setiap waktu setiap hari.
REAKSI
1. Seberapa sulit merobah cara berpikir kita? Jika kita dibesarkan dengan satu cara, bagaimana kita berobah?
2. Pernahkah anda berada dalam posisi melakukan sesuatu yang sebelumnya tak terbayangkan akan anda lakukan? Bagaimana anda melindungi dirimu untuk tidak mengulanginya?
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 408.
2. The Adventist Home, p. 404.
Yvonne L. Johnson, Perth, Australia
Rabu, 4 Nopember
Bagaimana Mengingat Untuk Tidak Lupa
BAGAIMANA
Bilangan. 15:37−41; Ulangan. 4:9; 11:16−21; Yer. 2:32
Selilit benang di jari, beker di jam. Ini adalah alat yang membantu kita untuk ingat; tetapi semua kita berkali-kali lupa. Kadangkala kita lupa tidak menentu, kadang kita melupakan hal yang penting seperti ulang tahu yang kita cintai, batas akhir kerja, atau janji ke dokter. Kita perlu diingatkan untuk membantu kita melalui hidup setiap harinya.
Orang Israel lupa mengingat hal yang paling penting, seperti Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir, perintah-perintah yang diberikanNYA, tanah yang dijanjikanNYA kepada mereka. Allah tahu mereka akan lupa, jadi seperti seikat benang di jari, Dia memberikan suatu alat peringatan—sesuatu untuk mengingatkan mereka untuk tidak lupa.
Simpul serangkai benang, diikat bersama dengan suatu simpul benang beru dicantolkan diujung setiap pakaian sehingga kemanapun orang Israel pergi mereka diingatkan. Jangan lupa Allah yang mengasihimu. Suatu lautan biru diatas kuning padang pasir. Jangan lupa rencana yang diberikanNya kepadamu. Suatu rumbai berayun dari suatu sudut. Jangan lupa apa yang telah AKU janjikan.
Empat hal yang dapat kita lakukan untuk ingat supaya tidak lupa akan hal penting:
Ikatkan firman Tuhan ke tanganmu (Ulangan 11:18). Kebanyakan kita menggunakan tangan untuk mencari nafkah. Apakah mengetik pakai komputer atau membalik lembaran kayu, tangan merupakan yang hal penting untuk mencari nafkah. Bagaimana jika setiap tindakan, setiap yang dilakukan oleh tanganmu, merupakan milik Allah?
Tempelkan firman Allah di keningmu (Ulangan 11:18). Berikan Allah pikiranmu. Apa yang masuk kedalam kepalamu akan menentukan fokusmu dan kemana tenaga akan anda letakan. Bayangkan bagaimana masa depanmu akan dibentuk jika anda mendisiplin dirimu sendiri untuk selalu memeriksakannya kepada DIA sepanjang hari, jika, seperti Paulus, “Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,” (2 Kor. 10:5).
Buar Prioritas dalam hidupmu (Yer. 2:32). Apakah anda lebih menghargai hal-hal duniawi diatas hal-hal sorgawi? Maka anda akan terperangkap melupakan Allah. Pilihlah hari ini untuk membuat Allah jadi prioritas paling atas dalam daftarmu.
Ceritakan kepada generasi berikut (Mazmur 78:4). Sama seperti guru yang baik akan mengatakan kepadamu, jika anda ingin tahu bahwa anda telah belajar sesuatu, cobalah mengajarkannya kepada orang lain. Dengan menurunkan pengetahuanmu, iman, dan pengertian, anda secara tidak sadar akan memperkuat pengalaman keKristenanmu.
REAKSI
1. Pengacau apa yang mencegah anda untuk mengingat rencana yang diberikan Allah kepadamu?
2. Rumbai-rumbai apa yang anda miliki dalam hidupmu yang mengingatkanmu akan Allah yang ajaib yang anda sembah?
Karen Collum, Brisbane, Australia
Kamis 5 Nopember
Keluar Dari Lobang Jebakan
PENDAPAT
Bilangan. 15:37−41
Orang Israel telah jatuh ke lobang. Mereka telah mengembara sedemikian lamanya di padang gurun, sehingga orang dapat bertanya-tanya apakah mereka dapat melakukan sesuatu yang lain. Tetapi Allah mendorong mereka untuk memandang ke rencana yang dijanjikanNya bagi mereka. Sebagai ganti merasa kasihan dan melihat penderitaan mereka, mereka mesti memandang ke depan ke masa depan yang gemilang dan merasa teransang untuk hal itu!
Orang Israel melambangkan bagaimana tindakan umat Tuhan di gereja saat ini. Allah mendorong orang Israel untuk melihat kedepan dan bersiap untuk masa depan yang gemilang. DIA menginginkan kita untuk melakukan hal yang sama. Tetapi lebih mudah melihat sekeliling dan menjadi depresi dengan semua hal-hal buruk yang kita lihat di gereja. Kali berikut anda dicobai untuk melakukan hal yang sama, pikirkan tentang apa yang Allah sediakan bagimu. Anda mungkin akan mendapatkan bahwa Allah akan menjadikannya apabila anda siap untuk itu.
Bila kita memilih jalan kita sendiri, lihat catatan pelanggar Sabat yang dilempari batu sampai mati (Bilangan 15:32-36). Allah hanya menginginkan yang terbaik bagi kita, dan Sepuluh Hukum adalah aturan hidup yang akan menuntun kita ke kebahagiaan dan umur panjang yang sejahtera. Tetapi pentingnya Allah menempatkan hukum-hukum ini ditekankan disini dengan hukuman mati. Bukan saja pelanggaran orang ini berbahaya bagi dirinya sendiri, bisa saja hal ini akan membuat orang lain juga binasa. Pelanggaran seperti ini dengan mudah akan menyebar ke seluruh kemah, menuntun umta Tuhan turun ke jalan pemberontakan dan tidak percaya. Beberapa mungkin berpikir Allah kejam membunuh seseorang untuk melanggar hukum Sabat, tetapi pada saat itu dalam perjalanan mereka adalah penting bagi setiap orang mengerti pentingnya memelihara perintah-perintah Tuhan.
Allah tahu bagaimana mudahnya kita lupa, jadi Dia menciptakan banyak peringatan visual akan diriNYa dan jalan-jalanNYA. Dia mengatakan kepada orang Israel untuk melakukan hal yang sama agar mereka tidak lupa bagaimana Dia telah menuntun mereka pada masa lalu. Dalam Bilangan 15:37—41 Dia memerintahkan mereka untuk memasang rumbai-rumbai diujung baju mereka agar mereka ingat akan perintah-perintahNYA dan penghormatan mereka kepadaNYA.
Mungkin akan membantu jika kita memasangkan peringatan seperti itu dalam setiap langkah kita? Apakah hukum-hukum Tuhan penting bagimu?
REAKSI
1. Apa yang akan anda lakukan bila anda masuk lobang jebakan rohani?
2. Bagaimana agar kita tetap segar dan fokus dengan hubungan kita dengan Allah?
Joy Thomson, Perth, Australia
Jum’at 6 Nopember
Suatu Peringatan yang Perlu Diingat
Eksplorasi
Bilangan 15:37-41
SIMPULAN
Pernahkan anda mengenal orang yang selalu tampaknya mempunyai ide atau cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu? Secar tak sadar akan apa yang masa lalumu ajarkan atau apapun saran atau instruksi yang anda berikan kepada mereka, mereka memaksa melakukanya dengan cara mereka. Semua kita kadang-kadang seperti itu dalam hal-hal rohani. Allah mengatakan lakukan dengan cara INI, tetapi kita ingin melakukannya dengan cara yang ITU. Sayangnya, sebanyak yang telah diketahui orang sepanjang sejarah, melakukannya dengan cara kita sebagai gantinya cara Allah akan berakhir dengan kehancuran. Dengan mengetahui ini, dan dimotivasi oleh kasih dan perhatian akan anak-anakNYA, Allah memberikan kepada orang Israel peringatan visual untuk mengingatkan agar mereka (dan juga kita) akan selalu ingat caraNYA selalu yang terbaik.
PERTIMBANGKAN
● Dengan menggunakan mediamu yang artistik, ciptakan suatu pengingat bagi rumahmu untuk mengingatkanmu memelihar hukum Tuhan. Misalnya, jika anda menikmati kaligrafi, anda dapat menuliskan sepuluh hukum dan selembar kertas, bingkai, dan gantungkan didinding.
● Berkumpul dengan kelompok dari gerejamu dan bagikan kopi buku berjudul sepuluh hukum dua kali dihapuskan oleh Danny Shelton dan Shelley Quinn.
● Buatlah suatu tembang yang anda pilih dari ayat-ayat Mazmur 119 yang ada hubungannya dengan menjaga hukum, peraturan, dan perintah Allah. Bila telah selesai, jumlahkan semua reference yang anda temukan.
● Hapalkan Keluaran 20:1—17, dan kemudian ucapkan itu kepada teman atau ulangi sekeras anda bekerja di sekeliling rumah
● Undanglah beberapa teman pada malam Minggu untuk menonton film klasik The Ten Commandments. Lakukan diskusi kelompok setelah itu.
Hubungkan
The Art of Making Sabbath Special (DVD) by Nancy Van Pelt.
The Seventh Day DVD set by LLT Productions.
What the Bible Says About the Sabbath (special Signs of the Times issue for sharing),
Pat Humphrey, Keen, Texas, U.S.A.
Saturday, 31 October 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment