SSCQ Edisi bahasa Indonesia, Triwulan IV, Pelajaran 4, 17-24 Oktober 2009
TROMPET, DARAH, AWAN, DAN API
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
“Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.” (1 Kor. 5:7)
Sabbath 17 Oktober
Kode Merah
PENDAHULUAN
Kel. 12:11,27; Bilangan 9:10; Matius 26:41
Tahun baru imlek merupakan suatu festival orang China. Menurut legenda, suatu monster datang setiap malam menjelang Tahun Baru Imlek dan membunuh banyak orang. Hal ini terjadi untuk waktu yang cukup lama sampai suatu saat suatu mahluk kayahngan datang dan mengajarkan baha monster itu takut akan warna merah dan suara yang ribut. Tahun baru Imlek berikutnya, orang-orang membunuh hewan-hewan mereka dan memercikan dan menggosokan darah di rangka pintu mereka. Pada saat monster itu melihat warna merah ia melarikan diri. Saat ini, orang China menempelkan kertas atau kain merah dipintu mereka dan membakar mercon pada Tahun baru Imlek. Pada malam menjelang tahun baru Imlek, semua keluarga berkumpul untuk memakan ikan dan ayam, yang dihidangkan secara utuh, tidak boleh ada yang dipotong-potong.
Allah memerintahkan orang Israel untuk memotong domba dan memercikan dan mencatkan darahnya dirangka pintu rumah mereka pada hari sebelum kelepasan mereka dari Mesir. Itu adalah korban Paskah Tuhan. Mereka mesti memakan dombanya setelah dibakar diatas api (Kel. 12:9). Mereka mesti memakan domba Paskah mereka dalam kesiagaan untuk berlari dan berperang (Kel. 12:11). Paskah Tuhan menandai kebebasan orang Israel dari perhambaan dan penganiayaan di Mesir.
Sebelum meninggalkan perkemahan mereka di Sinai, orang Israel melakukan perayaan Paskah dalam kebebasan. Tuhan tidak akan melupakan penebusan mereka yang ajaib dari perbudakan Mesir. Dalam perjalanan umat tersebut selama tiga hari, bangsa itu dituntun Tuhan dengan pilar awan dan api. Awan itu menuntun mereka ke Timur dan Utara di padang Paran.
Yesus Kristus, adalah Domba Paskah, yang telah membebaskan kita dari perhambaan dosa. Perjamuan Tuhan adalah Paskah Kristiani. Sama seperti orang Israel, setelah memakan Domba Paskah kita menerima instruksi untuk mengabarkan injil dan untuk “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Mat. 26:41). Sama seperti orang Israel di Padang Paran, kita juga mesti mengikuti perintahNya tanpa kuatir akan apa yang terjadi dengan kita. Kuncinya adalah percaya Dia, Bapa kita yang maha bijaksana.
Minggu, ini kita akan belajar tentang Perjamuan Tuhan, suatu peringatan akan pengorbananNya dan apa yang mesti kita lakukan dalam namaNYA
Daniel Saputra, Palembang, South Sumatra, Indonesia
Minggu 18 Oktober
Tuntunan Sorga Untuk Perjalanan
BUKTI
Bilangan 9:13, 16; 10:1-10
“Buku Bilangan adalah buku ujian. Bilangan (Number L. Numeri, Gr. Arithmoi) disebut demikian karena orang Israel dua kali dihitung (Pasal 1 dan 26), yang pertama pada awal perjalanan mereka, dan yang kedua pada akhir pengembaraan 38 tahun di padan belantara. Bilangan adalah buku padang belantara yang mencakup rentang waktu dari bulan kedua tahun kedua setelah keluar dari Mesir sampai bulan ke sepuluh tahun ke empat puluh.”1
Minggu ini kita belajar Bilangan 9 dan 10. Pasal-pasal ini menceritakan kepada orang Israel persiapan perjalanan ke Tanah Perjanjian. Di Bilangan, Allah memberikan pedoman ketat kepada orang Israel. “Dia menginginkan mereka mempunyai gaya hidup yang berbeda dari orang sekitar mereka. Dia menginginkan mereka jadi suci. Allah mempersiapkan umatnya baik rohani dan badani untuk menerima warisan.”2
Kita juga mesti bersiap untuk memasuki tanah perjanjian sorga. Allah memberikan kita pedoman ketat untuk mempunyai hidup yang murni di gereja. Gereja adalah kemah kita. Allah mempersiapkan kita dengan memurnikan dan menyucikan hidup kita sehingga kita dapat menerima warisan sorga.
Bilangan 9:15, 16 menggambarkan bagaimana Allah melindungi orang Israel pada perjalanan mereka ke tanah Perjanjian. “Tiang awan pada siang dan tiang api pada malam menuntun dan melindungi orang Israel pada waktu perjalanan di padang gurun. Awan dan api bukan hanya suatu fenomena alam; mereka adalah alat untuk menunjukan Allah dan sebagai bukti yang terlihat dari pergerakan dan pengarahanNYA kepada umatNya.”3
Allah juga memberikan terompet perak sebagai penuntun. Tiang awan dan api terlihat dengan mata, sementara terompet untuk menunjukan kehadiran Tuhan dalam bentuk suara.
Sebelum memasuki sorga, kita mesti mengikuti tuntunan Allah untuk mengetahui kehendakNYA dalam hidup kita sementara kita bergerak ke tanah perjanjian.
REAKSI
1. Bagaimana Allah melindung kita hari ini?
2. Apakah lebih penting tentang apa yang Allah inginkan bagi kita, atau apa yang dilakukanNYA berikutnya? Kenapa.
____________
1. Merrill F. Unger, Unger’s Bible Handbook: An Essential Guide to Understanding the Bible, 1st edition (Chicago: Moody Press, 1967), p. 121.
2. New Living Translation: Life Application Study Bible (Wheaton, Ill.: Tyndale House Publishers, Inc., 1996), pp. 196, 197.
3. Ibid., p. 211.
Fritz and Joice Manurung, Jakarta, Indonesia
Senin 19 Oktober
Paskah Perjamuan Tuhan
LOGOS
Keluaran 12:1¬−29; Bilangan 9; Matt. 26:36−43; Lukas 22:14−20; Yohn 1:29
Yesus adalah Imam Allah yang sebenarnya. Kita tidak memerlukan siapapun lagi untuk tujuan itu. Korban domba adalah pendahuluan kepada korban Yesus di kayu salib untuk dosa-dosa kita. Karena itulah Yesus disebut sebagai Domba Allah: “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yoh. 1:29).
Saat ini, pada saat banyak orang Kristen merayakan Perjamuan Suci, mereka merayakan Paskah. Perjamuan Suci, seperti paskah, merayakan pengorbanan Yesus sebagai “Domba Allah”. Roti tak beragi melambangkan tubuhnya, dan anggur melambangkan darahnya.
“Walaupun dimengerti dan dipraktekan secara berbeda oleh Kristen yang beragam, Perjamuan Kudus merupakan tema penting bagi semua orang percaya. Upacara yang dimulaikan pada Perjamuan Terakhir dinamakan dengan berbagai nama: Eukaris, ucapan syukur atas hadiah dari Allah; Komune (Communion) menekankan persekutuan dengan Kristus; dan Perjamuan Tuhan, menandai awal upacara tersebut.”1
“Pada hari ke empat belas bulan, Paskah dirayakan, upacaranya yang solem dan impresi menandai kelepasan dari perbudakan Mesir, dan menunjuk kepada pengorbanan yang mesti melepaskan dari perbudakan dosa. Pada waktu Juruselamat memberikan hidupNya di Kayu Salib, signifikansi Paskah menjadi hilang, dan upacara Perjamuan Tuhan dilembagakan sebagai peringatan akan hal yang sama yang dilambangkan oleh Paskah.”2
Perjamuan Kudus pada Perjanjian Lama (Kel.. 12:1−29; Bilangan 9)
Tuhan melembagakan Paskah sesaat sebelum Dia membebaskan orang Israel dari Mesir. Hal ini dimaksudkan sebagai bayangan akan Domba Allah, yang membebaskan Israel rohani dari perbudakan dosa.
Musa memerintahkan orang Israel untuk membunuh domba Paskah dan mengoleskan darahnya di rangka pintu. Malam itu malaikat Tuhan akan membunuh anak sulung laki-laki rumah yang tidak mempunyai olesan darah di rangka pintunya (Kel. 12:21-24).
“Paskah menunjuk ke belakang ke pelepasan anak-anak Israel, dan juga merupakan tipe menunjuk ke depan kepada Kristus, Domba Allah, yang dibunuh untuk menebus manusia yang jatuh ke dosa. Darah yang dipercikan ke tiang pintu melambangkan darah penebusan Kristus dan juga kebergantungan terus menerus orang berdosa kepada anugrah darah itu untuk keselamatan dari kuasa Setan, dan untuk penebusan final. Yesus memakan perjamuan Paskah dengan murid-muridnya sesaat sebelum penyaliban, dan pada malam yang sama, melembagakan upacara Perjamuan Kudus untuk memperingati kematianNya. Paskah telah dirayakan untuk memperingati pelepaan anak-anak Israel dari Mesir. Ini merupakan perlambang peringatan. Yang dilambangkan telah tiba pada waktu Kristus, Domba Allah tanpa cacat cela mati di kayu salib. Dia meninggalkan upacara untuk memperingati acara penyalibanNya.”3
Perjamuan Kudus di Perjanjian Baru (Lukas 22:14−20)
Orang Kristen merayakan Paskah dalam cara mereka yang khusus. Tentu saja, ada perbedaan signifikan untuk perayaan acara ini. Di Perjanjian Baru, Yesus dinyatakan sebagai Domba Paskah dikorbankan untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa. Bagi orang Kristen, Perjamuan Kudus adalah suatu peringatan dan tanda setia kepada Yesus untuk apa yang telah ditanggungnya atas nama kita. Orang Advent Hari Ketujuh mengikuti upacara ini Perjamuan Kudus seperti dinyatakan Yesus kepada murid-muridNYA.
Pada ayat berikut, kita baca tentang Perjamuan Kudus: “Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita . . . . . . Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.” (Lukas 22: 15, 19, 20)
Tentang pentingnya Perjamuan Tuhan kita membaca bahwa “Keselamatan bagi manusia bergantung pada penerapan terus menerus kepada hati mereka pada darah pembersih Kristus. Ordinansi upacara solem ini melambangkan hal yang jauh lebih besar dari pembebasan orang Israel dari Mesir. Pembebasan itu merupakan tipe dari penebusan besar yang dibuat Kristus dengan mengorban nyawaNya untuk penebusan final umat manusia.”4
REAKSI
1. Uraikan hubungan Paskah Perjanjian Lama dan Perjamuan Kudus di Perjanjian Baru.
2. Apakah anda tinggi dirumah pada hari Sabat gerejamu merayakan Perjamuan Kudus? Jika ya kenapa?
3. Pertimbangkan bagaimana gerejamu merayakan Perjamuan Kudus. Bagaimana hal itu bisa dirayakan dalam cara yang lebih rohani, cara yang lebih menggugah?
4. Kenapa kita perlu diingatkan akan pengorbanan Kristus kepada kita?
____________
1. Commentary Reference Series, vol. 12 – SDA Theology, p. 595.
2. Patriarchs and Prophets, p. 539.
3. Spirit of Prophecy, vol. 1, p. 201.
4. The Signs of the Times, March 25, 1880.
Henky Wijaya, Malang, Indonesia
Selasa 20 Oktober
“Lihatlah Anak Domba Allah”
KESAKSIAN
1 Kor. 5:7
“Paskah mestilah menjadi hal peringatan dan khusus, bukan hanya menunjuk ke belakang ke pembebasn dari Mesis, tetapi juga kedepan kelepasan yang lebih besar yang dicapi Yesus dengan membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa. Korban domba melambangkan “Anak Domba Allah” pada siapa hanya pengharapan kita. Kata Rasul, “Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, “ (1 Kor. 5:7). Tidak cukup hanya domba itu disembelih; darahnya mesti dipercikan di tiang pintu; sehingga faedah darah Kristus mesti diterapkan kepada jiwa . . . . . Kita mesti tepat kepada diri kita sendiri tentang korban penebusan.”1
“Keselamatan Manusia bergantung pada penerapan terus menerus ke hati mereka dara penebusan Kristus. Karenanya, Perjamuan Kudus tidak hanya dilakukan sekali-sekali atau sekali setahun, tetapi lebih sering dari paskah tahunan . . . Ordinansi solem ini melambangkan hal yang lebih besar daripada kelepasan anak-anak Israel dari Mesir. Pembebasan itu merupakan lambang dari penebusan besar yang dilakukan Kristus dengan mengorbankan hidupNya sebagai pembebasan final umatNYA.”2
“Teladan Kristus melarang kita akan ekslusivitas dalam Perjamuan Kudus.”3 Kenapa? Karena (a) “Kristus dengan bantuan Roh Kudus ada disana untuk memeteraikan aturanNYA sendiri. Dia disana untuk menggugah dan melembutkan hati. Setiap murid dipanggil untuk berpartisipasi secara publik, dan menyaksikan bahwa dia menerima Kristus sebagai juruselamat pribadi . . . semua yang datang dengan iman mereka terpaku kepadaNya akan diberkati dengan limpahnya.”4 (b) “Upacara perjamuan kudus menunjuk kepada kedatangan Kristus yang kedua kali. Dirancang untuk membuat harapannya tetap hidup di hati murid-murid . . . . Dalam perjuangan mereka menemukan penghiburan dalam pengharapan akan kedatangan Tuhan. Tak terucapkan nilainya bagi mereka adalah melalui Dia”5 (c) “Jiwa kita akan menerima kekuatan rohani dari setiap perjamuan. Upacara itu membentuk hubungan yang hidup yang membuat orang percaya terikat dengan Kristus, dan selanjutnya dengan Bapa.”6
1. Patriarchs and Prophets, p. 277.
2. Spirit of Prophecy, vol. 3, p. 228.
3. The Desire of Ages, p. 656.
4. Ibid.
5. Ibid., p. 659.
6. Ibid., p. 661.
7. Ibid., p. 659.
Roy Maju Hutasoit, Bandung, Indonesia
Rabu 21 Oktober
Suatu Peringatan akan PenebusanNYA
BAGAIMANA
Kel. 12:1−29; Matt. 26:36−43
Paskah mengingatkan kita akan kemampuan Allah menyelamatkan orang Israel dan janjiNya untuk memberikan mereka tanah yang baru. Dalam Perjanjian Baru, Yesus membeirkan peringatan penebusan lain kepada muridnya (Mat. 26:36-43). Dari uraian kedua kejadian ini, kita dapat belajar bagaimana memperkaya pengalaman Perjamuan kita untuk memperkuat kehidupan rohani kita:
Ingatlah bagaimana anda menerima keselamatan Allah (Kel. 12:17). Allah menginstruksikan orang Israel setiap tahun merayakan Paskah, karena Dia menuntun mereka keluar dari Mesir. Yesus menuntun kita keluar dari dosa. Perjamuan kudus, karenanya, adalah waktu untuk mengingat bahwa Dia adalah Juruselamat kita dan bagaimana Dia menyelamatkan kita.
Persiapkan korban khusus (Kel. 12:3-6). Orang Israel mengorbankan domba tanpa cacat cela. Korban khusus apa yang dapat kita buat? Persembahan syukur? Pengorbanan waktu untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan atau membantu aktivitas gereja? Gunakan pengorbananmu untuk memantulkan seberapa besar korban yang telah dibuat Kristus.
Lakukan sesuatu yang khusus hari itu (Kel. 12:7, 26, 27). Orang Israel mesti memercikan darah di rangka pintu mereka. Ini adalah kesaksian umum akan iman mereka dan lambang akan darah penebusan Kristus. Anda juga juta boleh meletakan “suatu tanda” di pintumu. Tanda ini dapat mencetus suatu kesempatan untuk menyaksikan imanmu. Juga pikirkan suatu karakter Kristen yang kasih sebagai tanda akan penebusan Kristus bagi dosa.
Buatlah makan khusus (Kel. 12:8-11). Berbagi makanan setelah Perjamuan Kudus adalah waktu yang baik untuk bersekutu dan berbagi akan ucapan syukurmu kepada anggota gereja. Atau membagi “makanan” dengan “memakan” dari Firman Allah, baik dengan belajar sendiri atau bersama teman.
Ulangi janji-janji Allah. Allah berjanji kepada orang Israel bahwa Dia akan memberikan mereka Tanah Pernjanjian (Kel. 12:25). Dia berjanji kepada kita bahwa Dia akan memberikan kita sorga.
REAKSI
1. Bagaimana anda secara pribadi menerapkan langkah-langkah ini kali berikut gerejamu merayakan Perjamuan Kudus?
2.
Apakah bahayanya membiarkan Perjamuan Kudus hanyalah “salah satu acara keamaan rutin lainnya”?
Danny and Rachel Handoko, Eindhoven, the Netherlands
Kamis 22 Oktober
Percaya PadaNya dan Selamat
PENDAPAT
Yohn 3:16, 17; Kisah 4:12; Ibrani. 5:9
Putraku Patrik, umur lima tahun, duduk disampingku waktu Perjamuan Kudus. Dia bertanya, “Kenapa anak-anak tidak boleh makan roti dan minum anggur? Saya terangkan padanya bahwa dia akan ikut bila telah dibaptiskan. Akhir-akhir ini, saya jadi sadar bahwa jawaban yang kuberikan padanya bukanlah yang benar.
Tiga bulan kemudian, pada perjamuan kudus berikut, istri pendeta mempersiapkan roti mirip dengan roti perjamuan. Dia juga menyediakan air anggur yang mirip untuk anak-anak. Kemudian mereka menghadiri suatu upacara di kelas mereka sehingga guru-guru ini mengajarkan mereka akan pengorbanan Yesus di kayu salib bagi mereka. Patrick gembira ikut serta dan belajar suatu pelajaran penting dalam perjamuan pertamanya.
“Anak-anak perlu dilatih sedari dini untuk mendapatkan pengertian akan upacara ini,” kata Pendeta. Dua pelajaran penting bagiku adalah penebusan adalah untuk semua orang dan anak-anak kita mesti diajarkan tentang Yesus sejak usia dini mereka.
Semua orang boleh berpartisipasi dalam Perjamuan Kudus, tidak peduli dari denominasi Kristen apa asal mereka, karena janji keselamatan Allah diberikan kepada semua orang (Yoh.3:16, 17; Ibr 5:9).
Bila pada masa lalu, dosan dapat diampuni dengan membawa Domba yang dikorbankan dihadapan Tuha, dan jika sekarang dosa diampuni dengan mengklaim pengorbanan Kristus di salib, maka kita bisa bertobat dan diselamatkan. “Krituslah satu-satunya harapan kita. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."* (Kisah 4:12).
Sama seperti putraku yang belajar mengerti bagaimana Allah menyediakan bagi kita melalui janji-janjiNya yang ajaib akan pengampunan dan keselamatan, karenanya kita dapat belajar untuk mempercayai janji ajaib yang sama yang diberikan kepada kita.
____________
*Patriarch and Prophets, p. 73.
Osvald Taroreh, Jakarta, Indonesia
Jum’at 23 Oktober
Persiapan untuk Kerajaan
EKSPLORASI
Bilangan 9: 1,2
SIMPULAN
Pada waktu Allah melepaskan umat Israel dari perhambaan Mesir, Dia mengambil mereka melalui serangkaian mujizat di kaki gunung Sinai. Disana mereka berkemah kira-kira dua tahun sementara Dia mempersiapkan mereka untuk tinggal di Tanah Perjanjian. Dia secara pribadi memberikan kepada mereka hukum moral, dan mereka diinstruksikan dalam hukum sipil dan upacara keagamaan yang akan mreka lakukan di tanah perjanjian. Mereka menerima rencana bentuk rumah ibadah mereka dan membangunnya. Akhirnya, mereka merayakan Paskah pertama dalam kebebasan. Allah bersiap untuk menuntun mereka dengan tiang awan, tiang api, dan terompet perak, dan menempatkan mereka di tanah yang baru, dimana mereka akan membentuh suatu kerjaan baru dengan Dia sebagai Rajanya.
PERTIMBANGKAN
■ Bercermin dari hidupmu sebagai orang Kristen dan membaca jalan-jalan tuntunan Tuhan seperti tiang awan, api dan terompet.
■ Membuat diagram riwayat kejadian pada Keluaran 14 sampai Bilangan 14.
■ Dengan ke CD Michael Card, “Known By the Scars,” dan merenungkan apa yang dilalui Yesus menjadi Domba Paskah.
■ Bacalah Keluaran 12 dan daftarkan secara rinci apa yang dapat anda temui tentang perayaan Paskah, dan semua yang dipenuhi Yesus secara rinci.
■ Rayakan Perjamuan dengan keluargamu atau dengan beberapa teman dekatmu di lokasi yang unik (misalnya di pantai, mencuci kakimu di laut, di ruang keluarga seseorang dengan diiringi musik rohani).
■ Rencanakan suatu Pesta Agape di gerejamu pada Perjamuan Kudus berikutnya. Biasanya dilakukan pada malam hari dan mencakup mencuci kaki, dan makanan sederhana dengan musik yang menggugah hati, Perjamuan Kudus, dan bersaksi.
HUBUNGKAN
Ellen G. White, Patriarchs and Prophets (Para Nabi dan Bapa), pp. 374–386
Stephen N. Haskell, The Cross and Its Shadow, pp. 93–102
Leslie Hardinge, With Jesus In His Sanctuary, pp. 429–442
Sonia Huenergardt, Bishop, California, U.S.A.
Saturday, 17 October 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment