SSCQ Edisi bahasa Indonesia, Triwulan IV, Pelajaran 2, 3—10 Oktober 2009
MEMPERSIAPKAN SUATU UMAT
Diterjemahkan oleh: Daniel Saputra
“Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” (3 Yohn 1:2, NKJV).
Sabbath 3 Oktober
Persiapan untuk Perjalanan Utama
PENDAHULUAN
Bilangan 5, 6
Seberapa sering orang tuamu, profesor, atau pemimpin gereja membujukmu untuk bersiap akan sebuah kejadian khusus? Kita semua mungkin setuju bahwa untuk suatu tujuan besar yang telah ditetapkan diperlukan suatu persiapan. Kita bersiap untuk kuliah, bersiap untuk pernikahan dan berbagai perayaan hari keagamaan. Kita bekerja tanpa lelah bila sebuah kejadian besar akan terjadi atau bahkan hanya untuk acara hari ke hari. Tidakkah kita juga mesti bersiap untuk bertemu dengan Tuhan? Kita dapat menikmati momen khusus kehidupan bila segalanya teratur. Tidak ada hal yang lebih penting dalam momen khusus dan kejadian daripada beraudiensi dengan Tuhan dan menjadi bagian dari KerajaanNYA.
Minggu ini kita akan mempelajari beberapa perikop Alkitab yang menantang kita untuk mempersiapkan diri kita untuk kedatangan Kerajaan Allah. Sebagai umat yang tujuan utamanya adalah memasuki Kerajaan Allah, kita telah diperlengkapi dengan kompas moral dan juga rohani untuk menuntun kita dalam persiapan. Bilangan 5 dan 6 mengandung beberapa kodeks etika dan moral yang dapat kita pelajari.
Hal-hal besar membutuhkan persiapan! Tanggung jawab utama kita adakah memastikan kita secara rohani benar dengan Allah. Karenanya, kita mesti mencampkan imoralitas, hati yang tak mau mengampuni, ketidak setiaan dan lain-lain. Sementara kita bersiap, kita dipanggil untuk Berhenti! Berbalik 180 derajat ke arah Allah. Jika kita tidak mempersipakan pikiran dan tubuh kita untuk bertindak, kita tidak akan mempunyai kekuatan rohani untuk mengendalikan tubuh kita, untuk memuliakan Allah, dan menghadapi badai dalam perjalanan kita.
Minggu ini, kita mesti berpikir tentang persiapan mental dan fisik yang dibutuhkan untuk memasuki kerajaan Allah. Jika kita mengabaikan gizi tubuh dan pikiran, kita akan kalah dalam pertempuran dengan dosa. Sama seperti seorang tentara yang tidak siap untuk berperang, kita akan kalah dalam pertempuran; kita akan kehilangan kerajaan. Adalah jelas sebagai umat yang bergerak, sebagai umat yang mencari jalan ke Tanah Perjanjian, sebagai umat yang dipanggil Allah, kita dapat belajar dari buku Bilangan.
Sama seperti kebanyakan momen spesial yang kita persiapkan untuk tema spesial (pesta, pernikahan, dsb) dan perlengkapan yang ingin kita masukan, demikianlah pula persiapan untuk Kerajaan Allah. Bacalah Galatia 5:22-24. Marilah kita bersiap untuk hari khusus Yesus dengan memenuhi hidup kita dengan perlengkapan spesial ini.
Karena kita sekarang sedang menuju ke persiapan terbesar dalam hidup, tanyailah sepanjang minggu ini apa yang menjadi penghalang dalam hidupmu untuk mempersiapkan diri bagi kerajaan itu. Pintalah Allah untuk menunjukan lebih banyak cara untukmu mempersiapkan diri.
Helyne Frederick, Lubbock, Texas, U.S.A.
Minggu 4 Oktober
Keranjang Sehat, Apel Sehat
BUKTI
Bilangan 5, 6; Yohanes 17:20-23
Setelah Dia menuntun orang Israel keluar dari Mesir, Allah mulai mentransformasi umatnya yang bebas dan terfragmentasi menjadi suatu bangsa dengan hati yang satu dan bersaksi (Keluaran 13-17). Dari Keluaran sampai Ulangan, Dia mengajarkan orang Israel secara tepat bagaimana mengatur masyarakat mereka yang baru. Setiap hukum upacara dan sosial mengingatkan orang Israel akan tanggung jawab mereka kepada Allah dan mengikat hubungan mereka satu sama lain. Dengan menerapkan prinsip-prinsipNYA kepada semua aspek hidup mereka, umat Allah belajar bagaimana menghormati Allah, menjadikan masyarakat mereka sehat, dan kesaksian mereka menjadi murni.
Hukum yang Allah berikan kepada Musa menunjukan perhatianNya yang mendalam kepada orang Israel, kesehatan medis mereka, hubungan sosial, kesetiaan pernikahan, dan sumpah pribadi mereka kepada Dia. Dalam Bilangan 5, Allah mengajarkan Musa untuk menghentikan penyakit berbahaya menular dengan mengkarantina orang yang terinfeksi. Allah kemudian lebih mempertegas peraturan sosial dengan memecahkan konfliks.
Peraturan Karantina orang Israel menghentikan penyakit fisik menguasai mereka, tetapi aturang penggantian mereka bahkan dirancang untuk membunuh parasit yang bahkan lebih berbahaya. Cemburu, marah, kebencian, keluh kesah akan secara menurunkan masyarakat ke yang lebih buruk lagi. Karena itulah setiap anggota masyarakat mesti bekerjasama dengan aturan yang dibuat Allah. Peraturan itu mendukung kesehatan kolektif masyarakat. Jika setiap apel dalam keranjang tetap tinggal bersama, semau apel sehat.* Tetapi jika orang Israel mengacuhkan prinsip yang diterapkan Allah, pembusukan akan menyebar dari orang ke orang dan kesaksian bangsa tentang Allah akan menderita.
Tidak seperti memar pada apel, bagaimanapun, memar sosial dan rohani kita dapat disembuhkan (Yehezkial 18:33). Setelah “menerima Yesus dengan gembira” Zakeus mulai melayani tetangga, orang miskin, dan orang yang disakitinya (Lukas 19:1-10). Dengan cara yang sama, bila Allah menyembuhkan kita, kita terinspirasi untuk menyembuhkan masyarakat kita, mengakui dosa-dosa kita, mengganti kerugian mereka, dan membantu mereka membangun kembali apa yang rusak. Orang Israel tidak bisa secara setia menyaksikan Allah sementara mereka tidak saling mengasihi satu sama lain, dan aturan yang sama berlaku bagi kita hari ini. Doa Yesus bagi kita adalah agar kita menjadi satu, dan persekutuan kita akan menjadi saksi bahwa Allah telah mengirim DIA (Yoh 17). Jika kita benar-benar saksiNya, maka akan terlihat dalam kehidupan rohani dan sosial kita.
REAKSI
1. Kita dapat menghentikan apel yang memar menulari apel lain dengan membuangnya. Dalam berhubungan satu sama lain, alternative apa yang kita punyai dalam membuang?
2. Prinsip Alkitab apa untuk kesehatan rohani dan sosial dapat kita terapkan di gereja dan masyarakat minggu ini?
________
* Spora jamur dari apel yang busuk dengan cepat menyebar ke apel lain dalam keranjang dan merusak yang lainnya.
Keisha McKenzie, Lubbock, Texas, U.S.A.
Senin 5 Oktober
Pasukan Berhenti: Apakah Anda Siap?
LOGOS
Bilangan 5, 6; Yehez. 33:15; Lukas 19:8, 9; Kisah 17:28; 1 Kor. 6:19, 20
Bersihkan Sikapmu (Bilangan 5,6)
Orang Israel bergerak menuju tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka melalui bapa mereka Abraham. Tetapi sebelum mereka dapat melanjutkan perjalanan mereka mereka mesti memeriksa diri mereka sendiri dan mematuhi perintahNYA. Di Bilangan 5 kita baca bahwa yang tidak suci dicampakan dari kemah dan pengakuan dosa amat didorong. Tambahannya, Allah mengingatkan umatNya bahwa buah pertama dan persembahan-persembahan lainnya menjadi milik imam, dan penggantian mesti dibuat untuk pelanggaran. Dia memerintahkan apabila seseorang berdosa kepada yang lainnya, “maka haruslah ia mengakui dosa yang telah dilakukannya itu; kemudian membayar tebusan sepenuhnya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada orang terhadap siapa ia bersalah” (Bilangan 5:7). Buku Bilangan menuliskan pedoman-pedoman bagaimana orang Israel mesti hidup. Faktanya, Tuhan memerintahkan baha semua orang yang secara upacara tidak bersih mesti dipindahkan dari pandangan di kemah. Prosedur tetap (PROTAP) mesti diikuti dalam ketidak setiaan pernikahan. Sayangnya, anak-anak Israel tidak konsisten mengikuti apa yang telah ditetapkan Tuhan untuk mereka lakukan, dan mereka akhirnya dihakimi oleh hukum yang diberikan kepada mereka. Mereka tidak boleh berbuat sesukanya. Tuhan amat perhatian akan Hukum-hukum dan PerintahNya.
Sumpah Nazar (Bilangan 6; 1 Kor. 6:19,20).
Kata Nazar berarti “dipisahkan”. Beberapa Nazir, seperti Yohanes pembaptis, dipilih oleh Allah bahkan sebelum mereka dilahirkan dan mesti melayani seumur hidup. Tetapi, pria dan wanita lain secara sukarela menjadi Nazir dan melayani untuk periode waktu tertentu.1
Sementara kita bersiap untuk kerajaan, kita juga mesti mengikuti peraturan tertentu. Misalnya, bacalah 1 Korintus 6:19,20. Penekanan yang diberikan dalam perikop ini merupakan komplemen (pengganti) prinsip dalam Bilangan 6. Misalnya, seorang Nazir “tidak boleh memakan sesuatu apapun dari pokok anggur, mengajarkan kita dengan penuh perhatian dan kehati-hatian untuk menghindari dosa dan segala sesuatu yang membatasi dan menuntun kita kepadanya, atau bahkan menggoda kita.”2 Sama seperti yang dilakukan seorang Nazir, kita mesti menyangkal kerinduan diri sendiri dan menyatakan diri kita sendiri dipisahkan sementara kita bersiap untuk KedatanganNYA yang kedua kali.
Restorasi (Lukas 19:8,9)
Zakeus mempunyai reputasi yang jelek. Sebagai pemungut cukai, dia mengutip lebih tinggi dari apa yang semestinya dan mengambilnya untuk dirinya sendiri. Dengan cara ini, dia menjadi kaya diatas penderitaan rekan senegaranya, dan orang-orang membencinya.
Bacalah Yehezkiel 33:15, 16. Mungkin Zakeus mengenali ayat ini, karena pada waktu dia bertemu dengan Yesus, dia mengatakan, "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8).
Restorasi bersifat sukarela, karena Hukum Musa hanya mengambil yang utamanya saja. Penggantian empat kali ganda hanyalah hukuman ekstrim untuk perampokan yang diikuti dengan kehilangan harta (lihat Keluaran 22:1). Biasanya jumlah penggantian dua kali lipat, jika harta yang semula atau uangnya masih ditemukan (Kel. 22:4, 7). Jumlah yang dijanjikan Zakeus untuk penggantian merupakan bukti bahwa dia telah menjalani perubahan hati.3 Bila Kristus didalam hati, KehadiaranNya akan ditunjukan dalam tingkah laku orang Kristen. Alkitab mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor. 5:17).
Perbaikan Menyeluruh (Bilangan 5, 6; Kisah 17:28; 1 Kor 6:19, 20)
Saya senang menonton fitur rumah pada acara TV, “Perbaikian Menyeluruh”. Kadang rumahnya terlihat seperti dicampakan dan tidak dipelihara; tetapi pada akhir acara terlihat transformasi yang menyeluruh. Sementara kita bersiap melayani Allah, kita mesti menjadi suatu transformasi. Bila Kristus mengobah hati hal itu mesti terlihat dalam tindak tanduk kita. Semua aktivitas kita—apakah mental, fisikal, atau rohani—akan memantulkan Kristus yang hidup dalam kita. Alkitab mengatakan bahwa sementara kita bersiap untuk misi dan kerajaan Allah kita perlu memepersiapkan hati kita dan mematuhi hukum-hukum yang mengatur tubuh kita. Ada satu titik dimana kita mesti memisahkan diri kita sendiri untuk Tuhan (Bilangan 6:1-8).
Kita dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian. Pertanyaan terbesar adalah: Apakah saya sedang diobahkan, atau apakah saya masih terperangkap dalam cara-caraku yang lama? Siapakah yang perlu saya maafkan? Sifat-sifat apa yang perlu saya campakan? Marilah kita belajar dari teladan Zakeus.
REAKSI
1. Bagaimana anda menerapkan prinsip “sumpah Nazir” kepada hidupmu?
2. Jika anda diminta untuk membuat sumpah untuk menunjukan persiapanmu menuju kerajaanNYA, prinsip apa yang akan anda masukan?
____________
1. The SDA Bible Dictionary, p. 781.
2. Matthew Henry’s Commentary (New York: Fleming H. Revell Company, n.d.), p. 586.
3. The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 853.
Shirley J. Roberts, Grenada, West Indies
Selasa 6 Oktober
Persiapan Orang Muda untuk Suatu Misi
KESAKSIAN
Bilangan 5, 6
Ellen G. Whites telah menyediakan beberapa pemikiran tentang bagaimana mempersiapkan diri kita sendiri untuk suatu misi dan untuk kerajaan Allah. Tulisan-tulisannya mencerminkan persiapan mencakup lebih daripada berpesta pada kata-kata Allah. Dia memperingatkan kita akan menempatkan standar yang tinggi. “Kehidupan Kristen lebih daripada yang dinyatakan orang. Tidak hanya terdiri dari kelemah lembutan, kesabaran, kelembutan, dan kebaikan. Kasih karunia ini penting; tetapi juga dibutuhkan keberanian, kekuatan, energi, panjang sabar. Langkah yang Kristus tandai adalah jalan yang sempit, dan penyangkalan diri. Untuk memasuki jalan itu dan bertahan terus melalui kesulitan dan kekecewaan membutuhkan orang yang lebih daripada hanya yang bermalas-malasan.”1
Sementara kita mereview Bilangan 5 dan 6 minggu ini, kita dapat melihat bahwa persiapan untuk kerajaan menjangkau jauh lebih daripada kesehatan fisik dan emosi, sebagaimana juga kesehatan rohani. “Kesehatan adalah berkat yang sedikit dihargai orang; tetapi disitulah terletak efisiensi dari kekuatan fisik dan mental. Denyut dan kerinduan diri kita terletak di tubuh, dan karenanya mesti dijaga dalam kondisi fisik prima dan dibawah pengaruh rohani terbaik agar talenta kita dapat digunakan pada penggunaan terbaiknya. Segala sesuatu yang mengurangi kekuatan fisik melemahkan pikiran, dan membuatnya kurang mampu untuk membedakan antara yang baik dan salah.”2
Kita juga dipanggil untuk mempunyai keteguhan karakter. “Beberapa tidak mempunyai keteguhan karakter. Rencana dan tujuan-tujuan mereka tidak mempunyai bentuk yang jelas dan konsistensi. Mereka ada tetapi hanya mempunyai sedikit kegunaan didunia ini. Kelemahan ini, ketidak jelasan dalam pengambilan keputusan, dan inefisiensi mesti diatasi. Dalam seorang Kristen yang benar terdapat karakter yang tak dapat dikalahkan yang tidak dapat dibentuk atau digulingkan oleh lingkungan yang beragam. Kita mesti mempunyai tulang punggung moral, suatu integritas yang tidak goyah, dapat disogok, atau ditakut-takuti.
“Allah merindukan kita untuk menggunakan setiap kesempatan untuk mengamankan persiapan bagai pekerjaanNYA. Dia mengharapkan kita untuk menggunakan semua energi kita untuk penampilan dan untuk membuat hati kita hidup bagi kesuciannya dan tanggung jawabnya yang menakutkan.”3
“Janganlah puas hanya mencapai standar yang rendah. Kita mungkin bukanlah apa kita yang sebenarnya, atau apakah itu kehendak Allah yang semestinya. Allah telah memberikan kita kuasa berpikir, tidak untuk tetap tidak aktif, atau digoyahkan oleh pencarian keduniawian dan pencarian sia-sia, tetapi hal itu dapat dikembangkan kepada yang terhebat, termurni, suci, mulia, dan digunakan untuk kemajuan kerajaanNYA.”4
REAKSI
Bagaimana anda membelokan persiapanmu bagi Allah untuk memaksimumkan potensimu pelayanan?
____________
1. The Ministry of Healing, p. 497.
2. Messages to Young People, p. 235.
3. The Ministry of Healing, p. 498.
4. Ibid., p. 499.
Celia Griffith, Dallas, Texas, U.S.A.
Rabu 7 Oktober
BAgaimana Meredakan Badai Sementara Anda Bersiap
BAGAIMANA
Bilangan. 6:22−27; Ps. 107:1−3; Isa. 25:4
“Cuaca hari ini akan berawan biru jernih dan sedikit angin sepoi.” Ironisnya, itulah hari langit terbuka mencurahkan hujan, kilat dan petir memecah langit; dan anda terperangkap tanpa payung. Jika anda seperti saya, dalam perjalananmu ke kerajaan, anda mempunyai pengalaman yang sama denganku. Beberapa jatuh dengan keras dan cepat dan sama sekali tak terduga, semantara yang lain kita masuk tanpa menduga sama sekali akan kegelapan di depan. Allah tidak pernah berjanji hidup tanpa badai. Tetapi, Dia telah menjanjikan akan selalu beserta kita melewati badi itu dan membawa kita dengan selamat ke kerajaan. Bagaimana kita meredakan badai sementara badai datang dan tetap maju terus?
Berdoa dan belajar Alkitab. Serahkan dirimu setiap hari kepada penjagaanNYA. Bacalah 1 Petrus 5:7. Karena Dia peduli, Dia telah mengatakan dalam Alkitab bagaimana bersiap untuk kerajaanNYA dan bagaimana bekerja bagiNYA.
Panjatkan puji syukur. Bersyukurlah senantiaasa (Efe. 5:20). Kadang ini lebih mudah dikatakan dari dilakukan; tetapi saya selalu menemukan pelangi setiap ada badai (1 Tes. 5:18). Berterimakasih kepada Allah yang telah membantumu mengalahkan pencobaan dan mengembalikanmu kepadaNya. Berterimakasih kepadaNYA karena menunjukan jalan yang benar pada waktu tersesat (Bilangan 5). Berterimakasih kepadaNYA karena menjadi pedoman dan kompas sementara anda bersiap bertemu denganNYA.
Berseru nyaring. “Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, ...., supaya Ia mendengarkan aku.” (Mazmur 77:2). Saya percaya bahwa Allah menciptakan air mata untuk dua alasan: menyembuhkan frustasi kita dan menyembuhkan jiwa. Apabila persiapan tampaknya melambat atau berhenti, jangkaulah Dia. Berserulah kepadaNYA untuk bantuan. Apabila seolah-olah anda pada jalan yang benar, berserulah untuk kesukaan. Janganlah takut menjadi emosional dalam perjalanan.
Tolonglah orang lain. Jangkaulah orang lain yang membutuhkan pertolongan. Saya menemukan bahwa dengan menolong orang lain, kita memberikan Allah waktu untuk menenangkan gelora angin dan hujan kita. Kita juga dapat menguatkan orang lain dalam perjalanan jika kita mendorong dan mengangkat orang lain. Kita adalah mahluk sosial dan 1 Tesalonika 5:11 membujuk kita untuk mendorong satu sama lain dan membangun satu sama lain!
REAKSI
1. Bagaimana anda membantu orang lain untuk bersiap bertemu dengan Allah?
2. Nasehat dan dorongan apa yang akan anda berikan ke seseorang yang mencoba untuk bersiap bagi kerajaan tetapi selalu dilemahkan oleh badai pribadinya?
Arlette Wildman, Grenada, West Indies
Kamis 8 Oktober
Berbalik 180o Untuk Hal Lebih Baik
PENDAPAT
Yehez. 33:15; Matt. 16:24; Lukas 19:8, 9; Yohn 10:10; Gal. 3:29
Allah tertarik dengan kesehatan fisik dan rohani anak-anak Israel (Bilangan 5, 6). Dia juga tertarik dengan kesejahteraan kita saat ini. Perintah yang diberikanNya kepada orang Israel memalui Musa merupakan cara untuk memastikan suatu bangsa yang sehat juga akan mempunyai hidup yang suci. Semuanya bermuara kepada kasih kita kepada Allah dan sesama manusia. Sama seperti orang Israel kuno, kita mesti berbalik arah 180o dari jalan kita ke jalan Allah dan tetap dijalanNYA selamanya. Moto kita mestilah Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”
Bila kita mengasihi Allah, kita tidak akan menajiskan tubuh kita dengan makan haram dan zat-zat berbahaya; kita akan mematuhi hukum kesehatan Alkitab. Elder J.N. Andrews* menyarankan “kita tinggalkan semua makanan berbahaya, dan hidup dengan bertarak dibawah pengaruh perintah baik dan hati nurani kepada Allah, adalah diantara hal-hal yang paling penting dan terutama bagi kesehatan yagn baik. Tubuh kita adalah kaabah Roh Kudus. Agar kita benar-benar dapat memuliakan Allah dengan tubuh dan juga roh, adalah dengan bagaimana kita mensyaratkan mempunyai kebugaran dan kekuatan kesehatan fisik!” sementara kita bersiap untuk KedatanganNya yang Kedua kali, dan sementara kita mengkhotbahkan injil, kita mesti ingat bahwa kekuatan rohani dan fisik adalah penting untuk menghadapi masa akhir.
Bila kita mendahulukan Yesus, upah kita adalah hidup kekal. Sama seperti Zakeus, kita mesti merobah jalan kita yang lama (Lukas 19:8, 9). Bacalah Matius 16—24. Jika kita memilih mengikut Kristus, kita “adalah benih Abraham dan berhak menerima janji warisan Allah” (Gal. 3:29). Kerendahan hati mestilah menjadi aturan harian. Hasil akhirnya adalah ikut serta dalam aktivitas keillahian. Ini tidak mencakup daftar apa yang mesti kita lakukan; lebih dari itu, penyerahan nafsu pribadi kita kepada Allah.
Dia memerintahkan kita mengasihiNYa dan orang lain (Mat. 22:34-40). Dia rela mengampuni kita jika kita menyerahkan jalan kita yang salah dan membenarkan yang salah (Yehez. 33:15). Jika Allah mengampuni, kenapa kita tidak dapat melakukannya juga? Apakah kita hanya mengasihi yang layak dikasihi?
Allah menginginkan kita segaris dengan Dia secara rohani dan fisik. Adalah penting bagi kita untuk tetap menjaga Yesus tetap menyala dalam kita.
REAKSI
Bagaiamana anda secara fisik mempersiapkan dirimu sendiri bagi kerajaan Allah?
____________
*Advent Review and Sabbath Herald, October 25, 1864.
Raul M. Peters, Fort Worth, Texas, U.S.A.
Jum’at 9 Oktober
Perjalanan Final
EKSPLORASI
Yohn 14:2–4
SIMPULAN
Bersiap untuk suatu perjalanan, bahkan yang biasa saja, memerlukan persiapan. Pakaian mesti dikemas, surat-surat ditunda pengantarannya, hewan peliharaan dititipkan. Seberapa besar lagi usaya yang mesti kita berikan untuk perjalanan galaksi pada perjalanan terakhir dan terbesar yang akan pernah kita ambil? Tetapi, Allah menyediakan segalanya. Dia akan menyediakan semua yang kita butuhkan pada waktu sampai di sorga. Tak ada yang bisa kita bawa dari dunia ini. Tetapi masih banyak yang perlu kita persiapkan. Kita mesti mempersiapkan pikiran dan tubuh kita siap untuk hidup bersama Yesus.
PERTIMBANGKAN
■ Buatlah album lukisan atau apapun tentang seperti apa sorga itu. Gantunglah disuatu tempat yang membantumu pada waktu anda berjuang dengan tantangan rohani.
■ Bandingkan dan kontraskan tantangan fisik yang dihadapi orang Israel di pengasingan dengan yang kita hadapi hari ini.
■ Bacalah Bilangan 6:1—21, kemudian tuliskan ringkasannya tentang bagaimana seorang Nazir mesti hidup saat ini.
■ Ciptakan atau cari musik yang mendampingi kata-kata yang ditemukan pada Bilangan 6:24-26. Nanyikan lagu itu setelah anda menemukan atau menciptakannya.
■ Berolahraga secara teratur membantu tubuhmu bersiap untuk sorga. Buatlah tujuan untuk dirimu sendiri yang akan memampukanmu bersiap untuk kedatangan Kristus kedua kali.
■ Seperti dinyatakan pelajaran hari Rabu, menolong orang lain adalah salah satu cara baik untuk membuat Allah menolong kita meredakan badai.
■ Buatlah jurnal tentang tindakan konkrit yang dapat anda ambil untuk merubah hidupmu, seperti yang dilakukan Zakeus setelah bertemu dengan Yesus.
HUBUNGKAN
Matius 16–24.
Kerinduan Segala Zaman, bab 61.
Lynette Georgeson, Spokane, Washington, U.S.A.
Saturday, 3 October 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment