SSCQ Edisi bahasa Indonesia, Triwulan IV, Pelajaran 1, 26 September—3 Oktober 2009
SATU TATANAN BARU
Diterjemahkan oleh: Rachel dan Danny Hondoko
"Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba." (1 Kor. 10:11)
Sabat 26 September
Keteraturan dari Kekacauan
PENDAHULUAN
Maz 37:23, 24
Seringkali dikatakan bahwa orang-orang yang kreatif perlu untuk bekerja di tengah-tengah kekacauan. Saya adalah orang seperti itu. Tumpukan yang rapi di meja kerja saya mencekik kekreatifan saya sementara pemikiran saya dengan canggung terbentur kepada kesterilan dari keteraturan yang dipaksakan. Sebagai seorang penulis, pikiran saya perlu untuk dilepaskan dari batasan-batasan seperti itu.
Saya ingat saat ketika suami saya memutuskan untuk merapikan meja kerja saya. Saya secara harafiah menjadi kosong! Saya tidak bisa menemukan apa-apa sama sekali. Saya tidak bisa memikirkan apa yang harus dilakukan. Di manakah barang-barang saya? Bagi saya, itu benar-benar suatu mimpi buruk. Tidak ada yang berada di tempatnya yang seharusnya, sementara saya harus mengejar deadline.
Suami saya sering bertanya kepada saya, "Bagaimana engkau bisa bekerja di tengah-tengah kekacauan seperti itu?" Kekacauan? Percayalah pada saya, saya tahu di mana harus menemukan segala sesuatu yang saya inginkan di atas meja saya. Bagi saya, segala sesuatu berada dalam keadaan teratur. Tetapi bagi kekasih saya, itu kekacauan.
Tuhan memberikan kepada Musa satu tugas yang sulit -- memimpin satu kelompok besar manusia keluar dari perbudakan. Dia benar-benar harus memiliki keteraturan. Tidak heran Musa agak ketakutan. Saya sudah akan luar biasa ketakutan.
Tetapi, Tuhan mengambil seorang gembala yang sederhana yang sulit berbicara dan membuatnya menjadi seorang pemimpin yang teratur (Kel. 4:10-12). Tuhan yang bisa berbuat sesuatu seperti itu adalah seorang Tuhan yang ajaib dan menantang. Seorang Tuhan yang memilih orang yang paling tidak disangka untuk menjadi seorang pemimpin memberitahukan kepada kita bahwa tatanan-Nya tidaklah seperti tatanan kita. Dan Tuhan yang menempatkan seseorang seperti Musa sebagai pemimpin tidak begitu saja membiarkan dia. Sejak dari awal perjalanan itu, Dia memberikan kepada Musa instruksi yang terperinci. (Lihat kembali pasal-pasal seperti Keluaran 12 dan 13, 16).
Minggu ini kita akan mulai mempelajari dari buku Bilangan bagaimana Tuhan mengorganisasi umat-Nya untuk panggilan mereka yang kudus. Sementara engkau mempelajari pelajaran setiap hari, renungkan bagaimana Dia memimpin engkau di dalam panggilanmu yang kudus. Kita bisa mempercayai seorang Tuhan yang membuat keteraturan dari kekacauan. Tuhan yang memimpin bangsa Israel melalui padang belantara bisa sesungguhnya menata langkah-langkah kita hari ini.
Catherine Anthony Boldeau, United Kingdom
Minggu 27 September
Di Hadirat Sang Raja
FIRMAN (LOGOS)
Kej. 15:14-16; Im 10:1-11; Bil 1-4; Yer 23:23, 24; Yoh 14:15-18,23
Janji-janji: Hidup di dalam Pengharapan dan Iman (Kej 15:14-16)
Orang-orang Yahudi hidup di dalam pengharapan selama lebih dari empat ratus tahun. Orang tua bercerita kepada anak-anaknya kisah-kisah tentang janji-janji yang Tuhan buat, janji-janji yang disampaikan dari bapa kepada anak. Kata-kata ini diucapkan oleh Tuhan kepada Abraham, janji-janji tentang hak milik yang besar, tentang kemerdekaan dari perbudakan, dan satu negara milik mereka sendiri. Dibutuhkan banyak kerja bagi orang-orang tua kita untuk membawakan janji-janji ini di dalam cerita-cerita mereka untuk menangkap imajinasi yang hidup dari anak-anak mereka. Bagaimana engkau bisa menyampaikan kebenaran bahwa Tuhan bisa diandalkan bila engkau berbicara tentang janji-janji yang dibuat bagi nenek moyang (Abraham) yang sudah lama mati? Bagaimana engkau bisa menggambarkan kekayaan bila engkau hidup di dalam kemiskinan atau kemerdekaan bila apa yang engkau kenal hanyalah perbudakan? Bagaimana engkau bisa membayangkan seluruh negara sebagai milikmu sendiri, bila apa yang pernah engkau kenal hanyalah negeri di mana engkau dan orang tuamu hidup? Ini menjadi semakin hari semakin sulit sementara waktu berlalu dan penindasan yang mereka alami menjadi semakin hari semakin berat. Sementara anak-anak ini berubah menjadi dewasa, mereka memiliki dua pilihan mengenai pandangan mereka akan janji-janji ini: (1) bahwa mereka adalah tema yang indah dari kisah-kisah anak-anak mereka, atau (2) bahwa mereka adalah kepastian yang semakin bertambah di dalam kehidupan mereka, satu keyakinan yang suatu hari akan menjadi kenyataan (Ibr 11:13).
Kesalahpengertian tentang Tuhan: Menganggap Remeh Dia (Im. 10:1-11)
Selama lebih dari empat abad dari perbudakan dan pengaruh kafir berarti bahwa orang-orang Israel telah kehilangan perasaan mereka tentang siapakah Tuhan itu. Kenyataannya, begitu beratnya pengaruh dari lingkungan mereka atas diri mereka sehingga ketika mereka masuk ke hadirat Tuhan, mereka berpikir bahwa tidaklah menjadi masalah untuk berbuat demikian di bawah pengaruh alkohol. Apa yang mereka gagal untuk pahami adalah bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah satu Tuhan yang nyata, tidak seperti yang disembah oleh orang-orang Mesir. Perbedaannya adalah nyata: YHWH adalah Allah Pencipta (dengan demikian membedakan diri-Nya dari status para penyembah-Nya, yang adalah ciptaan-Nya). Dia adalah Tuhan Pembebas (dengan demikian membedakan diri-Nya dari mereka yang adalah budak-budak kepada majikan manusia). Akhirnya, Dia adalah Tuhan yang memberikan kepada mereka satu pengharapan dan satu masa depan, yang tidak mereka miliki (Yer 29:11).
Kenyataan tentang Tuhan: Di Hadirat Sang Raja (Bil 1-4; Yer 23:23,24)
Tuhan rindu untuk berada bersama dengan umat-Nya, dan Dia ingin untuk menolong mereka untuk memahami siapa Dia. Jadi Dia menginstruksikan Musa dan Harun mengenai cara untuk membangun kaabah. Dia menginstruksikan mereka untuk memisahkan seluruh suku untuk pelayanan penuh-waktu di kaabah. Dia memberikan kepada mereka satu rancangan terinci dari perkemahan mereka, dan merinci bagaimana seluruh keluarga-keluarga harus didedikasikan untuk melakukan pelayanan-pelayanan khusus di dalam kaabah (pemeliharaan perabotan, ternak, penyembahan, dsb.) Instruksi-instruksi ini akan menolong mereka untuk menyadari siapa diri mereka dan siapa Dia sebenarnya.
Berlawanan dengan Apa yang Dunia Pikirkan, Tuhan Menganggap Serius Segala Masalah (Yoh 14:15-18; 23).
'Dunia tidak dapat menerima Dia [Roh Kudus], sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia' " (Yoh 14:17). Tuhan, di dalam bentuk Roh-Nya " menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yoh 14:17) Di sanalah terletak tantangannya: Kita tahu di dalam hati kita apa yang Tuhan telah janjikan kepada kita dan apa yang Dia harapkan dari kita. Tetapi, pandangan-pandangan ini tidak dimiliki oleh semua orang di sekeliling kita. Janji yang terdapat di sana adalah, juga, bahwa "Barangsiapa tidak mengasihi Aku [Yesus], ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.' " (Yoh 14:24). Engkau memiliki jaminan kehadiran Tuhan di dalam kehidupanmu. Tidakkah luar biasa untuk memiliki Pencipta alam semesta hidup bersamamu!
REAKSI
1. Di dalam cara apa kita hidup di dalam pengharapan dan iman mengenai janji-janji yang dibuat berabad-abad yang lalu kepada nenek moyang kita (janji-janji mengenai Kedatangan Kedua; "rumah-rumah" yang Yesus persiapkan bagi kita; "kota Allah" yang akan turun dari sorga; dsb.)?
2. Apakah pengaruh-pengaruh (positif dan negatif) di dalam hidupmu yang mempengaruhi bagaimana engkau berpikir tentang Tuhan? Apakah beberapa kesalahpengertian yang mungkin engkau miliki tentang Tuhan? Apakah Tuhan serius tentang masalah-masalah seperti memelihara Sepuluh Hukum, atau apakah mereka bisa dirundingkan di dalam terang contoh-contoh dari Nadab dan Abihu (khususnya perintah-perintah yang berhubungan dengan menyembah Dia)?
3. Bagaimana engkau melihat harapan-harapan di dalam gereja seperti ketepatan waktu, persiapan yang teliti untuk musik/drama/aktivitas Pathfinder (pekerjaan rumah), dsb.? Apakah mereka hanyalah tantangan yang diberikan kepadamu oleh para pemimpinmu, atau apakah mereka memiliki tujuan yang lebih besar di dalam penghargaanmu tentang siapa Tuhan itu? Mengapa kita bisa menuruti "hukum-hukum" yang diletakkan oleh sekolah, masyarakat, dan tempat kerja, tetapi seringkali mencoba melakukan negosiasi mengenai hukum-hukum yang berhubungan dengan menyembah Tuhan?
4. Bagaimana engkau menangani perbedaan antara apa yang engkau tahu (dan rasakan di dalam hidupmu) tentang Tuhan dan apa yang dipikirkan orang-orang di sekitarmu? Adakah tempat untuk membuat keputusan yang didasarkan atas bukti yang engkau miliki di dalam hidupmu sendiri dan hanya mendasarkan diri padanya, kemudian meminta orang lain untuk menghargai pilihanmu seperti mereka ingin engkau menghargai pilihan mereka?
Marcel Ghioalda, Scotland
Senin 28 September
Satu Panggilan untuk Keteraturan
KESAKSIAN
Kejadian 1,2; bilangan 1-4
Sejak dari paling awalnya, kita menyaksikan seorang Tuhan yang teratur sedang bekerja. Dan sekali lagi di dalam Bilangan 1-4, kita menjadi terpana melihat keteraturan dari instruksi-instruksi-Nya kepada Israel.
"Tuhan adalah Tuhan keteraturan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan sorga berada di dalam keteraturan yang sempurna; ketaatan dan disiplin yang menyeluruh menandai pergerakan bala tentara malaikat. Sukses hanya bisa diperoleh dari tindakan yang teratur dan harmonis. Tuhan menuntut keteraturan dan sistem di dalam pekerjaan-Nya sekarang tidak kurang daripada di zaman Israel. Semua yang bekerja bagi Dia harus bekerja dengan akal budi, tidak di dalam cara yang ceroboh dan kacau. Dia mau supaya pekerjaan-Nya dilakukan dengan iman dan ketepatan, supaya Dia bisa menempatkan meterai penerimaan-Nya atasnya."1
Kita sekali lagi menyaksikan keteraturan ketika Kristus bangkit dari kubur. "Kain kafan itu tidak dilempar secara acak ke samping, tetapi dilipat dengan teliti, semua pada tempatnya...
"Adalah Kristus Sendiri yang telah menempatkan kain kafan itu dengan begitu teliti. Ketika malaikat yang perkasa turun ke kubur, dia disertai oleh seorang malaikat lain, yang bersama dengan rekannya telah menjaga tubuh Tuhan. Sementara malaikat dari sorga itu menggulingkan batu itu, malaikat yang lain masuk ke dalam kubur, dan membuka pembungkus tubuh Yesus. Tetapi adalah tangan Juruselamat yang melipat masing-masing, dan meletakkannya di tempatnya. Di pandangan-Nya yang menuntun baik bintang maupun atom, tidak ada hal yang tidak penting. Keteraturan dan kesempurnaan terlihat di seluruh dunia-Nya."
Bagi kita, sebagaimana juga bagi bangsa Israel dan Yesus, datang satu panggilan untuk keteraturan. "Kekacauan dan ketidakrapian di dalam tugas sehari-hari akan membawa kepada kelalaian akan Tuhan dan untuk menjaga satu bentuk luar kesalehan di dalam pengakuan iman, tetapi kehilangan kenyataannya. Kita harus berjaga dan berdoa, supaya jangan kita menggenggam bayangan dan kehilangan kenyataannya.
"Satu iman yang hidup seperti benang emas seharusnya terbentang ke seluruh pengalaman sehari-hari di dalam menjalankan tugas-tugas kecil. Maka para pelajar akan dituntun untuk memahami prinsip-prinsip yang murni yang menurut rancangan Tuhan akan mendorong setiap tindakan dalam kehidupan mereka. Maka semua pekerjaan sehari-hari akan memiliki sifat yang sedemikian untuk mendorong pertumbuhan Kristen. Maka prinsip-prinsip yang vital dari iman, kepercayaan, dan kasih bagi Yesus akan menembus sampai ke rincian yang paling kecil dari kehidupan sehari-hari."
REAKSI
Apakah yang membutuhkan keteraturan di dalam hidupmu? Sebuah lemari? Sebuah kamar? Sebuah koleksi? Apapun itu, buatlah rencana untuk mengaturnya, kemudian lakukanlah itu. Perhatikan betapa baiknya perasaanmu begitu engkau menyelesaikannya!
____________
1. Patriarchs and Prophets, (Para Nabi dan Bapa) hlm. 376.
2. The Desire of Ages (Kerinduan Segala Zaman), hlm. 789.
3. Testimonies for the Church, vol. 6 hlm. 170, 171.
Eunice Simmons, Detroit, Michigan, U.S.A.
Selasa 29 September
Bahkan Tuhan Memiliki Rencana B
BUKTI
Amos 9:7
Berdasarkan pada semua masalah yang bangsa Israel sebabkan yang kita baca di buku Bilangan, Israel seharusnya tidak ada lagi hari ini. Bangsa-bangsa lain yang lebih terpelajar dan lebih kokoh tidak berhasil melalui ujian waktu yang sama. Bangsa Sumeria, yang mengembangkan sistem tulisan cuneiform,1 bersama dengan bangsa Aztec, Maya, dan Funisia telah datang dan pergi. Ahli sejarah abad ke-20, Arnold J. Toynbee, menyimpulkan bahwa kemerosotan masyarakat ditentukan bukan oleh masalah-masalah lingkungan dan ekonomis tetapi karena keruntuhan moral dan agama.* Sementara banyak ahli sejarah tidak mengikuti kesimpulan Toynbee, Alkitab sesungguhnya menceritakan bagian Tuhan di dalam pergerakan bangsa-bangsa dan kebudayaan-kebudayaan. Amos 9:7 pada khususnya menyebutkan pimpinan Tuhan bagi Israel dan juga tentang bangsa Ethiopia, Filistin, dan Syria.
Keselamatan Israel tidaklah kurang dari suatu mujizat. Jelas bahwa kejeniusan di balik tatanan baru mereka adalah Tuhan yang adalah "tiang awan di tengah hari" dan "tiang api di malam hari." Jelas, Dia rindu untuk terlibat secara pribadi di dalam kehidupan kita juga (Why 3:20). Ini berbeda sekali dengan pandangan deist tentang Tuhan yang "memutar dan membiarkan berjalan sendiri". Tetapi, walaupun demikian, buku Bilangan memberikan kesan yang unik bahwa karena kebandelan mereka yang terus menerus, Tuhan secara konstan harus merombak rencana asli-Nya untuk "domba-domba" Israel. Maksud Tuhan adalah supaya mereka hidup dari manna yang turun dari sorga, tetapi mereka menginginkan daging duniawi (Bilangan 11). Maksud Tuhan adalah supaya mereka tiba di Kanaan lebih cepat, tetapi karena pemberontakan mereka, mereka berkelana selama 40 tahun sementara generasi yang tua meninggal (Bilangan 14:33). "Jauh lebih banyak yang harus kita takuti dari dalam daripada dari luar. Penghalang-penghalang bagi tenaga dan kesuksesan adalah jauh lebih besar berasal dari gereja sendiri daripada dari dunia."3
Walaupun demikian, kita melihat kebesaran dan kasih karunia Tuhan. Kita melihat belas kasihan-Nya walaupun kita mendatangkan kesengsaraan bagi diri kita sendiri di sekitar kegagalan kita untuk menggerakkan kita dari rencana A ke rencana B -- sedemikian sehingga kita masih bisa menjadi pemenang di dalam Kristus (Rom 8:37-39; baca seluruh Roma 8). Kita dikuatkan untuk menambahkan iman kita dan percaya kepada Tuhan, sehingga tatanan yang Dia kehendaki bagi kehidupan kita akan membawa perlindungan, kemakmuran, dan kemajuan.
REAKSI
1. Kilaslah balik kehidupanmu sejauh ini. Kejadian-kejadian yang kacau apakah yang memerlukan rencana Tuhan yang teratur?
2. Bukti apakah yang ada di dalam kehidupanmu bahwa engkau bisa mempercayai rencana Tuhan bagimu?
____________
1. Ancientscripts.com. Satu rangkuman dari sistem tulisan di seluruh dunia sejak zaman prasejarah sampai saat ini. Sumarian. http://www.ancientscripts.com/sumerian.html. Dikutip 24 September, 2008.
2. A Time of Troubles, Michael Craven. http://www.wavaam.com/pastors/11577062/print/. Dikutip September 24, 2008.
3. Selected Messages, buku. 1, hlm. 122.
Clive de Silva,
Rabu 30 September
Melhat Logika Kehidupan
BAGAIMANA CARANYA
Keluaran 25:4; Bilangan 3:5-7, 38; 4:1-4
Di pusat tatanan yang Tuhan bawa ke perkemahan Israel adalah kerinduan-Nya untuk berada bersama dengan umat-Nya, untuk melidungi mereka, dan menuntun mereka seperti orang tua yang penuh kasih. Lambang dari kerinduan ini adalah kaabah, atau Tenda Pertemuan. Pada saatnya, Yesus, Anak Allah, datang untuk hidup di antara mereka, sebagai kaabah Tuhan yang benar, membawa kasih dan ketarturan ke dalam kehidupan mereka yang Dia sentuh. Dan sekarang, melalui Roh Kudus, kita memiliki kesempatan yang sama untuk membuat satu tempat di pusat kehidupan kita di mana Yesus bisa tinggal. Di tempat itu, Dia berjanji untuk mengasihi kita, untuk memelihara kita, dan membawa arti, tujuan, dan keteraturan ke dalam kehidupan kita (Yoh 14:23; Why 3:20). Bagaimana kita membuat tempat bagi Yesus untuk hidup di dalam kita? Di bawah ini adalah beberapa petunjuk:
Engkau adalah Bait Suci-Nya. Bila kita percaya kepada Yesus dan memutuskan untuk mengikut Dia, tubuh kita sendiri menjadi satu kaabah di dalam mana Roh Kudus tinggal (1 Kor 6:19).
Biarlah firman Tuhan menjadi nyata bagimu. Sepanjang Penciptaan, Tuhan berbicara dan dunia menjadi ada (Kej 1:3). Yesus berbicara, dan orang-orang disembuhkan (Luk 7:1-10). Firman Tuhan tidak pernah gagal. Dan sama seperti orang-orang Israel meletakkan kaabah di tengah-tengah perkemahan mereka, kita juga seharusnya membuat firman Tuhan menjadi pusat kehidupan kita. Ini adalah beberapa cara untuk kita bisa berbuat demikian:
a. Berusahalah memahami gambaran secara luas. Selalu ingatkan dirimu sendiri akan inti pekabaran Alkitab. Tuhan begitu mengasihi engkau sehingga Dia mau mengutus Anak-Nya untuk mati bagimu supaya engkau bisa hidup bersama dengan-Nya untuk selamanya. Tuhan adalah kasih, dan rencana-rencana-Nya bagimu adalah rencana yang baik! (Yoh 3:16; 1 Yoh 4:8; Yer 29:11).
b. Jangan biarkan perasaan atau keadaan mendikte bagaimana engkau memandang dirimu sendiri atau apa yang engkau lakukan dalam kehidupan. Perasaan tidak selalu dapat diandalkan. Tetapi, Firman Tuhan dapat. Keadaan selalu berubah, tetapi Firman-Nya tidak pernah berubah. Disiplinlah pikiran dan kemauanmu dengan membuat dirimu mengenal semua janji-janji-Nya (Yes 40:8; 55:8-11; Mat 24:35).
Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah menyerah dan meninggalkan engkau! Bukanlah sifat-Nya untuk berbuat demikian. Kerinduan-Nya adalah untuk datang ke pusat keberadaanmu dan dari sana mengasihi engkau, memelihara engkau, membawa keteraturan ke dalam hidupmu, dan mengubah engkau untuk memantulkan tabiat-Nya.
REAKSI
1. Bagaimana perasaanmu bila memikirkan bahwa Tuhan ingin supaya engkau menjadi kaabah di mana Dia bisa tinggal?
2. Apakah di dalam hidupmu yang ingin untuk engkau "tata"?
Jeremy Tramier,
Kamis 1 Oktober
Pusat Perhatian
OPINI
Bilangan 2:1-33
Dalam kehidupan, kita memiliki banyak pilihan yang harus dibuat. Kadang-kadang kita mungkin melihat ke belakang ke satu pilihan yang kita telah buat dan berpikir bahwa bila kita memiliki kesempatan untuk membuat keputusan itu lagi, kita akan membuat pilihan yang berbeda. Beberapa pilihan yang kita buat tidaklah begitu penting, sebagian yang lain lebih penting. Tetapi pilihan yang terpenting yang kita pernah harus buat diilustrasikan di dalam Bilangan 2.
Tuhan telah membuat pilihan-Nya cukup jelas Keluaran 25:8 mengatakan pada kita bahwa Tuhan memberi tahu Musa untuk membangun kaabah sehingga Dia bisa tinggal di tengah-tengah umat itu. Bilangan 2:2 mengatakan bahwa bangsa Israel harus tinggal di sekitar kaabah itu. Tuhan memberikan perintah langsung tentang di mana Israel harus berkemah menurut letak kaabah itu -- tenda di mana Dia "tinggal." Sisa dari Bilangan 2 menggambarkan bagaimana Dia merencakan tenda-Nya untuk berada tepat di tengah-tengah perkemahan Israel. Ini mengilustrasikan bahwa adalah keinginan-Nya bukan hanya untuk hidup bersama dengan mereka, tetapi untuk berada tepat di tengah-tengah kehidupan mereka.
Buku Ibrani menggambarkan bagaimana Yesus sebagai kegenapan dari kaabah dan pelayanan-pelayanan di dalamnya (Ibrani 8, 9, 10). Tuhan telah membuat pilihan-Nya cukup jelas: Dia ingin Yesus Kristus untuk berada di pusat kehidupan kita. Bagi saya, adalah menakjubkan bahwa satu Allah yang kudus, Pencipta alam semesta, ingin untuk berada di pusat kehidupan saya. Di sinilah kita menghadapi pilihan yang paling penting yang kita pernah harus buat: Bagaimana kita menjawab keinginan Tuhan untuk menjadi pusat kehidupan kita? Apakah kita menerima Dia? Atau apakah kita berpaling meninggalkan Dia?
Apakah penting apa yang kita percayai mengenai masalah ini? Ya, dan tempat yang paling penting baginya adalah di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana kita hidup setiap hari menjadikan jelas apakah Kristus benar-benar adalah pusat dunia kita atau tidak.
Petrus menuliskan bahwa "Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. " Setan memiliki banyak cara untuk mencoba mengalihkan perhatian kita menjauh dari Yesus.
Harus diakui, tidaklah alamiah bagi manusia untuk terus berfokus kepada Kristus. Tetapi syukurlah bahwa Kristus mengucapkan perkataan yang sama seperti yang diucapkan-Nya kepada rasul Paulus, " ' Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.' " (2 Kor 12:9).
REAKSI
1. Bagaimanakah setan mengalihkan perhatianmu supaya terpecah dari berfokus kepada Kristus?
2. Apakah sesungguhnya arti dari memiliki Kristus sebagai pusat kehidupanmu?
Adam Keough, Belfast, United Kingdom
Jumat 2 Oktober
Kelas Istimewa Tuhan
PENYELIDIKAN
1 Kor 10:11
SIMPULAN
Rencana Tuhan adalah satu rencana yang membuat kewalahan - untuk mengambil satu umat, merosot karena perbudakan selama bertahun-tahun, dan membuatnya menjadi duta-duta besar mereka bagi dunia. Umat tidak dibentuk, tidak berdisiplin ini harus mempelajari pelajaran-pelajaran mengenai keteraturan dan organisasi, iman dan penurutan, melalui satu dari perumpamaan yang paling menakjubkan yang ada -- satu pengalaman kehidupan bersama dengan Tuhan, sementara Dia mendemonstrasikan rencana-Nya bagi keselamatan melalui pelayanan kaabah. Bahwa Tuhan itu kudus, bahwa Dia itu teliti, bahwa Dia itu adil, dan bahwa Dia menanggung ke atas diri-Nya konsekuensi dari dosa-dosa kita karena Dia mengasihi kita adalah semuanya pelajaran-pelajaran yang kita masih perlu pelajari hari ini.
PERTIMBANGKAN
• Merancang satu model dari kaabah dan perkemahan itu menurut satu skala. Tambahkan kepada model itu sepanjang sisa pelajaran-pelajaran kwartal ini untuk membuat pelajaranmu lebih visual. Kemudian rencanakan untuk membagikannya dengan anggota kelas yang lain.
• Mengorganisir anggota-anggota kelasmu menjadi satu tim untuk memerankan satu pelayanan harian di kaabah pada akhir kwartal ini sebagai satu sarana jangkauan keluar. Beberapa anggota mungkin mau membangun perabotan kaabah, yang lain mungkin menjahit jubah imam, dan yang lain lagi mungkin memilih untuk mengerjakan naskah atau merancang panggung.
• Meneliti kehidupan atau rumahmu untuk daerah-daerah yang kacau. Engkau mungkin bisa mencari di dalam keluarga gerejamu seorang mentor untuk membantumu menata ulang bagian-bagian kehidupanmu itu.
• Mencari satu daerah khusus di alam atau di rumahmu yang bisa menjadi kaabahmu. Buatlah pengaturan tempat duduk yang nyaman, dan kunjungilah kaabahmu secara teratur untuk berdoa dan renungan.
• Mencari ide-ide yang kreatif untuk menjaga Krisus supaya tetap menjadi pusat kehidupanmu. Bayangkan bagaimana kehidupan kebaktianmu bisa dihidupkan kembali melalui gambar-gambar, musik, menghafalkan ayat-ayat Alkitab, dan berjalan-jalan di alam. Kemudian pilihlah satu atau dua ide untuk dilakukan.
• Memilih satu motto dari satu dari ayat-ayat yang diilhamkan yang engkau temui di dalam pelajaran minggu ini. Cetaklah dengan bentuk huruf yang khusus, atau tuliskanlah dengan seni kaligrafi, pamerkan dan bagikan itu.
HUBUNGKAN
Patriarchs and Prophets (Para Nabi dan Bapa), bab 27
Nancy Van Pelt, Get Organized.
Cheryl Des Jarlais, Ronan, Montana, U.S.A.
Saturday, 26 September 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment