SSCQ OKTOBER—DESEMBER 2009
Pelajaran 9 Kwartal 4, 21—28 November 2009
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Dosa Musa dan Harun
“Naiklah ke puncak gunung Pisga dan layangkanlah pandangmu ke barat, ke utara, ke selatan dan ke timur dan lihatlah baik-baik, sebab sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi” (Ulangan 3:27).
Sabbath 21 November
Kulakukan Dengan Caraku
PENDAHULUAN
Bilangan 20:1-13
Lagu Frank Sinatra “My Way” (caraku) mencapai puncak tangga lagu tahun 1960 dan tetap populer sampai saat ini. Kata-katanya persis sama seperti dosa Musa: “Kulakukan dengan caraku.” Mariam kakak Musa baru saja meninggal. Orang Israel sekali lagi memberontak kepada Allah dan berteriak untuk kembali ke Mesir.Musa, kesal dengan persungutan mereka, melakukan dengan caranya sendiri, sebagai ganti mematuhi perintah Allah untuk berbicara kepada batu, Musa memukul batu itu dengan tongkatnya. Hal yang menarik dari cerita ini adalah Allah tetap mengirim air keluar dari batu walaupun Musa tidak patuh. Panjang sabar dan keadilan Tuhan terlihat. Gantinya mempermalukan Musa dan memberikan para persungut itu alasan lain kenapa mereka mesti kembali ke Mesir, air keluar dari batu dan membasuh dahaga orang yang baik, jahat, dan juga hewan lainnya.
Keadilan mesti ditegakan. Musa dan Harun dihukum karena memukul batu gantinya berbicara kepadanya. Mereka tidak lagi diizinkan untuk memimpin orang Israel masuk ke Kanaan. Mereka mesti ikut berjuang 40 tahun di padang gurun, memimpin umat yang suka bertengkar, bersungut, dan mengomel, sementara memandang ke depan untuk Tahan Perjanjian. Tetapi dengan satu tindakan gegabah, mereka membatalkan kesempatan untuk memimpin umatnya masuk ke tanah yang dijanjikan Allah dengan sumpah kepada mereka. Keistimewaan itu mesti diberikan kepada orang lain.
Suatu harga yang mahal sekali untuk suatu ketidak patuhan. Bagi yang banyak diberikan terang, banyak juga yang dituntut. Musa telah mengalami banyak perjalanan dan pembicaraan dengan Allah sebagai pemimpin umat Allah. Bagaimana seandainya dia berbicara kepada batu itu? Orang Israel telah tahu bahwa Allah dapat mengirimkan air dari batu yang dipukul—tetapi bicara ke batu? Siapa yang pernah mendengar hal seperti itu? Jika saja saat itu Musa dan Harun fokus kepada kemuliaan Allah gantinya frustasi mereka, tujuan Allah dapat diperlihatkan dihadapan orang Israel. Seberapa besar lagi iman orang itu dapat bertumbuh jika saja pemimpin mereka tidak bertindak seperti umat yang dipimpinnya.
Sementara anda belajar minggu ini, pikirkan pentingnya mematuhi perintah Allah—dan kasih karuniaNYA jika kita tidak.
REAKSI
1. Pernahkah anda melakukan sesuatu dengan cara anda gantinya cara Allah? Apa hasilnya? Seberapa berbedanya?
2. Bagaimana anda merasa yakin telah mengikuti jalan Allah?
Kristi Geraci, Belgrade , Montana , U.S.A.
Minggu 22 November
Rencana Keselamatan
LOGOS
Bilangan 20; 21; Yohn 3:14, 15; Yakobus 4:4–15
Masuknya Dosa (Amsal 29:23)
Orang Israel memerlukan makanan dan air. Pada sampai di Kades, mereka tidak menemukan satupun. Ini bukanlah kali pertama mereka tidak menemukannya. Lihat Keluaran 15:22-25; 17:1-7; dan Bilangan 20:8.
Pada waktu Musa sujuk dihadapan Allah, Allah memberikannya kebijaksanaan. Pada waktu Musa tidak menurut perintah Allah, dia dihukum mati di padang belantara. Sebelum dia memukul batu, dia mengambil kredit untuk apa yang akan terjadi: “apakah KAMI harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” (Bilangan 20:10 huruf besar untuk mempertegas Red.). Ketidak patuhan ini, pemberontakan ini berarti Musa akan mati tanpa melihat Tanah Perjanjian.
Pada waktu Musa sujuk dihadapan Allah, Allah memberikannya kebijaksanaan. Pada waktu Musa tidak menurut perintah Allah, dia dihukum mati di padang belantara. Sebelum dia memukul batu, dia mengambil kredit untuk apa yang akan terjadi: “apakah KAMI harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” (Bilangan 20:10 huruf besar untuk mempertegas Red.). Ketidak patuhan ini, pemberontakan ini berarti Musa akan mati tanpa melihat Tanah Perjanjian.
Musa Mencari Jalan (Bilangan 21:4)
Musa tidak punya alasan untuk tetap maju; tetapi dia memfokuskan pikirannya ke Tanah Perjanjian untuk mengantar umatnya kesana. Tetapi, Edom ada di depan, dan Edom tidak mempercayai Israel.
Israel dinamakan sesuai nama nenek moyang mereka, Yakub, yang diganti namanya jadi Israel oleh Yesus. Edom juga punya nenek moyang yaitu Esau, saudara kembar Yakub. Yakub dan tentu saja Israel diketahui telah menipu Esau, dan Edom telah belajar dari pengalaman masa lalu untuk tidak mempercayai Israel. Musa berjanji Israel tidak akan mengganggu Edom pada waktu lewat, tetapi mereka tidak diberi izin untuk lewat.
Israel tidak perlu bertempur dengan Edom untuk lewat. Musa mengambil jalan yang lain (Bilangan 21:4). Demikian pula, kita tidak perlu mencari jalan sendiri ke sorga setelah berdosa. Kristus mencarikan jalan yang lain. Dia mencarikan jalan untuk memenangkan perang bagi kita, dan oleh bilur-bilurnya kita disembuhkan (Yesaya 53:5).
The Power of Forgiveness (James 4:7−10)
It was now time for Aaron to say goodbye to the rest of the travelers. However, as he was drawing close to death, certain rebellions came to mind, most notably, the golden calf (Exodus 32). Aaron must have been worried about his salvation, but God was not. “All their
Kuasa Pengampunan (Yakobus 4:7-10)
Sekarang waktunya bagi Harun untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pengembara. Tetapi, pada waktu menjelang ajal, dia teringat dengan suatu pemberontakan, yang paling utama, lembu emas (Keluaran 32). Harun kuatir akan keselamatannya, tetapi tidak dengan Allah. “Semua kuasa mereka (Musa dan Harun) telah dikembangkan, diangkat, dan ditinggikan oleh persekutuan dengan yang Maha Kekal. Hidup mereka telah dihabiskan dengan pekerjaan yang tidak cinta diri bagi Allah dan bagi bangsanya; cahaya muka mereka memberikan bukti . . . . . . . . keteguhan dan kemuliaan tujuan.*
Apakan anda melihat hal-hal luarbiasa yang dikatakan tentang Harun pada akhir hayatnya? Bacalah Yakobus 4:7-10. Jika Harun mempunyai Perjanjian Baru waktu itu, kata-kata Yakobus pastilah akan menjadi kata-kata inspirasi bagi imam yang tua dan lelah.
Dalam Alkitab, berita buruk selalu diikuti oleh berita baik. Harun orang berdosa. Allah mengampuninya. Bacalah kabar buruk di Roma 3:23, dan kemudian bacalah kabar baik di ayat 24 yang mengikutinya.
Kristus Menjadi Ular bagi Kita? (Yoh. 3:14, 15; Roma 6:10)
Dari Kejadian sampai Wahyu, ular mewakili Setan. Karena itulah cerita dalam Bilangan 21 ini membingungkan. Pada waktu orang Israel melanjutkan dosa persungutan di dekat Edom ular tedung (berbisa) mulai menggigit mereka dan banyak yang mati. Mereka mengakui kesalahan mereka dan datang ke mediator, Musa, minta tolong. Kemudian ceritanya mengarah ke yang aneh. Seekor patung ular tembaga diangkat dan semua mata memandangnya. Mereka yang memandang akan segera sembuh.
Ular berbisa ganas adalah akibat dosa, ular tembaga itu adalah Kristus. Kristus merendahkan diriNya sendiri, sehingga kita dapat mengangkatNYA pada waktu Dia mengambil akibat dosa-dosa kita. Tidak ada satupun agama lain yang Allahnya menjadi manusia untuk membantu manusia. Jangan pernah lupa seberapa hebatnya hal ini.
Menang Dalam Yesus (Roma 13:11, 12; 1Yohanes 1:9)
Setiap orang tua tahu seberapa sering mereka mengatakan kepada anak-anaknya bahwa mereka “terlampau banyak mengeluh”. Israel adalah anak itu. Mereka juga mempunyai dosa yang sepantasnya diterima, pemberontakan, revolusi, dan ketidak percayaan yang tidak perlu. Kenapa Allah masih mau terus mendorong mereka maju ke Tanah Perjanjian? Bacalah pengampunanNYA dalam Roma 3:24 dan 1 Yohanes 1:9
Orang Israel telah melewati waktu-waktu yang sulit, tetapi mereka juga telah melihat banyak keajaiban Tuhan. Pada waktu “mengembara” menjauh dari Mesir, mereka berjalan semakin dekat dengan Tuhan. Israel adalah “gereja yang militan” (termasuk tiga kemenangan utama yang dibaca di Bilangan 20, 21) dan telah menjadi “gereja yang menang”. Segera setelah kemenangan di Kanaan bagian selatan, orang Amori, dan penduduk Basan, mereka berkemah di tepi sungai Yordan, siap mengambil apa yang jadi milik mereka. Mediatasikan kata-kata Rasul Paulus di Roma 13:11, 12. Apakah kita sebagai gereja siap untuk bangkit dan menjadi “gereja pemenang”? Semua kita telah berdosa, tetapi Kristus menemukan jalan untuk menyelamatkan kita. Dia menawarkan diriNYa sendiri sebagai tebusan. Dia menawarkan kepada kita pengampunan, dan memberikan kita kemenangan yang utuh.
REAKSI
1. Kenapa batu itu tetap mengeluarkan air, padahal Musa melanggar perintah Tuhan?
Bagaimana cara gereja menjadi militan? Bagaimana gereja bisa jadi pemenang?
____________
*Patriarchs and Prophets, p. 425.
Phil Vecchiarelli, Kinlichee , Arizona , U.S.A.
Senin 23 November
Seberapa Jahat “Keberdosaan Dosa”?
KESAKSIAN
Yakobus 4:7
“Sejarah orang Israel dicatat untuk menjadi pengajaran dan peringatan bagi generasi mendatang. Semua manusia masa depan mesti melihat Allah Yang Maha Kuasa, akan mengadili dosa. Tetapi hanya sedikit yang menyadari keberdosaan yang luar biasa dari dosa. Manusia menyombongkan dirinya sendiri mengatakan bahwa Allah terlampau baik untuk menghukum para pelanggar. Tetapi dalam terang sejarah Alkitab jadi jelas bahwa kebaikan Allah dan kasihNya membuatNYA menghadapi dosa sebagai kejahatan fatal bagi kedamaian dan kebahagiaan alam semesta.”1
Dalam era “pengampunan” dan “toleransi,” kadang sulit untuk menangkap konsep “keberdosaan luarbiasa dari dosa.” Tetapi dalam kebaikan dan belas kasihanNYA, Allah juga telah menyediakan “cerita berikutnya,” seperti yang dikatakan oleh komentator berita Paul Harvey.
“Tak ada yang mesti kita takutkan untuk masa depan kecuali kita lupa bagaimana Tuhan telah menuntun kita.”2
“Allah telah membuat persyaratan sederhana umatNYA; jika mereka bergantung kepada kekuatanNYA, mereka tidak akan pernah jadi bulan-bulanan lingkungan. Pencobaan terbesar sekalipun tidak bisa menjadi alasan untuk berdosa. Seberapa besarpun tekanan kepada jiwa, pelanggaran adalah tindakan kita sendiri. Bukanlah kuasa dunia ataupun neraka untuk menekan seseorang melakukan kejahatan. Setan menyerang kelemahan kita, tetapi kita tidak boleh kalah. Seberapa parah dan tak terduganya serangan, Allah telah menyediakan bantuan bagi kita, dan dalam kekuatanNYA kita bisa mengalahkan pencobaan.”3
“Bertekadlah untuk menjadi murid yang setia dalam sekolah Kristus, belajar setiap hari untuk menyesuaikan hidupmu dengan Pola Illahi. Arahkan wajahmu ke sorga, dan maju terus ke panggilan tertinggi Yesus Kristus. Berlombalah dalam perlombaan Kristen dengan kesabaran, dan berada diatas semuat pencobaan, seberapa pedihpun itu, yang mungkin datang kepadamu. Lawanlah si jahat, dan dia akan lari daripadamu. Mendekatlah kepada Allah; dan jika kerinduanmu adalah naik satu tangga, anda akan menemukan tanganNYA menjulur membantumu.”4
REAKSI
1. Kenapa kita mesti peduli dengan pelanggaran Musa beribu tahun lalu? Apa “moral” cerita itu untuk hidup kita saat ini?
2. Jika kita tahu “akhir cerita” dari pertempuran antara yang baik dan yang jahat, bagaimana hal itu dapat merobah hidupmu saat ini?
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 420.
2. Testimonies to Ministers and Gospel Workers, p. 31.
3. Patriarchs and Prophets, p. 421.
4. Sons and Daughters of God, p. 79.
Twyla Geraci, Belgrade , Montana , U.S.A.
Selasa 24 November
Dua Pukulan dan Anda Keluar
BUKTI
Bilangan 20:8, 11
Dalam Bilangan 20, kita temukan pemimpin yang lelah dari kelompok yang tak tau terimakasih diberi pencobaan yang lain. Musa telah memimpin mereka dibawah perintah Allah selama 40 tahun. Dia dengan sabar telah menghadapi semua keluhan mereka, seringkali membuatnya frustasi dihadapan Allah untuk mereka.
Sekarang orang-orang itu kembali menghadap dia dan Harun. Mereka merasa Allah telah menuntun mereka ke tempat yang sulit, dan menginginkan minuman untuk mereka dan ternaknya yang kehausan. Tak heran Musa dan Harun jadi marah. Tetapi gantinya marah karena Allah telah dihina, mereka marah karena semua yang mesti mereka tanggung. Gantinya mengikuti perintah Tuhan dalam hal ini, mereka membiarkan amarah mereka dan ketidak sabarannya menguasai mereka. Kelemahan ini berakibat fatal bagi mereka.
Musa dan Harun “telah dikalahkan oleh pencobaan yang tiba-tiba, dan mereka langsung menyesal dan bertobat. Tuhan menerima pertobatan mereka, tetapi karena bahaya dosa mereka bisa berakibat buruk bagi orang Israel, Dia tidak bisa menghapuskan hukuman.”*
Banyak pemimpin setia gereja kita telah dikritik dan diomeli karena tetap berpegang pada perintah Allah. Kita anggota (sama seperti orang Israel kuno) mudah sekali mengambil pendapat orang ramai dan sampai kepada kesimpulan yang bertentangan dengan nasehat Allah. Kita kemudian mengharapkan para pemimpin untuk melaksanakan tuntutan kita terlepas dari keyakinan mereka ataupun nasehat Roh Kudus.
Dapatkah anda memikirkan contoh kepemimpinan lainnya yang menyerah kepada tekanan? Harun melakukannya pada awal perjalanan mereka, pada waktu orang ramai memintanya membuat berhala pada waktu Musa berada di gunung. Pilatus tidak mau menyalibkan Yesus, tetapi dia takut menghadapi orang ramai yang menuntut kematian Yesus. Bukankah menjadi menarik untuk mencari tahu, pada hari penghakiman, seberapa banyak pemimpin yang telah telah kalah karena tekanan orang yang mereka pimpin?
Walaupun begitu, Allah mengharapkan mereka yang telah dipilihNYA sebagai pemimpin, untuk tetap teguh pada prinsip tak peduli bagaimanapun tekanannya. Sebagai anggota, adalah suatu panggilan positif untuk mencari perintah Allah dan selalu mematuhi kehendakNYA, sehingga kita bisa menjadi penopang bagi pemimpin gantinya jadi batu sandungan.
REAKSI
Apa yang bisa kita tarik dari Ibrani 13:17? Bagaimana kejadian di Meribah bisa berbeda jika saja orang Israel mengikuti nasehat ini?
____________
*Patriarchs and Prophets, p. 419.
Danny Williams, La Vida Mission , New Mexico , U.S.A.
Rabu 25 November
Kenapa Allah Marah
BAGAIMANA
Bilangan 20
Pada waktu membaca Alkitab, saya sering merenungkan pertanyaan “Kenapa?” Kenapa Allah melakukan itu? Kenapa responnya seperti itu? Jadi hari ini mari kita diskusikan “kenapa?” agar mempelajari sesuatu tentang Allah dan diri kita juga.
Bacalah Bilangan 20 dalam terjemahan yang lain dari yang biasa anda baca. Kadang ini hal ini memecahkan moda “saya telah mendengar cerita itu berjuta kali” dan memberikan kita perspektif yang lebih segar.
Sementara membaca, letakan diri anda sebagai karakter cerita itu. Dalam Bilangan 20:1 kita pelajari Mariam baru mati. Kemudian kita baca bahwa orang-orang mengeluhkan air kepada Musa. Kita perlu bertanya, bagaimana rasanya mengetahui Mariam baru meninggal. Bagaimana rasanya berada di gurun tanpa air? Tidakah kita takut? Tetapi Tuha telah mengatasi persoalan yang mirip di masa lau. Anak-anak Israel mempunyai kesempatan yang hebat untuk melihat penjagaanNYA sehingga pada waktu ini mestinya mempercayai Dia. Bagaimana perasaan Allah menghadapi keluhan mereka?
Pelajari ayat untuk bukti keadilan Allah dan belas kasihanNYA bukan hanya untuk individu dalam cerita, tetapi juga untuk kesejahteraan jangka panjang orang Israel, perintah akan bangsa-bangsa disekeliling mereka, dan bahkan alam semesta. Buatlah diagram untuk membantumu. Pada salah satu sisi tulisakan kenapa tampaknya tindakan Allah tidak adil, dan bagi siapa. Pada sisi satunya, tuliskan kenapa tindakan Allah adil, dan siapa yang diuntungkan. Pertimbangkan hal berikut: (a) Kenapa konsekuensinya sedemikian kejamnya untuk satu dosa ini? Apakah Allah memperlakukan pemimpin berbeda dari umat yang dipimpin? Kenapa? (Bacalah buku Para Nabi dan Bapa, bab 37). (b) Apakah umat itu belajar mempercayai Allah? Pada bab berikutnya mereka kembali mengeluh. Bacalah Bilangan 21:5. Apakah kita mengeluh bila apa yang disediakan Allah berbeda dari apa yang kita inginkan? Bagaimana Allah mencoba untuk membantu orang Israel mengembangkan kepercayaan? Kenapa penting bagi mereka untuk mendemonstrasikan kepercayaan mereka kepada bangsa-bangsa disekitar mereka?
Kembali dan kembali lagi, Allah memberikan akibatnya, dan kembali lagi dan lagi, Dia mengampuni dan menyembuhkan. Teladan pemberontakan di padang belantara ini mengajarkan kita seriusnya ketidak patuhan. Juga memberikan teladan yang indah akan kasihNya dan penjagaanNYA akan kebutuhan terbesar kita—pengampunan dosa dan pendamaian dengan Dia.
Gayle Smith, La Vida Mission , New Mexico , U.S.A.
Kamis 26 November
Tak Ada Alasan
PENDAPAT
Keluaran 32:7−11; Bilangan 20:9−12
Orang Israel menjadi tidak masuk akal lagi. Tidak heran Musa dan Harun yang tua, sesabar-sabarnya mereka selama bertahun-tahun ini, telah kehilangan kesabarannya. Tetapi tidak ada satu katapun Allah katakan tentang pemberontakan orang-orang ini, walaupun Dia telah sering mengatakannya di masa lalu. Sekarang semua pendekatannya tergantung kepada kedua pemimpinNYA yang, dalam momen kemarahan, telah berbicara dengan keras sekali ke pada orang-orang yang keras kepala ini.
Sementar Harun mempunyai catatan kelemahan dalam kepemimpinannya, Musa belum pernah sebelumnya gagal dengan orang Israel sampai saat ini. Dengan setiap masalah, dia telah berpaling kepada Allah sebagai empunya masalah yang telah ikut serta dalam memimpin orang Israel ke Tanah Perjanjian. Pada waktu Allah dengan marahnya mengatakan kepada Musa “bangsamu yang telah kau bawa keluar dari Mesir,” Musa mengingatkan Tuhan, “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?” (Keluaran 32:7).
Allah menginginkan umatNya menyadari bahwa Dialah pemimpin mereka dan Musa hanyalah hambaNYA, mengikuti perintahNYA. Musa telah setia mengakui ini sebelumnya dihadapan umatnya. Sampai sekarang. “apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” Musa berteriak kepada orang ramai, dan dengan melakukan itu secara terbuka menyatakan bertanggung jawab akan kepemimpinan kepada mereka (Bilangan 20:10).
Dalam waktu-waktu kelemahan ini, Musa tidak melakuan apa yang menjadi saksi bahwa Allah adalah pemilik dan pemimpin. Jika Allah tidak bertindak dengan tegas dengan kegagalan ini, umatNYA akan merasakan bahwa provokasi besar ini merupakan alasan untuk berdosa. Jika ya, tidak akan ada gunanya Yesus mati. Dengan rendah hati, Musa mengakui keadilan hukumannya. Tidak ada yang bisa mengatakan Allah pilih kasih. Dosa sedemikian mengerikannya, bahkan kesalahan kecil dalam kesabaran mempunyai akibat jangka panjang. Sementara Allah dengan terbuka mengampuni Musa dan Harun, Dia tidak bisa menghapus dosa mereka. Alangkah hebatnya berkat yang telah dijanjikannya bahwa Dia tak akan menghianati kita, Dia selalu siap setiap hari untuk melepaskan kita dari kuasa si jahat.
REAKSI
1. Jika Musa secara terus menerus membutuhkan kasih karunia Allah, seberapa besar juga kita mesti bergantung kepadaNYA untuk menuntun kita?
2. Apa ayat favoritmu yang mendorongmu tentang kuasa Allah yang menjagamu dari pencobaan?
Cheryl Woolsey Des Jarlais, Ronan , Montana , U.S.A.
Jum’at 27 November
Bersyukur dan Patuh
EKSPLORASI
Bilangan 20:15, 16
SIMPULAN
Apakah merupakan sifat manusia untuk hanya mengingat hal-hal buruk yang telah terjadi dalam hidupnya? Orang Israel tentu saja mendemonstrasikan pemikiran seperti itu. Setelah semua yang dilakuan Allah untuk mereka, mengeluarkan mereka dari Mesir dan menjaga mereka selama di padang gurun, mereka cepat protes bila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Seperti anak nakal, mereka mengeluh. Musa dan Harun mencoba menjadi orang tua yang baik, berpaling kepada Allah untuk jawaban. Tetapi, mereka akhirnya kehilangan kesabaran dengan anak-anak itu, dan dengan biaya yang besar sekali. Allah layak mendapat ucapan syukur dan kepatuhan untuk semua yang telah diberikanNYA.
PERTIMBANGKAN
■ Buatlah peta jalan yang dituliskan dalam Bilangan 20 dan 21. Hitunglah jarak ekstra yang disebabkan tidak diberikan izin lewat orang Israel oleh Edom.
■ Bandingkan dan kontraskan tindakan yang diambil oleh Israel terhadap Edom dan terhadap Kanaan. Kenapa tindakan yang berbeda?
■ Tulis atau email seseorang dalam hidupmu yang telah bertengkar dengan anda, mengingat walaupun Allah tidak membuang akibat tindakan Musa dan Harun, Dia mengampuni mereka.
■ Mainkan peran Musa dalam pembicaraan dengan Allah setelah memukul batu langsung gantinya bicara dengannya.
■ Wawancara seseorang yang anda anggap menjadi tiang di gereja atau hidupmu. Tanyalah orang itu bagaimana dia menghadapi pencobaan dan patuh dalam hidupnya.
■ Renungkan seberapa beruntungnya anda yang punya makanan dan air dihadapanmu tetapi kadang anda masih punya masalah untuk mematuhi Allah.
■ Pelajari lingkungan padang belantara Sinai di ensiklopedia atau komentar alkitab. Cobalah untuk membayangkan kelompok masyarakat besar yang mesti hidup dalam situasi seperti yang dihadapi orang Israel, bila Tuhan tidak menyediakan kebutuhan mereka.
HUBUNGKAN
Mazmur 78:17–55.
Patriarchs and Prophets, chapters 37, 38.
Lynette Georgeson, Spokane, Washington, U.S.A.

No comments:
Post a Comment