Tuesday, 8 December 2009

SSCQ Pelajaran 11 Kwartal IV 2009

OKTOBER—DESEMBER 2009
Pelajaran 11 Kwartal 4, 5—12 Desember 2009
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra

Immoralitas
Di Perbatasan

“Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.”(1 Cor. 10:8, NKJV).






Sabbath
5 DESEMBER
Bilangan 25
1 Raja 1-10; 11:1-13
Pendahuluan
Kebangkitan dan Kejatuhan Raja Salomo

Pada waktu Salomo mulai bertakhta, dia mengakui kekuasaan dan kebijaksanaan Allah. Pada waktu Allah datang ke Salomo dan meminta apa yang diinginkannya, dia meminta satu hal yang tidak ada raja sebelum dan sesudahnya lakukan—Kebijaksanaan Tuhan. Tuhan mengabulkan permintaannya dan memberkatinya lebih dari yang dimintanya karena dia telah meminta satu hal yang akan membawa kemuliaan dan kehormatan bagi Allah. Dalam peristiwa itu, kita melihat Salomo merendahkan dirinya dan mengakui keinginannya untuk melayani Allah dan ketidak mampuannya untuk melakukannya tanpa bantuan Allah.
Untuk sementara waktu, tidak ada yang dilakukan Salomo tanpa berkonsultasi dengan Allah. Orang memandangnya sebagai orang yang murah hati dan penguasa yang luar biasa. Bangsa-bangsa disekelilingnya terkagum-kagum akan kesuksesannya. Mereka bahkan datang kepadanya untuk belajar kenapa dia sedemikian suksenya, dan pada awalnya, dia menyatakan ini adalah berkat Tuhan dari sorga. Jadi, dia dapat menjadi saksi bagi Allah.
Tetapi Salomo, menjadi sombong akan pencapaiannya dan mulai percaya bahwa dengan kemampuannya sendiri yang menyanggupkan dia mendapatkan semuanya dan karenaya layak untuk mendapatkan pujian. Kesombongan dan kepercayaan inilah yang mengakibatkan kejatuhannya. “Dalam mencari cara untuk memuliakan dirinya sendiri dihadapan dunia, dia menjual kehormatan dan integritasnya . . . . . . . Hati nurani, roh yang penuh pertimbangan yang menjadi cirinya dalam berhadapan dengan bangsanya pada awal pemerintahannya, sekarang berobah. Dari penguasa yang bijaksana dan penuh belas kasihan, dia turun menjadi seorang tiran.”* Dia juga mengawini banyak wanita dari berbagai bangsa yang tidak menyembah Allah. Sebagai akibatnya, dia kehilangan pandangan akan Allah yang Hidup yang memberikan segalanya kepadanya. Sayang sekali dia telah menjadi seperti moyangnya
Sementara anda mempelajari tentang ketidak patuhan anak-anak Israel minggu ini, tanyai dirimu sendiri apakah kita menjalani jalan yang sama saat ini: Apakah kita menyalah gunakan karunia yang diberikan Allah yang dimaksudkan untuk membuat kita lebih dekat kepada Allah?
____________
*Prophets and Kings, pp. 55, 56.

Samba Chiseya, Cape Town, South Africa


Minggu
6 DESEMBER

Logos
Sedemikian Dekat tapi masih Jauh
Bilangan 25; 31;
Ulangan. 21:10–14;
1 Kor. 10:1–14;
Wahyu. 2:14


Terbujuk Melanggar oleh Wanita Asing (Bilangan 25)

Tentara Israel mulai berzinah dengan anak-anak perempuan Moab. Wanita Midian mempengaruhi pria Ibrani untuk menyembah Baal peor. Hal ini membuat Allah marah terhadap orang Israel. Setelah diperintahkan oleh Allah, Musa mengatakan kepada para hakim Israel untuk membunuh para pria yang bergabung dengan Baal-peor dan mengantung kepala mereka diterik matahari agar kemarahanNYA dapat dipadamkan. Sebagai akibatnya duapuluh empat ribu orang mati.
Sementara anak-anak Israel menangis di pintu mezbah, Zimri membawa PSK Midian ke kemah didepan Musa dan orang ramai. Pinehas bangkit dan mengambil tombak dan menombak Zimri dan PSK Midian tersebut. Karena Pinehas telah berani membela Allah, dia menerima perjanjian damai. Kemarahan Allah reda dan berpaling dari anak-anak Israei.
Kombinasi dosa perzinahan dan berhala di Bilangan 25 terjadi karena Ide Bileam (lihat Bil. 31:16; Wahyu 2:14). Bileam yang sama yang telah memberkati orang Israel yang telah ada disisi mereka. Adalah amat mudah melihat bagaimana orang Israel telah dibelokan, karena Bileam tampaknya telah mengatakan dan melakukan hal yang baik . . . . . . . . Sampai Bileam melakukan hal yang merusak mereka, barulah orang Israel menyadari dia tamak dan menggunakan guna-guna, dan dan sangat ikut campur tangan dalam praktek agama kekafiran. Kita mesti berhati-hati untuk menimbang kata-kata dan kelakuan yang mengatakan dapat memberikan bantuan rohani.1

Orang Midian Dikalahkan Anak-anak Israel (Bilangan 31)
Seribu pria dipilih dari setiap 12 suku Israel untuk berperang dengan orang Midian. Anak-anak Israel membunuh semua pria Midian dan juga lima rajanya. Mereka menangkap wanita dan anak-anak, bersama-sama lembu dan ternak mereka. Mereka juga menghancurkan kota-kotanya. Musa menjadi marah kepada mereka karena telah menyelamatkan para wanita yang telah mengakibatkan anak-anak Israel menyembah Baal-peor. Dia dia memerintahkan setiap anak laki-laki dan wanita yang belum kawin untuk dibunuh.
Dia juga memerintahkan orang Israeil jika mereka membunuh orang atau menyentuh mayatnya, mereka mesti tinggal diluar perkemahan selama tujuh hari untuk memurnikan diri mereka pada hari ketiga dan ketujuh. Mereka juga mesti menyucikan semua perlengkapan dan semua yang terbuat dari kulit dan rambut kambing, dan juga segala sesuatu yang terbuat dari kulit dan kayu. Hanya dengan itu saja mereka bisa menjadi suci dan mengizinkan mereka kembali ke kemah.
Saat ini, hal seperti itu tampak amat kejam dan bahkan barbarik. Tetapi, “bila kita menemukan dosa dalam hidupkita, kita mesti menghabisinya secara total. Pada waktu orang Israel kemudian memasuki Tanah Perjanjian, ketidak pekaan mereka terhadap dosalah yang akhirnya membuat mereka hancur. Musa menghadapi dosa dengan tegas dan secara menyeluruh. Apabila Allah menunjukan dosa, langsunglah bergerka untuk mencampakannya dari hidupmu2

Jangan Biarkan Sejarah Berulang (1 Kor. 10:1–14)
Anak-anak Israel akan segera mengambil alih tanah yang Allah telah janjikankepada Abraham berabad-abad sebelumnya. Mereka dituntun oleh tangan Allah yang mahakuasa, dan karenanya dijamin sukses karean Allah tidak pernah bisa dikalahkan. Bagian mereka hanyalah membiarkan Allah membantu mereka menjadi umat yang suci. Tetapi, tingkah laku mereka dan kerinduan mereka mengalahkan mereka sendiri. Berhala dan perzinahan menghancurkan mereka.
Kita berada diperbatasan Tanah Perjanjain Sorga. Karenanya, marilah kita belajar dari kesalahan yang dibuat anak-anak Israel agar kita tidak jatu ke lobang yang sama.

REAKSI:
1. Tingkah dan motif apa yang menyebabkan orang Israel ambil bagian dalam penyembahan berhala dan perzinahan? Bagaimana tingkah dan motif ini berlaku saat ini di gereja dan masyarakat? Apa yang dapat kita lakukan untuk hal ini?
2. Langkah apa yang dapat kita ambil agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama?
____________
1. New International Version: Life Application Study Bible (Wheaton, Ill.: Tyndale House, 1997), p. 259.
2. Ibid., p. 267..

Solwazi Khumalo, Pretoria, South Africa



Senin
7 DESEMBER

Kesaksian
Berdiri Tegak Seperti Pemberani
1 Kor. 10:11−13

“Adalah pada waktu orang Israel berada dalam kondisi kemudahan dan keamanan mereka terperosok ke dalam dosa. Mereka gagal membuat Allah selalu di depan, lupa berdoa dan memupuk roh pemuasan diri sendiri. Kemudahan dan roh pemuasan diri membuat jiwa tidak terlindungi, dan pemikiran yang aneh-aneh menemukan jalan masuknya. Penghianat dalam dinding yang mencampakan prinsip teguh dan menghianati orang Israel kedalam kuasa setan. Setan masih tetap berusaha menjatuhkan banyak jiwa. Suatu proses persiapan yang lama, tak dikenal dunia, berlanjut di dalam hati sebelum sebelum orang Kristen melakukan dosa. Pikiran tidak tiba-tiba turun secara mendadak dari kesucian dan kemurnian kepada keadaan tak bermoral, korupsi, dan pidana. Perlu waktu untuk menurunkan derajat yang diciptakan dalam rupa Allah ke kebrutalan atau ke setanan. Denga berpegang kita berobah. Dengan memupuk pikiran yang tidak murni manusia dengan demikian mendidik pikirannya bahwa dosa yang sebelumnya dibencinya akan menjadi suatu kesukaan baginya.”1
Dosa orang Israel di Beth-peor membuat Allah memberikan penghakiman kepada mereka, dan walaupun dosa yang sama tidak secepat itu dihukum saat ini, tapi hal itu pasti akan mendapatkan balasannya. ‘Jika manusia mengotorkan kaabah Allah, akan dimusnahkan Allah’. (1 Kor. 3:17). Allah telah menyiapkan hukuman mengerikan akan kejahatan ini—hukuman yang cepat atau lambat, akan diterima setiap orang yang melanggar. Dosa-dosa inilah lebih dari yang lain yang telah mengakibatkan penurunan generasi mengerikan bangsa kita, dan timbanglah penyakita dan kesulithan yang diakibatkannya.”2
“Kita mesti berpegang kepada pengaruh Roh Kudus, yang akan membawa pikiran keatas, dan mengakibatkan kebiasaan kita berpegang pada hal-hal yang murni dan suci. Dan kita mesti mempelajari firman Allah lebih giat lagi.”3

REAKSI
Teman kelasmu mengkonfrontasi anda dengan ide bahwa semua orang tampaknya telah melakukan seks pra-nikah, jadi kenapa anda mesti bertindak berbeda? Apa nasehat anda?
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 459.
2. Ibid., p. 461.
3. Ibid., p. 460.
Teclah P. Khumalo, Pretoria, South Africa





SS

Selasa
8 DESEMBER 8

1 Kor. 10:8
Bukti
Dengan Berpegang Kita Bisa Berobah

Buku Bilangan dimulai dengan perintah Tuhan untuk mensensur orang Israel sesuai dengan sukunya untuk persiapan menduduki Kanaan. Beberapa hal yang digaris bawahi dalam buku ini termasuk pemeriksaan Tanah Perjanjian oleh 12 orang pengintai, pemberontakan Korah, Dathan, dan Abiram, perzinahan orang Israel; dan ular yang ganas. Minggu ini, kita berfokus pada perzinahan dengan orang Moab.
Walaupun cerita dosa orang Israel di Sitim sudah lama terjadi, kita dapat belajar dari kegagalan mereka diperbatasan Tanah Perjanjian, karena kita berada diperbatasan Kanaan sorgawi. Sayangny Setan berhasil mencegah orang Israel masuk ke Tanah Perjanjian dengan mengumpani mereka tindakan imoralitas seksual dengan orang Moab. Demikian pula, orang Advent saat ini menghadapi bahaya memakan umpan melakukan dosa yang mencegah mereka memasuki sorga.
Di perkemahan Sitim, hanya sungai Yordan yang memisahkan orang Israel dan Kanaan. Kepastian kehadiran Allah terlihat dalam bentuk tiang awan dan api pada malan hari. Jadi kenapa mereka tidak mempunyai iman untuk menyeberang?
1. Mereka hidup dalam “Kemudhana dan keamanan.”1 Mereka “mengabaikan berdosa dan memupuk roh percaya diri.
2. Mereka membentuk persahabatan dengan orang sekitarnya, yang akhirnya memperlemah moralitas dan mengakibatkan kejatuhan mereka.
Umat Allah saat ini menghadapi bahaya yang serupa. Banyak tanda-tanda yang menunjukan segeranya kedatangan Tuhan telah digenapi. Seberapa banyak lagi kita perlu belajar dan berdoa? Kita tidak selalu sadar akan perangkap yang disiapkan setan. Karenanya, kita tidak boleh mempercayai diri sendiri (1Kor. 10:12). Tetapi Yesus telah menjanjikan keamanan bagi yang berdoa dan berjaga (Mat. 26:41). Akan ada masanya pada waktu Allah akan memusnahkan dosa dan orang yang berpegang padanya. KasihNYA, tentu saja, akan mengelilingi mereka yang telah menerima hadiah keselamatanNYA. Marilah kita berdoa tanpa berkesudahan (1Tes. 5:17).

REAKSI
What are ways the Bible gives us for resisting temptation?. Cara-cara apa yang diberikan Alkitab untuk menolah pencobaan? Fil. 4:8; Maz. 119:9, 11; Yakobus 4:7, 8
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 459.
2. Ibid.

Lucile Nonhlanhla Mlalazi, Cape Town, South Africa


Rabu
9 DESEMBER

Bagaimana
Berdiri Ditengah Kemurtadan

Bilangan. 25:1, 2; Yakobus 4:4

Setelah suatu perjalanan yang sulit anak-anak Israel akhirnya sampai diperbatasan Tanah Perjanjian. Hanya sedikit saja tersisa khayalannya. Pemandangan dataran yang menghampar dan pandangan yang menakjubkan dari berbagai jenis tanaman telah menginspirasi mereka untuk menuntut Tanah Perjanjian Allah. Sayangnya, mereka mengizinkan diri mereka ditangkapa oleh skema setan.
Sama seperti orang Israel, Setan juga akan menggoda kita untuk mengomel, berkeluh kesah, dan meragukan kebaikan Allah. Apabila segala sesuatu yang telah disiapkannya bagi kita berada didepan mata, sementara kita berada di perbatasan kanaan sorgawi, kita, juga, mempunyai risiko untuk melakukan hal yang sama.
Untuk memastikan bahwa kita termasuk diantara yang sampai dengan selamat di Kanaan sorgawi, setiap kita perlu untuk berdoa sungguh-sungguh untuk membuat kita selalu siaga terhadap setan dengan mengenakan segenap persenjataan iman. Karena melalui sifat kecil setan dapat merajut jaringan jahatnya, adalah penting bagi kita untuk tetap waspada. Tiga langkah berikut akan membantu kita melakukannya.
Hindari menganggur. Adakalanya kita meninggalkan hal-hal sorga dan pikiran kita jadi menganggur. Hal ini mungkin merupakan hasil dari berbagai umpan duniawi yang melintas didepan kita. Indera kita menjadi tumpul terhadap hal-hal sorgawi. Filipi 4:8, Paulus mendorong kita untuk memikirkan semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Hindari kejahatan. Dosa mengelilingi kita setiap hari. Tetapi, kita tidak dapat menggunakan hal ini sebagai alasan untuk memaafkan diri bila dikuasai sijahat. Yohanes 17:15, Yesus berdoa agara kita dilindungi dari pada yang jahat.
Ambil Tindakan terhadap dosa. Sebanyak kita berusaha menjauh dari dosa, dia bisa dan akan tinggal diantara kita. Sekali dia bercokol, kita mesti secara individu dan sebagai gereja melakukan sesuatu untuknya. Dalam Yohanes 8, Kritus memberikan teladan bagaimana secara baik-baik tetapi tegas menghadapi dosa.
Dosa bukanlah hanya melakukan sesuatu yang salah. Motif dan kerinduan yang mengakibatkan kita berdosa juga adalah hal yang jahat. Kristus menawarkan untuk membersihkan kita dari motif dan kerinduan jahat ini. Daud menawarkan doa yang tertulis di Mazumr 51, meminta Allah mencipta ulang.

REAKSI
Penghancuran orang Midian amat luas dan menyeluruh. Apa signifikansinya bagi kita?

Sincengani Mabhena Ncube, Pretoria, South Africa


Text Box:   Kamis
10 DESEMBER

Yudas 17−22
Pendapat
Tak Banyak Yang Telah BErubah


Orang Israel mempunyai masalah bebas dari immoralitas seksual dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian. Dengan setiap tempat, dengan setiap pria dan wanita yang baru, kebiasaan baru, dan alat baru, orang Israel tampakna tidak bisa menahan diri. Walaupun mereka hidup beribu tahun lalu, apakah kita mempunyai banyak perbedaan dibanding mereka? Perhatikan sekelilingmu dengan seksama—pemimpin agama dimasukan ke penjara karena menyalahkan gunakan seksual anak bawah umur; para pendeta mengakui kecanduan pornografi; para anggota gereja secara rahasia bergumul dengan dosa tersembunyi. Kita tidak imum.
Buku Yudas memberikan perspektif menarik tentang bagaimana melawan imoralitas dengan kasih karunia Allah. Pada waktu dulu, terdapat orang yang menyesatkan kasih karunia Allah dengan memberikan umpan kepada orang percaya untuk meyakini bahwa mereka boleh melakukan dosa karena Allah telah menyelamatkan mereka. Tetapi ini karena telah diselamatkan maka tidak ada tempat bagi imoralitas dalam hidup kita. Pertahanan kita yang terus menerus terhadap perangkap yang diletakan Setan adalah dengan membungkus diri kita sendiri dengan persenjataan Allah. Bagi orang percaya, konsep itu bukanlah hal yang baru. Tetapi, apakah kita menanggapinya secara serius?
Yudas 17—23 mengatakan, “Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Kita tidak sendiri dalam pergumulan untuk tetap pada jalan yang benar. Seperti orang Israel sebelum kita, kita berdosa dan mempunyai kekurangan dari rencana Kristus bagi kita. Syukurnya, penebusan dan arahnya telah tersedia untuk kita ambil?

REAKSI
1. Apakah baru-baru ini adalah skandal dalam lingkung Kristen yang anda ketahui yang benar-benar mengejutkanmu? Bagaimana reaksimu terhadapnya?
2. Terpisah dari menyiapkan diri dengan persenjataan Kristus, apalagi yang dapat kita lakukan untuk tetap berada dalam kemurnian moral?

Wilona Karimabadi, Ellicott City, Maryland, U.S.A.


Jum’at
11 DESEMBER

Eksplorasi
Sekali lagi Diperbatasan
1 Kor. 10:6–11

SIMPULAN
Anak-anak Israel duduk diam ditepi Tanah Perjanjian. Selama 40 tahun, mereka telah bersiap untuk kejadian ini, merindukan pemenuhan akan perjanjian ini. Dalam keputus asaan, Satan melancarakan serangan terakhirnya dan hampir saja mendapatkan hasilnya dari mereka. Cerita keterbujukan perzinahan rohani ke imoralitas dan berhala telah diawetkan untuk memperkuat kita yang telah berdiri ditepi kekekalan. Dengan Kanaan Sorgawi dalam pandangan, kita dapat belajar dari kesalahan dan kelemahan orang Ibrani dan menjaga diri kita sendiri melawan penggodaan yang sama yang pasti akan datang.

RENUNGKAN
· Periksalahan informasi seks pra-nikah di Internet dan bersungguh-sungguh berdoa dan merenungkan “keuntungan Absen melakukannya” dan “strategi dan pedoman” yang tertulis di situs tersebut. Buatlah daftarmu sendiri untuk alasan kenapa anda memilih untuk menyelamatkan dirimu sendiri secara fisik bagi seseorang yang anda nikahi.
· Tuliskankan kembali Bilangan 25 dengan setting zaman moderen. Bagaimana bujuk rayu dan berhala rohani terlihat saat ini?
· Pintalah seseorang dalam kelasmu untuk berbagi kenapa mereka memilih untuk tetap perawan sampai menikah dan kenapa mereka tidak menyesal akan pilihan tersebut.
· Tulislah suatu syair tentang kerinduanmu untuk menghormati Allah dengan tubuh dan rohmu.
· Buatlah diagram immoralitas orang yang mengikuti jejak Yesus dan bagaimana Dia memperlakukan mereka.
· Diskusikan pernyataan berikut di klas Sekolah Sabatmu atau kelompok diskusi Alkitab: “Dosa adalah pemenuhan kehendak dengan cara yang salah dari kerinduan yang sah.” Bagaimana konsep ini dihubungkan dengan imoralitas seksual? Bagaimana caranya kita mempunyai sikap yang sehat terhadap karunia Seks yang Allah berikan dan masih tetap menentang penyalah gunaannya?

HUBUNGKAN
Dannah Gresh, And the Bride Wore White: The Seven Secrets to Sexual Purity;
P. Roger Hillerstrom, Intimate Deception: Escaping the Trap of Sexual Impurity;
Elizabeth Elliott, Passion and Purity.



Sonia Huenergardt, Bishop, California, U.S.A.

No comments:

Post a Comment