Juni – September 2010
Pelajaran Tigabelas Kwartal 3, 18—25 Sept. 2010
Diterjemahkan Oleh: Osvald Taroreh dan Teman
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Inti
KeKristenan
“Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah” (Roma 14:10)
Sabbath
18 September
Roma 14: 17-19 Pendahuluan
Bencana Makan Siang Bersama
Rasanya masih seperti kemarin. Walaupun baru berusia sekitar enam tahunan saat itu, saya dapat merasakan ketegangan yang ada. Keluarga saya berkumpul di aula gereja, menunggu untuk mengambil bagian dalam acara makan siang bersama. Gereja kami memang terkenal untuk acara makan siang yang lezat yang dilakukan setiap bulan. Bahkan, salah satu indikasi terbaik bahwa itu adalah "hari makan siang" adalah jumlah orang yang terus membengkak dalam ukuran satu jemaat! Orang-orang datang dari mana-mana hanya untuk menikmati kari, kue, roti sandwich, dan beragam masakan vegetarian terbaik yang tersedia.
Hal itu mengerikan! Bahkan sangat mengejutkan!
Tapi, pada hari itu, ada yang tidak benar. Para wanita yang bertanggung-jawab untuk memanaskan makanan terlihat sedikit bingung. Saya melihat salah satu dari mereka muncul dari dapur dan berbisik di telinga salah satu Tua-tua Jemaat. Dia dengan cepat berdiri dan menemaninya kembali ke dapur. Menjadi seorang anak yang penasaran, saya segera bergegas ke seberang ruangan dan mengikuti mereka. Saya harus melihat apa yang terjadi!
Dapatkah engkau menebak apa yang membuat mereka sangat bingung? Hal itu mengerikan! Bahkan sangat mengejutkan! Ternyata ada yang membawa sepiring mi ditaburi daging cincang halus-untuk makan siang suci kami! Saya tertawa cekikikan menyaksikan raut wajah para wanita itu!
Terus terang, saya tidak yakin bagaimana situasi itu akhirnya ditangani. Saya hanya bisa beranggapan bahwa itu ditangani dengan cara yang bijaksana dan ramah. Dalam Roma 14-16, Paulus memberikan beberapa petunjuk yang berguna tentang cara menangani situasi seperti ini. Dalam pasal-pasal indah yang telah ditulis, ia mendorong kita untuk selalu berusaha untuk menjaga keharmonisan satu sama lain. Alih-alih memfokuskan semata-mata pada perbedaan-perbedaan pendapat kecil, ia memberitahu kita untuk menerima satu sama lain, seperti Kristus yang pertama menerima kita.
Sebagai anggota GMAHK, masalah kesehatan dan diet adalah dekat dengan hati kita. Tapi terkadang, kita menjadi begitu terfokus pada detail kecil yang membuat kita lupa untuk melihat gambaran besar. Pada zaman Paulus misalnya, Roma adalah campuran berbagai kelompok etnis dan agama yang berbeda. Demikian pula, dunia kita penuh dengan etnik yang berbeda, keyakinan, dan cara hidup. Dalam rangka mencapai begitu banyak sudut masyarakat kita dengan pesan Injil yang indah, kita harus mendengarkan apa yang dikatakan Paulus tentang persatuan, harmoni, dan cinta. Itu yang menjadi fokus kita pada dalam pelajaran minggu ini.
Lesleigh Bower, Perth, Western Australia
Minggu
19 September
Logos
Menghidupkan Apa Yang Dikatakan. Roma 14, 15, 16
Jika seseorang bertanya kepada Anda, "Apa artinya menjalani kehidupan Kristen?" apa kira-kira respons Anda? Apakah mengeluarkan daftar hal-hal yang orang Kristen lakukan, atau pergi ke inti keristenan—atau Kristus sendiri? Ini adalah masalah yang mesti dihadapi Paulus pada bagian akhir suratnya kepada orang-orang Kristen di Roma. Bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, dan yang paling penting, sebagai duta besar-Nya, apakah kita mencerminkan gambar Kristus dalam kehidupan kita sendiri?
Gaya hidupnya adalah kesaksian yang sangat kuat
Menghakimi (Roma 14-12; 16:17-19)
Dalam beberapa ayat pertama dari Roma 14, kita melihat bahwa salah satu masalah yang terjadi adalah saling menghakimi dengan yang lain. Berkali-kali hal pertengkaran karena perbedaan pendapat muncul. Paulus mengatakan bahwa tidak peduli seberapa baik niat kita, kita harus menghindari bertengkar untuk masalah yang relatif tidak penting. Secara khusus, ia menyebutkan orang-orang yang berdebat tentang makanan apa yang mesti dimakan dan hari apa yang seharusnya dihormati lebih penting daripada yang lain. Dia secara khusus menyarankan orang-orang yang imannya telah memungkinkan mereka untuk meninggalkan ketaatan atas semua hari suci yang dirayakan dan agar tidak mencela orang-orang yang iman mereka belum begitu kuat.1 Kita semua bertanggung-jawab kepada Allah atas tindakan kita. Rasul Paulus mengharapkan kita untuk yakin sepenuhnya pada hal-hal pribadi Roh Kudus telah dinyatakan bersalah kita. Namun, kita harus berusaha untuk menciptakan persatuan bukan perpecahan dan rintangan.
Kunci Kepada Kehidupan Benar (Roma 3:23; 14:04; II Korintus 5:10)
Semua orang harus menghadap takhta pengadilan Kristus untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka, apakah baik atau jahat. Jadi, daripada melihat kesalahan masing-masing, kita harus menyadari keadaan kita sendiri dan sekitarnya, tidak merasa bangga agar kita jangan jatuh, dimana kita akan jatuh juga, karena sifat berdosa kita. Kita, bagaimanapun, memiliki harapan, dan harapan yang ada ialah Yesus! Dia memungkinkan kita untuk berdiri. Jadi apa kunci kehidupan yang benar? Bukan saling memandang, atau bahkan pada diri kita sendiri. Hanya dengan memusatkan mata pada Yesus kita akan memiliki kekuatan untuk menahan sifat berdosa kita. Namun, hal ini tidak berarti bahwa kita diselamatkan oleh pekerjaan kita. Meskipun kita semua di bawah hukum Taurat, adalah melalui karunia rahmat Kristus bahwa kita memiliki keselamatan. "Dia, Yang Tidak Berdosa, diperlakukan sama seperti kita layak diperlakukan, jatuh dan berdosa, dan mungkin dapat diperlakukan layak seperti Dia." 2
Agar Mereka Tidak Tersandung (I Korintus 8:13)
Oleh karena itu, sebagai duta Kristus kita harus sangat berhati-hati akan apa yang kita lakukan, sehingga kita tidak menyebabkan orang lain jatuh, bingung, atau tersinggung. Kita tidak tahu seberapa besar pengaruh tindakan kita pada seseorang yang mengamati. Meskipun kita tidak bertanggung-jawab atas hati nurani orang lain, kita bertanggung-jawab untuk kesejahteraan mereka. Kita harus siap dan rela menyerahkan kebebasan kita dalam hal-hal yang relatif tidak penting ini daripada menyebabkan orang percaya lain jatuh.
Tujuan Keberadaan Seorang Kristen (II Korintus 9:19)
Tujuan dari keberadaan kita bukanlah hanya soal apa yang kita lakukan. Sebaliknya, adalah penyerahan kita kepada Tuhan, melakukan semua untuk kemuliaan-Nya dan sesuai dengan kehendak-Nya. Namun, kita bukanlah budak-Nya! Hanya ketika kita menerima dan tunduk kepada-Nya kita benar-benar bebas. "Di antara para pengikut Kristus tidak boleh ada kekerasan atau paksaan. Sebuah Roh kasih dan toleransi simpatik mesti menang di setiap waktu, . . . . . Tidak ada ruang untuk kritik membenarkan diri sendiri." 3
Saya suka mengingat saat ayah menceritakan kisahnya. Dari usia yang sangat dini, ia sudah bersemangat berbicara tentang mobil. Pada usia tujuh tahun, ia sudah mengemudi truk ayahnya. Saat ia tumbuh lebih tua, cintanya untuk mobil semakin kuat. Segera setelah berusia 18, di usia dimana ia bisa mengikuti kompetisi, ayah saya menjadi orang Montenegro pertama yang menjadi juara dari negera bekas Yugoslavia di motor sport.4 Namun, selama ini, ia dan kedua saudaranya, tidak dapat dibaptis karena mereka berlomba pada hari Sabat. Banyak pendeta berusaha menekan mereka agar memberi hidup mereka kepada Tuhan, tetapi ini hanya mendorong mereka lebih jauh. Sampai suatu saat pendeta lain datang ke rumah, kemudian perubahan pun terjadi. Pendekatan pendeta yang satu ini secara drastis sangat berbeda dari yang lain. Dia menghabiskan waktu bersama mereka saat mereka bekerja pada mobil mereka, dan ketika lomba mereka tidak jatuh pada hari Sabat, ia akan hadir bersama mereka. Seperti Paulus berkata dalam I Korintus 9:19, "Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang." Seperti Paulus, pendeta ini tidak pernah mencaci ayahku dan saudara-saudaranya. Gaya hidupnya adalah kesaksian yang paling kuat. Kita juga harus hidup seperti itu. Orang lain akan melihat di dalam diri kita dan ditarik kepada-Nya.
SAMBUTAN
1. Adakah sesuatu dalam hidupmu yang ingin diserahkan kepada Tuhan hari ini agar dapat menjadi sepertiNya?
2. Adakah seseorang yang telah engkau dukakan di masa lampau? Dan saat ini anda ingin mohon maaf kepadanya?
3. Apa yang dapat engkau perbuat agar gerejamu menjadi lebih harmonis?
____________
1. The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 637.
2. Counsels to Parents, Teachers, and Students, p. 267.
3. The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 637.
4. A person from Montenegro, a region of southeast Europe bordering on the Adriatic Sea.
Dalibor Acimic, Perth, Western Australia
Senin
20 September
Kesaksian
Cara Terbaik Adalah Menghidupkan Apa Yang Terbaik Roma 14:1-13
“Di negara ini (Australia) ada masyarakat vegetarian terorganisir, namun jumlahnya relatif sedikit. Di antara orang-orang pada umumnya, daging (sebagai makanan) digunakan oleh sebagian besar kelas masyarakat. Daging adalah makanan termurah, dan bahkan di mana banyak kemiskinan, daging biasanya ditemukan di atas meja. Oleh karena itu ada perlu diperhatikan dengan bijak bagaimana mengkonsumsi daging secara bijaksana. Berkaitan dengan hal ini tidak boleh ada gerakan terburu-buru. Kita harus mempertimbangkan situasi masyarakat, dan kebiasaan dan praktek yang sudah dilakukan seumur hidup, dan harus berhati-hati untuk tidak memaksakan ide-ide kita pada orang lain.” 1
Ajarlah dengan Teladan
”Jangan melihat orang lain, untuk mencari-cari salah, atau mengungkapkan kekeliruan mereka. Ajarlah dengan teladan. Biarlah penyangkalan diri dan kemenangan atas nafsu makan anda menjadi sebuah ilustrasi tentang ketaatan kepada prinsip-prinsip yang benar. Biarkan kehidupan Anda membawa kesaksian yang menguduskan, memuliakan pengaruh kebenaran." 2
"Tidak ada gunanya mencoba mereformasi orang lain dengan menyerang apa yang kita mungkin anggap sebagai kebiasaan yang salah. Upaya tersebut sering menghasilkan sesuatu yang lebih berbahaya daripada mendatangkan kebaikan. Dalam diskusiNya dengan wanita Samaria, bukannya meremehkan sumur Yakub, Kristus menyajikan sesuatu yang lebih baik. “Jawab Yesus kepadanya: ‘Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah memintaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup” (Yohanes 4:10). Dia mengalihkan percakapan kepada sesuatu yang lebih berharga yang akan diberikanNYA, menawarkan sesuatu wanita lebih baik daripada yang dimilikinya, bahkan air hidup, sukacita, dan pengharapan dari Injil.
Ini adalah sebuah ilustrasi cara kita semestinya bekerja. Kita mesti menawarkan sesuatu yang lebih baik kepada orang daripaya yang mereka punya, bahkan damai Kristus, yang melampaui segala akal budi." 3
SAMBUTAN
1. Kita tidak diselamatkan oleh apa yang kita makan atau minum. Kenapa kita sebagai orang GMAHK didorong untuk menjadi vegetaris? Dalam situasi apa tidak praktis menjadi vegetaris?
2. Yesus mengungkapkan lebih banyak kebenaran pada saat Dia tahu para murid telah siap (Yohanes 16:12, 13). Mestikah kita mengikuti metode Yesus?
____________
1. Counsels on Diet and Foods, p. 462.
2. Ibid., p. 464.
3. The Ministry of Healing, pp. 156, 157.
Marike Joubert, Perth, Western Australia
Selasa
21 September
Bukti
Karena Perut, Orang Lain Tersandung Rom. 14:1—5, 13-15, 21
Generasi pertama orang Kristen terdiri dari orang Yahudi dan orang kafir yang bertobat. Sebagian besar orang kafir tersebut, terutama yang ditujukan dalam kitab Roma adalah berlatar-belakang kafir. Kedua golongan orang-orang Kristen mula-mula memiliki kebiasaan unik, tradisi, dan budaya, dan di sinilah terletak akar kesalah-pahaman.
Roma 14 bukanlah izin ilahi yang baru yang menghalalkan makan semua jenis daging hewan
Orang Yahudi melaksanakan upacara hari-hari suci sepanjang tahun. Hal ini merujuk kepada Mesis dan terpisah dari Sabat Hari ketujuh Sepuluh Hukum. Pada saat Kristsu mati untuk membayar hukuman dosa kita, upacara ini tidak diperlukan lagi karena telah digenapi oleh Yesus. Banyak orang Yahudi yang mengakui kegenapan akan hari-hari kudus ini, tetapi yang lain bersikeras bahwa hari-hari ini masih perlu dipelihara. Yang terakhir ini secara tidak adil mendesak agar orang-orang Kristen bukan Yahudi juga melakukannya.
Sementara itu, orang-orang Kristen bukan Yahudi yang menyembah berhala sekarang menyadari kesalahan cara mereka dan jijik bahkan oleh makanan yang telah dikorbankan untuk dewa-dewa. Mereka mempertanyakan integritas orang Kristen Yahudi yang makan makanan seperti itu. Orang Yahudi, bagaimanapun, merasa bahwa ”Tentang hal makan daging persembahan berhala tahu: ’tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain daripada Allah yang esa” (I Korintus 8:4).
Roma 14 bukanlah izin ilahi yang baru yang menghalalkan makan semua jenis daging hewan, dan membatalkan prinsip kesehatan dan kebersihan yang telah secara rinci diberikan Allah. Ini bukanlah surat yang memungkinkan perubahan sewenang-wenang dari kesucian hari ketujuh ke hari lain dalam satu minggu. Dalam pasal ini, Paulus menulis kepada orang-orang Kristen di Roma, memberi mereka pertimbangan yang saleh. Saya bisa membayangkan dia berkata, "Jangan menghakimi satu sama lain. Beberapa dari anda mungkin lebih paham dari yang lain, jadi jangan mencoba untuk memaksa atau memanipulasi saudaramu jika ia memahami sesuatu yang sedikit berbeda dari Anda. Dan jangan menjadi batu sandungan bagi saudari Anda, tidak perlu menyinggung hati nuraninya dengan melakukan sesuatu menurutnya tidak nyaman.” Paulus memperkenalkan ide ini dalam Roma 13:10, ” Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat” Inti dari pesannya adalah, ” Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!” (Roma 14:13).
SAMBUTAN
1. Diskusikan hubungan antara Roma 14 dan I Korintus 10:31-33
Brayden Godfrey, Perth, Western Australia
Rabu
22 September
Rom. 14:4, 10-12, 20 Bagaimana
Menghakimi Sepantasnya
Pengadilan adalah tindakan menilai situasi, peristiwa, atau keadaan, dan kemudian diakhiri dengan kesimpulan. Ketika berbicara tentang penilaian dalam arti Alkitabiah, banyak dari kita melihat diri kita berdiri di depan Allah sementara Dia menilai semua yang kita lakukan. Jika kita telah menerima Kristus sebagai kebenaran kita sendiri dan hidup sesuai dengan tuntunan Roh Kudus, kita tidak perlu takut penghakiman Allah. Berikut adalah beberapa pertanyaan tentang apa yang kita mungkin atau mungkin tidak akan lakukan untuk mempersiapkan untuk penghakiman Allah.
apa yang Anda makan, minum, dan bicarakan harus mencerminkan hubunganmu dengan Kristus
Siapakah yang melayakan kita untuk menghakimi? (Roma 14:4). Pada sidang pengadilan, hukum atau keyakinan digunakan sebagai pedoman untuk menilai apa yang benar dan apa yang salah. Saat ini, banyak orang memiliki pedoman sendiri yang mereka ciptakan sendiri. Seringkali orang-orang ini mungkin juga mengakui hukum lain yang mereka anggap baik dan benar. Namun, bukan hak kita untuk menghakimi mereka. Baca Yakobus 4:11, 12.
Bagaimana dampak tindakan Anda terhadap dunia? (Roma 14:15, 16). Apakah contoh yang Anda hasilkan untuk orang lain? Apa yang kau makan? Apa yang Anda minum? Apa yang kamu bicarakan? Jawaban Anda dan orang lain atas pertanyaan-pertanyaan tersebut memberi gambaran karakter sejati Anda dan Allah yang Anda ikuti. Jika Anda mengaku menjadi seorang Kristen, apa yang Anda makan, minum, dan bicarakan harus mencerminkan hubunganmu dengan Kristus sehingga orang lain akan tertarik kepadaNya. Anda juga harus berhati-hati bahwa apa yang Anda lakukan tidak menyebabkan orang lain berbuat dosa.
Apa yang Anda anggap berharga? (Roma 14:20, 21). Ada begitu banyak hal yang dihargai orang. Kita harus selalu bertanya pada diri sendiri, apakah saya menghargai hal yang benar? Apakah hal yang saya anggap berharga membantu saya bertumbuh secara rohani? Apakah hal itu menunjukkan bahwa saya berjalan bersama Tuhan dan menghargai hubungan dengan Dia?
Siapakah hakim yang sempurna? (Roma 14:10). Banyak orang keliru menempatkan diri sebagai hakim. Mereka merasa senang dalam mengutuk orang lain karena itu membuat mereka merasa "suci" Namun, Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa hanya ada satu yang memenuhi syarat untuk menghakimi. Hanya ada satu yang jujur dan adil—Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat kita (II Korintus 5:10).
SAMBUTAN
1. Hal-hal apakah yang terjadi ketika kita menetapkan diri sebagai hakim?
2. Daripada saling menghakimi, apakah yang sebaiknya kita lakukan?
3. Mengapa hanya Kristus satu-satunya yang dapat menjadi Hakim?
Ruvimbo M. Mubayiwa , Perth, Western Australia
Kamis
23 September
Mikha 6:8; Matius 7:1—5; Galatia 5:1, 13-26 Pendapat
Hidup dalam Kebebasan Kristen
Sebagai anggota GMAHK, penting bagi kita untuk memiliki keyakinan yang mendefinisikan diri kita. Bahkan, sesuai dengan nama, itu menyatakan sebagai kelompok individu beragam yang mengakui bahwa Yesus adalah Kristus. Beberapa unsur lain yang mempersatukan kita adalah doktrin keselamatan melalui Kristus, kepercayaan dalam kebangkitan-Nya, hari Sabat, serta menjalani kehidupan yang mencerminkan karakterNya. Bagaimanapun, terlalu sering kita membuat kesalahan dengan percaya bahwa pendapat pribadi kita juga haruslah bersifat umum. Hal ini tampaknya tidak menjadi masalah baru, seperti Paulus menghabiskan waktu yang cukup besar waktu berdebat akan apa yang disebut hukum kebebasan bagi orang-orang Roma. Saat ia mengingatkan kita bahwa semua sudah berdosa dan jauh dari kemuliaan Allah.
Mikha 6:8 tidak mengatakan … “jangan ber-internet pada hari Sabat.”
Siapakah kita, yang kemudian menghakimi orang lain menurut standar kita? Pendapat kita jelas-jelas tidak berdasarkan doktrin. Kita lupa bahwa semua yang diminta dari kita adalah untuk "berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (Mikha 6:8). Perhatikan bahwa Mikha 6:8 tidak mengatakan "tidak mengenakan celana jins ke gereja," "jangan memakai perhiasan," "jangan berinternet pada hari Sabat," atau "jangan makan daging." Bahkan Paulus menunjukkan bahwa keselamatan kita tidak ditentukan oleh apa yang kita makan atau minum, tetapi itu adalah karunia dari Allah. Karena itu, kita tidak menghakimi orang lain bagi siapa Kristus telah mati.
Di sisi lain, sementara tidak ada kata-kata "jangan kamu merokok," kita harus ingat bahwa karena baik waktu dan tubuh kita adalah hadiah dari Tuhan, karena itu kita harus menjaga kesehatan dan menetapkan contoh yang baik bagi mereka yang mungkin berjuang. Ini adalah satu hal untuk mengatakan "Bebas! Bebas! "dan hal lain untuk melupakan tentang kasih kepada Tuhan dan sesama manusia.
Kita dimaksudkan menjadi wakil-wakil Kristus. Adalah tidak baik untuk menjadi orang-orang yang fanatik dengan hukum (legalis) atau anarkis. Sebaliknya, kita harus menunjukkan buah-buah Roh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, iman, kelembutan, dan kesederhanaan. Ini adalah keunggulan dari karakter Kristus. Dan tidak ada hukum yang melarang semua itu.
SAMBUTAN
1. Kepercayaan dan praktek apa yang penting kepada iman kita sebagai anggota GMAHK? Seberapa baik kelompok pemuda dewasamu mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari?
2. Kepercayaan dan praktek apa yang tidak penting kepada iman kita sebagai anggota GMAHK? Kenapa kita mempromosikan dan mempraktekan hal ini?
Michelle Luo, Perth, Western Australia
Jum’at
24 SEptember
Eksplorasi
Hakim Menghakimi Yohanes 7:24
SIMPULKAN
Kita semua lahir dengan kemampuan dan kecenderungan bawaan. Diciptakan dalam rupa Allah, kita secara alami memiliki bakat yang meningkatkan kehidupan kita, jemaat, dan masyarakat pada umumnya. Namun, lahir ke dalam dosa, kita secara alami cenderung untuk berperilaku dengan cara-cara yang merugikan orang lain. Dosa telah diprogram menjadikan kita untuk menjadi egois, membenarkan diri, dan berpendirian keras. Keinginan alami untuk duduk dalam penghakiman kebenaran segala sesuatu mulai dari iklan televisi untuk orang berasal dari kelemahan ini, tapi itu bukan alasan untuk menjadi Hakim Menghakimi, atau dikenal sebagai tahu segala hal. Kita semua memiliki pilihan yang sama: untuk diisi dengan Roh Kudus agar kita dapat menjadi seperti Yesus atau untuk menyerah pada kecenderungan kita untuk menjadi jahat.
PERTIMBANGKAN
• Melihat dan mendengarkan selama acara potluck gereja dan kemudian membuat grafik atau diagram yang menggambarkan banyaknya komentar yang menghakimi dari setiap orang.
• Menyusun suatu mazmur yang meminta Roh Kudus agar Anda dapat terbantu untuk tidak menghakimi setiap harinya.
• Mengembangkan tindakan apa yang harus dilakukan ketika Anda berada dalam situasi yang menggoda untuk menghakimi.
• Menulis dan melakukan sebuah drama komedi pendek tentang ”menghakimi” dalam konteks prinsip-prinsip kesehatan Advent.
• Mulai menabung uang di mana setiap tabungan adalah setoran saat dimana anda mulai menghakimi atau komentar bernada menghakimi yang Anda buat (gunakan mata uang dalam nilai terendah mata uang negara kita atau kisaran koin tengah). Lakukan ini selama sekitar dua minggu. Setelah selesai, hitung uang Anda, Sumbangkan uang untuk amal favorit, dan berdoa bahwa Allah akan membantu Anda untuk tidak terlalu menghakimi dan lebih bersikap menghargai.
• Memiliki teman yang dapat diandalkan—rekan Anda yang dapat dipercayai, dimana dapat memberikan dorongan—untuk membantu Anda dalam perjuangan Anda agar tidak menghakimi.
HUBUNGKAN
Herbert Douglass, Messenger of the Lord, chapt. 42, “Criticism Involving Relationships With Other People”; Laurie Beth Jones, Jesus, Life Coach: Learn From the Best (Nashville, Tenn.: Thomas Nelson, 2004); Max Lucado, Just Like Jesus: Learning to Have a Heart Like His (Nashville, Tenn.: Thomas Nelson, 2003).
Fylvia Kline, Medford, Oregon, U.S.A.
Friday, 17 September 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment