Bertumbuh
Dalam Kristus
Pelajaran Pertama Kwartal 4,
Kemenangan
Akhir—Dasar Segalanya
29 September—6
Oktober 2012
Diterjemahkan Oleh: Reuben Supit
Editor: Daniel Saputra dan Yonata
Bastian
Sirkulasi:
Janette Sepang
|
“Dan Aku akan membuat permusuhan antara engkau dan
perempuan itu, dan antara benihmu dan Benihnya; Ia akan meremukkan kepalamu,
dan engkau akan mematuk tumitNya
” (Kej. 3:15).
Sabbath
29 SEPTEMBER
Kej. 2:15; Yeh. 28:13‒17
|
Pendahuluan
Apakah
itu Hanya Masalah Perdebatan Saja?
|
Kata kontroversi berarti “suatu perbantahan,
debat, atau pertentangan publik berkepanjantan,” suatu “perbantahan tentang
suatu pokok pendapat.” * Kebanyakan kita paham tentang pertentangan agung
antara Allah dan Setan, baik dan jahat. Tetapi hal tersulit untuk
mengidentifikasi dalam pertentangan ini adalah apa yang diperdebatkan, dan siapa
yang benar.
Pertimbangkanlah bukti dan sejarah. Apakah manusia bisa menjadi Allah?
Untuk menentukan
apa yang sedang diperdebatkan, kita
harus datang ke waktu di mana belum ada pertentangan. Di sorga, terdapat
malaikat-malaikat mulia, satu di antaranya sangat menonjol (Yeh. 28:13‒17). Namanya
Lusifer. Kita tidak tahu kapan saat hatinya membawanya melakukan dosa, tetapi
satu hal itu pasti—ia mulai mempertanyakan otoritas Allah. dan menginginkan
kedudukanNya: “Karena Allah mengetahui bahwa pada saat kamu makan maka matamu
akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, mengetahui baik dan jahat”. (Ingatlah bahwa
Lusifer sedang berbicara menjadi Allah,
mengambil kedudukan Allah, ketimbang diciptakan
dalam rupa Allah. Allah menciptakan manusia dalam gambarNya [Kej5:1]; tetapi
Lusifer berusaha menjadi Allah dan menipu ummat manusia agar berpikir bahwa
mereka juga bisa melakukan hal yang sama)
Sejak saat itu,
sebagian pekerjaan Allah adalah untuk membela identitasNya, untuk membuktikan
bahwa Ia sajalah yang layak untuk disebut Aku Yang Agung dan patut disembah. Pewahyuan
sepenuhnya dari kelayakan Allah terlihat di dalam Yesus. Allah merendahkan
diriNya sendiri dan menjadi seorang manusia supaya kita bisa “diciptakan
kembali” dalam keserupaan Allah melalui keselamatan. Di dalam Yesus, kita
memiliki peluang untuk belajar bahwa hanya Allahlah itu adalah Allah dan bahwa
manusia diciptakan dalam gambarNya bukan sesungguhnya adalah Dia!
Tentang siapa benar? Pikirkan bukti dan sejarah.
Apakah manusia bisa menjadi Allah? Dan apakah warisan yang ditinggalkan Satan
seterusnya? Alkitab memberitahu kita bahwa hanya Allah yang benar dan bahwa Ia
akan memenangkan pertentangan agung ini. Namun sebelum seseorang memilih pihak
mana ia akan berada, segala hal ini masih hanya informasi. Jadi sampai akhirnya
seseorang memilih di pihak mana ia berada, maka semua ini hanya sekedar
informasi. Jadi anda pilih berada di pihak yang mana?
____________
Erome Daniel, Lincoln,
Nebraska, U.S.A.
Minggu
30 SEPTEMBER
Logos
Gambaran Besarnya
|
Keja. 3:1–5, 15; Ul. 32:17; Yos; 24:15; Yes. 14:4–21; Yeh. 28:12–19;
Mat. 2:1–18; Yoh 3:1, 17; Rom. 1:20–28; Why. 12:7–9, 17
|
Pertentangan antara Allah dan kasihNya dengan Setan dan
ketamakannya membangun kisah latar belakang untuk segala yang tertulis di
Alkitab. Setiap kisah individual—dari Henokh sampai Simson sampai Maria
Magdalena sampai Marta sampai Paulus—adalah suatu babak lain tentang upaya
multi-milenium Allah untuk menyelamatkan anak-anakNya dari dosa.
Meskipun tali pertentangan agung berjalan di seluruh
Alkitab, itu sangat mudah untuk terlewatkan. Anda tidak dapat menemukan seluruh
kisahnya dalam hanya satu ayat, bab atau buku tertentu. Pelajaran kita hari ini
akan membantu mengklarifikasi siapa yang tercakup dalam pertentangan ini,
bagaimana dimulaikan, bagaimana itu mempengaruhi kita dan dunia kita. Kita juga
akan mempelajari rencana Allah untuk mengakhiri konflik dan peran kita sebagai
manusia. Dengan semua ini dalam pikiran kita, kita akan sanggup untuk merunut
tema pertentangan agung dengan lebih jelas di dalam kitab suci.
Tuhan mengijinkan kita memilih siapa yang kita
akan sembah, dan hati terbentuk sesuai dengannya.
Siapa yang
terkait? (Wahyu 12:7–9, 17)
Mikhael (Yesus) dan
malaikat-malaikatNya berperang melawan naga (Setan) dan malaikat-malaikatnya.
Naga dicampakkan ke bumi di mana ia berperang melawan perempuan dan
keturunannya—“yang menuruti perintah Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (Why. 12:17, NIV). Itu berarti kita! Bukan saja Setan berperang
dengan Allah, ia juga berusaha menghancurkan orang-orang yang mengikuti
perintah Allah dan yang bersedia dituntun oleh karunia nubuatan, yang Wahyu
19:10 definisikan sebagai “kesaksian Yesus”.
Pada Mula
Pertama (Yesaya 14:4–21; Yehezkiel 28:12–19)
Lusifer,
malaikat kepala pembawa terang yang indah, mengijinkan kesombongan berakar
dan bertumbuh dalam hatinya. Sebagai akibatnya, ia menjadi cemberu terhadap
Tuhan. Ia menentang otoritas Tuhan, dengan demikian mendapat nama “Setan”, atau
“musuh.”* Bagaimana itu terjadi pada suatu mahluk yang sempurna, tetapi itu
sesungguhnnya menunjukkan betapa besar nilai Allah letakkan kepada kebebasan
memilih. Bahkan dalam dunia yang sempurna, Lusifer memiliki kemampuan untuk
mempertanyakan hukum dan otoritas Allah. Namun akhirnya, Allah mencampakkan
Lusifer keluar dari sorga bersama semua malaikat jahat yang Setan yakinkan
untuk berada di pihaknya.
Penyerangan
Setan (Kej. 3:1–5; Ul. 32:17, 18; Mat. 2:1–18;
Rom. 1:20–28)
Setan, bertindak melalui ular, menggoda Hawa untuk
memakan buah larangan. Selagi Setan dapat menawarkan godaan untuk berdosa,
adalah pilihan bebas Hawa untuk menerimanya. Ketika ia menawarkan buah itu
kepada Adam, ia juga memilih untuk tidak menurut kepada Tuhan. Bersama-sama,
tindakan-tindakan mereka membawa kematian, kekacauan, nyeri, dan kekurangan
kepada turunannya dan bumi itu sendiri.
Sejak saat tersebut, Setan telah membuat segala upaya
untuk merusak kebaikan penciptaan Tuhan. Bumi kita memiliki luka-luka akibat
ribuan tahun dosa. Namun lebih buruk, adalah akibat dosa kepada pikiran dan
hati kita. Setan ingin bahwa kita menyembah apapun selain Tuhan yang satu dan
benar itu. Sebagai akibatnya, kemanusian sangat didegradasi dari keindahan yang
awalnya dimaksudkan Tuhan. Bahkan proses pembusukan ini tidak semena-mena,
“Tuhan menyerahkan mereka sesuai keinginan berdosa dari hati-hati mereka” Rom. 1:24, NIV). Tuhan
mengijinkan kita memilih siapa yang akan kita sembah, dan hati terbentuk sesuai
dengan hal itu. Tetapi betapapun buruk gambarannya, Tuhantidak meninggalkan
kita tanpa harapan! Ia berjanji untuk memulihkan hati-hati kita oleh mengisi
kita dengan Roh KudusNya (Maz. 51:7–12).
Jawaban
Allah (Kej. 3:15; Yoh 3:16, 17)
Karena kasihNya bagi kita, Tuhan menawarkan kita rencana
keselamatan. Yesus datang ke bumi sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Di
sini Ia hidup dan mati menggantikan kita. Ini membuka pintu keselamtan bagi
semua yang memilih Yesus. Kematian pengorbanan Yesus dan kesediaan Setan
(bertindakan melalui para imam) untuk membunuh Anak Allah yang tak bersalah
mendemonstrasikan kepada dunia, malaikat, dan seluruh alam semesta karakter
sejati dari Setan dan pengikutnya. Setan tidak bisa lagi mengklaim bahwa Allah
itu tidak mencintai, tidak adil, dan tidak berbelas kasihan karena seluruh alam
semesta sekarang telah melihat betapa besar kasihNya dalam kerelaanNya untuk
menyerahkan AnakNya sendiri untuk membayar harga bagi dosa-dosa kita. Setan
juga tidak bisa mengklaim bahwa caranya lebih baik dari cara Allah, karena
semua telah melihat bahwa caranya membawa kematian dan derita, sementara cara
Allah membawa hidup, sukacita, dan damai sejahtera.
Pilihan
kita (Josh. 24:15)
Kematian Yesus menawarkan kita karunia keselamatan.
Terserah kepada kita memilih siapa kita akan layani. Tuhan tidak pernah memaksa
seseorang melayaniNya. Namun Ia akan melakukan setiap langkah mungkin untuk
menunjukkan kepada kita siapa Dia dan bagaimana Dia membawa kehidupan dan
terang. Dengan melakukan itu, penanganan Allah terhadap setiap pribadi menjadi
gambar kecil tentang pertentangan besar sebagai keseluruhan. Sebagaiaman setiap
orang harus menentukan siapa yang ia layani, Tuhan membandingkan kengerian
sejati karena dosa dengan kasih mengorbankan diri Kristus yang luar biasa.
Dengan demikian, segenap alam semesta dapat memutuskan kepada siap ia akan beri
kesetiaannya.
REAKSI
1.
Apakah perspektif tentang adanya pertentangan
universal antara Tuhan dan kejahatan mengubah cara anda memandang cobaan dan pergumulan
pribadi anda terhadap godaan? Jika demikian, dengan cara apa?
2.
Bagaimanakah pertentangan agung membantu kita
mengerti mengapa penderitaan dan kematian bertahan di dunia kita, walaupun kita
memiliki seorang Allah yang mahakuasa?
____________
* James
Strong, The Exhaustive Concordance of the
Bible (Nashville, Tenn.: Abingdon Press, 1890), Main Concordance, p. 878,
Hebrew and Chaldee Dictionary, p. 115.
David Skau, Oroville, California, U.S.A.
Senin
1 OKTOBER
Ef. 6:12
|
Kesaksian
Engkau Harus Merebut
Hakmu
|
“Kebijakan Setan
dalam pertentangan terakhir dengan umat Tuhan adalah sama seperti yang
digunakannya pada pembukaan pertentangan agung di sorga. Ia mengaku berusaha
meninggi stabilitas pemerintahan ilahi, sementara secara rahani membengkokkan
setiap usaha agar terjadi kejatuhannya. Dan pekerjaan yang sesungguhnya yang ia
sudah upayakan capai ia perintahkan kepada malaikat-malaikat yang setia...
Demikian juga sekarang. Selagi Setan berusaha menghancurkan mereka yang
menghormati hukum Allah, ia akan menyebabkan mereka untuk dituduh sebagai
pelanggar hukum, seperti orang yang tidak menghormati Tuhan dan membawa
penghukuman atas dunia.”1
“Kepada setiap orang
akan datang ujian sejati...”
Pertempurna kita
terus berlangsung, tetapi ada harapan yang ditawarkan kepada mereka yang loyal
dan setia kepada Tuhan. “Mereka yang berusaha menuruti semua hukum Tuhan akan
ditentang dan diolok. Mereka hanya bisa berdiri di dalam Tuhan. Agar dapat
bertahan cobaan di hadapan mereka, mereka harus mengerti kehendak Allah seperti
yang diwahyukan dalam firmanNya; mereka dapat menghormati Dia hanya bila mereka
memiliki pendapat benar tentang karakter, pemerintahan dan maksud-maksudNya,
dan bertindak sesuai dengannya. Tiada orang selain mereka yang telah menguatkan
pikiran dengan kebenaran Alkibat akan berdiri melewati pertentang besar
terakhir. Kepada setiap jiwa akan datang ujian sejati: Apakah saya akan menurut
Allah lebih dari pada manusia? Jam penentu sudah tiba. Apakah kaki kita
ditanamkan pada batu karang firman Allah yang tak tergoyahkan? Apakah kita siap
untuk berdiri teguh untuk membela hukum-hukum Allah dan kesaksian Yesus?”2
Allah menawarkan
harapan melalui ketahanan dan kesabaran. Kita tidak boleh bertempur satu kepada
yang lain, namun saling mencintai dan bekerjasama menuju hidup berserah kepada
Allah; agar dapat mengalahkan kejahatan, seperti yang Kristus lakukan dengan
Allah dan mengakhiri pertentangan agung itu.
“Bersabarlah,
kemudian, saudara-saudara, sampai kedatangan Tuhan. Perhatikan bagaimana petani
menunggu agar tanah akan menghasilkan panen berharga dan betapa sabarnya ia
untuk hujan musim gugur dan musim semi. Engkau juga, haruslah sabar dan berdiri
teguh, karena kedatangan Tuhan sudah dekat. Jangan menggerutu satu kepada yang
lain, saudaraku, atau engkau akan dihakimi. Hakin sudah berdiri di depan pintu!” (Yak 5:7–9,
NIV).
REFLEKSI
Periksalah hidupmu sendiri agar
mempertimbangkan bagaimana Setan dapat menggoda anda saat ini. Pertimbangkan
penggodaan ini dalam terang pertentangan agung. Kemudian mintalah Allah
membantu anda menanamkan kakimu dalam firmanNya yang tak tergoyahkan.
____________
1. The
Great Controversy, p. 591.
2. Ibid., p. 593.
Santiago Fernandez, Lincoln, Nebraska, U.S.A.
Selasa
2 OKTOBER
Bukti
Janji Utama
|
Kejadian 3
|
Eden adalah firdaus sejati. Adam dan Hawa dapat bereksplorasi tanpa
menggusarkan akan bertemu hewan berbahaya atau menjadi letih. Dan mereka
sanggup bersekutu dengan Penciptanya muka dengan muka. Betapa bahagiannya
mereka! Apa yang mereka diskusikan hilang dalam kabut sejarah tetapi kita
setidak-tidaknya dapat mengkhayalkan percakapan-percakapan mereka. Mungkin
mereka menunjukkan sebagian dari mahluk-mahluk luar biasa, bertanya kepada
Pencipta mengapa platipus nampak seperti itu atau terpukau atas betapa cerahnya
warna aneka burung. Percakapan mereka mungkin beralih kepada pokok-pokok serius
saat mereka menanyakan tentang satu pohon yang mereka dilarang memakan dari
padanya. Apakah mereka meminta Yesus untuk suatu penjelasan atau siapakah Setan
itu?
Ketika Allah akhirnya
muncul, itu adalah dengan hati yang berat
Namun demikian, suatu hari naas Hawa berkelana jauh dari Adan dan pergi ke
pohon larangan itu. Sambil mendekat kepadanya, ular yang bersembunyi di
dalamnya sanggup berbicara kepadanya. Tetapi itu bukan sekedar sembarang ular.
Itu adalah Setan sendiri. Ia menguji Hawa dengan pertanyaan tipuan, “Apakah
Allah sesungguhnya berkata engkau tidak boleh makan dari pohon apapun di taman
ini? (Kej. 3:1, NIV). Mungkin
tertangkap tidak berjaga-ja, jawaban Hawa memperbesar bahaya yang ditampilkan
oleh pohon itu (Kej. 3:2, 3). Setelah
diskusi lanjut dengan ular, Hawa mengambil sebagian buah itu dan memakannya.
Tidak lama kemudian, ia memberikan sepotong kepada Adam yang juga memakan
makanan larangan itu.
Pertemuan Adam dan Hawa berikutnya dengan Pencipta mereka bukanlah
pertemuan yang mereka rindukan. Mereka telah gagal dalam ujian dan takut akan
akibat-akibatnya. Ketika Allah akhirnya muncul, adalah dengan hati berat Ia
menyampaikan kepada mereka tentang akibat-akibat dari tindakan mereka. Mereka
dicekal dari firdaus yang mereka telah belajar mencintainya. Mereka juga
dicekal dari memakan dari Pohon Kehidupan. Teman-teman hewani mereka akan
berpaling melawan sesamanya dan melawan manusia dan akhirnya apapun yang miliki
hidup akhirnya akan mati. Namun demikian, Allah memiliki berita gembira.
Bacalah dalam Kejadian 3:15. Ayat ini adalah janji tercatat pertama di Alkitab. Di dalamnya, rencana
keselamatan disampaikan. Rencana itu digenapi ribuan tahun kemudian ketika
Yesus disalibkan setelah hidup tanpa dosa. Mungkin pada saat itu, beberapa
mahluk di Alam semesta mengingat kata-kata yang disampaikan di dalam Taman itu
yang menjanjikan kemenangan bagi semua yang akan mengikuti Kristus apapun yang
terjadi.
REAKSI
Saat anda membaca
pelajaran-pelajaran triwulan ini, carilah bukti tentang janji tertinggi selain
janji-janji lain yang Allah telah berikan kepada kita. .
Bryan Yates, Hollister, California, U.S.A.
Rabu
3 OKTOBER
Mat.
10:30; Yoh 3:16, 17; 15:13; 1 Kor. 13; 1 Pet. 4:8
|
Bagaimana
Senjata Kasih
|
Sekarang bahwa kita sedang pada siklus
pembersihan dari kasih karunia Allah, kita tahu bahwa peperangan sudah selesai.
Tuhan telah menang—dengan kasih. Tindakan kasih yang memenangkan dari kematian
Yesus yang menyelamatkan. Yesus bukan saja Putera Allah. Ia adalah Allah, dan Ia akan lebih baik
mati untuk memberikan kita kehidupan dari pada hidup tanpa kita. Allah
mencintai kita lebih dari Ia mencintai diriNya
sendiri.
Reaksi yang tampaknya alami terhadap
perasaan luar biasa ini adalah untuk mencintai dengan semangat yang gila.
Tetapi kasih—agape sejati, kasih tak mementingkan diri, berpusat pada
Allah—adalah jarang. Walaupun jika kasih ini nampaknya sesederhana sebagaimana
nampaknya, dunia kita mungkin tidak akan menjadi segalanya sinar matahari dan
mawar. Kadang perintah paling sederhana adalah paling sulit untuk diikuti, dan
jika perintah-perintah Allah itu apa, mereka itu sederhana: (1) kasihilah
Allah; (2) kasihilah dirimu; (3) kasihilah sesamamu.
Kita tidak butuh alasan untuk
mencintai; kasih adalah alasan itu sendiri
Kasihi
Allah. Mencintai Allah
adalah sangat fundamental seperti bernafas. Kita tidak bisa betul-betul hidup
tanpanya. Jadi anda pikir bahwa kita akan secara alami mencintai Dia yang
memberikan kita kehidupan? Allah memberitahu kita berulang kali dalam Alkitab
untuk mencintai Dia—lima kali dalam
Ulangan saja (Ul. 6:5; 11:1, 22; 19:9; 30:6). Namun kita sangat sering mengabaikan Dia. Kasih demikian adalah wajib.
Tetapi satu-satunya cara kita akan sanggup mencintai Allah bahkan sedikit
sajapun, adalah jika Ia menolong kita.
Kasihilah
dirimu. Ini adalah hal
sulit, karena kita buta terhadap nilai diri kita. Allah mencintai segenap
bagian diri kita (Mat. 10:30). Ia adalah bapa baru, menghitung jari-jari kaki
putriNya, menyentuh pipinya yang sempurna. Mengapa Allah mencintai sesuatu yang
tidak berharga? Kita sudah pasti sangat berharga bagiNya, dan membenci diri
kita sendiri sehabis Ia mati bagi kita adalah seperti meludah kepada wajahNya.
Kasihilah
orang lain. Bilamana saya
memiliki kesulitan mencintai seseorang, saya mengingat bahwa Allah mencintai
orang tersebut sebesar Ia mencintai diri saya. Itu adalah pemikiran yang
membuat rendah hati. Tetapi kita tidak boleh mencintai orang hanya karena Allah
mencintai mereka (walaupun itu adalah alasan yang baik). Kita harus mencintai
mereka karena mereka itu manusia. Kita tidak butuh alasan untuk mencintai, tidak ada yang bermakna tanpa kasih (1 Korinthians 13). Kasih
terbesar adalah mencintai orang lain lebih dari dirimu sendiri (Yoh. 15:13). Kasih
menutupi banyak dosa (1 Pet. 4:8).
REAKSI
1.
Yang
mana di antara tiga kasih itu adalah paling sulit bagimu? Mengapa?
2.
Apakah
alasan-alasan anda mencintai orang lain?
Serena Stevens, Centerville, Ohio, U.S.A.
Kamis
4 OKTOBER
Pendapat
Pertempuran Untuk
Mendapat Perhatian
|
Ul. 32:17, 18; Yos. 24:15
|
Selagi kita berkeluh kesah dalam rasa tak percaya
setiap kali kita membaca penyembahan berhala Israel atau Yehuda, kita kadang
lupa bahwa pengalaman mereka tidaklah unik. Penyembahan berhala itu
sungguh-sungguh ada dewasa ini dan bahkan lebih berbahaya karena ilah-ilahi
dunia kita tidak lagi diberi label umum “Baal” atau “Astoreth”. Sebaliknya,
mereka dengan cerdik disembunyikan di dalam kerangka hidup sehari-hari kita
sehingga kita harus lebih teliti memperhatikan agar dapat mengidentifikasinya.
Kita mungkin akan muncul dengan daftar kebutuhan-kebutuhan dasar yang, jika
kita tidak teliti, akan dengan mudah menjadi jerat bagi kita: uang, makanan,
pakaian dan perumahan. Selebihnya dari ini, ada juga “berhala-berhala” lain
yang Setan gunakan untuk membuat kita menyimpang. Penyimpangan-penyimpangan ini
datang dalam bentuk kepelesiran dan hiburan. Bagi sebagian kita, itu adalah
program televisi yang kita telah membentuk ikatan emosi dan intelektual. Bagi
yang lain itu adalah suatu kesukaan terus menerus untuk terkoneksi dengan
jaringan pergaulan sosial.
Setiap saat yang dihidupkan adalah kesempatan untuk
melayani Allah dan menjadi semakin dekat kepadaNya
Ini tidak mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan ini
dengan sendirinya salah. Tetapi sebagai orang-orang Kristen dan peserta aktif
dalam pertentangan agung, kita harus senantiasa berjaga-jaga terhadap upaya
Setan untuk memisahkan kita dari Bapa. Seperti halnya di dalam segala segi
kehidupan kita, kita harus dengan jujur memikirkan apakah pilihan-pilihan kita
dalam rekreasi membawa kita lebih dekat kepada Allah atau apakah mereka
mengalihkan kita dari tujuan utama itu.
John Wesley percaya bahwa tidak ada kawasan tengah
antara melayani Allah dan melayani Setan. Ia yakin bahwa setiap bagian dari
hidupnya “harus sepenuhnya menjadi pengorbanan kepada Allah, atau diriku
sendiri, yaitu, sesungguhnya, kepada iblis.” Bagi orang Kristen tidak adalah
pembedaan antara hal religius dan sekuler. Untuk setiap saat yang
dihidupkan—apakah tergolong ibadah, pekerjaan, atau permainan—adalah suatu
kesempatan untuk melayani Allah dan menjadi semakin dekat kepadaNya.
REAKSI
1. Apakah di dalam hidupmu
yang sedang mengalihkan engkau dari memiliki hubungan yang lebih erat dengan
Allah?
2. Bagaimanakah pemahamanmu
tentang pertentangan agung mempengaruhi kegiatan-kegiatan rekreasimu?
____________
* John Wesley, “A Plain Account of Christian Perfection”
(1777) in The Works of John Wesley, ed. Thomas Jackson, vol. 11, (1872)
pp. 366–446.
Ryan Watson, Lincoln, Nebraska, U.S.A.
Jum’at
5 OKTOBER
Eksplorasi
Diposisi Siapa Anda Berdiri?
|
Yos. 24:15
|
SIMPULAN
Selagi membaca
saduran buku saya menemukan amaran: Jika
anda tidak tahu bagaimana akhir buku ini, berhentilah di sini. Sang pembaca
menyadari bahwa ia akan rusakkan buku itu bagi orang lain yang menginginkan
kebahagiaan menyaksikan kisah itu terungkap, halaman demi halaman. Tetapi jika
tiba kepada Pertentangan Agung dan sesungguhnya berpartisipasi di dalamnya,
adalah sangat melegakan untuk mengetahui sebelum waktunya tentang bagaimana
segala sesuatu akan terjadi. Allah telah menunjukkan kepada kita melalui
FirmanNya bahwa Ia sudah memenangkan perang. Sekarang Ia sedang menunggu untuk
kita mewujudkan bahwa Ia akan memenangkan hati kita.
PERTIMBANGKAN
·
Ciptakan sebuah poster yang menjelaskan pentingnya
mencintai orang lain. Pikirkan menggunakan ungkapan berikut: “Kami hanya
mencintai Yesus setara dengan orang yang paling kurang kita cintai.”
·
Tulislah suatu penjelasan singkat tentang Rencana
Keselamatan yang anda dapat presentasikan kepada rekan sebaya dan suatu
penjelasan lainnya yang akan lebih cocok untuk anak berumur 8 tahun.
·
Pilihlah 3 atau 4 ayat Alkitab tentang topik seperti
“Rencana Keselamatan” atau “Kedatangan Yesus yang Segera”. Salinlah ayat-ayat ini
pada kartu-kartu dan periksalah sepanjang pekan mendatang sampai anda sudah
dapat menghafalkannya di dalam ingatan. Kemudian carilah kesempatan-kesempatan
untuk membagikan ayat-ayat ini dengan orang lain.
·
Dengarkanlah lagu “Buatlah Hidupku menjadi Korban Hidup”
atau “Make My Life a
Living Sacrifice” di www.youtube.com/watch?v =jGNC-ihd4cI, dan kemudian
mintakan kepada Allah hal-hal apakah yang anda harus letakkan di medzah
pengorbanan agar menjadi berdedikasi penuh kepadaNya.
·
Bagikanlah terbitan-terbitan, seperti traktat Glow kepada
orang-orang di taman, mal atau praktek dokter.
·
Buatlah rekaman kejadian (journaling) selama satu pekan,
meminta Allah setiap hari untuk menunjukkan kepada anda ilah-ilah yang menghalangi
anda untuk membuat komitmen total kepadaNya.
·
Gunakan waktu di alam untuk mencari bukti-bukti tentang
bagaimana dosa telah mempengaruhi lingkungan kita.
HUBUNGKAN
The Great Controversy, Ellen G. White, chaps. 37, 42.
How To Think About the End
Time, Marvin Moore, (Pacific Press©
Publishing Assoc.).
Here I Come, Ready Or Not, Morris L. Venden (Pacific
Press© Publishing Assoc.).
Renee Coffee, Gobles,
Michigan, U.S.A.
No comments:
Post a Comment