Sunday, 23 September 2012

SSCQ Indonesia, Pelajaran 1 Triwulan IV 2012




Bertumbuh Dalam Kristus
Pelajaran Pertama Kwartal 4,
Kemenangan Akhir—Dasar Segalanya
29 September—6 Oktober 2012
Diterjemahkan Oleh: Reuben Supit
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang


Dan Aku akan membuat permusuhan antara engkau dan perempuan itu, dan antara benihmu dan Benihnya; Ia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan mematuk tumitNya(Kej. 3:15).


Sabbath
29 SEPTEMBER
Kej. 2:15; Yeh. 28:13‒17
Pendahuluan
Apakah itu Hanya Masalah Perdebatan Saja?

Kata kontroversi berarti “suatu perbantahan, debat, atau pertentangan publik berkepanjantan,” suatu “perbantahan tentang suatu pokok pendapat.” * Kebanyakan kita paham tentang pertentangan agung antara Allah dan Setan, baik dan jahat. Tetapi hal tersulit untuk mengidentifikasi dalam pertentangan ini adalah apa yang diperdebatkan, dan siapa yang benar.

Pertimbangkanlah bukti dan sejarah. Apakah manusia bisa menjadi Allah?

Untuk menentukan apa yang sedang diperdebatkan, kita harus datang ke waktu di mana belum ada pertentangan. Di sorga, terdapat malaikat-malaikat mulia, satu di antaranya sangat menonjol (Yeh. 28:13‒17). Namanya Lusifer. Kita tidak tahu kapan saat hatinya membawanya melakukan dosa, tetapi satu hal itu pasti—ia mulai mempertanyakan otoritas Allah. dan menginginkan kedudukanNya: “Karena Allah mengetahui bahwa pada saat kamu makan maka matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, mengetahui baik dan jahat”. (Ingatlah bahwa Lusifer sedang berbicara menjadi Allah, mengambil kedudukan Allah, ketimbang diciptakan dalam rupa Allah. Allah menciptakan manusia dalam gambarNya [Kej5:1]; tetapi Lusifer berusaha menjadi Allah dan menipu ummat manusia agar berpikir bahwa mereka juga bisa melakukan hal yang sama)
Sejak saat itu, sebagian pekerjaan Allah adalah untuk membela identitasNya, untuk membuktikan bahwa Ia sajalah yang layak untuk disebut Aku Yang Agung dan patut disembah. Pewahyuan sepenuhnya dari kelayakan Allah terlihat di dalam Yesus. Allah merendahkan diriNya sendiri dan menjadi seorang manusia supaya kita bisa “diciptakan kembali” dalam keserupaan Allah melalui keselamatan. Di dalam Yesus, kita memiliki peluang untuk belajar bahwa hanya Allahlah itu adalah Allah dan bahwa manusia diciptakan dalam gambarNya bukan sesungguhnya adalah Dia!
Tentang siapa benar? Pikirkan bukti dan sejarah. Apakah manusia bisa menjadi Allah? Dan apakah warisan yang ditinggalkan Satan seterusnya? Alkitab memberitahu kita bahwa hanya Allah yang benar dan bahwa Ia akan memenangkan pertentangan agung ini. Namun sebelum seseorang memilih pihak mana ia akan berada, segala hal ini masih hanya informasi. Jadi sampai akhirnya seseorang memilih di pihak mana ia berada, maka semua ini hanya sekedar informasi. Jadi anda pilih berada di pihak yang mana?
____________
*Dictionary.com, http://dictionary.reference.com/browse/controversy (accessed September 19, 2011).

Erome Daniel, Lincoln, Nebraska, U.S.A.


Minggu
30 SEPTEMBER
Logos
Gambaran Besarnya
Keja. 3:1–5, 15; Ul. 32:17; Yos; 24:15; Yes. 14:4–21; Yeh. 28:12–19; Mat. 2:1–18; Yoh 3:1, 17; Rom. 1:20–28; Why. 12:7–9, 17


Pertentangan antara Allah dan kasihNya dengan Setan dan ketamakannya membangun kisah latar belakang untuk segala yang tertulis di Alkitab. Setiap kisah individual—dari Henokh sampai Simson sampai Maria Magdalena sampai Marta sampai Paulus—adalah suatu babak lain tentang upaya multi-milenium Allah untuk menyelamatkan anak-anakNya dari dosa.
Meskipun tali pertentangan agung berjalan di seluruh Alkitab, itu sangat mudah untuk terlewatkan. Anda tidak dapat menemukan seluruh kisahnya dalam hanya satu ayat, bab atau buku tertentu. Pelajaran kita hari ini akan membantu mengklarifikasi siapa yang tercakup dalam pertentangan ini, bagaimana dimulaikan, bagaimana itu mempengaruhi kita dan dunia kita. Kita juga akan mempelajari rencana Allah untuk mengakhiri konflik dan peran kita sebagai manusia. Dengan semua ini dalam pikiran kita, kita akan sanggup untuk merunut tema pertentangan agung dengan lebih jelas di dalam kitab suci.

Tuhan mengijinkan kita memilih siapa yang kita akan sembah, dan hati terbentuk sesuai dengannya.

Siapa yang terkait? (Wahyu 12:7–9, 17)
Mikhael (Yesus) dan malaikat-malaikatNya berperang melawan naga (Setan) dan malaikat-malaikatnya. Naga dicampakkan ke bumi di mana ia berperang melawan perempuan dan keturunannya—“yang menuruti perintah Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (Why. 12:17, NIV).  Itu berarti kita! Bukan saja Setan berperang dengan Allah, ia juga berusaha menghancurkan orang-orang yang mengikuti perintah Allah dan yang bersedia dituntun oleh karunia nubuatan, yang Wahyu 19:10 definisikan sebagai “kesaksian Yesus”.

Pada Mula Pertama (Yesaya 14:4–21; Yehezkiel 28:12–19)
Lusifer, malaikat kepala pembawa terang yang indah, mengijinkan kesombongan berakar dan bertumbuh dalam hatinya. Sebagai akibatnya, ia menjadi cemberu terhadap Tuhan. Ia menentang otoritas Tuhan, dengan demikian mendapat nama “Setan”, atau “musuh.”* Bagaimana itu terjadi pada suatu mahluk yang sempurna, tetapi itu sesungguhnnya menunjukkan betapa besar nilai Allah letakkan kepada kebebasan memilih. Bahkan dalam dunia yang sempurna, Lusifer memiliki kemampuan untuk mempertanyakan hukum dan otoritas Allah. Namun akhirnya, Allah mencampakkan Lusifer keluar dari sorga bersama semua malaikat jahat yang Setan yakinkan untuk berada di pihaknya.

Penyerangan Setan (Kej. 3:1–5; Ul. 32:17, 18; Mat. 2:1–18; Rom. 1:20–28)
Setan, bertindak melalui ular, menggoda Hawa untuk memakan buah larangan. Selagi Setan dapat menawarkan godaan untuk berdosa, adalah pilihan bebas Hawa untuk menerimanya. Ketika ia menawarkan buah itu kepada Adam, ia juga memilih untuk tidak menurut kepada Tuhan. Bersama-sama, tindakan-tindakan mereka membawa kematian, kekacauan, nyeri, dan kekurangan kepada turunannya dan bumi itu sendiri.
Sejak saat tersebut, Setan telah membuat segala upaya untuk merusak kebaikan penciptaan Tuhan. Bumi kita memiliki luka-luka akibat ribuan tahun dosa. Namun lebih buruk, adalah akibat dosa kepada pikiran dan hati kita. Setan ingin bahwa kita menyembah apapun selain Tuhan yang satu dan benar itu. Sebagai akibatnya, kemanusian sangat didegradasi dari keindahan yang awalnya dimaksudkan Tuhan. Bahkan proses pembusukan ini tidak semena-mena, “Tuhan menyerahkan mereka sesuai keinginan berdosa dari hati-hati mereka” Rom. 1:24, NIV). Tuhan mengijinkan kita memilih siapa yang akan kita sembah, dan hati terbentuk sesuai dengan hal itu. Tetapi betapapun buruk gambarannya, Tuhantidak meninggalkan kita tanpa harapan! Ia berjanji untuk memulihkan hati-hati kita oleh mengisi kita dengan Roh KudusNya (Maz. 51:7–12).

Jawaban Allah (Kej. 3:15; Yoh 3:16, 17)
Karena kasihNya bagi kita, Tuhan menawarkan kita rencana keselamatan. Yesus datang ke bumi sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Di sini Ia hidup dan mati menggantikan kita. Ini membuka pintu keselamtan bagi semua yang memilih Yesus. Kematian pengorbanan Yesus dan kesediaan Setan (bertindakan melalui para imam) untuk membunuh Anak Allah yang tak bersalah mendemonstrasikan kepada dunia, malaikat, dan seluruh alam semesta karakter sejati dari Setan dan pengikutnya. Setan tidak bisa lagi mengklaim bahwa Allah itu tidak mencintai, tidak adil, dan tidak berbelas kasihan karena seluruh alam semesta sekarang telah melihat betapa besar kasihNya dalam kerelaanNya untuk menyerahkan AnakNya sendiri untuk membayar harga bagi dosa-dosa kita. Setan juga tidak bisa mengklaim bahwa caranya lebih baik dari cara Allah, karena semua telah melihat bahwa caranya membawa kematian dan derita, sementara cara Allah membawa hidup, sukacita, dan damai sejahtera.

Pilihan kita (Josh. 24:15)
Kematian Yesus menawarkan kita karunia keselamatan. Terserah kepada kita memilih siapa kita akan layani. Tuhan tidak pernah memaksa seseorang melayaniNya. Namun Ia akan melakukan setiap langkah mungkin untuk menunjukkan kepada kita siapa Dia dan bagaimana Dia membawa kehidupan dan terang. Dengan melakukan itu, penanganan Allah terhadap setiap pribadi menjadi gambar kecil tentang pertentangan besar sebagai keseluruhan. Sebagaiaman setiap orang harus menentukan siapa yang ia layani, Tuhan membandingkan kengerian sejati karena dosa dengan kasih mengorbankan diri Kristus yang luar biasa. Dengan demikian, segenap alam semesta dapat memutuskan kepada siap ia akan beri kesetiaannya.

REAKSI
1.      Apakah perspektif tentang adanya pertentangan universal antara Tuhan dan kejahatan mengubah cara anda memandang cobaan dan pergumulan pribadi anda terhadap godaan? Jika demikian, dengan cara apa?
2.      Bagaimanakah pertentangan agung membantu kita mengerti mengapa penderitaan dan kematian bertahan di dunia kita, walaupun kita memiliki seorang Allah yang mahakuasa?
____________
* James Strong, The Exhaustive Concordance of the Bible (Nashville, Tenn.: Abingdon Press, 1890), Main Concordance, p. 878, Hebrew and Chaldee Dictionary, p. 115.

David Skau, Oroville, California, U.S.A.


Senin
1 OKTOBER

Ef. 6:12
Kesaksian
Engkau Harus Merebut Hakmu

“Kebijakan Setan dalam pertentangan terakhir dengan umat Tuhan adalah sama seperti yang digunakannya pada pembukaan pertentangan agung di sorga. Ia mengaku berusaha meninggi stabilitas pemerintahan ilahi, sementara secara rahani membengkokkan setiap usaha agar terjadi kejatuhannya. Dan pekerjaan yang sesungguhnya yang ia sudah upayakan capai ia perintahkan kepada malaikat-malaikat yang setia... Demikian juga sekarang. Selagi Setan berusaha menghancurkan mereka yang menghormati hukum Allah, ia akan menyebabkan mereka untuk dituduh sebagai pelanggar hukum, seperti orang yang tidak menghormati Tuhan dan membawa penghukuman atas dunia.”1

“Kepada setiap orang akan datang ujian sejati...”

Pertempurna kita terus berlangsung, tetapi ada harapan yang ditawarkan kepada mereka yang loyal dan setia kepada Tuhan. “Mereka yang berusaha menuruti semua hukum Tuhan akan ditentang dan diolok. Mereka hanya bisa berdiri di dalam Tuhan. Agar dapat bertahan cobaan di hadapan mereka, mereka harus mengerti kehendak Allah seperti yang diwahyukan dalam firmanNya; mereka dapat menghormati Dia hanya bila mereka memiliki pendapat benar tentang karakter, pemerintahan dan maksud-maksudNya, dan bertindak sesuai dengannya. Tiada orang selain mereka yang telah menguatkan pikiran dengan kebenaran Alkibat akan berdiri melewati pertentang besar terakhir. Kepada setiap jiwa akan datang ujian sejati: Apakah saya akan menurut Allah lebih dari pada manusia? Jam penentu sudah tiba. Apakah kaki kita ditanamkan pada batu karang firman Allah yang tak tergoyahkan? Apakah kita siap untuk berdiri teguh untuk membela hukum-hukum Allah dan kesaksian Yesus?”2
Allah menawarkan harapan melalui ketahanan dan kesabaran. Kita tidak boleh bertempur satu kepada yang lain, namun saling mencintai dan bekerjasama menuju hidup berserah kepada Allah; agar dapat mengalahkan kejahatan, seperti yang Kristus lakukan dengan Allah dan mengakhiri pertentangan agung itu.
“Bersabarlah, kemudian, saudara-saudara, sampai kedatangan Tuhan. Perhatikan bagaimana petani menunggu agar tanah akan menghasilkan panen berharga dan betapa sabarnya ia untuk hujan musim gugur dan musim semi. Engkau juga, haruslah sabar dan berdiri teguh, karena kedatangan Tuhan sudah dekat. Jangan menggerutu satu kepada yang lain, saudaraku, atau engkau akan dihakimi. Hakin sudah berdiri di depan pintu!” (Yak 5:7–9, NIV).

REFLEKSI
Periksalah hidupmu sendiri agar mempertimbangkan bagaimana Setan dapat menggoda anda saat ini. Pertimbangkan penggodaan ini dalam terang pertentangan agung. Kemudian mintalah Allah membantu anda menanamkan kakimu dalam firmanNya yang tak tergoyahkan.
____________
1. The Great Controversy, p. 591.
2. Ibid., p. 593.

Santiago Fernandez, Lincoln, Nebraska, U.S.A.


Selasa
2  OKTOBER
Bukti
Janji Utama
Kejadian 3

Eden adalah firdaus sejati. Adam dan Hawa dapat bereksplorasi tanpa menggusarkan akan bertemu hewan berbahaya atau menjadi letih. Dan mereka sanggup bersekutu dengan Penciptanya muka dengan muka. Betapa bahagiannya mereka! Apa yang mereka diskusikan hilang dalam kabut sejarah tetapi kita setidak-tidaknya dapat mengkhayalkan percakapan-percakapan mereka. Mungkin mereka menunjukkan sebagian dari mahluk-mahluk luar biasa, bertanya kepada Pencipta mengapa platipus nampak seperti itu atau terpukau atas betapa cerahnya warna aneka burung. Percakapan mereka mungkin beralih kepada pokok-pokok serius saat mereka menanyakan tentang satu pohon yang mereka dilarang memakan dari padanya. Apakah mereka meminta Yesus untuk suatu penjelasan atau siapakah Setan itu?

Ketika Allah akhirnya muncul, itu adalah dengan hati yang berat

Namun demikian, suatu hari naas Hawa berkelana jauh dari Adan dan pergi ke pohon larangan itu. Sambil mendekat kepadanya, ular yang bersembunyi di dalamnya sanggup berbicara kepadanya. Tetapi itu bukan sekedar sembarang ular. Itu adalah Setan sendiri. Ia menguji Hawa dengan pertanyaan tipuan, “Apakah Allah sesungguhnya berkata engkau tidak boleh makan dari pohon apapun di taman ini? (Kej. 3:1, NIV). Mungkin tertangkap tidak berjaga-ja, jawaban Hawa memperbesar bahaya yang ditampilkan oleh pohon itu (Kej. 3:2, 3). Setelah diskusi lanjut dengan ular, Hawa mengambil sebagian buah itu dan memakannya. Tidak lama kemudian, ia memberikan sepotong kepada Adam yang juga memakan makanan larangan itu.
Pertemuan Adam dan Hawa berikutnya dengan Pencipta mereka bukanlah pertemuan yang mereka rindukan. Mereka telah gagal dalam ujian dan takut akan akibat-akibatnya. Ketika Allah akhirnya muncul, adalah dengan hati berat Ia menyampaikan kepada mereka tentang akibat-akibat dari tindakan mereka. Mereka dicekal dari firdaus yang mereka telah belajar mencintainya. Mereka juga dicekal dari memakan dari Pohon Kehidupan. Teman-teman hewani mereka akan berpaling melawan sesamanya dan melawan manusia dan akhirnya apapun yang miliki hidup akhirnya akan mati. Namun demikian, Allah memiliki berita gembira. Bacalah dalam Kejadian 3:15. Ayat ini adalah janji tercatat pertama di Alkitab. Di dalamnya, rencana keselamatan disampaikan. Rencana itu digenapi ribuan tahun kemudian ketika Yesus disalibkan setelah hidup tanpa dosa. Mungkin pada saat itu, beberapa mahluk di Alam semesta mengingat kata-kata yang disampaikan di dalam Taman itu yang menjanjikan kemenangan bagi semua yang akan mengikuti Kristus apapun yang terjadi.

REAKSI
Saat anda membaca pelajaran-pelajaran triwulan ini, carilah bukti tentang janji tertinggi selain janji-janji lain yang Allah telah berikan kepada kita. .

Bryan Yates, Hollister, California, U.S.A.


Rabu
3 OKTOBER

Mat. 10:30; Yoh 3:16, 17; 15:13; 1 Kor. 13; 1 Pet. 4:8
Bagaimana
Senjata Kasih

Sekarang bahwa kita sedang pada siklus pembersihan dari kasih karunia Allah, kita tahu bahwa peperangan sudah selesai. Tuhan telah menang—dengan kasih. Tindakan kasih yang memenangkan dari kematian Yesus yang menyelamatkan. Yesus bukan saja Putera Allah. Ia adalah Allah, dan Ia akan lebih baik mati untuk memberikan kita kehidupan dari pada hidup tanpa kita. Allah mencintai kita lebih dari Ia mencintai diriNya sendiri.
Reaksi yang tampaknya alami terhadap perasaan luar biasa ini adalah untuk mencintai dengan semangat yang gila. Tetapi kasih—agape sejati, kasih tak mementingkan diri, berpusat pada Allah—adalah jarang. Walaupun jika kasih ini nampaknya sesederhana sebagaimana nampaknya, dunia kita mungkin tidak akan menjadi segalanya sinar matahari dan mawar. Kadang perintah paling sederhana adalah paling sulit untuk diikuti, dan jika perintah-perintah Allah itu apa, mereka itu sederhana: (1) kasihilah Allah; (2) kasihilah dirimu; (3) kasihilah sesamamu.

Kita tidak butuh alasan untuk mencintai; kasih adalah alasan itu sendiri

Kasihi Allah. Mencintai Allah adalah sangat fundamental seperti bernafas. Kita tidak bisa betul-betul hidup tanpanya. Jadi anda pikir bahwa kita akan secara alami mencintai Dia yang memberikan kita kehidupan? Allah memberitahu kita berulang kali dalam Alkitab untuk mencintai Dia—lima kali dalam Ulangan saja (Ul. 6:5; 11:1, 22; 19:9; 30:6). Namun kita sangat sering mengabaikan Dia. Kasih demikian adalah wajib. Tetapi satu-satunya cara kita akan sanggup mencintai Allah bahkan sedikit sajapun, adalah jika Ia menolong kita.
Kasihilah dirimu. Ini adalah hal sulit, karena kita buta terhadap nilai diri kita. Allah mencintai segenap bagian diri kita (Mat. 10:30). Ia adalah bapa baru, menghitung jari-jari kaki putriNya, menyentuh pipinya yang sempurna. Mengapa Allah mencintai sesuatu yang tidak berharga? Kita sudah pasti sangat berharga bagiNya, dan membenci diri kita sendiri sehabis Ia mati bagi kita adalah seperti meludah kepada wajahNya.
Kasihilah orang lain. Bilamana saya memiliki kesulitan mencintai seseorang, saya mengingat bahwa Allah mencintai orang tersebut sebesar Ia mencintai diri saya. Itu adalah pemikiran yang membuat rendah hati. Tetapi kita tidak boleh mencintai orang hanya karena Allah mencintai mereka (walaupun itu adalah alasan yang baik). Kita harus mencintai mereka karena mereka itu manusia. Kita tidak butuh alasan untuk mencintai, tidak ada yang bermakna tanpa kasih (1 Korinthians 13). Kasih terbesar adalah mencintai orang lain lebih dari dirimu sendiri (Yoh. 15:13). Kasih menutupi banyak dosa (1 Pet. 4:8).

REAKSI
1.      Yang mana di antara tiga kasih itu adalah paling sulit bagimu? Mengapa?
2.      Apakah alasan-alasan anda mencintai orang lain?
Serena Stevens, Centerville, Ohio, U.S.A.


Kamis
4 OKTOBER
Pendapat
Pertempuran Untuk Mendapat Perhatian
Ul. 32:17, 18; Yos. 24:15

Selagi kita berkeluh kesah dalam rasa tak percaya setiap kali kita membaca penyembahan berhala Israel atau Yehuda, kita kadang lupa bahwa pengalaman mereka tidaklah unik. Penyembahan berhala itu sungguh-sungguh ada dewasa ini dan bahkan lebih berbahaya karena ilah-ilahi dunia kita tidak lagi diberi label umum “Baal” atau “Astoreth”. Sebaliknya, mereka dengan cerdik disembunyikan di dalam kerangka hidup sehari-hari kita sehingga kita harus lebih teliti memperhatikan agar dapat mengidentifikasinya. Kita mungkin akan muncul dengan daftar kebutuhan-kebutuhan dasar yang, jika kita tidak teliti, akan dengan mudah menjadi jerat bagi kita: uang, makanan, pakaian dan perumahan. Selebihnya dari ini, ada juga “berhala-berhala” lain yang Setan gunakan untuk membuat kita menyimpang. Penyimpangan-penyimpangan ini datang dalam bentuk kepelesiran dan hiburan. Bagi sebagian kita, itu adalah program televisi yang kita telah membentuk ikatan emosi dan intelektual. Bagi yang lain itu adalah suatu kesukaan terus menerus untuk terkoneksi dengan jaringan pergaulan sosial.

Setiap saat yang dihidupkan adalah kesempatan untuk melayani Allah dan menjadi semakin dekat kepadaNya

Ini tidak mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan ini dengan sendirinya salah. Tetapi sebagai orang-orang Kristen dan peserta aktif dalam pertentangan agung, kita harus senantiasa berjaga-jaga terhadap upaya Setan untuk memisahkan kita dari Bapa. Seperti halnya di dalam segala segi kehidupan kita, kita harus dengan jujur memikirkan apakah pilihan-pilihan kita dalam rekreasi membawa kita lebih dekat kepada Allah atau apakah mereka mengalihkan kita dari tujuan utama itu.
John Wesley percaya bahwa tidak ada kawasan tengah antara melayani Allah dan melayani Setan. Ia yakin bahwa setiap bagian dari hidupnya “harus sepenuhnya menjadi pengorbanan kepada Allah, atau diriku sendiri, yaitu, sesungguhnya, kepada iblis.” Bagi orang Kristen tidak adalah pembedaan antara hal religius dan sekuler. Untuk setiap saat yang dihidupkan—apakah tergolong ibadah, pekerjaan, atau permainan—adalah suatu kesempatan untuk melayani Allah dan menjadi semakin dekat kepadaNya.

REAKSI
1.      Apakah di dalam hidupmu yang sedang mengalihkan engkau dari memiliki hubungan yang lebih erat dengan Allah?
2.      Bagaimanakah pemahamanmu tentang pertentangan agung mempengaruhi kegiatan-kegiatan rekreasimu?
____________
* John Wesley, “A Plain Account of Christian Perfection” (1777) in The Works of John Wesley, ed. Thomas Jackson, vol. 11, (1872) pp. 366–446.

Ryan Watson, Lincoln, Nebraska, U.S.A.


Jum’at
5 OKTOBER
Eksplorasi
Diposisi Siapa Anda Berdiri?
Yos. 24:15

SIMPULAN
Selagi membaca saduran buku saya menemukan amaran: Jika anda tidak tahu bagaimana akhir buku ini, berhentilah di sini. Sang pembaca menyadari bahwa ia akan rusakkan buku itu bagi orang lain yang menginginkan kebahagiaan menyaksikan kisah itu terungkap, halaman demi halaman. Tetapi jika tiba kepada Pertentangan Agung dan sesungguhnya berpartisipasi di dalamnya, adalah sangat melegakan untuk mengetahui sebelum waktunya tentang bagaimana segala sesuatu akan terjadi. Allah telah menunjukkan kepada kita melalui FirmanNya bahwa Ia sudah memenangkan perang. Sekarang Ia sedang menunggu untuk kita mewujudkan bahwa Ia akan memenangkan hati kita.

PERTIMBANGKAN
·         Ciptakan sebuah poster yang menjelaskan pentingnya mencintai orang lain. Pikirkan menggunakan ungkapan berikut: “Kami hanya mencintai Yesus setara dengan orang yang paling kurang kita cintai.”
·         Tulislah suatu penjelasan singkat tentang Rencana Keselamatan yang anda dapat presentasikan kepada rekan sebaya dan suatu penjelasan lainnya yang akan lebih cocok untuk anak berumur 8 tahun.
·         Pilihlah 3 atau 4 ayat Alkitab tentang topik seperti “Rencana Keselamatan” atau “Kedatangan Yesus yang Segera”. Salinlah ayat-ayat ini pada kartu-kartu dan periksalah sepanjang pekan mendatang sampai anda sudah dapat menghafalkannya di dalam ingatan. Kemudian carilah kesempatan-kesempatan untuk membagikan ayat-ayat ini dengan orang lain.
·         Dengarkanlah lagu “Buatlah Hidupku menjadi Korban Hidup” atau “Make My Life a Living Sacrifice” di www.youtube.com/watch?v =jGNC-ihd4cI, dan kemudian mintakan kepada Allah hal-hal apakah yang anda harus letakkan di medzah pengorbanan agar menjadi berdedikasi penuh kepadaNya.
·         Bagikanlah terbitan-terbitan, seperti traktat Glow kepada orang-orang di taman, mal atau praktek dokter.
·         Buatlah rekaman kejadian (journaling) selama satu pekan, meminta Allah setiap hari untuk menunjukkan kepada anda ilah-ilah yang menghalangi anda untuk membuat komitmen total kepadaNya.
·         Gunakan waktu di alam untuk mencari bukti-bukti tentang bagaimana dosa telah mempengaruhi lingkungan kita.    

HUBUNGKAN
The Great Controversy, Ellen G. White, chaps. 37, 42.
How To Think About the End Time, Marvin Moore, (Pacific Press© Publishing Assoc.).
Here I Come, Ready Or Not, Morris L. Venden (Pacific Press© Publishing Assoc.).

Renee Coffee, Gobles, Michigan, U.S.A.

No comments:

Post a Comment