Sunday, 1 July 2012

SSCQ Indonesia, Pelajaran 13 Triwulan III 2012


Satu dan Dua Tesalonika
Pelajaran Ke-Tigabelas Kwartal 3,
Menjaga Gereja Tetap Setia
22—29 September 2012
Diterjemahkan Oleh: Victor Hutabarat
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang


“Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2 Tes. 2:15).

Sabbath
22 SEPTEMBER
Lukas 12:42-48
Pendahuluan
Refleksi Masa Kecil

Ketika aku berusia tujuh tahun, ibuku sering memintaku merawat adikku yang berumur 3 tahun pada saat ibu pergi untuk mendapatkan air dari sumur terdekat. Dia memberikan instruksi yang jelas kepadaku mengenai apa yang harus dilakukan pada saat dia pergi. Namun, segera setelah dia pergi, aku mulai melakukan persis apa yang aku senangi. Pertama, aku akan membawa adikku ke tempat tidurnya dan menyuruhnya tidur. Lalu aku akan pergi bermain dengan teman-temanku. Ketika Ibu kembali, ia akan menemukan adikku sedang sendirian dan menangis. Ketika aku mendengar ibu memanggilku dengan marahnya, aku pulang ke rumah secepat mungkin, mencoba memikirkan apa yang akan kukatakan padanya apabila aku tiba di sana.

Janganlah kita pernah terbagi. Janganlah kita pernah kehilangan jalan kita

Namun, intinya adalah ini: aku tidak setia. Ibuku mempercayakanku untuk menjaga adikku, tetapi aku tidak melakukannya. Kesetiaan manusia selalu diuji. Kadang-kadang mereka gagal. Kadang-kadang mereka lulus. Kesetiaan melintasi spektrum kehidupan manusia, hubungan, keuangan, sekolah, perguruan tinggi, dan bahkan gereja. Sebagai orang Kristen Advent, kita memiliki pekabaran yang unik untuk dibawakan kepada dunia. Kita diberkahi dengan tugas untuk menjadi pelayan yang setia dari pekabaran ini sebagaimana kita dengan sabarnya menunggu kedatangan Kristus. Kita melakukan ini untuk mengabadikan misi yang Kristus Sendiri telah tetapkan.
Pelajaran minggu ini membahas bagaimana gereja dapat tetap setia. Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi sebagai sebuah gereja, itu adalah kesempatan yang luar biasa bagi kita sebagai orang Advent untuk mencurahkan lebih banyak cahaya ke dalam jalan yang gelap dari dunia kita ini. Solidaritas dari orang Advent di seluruh dunia merupakan ciri dari gereja kita. Janganlah kita pernah terbagi. Janganlah kita pernah kehilangan jalan kita. Sebagaimana kita mempelajari kata yang terakhir dari Paulus kepada orang Kristen di Tesalonika, mari kita diinspirasikan untuk tetap setia sampai Kristus kembali tidak peduli tantangan apa yang kita hadapi.

Jacqueline Achieng, Homa-bay, Kenya

Minggu
23 SEPTEMBER
Logos
Menjaga  Gereja Tetap Setia
Mat. 7:24−27; 18:15–17; Lukas 10:25−37; Kisah 17:11; 2 Tes. 2:13−3:18


Memberitakan Pekabaran Kebenaran Masa Kini (Matius 7:24-27)
Banyak orang percaya bahwa perubahan biasanya membawa kabar yang baik. Umumnya sebagai orang Kristen dan secara khusus sebagai orang Advent, kita perlu melihat perubahan-perubahan itu dari perspektif yang berbeda. Bagaimana perubahan itu mempengaruhi iman kita dan sifat keseluruhan dari kekristenan? Perumpamaan tentang tukang bangunan yang bijaksana dan bodoh menggambarkan dua skenario yang kontras. Sebagai seorang Kristen abad kedua puluh satu yang sedang bergulat dengan perubahan yang beragam dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, dan agama, ujiannya adalah apakah Anda secara efektif menerapkan Firman Tuhan untuk kehidupan Anda.

kita harus mendorong satu sama lain dan membangun diri dalam setiap perbuatan dan kata-kata yang baik

Apa yang firman Allah lakukan dalam diri Anda dan untuk Anda? Bagaimana orang lain melihat Kristus dalam tindakan Anda dan mendengar-Nya dalam kata-kata Anda? Apakah tindakan Anda sesuai dengan iman Anda? Jika tidak, kita sedang bergerak dengan pasang surutnya dunia, dan kita akan tersapu oleh arus perubahan sosial. Biarlah Tukang Bangunan yang bijaksana itu menjadi contoh kita, jangan sampai kita tenggelam dalam badai yang mengalahkan kita terus menerus.

Mangasihi Aturan-aturan (Matius 18:15-17, Lukas 10:25-37)
Ketika kita mengasihi Allah (empat yang pertama dari Sepuluh Perintah Allah) kita akan belajar untuk mengasihi orang lain (enam yang terakhir dari Sepuluh Perintah Allah). Di dalam gereja, perbedaan pendapat cenderung berlimpah. Namun, ketika kasih ada di antara kita, tindakan dan kata-kata kita akan menunjukkannya. Jika kita merendahkan pentingnya cinta, kita akan kehilangan identitas kita sebagai orang Kristen dan memberikan reputasi yang buruk bagi denominasi kita.
Kasih kita atau kurangnya akan kasih itu yang dilihat dan didengar dalam cara kita menyelesaikan perselisihan baik di dalam dan di luar gereja. Aspek lain dari kasih Kristen termasuk bagaimana kita memperlakukan orang secara umum. Perkataan dan perbuatan Kristus menekankan bahwa kita harus memperlakukan semua orang dengan kasih. Oleh karena itu, kita hanya bisa tetap setia sebagai gereja jika kita memiliki kasih bagi Allah dan sesama manusia. Mengasihi dengan cara seperti Kristus melakukannya berarti bahwa kita tidak memperhitungkan mereka yang telah menyakiti kita, karena hal-hal tersebut sudah diselesaikan oleh Kristus di kayu salib. Hal ini memungkinkan kita untuk bergerak maju sebagai sebuah keluarga yang bersatu dalam Kristus tidak perduli di mana pun kita berada di dunia. Hal ini juga memungkinkan kita untuk memiliki hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat kita.

Menguji Kebenaran (Kisah 17:11)
Pilar-pilar tertentu dari kebenaran mendefinisikan Gereja Advent. Kita percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah, bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat kita, bahwa hari yang ketujuh Sabat adalah suatu pengingat akan kasih-Nya yang terus menerus, dan bahwa Yesus suatu hari nanti akan kembali untuk membawa pulang pengikut-Nya.
Adalah penting untuk mempelajari pilar-pilar ini, karena kebenaran yang palsu berkembang biak hampir setiap hari. Bahkan di dalam gereja kita sendiri guru-guru palsu menimbulkan perbedaan pendapat dan menyebabkan orang mempertanyakan doktrin-doktrin dasar dari Alkitab. Untuk alas an-alasan ini kita perlu mengetahui apa yang kita yakini. Kita perlu menguji keyakinan yang lain dengan Firman Tuhan. "Akan hukum dan kesaksian! Jika mereka tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, mereka tidak memiliki cahaya fajar "(Yesaya 8:20, NIV).
Tidak seperti orang-orang Yahudi di Tesalonika, orang Yahudi di Berea, yang dalam "kesiapan mereka untuk melihat apa yang diusulkan sebagai kebenaran," diuji dengan apa yang mereka dengar dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Alkitab adalah menjadi alat penguji untuk semua doktrin. "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16).
Tantangan yang kita hadapi saat sebagaimana kita menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali adalah banyak dan beragam. Namun, dalam hati kita, kita tahu Allah telah memanggil kita untuk tugas yang mulia memberitahukan dunia yang gelap ini akan kebenaran di dalam Yesus. Pekerjaan menjaga gereja untuk tetap setia sampai Kristus kembali tergantung pada kesediaan kita untuk berjalan di atas jejak Kristus, yang adalah teladan kita.
Untuk mencapai tingkat kesetiaan ini, kita harus mendorong satu sama lain dan membangun diri dalam setiap perbuatan dan kata-kata yang baik. Kristus dapat kembali setiap saat. Tapi apakah itu harus membuat kita meninggalkan setiap hal baik yang kita lakukan sekarang dan hanya menunggu? Tidak. Perbuatan baik kita yang terus menerus adalah bagian dari apa artinya menjadi setia kepada kebenaran. Selain itu, kita perlu berdoa tanpa henti, teguh dalam keyakinan kita, dan hidup menurut hukum kasih Allah yang kudus.

REAKSI
1. Bagaimana dengan berbuat baik dapat membawa orang lain kepada kebenaran?
2. Dalam hal apakah gereja kita berbeda? Mengapa penting supaya hal-hal ini dimengerti dengan benar?
3. Bagaimanakah gereja telah menjaga kesetiaannya sepanjang zaman?
____________
* The SDA Bible Commentary, vol. 6, 1st ed., p. 344.

Alice Adhiambo, Nairobi, Kenya

Senin
24 SEPTEMBER

Mat. 24:36–39
Kesaksian
Kapankan Yesus Akan Kembali?


"Gereja dibangun di atas Kristus sebagai pondasinya; gereja harus taat kepada Kristus sebagai kepalanya. Hal ini tidak bergantung pada manusia, atau dikendalikan oleh manusia. Banyak yang mengaku bahwa sebuah posisi yang dipercayakan dalam gereja memberi mereka wewenang untuk mendikte apa yang orang lain harus percayai dan apa yang mereka harus lakukan. Allah tidak memberikan sanksi kepada pengakuan ini. Juruselamat menyatakan, "Kamu semua bersaudara.' Semua terpapar terhadap godaan, dan bertanggung jawab terhadap kesalahan. Tidak ada makhluk yang terbatas di mana kita dapat bergantung untuk bimbingannya. Batu karang iman itu adalah kehadiran Kristus yang hidup di dalam gereja. Di atas ini, seorang yang paling lemah boleh bergantung, dan mereka yang merasa diri paling kuat akan terbukti menjadi yang paling lemah, kecuali mereka menjadikan Kristus sebagai sumber kekuatan mereka "1

Batu karang iman itu adalah kehadiran Kristus yang hidup di dalam gereja.

"Guru-guru kebohongan akan muncul untuk menarik anda menjauh jalan yang sempit dan pintu gerbang sesak. Berhati-hatilah dengan mereka, meskipun diselubungi bulu domba, di dalam hati, mereka adalah serigala yang sedang mengaum. Yesus memberikan tes di mana guru-guru palsu dapat dibedakan dari guru yang benar. 'Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka," kata Dia. "Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?'
"Kita tidak diperintahkan untuk membuktikan mereka melalui kothbah-kothbah mereka yang bagus dan profesi mereka yang tinggi. Mereka harus dihakimi dengan Firman Allah. "Akan hukum dan kesaksian, apabila mereka tidak berkata/kata sesuai dengan itu, itu adalah karena tidak ada terang di dalam mereka.'' Berhentilah, anakku, untuk mendengarkan didikan yang menyimpang dari kata-kata yang memberi pengetahuan' Yesaya. 8:20; Amsal 19:27. Pesan apakah yang dibawa oleh guru-guru ini? Apakah itu membawa Anda kepada hormat dan takut akan Allah? Apakah itu menuntun Anda untuk mewujudkan cinta Anda bagi-Nya dengan setia kepada perintah-Nya?2
Banyak orang telah meninggalkan gereja karena mereka berpikir bahwa kedatangan Kristus telah tertunda. Namun kita semakin dekat kepada peristiwa besar itu. Itulah sebabnya mengapa tetap penting bagi kita untuk terus mengatakan kepada orang lain tentang kedatangan-Nya.

REAKSI
1. Dalam komunitas Anda, apa yang dapat membuat Anda berubah pikiran dari kebenaran? Bagaimana Anda melawan perubahan ini sebagai individu dan sebagai satu gereja agar setia sampai akhir?
____________
1. Desire of Ages, p. 414.
2. Thoughts From the Mount of Blessing, p. 145.

Esther Aoko, Kisumu, Kenya

Selasa
25  SEPTEMBER

Bukti
Tetap Setia
Daniel 1:1‒18; 6:1‒23

Daniel adalah contoh yang terbaik dari kesetiaan. Hidup sebagai tawanan di negeri asing, ia menghadapi banyak tantangan untuk imannya. Namun melalui kasih karunia Allah, ia mampu untuk tetap teguh. Karena kesetiaannya, raja mengakui kekuatan Daniel dan menempatkan dia dalam posisi penguasa.
Namun, menerima kekuatan ini bukan berarti tanpa risiko. Dia bertemu oposisi yang berat dan tantangan yang dapat menyebabkan dia untuk mengkompromikan imannya, membengkokkan prinsip-prinsipnya. Namun, ia tetap teguh menghadapi setiap badai. Selama lebih dari enam dekade dia tetap bekerja di Babel, dengan menggunakan talenta yang diberikan Tuhan selama ia bekerja untuk serangkaian raja-raja kafir. Ya, ada tantangan. Namun ia tetap sopan, rajin, dan di atas semua, setia kepada Allah.

Oh, andai saja masing-masing kita bisa memiliki iman dan keberanian seperti itu

Meskipun ancaman kematian, Daniel tidak mau tunduk pada patung yang dibuat oleh raja. "Ada perintah atau tidak ada perintah, hamba Allah ini merasa bahwa dia harus tetap menjalankan kebiasaan rutinnya berdoa. Allah baginya adalah sumber dari segala kebijaksanaan dan keberhasilan dalam hidup. Pekerjaan Surga lebih berharga baginya daripada kehidupan itu sendiri. Perilakunya adalah hasil alami dari kepercayaannya kepada Allah "*.
Pada saat Daniel dilemparkan ke kandang singa, dia tidak pernah mengkompromikan imannya. Dia tidak akan tunduk bahkan ketika diancam akan dibunuh. Oh, andai saja masing-masing kita bisa memiliki iman dan keberanian seperti itu. Dengan tantangan yang kita hadapi saat ini sebagai gereja, kita juga membutuhkan imannya Daniel dan tekad untuk tidak menajiskan diri dengan jalan-jalan yang penuh dosa dari dunia saat ini. Iman seperti itu dimungkinkan hanya melalui kekuatan yang luar biasa dari doa dan hadirnya Roh Kudus Allah.
____________
*The SDA Bible Commentary, vol. 4, p. 812.

REAKSI
1. Apa saja tantangan utama dan oposisi yang sedang dihadapi oleh gereja kita saat ini?
2. Bagaimana supaya kita tetap setia sebagai individu dan gereja?
3. Peran apa yang bisa diharapkan dari kedatangan Kristus yang kedua dalam memperkuat iman kita?
4. Sambil berpikir mempertimbangkan kebiasaan doa Anda. Apa yang ayat-ayat dari Alkitab berikut ini ajarkan tentang doa? Mz. 62:8; Filipi 4:6; Ibrani 4:15, 16; Yakobus 1:5, 6; 1 Pet. 4:7.

Bob Collins, Nairobi, Kenya

Rabu
26 SEPTEMBER

Yohanes 14:1
Bagaimana
Menjaga Kesetiaan

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Nama gereja kita sangat mengacu pada Kedatangan Yesus yang Kedua kali. Sejak awal gereja kita, Kedatangan Yesus yang Kedua kali telah menjadi salah satu terang yang menuntun gereja kita, yang membedakannya dari agama lainnya. Terlepas dari perubahan yang kita temukan dalam masyarakat, kita tidak boleh hilang pandangan terhadap terang ini. Di bawah ini adalah hal-hal, yang melalui pertolongan Tuhan, yang bisa kita lakukan untuk tetap setia dan terfokus pada kedatangan Kristus.

Terlepas dari dilemma yang kita hadapi, mari kita ingat selalu bahwa Allah ada di pihak kita

Waspada. Kita terus menghadapi perubahan dari satu jenis ke jenis lainnya yang dapat mengguncang dasar rohani kita. Ini adalah panggilan untuk waspada, sehingga saat kita terus hidup dalam dunia yang penuh dosa, kita akan mempertahankan identitas kita sebagai gereja Allah yang sisa. Pandangan yang membedakan antara perubahan yang baik dan buruk adalah sebuah keharusan.
Menyadari kehadiran Tuhan. Terlepas dari dilemma yang kita hadapi, mari kita ingat selalu bahwa Allah ada di pihak kita. Doa, belajar Alkitab, merenungkan Firman Allah, dan melayani orang lain membantu kita untuk tetap terhubung dengan-Nya.
Jangan pernah menyerah. Janganlah kita bosan menunggu Kristus untuk kembali. Janganlah kita menjadi seperti anak gadis yang kehabisan minyak sambil menunggu pengantin laki-laki (Matius 25:1-13). Marilah kita berdoa bagi Roh Kudus untuk memberikan kita minyak rohani untuk menopang kita sampai Mempelai Pria Surgawi kita datang.
Mengandalkan Firman Allah. "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku / Dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Sebagaimana kita melawan semua perubahan yang terjadi di dunia sebelum Kristus kembali, biarlah keputusan kita dibimbing oleh cahaya konstan dari Kitab Suci.

REAKSI
1. Bagaimana gereja lokal Anda menghadapi perubahan negatif dalam komunitas Anda? Menurut Anda, bagaimana gereja sedunia harus menghadapi perubahan dianggapnya negatif?
2. Sambil mengingat situasi saat ini, apakah Anda pikir adalah mungkin bagi gereja kita untuk mempertahankan imannya? Jelaskan jawaban Anda.

George Otieno, Mbita Point, Kenya

Kamis
27 SEPTEMBER
Pendapat
Akankah Kita Membangun di Atas Batu Karang
Mat. 7:24‒27

Saat saya menulis artikel ini, saya mendengarkan lagu “My Life is in Your Hands” oleh Kirk Franklin.* Saya melakukan ini untuk merefleksikan gempa dan tsunami yang menewaskan lebih dari 20.000 orang. Bagi saya pribadi, saya telah kehilangan lebih dari tiga keluarga dekat dalam sembilan bulan terakhir. Baru-baru ini saya mendengar rekan kantor saya membahas nubuat yang mereka baca di Internet. Salah satu nubuat yang mereka sebutkan berhubungan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali.

Sekarang, lebih dari sebelumnya, gereja membutuhkan pria dan wanita yang setia

Berdasarkan semua yang terjadi di sekitar kita, kita harus bertanya kepada diri sendiri apakah kita bisa tetap setia. Apakah iman kita cukup kuat untuk menahan semua peristiwa yang sedang bergolak di dunia dan bahkan pada waktu-waktu kehidupan pribadi kita? Bagaimana kaum muda yang sedang berjuang melawan pengangguran tetap setia? Bagaimana mereka bisa mempercayai Tuhan untuk menjaga mereka?
Sekarang, lebih dari sebelumnya, gereja membutuhkan pria dan wanita yang setia dan yang akan tetap setia kepada Allah, yang tidak akan terintimidasi atau terjual dengan harga berapapun. Aku bertanya-tanya apa sebenarnya yang harus saya lakukan untuk terhitung dalam kategori pria dan wanita yang akan berdiri teguh dalam iman mereka sampai Kristus datang.
Satu hal yang Paulus ingatkan kepada jemaat Tesalonika adalah tentang kemalasan. Kemalasan yang berhubungan dengan pekerjaan fisik dan mental dapat menjadi musuh dari kesetiaan. Kita perlu mengadopsi semangat dari pembangun yang bijaksana. Kita perlu memilih Kristus sebagai Juruselamat kita dan tetap setia kepada-Nya sampai akhir. Dengan menghindari pikiran yang menganggur dan tangan kosong dan dengan merangkul kebiasaan doa yang gigih dan aktivitas yang positif, kita dapat mencapai tujuan kita dari kesetiaan.
Saya setuju dengan nasihat Paulus kepada jemaat Tesalonika tentang tidak malas. Setan dapat dengan cepat mengisi pikiran yang menganggur dengan segala macam rencana dan ide jahat. Dia tahu bahwa waktunya semakin pendek dan lebih pendek seiring kedatangan Kristus yang semakin dekat dan lebih dekat. Musuh kita selalu mencoba untuk menyesatkan kita. Namun, ketika kita mengisi pikiran kita dengan janji-janji dan kebenaran Allah, ketika kita menggunakan sebagian besar karunia rohani kita, maka kita akan memiliki alasan untuk tersenyum ketika Juruselamat kita tampak untuk membawa kita pulang.

REAKSI
1. Langkah apa yang harus Anda ambil secara pribadi untuk memastikan bahwa imanmu tetap teguh dalam Kristus?
2. Bagaimana seharusnya gereja memainkan perannya sebagai pembawa obor kebenaran masa kini di komunitas Anda dan seterusnya? Bagaimana Anda secara pribadi memainkan peran itu?
____________
*Untuk membaca liriknya, kunjungi: http://www.azlyrics.com/lyrics/kirkfranklin/mylifeisinyourhands .html.

Ann Adoyo, Kisumu, Kenya

Jum’at
28 SEPTEMBER
Eksplorasi
Berdiri Teguh
1 Tes. 3:13

SIMPULAN
Allah adalah setia. Manusia? Tidak selalu. Kita menjadi terganggu atau menjadi kecil hati. Di beberapa waktu kita tidak mau menjadi setia, atau kita pikir kita bisa beristirahat dari kesetiaan dan mengambilnya lagi nanti. Kadang-kadang kita mungkin akan dihadapkan dengan situasi ambigu yang tampaknya membuat kita untuk merasionalisasi perilaku kita yang kita ketahui salah di dalam hati kita. Tapi sebagai orang Kristen lintasan kehidupan kita harus menyaksikan bahwa kita menjadi lebih setia kepada Allah dan kehendak-Nya bagi kita. Kuasa untuk menjadi setia tersedia bagi kita dalam doa dan belajar, dorongan batin dari Roh Kudus, dan persekutuan umat percaya. Janganlah kita pernah lupa untuk menyediakan diri untuk hal-hal ini.

PERTIMBANGKAN
·      Menggambar atau melukis adegan yang dibawa ke pikiran dalam Mazmur 119:105. Ketika Anda melakukannya, pikirkan bagaimana Firman-Nya telah membimbing Anda di masa lalu dan akan melakukannya di masa depan.
·      Berpikir tentang jenis situasi di mana kesetiaan kepada Allah dan apa yang Anda ketahui benar adalah sebuah tantangan. Rencanakan bagaimana Anda bisa membentengi diri sendiri untuk menghadapi situasi ini dan muncul sebagai pemenang, atau bagaimana Anda bisa menghindari mereka sama sekali.
·      Mencari janji-janji Alkitab bagi mereka yang tetap setia. Parafrasekan mereka dalam kata-katamu sendiri baik dalam notebook atau file komputer.
·      Mendengarkan atau menyanyikan lagu yang disebutkan oleh penulis pelajaran hari Kamis, My Life Is in Your Hands. Diskusikan pesan lagu ini dengan orang lain.
·      Berpikir langkah nyata yang dapat Anda ambil untuk menempatkan iman Anda dalam praktek. Misalnya, pelayanan dalam bidang apa di gereja atau sekolah yang dapat menggunakan bakat Anda? Bagaimana komunitas Anda dapat menggunakan bakat Anda?
·      Memulai kebiasaan baik, seperti berolahraga setiap hari. Membangun disiplin dan meminta pertolongan Tuhan untuk tetap setia pada kebiasaan itu. Jika memungkinkan meminta teman-teman untuk mendorong Anda.

HUBUNGKAN
2 Tes. 2:13‒17.
The Seventh-day Adventist Bible Commentary, vol.7, pp. 275, 276, mulai dengan ayat 13.
Patriarchs and Prophets, pp. 213‒223.


Alan Hecht, Takoma Park, Maryland, U.S.A.

No comments:

Post a Comment