Sunday, 1 July 2012

SSCQ Indonesia, Pelajaran 2 Triwulan III 2012


Satu dan Dua Tesalonika
Pelajaran Pertama Kwartal 3,
Melestarikan Hubungan
6—14 Juli 2012
Diterjemahkan Oleh: Nico Halomoan
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang


Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?  Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami (1 Tes 2:19-20).




Sabbath
7 Juli
Amsal 27:17
Pendahuluan
Keindahan Sebuah Pemuridan

Memiliki teman yang baik itu sangatlah penting. Seseorang yang mau berada di sisi Anda tidak peduli apa yang sedang Anda alami seseorang yang dapat mendukung Anda ketika Anda sedang lemah, yang menikmati suatu pertemanan dengan Anda, tapi lebih penting lagi, seseorang yang selalu ada untuk mengingatkan Anda tentang kebaikan Kristus.

meskipun seri ini telah berakhir, saya masih memegang sekantong penuh sukacita dalam diriku.

Ketika saya berada di tahun terakhir di SMA, saya diminta untuk melakukan suatu pertemuan penginjilan, saya sangat senang. Saya akan menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan berharap dapat memimpin mereka kepada Kristus. Pertemuan ini diadakan di sebuah gereja dekat rumah bibiku. Orang-orang yang saya kenal datang untuk mendukung saya, tetapi yang paling penting, mereka datang untuk mendengar Firman Allah. Sungguh menakjubkan melihat suatu jenis hubungan yang dibangun selama kegiatan pertemuan ini. Kami akan bernyanyi dan bermain permainan dari Alkitab bersama. Jika khotbah yang disampaikan menyentuh secara pribadi, kita bahkan akan menangis dengan satu sama lain. Kami membangun persahabatan yang luar biasa selama pertemuan-persahabatan yang dibangun di atas cinta, kepercayaan, dan kebesaran hati tersebut.
Meskipun persahabatan kita semakin kuat, kita semua tahu bahwa pertemuan akan segera berakhir. Kami tidak akan dapat lagi melihat satu sama lain setiap malam atau menghabiskan banyak waktu dalam persekutuan satu sama lain. Namun, meskipun seri ini berakhir, saya masih memegang sekantong penuh sukacita dalam diriku, karena aku tahu bahwa banyak peserta telah tertarik untuk lebih dekat kepada Kristus, bukan hanya karena seri pertemuan tersebut, tetapi karena hubungan kami yang kuat satu sama lainnya. Banyak dari mereka bahkan mengatakan kepada saya tentang perubahan yang Allah telah dilakukan dalam hidup mereka. Jadi, saya tahu dalam hati, bahwa banyak dari mereka telah menemukan Kristus dan telah menemukan suatu kenyataan bahwa hidup tanpa Dia adalah kosong.
            Persahabatan sangat penting dalam sebuah pemuridan. Kristus menunjukkan pentingnya pemuridan melalui persahabatan dalam pelayanan-Nya. Dia menunjukkan bahwa satu-satunya cara untuk memiliki murid abadi adalah dengan membangun persahabatan yang erat dengan orang Kristen lain dan tentunya persahabatan dengan Kristus.
Apakah Anda membangun sebuah persahabatan? Apakah Anda benar-benar mengangkat mereka yang Anda temani, atau Anda membiarkan peluang persahabatan begitu saja?
            Firman Tuhan mendorong kita untuk terlibat dalam persahabatan kita. " Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17, NIV). Jika kita ingin memuridkan orang lain, kita harus mempertajam satu sama lain melalui persahabatan dan cinta.

Heather Hyde Thompson, Guanaja, Republic of Honduras, Central America

Minggu
8 JULI
Bukti
Injil Menjadi Pribadi
1 Tes. 2:3−7, 17–3:10

Dalam perikop Alkitab minggu ini, Paulus mengungkapkan keprihatinannya atas kesetiaan orang percaya di Tesalonika. Dalam 1 Korintus 1:18-25, kita membaca bahwa Injil adalah "batu sandungan" untuk orang-orang Yahudi dan "kebodohan" untuk bangsa-bangsa lain, khususnya di sini untuk orang-orang Yunani. Narasi dalam Kisah Para Rasul menunjukkan kejadian yang sebenarnya terjadi. Tapi mengapa? Pertama ada hubungannya antara obsesi orang Yahudi mengenai "kemurnian". Kemurnian adalah semua hal tentang ketaatan yang benar akan suatu ritual yang membedakan antara  "bersih" dari "najis. Kemurnian tersebut menyebabkan mereka merasa terpisah dari orang lain dan merasa superior terhadap orang lain. Mereka mengembangkan aturan mengenai kemurnian untuk hampir semua aspek kehidupan, termasuk cara untuk mengambil paku.1 Yesus dan pengikut-Nya merusak peraturan tersebut. Semua orang sama di dalam Kristus.2 Dengan pemikiran ini, mudah untuk melihat bagaimana Injil akan menjadi batu sandungan.

Apakah orang Yahudi atau Yunani, mengharapkan orang Kristen mendapatkan penganiayaan dan cemoohan

            Bagaimana ajaran kebodohan sampai kepada orang-orang kafir?  Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus memahami Plato, seorang yang telah meletakkan dasar bagi pemikiran bangsa Yunani. Plato mengajarkan bahwa ada dua dunia: (1) dunia yang ideal, yang sempurna dan bebas dari persoalan, dan (2) dunia fisik yang menjebak kita. Kematian adalah pembebasan dari dunia ini ke dunia yang ideal. Pemikiran semacam itu membuat kebangkitan kedua menjadi kuno dan terasa menggelikan.3 Mengapa Anda ingin tetap terjebak dalam tubuh Anda?
            Lalu ada kaum Stoa dan Epicurean, dengan siapa Paulus meperdebatkan di Bukit Mars. Para Epicurean menolak ajaran Plato. Mereka percaya ada apa-apa setelah kematian-tanpa maksud menghakimi, tidak ada hukuman atas orang fasik, dan kebangkitan. Memang, sebagian besar ajaran Kristen bertentangan dengan Epicureanism.4  Kaum Stoa mengajarkan bahwa karena jiwa adalah bagian dari Allah entah bagaimana, bahwa  tidak ada identitas yang melewati kubur itu dan tidak ada kebangkitan tubuh manusia.5  Jadi apakah itu Yahudi atau Yunani, mengharapkan orang Kristen mendapat  penganiayaan dan cemoohan, sehingga menjelaskan bagaimana keprihatinan Paulus bagi kawanan domba di Tesalonika.

Reaksi
1.        Apakah Anda pernah merasa bahwa orang lain telah melihat rendah pada Anda karena Anda adalah seorang Kristen Advent? Bagaimana Anda menghadapi situasi tersebut?
___________
1. William A. Simmons, Peoples of the New Testament World (Peabody, Mass.: Hendrickson Publishers, 2008), p. 60.
2. Ibid., p. 62.
3. Vincent P. Branick, Understanding Paul and His Letters (Mahwah, N.J.: Paulist Press, 2009), p. 40.
4. Simmons, p. 297.
5. Ibid., p. 303.

Jonathan Gardner, Collegedale, Tennessee, U.S.A.

Senin
9 JULI

Kis 17:5–34; 1 Kor. 1:18–2:2; 1 Tes 2:3−7, 17–3:10
Logos
Menegakan Hubungan Yang Abadi

Lindsey bersemangat untuk memulai kuliah. Matanya berbinar saat ia berjalan melintasi kampus yang indah dengan semua mahasiswa baru, yang tampak seperti baru, seperti dirinya. Sulit untuk menjadi siswa baru di hari pertama - tidak satupun yang dikenal. Untungnya, universitas memiliki banyak kegiatan bagi mereka untuk membantu mereka mengenal satu sama lain.

Paulus ingin jemaat Tesalonika merasakan sukacita yang datang hanya melalui Yesus.

            Minggu pertama begitu menyenangkan. Dia bertemu dengan banyak orang dan dengan cepat berkenalan dengan mereka. Dia menyukai Brittney lebih dari  dari teman yang lain. Mereka hanya berteman dengan mereka yang memiliki kecocokan dan melakukan segala sesuatu bersama-sama selama beberapa minggu pertama. Mereka makan siang bersama teman-teman mereka. Mereka pergi ke mal bersama-sama, dan pada akhir pekan mereka akan pergi ke pusat kota dengan teman-teman lainnya untuk berjalan-jalan. Mereka bersenang-senang bersama pada beberapa minggu pertama
            Lindsey benar-benar berharap pada  sisa tahun ajaran dapat bersama dengan teman baru dan kehidupan baru tersebut. Namun, setelah beberapa waktu teman-temannya mulai sedikit mengurangi waktu untuk berteman dengannya. Bahkan Ashley mulai menghabiskan waktu lebih sedikit dengan Lindsey karena kesulitannya dalam perkuliahan dan dia memiliki pacar baru sehingga Ashley menghabiskan waktu bersama pacarnya. Suatu hari Lindsey sedang mengalami masa-masa sulit. Dan kemudian di lain hari ayahnya menelepon untuk memberi tahu bahwa neneknya telah meninggal..
            Tahun pertama di perguruan tinggi itu merupakan hal yang menarik baik untuk seorang mahasiswa baru atau seorang mahasiswa pindahan  yang datang untuk pertama kalinya. Ini adalah awal dari suatu hubungan baru ketika semua orang pertama kali mengalami kegembiraan dalam kehidupan kampus. Bagaimanapun, tak lama kemudian kelas akan menjadi lebih sulit dan beberapa akan mencari teman yang lebih cocok dengan lainnya. Lalu kemudian, seseorang harus mendapatkan nilai yang bagus, bekerja paruh waktu, atau, amit-amit, meratapi hilangnya anggota keluarga tercinta. Waktu berlalu dan hubungan yang pernah ada berubah menjadi sapaan pendek saat Anda berpapasan di lorong-lorong. Hubungan datang dan pergi, terutama ketika tidak ada tanah di mana mereka dapat berakar. Inilah yang terjadi dalam kehidupan Lindsey. Ketika ia membutuhkan kenyamanan teman, dia tidak memilikinya karena hubungan yang telah dibentuk pergi.
            Bagaimana kita membangun hubungan yang abadi? Pertama, Tesalonika mengungkapkan kepada kita kunci untuk hubungan yang benar dan bagaimana untuk menjaga hubungan tersebut. Paulus dan rekan-rekannya memberikan contoh yang bagus dalam cara mereka menjalin hubungan yang berkesinambungan dengan orang Tesalonika. Mereka menyajikan dasar bahwa untuk hubungan  yang berdasarkan iman tidak hanya akan bertahan beberapa minggu saja tetapi abadi.
           
Hubungan yang Utama (1 Tes. 2:3-5)
Sebagai seorang penginjil untuk Kristus, Paulus menginginkan semua orang untuk memiliki hubungan dengan Juruselamat karena ia tahu bagaimana rasanya berhubungan dengan-Nya. Di sini Paulus menegaskan bahwa ia sejalan dengan Tuhan. Dia mengatakan bahwa dia "disetujui oleh Allah," dan dia menunjukkan pentingnya memiliki hubungan dengan-Nya. Dia menegaskan bahwa dia tidak bisa berbohong. Dia tidak bisa melukis gambar palsu dari apa yang dia lihat, karena hidupnya sejalan dengan Tuhan.  Allah, yang adalah saksi, yang  mengendalikan hati nuraninya.
Dalam dunia di mana kebohongan menjadi hal yang umum dilakukan  untuk tujuan keuntungan diri, karakter Paulus adalah suatu yang kontras. Dia tidak hidup untuk dirinya sendiri melainkan untuk persetujuan Allah. Hubungannya dengan Allah memungkinkan dia untuk membangun hubungan yang berarti dengan orang di sekitarnya.

Motivasi Dibalik Hubungan yang Beriman (1 Tes. 2:19, 20)
Merupakan suatu hal yang kontras antara cara dunia memotivasi untuk membangun suatu hubungan dan model Paulus yang diberikan kepada orang Kristen. Hubungan ini didasarkan pada harapan-harapan bahwa suatu hari kita semua akan bertemu pada kedatangan Yesus Kristus yang kedua di mana ia akan menegaskan bahwa hubungan akan berlangsung untuk selamanya. Motivasi Paulus di balik hubungan yang ia didirikan adalah keselamatan dan kesejahteraan mereka. Paulus mencari keuntungan dari orang di sekitarnya, dan dia ingin orang Tesalonika merasakan sukacita yang datang hanya melalui Yesus. Paulus, sebagai pelayan Kristus, secara pribadi telah mengalami kasih Kristus. Pengalaman ini telah mendorong dia untuk membawa ke orang di sekitarnya

Menjaga Hubungan yang Beriman dengan Kuat (1 Tes. 2:3-7)
Kebanyakan orang mencari keuntungan pribadi, egois. Mereka membangun hubungan yang menguntungkan untuk keinginan mereka sendiri. Mereka adalah memanipulasi dan licik, mencari stabilitas ekonomi, kesenangan, dan popularitas.
Dalam hubungannya dengan Paulus, Tesalonika memastikan bahwa mereka tahu ia tidak menghubungkan dengan mereka untuk kepentingannya sendiri. Dia ada karena ia ingin mereka menjadi baik. Dia ada karena dia ingin kehendak Allah hidup bagi mereka. Dia ada karena dia ingin mereka dapat bersama dengan dia di sisi Yesus.

Reaksi
1. Apa motif yang  mendorong Anda untuk membangun suatu hubungan?
2. Bagaimana Anda bisa membangun suatu hubungan yang akan berlangsung untuk selamanya?
3. Bagaimana pengalaman Anda dengan Yesus dapat mendorong Anda untuk membangun suatu hubungan yang abadi?

Alejandro  Sarria, Collegedale, Tennessee, U.S.A.

Selasa
10 JULI

Bukti
“Nilai Seorang Sahabat Sejati”
Pengkhotbah  4:9−12

"Setiap orang akan melakukan suatu kesalahan; kesedihan dan keputusasaan menekan setiap jiwa, kemudian kehadiran seorang pribadi, seorang teman yang akan menghibur dan akan memberi kekuatan, yang akan memutarkan kembali anak panah dari musuh yang ditujukan untuk menghancurkan. Namun, terkadang teman-teman Kristen tidak sebanyak seperti yang seharusnya. Pada waktu adanya godaan, dalam krisis, apakah  nilai seorang teman sejati! Setan pada saat seperti itu akan mengirimkan serta para agennya untuk menjadikan diri tersandung, tetapi adanya teman-teman sejati akan memberikan nasihat, yang akan memberikan harapan seperti magnet, iman yang menenangkan yang mengangkat jiwa, - oh, bantuan seperti itu lebih berharga dari mutiara yang berharga "1.

Tidak ada yang lebih penting dari seorang sahabat sejati

            Minggu ini kita sedang membahas topik melestarikan hubungan. Untuk melestarikan sesuatu  berarti untuk memastikan itu berlangsung sampai akhir. Dalam konteks pelajaran kita ini berarti bahwa kita ingin membangun dan memelihara hubungan yang abadi. Sebaliknya, tentu saja, dapat juga membangun hubungan dangkal yang tidak dapat bertahan dalam ujian waktu, percobaan, atau hambatan. Sayangnya, budaya di mana banyak dari kita hidup telah membuka jalan bagi hubungan yang dangkal. halaman Facebook kita memiliki daftar teman yang telah beranjak lebih dari 2.000 orang, namun, berapa banyak dari kita dapat berkata tentang masing-masing mereka, "Mereka adalah sahabat sejati"?
            Tidak ada yang lebih penting daripada seorang sahabat sejati. "Sebuah pemahaman yang kuat yang sangat membantu dari tangan seorang sahabat sejati lebih berharga dari emas dan perak."2 Alkitab juga menegaskan kebenaran ini dengan mengatakan kepada kita bahwa "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, / Karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka . / Karena kalau mereka jatuh, yang seorang akan mengangkat temannya. / Tapi celakalah orang yang sendirian ketika ia jatuh, / yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!/ juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas / Tapi bagaimana seseorang saja dapat menjadi panas? / Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan / tali tiga lembar tidak mungkin diputuskan "(Pengkhotbah 4:9-12, NKJV).

 Reaksi
1. Apakah Anda memiliki teman yang mendorong Anda untuk tumbuh lebih dekat kepada Yesus? Jika tidak, langkah apa yang dapat Anda ambil untuk memastikan bahwa Anda melakukan itu?
 ___________
1. Sons and Daughters of God, p. 161.
2. Ibid.

Marcos David Torres, Collegedale, Tennessee, U.S.A.

Rabu
11 JULI

1Tes. 2:17−3:10
Bagaimana
Tinggal Bersama

Masuknya dosa ke dalam dunia kita telah menciptakan pemisah antara kita dan Allah dan antara kita dan sesama manusia.  Kita secara alami mencari perbedaan antara satu sama lain. Kita berkompetisi  satu sama lain, berharap untuk mendapatkan posisi yang lebih baik. Dosa telah memprogram kita dengan berpikir kita tidak saling membutuhkan untuk hidup sehat. Kita pada dasarnya egois,peduli hanya untuk diri kita sendiri (Mazmur 51:5)

Yesus menikmati pesta pernikahan yang baik seperti orang lain.

            Namun, memiliki hubungan yang sehat dengan sesama orang percaya sangat penting untuk kebugaran rohani kita   (Ibrani 13:1-3). Iblis secara pribadi terlibat dalam menghambat hubungan kita (1 Tes 2:18.) Karena semakin dekat kita satu sama lain semakin kita akan berbagi kesaksian kita dari kasih Allah (Wahyu 12:11). Inilah sebabnya mengapa Yesus berdoa untuk semua agar menjadi satu (Yohanes 17:20, 21). Bagaimana kita membangun dan menjaga ikatan suatu hubungan? Berikut adalah beberapa hal untuk dipertimbangkan
            Luangkan waktu yang berguna dengan orang lain.  Gunakan waktu luang yang  berkualitas dengan orang lain adalah cara yang bagus untuk menumbuhkan hubungan yang lebih baik. Dengan meluangkan waktu bersama kita dapat belajar tentangnya dan membantu untuk memenuhi kebutuhan emosional dan spiritual mereka yang berada dalam kesulitan.
Luangkan waktu untuk bersosialisasi. Yesus mengunjungi Zakheus di rumahnya (Lukas 19:5). Dia juga meminta untuk menghabiskan waktu yang berkualitas dengan Maria, Marta dan Lazarus (Lukas 10:38, 39; Yohanes 12:1-3). Dan Dia menikmati pesta pernikahan yang baik seperti orang lain (Yohanes 2:1, 2).
Bersikap baik dan ramah. Menjaga suatu hubungan dengan orang lain adalah penting baik dalam hal memberi dan menerima bantuan. Berkomunikasi. Panggilan, e-mail, teks, bercakap muka dengan muka. Bicaralah dengan lemah lembut  (Amsal 15:1). Jadilah sopan dan ramah (Amsal 18:24)
            Mendorong satu sama lain. Hanya dengan mengatakan kalimat "Semua akan baik-baik saja" dan menunjukkan bahwa Anda peduli dapat mengurangi beban yang mengerikan. Berbagi pemahaman kata-kata penghiburan baik dalam sukacita dan perjuangan (Efesus 5:19-21). Berdoa untuk satu sama lain dan dengan satu sama lain (Yakobus 5:16).

Reaksi
1. Mengapa Anda percaya untuk berkomunikasi dan berbagi masalah kita merupakan hal tersebut sangat penting? Apakah ada beberapa masalah yang kita harus berbagi hanya kepada Tuhan? Jelaskan jawaban Anda?
2. Bagaimana kesatuan membantu kita untuk membagikan Injil?

Richard Floyd McNeil, Collegedale, Tennessee, U.S.A.

Kamis
12 JULI
Pendapat
Menyemangati Orang Tertindas
1 Tes. 2:19, 20; 3:9, 10

Tidak akan sulit untuk menemukan sekelompok orang muda Kristen di suatu tempat di seluruh dunia bersorak menyemangati tim olahraga yang diprediksi kalah. Ada sesuatu di alam manusia yang menyebabkan kita menginginkan si kecil menang. Kita akan berteriak, bersorak, atau melakukan apa yang kita bisa untuk membantu tim kita menemukan kekuatan yang dibutuhkan untuk mengatasi. Namun, dalam pertempuran terbesar yang pernah diperjuangkan, tampaknya hanya sedikit sorakan untuk anggota   yang tampaknya menjadi minoritas.

Seperti Paulus, kita harus berdoa untuk sahabat kita “siang dan  malam”

            Dalam budaya postmodern sekarang ini, tampaknya seolah-olah seorang Kristen adalah seorang yang sangat tertindas. Masyarakat memiliki kendala bagi orang muda percaya untuk mengatasinya di setiap kesempatan. Dari musik ke televisi, buku-buku hingga papan iklan, tampak seolah-olah semua tanda mengarah pada hidup tanpa Allah. Bagaimana seorang muda Kristen dapat menang? Dengan persahabatan, contoh yang baik, dan doa! Kita telah ditugaskan untuk membantu satu sama lain sampai ke surga. Kita harus menghibur satu sama lain, mendorong satu sama lain untuk percaya pada Tuhan dan firman-Nya. Kita harus membantu satu sama lain percaya bahwa dosa dapat diatasi melalui kekuatan Roh Kudus, dan bahwa sebagai pengikut Kristus kita benar-benar memiliki keuntungan atas kekuasaan penguasa dunia ini.
            Seperti Paulus, kita harus berdoa untuk teman-teman kita "siang dan malam" bahwa Allah akan "menyempurnakan apa yang kurang dalam iman mereka" (1 Tes 3:10,. NKJV). Harapan dan sukacita kita harus ditetapkan dengan melihat orang-orang yang Tuhan taruh dalam hidup kita mencapai kemenangan dalam Yesus. Tidak ada yang lebih penting daripada kepedulian terhadap keselamatan orang lain. Kepedulian ini harus dibuktikan melalui doa, pikiran, dan perbuatan kita.
            Saya meminta Anda hari ini untuk mengingat mereka di dalam hidup Anda yang engkau kasihi dan  hargai. Bagaimana hidup Anda tanpa mereka? Bagaimana surga tanpa mereka? Apa yang Anda lakukan untuk memastikan bahwa mereka adalah bagian dari tubuh Kristus? Ketika berdoa, kita cenderung berpikir lebih banyak untuk keselamatan kita. Namun bukankah itu sedikit egois? Kita harus berdoa untuk mendorong orang lain untuk tetap setia. Sementara kita melakukannya, Tuhan akan menyelesaikan masalah kita. Kita harus menjadi penjaga saudara-saudara kita!

Reaksi
Dalam Keluaran 32:32 Musa meminta Tuhan untuk menghapuskan namanya daripada bangsa Israel. Mengapa? Apakah ini kasih persaudaraan yang Paulus bicarakan kepada ke Tesalonika? Jelaskan jawaban Anda

Robert Dabney Jr., Collegedale, Tennessee, U.S.A.

Jum’at
13 JULI
Eksplorasi
Untaian Tiga Helai Tali
Pkh. 4:9‒12

SIMPULAN
Kita semua mengakui pentingnya memiliki teman dekat, tapi kita tidak boleh lupa betapa pentingnya untuk menggabungkan Kristus ke dalam persahabatan. Ya, dua lebih baik daripada satu, tetapi ketika Anda menambahkannya dalam elemen terakhir - unsur-unsur dalam ketiga helai tali, yaitu Yesus - maka ikatan "tidak cepat rusak." Karena itu, penting untuk sengaja membentuk hubungan dengan mereka yang ingin mengenal Kristus seperti kita. Kita harus mencari mereka yang memiliki tujuan yang sama dan keinginan  yang Ia telah tempatkan di dalam kita

PERTIMBANGKAN
         Menulis sebuah doa, meminta Tuhan untuk menempatkan teman-teman di jalan yang akan membawa Anda lebih dekat kepada-Nya. Tempatkan doa dalam Alkitab dan  seringlah doakan.
         Menggambar atau melukis gambar yang menggambarkan ide tentang " tali dalam untaian tiga kali lipat tidak akan cepat rusak." Tampilkan Kristus Sebagai pusat dari untaian tali yang membuat orang lain bersama-sama.
         Menghubungi beberapa teman dan memulai studi Alkitab atau kelompok diskusi kecil. Ini akan membantu Anda tidak hanya mengenal Tuhan lebih baik, tetapi akan membawa Anda ke dalam persekutuan dengan orang lain yang mencari beberapa hal yang sama dengan yang Anda lakukan.
         tuliskan dalam jurnal tentang persahabatan yang telah menjadi alasan yang paling bermakna bagi Anda dan daftarkan mengapa Anda merasa penting memiliki hubungan dengan mereka.
         tulis sebuah surat atau E-mail ke teman Anda yang Anda belum dengar lagi  dalam waktu yang lama untuk mendapatkan kembali kontak dengan mereka. (Jika Anda tidak bisa memikirkan orang, berdoalah bagi Tuhan untuk menempatkan seseorang pada hati Anda Jika Anda berdoa ini, Dia pasti akan menjawab!.)
         Menganalisis hubungan terdekat Anda untuk menemukan peran Allah di dalamnya. Jika Anda tidak menemukan bahwa Dia adalah bagian penting dari hubungan ini, maka mungkin waktu untuk menyesuaikan beberapa prioritas Anda!
         Berdoa agar Tuhan menempatkan seseorang dalam hidup Anda yang mungkin membutuhkan seorang teman yang saleh. Berusahalah untuk terikat kepada-Nya supaya Anda mungkin bagikan dan saksikan kepada orang lain.

HUBUNGKAN
Amsal. 17:17; 18:24; 27:17.
Son and Daughters of God, pp. 27; Thoughts From the Mount of Blessing, pp. 192, 193.

Allison Sauceda, Centerville, Ohio, U.S.A.

No comments:

Post a Comment