|
|
Satu
dan Dua Tesalonika
Pelajaran Ketiga Kwartal 3,
Tesalonika
Dizaman Rasul Paulus
14--21Juli
2012
Diterjemahkan Oleh: Ezra Ibrahim
Editor: Daniel Saputra dan Yonata
Bastian
Sirkulasi:
Janette Sepang
|
“Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari
semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (1 Kor. 9:19,
IndTB)
Sabbath
14 Juli
|
Rom. 8:18
|
Pendahuluan
Sekali
Dalam Hidup
|
Bayangkan ketika Anda memeriksa e-mail
Anda anda melihat bahwa Anda telah menerima undangan untuk makan malam bersama
Presiden di Gedung Putih. Beberapa orang lain di lingkungan tempat tinggal anda
juga mendapatkan kesempatan yang hanya sekali dalam seumur hidup ini. Karena
Anda tinggal hanya satu jam perjalanan dari Washington, DC, kelompok ini akan dijemput
dengan limusin. Dengan penuh semangat Anda menerima undangan dan mulai bersiap-siap
untuk acara yang berkesan ini.
Akhirnya,
anda duduk satu meja dengan President
Pada hari makan malam tersebut anda memakai
pakaian yang terbaik dan berjalan ke tempat pertemuan yang ditunjuk. Saat Anda
berjalan-jalan menuju tujuan, Anda bertemu dengan beberapa anggota masyarakat
yang mengejek Anda karena hak istimewa ini. Meskipun demikian, Anda terus memusatkan
perhatian pada tujuan Anda. Ditengah jalan, limusinnya rusak dan menyebabkan
para penumpang panik. Terjadi perpecahan di antara mereka: beberapa ingin
berjalan ke stasiun bus terdekat, sementara yang lain menginginkan untuk
menunggu bantuan. Selain itu, kalian semua mulai merasa lapar. Anda berharap
masih ada waktu untuk makan malam dengan presiden.
Akhirnya, anda duduk satu meja dengan
President.
Frank A. Clark pernah mengatakan,
"Jika Anda dapat menemukan jalan tanpa hambatan, jalan itu mungkin tidak
mengarah ke mana pun." * Setidaknya sekali dalam seumur hidup, kita baru
sadar bahwa jalan menuju kemuliaan memiliki banyak rintangan yang dapat dengan
mudah melemahkan semangat seseorang. Namun, dengan pikiran yang terpusat dan
kekuatan dari Yesus Kristus, rintangan tersebut dapat diatasi. Orang-orang yang
baru bertobat di Tesalonika mengalami banyak kesengsaraan karena mereka
menunggu kedatangan Yesus Kristus. Terlepas dari pengalaman yang menyakitkan,
mereka tetap setia. Dikuatkan oleh Paulus dan dengan satu sama lain, mereka
mendesak maju.
Dalam pelajaran minggu ini, kita akan
belajar mengenai jemaat di Tesalonika di zaman Paulus: penganiayaan dan
tantangan yang dihadapi gereja dan bagaimana mereka tetap percaya seperti halnya
Paulus bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak berarti dibandingkan dengan
kemuliaan yang akan dinyatakan kepada mereka (Rom. 8 : 18). Mereka bertahan
untuk “memperoleh mahkota yang abadi” (1 Kor 9:25, IndTB).
____________
*Thinkexist.com, Frank A. Clark, http://thinkexist.com/quotation/if_you_can_find_a_path_with
_no_obstacles-it/205851.html (accessed July 20, 2011).
Kwabena Nimarko, Columbia, Maryland, U.S.A.
Minggu
15 Juli
|
Logos
“Tetap Hingga Nanti . . . .
|
1 Tes. 3:12, 13;
4:16−18
|
Dari dua surat Paulus kepada jemaat di
Tesalonika, kita menemukan tema yang berlaku bagi umat Kristen masa kini. Dalam
pelajaran hari ini, kita berharap dapat berkenaan dengan gereja Tesalonika dan
belajar dari surat Paulus kepada mereka tentang bagaimana kita dapat berpegang
teguh kepada ajaran Tuhan (2 Tesalonika 2:15.). Pertanyaan-pertanyaan yang
menjadi panduan pelajaran ini adalah: (1) Tantangan apa saja yang dihadapi oleh
jemaat di Tesalonika? dan (2) Nasehat apa saja yang diberikan kepada umat
Kristen di Tesalonika yang menjadi sinar bimbingan pengharapan mereka?
Pengudusan meliputi pikiran, jasmani, dan
kehidupan rohani.
Tesalonika di jaman Paulus (1 Tes. 1:4, 7, 10; 1 Pet. 2:9)
Gereja di Tesalonika adalah umat pilihan Tuhan
(1Thess.1: 4) dan dikuduskan(2 Tesalonika 2:13.) Allah sendiri. Hal ini sesuai
dengan bagian lain dari Alkitab. Yesus berkata, "Bukan kamu yang memilih
Aku, tetapi Akulah yang memilih dan menetapkan Anda" (Yohanes 15:16, IndTB).
Petrus menulis kepada gereja-gereja yang tersebar di Asia bahwa mereka dipilih
oleh Allah (1 Pet.1, 2). Kita tidak bisa dengan usaha kita sendiri mendapatkan
kebenaran, tetapi ketika kita percaya di dalam Anak-Nya, Allah siap untuk memelihara
dan melindungi kita.
Gereja di Tesalonika adalah teladan (1 Tes 1:6, 7.) dalam iman
mereka dalam Allah (1 Tes. 1:6, 7). Gereja-gereja lain di Makedonia, Akhaya,
dan yang lainnya dikuatkan oleh gereja di Tesalonika.
Seperti halnya gereja-gereja lain, jemaat Tesalonika berbalik dari
berhala-berhala untuk melayani Tuhan yang hidup dan yang benar dan menunggu
kedatangan Kristus (1 Tes 1:9, 10.). Para anggota penuh semangat misi dan penuh
dengan harapan yang penuh bahagia menantikan Yesus.
Tantangan-tantangan(Mat. 24:21; Kisah 17:1‒10; 1 Tes. 5:21; 2 Tes.
2:2‒5)
Saat mentari bersinar ke atas setiap orang
di musim tertentu, sama halnya tantangan dihadapi setiap orang. Meskipun gereja
Tesalonika dipilih oleh Allah, gereja itu juga menghadapi beberapa tantangan
berat:
Penganiayaan. Karena khotbah-khotbah Paulus dan Silas menekankan
Kristus yang disalibkan dan pengharapan dalam kebangkitan-Nya, beberapa orang
Yahudi memberontak dan menganiaya orang percaya. Seperti
yang dilaporkan dalam Kisah Para Rasul 17:1-10, situasi ini begitu parah sehingga
anggota gereja menyuruh Paulus dan Silas agar segera pergi dengan harapan
mereka akan terhindar. Penganiayaan selalu menjadi tantangan besar bagi umat
Allah sepanjang zaman. Yesus sendiri sangat menderita, dan Ia memperingatkan
bahwa “akan ada siksaan yang dahsyat” pada hari-hari zaman akhir (Matius 24:21,
NKJV).
Ajaran Sesat. Kemudian seperti masa kini, umat Kristen di Tesalonika juga rentan
terhadap teori dan ajaran sesat. Dalam 2 Tesalonika 2:2, Paulus menasihati
mereka untuk tidak “lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh
pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah
tiba.” (IndTB). Ia kemudian menekankan untuk tidak membiarkan orang menyesatkan
mereka dengan cara bagaimanapun juga (ayat 3-5). Sebaliknya, mereka harus “menguji
segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tes 5:21, IndTB). Bila tidak,
harapan mereka bertemu Tuhan Yesus saat Dia kembali bisa gagal. Ini adalah
pelajaran penting bagi kita pada sekarang ini saat kita melihat dunia dan lingkungan
alam sekeliling kita semakin penuh kekerasan dalam segala hal.
Kemalasan (1
Tes 4:11, 12;.. 2 Tes 3:11, 12). Mungkin beberapa umat
Kristen di gereja Tesalonika merasa bahwa jika Kristus segera kembali, tidak
ada gunanya bekerja keras. Kemudian juga nyatanya beberapa orang Yunani tidak
suka kerja keras. Apa pun alasannya, beberapa anggota gereja telah jadi malas. Sehingga
Paulus mendorong mereka untuk bekerja keras dan hidup tenang. Hal ini akan
membantu mereka untuk menjadi pengaruh positif dalam masyarakat.
Di hadapan tantangan(1 Kor. 15:58; Titus 2:11‒13)
Mengetahui bahwa gereja di Tesalonika
menghadapi tantangan, kita selanjutnya akan mendalami cara Paulus mendorong
mereka untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan mempertahankan harapan
mereka untuk bertemu Yesus.
Mengejar kesalehan (1 Tes
5:15.). Paulus mendesak gereja untuk mengejar apa
yang baik baik untuk diri mereka sendiri dan orang lain. Hal ini termasuk
mencari apa yang baik untuk dilakukan dan berdiri teguh dalam kebenaran.
Menguraikan tema tersebut, Paulus mengajarkan bahwa kesalehan terdiri dari tidak
membalas kejahatan dengan kejahatan, bersukacita senantiasa, selalu bersyukur
kepada Allah, dan tidak melakukan kejahatan. Ini semua adalah inti dari pengudusan.
Pengudusan meliputi pikiran, jasmani, dan kehidupan rohani (1 Tes 5:23.).
Inilah inti dari hukum Allah. Hal ini mengajarkan cara yang benar, dan dengan
bantuan Roh Kudus, kita dapat menghidupkannya.
Berpegang harapan penuh
bahagia (1 Tes. 4:14, 16-18). Ketika harapan
seseorang mati, kehidupan ini tidak lagi layak. Karena itu, Paulus mendorong
gereja untuk percaya bahwa Yesus pasti akan kembali. Kita bisa yakin bahwa Ia
pasti kembali disebabkan oleh kebangkitan-Nya.
Berdiri teguh (2 Tes.
2:15). Dalam ketidakhadirannya Paulus menguatkan
umat Kristen di Tesalonika untuk meletakkan kepercayaan mereka dalam pemeliharaan
dan perlindungan Tuhan. Kepercayaan semacam itu bertujuan untuk memberikan
semangat dalam berdiri teguh melawan ajaran palsu mengenai kedatangan Kristus
seperti yang banyak diajarkan.
Seperti halnya orang-orang yang baru bertobat di jemaat Tesalonika,
gereja Tuhan pada saat ini dengan sabar menanti kedatangan Kristus. Tapi sampai
Ia benar-benar kembali, kita seperti jemaat di Tesalonika, harus menghibur satu
sama lain, bersikap tegas dalam firman Tuhan, dan tunduk pada kekuasaan
pengudusan-Nya.
TANGGAPAN
1. Temukan empat tantangan utama yang dihadapi oleh umat Advent saat
ini yang melibatkan tumbuh di dalam Kristus. Bagaimana tantangan ini dapat ditangani?
2. Hal-hal praktis apa
sajakah yang Anda lakukan dalam menyebarkan kebenaran Tuhan sementara Anda
menunggu untuk kedatangan Kristus?
Silas Owusu-Nkwantabisah,
College Park, Maryland, U.S.A.
Senin
16 JULI
|
1 Tes. 5:11
|
Kesaksian
Menjadi Penjaga
Satu Sama Lain
|
“Tuhan mungkin
telah memberikan pesan Injil, dan semua pekerjaan pelayanan penuh kasih, kepada
para malaikat surgawi. Dia mungkin telah menggunakan cara lain untuk mencapai
tujuan-Nya. Tetapi dalam kasih yang tanpa batas, Dia memilih untuk menjadikan
kita rekan kerja bersama-Nya, bersama Kristus dan para malaikat, agar kita
dapat berbagi berkat, sukacita, dengan semangat rohani, yang dihasilkan dari
pelayanan yang rendah hati ini.” 1
“Tuhan membantu kita menumbuhkan kebiasaan. . . .”
Terkadang
kita lupa tentang pekerjaan ini atau kita jatuh ke dalam jebakan berpikir bahwa
hal ini hanyalah untuk sebagian orang tertentu. Seperti orang-orang Tesalonika,
kita semua perlu jadi seperti “Paulus” atau “Silas” dalam kehidupan kita
masing-masing. Surat pertama Tesalonika 5:11 mengatakan, “Karena itu
nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang
memang kamu lakukan.” (IndTB).
Bagaimana
kita bersaksi bagi Tuhan? Melihat kehidupan Paulus memberikan kita strategi
untuk menjadi saksi bagi-Nya di manapun kita berada. Dalam 1 Korintus 9:19-27,
kita melihat strategi Paulus dalam menjadi saksi bagi Tuhan. Kita harus
melangkah keluar dari “lingkungan nyaman” kita dan bersedia terhadap satu sama
lain, saling membantu dalam menunggu kedatangan Kristus yeng kedua kali, hidup
di bawah hukum Allah, memenangkan “sebagian” kepada Kristus, saling menjaga,
dan berdoa bagi satu sama lain.
“Tuhan membantu kita menumbuhkan kebiasaan
berpikir, bekerja, memandang dan bertindak yang akan bersaksi kepada semua
orang tentang diri kita yang telah bersama Yesus dan belajar dari dia.” 2
Kita perlu berdoa tanpa lelah, mempelajari Firman Tuhan, dan berbicara tentang
Tuhan dan kebaikan-Nya.
Dalam
kehidupan kita, kita “mungkin memiliki kesempatan untuk memberitahu orang yang
miskin rohaninya dan tidak tahu mengenai kebenaran indah dari firman Allah.
Ambil setiap kesempatan tersebut. Tuhan akan memberkati setiap waktu yang
dihabiskan dengan cara ini.”3
TANGGAPAN
1. Apakah bersaksi selalu harus dilakukan
melalui kata-kata? Atau bisa juga melalui tindakan? Jelaskan jawaban Anda.
2.
Bagaimana Anda, seperti orang-orang Kristen di Tesalonika, bersaksi melalui
gaya hidup Anda?
3. Cari setidaknya lima cara Anda bisa jatuh ke
dalam perangkap kemalasan.
4.
Apakah Anda akan dimintai pertanggungjawaban atas apa saja yang Anda lakukan
saat Anda menunggu untuk Kristus? Jelaskan jawaban Anda.
____________
1. Steps to
Christ, p. 79.
2. The Youth’s
Instructor, Mar. 9, 1893.
3. Testimonies
for the Church, vol. 7, p. 276.
Gloria
Opoku-Boateng, Laurel, Maryland, U.S.A.
Selasa
17 JULI
|
Bukti
Gereja Yang Bertekun
|
1 Tes. 1:6, 7
|
“Kota Tesalonika didirikan sekitar 315 SM
oleh Raja Kassander dari Makedonia, di dekat atau tepat di lokasi kota kuno Therma
dan 26 desa lokal lainnya. “1 Kassander menamakannya sama seperti nama
istrinya Tesaloniki, adik tiri Alexander Agung. Tesaloniki berarti “kemenangan
Tessalian”. 2
Kita juga
perlu belajar bagaimana cara untuk bertahan, bekerja keras, mengasihi,
berharap, dan berkorban
Gereja di Tesalonika lahir dari
penganiayaan dan bertumbuh pesat. Banyak kebudayaan dan kepercayaan di kota tersebut
yang mempersulit orang Kristen untuk mengalihkan kesetiaan mereka terhadap
Allah yang benar. Namun, mereka menolak “untuk berpartisipasi dalam jaringan kepercayaan
setempat yang mendukung kepercayaan sakral bagi kerajaan.” 3 Roh
Kudus memimpin mereka saat mereka membuktikan semua kebenaran. Jadi, mereka
berpaling dari berhala dan memberitakan Injil Yesus Kristus betapa-pun besar
tantangan yang mereka hadapi dalam melakukannya.
“Kamu telah menjadi penurut
kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman
itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi
teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.” (1 Tes
1:6, 7., IndTB). Kesaksian Paulus dalam suratnya kepada gereja itu adalah bukti
gigihnya semangat mereka yang ditemukan di gereja Tesalonika.
Betapa-pun berbedanya keadaan gereja Tesalonika dibandingkan dengan
keadaan kita saat ini, kita masih dapat belajar pelajaran yang sangat penting.
Surat-surat kepada jemaat di Tesalonika menjadi pedoman bagi gereja di akhir
zaman. Seperti mereka, kita juga perlu belajar bagaimana cara untuk bertahan, bekerja
keras, mengasihi, berharap, dan berkorban. Dengan bantuan roh penghiburan, kita
juga bisa menjadi gereja yang bekerja dan penuh kemenangan. Marilah kita memikirkan
pada hal di atas dibandingkan pada hal-hal di dunia. Seperti jemaat di Tesalonika,
kita juga memiliki kewajiban untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di
sekitar kita sambil kita menunggu kedatangan Kristus.
TANGGAPAN
1. Ketetapan harian apa saja yang harus anda buat agar anda dapat
menghidupkan harapan mengenai Kedatangan Kedua kali?
2. Apa yang mencegah Anda
membuat ketetapan ini?
____________
1. Rainer
Riesner, translated by Doug Scott, Paul’s
Early Period (Grand Rapids, Mich.: William B. Eerdmans, 1998), p. 338.
2. Peter E. Lewis
and Ron Bolden, The Pocket Guide to Saint
Paul (Adelaide, South Australia: Wakefield Press, 2002), 118.
3. Neil Elliot, Liberating Paul (Minneapolis, Minn.:
Augsburg Fortress, 2006), p. 196.
Kofi Wagya, Los Angeles,
California, U.S.A.
Rabu
18 JULI
|
1
Yohanes 2:15−17
|
Bagaimana
Menunggu Kedatangan Kristus
|
Umat Kristen
Tesalonika lelah dengan banyak ujian dan kecewa Kristus belum kembali. Jadi
Paulus menulis kepada mereka, memuji mereka atas perbuatan baik mereka dan
memberikan semangat untuk tetap setia. Sebagaimana halnya jemaat Tesalonika,
kita juga telah berjuang sementara kita menunggu kedatangan Kristus.
Firman
Tuhan adalah panduan kita melalui kehidupan
Kejahatan,
penyakit, dan kerusuhan politik berlimpah. Setiap hari tampaknya membawa
bencana alam, krisis ekonomi, dan hilangnya orang-orang yang dikasihi. Semua
ini menyebabkan kita rindu akan Kedatangan Kristus Kedua kali. Namun demikian,
kita sering disibukkan oleh hal-hal dari dunia ini. Kita tergoda untuk
memuaskan hasrat duniawi kita dan bangga akan prestasi kita, kita lupa bahwa
kita harus memusatkan perhatian kita pada Kristus sehingga kita akan siap
menyambut kedatanganNya.
Apa saja
hal-hal baik untuk dilakukan sementara kita menantikan kedatangan Kristus yang
kedua kali?
Setia kepada Firman Tuhan (Mazmur 119:105). Firman Tuhan adalah panduan kita melalui
kehidupan. Kita hanya dapat mengetahui kebenaran jika kita mempelajarinya
dengan tekun. Paulus memperingatkan kemurtadan besar yang akan datang. Melalui
pengetahuan yang mendalam dan ketaatan dengan Kitab Suci kita akan selamat dari
kemurtadan ini.
Berdoa tanpa henti (1 Tes 5:17). Kita tidak bisa mengalahkan dunia ini
tanpa doa. Doa menjaga hubungan kita dengan Allah. Karena kita tidak bisa
mempercayai diri kita untuk mengalahkan dunia ini, kita perlu mengandalkan
Yesus untuk membantu kita mengatasinya. Kita harus berdoa setiap saat sehingga
kita tidak akan jatuh ke dalam pencobaan.
Menguatkan satu sama lain (1 Tes 4:9, 16-18.). Mari kita saling mengingatkan akan kasih
dan janji-janji Allah. Mari kita juga memberikan semangat terhadap satu sama
lain agar setia sampai akhir. Janganlah kita putus asa ketika mereka yang
beriman meninggal. Sebaliknya, mari kita ingat bahwa pada bunyi sangkakala
mereka akan bangkit untuk bertemu Kristus.
Hidup beribadah (1 Tes 4:3-12;. Titus
2:11-14). Sambil kita
menunggu kedatangan Kristus, karakter-Nya juga disempurnakan di dalam kita.
Kita harus mengijinkan Roh Kudus untuk mengubah hati dan pikiran kita. Ketika
karakter Kristus disempurnakan di dalam kita, kita akan siap untuk menghabiskan
kekekalan bersama-Nya.
TANGGAPAN
1. Apakah beberapa hal yang Anda lakukan
yang menjauhkan anda dari persiapan untuk kedatangan Kristus?
2.
Apa yang dapat Anda lakukan yang akan membantu Anda untuk bersiap bagi
Kedatangan Kedua kali?
Elizabeth
Adonu, Owings Mills, Maryland, U.S.A.
Kamis
19 JULI
|
Pendapat
Menerima Roh
Kudus . . . . . .
|
Yohn 3:1−10
|
Umat Kristen di Tesalonika adalah dekat di
hati Paulus. Ia berdoa bagi mereka siang dan malam agar mereka benar-benar
kokoh dalam iman. Mereka dengan setia menerima pesan Paulus. Mereka mengalami
pertobatan sejati, suatu transformasi yang hanya dapat diperoleh dari atas.
Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa mereka menjadi contoh hidup bagi semua
orang percaya di wilayah Makedonia. Mereka sangat rindu memajukan Injil, sama
seperti Paulus.
Yesus rindu menjadikan kita putih seperti
salju
Kita mungkin tidak menganggap diri kita sebagai orang yang baru
bertobat, tetapi mungkin kita belum mengalami transformasi sejati yang dialami
oleh jemaat di Tesalonika—baptisan Roh Kudus. Yesus berkata kepada Nikodemus,
"Kecuali seseorang dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan
Allah" (Yohanes 3:3, NKJV). Dimanakah Roh yang dimiliki oleh generasi Kristen
masa lalu, Roh yang memungkinkan mereka untuk memajukan Injil? Apakah kita
tertidur meskipun kita tahu bahwa Juruselamat kita segera akan datang dalam
kemuliaan? Mari kita sungguh-sungguh meminta Tuhan untuk menciptakan hati yang
baru di dalam kita yang akan membantu kita dengan penuh kasih melakukan
kehendak Allah.
Namun, umat di Tesalonika cenderung kehilangan pusat pikiran mereka terhadap
Yesus. Paulus karena itu mendesak mereka agar tidak puas dengan apa yang mereka
telah capai, tetapi bertumbuh dalam segala hal yang baik. Sering kali ketika
kita mengalami pertobatan sejati, kita pikir kita kebal terhadap dosa. Hal ini
menyebabkan kita kehilangan pusat perhatian. Kita mulai berdoa dan kurang belajar.
Biarlah nasehat Paulus kepada orang Kristen di Tesalonika berguna sebagai
peringatan bagi kita juga.
Semakin dekat kita mendekat kepada Yesus, semakin kita menyadari
ketidaksempurnaan kita. Ia rindu untuk menjadikan kita putih seperti salju.
Jadi marilah kita berusaha untuk memiliki hubungan pribadi secara terus menerus.
Kemudian karakter kita akan mulai memantulkan diriNya dan hidup kita menjadi
kesaksian bagi orang lain; dan karena api hidup yang diam dalam kita, kita akan
mencari kesempatan untuk membagikan Kabar Baik kepada teman, tetangga, teman
sekelas, rekan kerja, dan dosen kita.
TANGGAPAN
1. Apa yang menyebabkan kita untuk berhenti memusatkan perhatian
pada Kristus? Apa yang terjadi? Bagaimana kita dapat tetap memusatkan perhatian
pada-Nya hingga Ia kembali?
2. Seberapa sering Anda ingin
membagikan iman anda kepada orang-orang di sekitar Anda?
Kwabena Yamoah, Columbia, Maryland, U.S.A.
Jum’at
20
JULI
|
Eksplorasi
Sebuah Contoh Hidup
|
1 Tesalonika 5
|
SIMPULAN
Dalam surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika,
ia mengakui banyak tantangan yang harus mereka atasi melalui iman mereka dalam Kristus
dan keselamatan yang telah Ia janjikan. Gereja di Tesalonika menghadapi
penganiayaan dan diancam oleh ajaran-ajaran dan nabi-nabi palsu. Paulus
mendesak gereja untuk mencerminkan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Kristus:
hidup damai satu sama lain, saling menguatkan, dan menghabiskan waktu untuk
membantu yang lemah dan yang kurang beruntung. Ia mengingatkan mereka tentang pentingnya
memusatkan perhatian pada Kristus, menghabiskan waktu dalam doa, membaca firman
Tuhan. Dengan menghabiskan waktu kita dalam cara ini, kita juga aktif dapat
mencerminkan Kristus kepada orang-orang dimana kita bekerja dan menghabiskan
waktu kita.
LAKUKAN
·
Mengorganisir lingkaran doa
dengan kelompok pemuda atau gereja. Berdoalah agar iman anggota gereja Anda
akan bertekun.
·
Mengumpulkan sekelompok teman
untuk melakukan acara sore hari di rumah panti jompo. Luangkan waktu setelah acara
tersebut untuk berbicara dengan orang-orang tua disitu mengenai hal yang telah
Tuhan lakukan bagi Anda. Mintalah agar mereka membagikan cara Tuhan memimpin
dalam kehidupan mereka.
·
Membuat video tentang bagaimana
menjalani kehidupan Kristen di “dunia nyata” dan bagaimana tidak menyerah pada
nabi-nabi palsu dan doktrin palsu. Lalu di posting diYouTube.
·
Menghabiskan waktu di alam ciptaan
Tuhan, menjadi "terjaga dan sadar" (I Tes 5:5, 6.). Apa yang
diajarkan lingkungan alam sekitar mengenai Tuhan? Bagaimana Anda dapat mencerminkan
ajaran-ajaran ini kepada orang lain ketika melakukan kegiatan sehari-hari?
·
Membuat makanan kecil bergizi dan
membawanya kepada seseorang dimana Anda telah bersaksi. Habiskan waktu makan
dan berbakti bersama. Berdoalah untuk kesempatan membagikan iman Anda.
·
Menyanyikan lagu untuk gereja,
menulis sebuah puisi untuk gereja Anda atau buletin sekolah, atau menemukan
cara lain untuk menyatakan sukacita atas apa yang Tuhan lakukan dalam hidup
Anda.
·
Membuat perencanaan diskusi
dengan gereja Anda atau kelompok pemuda untuk membahas apa ajaran palsu yang
disajikan kepada orang-orang muda saat ini, dan apa peran kita sebagai umat
Advent untuk dapat menyajikan kebenaran masa kini.
HUBUNGKAN
1 Tes. 4:14–18; 2 Tes. 2:2–5, 15; 1 Yohanes
2:15–17.
T. Housel Jemison, A Prophet Among You, Chapter 5, “Instruction by the Prophets”
(Nampa, Id.: Pacific Press®, 1955).
Stephanie Yamniuk, Winnipeg, Manitoba, Canada
No comments:
Post a Comment