Sunday, 1 July 2012

SSCQ Indonesia, Pelajaran 10 Triwulan III 2012


Satu dan Dua Tesalonika
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 3,
Kehidupan Gereja
1—8 September 2012
Diterjemahkan Oleh: Yonata Bastian
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang


Jangan menganggap rendah nubuatan, tapi ujilah segala sesuatu; pertahankan yang baik” (1 Tes. 5:20, 21)

Sabbath
1 SEPTEMBER
Gal. 5:22; Fil. 4:4
Pendahuluan
Kehidupan Gereja Diuji

Bacalah instruksi Paulus kepada jemaat di Tesalonika di dalam 1 Tesalonika 5:12-18. Kemudian bacalah skenario berikut berdasarkan pengalaman Anda dan pikirkanlah respon yang tepat berdasarkan instruksi Paulus tersebut.

1.      Anda sedang mengemudi di daerah bisnis dan melihat pendeta sedang berjalan dengan tas kertas yang berasal dari sebuah toko minuman keras terselip di bawah lengannya.

Dengan kesal dia meninggalkan tempat itu. Sepuluh bulan berlalu, dia tidak pernah kembali lagi ke gereja.

2.      Gereja akan mengadakan pertunjukan talenta. Saat audisi, seorang wanita yang baru saja menjanda muncul dengan pakaian tradisional. Dia ingin menampilkan tarian daerahnya. Ketua panel menyatakan dengan tegas bahwa menari tidak diperbolehkan. Janda itu menjelaskan bahwa menari adalah bagian dari warisan budayanya dan jika hal itu tidak dapat diterima diapun merasa tidak diterima. Dengan kesal dia meninggalkan tempat itu. Sepuluh bulan berlalu, dia tidak pernah kembali lagi ke gereja.

3.      Komite pemilihan sedang mengadakan rapat. Dalam laporan tentang orang-orang yang telah dihubungi, seseorang menyebutkan satu nama dan mengatakan bahwa orang itu  menolak jabatan yang diberikan karena dia hanya akan melayani di  sebuah komite yang menguntungkan secara finansial.

4.      Pemimpin Sekolah Sabat adalah kekuatan yang harus diperhitungkan. Dia tidak pernah kekurangan kata-kata dan satu kali menghentikan pembicara yang bertele-tele dengan mengatakan, "Sayang, lidah Anda terikat di tengah dan mengepak-ngepak di kedua ujungnya!" Satu keluarga yang lain terkejut saat mengetahui bahwa dia memutuskan untuk mengadakan kelompok Sekolah Sabat di rumah mereka. Pemimpin Sekolah Sabat itu mengatakan, karena mereka adalah juru masak yang baik dia mengijinkan mereka untuk mensuplai semua makanan.

5.      Para pemimpin penginjilan gereja lokal yakin mereka bisa menangani pelayanan di hari Sabat dan mengadakan potluck sementara pendeta tidak ada di tempat. Khotbahnya berisi ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk membuktikan penyimpangan kebijakan pemilihan  pemimpin gereja. Setelah kebaktian, jemaat mengadakan potluck. Di meja terakhir duduk seorang pemuda sedang membaca Alkitab. Saat seorang lain bertanya kepadanya apakah ia bisa bergabung dengannya, pemuda itu menyambutnya dan mereka terlibat dalam percakapan. Pemuda itu adalah seorang tamu, dia datang untuk mengetahui bagaimana caranya untuk ”Memelihara Hari Sabat ”. Lelaki yang satunya juga seorang tamu yang datang dari tempat yang sangat jauh.

Norma Sahlin, Springboro, Ohio, U.S.A.

Minggu
2 SEPTEMBER
Bukti
Apa Yang Yesus Inginkan?
1 Tesalonika  5:12−28

“Sanggup bersyukur dalam segala sesuatu sama artinya dengan mengakui kedaulatan Allah, bahwa dalam segala situasi. Dia bekerja 'untuk kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia, dan yang telah dipanggil sesuai dengan rencana-Nya' (Roma 8:28). Akhirnya, kita mencatat bahwa kehendak Allah dinyatakan dalam Kristus Yesus. Dalam hal ini... kehendak-Nya diketahui oleh kita di dalam Kristus, melalui kehidupan dan melalui ajaran-Nya, baik sebagai manusia atau melalui Roh-Nya. Hanya jika kita berada ‘dalam Kristus’ kita diberi kekuatan melalui Roh yang sama untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan dari kita”,

Ini bukan gereja milik "kita".  Bukan gereja milik "saya".  Ini adalah gereja Tuhan.

            Komentar berikut atas 1 Tesalonika 5:16-18 merupakan kunci utama untuk memahami kehidupan gereja. Ini bukan gereja milik "kita".  Bukan gereja milik "saya", tidak peduli berapa banyak waktu atau uang yang telah saya investasikan di dalamnya. Ini adalah gereja Tuhan, dan Dia telah menyatakan kehendak-Nya melalui Kristus Yesus.
            Tugas utama orang Kristen sebagai suatu komunitas adalah melakukan kehendak Kristus. “Instruksi terakhir” di dalam ayat 12-28 lebih dari sekedar daftar perilaku. Dia mengatakan bahwa kita tidak boleh melupakan mengapa ada gereja. Orang-orang percaya berkumpul karena pengorbanan Kristus yang menyelamatkan kita dari dosa dan mengubah kita.
            Lebih jauh, Paulus memberikan kita instruksi dalam ayat 19 untuk tidak memadamkan api Roh Kudus. Sementara dia menganjurkan  agar nubuatan diperlakukan dengan hormat, dia juga ingin agar orang Tesalonika dan orang percaya di generasi berikutnya, untuk berusaha memiliki pandangan yang seimbang. Dia menasihati dalam ayat 21 untuk menguji segala sesuatu - tidak terburu-buru  untuk menolak atau menerima. Di atas semua, berpegang pada yang baik. Nubuatan mengungkap kehendak Tuhan melalui Kristus, bukan menggantikannya.
            Fokus dari pesan Paulus diperluas pada ayat 22: hindari segala jenis kejahatan. Dalam dunia yang telah berdosa, kita tidak bisa lepas dari kejahatan sekalipun kita pindah ke suatu tempat yang terisolasi. Hati-hati ke mana Anda pergi dan dengan siapa Anda bergaul. Tetaplah terhubung kepada Yesus melalui doa dan belajar Alkitab secara berkala.
            Dengan pertanyaan sederhana “Apa yang Yesus inginkan?”,  kita dapat berbagi iman kita secara lebih efektif melalui tindakan kita dan memiliki kehidupan gereja yang lebih kuat.

REAKSI
1.      Jika kekristenan Anda sedang dipertanyakan, apa bukti  yang dapat diberikan untuk mendukung  posisi Anda?
2.      Mengapa kehidupan gereja begitu sering terjerat dalam masalah-masalah pribadi dan konflik?

Melissa Sahlin, Mason, Ohio, U.S.A.

Senin
3 SEPTEMBER

Mat. 5:43–48; Mar. 9:50; Yoh. 15:4–6; Rom. 12:17–20; Gal. 5:22–24; Fil. 4:4, 5; 1 Tes. 5:12–28
Logos
Bagaimana Hidup Bersama Di Dalam Gereja?

Paulus mendirikan sebuah gereja rumah yang kecil di Tesalonika beberapa tahun sebelumnya dan Timotius baru saja datang kepada Paulus dengan sebuah laporan tentang pertumbuhan dan masalahnya. Korespondensi Paulus dengan  gereja yang sedang berkembang ini memberi kita wawasan tentang kehidupan jemaat di abad pertama. Dalam beberapa hal ada kesamaan seperti cara gereja-gereja sekarang ini berperilaku.

Inilah yang Kristus inginkan bahwa setiap orang percaya turut aktif dalam pelayanan.

Menghormati Pemimpin(1 Tes. 5:12, 13)
Paulus memilih penatua di setiap jemaat sebelum dia pindah ke tempat lain. Peran pimpinan ini disebut ”Presbyter ” kemudian diterjemahkan sebagai ”bishop”.  Inilah pendeta dari gereja Kristen yang mula-mula.  Seperti sekarang, para pemimpin  tidak bisa berfungsi kecuali dia dihormati oleh kelompoknya. Gereja di Tesalonika mempunyai masalah seperti gereja-gereja sekarang. “Hormatilah mereka yang... lebih dari Anda dalam Tuhan,” tulis Paulus (ayat 12). Meskipun bagian dari tugas mereka adalah untuk “menegur” anggota gereja, Paulus meminta kita untuk “menjujung mereka lebih tinggi” (ayat 13. Penghormatan kepada pemimpin gereja harus dilakukan  ”di dalam kasih.” Perbedaan pendapat bagaimana hal ini harus dilakukan atau bagaimana Alkitab harus ditafsirkan tidak menggantikan kebutuhan dasar pengikut Yesus untuk memperlakukan orang lain dengan baik.

Menghadapi Konflik (Mar. 9:50; Rom. 12:17-20.)
"Hiduplah dengan damai satu sama lain" adalah perintah dasar dari Kristus sendiri (lihat Markus 9:50.) Dalam Roma 12:18, Paulus memperluas perintah ini bagi seluruh umat manusia. Inilah yang diinginkan oleh Kristus bahwa anggota gereja “berdamai” satu sama lain. Berdamai merupakan dasar dari kesaksian ibadah mereka. Berdamai bukanlah berarti bahwa kita selalu setuju satu sama lain dalam segala hal atau memiliki kepribadian yang sama dan ola hidup yang sama. Poin utama  ajaran ini adalah menekankan bahwa di dalam Kristus orang dapat hidup bersama dalam damai meskipun mereka berbeda pendapat, pendidikan, kebudayaan, dan gaya hidup.
            Jika kita berkomitmen untuk hidup damai dengan sesama anggota gereja maka kita akan mempunyai diskusi yang menguntungkan dari pendapat kita yang berbeda-beda. Kita bisa mendengar orang yang tidak setuju dengan kita dan belajar dari mereka tentang interpretasi mereka dari Kitab Suci. Ini tidak berarti bahwa kita harus setuju dengan mereka dan menarik ide-ide kita sendiri, tetapi kita bisa melihat perspektif yang berbeda dan bisa memahami mengapa orang lain melihat sesuatu yang berbeda dengan kita. Sebaliknya, selalu berusaha memaksakan pandangan kita atas orang lain bukanlah cara hidup seperti Kristus.

Membantu orang Kristen untuk Saling Mengasihi (Mat. 5:43-48; 1 Tes. 5:14).
Dalam 1 Tes. 5:14, Paulus menginstruksikan kita untuk menegur yang "tidak tertib" (KJV) atau "malas" (NIV, RSV) di dalam jemaat. Secara harafiah kata ini mengacu pada tentara yang berjalan diluar barisan ketika mereka berbaris, atau beristirahat secara tidak sah di sisi jalan.1 Kristus menekankan bahwa "setiap" (1 Korintus 12:7) orang percaya harus aktif dalam berbagai jenis pelayanan. Ketika anggota gereja tidak terlibat dalam pelayanan, penginjilan, atau merawat orang lain, mereka lebih cenderung untuk terjebak dalam konflik, perbedaan pendapat, dan kritik.
             “Menghibur yang tawar hati.” Kata “tawar hati” berarti putus asa. Ada beberapa gereja yang mudah menjadi putus asa. Mereka membutuhkan kasih dan dukungan kita. Kita mungkin menganggap mereka sebagai pengembara yang terluka.
            “Membantu yang lemah.” Di bagian pasal lain dalam Perjanjian Baru, Paulus menggunakan kata yang sama untuk merujuk kepada mereka yang lemah dalam sumber daya keuangan (Kis. 20:35), dalam kesehatan fisik (1 Kor. 11:30), dan dalam iman (Roma 14:1). Juga mereka yang miskin atau lemah di imannya. Dalam Kristus, kita semua memiliki kewajiban untuk membantu orang-orang ini.
             “Bersabarlah (panjang sabar) terhadap semua orang.” Gereja Advent  harus menjadi tempat penerimaan dan damai sehingga semua orang yang datang dapat menemukan “ruang” untuk bertumbuh secara rohani, mengajukan pertanyaan, memikirkan sesuatu, dan menjawab keraguan. Ini bisa karena hari Sabat, kebangunan rohani selama 24-jam setiap minggu.
            "Pastikan bahwa tidak ada yang membalas yang jahat dengan kejahatan” (ayat 14, NIV). Balas dendam adalah keinginan orang pada umumnya, tetapi itu adalah dosa. Tidak peduli seberapa buruk orang lain memperlakukan kita, kita harus "memberikan pipi yang lain" dan “berdoa untuk musuh-musuhmu” (Mat. 5:43-48).

Fondasi Kerohanian Kehidupan Gereja (1 Tes. 5:12-28)
Melalui riset pertumbuhan gereja, saya menemukan bahwa salah satu korelasi terkuat bahwa jemaat Advent yang bertumbuh  memiliki indra yang kuat adalah mereka yang menghadiri gereja daat merasa lebih dekat dengan Allah. Dimensi kerohanian ini adalah kunci yang efektif untuk jangkauan keluar dan pemuridan. Hal ini mempunyai korelasi statistik yang lebih besar dibandingkan program-program penginjilan.2 Kita tidak perlu heran! Paulus, seorang yang berpengalaman dan perintis gereja, mengakhiri suratnya kepada jemaat di Tesalonika dengan instruksi tentang kehidupan kerohanian yang kuat. Bersuka cita... tetap berdoa... setuju dengan kehendak Allah... tidak memadamkan Roh... menerima nubuatan dengan pikiran terbuka (ayat 16-18). Semua ini penting untuk kehidupan setiap gereja.

REAKSI
1.      Apakah Anda bersikap baik terhadap mereka yang tidak sependapat dengan Anda di gereja?
2.      Apa yang dilihat oleh orang-orang di lingkungan sekitar gereja Anda? Apakah Anda terlihat sebagai suatu kelompok yang tampak seperti Kristus? Apakah Anda menghormati dan peduli kepada semua orang? Atau apakah gereja Anda terlibat dalam kontroversi atas ide-ide yang tidak jelas?
__________  
1.        Interpreter’s Bible Commentary (Nashville, Tenn: Abingdon Press, 1999),  p. 312.
2.        Adventist Congregations Today, chap. 2 (Center for Creative Ministry, 2003). Republished in Ministry, November 2004.

Monte Sahlin, Springboro, Ohio, U.S.A.

Selasa
4  SEPTEMBER

Kesaksian
Tim Pekerja Yang Saling Menghormati
1 Tes. 5:12−28

Setiap orang di antara kamu harus melakukan suatu pekerjaan yang besar, suci dan agung dihadapan Allah. Setiap orang harus memikul tanggung jawabnya masing-masing. Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk melakukan pekerjaan yang dipilih-Nya bagi kita, dan masing-masing harus dihormati dan dihargai, sebagai seorang saudara yang dipilih Allah yang berharga di mata-Nya. Seseorang tidak akan dipilih untuk menanggung semua rencana dan metode, sementara yang lain ditinggalkan. Jika semua pekerjaan dilakukan sendiri, akan terjadi kesalahan; kerugian yang dituai bukan yang baik. Tidak ada seorangpun harus takut kepada yang lain atau harus memiliki tempat yang paling tinggi. Masing-masing harus kita diperlakukan sama, tanpa memihak dan tanpa kemunafikan.

“Pekerjaan yang sama tidak diberikan kepada semua pekerja...

            “Pekerjaan yang sama tidak diberikan kepada semua pekerja; dan untuk alasan ini Anda perlu duduk bersama dalam kebebasan dan keyakinan di antara pekerja Tuhan. Setiap orang perlu untuk menyangkal dirinya dan menaruh percaya sepenuhnya kepada Dia yang perkasa dalam nasihat yang mengetahui akhir dari permulaan.” 1
             “Allah telah memberikan gereja-Nya dengan kewenangan dan kekuasaan istimewa, tak seorangpun dibenarkan untuk mengabaikan dan meremehkannya, karena mereka yang melakukannya meremehkan suara Tuhan. Siapa yang menganggap dirinya sebagai individu yang tertinggi, berada dalam bahaya besar. Adalah upaya Setan untuk memisahkan orang tersebut dari mereka yang memiliki terang, melalui siapa Allah telah ditempa untuk membangun dan memperluas pekerjaan-Nya di bumi. Mengabaikan atau meremehkan mereka yang dipilih Allah dalam kepemimpinan kerohanian, adalah menolak orang-orang yang telah diurapi Allah untuk memberikan pertolongan, dorongan, dan kekuatan bagi umat-Nya. Pekerja Tuhan yang berpikir bahwa terang mereka itu harus datang langsung dari Allah, dan tidak melalui saluran yang lain menempatkan dirinya dalam posisi yang dapat ditipu oleh musuh dan dikalahkan.” 2

REAKSI
1.      Ketika Nabi Tuhan mengatakan kepada kita bahwa setiap orang memiliki peran dalam pekerjaan Tuhan, mengapa kita menghabiskan begitu banyak waktu mencoba untuk mempengaruhi orang lain dalam jemaat?
2.      Apa yang kita memberitahukan kepada komunitas kita tentang iman kita ketika kita bersikap kritis terhadap pemimpin kita dan pendeta?
1. Christian Leadership, p. 39.
2. Gospel Workers, p. 444.
Santhosh Jackson, Laurel, Maryland, U.S.A.

Rabu
5 SEPTEMBER

1 Tes. 5:12−16
Bagaimana
Melihat dan Menunggu Tuhan

Mengakhiri surat dorongan pertamanya kepada jemaat Tesalonika, Paulus memberikan instruksi perihal hubungan antara pemimpin dan anggota. Frase kehidupan yang menonjol: Hormati mereka yang bekerja keras dan menjunjung tinggi prinsip. Hiduplah dalam damai. Tegurlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah. Sabarlah terhadap semua orang. Janganlah membalas yang jahat dengan kejahatan. Usahakanlah senantiasa yang baik. Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa dan mengucap syukur dalam segala hal. Janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Ingatlah bahwa kita adalah orang asing, bukan pemukim

            Orang Kristen harus menghafal daftar perintah ini dan meninjaunya secara teratur. Mengikuti perintah-perintah ini akan memperkuat iman kita dan memberikan kesaksian yang positif bagi orang lain di sekitar kita. Namun, akan ada konsekuensi yang negatif jika perintah ini tidak diikuti. Kita semua tahu jika seseorang tidak memiliki pengalaman positif. Hasil survey dari anggota gereja yang tidak aktif memberitahukan kita bahwa banyak orang yang tidak datang ke gereja karena hubungan yang retak akibat pernyataan menyakitkan tentang hal-hal seperti pakaian atau proyek renovasi gereja.
            Cara kita menunggu kedatangan Tuhan yang kedua kali, bersaksi tentang iman kita. Berikut ini adalah beberapa ide untuk mencapai hubungan yang lebih baik:
            Berdoalah bagi para pemimpin gereja Anda dengan dengan menyebutkan nama mereka dan secara terinci. Meluangkan waktu dengan Tuhan atas nama orang-orang tertentu akan membantu mengubah persepsi Anda terhadap mereka.
            Sesuaikan sikap Anda terhadap gereja. Ingatlah bahwa gereja ini milik Allah, bukan milik Anda. Anda adalah cabang dan Yesus adalah pokok anggurnya. Anda tidak harus mengambil alih pekerjaan-Nya. Ingatlah, jika diperlukan Dia bisa membuat batu-batu berbicara.
            Luangkan waktu lebih banyak untuk berinteraksi dan mendengarkan sesama anggota gereja. Cobalah untuk memahami persepsi mereka. Bertanyalah untuk mengklarifikasi pertanyaan mereka. Cari tahu kisah-kisah spiritual mereka.
            Ingatlah bahwa cara Anda memahami situasi tidak mungkin sama dengan cara anggota lain melihatnya. Merangkul sudut pandang setiap anggota dalam membawakan setiap masalah, akan memperbesar visi Anda bagi gereja.
            Lakukan tindakan kebaikan tak terduga sebisa mungkin. Ini adalah cara yang baik untuk mendorong sesama anggota. Tindakan berbicara lebih nyaring daripada kata-kata.
            Ingatlah bahwa kita adalah orang asing, bukan pemukim. Dunia ini bukan rumah kita.

REAKSI
1.      Apa perbedaan antara memberikan kontribusi dalam sebuah komunitas dengan perasaan memiliki? Sikap mana yang melewati batas dari investasi kepada kepemilikan dan yang mengambil alih peran Yesus?

Gianluca Bruno, Mason, Ohio, U.S.A.

Kamis
6 SEPTEMBER
Pendapat
Sebuah Perspektif Yang Baru Tentang Bersyukur
1 Tes. 5:12−28

Pada awalnya, 1 Tesalonika 5:12-28 tampak seperti daftar yang harus dan tidak boleh dilakukan  oleh sebuah gereja baru dalam situasi yang begitu berbeda dari apapun yang bisa saya hubungkan. Terimakasih kepada Alkitab - Aplikasi Kehidupan, saya dapat mendengar sesuatu yang lebih pribadi dalam ayat-ayat berikut: bagaimana menghormati seorang pendeta (ada dua orang dalam keluarga saya), bagaimana untuk mempertahankan kehidupan yang penuh dengan doa, dan bahkan ketika setan menyerang, Tuhan beserta kita. Namun, beberapa hal yang meninggalkan kesan mendalam bagi saya adalah: bersukacita, terus berdoa dan bersyukur. Secara pribadi, saya merasa bahwa lebih mudah untuk menjadi pengkritik daripada bersukacita, langsung menyantap makanan tanpa berdoa terlebih dahulu, atau berdoa untuk meminta bantuan Tuhan, tapi lupa untuk berterima kasih setelah pertolongan itu datang. Jadi ada perasaan yang tidak nyaman saat saya membaca ayat-ayat tersebut.

Sungguh menakjubkan betapa mudahnya untuk bersyukur ketika saya mencari hal-hal positif

            Hidup ini penuh tuntutan sehingga mudah untuk menjadi negatif. Setelah bekerja sepanjang hari, saya sering berpikir tentang semua hal yang mengganggu saya pada hari itu. Namun sekarang, setelah membaca ayat-ayat ini, saya menantang diri sendiri setiap kali saya merasa kesal, saya harus memikirkan sesuatu yang positif.
            Berada dalam kehiduan yang penuh doa adalah suatu kondisi yang selalu saya inginkan. Namun ketika saya merenungkan ayat-ayat ini dan ketidaknyamanan yang saya alami, saya harus jujur kepada diri saya sendiri. Sangat mudah untuk mengingat Allah ketika saya meminta agar lalu lintas berjalan lancar supaya tidak terlambat untuk hadir dalam pertemuan di pagi hari. Namun, memasukkan Tuhan ke dalam logika saya tampak begitu menakutkan.
            Lalu Alkitab - Aplikasi Kehidupan, dipecahkan bagi saya. Doa yang terus menerus membuat saya sadar dan mengakui ketergantungan kepada Allah. Sederhana seperti dasar-dasar yang diajarkan saat kami kecil - berdoa sebelum makan, serta memulai dan mengakhiri setiap hari dengan doa. Kemudian di antara kegiatan sehari-hari, saat mendekati situasi yang menantang, saya berhenti sejenak untuk mengakui bahwa Tuhan ada bersama saya dan bahwa saya ingin bergantung kepada-Nya melalui semua tantangan itu.
            Sungguh menakjubkan betapa mudahnya untuk bersyukur ketika saya mencari hal-hal positif. Disaat saat-saat bersyukur seperti inilah saya menambahkan kehidupan yang penuh doa dengan mengakui Tuhan sebagai sumber akan atas segala sesuatu yang perlu saya syukuri.

Stephanie Sahlin Jackson, Laurel, Maryland, U.S.A.

Jum’at
7 SEPTEMBER
Eksplorasi
Dipanggil Untuk Melayani
Rom. 12:17–21; Gal. 5:22–26

SIMPULAN
Surat dorongan Paulus kepada jemaat Tesalonika mengingatkan mereka untuk menjadi gereja yang bijaksana dan mengikuti petunjuk Allah. Dia juga mengingatkan mereka untuk menjadi gereja yang menjangkau orang lain. Membantu orang miskin. Memberi makan orang lapar. Hidup damai dengan orang lain dan saling menguatkan satu sama lain. Hal ini semua harus menjadi bagian utama dari gereja. Gereja bukan milik kita melainkan milik Allah. Sebagai bagian dari jangkauan keluar, Allah mengharapkan kita untuk membuka gereja baru dan menumbuhkan pemimpin baru. Harapan bagi para pemimpin gereja, berkisar pada tindakan dan menghormati semua orang.

PERTIMBANGKAN
         Mengumpulkan teman untuk melayani makan pagi di tempat penampungan tunawisma.
         Merencanakan pawai di kota atau lingkungan Anda untuk akan pentingnya hidup damai.
         Membuat puzzle tentang buah-buah roh dan mempresentasikannya kepada kelas junior atau remaja. Luangkan waktu untuk berbicara kepada mereka mengapa penting bagi kita untuk memiliki buah-buah roh.
         Membuat survei dan mewawancarai orang-orang di mal (pastikan Anda mendapatkan ijin untuk melakukannya). Ajukan pertanyaan tentang karakteristik pemimpin gereja yang mereka harapkan dan meminta mereka untuk membuat daftar hal-hal yang mereka percaya harus dilakukan oleh para pemimpin gereja dalam membuat perbedaan positif dalam komunitas mereka.
         Menulis dalam sebuah jurnal, bagaimana perasaan lebih dekat kepada Allah bisa membuat Anda menjadi seorang murid yang lebih baik dan dapat membantu Anda untuk lebih efektif memberitahu kepada orang lain tentang apa yang Tuhan lakukan untuk Anda.
         Menyampaikan cerita Alkitab tentang balas dendam, menekankan kepercayaan dalam penghakiman Allah.

SAMBUNGKAN
Mat. 5:43-48; 1 Thess. 5:12-22; 1 Peter 4:7-9.
Steps to Christ, “The Test of Discipleship”
Special Testimonies for Ministers and Workers, no. 6, p. 31.
The Fruit of the Spirit, Richard W. O’Ffill (Nampa, Id.: Pacific Press®).


Stephanie Yamniuk, Winnipeg, Manitoba, Canada

No comments:

Post a Comment