|
|
Satu
dan Dua Tesalonika
Pelajaran Ke-Sepuluh Kwartal 3,
Kehidupan
Gereja
1—8 September
2012
Diterjemahkan Oleh: Yonata Bastian
Editor: Daniel Saputra dan Yonata
Bastian
Sirkulasi: Janette
Sepang
|
“Jangan menganggap rendah
nubuatan, tapi ujilah segala sesuatu; pertahankan yang baik” (1 Tes. 5:20, 21)
Sabbath
1 SEPTEMBER
|
Gal. 5:22; Fil. 4:4
|
Pendahuluan
Kehidupan
Gereja Diuji
|
Bacalah instruksi Paulus kepada jemaat di Tesalonika di dalam 1 Tesalonika
5:12-18. Kemudian bacalah skenario berikut berdasarkan pengalaman Anda dan
pikirkanlah respon yang tepat berdasarkan instruksi Paulus tersebut.
1.
Anda sedang mengemudi di
daerah bisnis dan melihat pendeta sedang berjalan dengan tas kertas yang
berasal dari sebuah toko minuman keras terselip di bawah lengannya.
Dengan kesal dia meninggalkan tempat itu. Sepuluh bulan berlalu, dia tidak pernah
kembali lagi ke gereja.
2.
Gereja akan mengadakan
pertunjukan talenta. Saat audisi, seorang wanita yang baru saja menjanda muncul
dengan pakaian tradisional. Dia ingin menampilkan tarian daerahnya. Ketua panel
menyatakan dengan tegas bahwa menari tidak diperbolehkan. Janda itu menjelaskan
bahwa menari adalah bagian dari warisan budayanya dan jika hal itu tidak dapat
diterima diapun merasa tidak diterima. Dengan kesal dia meninggalkan tempat
itu. Sepuluh bulan berlalu, dia tidak pernah kembali lagi ke gereja.
3.
Komite pemilihan sedang
mengadakan rapat. Dalam laporan tentang orang-orang yang telah dihubungi,
seseorang menyebutkan satu nama dan mengatakan bahwa orang itu menolak jabatan yang diberikan karena dia
hanya akan melayani di sebuah komite
yang menguntungkan secara finansial.
4.
Pemimpin Sekolah Sabat
adalah kekuatan yang harus diperhitungkan. Dia tidak pernah kekurangan
kata-kata dan satu kali menghentikan pembicara yang bertele-tele dengan
mengatakan, "Sayang, lidah Anda terikat di tengah dan mengepak-ngepak di
kedua ujungnya!" Satu keluarga yang lain terkejut saat mengetahui bahwa
dia memutuskan untuk mengadakan kelompok Sekolah Sabat di rumah mereka.
Pemimpin Sekolah Sabat itu mengatakan, karena mereka adalah juru masak yang
baik dia mengijinkan mereka untuk mensuplai semua makanan.
5.
Para pemimpin penginjilan
gereja lokal yakin mereka bisa menangani pelayanan di hari Sabat dan mengadakan
potluck sementara pendeta tidak ada di tempat. Khotbahnya berisi ayat-ayat
Alkitab yang digunakan untuk membuktikan penyimpangan kebijakan pemilihan pemimpin gereja. Setelah kebaktian, jemaat
mengadakan potluck. Di meja terakhir duduk seorang pemuda sedang membaca
Alkitab. Saat seorang lain bertanya kepadanya apakah ia bisa bergabung
dengannya, pemuda itu menyambutnya dan mereka terlibat dalam percakapan. Pemuda
itu adalah seorang tamu, dia datang untuk mengetahui bagaimana caranya untuk
”Memelihara Hari Sabat ”. Lelaki yang satunya juga seorang tamu yang datang
dari tempat yang sangat jauh.
Norma Sahlin, Springboro,
Ohio, U.S.A.
Minggu
2 SEPTEMBER
|
Bukti
Apa Yang Yesus Inginkan?
|
1 Tesalonika 5:12−28
|
“Sanggup bersyukur dalam segala sesuatu
sama artinya dengan mengakui kedaulatan Allah, bahwa dalam segala situasi. Dia bekerja
'untuk kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia, dan yang telah dipanggil sesuai
dengan rencana-Nya' (Roma 8:28). Akhirnya, kita mencatat bahwa kehendak Allah
dinyatakan dalam Kristus Yesus. Dalam hal ini... kehendak-Nya diketahui oleh
kita di dalam Kristus, melalui kehidupan dan melalui ajaran-Nya, baik sebagai
manusia atau melalui Roh-Nya. Hanya jika kita berada ‘dalam Kristus’ kita diberi
kekuatan melalui Roh yang sama untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan dari
kita”,
Ini bukan gereja milik "kita". Bukan gereja milik "saya". Ini adalah gereja Tuhan.
Komentar berikut atas 1
Tesalonika 5:16-18 merupakan kunci utama untuk memahami kehidupan gereja. Ini
bukan gereja milik "kita". Bukan
gereja milik "saya", tidak peduli berapa banyak waktu atau uang yang
telah saya investasikan di dalamnya. Ini adalah gereja Tuhan, dan Dia telah menyatakan
kehendak-Nya melalui Kristus Yesus.
Tugas utama orang Kristen
sebagai suatu komunitas adalah melakukan kehendak Kristus. “Instruksi terakhir”
di dalam ayat 12-28 lebih dari sekedar daftar perilaku. Dia mengatakan bahwa
kita tidak boleh melupakan mengapa ada gereja. Orang-orang percaya berkumpul
karena pengorbanan Kristus yang menyelamatkan kita dari dosa dan mengubah kita.
Lebih jauh, Paulus memberikan
kita instruksi dalam ayat 19 untuk tidak memadamkan api Roh Kudus. Sementara dia
menganjurkan agar nubuatan diperlakukan dengan
hormat, dia juga ingin agar orang Tesalonika dan orang percaya di generasi
berikutnya, untuk berusaha memiliki pandangan yang seimbang. Dia menasihati
dalam ayat 21 untuk menguji segala sesuatu - tidak terburu-buru untuk menolak atau menerima. Di atas semua,
berpegang pada yang baik. Nubuatan mengungkap kehendak Tuhan melalui Kristus, bukan
menggantikannya.
Fokus dari pesan Paulus diperluas pada ayat 22: hindari segala jenis
kejahatan. Dalam dunia yang telah berdosa, kita tidak bisa lepas dari kejahatan
sekalipun kita pindah ke suatu tempat yang terisolasi. Hati-hati ke mana Anda
pergi dan dengan siapa Anda bergaul. Tetaplah terhubung kepada Yesus melalui
doa dan belajar Alkitab secara berkala.
Dengan pertanyaan
sederhana “Apa yang Yesus inginkan?”, kita
dapat berbagi iman kita secara lebih efektif melalui tindakan kita dan memiliki
kehidupan gereja yang lebih kuat.
REAKSI
1.
Jika kekristenan Anda
sedang dipertanyakan, apa bukti yang
dapat diberikan untuk mendukung posisi Anda?
2.
Mengapa kehidupan gereja
begitu sering terjerat dalam masalah-masalah pribadi dan konflik?
Melissa Sahlin, Mason, Ohio,
U.S.A.
Senin
3 SEPTEMBER
|
Mat. 5:43–48; Mar. 9:50; Yoh. 15:4–6; Rom. 12:17–20; Gal. 5:22–24; Fil. 4:4, 5; 1 Tes.
5:12–28
|
Logos
Bagaimana Hidup
Bersama Di Dalam Gereja?
|
Paulus mendirikan sebuah gereja
rumah yang kecil di Tesalonika beberapa tahun sebelumnya dan Timotius baru saja
datang kepada Paulus dengan sebuah laporan tentang pertumbuhan dan masalahnya.
Korespondensi Paulus dengan gereja yang
sedang berkembang ini memberi kita wawasan tentang kehidupan jemaat di abad
pertama. Dalam beberapa hal ada kesamaan seperti cara gereja-gereja sekarang
ini berperilaku.
Inilah
yang Kristus inginkan bahwa setiap orang percaya turut aktif dalam pelayanan.
Menghormati Pemimpin(1 Tes. 5:12, 13)
Paulus memilih penatua di setiap
jemaat sebelum dia pindah ke tempat lain. Peran pimpinan ini disebut ”Presbyter
” kemudian diterjemahkan sebagai ”bishop”.
Inilah pendeta dari gereja Kristen yang mula-mula. Seperti sekarang, para pemimpin tidak bisa berfungsi kecuali dia dihormati
oleh kelompoknya. Gereja di Tesalonika mempunyai masalah seperti gereja-gereja
sekarang. “Hormatilah mereka yang... lebih dari Anda dalam Tuhan,” tulis Paulus
(ayat 12). Meskipun bagian dari tugas mereka adalah untuk “menegur” anggota
gereja, Paulus meminta kita untuk “menjujung mereka lebih tinggi” (ayat 13. Penghormatan
kepada pemimpin gereja harus dilakukan
”di dalam kasih.” Perbedaan pendapat bagaimana hal ini harus dilakukan
atau bagaimana Alkitab harus ditafsirkan tidak menggantikan kebutuhan dasar
pengikut Yesus untuk memperlakukan orang lain dengan baik.
Menghadapi Konflik (Mar. 9:50; Rom. 12:17-20.)
"Hiduplah dengan damai satu
sama lain" adalah perintah dasar dari Kristus sendiri (lihat Markus 9:50.)
Dalam Roma 12:18, Paulus memperluas perintah ini bagi seluruh umat manusia.
Inilah yang diinginkan oleh Kristus bahwa anggota gereja “berdamai” satu sama
lain. Berdamai merupakan dasar dari kesaksian ibadah mereka. Berdamai bukanlah
berarti bahwa kita selalu setuju satu sama lain dalam segala hal atau memiliki
kepribadian yang sama dan ola hidup yang sama. Poin utama ajaran ini adalah menekankan bahwa di dalam
Kristus orang dapat hidup bersama dalam damai meskipun mereka berbeda pendapat,
pendidikan, kebudayaan, dan gaya hidup.
Jika kita berkomitmen untuk hidup damai dengan sesama anggota gereja maka
kita akan mempunyai diskusi yang menguntungkan dari pendapat kita yang
berbeda-beda. Kita bisa mendengar orang yang tidak setuju dengan kita dan
belajar dari mereka tentang interpretasi mereka dari Kitab Suci. Ini tidak
berarti bahwa kita harus setuju dengan mereka dan menarik ide-ide kita sendiri,
tetapi kita bisa melihat perspektif yang berbeda dan bisa memahami mengapa
orang lain melihat sesuatu yang berbeda dengan kita. Sebaliknya, selalu berusaha
memaksakan pandangan kita atas orang lain bukanlah cara hidup seperti Kristus.
Membantu orang Kristen
untuk Saling Mengasihi (Mat. 5:43-48; 1 Tes. 5:14).
Dalam 1 Tes. 5:14, Paulus menginstruksikan
kita untuk menegur yang "tidak tertib" (KJV) atau "malas"
(NIV, RSV) di dalam jemaat. Secara harafiah kata ini mengacu pada tentara yang
berjalan diluar barisan ketika mereka berbaris, atau beristirahat secara tidak
sah di sisi jalan.1 Kristus menekankan bahwa "setiap" (1
Korintus 12:7) orang percaya harus aktif dalam berbagai jenis pelayanan. Ketika
anggota gereja tidak terlibat dalam pelayanan, penginjilan, atau merawat orang
lain, mereka lebih cenderung untuk terjebak dalam konflik, perbedaan pendapat,
dan kritik.
“Menghibur yang tawar hati.” Kata
“tawar hati” berarti putus asa. Ada beberapa gereja yang mudah menjadi putus
asa. Mereka membutuhkan kasih dan dukungan kita. Kita mungkin menganggap mereka
sebagai pengembara yang terluka.
“Membantu yang lemah.” Di
bagian pasal lain dalam Perjanjian Baru, Paulus menggunakan kata yang sama
untuk merujuk kepada mereka yang lemah dalam sumber daya keuangan (Kis. 20:35),
dalam kesehatan fisik (1 Kor. 11:30), dan dalam iman (Roma 14:1). Juga mereka
yang miskin atau lemah di imannya. Dalam Kristus, kita semua memiliki kewajiban
untuk membantu orang-orang ini.
“Bersabarlah (panjang sabar) terhadap semua
orang.” Gereja Advent harus menjadi
tempat penerimaan dan damai sehingga semua orang yang datang dapat menemukan
“ruang” untuk bertumbuh secara rohani, mengajukan pertanyaan, memikirkan sesuatu,
dan menjawab keraguan. Ini bisa karena hari Sabat, kebangunan rohani selama 24-jam
setiap minggu.
"Pastikan bahwa tidak ada yang membalas yang jahat dengan kejahatan”
(ayat 14, NIV). Balas dendam adalah keinginan orang pada umumnya, tetapi itu
adalah dosa. Tidak peduli seberapa buruk orang lain memperlakukan kita, kita
harus "memberikan pipi yang lain" dan “berdoa untuk musuh-musuhmu”
(Mat. 5:43-48).
Fondasi Kerohanian Kehidupan Gereja (1 Tes. 5:12-28)
Melalui riset pertumbuhan gereja,
saya menemukan bahwa salah satu korelasi terkuat bahwa jemaat Advent yang
bertumbuh memiliki indra yang kuat
adalah mereka yang menghadiri gereja daat merasa lebih dekat dengan Allah.
Dimensi kerohanian ini adalah kunci yang efektif untuk jangkauan keluar dan
pemuridan. Hal ini mempunyai korelasi statistik yang lebih besar dibandingkan program-program
penginjilan.2 Kita tidak perlu heran! Paulus, seorang yang
berpengalaman dan perintis gereja, mengakhiri suratnya kepada jemaat di
Tesalonika dengan instruksi tentang kehidupan kerohanian yang kuat. Bersuka
cita... tetap berdoa... setuju dengan kehendak Allah... tidak memadamkan Roh...
menerima nubuatan dengan pikiran terbuka (ayat 16-18). Semua ini penting untuk
kehidupan setiap gereja.
REAKSI
1.
Apakah Anda bersikap baik
terhadap mereka yang tidak sependapat dengan Anda di gereja?
2.
Apa yang dilihat oleh
orang-orang di lingkungan sekitar gereja Anda? Apakah Anda terlihat sebagai
suatu kelompok yang tampak seperti Kristus? Apakah Anda menghormati dan peduli
kepada semua orang? Atau apakah gereja Anda terlibat dalam kontroversi atas
ide-ide yang tidak jelas?
__________
1.
Interpreter’s Bible Commentary (Nashville, Tenn:
Abingdon Press, 1999), p. 312.
2.
Adventist Congregations Today, chap. 2 (Center for
Creative Ministry, 2003). Republished in Ministry,
November 2004.
Monte Sahlin, Springboro,
Ohio, U.S.A.
Selasa
4 SEPTEMBER
|
Kesaksian
Tim Pekerja Yang Saling Menghormati
|
1 Tes. 5:12−28
|
Setiap
orang di antara kamu harus melakukan suatu pekerjaan yang besar, suci dan agung
dihadapan Allah. Setiap orang harus memikul tanggung jawabnya masing-masing.
Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk melakukan pekerjaan yang dipilih-Nya bagi
kita, dan masing-masing harus dihormati dan dihargai, sebagai seorang saudara
yang dipilih Allah yang berharga di mata-Nya. Seseorang tidak akan dipilih
untuk menanggung semua rencana dan metode, sementara yang lain ditinggalkan.
Jika semua pekerjaan dilakukan sendiri, akan terjadi kesalahan; kerugian yang
dituai bukan yang baik. Tidak ada seorangpun harus takut kepada yang lain atau harus
memiliki tempat yang paling tinggi. Masing-masing harus kita diperlakukan sama,
tanpa memihak dan tanpa kemunafikan.
“Pekerjaan yang sama
tidak diberikan kepada semua pekerja...”
“Pekerjaan yang sama tidak diberikan kepada semua
pekerja; dan untuk alasan ini Anda perlu duduk bersama dalam kebebasan dan
keyakinan di antara pekerja Tuhan. Setiap orang perlu untuk menyangkal dirinya
dan menaruh percaya sepenuhnya kepada Dia yang perkasa dalam nasihat yang
mengetahui akhir dari permulaan.” 1
“Allah telah memberikan gereja-Nya dengan
kewenangan dan kekuasaan istimewa, tak seorangpun dibenarkan untuk mengabaikan
dan meremehkannya, karena mereka yang melakukannya meremehkan suara Tuhan.
Siapa yang menganggap dirinya sebagai individu yang tertinggi, berada dalam
bahaya besar. Adalah upaya Setan untuk memisahkan orang tersebut dari mereka
yang memiliki terang, melalui siapa Allah telah ditempa untuk membangun dan
memperluas pekerjaan-Nya di bumi. Mengabaikan atau meremehkan mereka yang
dipilih Allah dalam kepemimpinan kerohanian, adalah menolak orang-orang yang
telah diurapi Allah untuk memberikan pertolongan, dorongan, dan kekuatan bagi
umat-Nya. Pekerja Tuhan yang berpikir bahwa terang mereka itu harus datang
langsung dari Allah, dan tidak melalui saluran yang lain menempatkan dirinya
dalam posisi yang dapat ditipu oleh musuh dan dikalahkan.” 2
REAKSI
1.
Ketika Nabi Tuhan
mengatakan kepada kita bahwa setiap orang memiliki peran dalam pekerjaan Tuhan,
mengapa kita menghabiskan begitu banyak waktu mencoba untuk mempengaruhi orang
lain dalam jemaat?
2.
Apa yang kita
memberitahukan kepada komunitas kita tentang iman kita ketika kita bersikap
kritis terhadap pemimpin kita dan pendeta?
1. Christian
Leadership, p. 39.
2. Gospel
Workers, p. 444.
Santhosh Jackson, Laurel,
Maryland, U.S.A.
Rabu
5 SEPTEMBER
|
1 Tes. 5:12−16
|
Bagaimana
Melihat dan Menunggu Tuhan
|
Mengakhiri surat dorongan pertamanya kepada jemaat Tesalonika, Paulus
memberikan instruksi perihal hubungan antara pemimpin dan anggota. Frase
kehidupan yang menonjol: Hormati mereka yang bekerja keras dan menjunjung
tinggi prinsip. Hiduplah dalam damai. Tegurlah mereka yang hidup dengan tidak
tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah. Sabarlah
terhadap semua orang. Janganlah membalas yang jahat dengan kejahatan.
Usahakanlah senantiasa yang baik. Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa
dan mengucap syukur dalam segala hal. Janganlah anggap rendah
nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan
peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.
“Ingatlah bahwa kita adalah orang asing, bukan pemukim”
Orang Kristen harus menghafal
daftar perintah ini dan meninjaunya secara teratur. Mengikuti perintah-perintah
ini akan memperkuat iman kita dan memberikan kesaksian yang positif bagi orang
lain di sekitar kita. Namun, akan ada konsekuensi yang negatif jika perintah
ini tidak diikuti. Kita semua tahu jika seseorang tidak memiliki pengalaman
positif. Hasil survey dari anggota gereja yang tidak aktif memberitahukan kita
bahwa banyak orang yang tidak datang ke gereja karena hubungan yang retak
akibat pernyataan menyakitkan tentang hal-hal seperti pakaian atau proyek
renovasi gereja.
Cara kita menunggu kedatangan Tuhan yang kedua kali,
bersaksi tentang iman kita. Berikut ini adalah beberapa ide untuk mencapai
hubungan yang lebih baik:
Berdoalah bagi para pemimpin gereja Anda dengan dengan menyebutkan nama mereka dan secara terinci. Meluangkan waktu dengan Tuhan atas
nama orang-orang tertentu akan membantu mengubah persepsi Anda
terhadap
mereka.
Sesuaikan sikap Anda terhadap
gereja. Ingatlah bahwa gereja ini milik Allah, bukan milik Anda. Anda adalah cabang dan Yesus
adalah pokok anggurnya. Anda tidak harus mengambil alih pekerjaan-Nya.
Ingatlah,
jika diperlukan Dia bisa membuat batu-batu berbicara.
Luangkan waktu lebih banyak untuk berinteraksi dan mendengarkan sesama anggota gereja. Cobalah untuk memahami
persepsi mereka. Bertanyalah untuk mengklarifikasi pertanyaan mereka. Cari tahu kisah-kisah spiritual mereka.
Ingatlah bahwa cara Anda
memahami situasi tidak mungkin sama dengan cara anggota lain melihatnya. Merangkul
sudut pandang setiap anggota dalam membawakan setiap masalah,
akan memperbesar visi Anda bagi gereja.
Lakukan tindakan kebaikan tak
terduga sebisa mungkin. Ini adalah cara yang baik untuk mendorong sesama anggota. Tindakan
berbicara lebih nyaring daripada kata-kata.
Ingatlah bahwa kita adalah orang asing, bukan pemukim. Dunia ini bukan rumah kita.
REAKSI
1. Apa perbedaan antara memberikan kontribusi dalam sebuah komunitas dengan perasaan memiliki? Sikap mana yang melewati
batas dari investasi kepada kepemilikan dan yang mengambil alih peran
Yesus?
Gianluca Bruno, Mason, Ohio,
U.S.A.
Kamis
6 SEPTEMBER
|
Pendapat
Sebuah Perspektif Yang
Baru Tentang Bersyukur
|
1 Tes. 5:12−28
|
Pada awalnya, 1 Tesalonika
5:12-28 tampak seperti daftar yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh sebuah gereja baru dalam situasi yang
begitu berbeda dari apapun yang bisa saya hubungkan. Terimakasih kepada Alkitab
- Aplikasi Kehidupan, saya dapat mendengar sesuatu yang lebih pribadi dalam
ayat-ayat berikut: bagaimana menghormati seorang pendeta (ada dua orang dalam
keluarga saya), bagaimana untuk mempertahankan kehidupan yang penuh dengan doa,
dan bahkan ketika setan menyerang, Tuhan beserta kita. Namun, beberapa hal yang
meninggalkan kesan mendalam bagi saya adalah: bersukacita, terus berdoa dan
bersyukur. Secara pribadi, saya merasa bahwa lebih mudah untuk menjadi
pengkritik daripada bersukacita, langsung menyantap makanan tanpa berdoa
terlebih dahulu, atau berdoa untuk meminta bantuan Tuhan, tapi lupa untuk
berterima kasih setelah pertolongan itu datang. Jadi ada perasaan yang tidak
nyaman saat saya membaca ayat-ayat tersebut.
Sungguh menakjubkan
betapa mudahnya untuk bersyukur ketika saya mencari hal-hal positif
Hidup ini penuh tuntutan
sehingga mudah untuk menjadi negatif. Setelah bekerja sepanjang hari, saya
sering berpikir tentang semua hal yang mengganggu saya pada hari itu. Namun sekarang,
setelah membaca ayat-ayat ini, saya menantang diri sendiri setiap kali saya
merasa kesal, saya harus memikirkan sesuatu yang positif.
Berada dalam kehiduan yang
penuh doa adalah suatu kondisi yang selalu saya inginkan. Namun ketika saya
merenungkan ayat-ayat ini dan ketidaknyamanan yang saya alami, saya harus jujur
kepada diri saya sendiri. Sangat mudah untuk mengingat Allah ketika saya
meminta agar lalu lintas berjalan lancar supaya tidak terlambat untuk hadir
dalam pertemuan di pagi hari. Namun, memasukkan Tuhan ke dalam logika saya
tampak begitu menakutkan.
Lalu Alkitab - Aplikasi
Kehidupan, dipecahkan bagi saya. Doa yang terus menerus membuat saya sadar dan
mengakui ketergantungan kepada Allah. Sederhana seperti dasar-dasar yang
diajarkan saat kami kecil - berdoa sebelum makan, serta memulai dan mengakhiri
setiap hari dengan doa. Kemudian di antara kegiatan sehari-hari, saat mendekati
situasi yang menantang, saya berhenti sejenak untuk mengakui bahwa Tuhan ada
bersama saya dan bahwa saya ingin bergantung kepada-Nya melalui semua tantangan
itu.
Sungguh menakjubkan betapa
mudahnya untuk bersyukur ketika saya mencari hal-hal positif. Disaat saat-saat
bersyukur seperti inilah saya menambahkan kehidupan yang penuh doa dengan
mengakui Tuhan sebagai sumber akan atas segala sesuatu yang perlu saya syukuri.
Stephanie Sahlin Jackson,
Laurel, Maryland, U.S.A.
Jum’at
7 SEPTEMBER
|
Eksplorasi
Dipanggil Untuk Melayani
|
Rom. 12:17–21;
Gal. 5:22–26
|
SIMPULAN
Surat dorongan Paulus kepada jemaat Tesalonika mengingatkan mereka untuk
menjadi gereja yang bijaksana dan mengikuti petunjuk Allah. Dia juga
mengingatkan mereka untuk menjadi gereja yang menjangkau orang lain. Membantu
orang miskin. Memberi makan orang lapar. Hidup damai dengan orang lain dan
saling menguatkan satu sama lain. Hal ini semua harus menjadi bagian utama dari
gereja. Gereja bukan milik kita melainkan milik Allah. Sebagai bagian dari
jangkauan keluar, Allah mengharapkan kita untuk membuka gereja baru dan
menumbuhkan pemimpin baru. Harapan bagi para pemimpin gereja, berkisar pada
tindakan dan menghormati semua orang.
PERTIMBANGKAN
•
Mengumpulkan teman untuk
melayani makan pagi di tempat penampungan tunawisma.
•
Merencanakan pawai di kota
atau lingkungan Anda untuk akan pentingnya hidup damai.
•
Membuat puzzle tentang buah-buah
roh dan mempresentasikannya kepada kelas junior atau remaja. Luangkan waktu
untuk berbicara kepada mereka mengapa penting bagi kita untuk memiliki
buah-buah roh.
•
Membuat survei dan
mewawancarai orang-orang di mal (pastikan Anda mendapatkan ijin untuk
melakukannya). Ajukan pertanyaan tentang karakteristik pemimpin gereja yang
mereka harapkan dan meminta mereka untuk membuat daftar hal-hal yang mereka
percaya harus dilakukan oleh para pemimpin gereja dalam membuat perbedaan
positif dalam komunitas mereka.
•
Menulis dalam sebuah
jurnal, bagaimana perasaan lebih dekat kepada Allah bisa membuat Anda menjadi
seorang murid yang lebih baik dan dapat membantu Anda untuk lebih efektif
memberitahu kepada orang lain tentang apa yang Tuhan lakukan untuk Anda.
•
Menyampaikan cerita
Alkitab tentang balas dendam, menekankan kepercayaan dalam penghakiman Allah.
SAMBUNGKAN
Mat. 5:43-48; 1 Thess. 5:12-22; 1 Peter 4:7-9.
Steps
to Christ, “The Test of
Discipleship”
Special
Testimonies for Ministers and Workers, no. 6, p. 31.
The
Fruit of the Spirit, Richard
W. O’Ffill (Nampa, Id.: Pacific Press®).
Stephanie Yamniuk, Winnipeg,
Manitoba, Canada
No comments:
Post a Comment