Sunday, 1 July 2012

SSCQ Indonesia, Pelajaran 6 Triwulan III 2012


Satu dan Dua Tesalonika
Pelajaran Ke-Enam Kwartal 3,
Sobat Selamanya
4—10 Agustus 2012
Diterjemahkan Oleh: Alwin Simanjuntak
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang


Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.” (1 Tes. 3:13).

Sabbath
4 AGUSTUS
1 Tes. 3:13
Pendahuluan
Berapa Lama Lagi Berakhirnya?

Kiah berbaring di tempat tidur, lelah setelah bekerja. Namun yang bisa ia lakukan adalah memikirkan ujian yang dia hadapi. Sudah enam minggu sejak dia melamar pekerjaan baru, tetapi tidak ada jawaban telah datang. Dia mendapatkan masalah dalam pekerjaannya yang sekarang karena dia adalah seorang Kristen, jadi dia sangat berharap untuk mendapat pekerjaan yang baru.

Allah telah menjanjikan kita hal terbesar yang dapat kita peroleh

            Kiah selalu diajarkan untuk berbaur dengan rekan-rekan kerjanya. Namun, jika ia berbaur, hal ini akan menyebabkan dia berpaling dari Allah dan janji-janji-Nya. Satu-satunya hal yang membuat dia terus berusaha adalah dorongan semangat dari keluarga dan teman-temannya. Dia tahu dia bisa mengandalkan mereka di saat ia putus asa.
            Sebagai orang Kristen, kita akan dianiaya. Kita harus mengingat, bahwa kita memiliki Allah di pihak kita, dan bahwa dengan Allah segala sesuatu adalah mungkin. Kita harus yakin bahwa kita akan menerima apa yang Allah janjikan. Allah telah memeteraikan janji ini dengan mengirimkan Anak-Nya untuk mati bagi dosa-dosa kita. Ini adalah kekuatan kita yang menyanggupkan kita untuk bertahan.
            Orang Tesalonika juga dihadapkan dengan kesulitan, tetapi Paulus memberikan pesan pengharapan. Pesan ini adalah untuk kita juga. Ya, hidup dengan prinsip Tuhan akan membawa penganiayaan. Namun, perhatian kita harus senantiasa tertuju pada hal yang terpenting. Paulus ingin jemaat Tesalonika untuk tetap hidup setia sehingga mereka bisa masuk kerajaan Allah. Paulus menulis, "Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya." (1 Tes 3:13) Perkataan ini mendorong gereja Tesalonika untuk berfokus pada hal yang paling penting.
            Ketika Anda mempelajari pelajaran pekan ini, ingatlah, bahwa Allah telah menjanjikan kita hal terbesar yang dapat kita peroleh. Dia sudah menjanjikan kita kedatangan Yesus yang kedua kali. “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” (1 Tes 4:15).

Kamarie Manning, Tortola, British Virgin Islands

Minggu
5 AGUSTUS
Bukti
Orang Tesalonika Yang Teraniaya
1 Tes. 2:13–19

Paulus membandingkan nasib anggota jemaat Tesalonika dengan orang Kristen Yahudi di Palestina. Sementara alasan untuk perbandingannya tidak diketahui, ia tampaknya menunjuk pada kesamaan antara penganiayaan terhadap anggota gereja di Palestina di tangan orang Yahudi, dan siksaan orang percaya di Tesalonika oleh bangsa-bangsa lain. Orang-orang Kristen Palestina telah berpegang teguh dalam iman. "Kamu harus bertahan dengan cara yang sama," kata Paulus terhadap jemaat Tesalonika.

Paulus tidak memperlakukan orang Yahudi sebagaimana mereka memperlakukan orang lain

            Banyak orang Kristen di Tesalonika adalah orang Yahudi yang bertobat sebelum mereka mendengar berita Injil. Pada pertemuan pertama mereka dengan Paulus, mereka pasti bertanya-tanya mengapa pesan-pesan Paulus seperti berisi kebencian dari sesama orang Yahudi. Terlepas dari perbedaan yang timbul, ini telah menyebabkan, mereka menerima kebenaran tentang Yesus. Selanjutnya mereka mengalami penindasan yang sama seperti Paulus dan sebagian orang Kristen lainnya alami. *
            Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika bahwa perlawanan terhadap orang Kristen adalah masuk akal, ketika mengingat bahwa sumber penganiayanya adalah orang-orang yang sama yang membunuh Yesus. Para penindas ini iri akan kemajuan pekabaran kekristenan dan menganggapnya sebagai saingan yang perlu diberantas. Kedengkian mereka bersumber dari pola pikir nenek moyang mereka, yang telah membunuh nabi-nabi Allah untuk membungkam pekabaran mereka.
            Kasih dan kepedulian Paulus terhadap anggota gereja sangat jelas terbukti. Namun responsnya terhadap para penganiaya Yahudi menunjukkan sesuatu yang penting. Paulus tidak memperlakukan orang Yahudi sebagaimana mereka memperlakukan orang lain. Mereka membenci semua orang yang tidak sama seperti mereka. Sebaliknya, Paulus dipenuhi  kepedulian untuk setiap orang yang tidak mengenal Yesus. Paulus berkata, "Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya" (1 Tes 2:15, 16.). Dengan kata lain, Tuhan akan menyelesaikan masalah ini dan Paulus tidak perlu membenci siapa pun dalam pikiran, perkataan, atau perbuatan.
            Surat pertama Paulus kepada orang Tesalonika memberi mereka landasan yang tepat untuk memiliki iman yang teguh dalam Yesus, terlepas dari sumber, lamanya, atau intensitas penganiayaan mereka hadapi.
_____________
*See The SDA Bible Commentary, vol. 7, 2nd ed., p. 235.

Tim Lale, Boise, Idaho

Senin
6 AGUSTUS

Mat. 10:42; 24:9–22; Rom. 9:1–5; 11:1–12, 24–32; 1 Tes. 2:13—3:13
Logos
Menjadi Kuat, Tak Bercacat, dan Suci


Menjadi Tak Bercacat dan Suci (1 Tes 2:13-3:13)
Kekudusan berarti menjadi sungguh-sungguh berdedikasi untuk Tuhan dengan tujuan membiarkan Dia bekerja melalui Anda. Bila Anda kudus di hadapan Allah, segala sesuatu tentang keberadaan Anda - tindakan, pikiran, akan sejalan dengan prinsip dan kehendak-Nya. Matius 10:42 mengatakan bahwa jika Anda memberikan secangkir air dingin saja untuk pengikut-Nya, Anda pasti akan dihargai. Tindakan tersebut menunjukkan jenis kasih yang adalah kekuatan pendorong dari semua yang Anda lakukan. Tindakan tersebut dapat menaklukkan hati dan menembus jiwa penerima. Kekuatan pendorong di balik tindakan tersebut adalah kasih yang suci, dan ketika Anda kudus, Anda akan mencerminkan kasih ini dalam semua yang Anda lakukan.

Kasih Allah bagi kita begitu dalam, dan Dia sangat menginginkan agar kita selamat.

Ayat 13 "menunjukkan lingkup di mana Kristus adalah untuk membuat orang percaya tidak bercacat. Kristus akan memungkinkan mereka untuk hidup suci tanpa cacat di hadapan Hakim Semesta Alam. 'Tak bercacat dalam kekudusan' merupakan standar etis dan spiritual tertinggi. Rasul Paulus percaya bahwa standar tersebut dapat dicapai dengan kasih karunia Kristus yang diberikan kepada mereka yang bertambah-tambah dalam kasih. Menjadi kurang percaya berarti menyangkal Injil "*.
            Paulus berdoa secara tulus dan tak berkeputusan. Dia berdoa agar hati orang-orang di Tesalonika akan menjadi tak bercacat dan kudus melalui kasih yang suci. Paulus mengasihi mereka dan tahu bahwa satu-satunya cara mereka bisa diselamatkan adalah bagi mereka untuk memiliki kasih dalam hati mereka. Namun, ia juga tahu bahwa satu-satunya cara ini hanya dimungkinkan melalui bantuan Allah. Tuhan diperlukan untuk menguatkan hati mereka agar bisa menahan serangan terhadap serangan setan dan mengikuti prinsip-prinsip yang saleh. Fakta bahwa ini adalah doa dan tidak hanya perintah menunjukkan bahwa hal ini hanya bisa dilakukan dengan pertolongan Tuhan.

Jatuh Dari Standar (Rom 11:1-12, 24-32)
Jika Anda jatuh dari standar Allah, Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri anda . Bangsa Israel jatuh dari kasih karunia Allah dan tidak lagi saleh dan suci di mata-Nya. Namun, Dia tetap mengasihi mereka dan melakukan segala sesuatu yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan mereka. Allah berharap untuk memenangkan hati mereka sekali lagi. Meskipun mereka melakukan segala macam kejahatan terhadap Allah, Allah tetap mengasihi mereka dan mencoba untuk mendapatkan perhatian mereka untuk mengarahkan mereka kembali ke jalan yang benar. Ini adalah kasih karunia Allah dalam tindakan. Meskipun Israel jatuh dari standar kekudusan yang ditetapkan oleh-Nya, mereka masih memiliki kesempatan, dan kita juga!
            Banyak orang mungkin berpendapat bahwa lingkungan di sekitar kita membuat tidak mungkin untuk hidup kudus. Selebriti, aktor dan atlet besar, tampaknya menetapkan standar dengan mana orang harus hidup di zaman ini. Namun, sebagai orang Kristen, hidup kita harus diatur oleh standar yang Yesus selalu ikuti. Meskipun ada kalanya kita jatuh, Allah akan mengampuni kita jika dengan tulus kita meminta pengampunan. Iman dan kasih, dipadukan dengan menerima kasih karunia Tuhan, dan mengijinkan Roh Kudus tinggal dalam hati kita, adalah kunci untuk kita menjadi tak bercacat dan kudus. Jika kita berdoa dan percaya bahwa Tuhan akan membuat kita kuat untuk melawan serangan Setan, Dia akan menyucikan kita dari dosa-dosa kita sehingga kita dapat berdiri tak bercacat di hadapan-Nya saat Dia datang.

Apakah Ini Benar Berharga? (Mat 24:9-22)
Akan ada orang yang membenci kita karena kita berdiri di pihak Allah. Kita akan dianiaya karena hal ini. Pada hari-hari terakhir, kasih orang akan menjadi dingin dan diganti dengan kebencian. Dosa akan menjadi sesuatu yang lazim (Matius 24:12). Mungkin ada saatnya ketika kita tidak lagi bisa tinggal dalam kenyamanan rumah kita dan harus melarikan diri, meninggalkan harta duniawi kita. Ini akan menjadi "waktu kengerian yang lebih besar dari apapun yang pernah dilihat di dunia dan akan pernah terlihat lagi" (Matius 24:21). Apakah menjadi saleh dan suci benar-benar berharga? Ya, karena hanya mereka yang tidak bercacat dan kudus yang akan diselamatkan.
            Bahkan ketika Anda kehilangan segalanya dan harus melarikan diri, hal itu tidak akan sia-sia pada akhirnya. Kasih Allah bagi kita begitu dalam, dan Dia sangat menginginkan agar kita selamat. Dia akan menguatkan hati Anda jika Anda bertekad untuk menjadi saleh dan kudus, dan ketika Yesus datang, Anda akan hidup bersama-Nya selamanya. Menjadi suci menurut standar-Nya hanya dimungkinkan selama Roh Kudus hidup dalam kita. Berdoalah agar Roh Kudus tinggal dalam hatimu. Mintalah Dia untuk membantu Anda menyerahkan hidup Anda untuk Yesus. Hal ini sangatlah berharga.

REAKSI
1. Jika keselamatan adalah proses individu, mengapa kita harus peduli tentang orang lain dan keselamatan mereka? Apa yang Anda lakukan untuk memastikan bahwa orang lain belajar tentang Kristus?
2. Metode apa sajakah yang dapat kita gunakan untuk menolong orang datang dekat kepada Yesus?
3. Apakah akan ada waktunya dimana Allah tidak lagi memberikan rahmatNya bagi manusia? Jelaskan jawaban Anda.
 4. Apa sajakah cirri-ciri orang yang saleh? Apakah ciri-ciri ini ada pada diri Anda? Jika tidak, minta Tuhan untuk menolong mengembangkan karakteristik ini.
____________
*The SDA Bible Commentary, vol. 7, p. 241.

Abigail Harewood, Tortola, British Virgin Islands

Selasa
7 AGUSTUS

Kesaksian
Memilih Teman
1 Tes. 2:13—3:13


“Senantiasa pikirkan kehidupan yang datang.”

            "Seperti bangsa Israel, umat Kristen terlalu sering menyerah pada pengaruh dan kebiasaan dunia dalam persahabatan dengan orang-orang yang tidak setia, tetapi pada akhirnya akan didapati bahwa teman-teman ini adalah yang musuh yang paling berbahaya.
            "Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa tidak mungkin ada keharmonisan antara umat Allah dan dunia. 'Janganlah kamu heran, saudara-saudara, jika dunia membenci kamu "(1 Yohanes 3:13). Juruselamat kita berkata, "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu (Yohanes 15:18). Setan bekerja melalui orang-orang durhaka, di bawah kedok persahabatan, untuk menarik umat Allah ke dalam dosa sampai ia dapat memisahkan mereka dari Allah, dan ketika benteng pertahanan mereka hilang, setan akan memimpin agennya untuk berbalik melawan mereka dan berusaha untuk mencapai kehancuran mereka "1.
            "Teman Anda mungkin tidak bebas dari ketidaksempurnaan atau dosa. Tapi dalam memilih teman, Anda harus menempatkan standar Anda setinggi mungkin. Nada moral Anda dinilai dari teman yang Anda pilih. Anda harus menghindari bersahabat erat dengan mereka yang teladannya Anda tidak dapat ikuti.
            "Pilihlah teman yang memegang agama dan pengaruh praktis dengan respek yang tinggi. Senantiasa pikirkan kehidupan yang datang. Jangan biarkan persahabatan Anda menggantikan pikiran ini. Tidak ada yang lebih efektif dalam menghalau pemikiran serius daripada hubungan dengan orang yang tidak peduli, sembrono, dan tidak beragama. Apapun kebesaran intelektual yang mereka miliki, jika mereka memperlakukan agama dengan kesembronoan atau bahkan dengan ketidakpedulian, mereka tidak baik dipilih sebagai teman. Semakin besar pengaruh mereka dalam hal lain, semakin Anda harus kuatir pengaruh mereka sebagai sahabat, karena mereka akan membuat Anda tidak beragama, tidak bertuhan, pengaruh kurang sopan namun menggabungkannya dengan begitu banyak atraksi yang sesungguhnya berbahaya untuk moral. "
____________
1. Patriarchs and Prophets, p. 559.
2. Our High Calling, p. 256.

Petal Sampson, Trinidad and Tobago, West Indies

Rabu
8 AGUSTUS

1 Tes. 2:14—3:13
Bagaimana
Menolong Kita Melewatinya

Sebagai sahabat yang dikasihi, orang-orang Kristen Tesalonika adalah beban dalam hati Paulus. Jadi ia berusaha menguatkan mereka di tengah-tengah penganiayaan yang ia sendiri hadapi. Berikut adalah beberapa cara di mana kita juga bisa menguatkan orang lain dalam masa kesulitan:
            Memimpin dengan teladan. Paulus mengingatkan orang percaya bahwa ia adalah khotbah yang hidup. Contoh kita kepada orang lain membangun iman mereka karena membuktikan bahwa bukan hanya mereka yang bergumul dan bahwa adalah mungkin untuk meraih kemenangan. Ini adalah seperti teladan sempurna yang Kristus tunjukkan bagi kita. Sementara kita harus memandang kepada Kristus, kita harus berjalan sesuai dengan panggilan yang kita terima, dengan menjadi contoh kepada orang lain. Ingat, kita mungkin satu-satunya "Kristus" yang akan pernah mereka melihat. Jadi kita harus menyadari kehidupan yang kita jalani sebagai orang Kristen.

Doa berkuasa mengubah sesuatu.

            Berikan pujian. Sama seperti kita senang menerima kata-kata semangat, membagikan kata-kata seperti itu akan menolong sesama orang percaya berjalan di jalan kristiani. Paulus mencurahkan pujian ketika sesuatu perlu dipuji, menyoroti aspek positif dari pengalaman Kristen seseorang sehingga orang tersebut akan didorong untuk tetap maju. Kita juga harus memuji kemajuan orang lain, karena pujian menguatkan iman mereka dan menginspirasikan kemajuan lebih lanjut dalam pengalaman kristiani mereka.
            Berdoa tanpa berkesudahan. Paulus memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberitahu orang-orang Kristen di Tesalonika tahu bahwa bahwa dia berdoa untuk mereka. Kita juga harus mengambil setiap kesempatan untuk berdoa bagi satu sama lain. Ingat bahwa Kristus juga berdoa untuk para murid. Doa berkuasa mengubah sesuatu. Doa dapat memperbaiki situasi yang membingungkan kita. Doa dapat memperkuat kita menanggung beban dan tantangan hidup.
            Ketika kita mulai melayani sebagaimana yang Kristus inginkan, kita akan melihat bahwa ketika membantu orang lain melalui "jalan yang sempit," kita sesungguhnya membantu diri kita sendiri. Paulus mengirim dorongan pribadi untuk orang-orang percaya di Tesalonika ketika dirinya sedang menghadapi masalah. Hanya dengan mengetahui bahwa mereka bertahan dalam iman, hal itu memberinya keberanian juga. Jadi prinsipnya jelas. Ketika kita membantu orang lain, kita membantu diri kita sendiri dan secara kolektif hubungan seperti ini membantu kita semua sebagai orang percaya dalam Kristus Yesus.

REAKSI
1. Pikirkan cara yang nyata dimana Anda dapat menguatkan seseorang yang anda kenal yang sedang mengalami masa yang sulit dalam hidupnya.

Gelisa Simmons, Tobago, West Indies

Kamis
9 AGUSTUS
Pendapat
Menemukan Iman, Keberanian, dan Dukungan
1 Tes. 2:13, 3:10

Paulus telah berkhotbah hanya beberapa minggu sebelum ia dipaksa untuk pergi. Tidak lama setelahnya, orang-orang Kristen dihadapkan pada penganiayaan. Dengan menyerang secara cepat, setan berharap untuk menghancurkan mereka sebelum hubungan mereka dengan Kristus menjadi lebih kuat.
            Orang Tesalonika bukan satu-satunya yang mengalami penganiayaan segera setelah pertobatan mereka. Buku To Persia, With Love, menceritakan kisah seorang pemberontak Kurdi yang bertemu dengan seorang tentara Kristen dan menuntunnya menjadi seorang Kristen. Ia datang kepada pendeta Presbitarian untuk dibaptis, tapi pendeta mencurigai motifnya dan orang ini berbalik pergi. Selanjutnya, ia pergi ke pendeta Katolik. Disana imam berdoa dengannya dan membaptiskannya. Beberapa minggu kemudian, Muslim Kurdi pejuang menyerang desa tempat ia tinggal. Menolak untuk menyangkal iman barunya, ia digantung di hadapan umum sebagai peringatan bagi orang lain berpikir-pikir untuk menjadi Kristen.1

Menjadi orang Kristen adalah tentang menempatkan target di punggung.

            Menjadi orang Kristen bukan hanya hadir di gereja atau berdiskusi mengenai Alkitab secara panjang lebar. Menjadi orang Kristen adalah tentang menempatkan target di punggung, mengatakan kepada musuh “silakan tembak setiap saat," dan memiliki iman bahwa Yesus akan menjadi perisai Anda. Menjadi orang Kristen juga berarti saling menguatkan dan berdoa siang dan malam untuk satu sama lain, seperti yang Paulus lakukan untuk jemaat Tesalonika. "Doa kita tidak boleh egois. Doa kita harus timbul bukan hanya karena kita merasa bahwa kita harus meletakkan segala beban kita kepada Allah, namun juga karena kita begitu terikat dalam kasih kepada sesama kita sehingga kita merasa bahwa kebutuhan mereka adalah seperti kebutuhan kita sendiri. Menjadi perantara bagi sesama adalah cara yang paling kuat dan praktis di mana kita dapat mengungkapkan kasih kita bagi mereka "2.
            Dari gereja Tesalonika dan orang Kurdi Kristen kita dapat melihat bahwa ada orang-orang sebelum kita yang telah mengalami sengsara, tetapi iman mereka tidak gagal. Seperti orang-orang Kristen itu, semoga kita menjadi kuat dalam iman dan saling menguatkan satu sama lain, sehingga kita juga bisa memenangkan pertempuran bersama Kristus.
             
REAKSI
1. Bagaimana orang lain menolong Anda dalam masa-masa kesusahan? Bagaimana Anda mendukung mereka ketika mereka membutuhkan dukungan Anda?
____________
1. Kenneth S. Oster and Dorothy Minchin-Comm. To Persia, With Love (Nampa, ID: Pacific Press Publishing, 1980), 70-73. 
2. John Calvin. John Calvin Quotes, 22 July 2011, http://www.goodreads.com/author/quotes /30510.John_Calvin (accessed July 28, 2011).

Asheley Woodruff, Nampa, Idaho, U.S.A

Jum’at
10 AGUSTUS
Eksplorasi
Menguatkan Hati Kita
1 Tes. 3:13

SIMPULAN
Banyak pengkhotbah atau guru-guru Kristen memberikan kesan bahwa masalah-masalah kehidupan hanya akan mengecil atau hilang ketika orang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Betapa mengejutkan ketika mendapati bahwa seseorang harus mengalami kesulitan-kesulitan yang umum terjadi pada manusia di dunia yang telah jatuh ini. Lebih buruk lagi, sebagai orang Kristen, mungkin kita harus menghadapi kritik, cemooh, atau bahkan penganiayaan dan diskriminasi dari mereka yang tidak mengerti! Tetapi Alkitab berulang kali menekankan bahwa kita dapat berharap untuk disalahpahami dan dianiaya, karena itu terjadi pada beberapa orang terbaik. Bahkan, itu terjadi pada Orang terbaik dari semuanya. Kita dapat merespon dengan cara yang sama seperti Dia: menguatkan hati, bergumul untuk mencapai kekudusan-Nya, dan berfokus pada apa yang akan datang.

PERTIMBANGKAN
  • Gambarkan atau lukiskan Kedatangan Kristus yang Kedua Kali. Tempatkan diri Anda dalam gambar atau lukisan tersebut. Bagaimana hal ini dapat memotivasi Anda dalam menghadapi apapun masalah yang mungkin sedang Anda alami?
  • Pikirkan mengenai hal-hal yang mengalihkan perhatian Anda dari perkara-perkara ilahi, atau hal-hal yang lebih rendah dari apa yang Allah miliki bagi Anda. Buat sebuah daftar ketika Anda mengamati perilaku dan pikiran Anda sepanjang hari. Pikirkan rencana untuk meminimalkan hal-hal tersebut.
  • Tuliskan satu atau dua paragraf mengenai janji-janji yang Allah berikan jika kita berdiri teguh dalam kebenaranNya. Apa makna janji-janji tersebut bagi Anda, dan mengapa Anda bersedia untuk dianiaya dan untuk janji-janji tersebut, sebagaimana Alkitab katakan, bahwa orang yang mau beribadah di dalam Kristus akan menderita aniaya.
  • Nyanyikan atau dengarkan lagu-lagu dari hymnal Kristen yang dapat menguatkan iman Anda. Mengapa lagu-lagu itu bisa menguatkan Anda? Dapatkah Anda mengingat lagu itu jika Anda tidak merasakan sentimen lagunya?
  • Temukan seorang di gereja Anda dan kuatkan mereka dalam ministry mereka secara rutin. Paling sedikit, tunjukkan perhatian lewat kata-kata atas apa yang mereka lakukan.
  • Tanamkan sebuah biji. Dibutuhkan iman bagi kita untuk menanam sebuah biji dan mengharapkan sesuatu keluar daripadanya. Hukum alam yang mengatakan bahwa sesuatu dapat tumbuh dari sebuah biji bisa saja salah jika diaplikasikan secara umum. Tetapi jika kita memiliki iman bahwa sebuah tanaman akan tumbuh dari biji, berapa banyak iman yang kita perlukan pada Allah yang menjadikan alam semesta?
 HUBUNGKANThe Acts of the Apostles, pp. 255‒268.
Calvin B. Rock, The Love of Christ (Nampa, Id.: Pacific Press Publishing Association®, 1991), pp. 66‒77.

Alan Hecht, Takoma Park, Maryland, U.S.A.

No comments:

Post a Comment