|
|
Satu
dan Dua Tesalonika
Pelajaran Ke-Enam Kwartal 3,
Sobat Selamanya
4—10 Agustus
2012
Diterjemahkan Oleh: Alwin Simanjuntak
Editor: Daniel Saputra dan Yonata
Bastian
Sirkulasi:
Janette Sepang
|
“Kiranya
Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa
kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.” (1 Tes. 3:13).
Sabbath
4 AGUSTUS
|
1 Tes.
3:13
|
Pendahuluan
Berapa
Lama Lagi Berakhirnya?
|
Kiah berbaring di tempat tidur, lelah setelah bekerja. Namun yang bisa ia lakukan adalah memikirkan ujian yang dia hadapi. Sudah enam minggu sejak dia melamar
pekerjaan baru, tetapi tidak ada jawaban telah datang. Dia mendapatkan masalah dalam pekerjaannya yang sekarang karena
dia adalah seorang Kristen, jadi dia sangat berharap untuk mendapat pekerjaan yang
baru.
Allah telah menjanjikan kita hal terbesar yang dapat kita peroleh
Kiah
selalu diajarkan untuk berbaur dengan rekan-rekan kerjanya. Namun, jika ia berbaur,
hal ini akan menyebabkan dia berpaling dari Allah dan janji-janji-Nya. Satu-satunya
hal yang membuat dia terus berusaha adalah dorongan semangat dari keluarga dan teman-temannya.
Dia tahu dia bisa mengandalkan mereka di saat ia putus asa.
Sebagai
orang Kristen, kita akan dianiaya. Kita harus mengingat, bahwa kita memiliki Allah
di pihak kita, dan bahwa dengan Allah segala sesuatu adalah mungkin. Kita harus yakin bahwa kita akan menerima apa
yang Allah janjikan. Allah telah memeteraikan janji ini dengan mengirimkan Anak-Nya
untuk mati bagi dosa-dosa kita. Ini adalah kekuatan kita yang menyanggupkan kita
untuk bertahan.
Orang
Tesalonika juga dihadapkan dengan kesulitan, tetapi Paulus memberikan pesan pengharapan.
Pesan ini adalah untuk kita juga. Ya, hidup dengan prinsip Tuhan akan membawa penganiayaan.
Namun, perhatian kita harus senantiasa tertuju pada hal yang terpenting. Paulus
ingin jemaat Tesalonika untuk tetap hidup setia sehingga mereka bisa masuk kerajaan
Allah. Paulus menulis, "Kiranya
Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa
kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya." (1 Tes 3:13) Perkataan ini mendorong
gereja Tesalonika untuk berfokus pada hal yang paling penting.
Ketika
Anda mempelajari pelajaran pekan ini, ingatlah, bahwa Allah telah menjanjikan kita hal terbesar yang dapat kita peroleh.
Dia sudah menjanjikan kita kedatangan Yesus yang kedua kali. “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat
berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga
dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” (1 Tes 4:15).
Kamarie Manning, Tortola, British Virgin Islands
Minggu
5 AGUSTUS
|
Bukti
Orang Tesalonika Yang Teraniaya
|
1 Tes. 2:13–19
|
Paulus
membandingkan nasib anggota jemaat Tesalonika dengan orang Kristen Yahudi di
Palestina. Sementara alasan untuk perbandingannya tidak diketahui, ia tampaknya
menunjuk pada kesamaan antara penganiayaan terhadap anggota gereja di Palestina
di tangan orang Yahudi, dan siksaan orang percaya di Tesalonika oleh
bangsa-bangsa lain. Orang-orang Kristen Palestina telah berpegang teguh dalam
iman. "Kamu harus bertahan dengan cara yang sama," kata Paulus
terhadap jemaat Tesalonika.
Paulus tidak memperlakukan orang Yahudi
sebagaimana mereka memperlakukan orang lain
Banyak
orang Kristen di Tesalonika adalah orang Yahudi yang bertobat sebelum mereka mendengar
berita Injil. Pada pertemuan pertama mereka dengan Paulus, mereka pasti bertanya-tanya
mengapa pesan-pesan Paulus seperti berisi kebencian dari sesama orang Yahudi. Terlepas
dari perbedaan yang timbul, ini telah menyebabkan, mereka menerima kebenaran tentang
Yesus. Selanjutnya mereka mengalami penindasan yang sama seperti Paulus dan sebagian
orang Kristen lainnya alami. *
Paulus
mengingatkan jemaat Tesalonika bahwa perlawanan terhadap orang Kristen adalah masuk akal,
ketika mengingat bahwa sumber penganiayanya adalah orang-orang yang sama yang membunuh Yesus. Para penindas ini iri akan
kemajuan pekabaran kekristenan dan menganggapnya sebagai saingan yang perlu diberantas.
Kedengkian mereka bersumber dari pola pikir nenek moyang mereka, yang telah membunuh
nabi-nabi Allah untuk membungkam pekabaran mereka.
Kasih dan kepedulian Paulus terhadap anggota
gereja sangat jelas terbukti. Namun responsnya terhadap para penganiaya Yahudi menunjukkan
sesuatu yang penting. Paulus tidak memperlakukan orang Yahudi sebagaimana mereka memperlakukan orang lain. Mereka membenci
semua orang yang tidak sama seperti mereka. Sebaliknya, Paulus dipenuhi kepedulian untuk setiap orang yang tidak mengenal Yesus.
Paulus berkata, "Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan
semua manusia mereka musuhi, karena mereka mau menghalang-halangi
kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah
mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka
telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya" (1 Tes 2:15, 16.). Dengan kata lain,
Tuhan akan menyelesaikan masalah ini dan Paulus tidak perlu membenci siapa pun dalam
pikiran, perkataan, atau perbuatan.
Surat
pertama Paulus kepada orang Tesalonika memberi mereka landasan yang tepat untuk
memiliki iman yang teguh dalam Yesus, terlepas dari sumber, lamanya, atau intensitas
penganiayaan mereka hadapi.
_____________
*See The SDA Bible Commentary, vol. 7, 2nd
ed., p. 235.
Tim Lale, Boise, Idaho
Senin
6 AGUSTUS
|
Mat.
10:42; 24:9–22; Rom. 9:1–5; 11:1–12, 24–32; 1 Tes. 2:13—3:13
|
Logos
Menjadi Kuat,
Tak Bercacat, dan Suci
|
Menjadi Tak
Bercacat dan Suci (1 Tes 2:13-3:13)
Kekudusan berarti menjadi sungguh-sungguh berdedikasi
untuk Tuhan dengan tujuan membiarkan Dia bekerja melalui Anda. Bila Anda kudus di
hadapan Allah, segala sesuatu tentang keberadaan Anda - tindakan, pikiran, akan
sejalan dengan prinsip dan kehendak-Nya. Matius 10:42 mengatakan bahwa jika Anda
memberikan secangkir air dingin saja untuk pengikut-Nya, Anda pasti akan dihargai.
Tindakan tersebut menunjukkan jenis kasih yang adalah kekuatan pendorong dari semua
yang Anda lakukan. Tindakan tersebut dapat menaklukkan hati dan menembus jiwa penerima.
Kekuatan pendorong di balik tindakan tersebut adalah kasih yang suci, dan ketika
Anda kudus, Anda akan mencerminkan kasih ini dalam semua yang Anda lakukan.
Kasih Allah bagi
kita begitu dalam, dan Dia sangat menginginkan agar kita selamat.
Ayat 13 "menunjukkan lingkup di mana Kristus
adalah untuk membuat orang percaya tidak bercacat. Kristus akan memungkinkan mereka
untuk hidup suci tanpa cacat di hadapan Hakim Semesta Alam. 'Tak bercacat dalam
kekudusan' merupakan standar etis dan spiritual tertinggi. Rasul Paulus percaya
bahwa standar tersebut dapat dicapai dengan kasih karunia Kristus yang diberikan
kepada mereka yang bertambah-tambah dalam kasih. Menjadi kurang percaya berarti
menyangkal Injil "*.
Paulus berdoa secara tulus dan tak berkeputusan. Dia berdoa agar hati
orang-orang di Tesalonika akan menjadi tak bercacat dan kudus melalui kasih yang
suci. Paulus mengasihi mereka dan tahu bahwa satu-satunya cara mereka bisa diselamatkan
adalah bagi mereka untuk memiliki kasih dalam hati mereka. Namun, ia juga tahu bahwa
satu-satunya cara ini hanya dimungkinkan melalui bantuan Allah. Tuhan diperlukan
untuk menguatkan hati mereka agar bisa menahan serangan terhadap serangan setan
dan mengikuti prinsip-prinsip yang saleh. Fakta bahwa ini adalah doa dan tidak hanya
perintah menunjukkan bahwa hal ini hanya bisa dilakukan dengan pertolongan Tuhan.
Jatuh Dari
Standar (Rom 11:1-12, 24-32)
Jika Anda jatuh dari standar Allah, Anda masih
memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri anda . Bangsa Israel jatuh dari kasih
karunia Allah dan tidak lagi saleh dan suci di mata-Nya. Namun, Dia tetap mengasihi
mereka dan melakukan segala sesuatu yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan mereka.
Allah berharap untuk memenangkan hati mereka sekali lagi. Meskipun mereka melakukan
segala macam kejahatan terhadap Allah, Allah tetap mengasihi mereka dan mencoba
untuk mendapatkan perhatian mereka untuk mengarahkan mereka kembali ke jalan yang
benar. Ini adalah kasih karunia Allah dalam tindakan. Meskipun Israel jatuh dari
standar kekudusan yang ditetapkan oleh-Nya, mereka masih memiliki kesempatan, dan
kita juga!
Banyak orang mungkin berpendapat bahwa lingkungan di sekitar kita membuat
tidak mungkin untuk hidup kudus. Selebriti, aktor dan atlet besar, tampaknya menetapkan
standar dengan mana orang harus hidup di zaman ini. Namun, sebagai orang Kristen,
hidup kita harus diatur oleh standar yang Yesus selalu ikuti. Meskipun ada kalanya
kita jatuh, Allah akan mengampuni kita jika dengan tulus kita meminta pengampunan.
Iman dan kasih, dipadukan dengan menerima kasih karunia Tuhan, dan mengijinkan Roh
Kudus tinggal dalam hati kita, adalah kunci untuk kita menjadi tak bercacat dan
kudus. Jika kita berdoa dan percaya bahwa Tuhan akan membuat kita kuat untuk melawan
serangan Setan, Dia akan menyucikan kita dari dosa-dosa kita sehingga kita dapat
berdiri tak bercacat di hadapan-Nya saat Dia datang.
Apakah Ini Benar
Berharga? (Mat 24:9-22)
Akan ada orang yang membenci kita karena kita
berdiri di pihak Allah. Kita akan dianiaya karena hal ini. Pada hari-hari terakhir,
kasih orang akan menjadi dingin dan diganti dengan kebencian. Dosa akan menjadi
sesuatu yang lazim (Matius 24:12). Mungkin ada saatnya ketika kita tidak lagi bisa
tinggal dalam kenyamanan rumah kita dan harus melarikan diri, meninggalkan harta
duniawi kita. Ini akan menjadi "waktu kengerian yang lebih besar dari apapun
yang pernah dilihat di dunia dan akan pernah terlihat lagi" (Matius 24:21).
Apakah menjadi saleh dan suci benar-benar berharga? Ya, karena hanya mereka yang
tidak bercacat dan kudus yang akan diselamatkan.
Bahkan ketika Anda kehilangan segalanya dan harus melarikan diri, hal
itu tidak akan sia-sia pada akhirnya. Kasih Allah bagi kita begitu dalam, dan Dia
sangat menginginkan agar kita selamat. Dia akan menguatkan hati Anda jika Anda bertekad
untuk menjadi saleh dan kudus, dan ketika Yesus datang, Anda akan hidup bersama-Nya
selamanya. Menjadi suci menurut standar-Nya hanya dimungkinkan selama Roh Kudus
hidup dalam kita. Berdoalah agar Roh Kudus tinggal dalam hatimu. Mintalah Dia untuk
membantu Anda menyerahkan hidup Anda untuk Yesus. Hal ini sangatlah berharga.
REAKSI
1. Jika keselamatan adalah proses individu, mengapa kita harus peduli
tentang orang lain dan keselamatan mereka? Apa yang Anda lakukan untuk memastikan
bahwa orang lain belajar tentang Kristus?
2. Metode apa sajakah yang dapat kita gunakan untuk menolong orang datang
dekat kepada Yesus?
3. Apakah akan ada waktunya dimana Allah tidak lagi memberikan rahmatNya
bagi manusia? Jelaskan jawaban Anda.
4. Apa sajakah cirri-ciri orang
yang saleh? Apakah ciri-ciri ini ada pada diri Anda? Jika tidak, minta Tuhan untuk
menolong mengembangkan karakteristik ini.
____________
*The SDA Bible Commentary,
vol. 7, p. 241.
Abigail Harewood, Tortola, British Virgin Islands
Selasa
7 AGUSTUS
|
Kesaksian
Memilih Teman
|
1 Tes. 2:13—3:13
|
“Senantiasa
pikirkan kehidupan yang datang.”
"Seperti bangsa Israel, umat Kristen terlalu sering
menyerah pada pengaruh dan kebiasaan dunia dalam persahabatan dengan orang-orang
yang tidak setia, tetapi pada akhirnya akan didapati bahwa teman-teman ini adalah
yang musuh yang paling berbahaya.
"Alkitab dengan jelas mengajarkan
bahwa tidak mungkin ada keharmonisan antara umat Allah dan dunia. 'Janganlah kamu
heran, saudara-saudara, jika dunia membenci kamu "(1 Yohanes 3:13). Juruselamat
kita berkata, "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu
membenci Aku dari pada kamu (Yohanes 15:18). Setan bekerja melalui orang-orang durhaka,
di bawah kedok persahabatan, untuk menarik umat Allah ke dalam dosa sampai ia dapat
memisahkan mereka dari Allah, dan ketika benteng pertahanan mereka hilang, setan
akan memimpin agennya untuk berbalik melawan mereka dan berusaha untuk mencapai
kehancuran mereka "1.
"Teman Anda mungkin tidak bebas
dari ketidaksempurnaan atau dosa. Tapi dalam memilih teman, Anda harus menempatkan
standar Anda setinggi mungkin. Nada moral Anda dinilai dari teman yang Anda pilih.
Anda harus menghindari bersahabat erat dengan mereka yang teladannya Anda tidak
dapat ikuti.
"Pilihlah teman yang memegang
agama dan pengaruh praktis dengan respek yang tinggi. Senantiasa pikirkan kehidupan
yang datang. Jangan biarkan persahabatan Anda menggantikan pikiran ini. Tidak ada
yang lebih efektif dalam menghalau pemikiran serius daripada hubungan dengan orang
yang tidak peduli, sembrono, dan tidak beragama. Apapun kebesaran intelektual yang
mereka miliki, jika mereka memperlakukan agama dengan kesembronoan atau bahkan dengan
ketidakpedulian, mereka tidak baik dipilih sebagai teman. Semakin besar pengaruh
mereka dalam hal lain, semakin Anda harus kuatir pengaruh mereka sebagai sahabat,
karena mereka akan membuat Anda tidak beragama, tidak bertuhan, pengaruh kurang
sopan namun menggabungkannya dengan begitu banyak atraksi yang sesungguhnya berbahaya
untuk moral. "
____________
1. Patriarchs and Prophets,
p. 559.
2. Our High Calling, p. 256.
Petal Sampson, Trinidad and Tobago, West Indies
Rabu
8 AGUSTUS
|
1 Tes.
2:14—3:13
|
Bagaimana
Menolong Kita Melewatinya
|
Sebagai sahabat yang dikasihi, orang-orang
Kristen Tesalonika adalah beban dalam hati Paulus. Jadi ia berusaha menguatkan mereka
di tengah-tengah penganiayaan yang ia sendiri hadapi. Berikut adalah beberapa cara
di mana kita juga bisa menguatkan orang lain dalam masa kesulitan:
Memimpin dengan teladan. Paulus
mengingatkan orang percaya bahwa ia adalah khotbah yang hidup. Contoh kita kepada
orang lain membangun iman mereka karena membuktikan bahwa bukan hanya mereka yang
bergumul dan bahwa adalah mungkin untuk meraih kemenangan. Ini adalah seperti teladan
sempurna yang Kristus tunjukkan bagi kita. Sementara kita harus memandang kepada
Kristus, kita harus berjalan sesuai dengan panggilan yang kita terima, dengan menjadi
contoh kepada orang lain. Ingat, kita mungkin satu-satunya "Kristus" yang
akan pernah mereka melihat. Jadi kita harus menyadari kehidupan yang kita jalani
sebagai orang Kristen.
Doa
berkuasa mengubah sesuatu.
Berikan pujian. Sama seperti
kita senang menerima kata-kata semangat, membagikan kata-kata seperti itu akan menolong
sesama orang percaya berjalan di jalan kristiani. Paulus mencurahkan pujian ketika
sesuatu perlu dipuji, menyoroti aspek positif dari pengalaman Kristen seseorang
sehingga orang tersebut akan didorong untuk tetap maju. Kita juga harus memuji kemajuan
orang lain, karena pujian menguatkan iman mereka dan menginspirasikan kemajuan lebih
lanjut dalam pengalaman kristiani mereka.
Berdoa tanpa berkesudahan. Paulus memanfaatkan
setiap kesempatan untuk memberitahu orang-orang Kristen di Tesalonika tahu bahwa
bahwa dia berdoa untuk mereka. Kita juga harus mengambil setiap kesempatan untuk
berdoa bagi satu sama lain. Ingat bahwa Kristus juga berdoa untuk para murid. Doa
berkuasa mengubah sesuatu. Doa dapat memperbaiki situasi yang membingungkan kita.
Doa dapat memperkuat kita menanggung beban dan tantangan hidup.
Ketika kita mulai melayani sebagaimana yang Kristus inginkan, kita akan
melihat bahwa ketika membantu orang lain melalui "jalan yang sempit,"
kita sesungguhnya membantu diri kita sendiri. Paulus mengirim dorongan pribadi untuk
orang-orang percaya di Tesalonika ketika dirinya sedang menghadapi masalah. Hanya
dengan mengetahui bahwa mereka bertahan dalam iman, hal itu memberinya keberanian
juga. Jadi prinsipnya jelas. Ketika kita membantu orang lain, kita membantu diri
kita sendiri dan secara kolektif hubungan seperti ini membantu kita semua sebagai
orang percaya dalam Kristus Yesus.
REAKSI
1. Pikirkan cara yang
nyata dimana Anda dapat menguatkan seseorang yang anda kenal yang sedang mengalami
masa yang sulit dalam hidupnya.
Gelisa Simmons, Tobago, West Indies
Kamis
9 AGUSTUS
|
Pendapat
Menemukan Iman,
Keberanian, dan Dukungan
|
1 Tes. 2:13, 3:10
|
Paulus telah
berkhotbah hanya beberapa minggu sebelum ia dipaksa untuk pergi. Tidak lama
setelahnya, orang-orang Kristen dihadapkan pada penganiayaan. Dengan menyerang
secara cepat, setan berharap untuk menghancurkan mereka sebelum hubungan mereka
dengan Kristus menjadi lebih kuat.
Orang
Tesalonika bukan satu-satunya yang mengalami penganiayaan segera setelah
pertobatan mereka. Buku To Persia, With
Love, menceritakan kisah seorang pemberontak Kurdi yang bertemu dengan
seorang tentara Kristen dan menuntunnya menjadi seorang Kristen. Ia datang
kepada pendeta Presbitarian untuk dibaptis, tapi pendeta mencurigai motifnya
dan orang ini berbalik pergi. Selanjutnya, ia pergi ke pendeta Katolik. Disana
imam berdoa dengannya dan membaptiskannya. Beberapa minggu kemudian, Muslim
Kurdi pejuang menyerang desa tempat ia tinggal. Menolak untuk menyangkal iman
barunya, ia digantung di hadapan umum sebagai peringatan bagi orang lain
berpikir-pikir untuk menjadi Kristen.1
Menjadi orang
Kristen adalah tentang menempatkan target di punggung.
Menjadi
orang Kristen bukan hanya hadir di gereja atau berdiskusi mengenai Alkitab
secara panjang lebar. Menjadi orang Kristen adalah tentang menempatkan target
di punggung, mengatakan kepada musuh “silakan tembak setiap saat," dan
memiliki iman bahwa Yesus akan menjadi perisai Anda. Menjadi orang Kristen juga
berarti saling menguatkan dan berdoa siang dan malam untuk satu sama lain,
seperti yang Paulus lakukan untuk jemaat Tesalonika. "Doa kita tidak boleh
egois. Doa kita harus timbul bukan hanya karena kita merasa bahwa kita harus meletakkan
segala beban kita kepada Allah, namun juga karena kita begitu terikat dalam
kasih kepada sesama kita sehingga kita merasa bahwa kebutuhan mereka adalah
seperti kebutuhan kita sendiri. Menjadi perantara bagi sesama adalah cara yang
paling kuat dan praktis di mana kita dapat mengungkapkan kasih kita bagi mereka
"2.
Dari
gereja Tesalonika dan orang Kurdi Kristen kita dapat melihat bahwa ada
orang-orang sebelum kita yang telah mengalami sengsara, tetapi iman mereka
tidak gagal. Seperti orang-orang Kristen itu, semoga kita menjadi kuat dalam
iman dan saling menguatkan satu sama lain, sehingga kita juga bisa memenangkan
pertempuran bersama Kristus.
REAKSI
1. Bagaimana orang lain menolong Anda dalam masa-masa
kesusahan? Bagaimana Anda mendukung mereka ketika mereka membutuhkan dukungan
Anda?
____________
1. Kenneth S.
Oster and Dorothy Minchin-Comm. To Persia, With Love (Nampa, ID: Pacific
Press Publishing, 1980), 70-73.
2. John Calvin.
John Calvin Quotes, 22 July 2011, http://www.goodreads.com/author/quotes
/30510.John_Calvin
(accessed July 28, 2011).
Asheley Woodruff, Nampa, Idaho, U.S.A
Jum’at
10
AGUSTUS
|
Eksplorasi
Menguatkan Hati Kita
|
1 Tes. 3:13
|
SIMPULAN
Banyak pengkhotbah atau guru-guru Kristen memberikan
kesan bahwa masalah-masalah kehidupan hanya akan mengecil atau hilang ketika orang
menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Betapa mengejutkan ketika
mendapati bahwa seseorang harus mengalami kesulitan-kesulitan yang umum terjadi
pada manusia di dunia yang telah jatuh ini. Lebih buruk lagi, sebagai orang Kristen,
mungkin kita harus menghadapi kritik, cemooh, atau bahkan penganiayaan dan diskriminasi
dari mereka yang tidak mengerti! Tetapi Alkitab berulang kali menekankan bahwa kita
dapat berharap untuk disalahpahami dan dianiaya, karena itu terjadi pada beberapa
orang terbaik. Bahkan, itu terjadi pada Orang terbaik dari semuanya. Kita dapat
merespon dengan cara yang sama seperti Dia: menguatkan hati, bergumul untuk mencapai
kekudusan-Nya, dan berfokus pada apa yang akan datang.
PERTIMBANGKAN
- Gambarkan atau lukiskan Kedatangan Kristus yang Kedua Kali. Tempatkan diri Anda dalam gambar atau lukisan tersebut. Bagaimana hal ini dapat memotivasi Anda dalam menghadapi apapun masalah yang mungkin sedang Anda alami?
- Pikirkan mengenai hal-hal yang mengalihkan perhatian Anda dari perkara-perkara ilahi, atau hal-hal yang lebih rendah dari apa yang Allah miliki bagi Anda. Buat sebuah daftar ketika Anda mengamati perilaku dan pikiran Anda sepanjang hari. Pikirkan rencana untuk meminimalkan hal-hal tersebut.
- Tuliskan satu atau dua paragraf mengenai janji-janji yang Allah berikan jika kita berdiri teguh dalam kebenaranNya. Apa makna janji-janji tersebut bagi Anda, dan mengapa Anda bersedia untuk dianiaya dan untuk janji-janji tersebut, sebagaimana Alkitab katakan, bahwa orang yang mau beribadah di dalam Kristus akan menderita aniaya.
- Nyanyikan atau dengarkan lagu-lagu dari hymnal Kristen yang dapat menguatkan iman Anda. Mengapa lagu-lagu itu bisa menguatkan Anda? Dapatkah Anda mengingat lagu itu jika Anda tidak merasakan sentimen lagunya?
- Temukan seorang di gereja Anda dan kuatkan mereka dalam ministry mereka secara rutin. Paling sedikit, tunjukkan perhatian lewat kata-kata atas apa yang mereka lakukan.
- Tanamkan sebuah biji. Dibutuhkan iman bagi kita untuk menanam sebuah biji dan mengharapkan sesuatu keluar daripadanya. Hukum alam yang mengatakan bahwa sesuatu dapat tumbuh dari sebuah biji bisa saja salah jika diaplikasikan secara umum. Tetapi jika kita memiliki iman bahwa sebuah tanaman akan tumbuh dari biji, berapa banyak iman yang kita perlukan pada Allah yang menjadikan alam semesta?
HUBUNGKANThe Acts of the Apostles, pp. 255‒268.
Calvin B. Rock, The Love of Christ (Nampa, Id.: Pacific Press Publishing Association®, 1991), pp. 66‒77.
Alan Hecht, Takoma Park, Maryland, U.S.A.
Calvin B. Rock, The Love of Christ (Nampa, Id.: Pacific Press Publishing Association®, 1991), pp. 66‒77.
Alan Hecht, Takoma Park, Maryland, U.S.A.
No comments:
Post a Comment