|
|
Satu
dan Dua Tesalonika
Pelajaran Ke-Lima Kwartal 3,
Teladan
Kerasulan
28 Juli—4
Agustus 2012
Diterjemahkan Oleh: Gomgom Simatupang
Editor: Daniel Saputra dan Yonata
Bastian
Sirkulasi:
Janette Sepang
|
”Sebaliknya, karena
Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan injil kepada kami, karena
itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk
menyukakan Allah yang menguji hati kita” (1 Tes 2:4).
Sabbath
28 Juli
|
1
Tes 2:4
|
Pendahuluan
Anda Diciptakan Untuk Sebuah Misi!
|
Salah satu misi luar angkasa paling
terkenal adalah Apollo 11, missi yang bertujuan untuk mengantarkan dua orang ke
bulan dan kembali ke bumi dengan selamat. Televisi menyiarkan secara langsung
ketika Neil Armstrong dan Edwin Aldrin berjalan di permukaan bulan pada tahun
1969. Ketika mereka kembali ke bumi, misi mereka di puji-puji sebagai misi
paling sukses.
Anda
juga mempunyai misi. Para kru Apollo 11 di tugaskan oleh manusia seperti mereka
sendiri, tetapi tidak ada keraguan bahwa mereka melakukan tugasnya dengan
sungguh-sungguh dan melakukan yang terbaik agar misi tersebut berhasil. Harus lebih seberapa seriuskah kita mengerjakan misi kita, yang di
berikan bukan oleh manusia yang tidak baka melainkan dari Bapa Pencipta kita?
Kita semua
mempunyai misi untuk diselesaikan di bumi ini.
Dengan cara yang sama 12
murid Yesus di kirimkan untuk menyelesaikan sebuah misi, kita, juga, di tunjuk
oleh-Nya untuk melayani suatu misi. Kata rasul
di definisikan sebagai seseorang yang dikirim dalam sebuah misi. Kita semua
adalah rasul Kristus dan kita semua menanggung pekerjaan yang sama untuk
membuat semua bangsa murid dan mengajarkan mereka untuk menuruti segala
perintah yang Yesus ajarkan kepada kita untuk di lakukan (Mat 28:19,20). Sama
seperti Bapa mengutus Yesus untuk menjadi terang dunia, demikian juga Ia
mengutus kita untuk terang yang sama dari firman-Nya pada semua orang (Yoh
20:21).
Kita
semua dipanggil untuk menjadi rasul.Tuhan meninggalkan banyak contoh dalam
Alkitab untuk mengajarkan pada kita bagaimana cara agar kita dapat menyembahnya
dengan setia. Ia memperlengkapi kita dengan talenta
yang berbeda-beda, dan ketika kita menemukan cara untuk menyalurkan talenta
kita bagi kemulian dan kemasyuran nama-Nya dan kerajaan-Nya, maka hal itulah
yang menjadi pelayanan kita. Inti dari setiap pelayanan harus lah hasrat kita
untuk menyenangkan Tuhan (1 Tes 2:4). Akan ada saat-saat dimana kita mengalami
kesusahan dan kita harus bertahan. Seperti Rasul Paulus, kita harus berpegang
teguh, dengan kasih Allah dan keinginan kita untuk menyenangkan-Nya sebagai
motivasi utama kita. Selama engkau belajar minggu ini, saya mengundang anda
untuk menyelidiki cara-cara praktis untuk menyelesaikan misi surgawi mu dengan
menjadi rasul yang setia. Seperti misi-misi lainnya, ini akan membutuhkan
dedikasi dan kerja keras. Namun, jika engkau sungguh-sungguh mendalami misi mu,
engkau akan mengalami pengalaman hebat dan akan menerima berkat-berkat besar
yang tak terduga yang di curahkan oleh Bapa kita yang disurga.
___________
*Merriam-Webster
Online Dictionary, http://merriam-webster.com/dictionary/apostle (accessed July 27, 2011).
Rheyda P. Hinlo, Muntinlupa City, Philippines
Minggu
29 Juli
|
Logos
“Lakukan Apa Yang Kulakukan, Bukan Apa yang Kulakukan”
|
Ul 10:16; Maz 51:1-10; Luk 1:11-13; Kis
16; 2 Kor 8:1-5; 1 Tes 2:1-12
|
Orang tua sering mengatakan pada
anak-anaknya apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Ini
adalah salah satu cara untuk mengajarkan disiplin kepada anak-anaknya juga
untuk menjaga agar anak-anaknya baik-baik dan tidak celaka. Namun, kadangkali
orang tua melakukan apa yang mereka katakana untuk tidak lakukan kepada
anak-anaknya. Dalam beberapa kasus, anak-anak akan mengatakan bahwa orang tua
nya munafik. Dalam surat nya kepada jemaat di Tesalonika, Paulus membagikan
bagaimana cara untuk menjadi rasul Kristus. Pada suatu waktu, Paulus gigih
untuk memusnahkan Kekristenan, namun setelah dia bertemu Kristus di jalan ke
Damaskus, ia menyerahkan seluruh hidupnya untuk Tuhan.
sangatlah penting
bagi seorang rasul untuk transparan dalam segala yang ia perbuat. Tidak ada
tempat di surga bagi orang yang mengaku Kristen tetapi hanya dinama saja. Jadi
marilah kita menjadi seperti Paulus rasul Kristus.
Hati yang Disunat (Ul 10:16)
Ketika Tuhan berjanji pada Abraham
bahwasanya ia akan menjadi “Bapa dari banyak bangsa,” perjanjian sunat pun di
tetapkan. Sunat merupakan tanda dari hubungan istiwema antar Tuhan dan bangsa
Israel (Kej 17:10,11). Pada masa Paulus, sunat di gunakan orang Yahudi untuk
mendiskriminasikan orang bukan Yahudi. Mereka percaya akan hal yang salah bahwa
sunat lebih penting daripada pengorbanan Kristus di kayu salib. Orang-orang
Yahudi ini gagal untuk mengerti apa maksud sebenarnya “sunat di dalam hati” (Ul 10:16). “Sebab
sunat tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah
yang ada artinya” (Gal 6:15). “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus
Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai suatu arti, hanya iman
yang bekerja oleh kasih” (Gal 5:6). Perhatikan baik-baik bahwa dalam ayat
terakhir ini penurutan merupakan sebuah hasil dari iman yang kita punyai di
dalam Kristus dan Kasih-Nya.
Hati yang Menyesal (Maz 51:1-10)
Ketika Daud
menyadari bahwa Bathsheba telah mengandung karena nya, ia kemudian membunuh
Uria suami Bathsheba. Lalu Tuhan mengirimkan nabi Natan
untuk menegurnya. Daud dengan cepat sadar diri bahwa ia telah berdosa. Ia
kemudian meminta ampunan dan kasihan Tuhan (Maz 51:1).
Berulang-ulang
kali kita berdosa terhadap Tuhan. Lalu kita harus
mengaku dosa kita dan tidak mengulangi nya
lagi untuk mendapatkan ampunan Tuhan. Seperti Daud, kita harus meminta
Tuhan untuk menjadikan hati kita tahir (Maz 51:10).
Hati yang Percaya (Lukas 11:11-13)
Seorang Kristen yang bertumbuh dalam iman
mengembangkan kebaikan akan percaya kepada Tuhan setiap harinya, bahkan dalam
kondisi yang menakutkan. Sebuah kebaikan tidak tumbuh hanya dalam semalam dan
hanya bisa dituai melalui penderitaan. Untuk dapat percaya sepenuh hati kepada
Tuhan membutuhkan kepatuhan akan kehendak-Nya. Orang tua tahu apa yang baik
untuk diberikan kepada anak-anaknya. Tetapi Bapa kita yang disurga lebih lebih
sehingga akan memberikan kita Roh Kudus jika kita memintanya (Lukas 11:13).
Hati yang Bertahan (Kis 16)
Timotius dan Silas bergabung bersama
Paulus dalam perjalanan misinya. Mereka pergi ke daerah-daerah, mengkhotbahkan
injil dan membaptiskan banyak orang. Tetapi mereka juga mengalami penderitaan.
Pemilik dari seorang hamba perempuan yang di kuasai roh, mecampakkan mereka
kedalam penjara. Tetapi sebelum itu mereka di permalukan di depan public, di
telanjangi, dan di pukul. Namun walaupun mereka berada di dalam penjara yang
paling dalam dan gelap, mereka berdoa dan bernyanyi (Kis 16:25). Suatu teladan Iman yang luar biasa!
Menjadi rasul Tuhan bukanlah gampang.
Musuh tidak dapat dielakkan. Namun, kita mempunyai kepercayaan bahwa Tuhan
selalu beserta kita dalam saat tergelap sekalipun.
Hati yang Dermawan (2 Kor 8:1-5)
Paulus memuji jemaat Makedonia atas
kemurahan mereka. Walaupun dalam kesusahan yang amat sangat dan kemiskinan,
mereka “memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka”
(2 Kor 8:3). Tidak seharusnya kita menjadi kikir dalam hal menggunakan talenta
yang diberikan Tuhan kepada kita. Paulus mengingatkan kita untuk kaya dalam
pelayanan kasih (2 Kort 8:7). Allah lebih suka kepada orang yang rendah hati,
pemberi yang ceria daripada orang yang angkuh dan sombong dalam memberi.
Hidup untuk Menyenangkan Allah (1 Tes 2:1-12)
Paulus menjelaskan dengan jelas bahwa ia
dan pengikutnya mencoba menyenangkan Allah daripada manusia (1 Tes 2:4). Meskipun para
rasul selalu menerima penderitaan selama mereka menginjil, mereka tidak
berhenti. Mereka dapat menampilkan puji-pujian atau hal-hal lain yg
menyenangkan orang agar dapat diterima masyarakat banyak dan menjauhkan mereka
dari penyiksaan. Namun, mereka mengerti dengan jelas bahwa Tuhan memeriksa hati
semua orang yang bekerja untuk-Nya. Ia mencari kedalam lubuk hati untuk melihat
apakah seseorang sungguh-sungguh berdedikasi atau dipengaruhi oleh motif lain.
Oleh karena itu, sangatlah penting bagi seorang rasul untuk transparan dalam
segala yang ia perbuat. Tidak ada tempat di surga bagi orang yang mengaku
Kristen tetapi hanya dinama saja. Jadi marilah kita menjadi seperti Paulus
rasul Kristus.
REAKSI
1. Bagaimana kita menyikapi orang Kristen?
2. Kenapa begitu susah untuk melakukan yang kita katakan?
3. Kenapa nampaknya begitu gampang untuk mengkritik dan menghakimi
pendeta?
Bongga L. Agno, Muntinlupa City, Philippines
Senin
30 JULI
|
Yakobus
1:2-4
|
Kesaksian
Puji Tuhan Pada
Waktu Susah
|
“Umat Allah tidak akan terbebas dari
penderitaan; tetapi sementara dianiaya dan menderita, sementara mereka
menanggung kekurangan dan menderita kekurangan makanan, mereka tidak dibiarkan
binasa. Allah yang memelihara Elia, tidak akan melewatkan seorang pun anak-Nya
yang mengorbankan dirinya. Ia yang menghitung rambut di kepala mereka akan
memelihara mereka, dan pada waktu bala kelaparan, mereka akan dikenyangkan.
Sementara orang-orang jahat mati karena kelaparan dan bala, malaikat-malaikat
akan melindungi orang-orang benar dan mencukupi kebutuhan mereka. Diberikan
janji kepada orang-orang yang “hidup dalam kebenaran,” “Rotinya disediakan, air
minumnya terjamin.” “Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari
air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan. Tetapi Aku, Tuhan, akan
menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak meninggalkan mereka.”1
“Orang benar yang
masih hidup “diubahkan dalam sekejap mata.”
Kita tahu bahwa tidak ada seorang pun yang
luput dari masalah. Kabar baiknya adalah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan
kita. Kita hanya harus tetap percaya dan beriman kepada-Nya setiap waktu. Ia
selalu siap untuk menolong kita kapan pun bahaya datang. Sebagai pegikut
Kristus, kita tidak boleh takut karena kita tahu Ia akan selalu berada di sisi
kita selama penderitaan dan penyiksaan. Belajar percaya kepada-Nya menyiapkan
kita menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali.
“Orang benar yang masih hidup “diubahkan
dalam sekejap mata.” Pada waktu Allah bersuara mereka telah dimuliakan, dan
dengan bangkitnya orang-orang kudus mereka diangkat untuk menemui Tuhan mereka
di awan-awan. Malaikat-malaikat “mengumpulkan orang-orang pilihan dari keempat
penjuru mata angin, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”
Teman-teman yang sudah lama dipisahkan oleh kematian dipersatukan, tidak pernah
lagi akan berpisah, dan dengan nyanyian kesukaan naik bersama-sama ke dalam
kota Allah.”2
REAKSI
1.
Bagaimana
kita mengatasi ketakutan pada saat pencobaan?
2.
Bagaimana
kita mempersiapkan orang lain untuk siap pada kedatangan Kristus yang kedua
kali?
_______________
1. The Great Controversy, p.
629.
2. Ibid., p. 645.
Pauline S. Cochongco, Muntinlupa City, Philippines
Selasa
31 JULI
|
Bukti
Surat Cinta Paulus
|
2 Tes 2:8
|
Selama zaman Paulus, Tesalonika merupakan
ibukota Makedonia*. Paulus menulis dua surat kepada orang-orang percaya yang hidup
disana. Dalam suratnya, dia menceritakan betapa rindunya ia untuk dapat kembali
ke Tesalonika (1 Tes 2:17,18). Namun, setan mencegahnya untuk dapat pergi.
Walaupun Paulus tidak dapat hadir secara langsung, suratnya telah
menginspirasikan banyak umat percaya di Tesalonika dan menginstruksikan mereka
untuk menghidupkan kehidupan Kristen walaupun banyak pencobaan.
Akan menjadi berkat yang amat hebat jika kita
kembali kepada Tuhan sebagai pelayan-Nya
Paulus
mengunjungi banyak tempat, tetapi seperti seorang ibu yang kasih akan anaknya,
ia selalu mencari tahu akan apa yang terjadi pada jemaat di Tesalonika (1 Tes
2:7). Ia juga mengirimkan Timotius untuk melihat
kerohanian anggota jemaat dan untuk menguatkan dan mendorong mereka (1 Tes
3:5). Ketika Paulus mendengar bahwa orang-orang Tesalonika tetap setia, sebuah
kebahagian yang besar bagi hatinya! (1 Tes 3:6-8).
Pekabaran Paulus bukan hanya membagikan
injil tetapi juga hidupnya (1 Tes 2:8). Rasul itu menunjukkan pada kita bahwa
injil Yesus adalah pesan tentang kasih yang bukan hanya di khotbahkan melalui
kata-kata tetaou juga melalui pernyataan perbuatan. Jika engkau membaca
surat-suratnya, anda akan mendapati seperti sedang membaca sebuah surat cinta
yang dituliskna kepada seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu. Lihat
betapa bersukacita nya ia melihat gereja dan umat-umat percaya yang rindu untuk
bertemu dengan nya seperti ia juga rindu untuk bertemu mereka. Ini adalah kasih
yang sama yang di berikan sang Pencipta kepada kita anak-anak-Nya (Lukas
11:11-13). Bayangkan betapa susah dan sedihnya Tuhan ketika kita hilang, betapa
berbahagia nya Tuhan ketika kita kembali pada-Nya. Akan menjadi berkat yang
amat hebat jika kita kembali kepada Tuhan sebagai pelayan-Nya.
Yesus Kristus adalah penebus kita. Kita
dibersihkan dari segala kesalahan kita oleh darah-Nya. Dengan mengetahui hal
ini, kebahagiaan dan kesenangan kita haruslah kita bagikan kepada orang lain
dan bukan kita simpan dalam diri kita sendiri, sebagaimana yang Paulus dan
rasul-rasul lainnya lakukan pada zaman mereka.
REAKSI
1. APakah cukup bagi kita mengetahui bahwa
kita diselamatkan? Diskusikan.
2. Apa yang anda pikirkan tentang ide
menunjukkan kasihmu kepada orang lain yang tidak di kenal? Apa yang Alkitab
katakan kepada kita?
3. Dapatkah saudara dan sahabat-sahabatmu
yang tidak percaya melihat Yesus melalui engkau? Jika ya, dalam hal apa?
____________
*The SDA Bible Commentary, vol.
7, 2nd ed., p. 223.
Samuel D Bagano Jr.,
Muntinlupa City, Philippines
Rabu
1 AGUSTUS
|
Kis 16:25-28; 1 Tes 2:1-9
|
Bagaimana
Menjadi Rasul Kristus
|
Paulus
tidak menyaksikan penyaliban Kristus. Ia bukanlah 12 rasul yang pertama. Ia
mempunyai beberapa pengalaman yang dapat melemahkan fisik dan rohaninya. Namun
keinginannya menyebarkan injil tetap kuat. Sebagai pengikut Kristus, karakter
apa yang
diserahkan Paulus kepada Roh Kudus untuk dikembangkan dalam dirinya?
Paulus sangat mengenal Allah
yang disembahnya
Kerinduan mendalam
agar orang lain dapat
selamat. Paulus
mengetahui bahwa hidup orang tidak percaya sama pentingnya dengan hidup
umat-umat percaya. Selagi di penjarakan oleh karena imannya (Kis 16:25-28),
Paulus mendapatkan kesempatan untuk membiarkan sipir penjara bunuh diri
sehingga ia dan Silas dapat melarikan diri. Namun, ia membuktikan bahwa
keselamatan abadi musuhnya jauh lebih penting dibandingkan kebebasannya.
Sebagai rasul Kristus pada zaman ini,
kita tidak boleh lupa bahwa Ia telah mati untuk menyelamatkan semua jiwa –
tidak peduli betapa berdosa dan tidak disukaipun mereka, tidak peduli apa yang
telah mereka lakukan terhadap kita. Ketika anda bertemu dengan orang yang tidak
anda sukai, ingat bahwa keselamatan jiwa orang tersebut sangat penting bagi
Kristus. Oleh sebab itu, menjadi penting juga bagi anda.
Rasa
Sensitif kepada sesama. Paulus menyunat Timotius, bukan karena itu penting bagi keselamatan,
namun karena dia menghargai orang-orang yang ingin ia sebarkan akan injil (Kis
16:3). Paulus juga bekerja bukan supaya menghidupi dirinya sendiri namun agar
ia tidak menjadi beban bagi orang lain (1 Tes 2:9). Ia menunjukkan kelemahlembutan,
seperti seorang ibu yang menyayangi anaknya, agar supaya ia dapat mengabarkan
inji Kristus dan kesaksian pribadinya (1 Tes 1:6-8).
Sebagai Rasul
Kristus, kita mesti ingat bahwa pekabaran keselamatan tidak akan berdaya jika
kita tidak secara sensitif terhubung dengan orang yang menjadi target bersaksi
kita.
Fokus untuk menyenangkan Allah daripada manusia. Paulus sangat mengenal Allah yang disembahnya. Prioritasnya adalah melakukan
pekerjaan yang menyenangkan DIA (1 Tes 2:4). Penderitaan dan penghinaan, gantinya pujian dan terimakasih dari
manusia, seharusnya tidaklah menjadi masalah bagi kita.
Seperti Paulus, tidak ada pujian dari
manusia yang dapat menggantikan kebahagiaan mengetahui bahwa sang Pencipta dan
Penebus senang akan pekerjaan yang kita lakukan bagiNYA
REAKSI
1. Menurutmu dapatkah seseorang sampai ke suatu titik dimana ia capek dan lelah untuk
menyenangkan Allah? Kenapa ya atau kenapa tidak?
2. Kenapa sensitifitas dan kelemahlembutan penting dalam bersaksi?
Liezel M. Bobadilla, Cuenca, Batangas
Philippines
Kamis
2 AGUSTUS
|
Pendapat
Bereskan Hidupmu
Sebelum Terlambat
|
2 Kor. 3:2,3
|
Dalam dunia sekarang ini, kita harus
mengakui bahwa seberapa besar pun kita ingin hidup bagi Kristus, Setan akan
selalu mencari cara untuk menjerumuskan kita. Hanya pengetahuan yang kuat
tentang Firman Tuhan yang dapat menjaga kita tetap pada jalur. Sebagai
anak-Nya, marilah kita bekerja dengan rajin untuk menyebarkan injil. Biarlah
kita menjadi waspada agar kita dapat menang.
Allah kita
adalah Allah yang
pengasih yang memberikan segalanya untuk dapat mempertahankan kita tetap pada
jalur
Marilah kita menjadi contoh bagi
orang-orang disekitar kita. Biarlah hidup kita menjadi surat yang di baca semua
orang yang kita kenal dan temui (2 Kor 3:2,3). Salah satu cara yang terbaik
untuk bersaksi ialah membiarkan orang lain melihat karakter Kristus terpancar
melalui kita. Marilah kita menjadi khotbah yang hidup dari iman dan kebenaran
sebagaimana Roh Kudus menanam buah-buah-Nya dalam kita (Gal 5:22,23).
Salah satu strategi Setan ialah mengincar
orang-orang muda, pemimpin masa depan gereja. Ia akan menggunakan segala godaan
dan rayuan untuk memimpin mereka jauh dari Kristus. Selalu menyedihkan ketika
anak muda memilih jalan yang menghancurkan dibandingkan jalan menuju surga.
Bagi mereka, surge adalah keduniawian, kehidupan materialistis yang akan hancur
dan punah ketika Kristus datang kembali.
Allah kita adalah Allah yang pengasih yang memberikan segalanya untuk dapat mempertahankan
kita tetap pada jalur. Ia ingin kita semua diselamatkan dan bersama-sama dengan
Dia di surga nanti. Jika engkau belum menerima-Nya, maukah engkau menerima
undangan-Nya sekarang? Waktu sangatlah berharga, dan menolak panggilan Tuhan
merupakan kesalahan terbesar yang setiap orang dapat lakukan. Saya berdoa agar
kita semua tetap membuka hati dan pikiran kita kepada Roh Kudus dan
mengutamakan Yesus dalam hidup kita.
REAKSI
1. Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi godaan setan?
2. Pikirkan sebuah cara untuk menjaga hubungan kita tetap dekat kepada
Yesus. Pilih dua atau tiga cara yang gampang dan dapat dilakukan tiap harinya.
_________________
Mark Aaron S. Cochongco, Muntinlupa City, Philippines
Jum’at
3
AGUSTUS
|
Eksplorasi
“Missi Pemuridan”
|
Yoh 16:33
|
SIMPULAN
Allah meminta kita untuk menjadi murid-Nya, untuk memberitakan hadiah
keselamatan keseluruh dunia. DIA tidak pernah mengatakan bahwa hidup akan tanpa
masalah. Malahan, Yesus memperingati kedua belas murid-Nya sebelum mengirim
mereka untuk menginjil “Dalam dunia engkau akan menderita penganiayaan” (Yoh
16:33). Tetapi DIA juga berkata “Tetapi kuatkanlah hatimu! Aku telah mengalahkan
dunia.” Roh Kudus akan mengisi kekurangan-kekurangan kita. DIA akan memberikan kita kekuatan Illahi agar kita
bisa mengagungkan nama Yesus melalui hidup kita dan membawa banyak orang masuk
kedalam kerajaan surga.
PERTIMBANGKAN
- Bentuklah kelompok kecil untuk berdoa. Doakan agar engkau dapat menerima apa saja yang diperlukan supaya engkau dapat menjadi terang bagi orang-orang yang belum mengenal Dia.
- Buat tujuan hidup rohani mu bersama Allah dan bagaimana engkau mau agar Dia menolongmu menggapai seseorang. Sebagai contoh, engkau dapat meminta agar Dia menolong mu berbicara kepada seseorang yang engkau temui di jalan mengenai Dia.
- Ingat dan doakan tentang kesusahan kesusahan mu selama melayani Tuhan dan bagaimana Tuhan telah menuntunmu melewati semua itu.
- Diskusikan pertanyaan berikut dengan teman2mu : Dalam hal apa engkau pernah mencoba untuk menyenangkan orang lain ? apakah hal tersebut menguntungkan atau merugikan ? bagaimana hal2 tersebut menghalangi engkau untuk melayani Tuhan ?
- Teliti sesuatu di alam sekitarmu. Apa yang dapat engkau pelajarin mengenai pemuridan dan pelayanan dari penelitian mu ? (Jika engkau hidup di kota-kota besar mungkin akan susah memperhatikan alam sekitar, lakukan penelitian melalui internet tentang alam yang akan sukai)
- Cari lagu dalam bagian “Missi Gereja” pada buku Seventh-day Adventist Hymnal (nos. 355‒375). Pilih sebuah lagu untuk di nyanyikan atau mainkan, perhatikan dengan seksama kata-kata dari lagu tersebut yang berhubungan dengan pelajaran minggu ini.
HUBUNGKAN
The Acts of the Apostles, 346‒358; Messages to Young People, 197‒230.
Christy Yingling
Gusse, Conroe, Texas, U.S.A.
No comments:
Post a Comment