Sunday, 1 July 2012

SSCQ Indonesia, Pelajaran 5 Triwulan III 2012



Satu dan Dua Tesalonika
Pelajaran Ke-Lima Kwartal 3,
Teladan Kerasulan
28 Juli—4 Agustus 2012
Diterjemahkan Oleh: Gomgom Simatupang
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian
Sirkulasi: Janette Sepang


”Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita” (1 Tes 2:4).


Sabbath
28 Juli
1 Tes 2:4
Pendahuluan
Anda Diciptakan Untuk Sebuah Misi!

Salah satu misi luar angkasa paling terkenal adalah Apollo 11, missi yang bertujuan untuk mengantarkan dua orang ke bulan dan kembali ke bumi dengan selamat. Televisi menyiarkan secara langsung ketika Neil Armstrong dan Edwin Aldrin berjalan di permukaan bulan pada tahun 1969. Ketika mereka kembali ke bumi, misi mereka di puji-puji sebagai misi paling sukses.
            Anda juga mempunyai misi. Para kru Apollo 11 di tugaskan oleh manusia seperti mereka sendiri, tetapi tidak ada keraguan bahwa mereka melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan melakukan yang terbaik agar misi tersebut berhasil. Harus lebih seberapa seriuskah kita mengerjakan misi kita, yang di berikan bukan oleh manusia yang tidak baka melainkan dari Bapa Pencipta kita?

Kita semua mempunyai misi untuk diselesaikan di bumi ini.

            Dengan  cara yang sama 12 murid Yesus di kirimkan untuk menyelesaikan sebuah misi, kita, juga, di tunjuk oleh-Nya untuk melayani suatu misi. Kata rasul di definisikan sebagai seseorang yang dikirim dalam sebuah misi. Kita semua adalah rasul Kristus dan kita semua menanggung pekerjaan yang sama untuk membuat semua bangsa murid dan mengajarkan mereka untuk menuruti segala perintah yang Yesus ajarkan kepada kita untuk di lakukan (Mat 28:19,20). Sama seperti Bapa mengutus Yesus untuk menjadi terang dunia, demikian juga Ia mengutus kita untuk terang yang sama dari firman-Nya pada semua orang (Yoh 20:21).
            Kita semua dipanggil untuk menjadi rasul.Tuhan meninggalkan banyak contoh dalam Alkitab untuk mengajarkan pada kita bagaimana cara agar kita dapat menyembahnya dengan setia. Ia memperlengkapi kita dengan talenta yang berbeda-beda, dan ketika kita menemukan cara untuk menyalurkan talenta kita bagi kemulian dan kemasyuran nama-Nya dan kerajaan-Nya, maka hal itulah yang menjadi pelayanan kita. Inti dari setiap pelayanan harus lah hasrat kita untuk menyenangkan Tuhan (1 Tes 2:4). Akan ada saat-saat dimana kita mengalami kesusahan dan kita harus bertahan. Seperti Rasul Paulus, kita harus berpegang teguh, dengan kasih Allah dan keinginan kita untuk menyenangkan-Nya sebagai motivasi utama kita. Selama engkau belajar minggu ini, saya mengundang anda untuk menyelidiki cara-cara praktis untuk menyelesaikan misi surgawi mu dengan menjadi rasul yang setia. Seperti misi-misi lainnya, ini akan membutuhkan dedikasi dan kerja keras. Namun, jika engkau sungguh-sungguh mendalami misi mu, engkau akan mengalami pengalaman hebat dan akan menerima berkat-berkat besar yang tak terduga yang di curahkan oleh Bapa kita yang disurga.
___________
*Merriam-Webster Online Dictionary, http://merriam-webster.com/dictionary/apostle (accessed July 27, 2011).

Rheyda P. Hinlo, Muntinlupa City, Philippines

Minggu
29 Juli
Logos
“Lakukan Apa Yang Kulakukan, Bukan Apa yang Kulakukan”
Ul 10:16; Maz 51:1-10; Luk 1:11-13; Kis 16; 2 Kor 8:1-5; 1 Tes 2:1-12

Orang tua sering mengatakan pada anak-anaknya apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Ini adalah salah satu cara untuk mengajarkan disiplin kepada anak-anaknya juga untuk menjaga agar anak-anaknya baik-baik dan tidak celaka. Namun, kadangkali orang tua melakukan apa yang mereka katakana untuk tidak lakukan kepada anak-anaknya. Dalam beberapa kasus, anak-anak akan mengatakan bahwa orang tua nya munafik. Dalam surat nya kepada jemaat di Tesalonika, Paulus membagikan bagaimana cara untuk menjadi rasul Kristus. Pada suatu waktu, Paulus gigih untuk memusnahkan Kekristenan, namun setelah dia bertemu Kristus di jalan ke Damaskus, ia menyerahkan seluruh hidupnya untuk Tuhan.

sangatlah penting bagi seorang rasul untuk transparan dalam segala yang ia perbuat. Tidak ada tempat di surga bagi orang yang mengaku Kristen tetapi hanya dinama saja. Jadi marilah kita menjadi seperti Paulus rasul Kristus.

Hati yang Disunat (Ul 10:16)
Ketika Tuhan berjanji pada Abraham bahwasanya ia akan menjadi “Bapa dari banyak bangsa,” perjanjian sunat pun di tetapkan. Sunat merupakan tanda dari hubungan istiwema antar Tuhan dan bangsa Israel (Kej 17:10,11). Pada masa Paulus, sunat di gunakan orang Yahudi untuk mendiskriminasikan orang bukan Yahudi. Mereka percaya akan hal yang salah bahwa sunat lebih penting daripada pengorbanan Kristus di kayu salib. Orang-orang Yahudi ini gagal untuk mengerti apa maksud sebenarnya  “sunat di dalam hati” (Ul 10:16). “Sebab sunat tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya” (Gal 6:15). “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai suatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (Gal 5:6). Perhatikan baik-baik bahwa dalam ayat terakhir ini penurutan merupakan sebuah hasil dari iman yang kita punyai di dalam Kristus dan Kasih-Nya.

Hati yang Menyesal (Maz 51:1-10)
Ketika Daud menyadari bahwa Bathsheba telah mengandung karena nya, ia kemudian membunuh Uria suami Bathsheba. Lalu Tuhan mengirimkan nabi Natan untuk menegurnya. Daud dengan cepat sadar diri bahwa ia telah berdosa. Ia kemudian meminta ampunan dan kasihan Tuhan (Maz 51:1).
Berulang-ulang kali kita berdosa terhadap Tuhan. Lalu kita harus mengaku dosa kita dan tidak mengulangi nya  lagi untuk mendapatkan ampunan Tuhan. Seperti Daud, kita harus meminta Tuhan untuk menjadikan hati kita tahir (Maz 51:10).

Hati yang Percaya (Lukas 11:11-13)
Seorang Kristen yang bertumbuh dalam iman mengembangkan kebaikan akan percaya kepada Tuhan setiap harinya, bahkan dalam kondisi yang menakutkan. Sebuah kebaikan tidak tumbuh hanya dalam semalam dan hanya bisa dituai melalui penderitaan. Untuk dapat percaya sepenuh hati kepada Tuhan membutuhkan kepatuhan akan kehendak-Nya. Orang tua tahu apa yang baik untuk diberikan kepada anak-anaknya. Tetapi Bapa kita yang disurga lebih lebih sehingga akan memberikan kita Roh Kudus jika kita memintanya (Lukas 11:13).

Hati yang Bertahan (Kis 16)
Timotius dan Silas bergabung bersama Paulus dalam perjalanan misinya. Mereka pergi ke daerah-daerah, mengkhotbahkan injil dan membaptiskan banyak orang. Tetapi mereka juga mengalami penderitaan. Pemilik dari seorang hamba perempuan yang di kuasai roh, mecampakkan mereka kedalam penjara. Tetapi sebelum itu mereka di permalukan di depan public, di telanjangi, dan di pukul. Namun walaupun mereka berada di dalam penjara yang paling dalam dan gelap, mereka berdoa dan bernyanyi (Kis 16:25). Suatu teladan Iman yang luar biasa!
Menjadi rasul Tuhan bukanlah gampang. Musuh tidak dapat dielakkan. Namun, kita mempunyai kepercayaan bahwa Tuhan selalu beserta kita dalam saat tergelap sekalipun.

Hati yang Dermawan (2 Kor 8:1-5)
Paulus memuji jemaat Makedonia atas kemurahan mereka. Walaupun dalam kesusahan yang amat sangat dan kemiskinan, mereka “memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka” (2 Kor 8:3). Tidak seharusnya kita menjadi kikir dalam hal menggunakan talenta yang diberikan Tuhan kepada kita. Paulus mengingatkan kita untuk kaya dalam pelayanan kasih (2 Kort 8:7). Allah lebih suka kepada orang yang rendah hati, pemberi yang ceria daripada orang yang angkuh dan sombong dalam memberi.

Hidup untuk Menyenangkan Allah (1 Tes 2:1-12)
Paulus menjelaskan dengan jelas bahwa ia dan pengikutnya mencoba menyenangkan Allah daripada manusia (1 Tes 2:4). Meskipun para rasul selalu menerima penderitaan selama mereka menginjil, mereka tidak berhenti. Mereka dapat menampilkan puji-pujian atau hal-hal lain yg menyenangkan orang agar dapat diterima masyarakat banyak dan menjauhkan mereka dari penyiksaan. Namun, mereka mengerti dengan jelas bahwa Tuhan memeriksa hati semua orang yang bekerja untuk-Nya. Ia mencari kedalam lubuk hati untuk melihat apakah seseorang sungguh-sungguh berdedikasi atau dipengaruhi oleh motif lain. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi seorang rasul untuk transparan dalam segala yang ia perbuat. Tidak ada tempat di surga bagi orang yang mengaku Kristen tetapi hanya dinama saja. Jadi marilah kita menjadi seperti Paulus rasul Kristus.

REAKSI
1. Bagaimana kita menyikapi orang Kristen?
2. Kenapa begitu susah untuk melakukan yang kita katakan?
3. Kenapa nampaknya begitu gampang untuk mengkritik dan menghakimi pendeta?   

Bongga L. Agno, Muntinlupa City, Philippines

Senin
30 JULI

Yakobus 1:2-4
Kesaksian
Puji Tuhan Pada Waktu Susah

“Umat Allah tidak akan terbebas dari penderitaan; tetapi sementara dianiaya dan menderita, sementara mereka menanggung kekurangan dan menderita kekurangan makanan, mereka tidak dibiarkan binasa. Allah yang memelihara Elia, tidak akan melewatkan seorang pun anak-Nya yang mengorbankan dirinya. Ia yang menghitung rambut di kepala mereka akan memelihara mereka, dan pada waktu bala kelaparan, mereka akan dikenyangkan. Sementara orang-orang jahat mati karena kelaparan dan bala, malaikat-malaikat akan melindungi orang-orang benar dan mencukupi kebutuhan mereka. Diberikan janji kepada orang-orang yang “hidup dalam kebenaran,” “Rotinya disediakan, air minumnya terjamin.” “Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan. Tetapi Aku, Tuhan, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak meninggalkan mereka.”1

“Orang benar yang masih hidup “diubahkan dalam sekejap mata.”

Kita tahu bahwa tidak ada seorang pun yang luput dari masalah. Kabar baiknya adalah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan kita. Kita hanya harus tetap percaya dan beriman kepada-Nya setiap waktu. Ia selalu siap untuk menolong kita kapan pun bahaya datang. Sebagai pegikut Kristus, kita tidak boleh takut karena kita tahu Ia akan selalu berada di sisi kita selama penderitaan dan penyiksaan. Belajar percaya kepada-Nya menyiapkan kita menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali.
“Orang benar yang masih hidup “diubahkan dalam sekejap mata.” Pada waktu Allah bersuara mereka telah dimuliakan, dan dengan bangkitnya orang-orang kudus mereka diangkat untuk menemui Tuhan mereka di awan-awan. Malaikat-malaikat “mengumpulkan orang-orang pilihan dari keempat penjuru mata angin, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.” Teman-teman yang sudah lama dipisahkan oleh kematian dipersatukan, tidak pernah lagi akan berpisah, dan dengan nyanyian kesukaan naik bersama-sama ke dalam kota Allah.”2

REAKSI
1.      Bagaimana kita mengatasi ketakutan pada saat pencobaan?
2.      Bagaimana kita mempersiapkan orang lain untuk siap pada kedatangan Kristus yang kedua kali?
_______________
1. The Great Controversy, p. 629.
2. Ibid., p. 645.

Pauline S. Cochongco, Muntinlupa City, Philippines

Selasa
31 JULI

Bukti
Surat Cinta Paulus
2 Tes 2:8

Selama zaman Paulus, Tesalonika merupakan ibukota Makedonia*. Paulus menulis dua surat kepada orang-orang percaya yang hidup disana. Dalam suratnya, dia menceritakan betapa rindunya ia untuk dapat kembali ke Tesalonika (1 Tes 2:17,18). Namun, setan mencegahnya untuk dapat pergi. Walaupun Paulus tidak dapat hadir secara langsung, suratnya telah menginspirasikan banyak umat percaya di Tesalonika dan menginstruksikan mereka untuk menghidupkan kehidupan Kristen walaupun banyak pencobaan.

Akan menjadi berkat yang amat hebat jika kita kembali kepada Tuhan sebagai pelayan-Nya

            Paulus mengunjungi banyak tempat, tetapi seperti seorang ibu yang kasih akan anaknya, ia selalu mencari tahu akan apa yang terjadi pada jemaat di Tesalonika (1 Tes 2:7). Ia juga mengirimkan Timotius untuk melihat kerohanian anggota jemaat dan untuk menguatkan dan mendorong mereka (1 Tes 3:5). Ketika Paulus mendengar bahwa orang-orang Tesalonika tetap setia, sebuah kebahagian yang besar bagi hatinya! (1 Tes 3:6-8).
Pekabaran Paulus bukan hanya membagikan injil tetapi juga hidupnya (1 Tes 2:8). Rasul itu menunjukkan pada kita bahwa injil Yesus adalah pesan tentang kasih yang bukan hanya di khotbahkan melalui kata-kata tetaou juga melalui pernyataan perbuatan. Jika engkau membaca surat-suratnya, anda akan mendapati seperti sedang membaca sebuah surat cinta yang dituliskna kepada seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu. Lihat betapa bersukacita nya ia melihat gereja dan umat-umat percaya yang rindu untuk bertemu dengan nya seperti ia juga rindu untuk bertemu mereka. Ini adalah kasih yang sama yang di berikan sang Pencipta kepada kita anak-anak-Nya (Lukas 11:11-13). Bayangkan betapa susah dan sedihnya Tuhan ketika kita hilang, betapa berbahagia nya Tuhan ketika kita kembali pada-Nya. Akan menjadi berkat yang amat hebat jika kita kembali kepada Tuhan sebagai pelayan-Nya.
Yesus Kristus adalah penebus kita. Kita dibersihkan dari segala kesalahan kita oleh darah-Nya. Dengan mengetahui hal ini, kebahagiaan dan kesenangan kita haruslah kita bagikan kepada orang lain dan bukan kita simpan dalam diri kita sendiri, sebagaimana yang Paulus dan rasul-rasul lainnya lakukan pada zaman mereka.

REAKSI
1. APakah cukup bagi kita mengetahui bahwa kita diselamatkan? Diskusikan.
2. Apa yang anda pikirkan tentang ide menunjukkan kasihmu kepada orang lain yang tidak di kenal? Apa yang Alkitab katakan kepada kita?
3. Dapatkah saudara dan sahabat-sahabatmu yang tidak percaya melihat Yesus melalui engkau? Jika ya, dalam hal apa?
____________
*The SDA Bible Commentary, vol. 7, 2nd ed., p. 223.

Samuel D Bagano Jr., Muntinlupa City, Philippines

Rabu
1 AGUSTUS

Kis 16:25-28; 1 Tes 2:1-9
Bagaimana
Menjadi Rasul Kristus

Paulus tidak menyaksikan penyaliban Kristus. Ia bukanlah 12 rasul yang pertama. Ia mempunyai beberapa pengalaman yang dapat melemahkan fisik dan rohaninya. Namun keinginannya menyebarkan injil tetap kuat. Sebagai pengikut Kristus, karakter apa yang diserahkan Paulus kepada Roh Kudus untuk dikembangkan dalam dirinya?

Paulus sangat mengenal Allah yang disembahnya

Kerinduan mendalam agar orang lain dapat selamat. Paulus mengetahui bahwa hidup orang tidak percaya sama pentingnya dengan hidup umat-umat percaya. Selagi di penjarakan oleh karena imannya (Kis 16:25-28), Paulus mendapatkan kesempatan untuk membiarkan sipir penjara bunuh diri sehingga ia dan Silas dapat melarikan diri. Namun, ia membuktikan bahwa keselamatan abadi musuhnya jauh lebih penting dibandingkan kebebasannya.
Sebagai rasul Kristus pada zaman ini, kita tidak boleh lupa bahwa Ia telah mati untuk menyelamatkan semua jiwa – tidak peduli betapa berdosa dan tidak disukaipun mereka, tidak peduli apa yang telah mereka lakukan terhadap kita. Ketika anda bertemu dengan orang yang tidak anda sukai, ingat bahwa keselamatan jiwa orang tersebut sangat penting bagi Kristus. Oleh sebab itu, menjadi penting juga bagi anda.
Rasa Sensitif kepada sesama. Paulus menyunat Timotius, bukan karena itu penting bagi keselamatan, namun karena dia menghargai orang-orang yang ingin ia sebarkan akan injil (Kis 16:3). Paulus juga bekerja bukan supaya menghidupi dirinya sendiri namun agar ia tidak menjadi beban bagi orang lain (1 Tes 2:9). Ia menunjukkan kelemahlembutan, seperti seorang ibu yang menyayangi anaknya, agar supaya ia dapat mengabarkan inji Kristus dan kesaksian pribadinya (1 Tes 1:6-8).
Sebagai Rasul Kristus, kita mesti ingat bahwa pekabaran keselamatan tidak akan berdaya jika kita tidak secara sensitif terhubung dengan orang yang menjadi target bersaksi kita.
Fokus untuk menyenangkan Allah daripada manusia. Paulus sangat mengenal Allah yang disembahnya.  Prioritasnya adalah melakukan pekerjaan yang menyenangkan DIA (1 Tes 2:4). Penderitaan dan penghinaan, gantinya pujian dan terimakasih dari manusia, seharusnya tidaklah menjadi masalah bagi kita.
Seperti Paulus, tidak ada pujian dari manusia yang dapat menggantikan kebahagiaan mengetahui bahwa sang Pencipta dan Penebus senang akan pekerjaan yang kita lakukan bagiNYA

REAKSI
1. Menurutmu dapatkah seseorang sampai ke suatu titik dimana ia capek dan lelah untuk menyenangkan Allah? Kenapa ya atau kenapa tidak?
2. Kenapa sensitifitas dan kelemahlembutan penting dalam bersaksi?

Liezel M. Bobadilla, Cuenca, Batangas Philippines

Kamis
2 AGUSTUS
Pendapat
Bereskan Hidupmu Sebelum Terlambat
2 Kor. 3:2,3


Dalam dunia sekarang ini, kita harus mengakui bahwa seberapa besar pun kita ingin hidup bagi Kristus, Setan akan selalu mencari cara untuk menjerumuskan kita. Hanya pengetahuan yang kuat tentang Firman Tuhan yang dapat menjaga kita tetap pada jalur. Sebagai anak-Nya, marilah kita bekerja dengan rajin untuk menyebarkan injil. Biarlah kita menjadi waspada agar kita dapat menang.

Allah kita adalah Allah yang pengasih yang memberikan segalanya untuk dapat mempertahankan kita tetap pada jalur

Marilah kita menjadi contoh bagi orang-orang disekitar kita. Biarlah hidup kita menjadi surat yang di baca semua orang yang kita kenal dan temui (2 Kor 3:2,3). Salah satu cara yang terbaik untuk bersaksi ialah membiarkan orang lain melihat karakter Kristus terpancar melalui kita. Marilah kita menjadi khotbah yang hidup dari iman dan kebenaran sebagaimana Roh Kudus menanam buah-buah-Nya dalam kita (Gal 5:22,23).
Salah satu strategi Setan ialah mengincar orang-orang muda, pemimpin masa depan gereja. Ia akan menggunakan segala godaan dan rayuan untuk memimpin mereka jauh dari Kristus. Selalu menyedihkan ketika anak muda memilih jalan yang menghancurkan dibandingkan jalan menuju surga. Bagi mereka, surge adalah keduniawian, kehidupan materialistis yang akan hancur dan punah ketika Kristus datang kembali.
Allah kita adalah Allah yang pengasih yang memberikan segalanya untuk dapat mempertahankan kita tetap pada jalur. Ia ingin kita semua diselamatkan dan bersama-sama dengan Dia di surga nanti. Jika engkau belum menerima-Nya, maukah engkau menerima undangan-Nya sekarang? Waktu sangatlah berharga, dan menolak panggilan Tuhan merupakan kesalahan terbesar yang setiap orang dapat lakukan. Saya berdoa agar kita semua tetap membuka hati dan pikiran kita kepada Roh Kudus dan mengutamakan Yesus dalam hidup kita.

REAKSI
1. Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi godaan setan?
2. Pikirkan sebuah cara untuk menjaga hubungan kita tetap dekat kepada Yesus. Pilih dua atau tiga cara yang gampang dan dapat dilakukan tiap harinya.
_________________

Mark Aaron S. Cochongco, Muntinlupa City, Philippines

Jum’at
3 AGUSTUS
Eksplorasi
“Missi Pemuridan”
Yoh 16:33

SIMPULAN
Allah meminta kita untuk menjadi murid-Nya, untuk memberitakan hadiah keselamatan keseluruh dunia. DIA tidak pernah mengatakan bahwa hidup akan tanpa masalah. Malahan, Yesus memperingati kedua belas murid-Nya sebelum mengirim mereka untuk menginjil “Dalam dunia engkau akan menderita penganiayaan” (Yoh 16:33). Tetapi DIA juga berkata “Tetapi kuatkanlah hatimu! Aku telah mengalahkan dunia.” Roh Kudus akan mengisi kekurangan-kekurangan kita. DIA akan memberikan kita kekuatan Illahi agar kita bisa mengagungkan nama Yesus melalui hidup kita dan membawa banyak orang masuk kedalam kerajaan surga.

PERTIMBANGKAN
  • Bentuklah kelompok kecil untuk berdoa. Doakan agar engkau dapat menerima apa saja yang diperlukan supaya engkau dapat menjadi terang bagi orang-orang yang belum mengenal Dia.
  • Buat tujuan hidup rohani mu bersama Allah dan bagaimana engkau mau agar Dia menolongmu menggapai seseorang. Sebagai contoh, engkau dapat meminta agar Dia menolong mu berbicara kepada seseorang yang engkau temui di jalan mengenai Dia.
  • Ingat dan doakan tentang kesusahan kesusahan mu selama melayani Tuhan dan bagaimana Tuhan telah menuntunmu melewati semua itu.
  • Diskusikan pertanyaan berikut dengan teman2mu : Dalam hal apa engkau pernah mencoba untuk menyenangkan orang lain ? apakah hal tersebut menguntungkan atau merugikan ? bagaimana hal2 tersebut menghalangi engkau untuk melayani Tuhan ?
  • Teliti sesuatu di alam sekitarmu. Apa yang dapat engkau pelajarin mengenai pemuridan dan pelayanan dari penelitian mu ? (Jika engkau hidup di kota-kota besar mungkin akan susah memperhatikan alam sekitar, lakukan penelitian melalui internet tentang alam yang akan sukai)
  • Cari lagu dalam bagian Missi Gereja” pada buku Seventh-day Adventist Hymnal (nos. 355‒375). Pilih sebuah lagu untuk di nyanyikan atau mainkan, perhatikan dengan seksama kata-kata dari lagu tersebut yang berhubungan dengan pelajaran minggu ini.

HUBUNGKAN
The Acts of the Apostles, 346‒358; Messages to Young People, 197‒230.

Christy Yingling Gusse, Conroe, Texas, U.S.A.

No comments:

Post a Comment